Anda di halaman 1dari 4

CONTOH PERJANJIAN KERJASAMA

PENGELOLAAN PETERNAKAN KAMBING ETAWA


PERJANJIAN KERJASAMA KEMITRAAN
NO :............/................../............
Perjanjian Kerjasama ini dibuat pada hari ini ............., tanggal ....... (.................),
bulan .......... tahun .............(..............). oleh dan antara :
1.

Etawa FarmTawangmangu , yang berkedudukan di Jl. Lawu KM 5 Kelurahan


Blumbang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, yang dalam hal ini
diwakili oleh Abu Abdul Azizdalam kapasitasnya selaku Pengelola Peternakan Etawa
Farmdan Ketua Pembina Yayasan Abdul Aziz, dan karenanya berhak dan sah bertindak
untuk dan atas nama Etawa FarmTawangmangu, dan untuk selanjutnya disebut PIHAK
PERTAMA.

2.

.............................., berkedudukan di........................................................, yang dalam


hal ini kapasitasnya sebagai Mitra/Investor, atau anggota kelompok Peternak
kambing/domba dan karenanya berhak dan sah bertindak untuk dan atas nama dirinya
sendiri, selanjutnya disebut Mitra Peternak, dan untuk selanjutnya disebut PIHAK
KEDUA.
Pasal 1
Lingkup Kerjasama
1. Pihak Pertama adalah pengelola usaha peternakan dibawah Unit Usaha Produktif
Yayasan Abdul Aziz yang meliputi usaha Budidaya Pengembangbiakan,
Penggemukan, Produksi Susu dan Pemasaran Kambing Etawa Kaligesing,
Senduro, Saanen, Domba Merino dan Domba Lokal serta hasil ikutannya.
2. Pihak Kedua adalah masyarakat atau mitra yang memiliki kambing/dombaatau
memiliki dana yang diserahkan pengelolaannya kepada Pihak Pertama baik secara
individu maupun kelompok.
3. Pihak Pertama dan Pihak Kedua bermaksud mengadakan kerjasama untuk usaha
peternakan kambing/dombamelalui program kemitraan.
4. Pihak Pertama akan menerima dan mengelola dengan baik penitipan semua
kambing/dombadari Pihak Kedua.
5. Pada saat ditandatanganinya perjanjian kerjasama ini, Pihak Kedua menguasakan
pembelian/pengadaan dan menyerahkan bibit kambing/dombauntuk dikelola oleh
Etawa Farm sebagai berikut ;
Jumlah kambing ........
(.................)
ekor
Jenis
........
(.................)
ekor
Harga
..................................
..
Total investasi
..................................
..
Pasal 2
Pelaksanaan
1. Pihak Kedua melakukan pembelian dan penyerahan kambing/domba dimaksud

untuk dikelola di kandang Pihak Pertama sebagaimana tersebut dalam pasal 1 ayat
5 dalam kondisi sehat dan baik di kandang Etawa Farm Tawangmangu.
2. Pihak Pertama menerima penyerahan kambing/dombasebagaimana pada Pasal 2
ayat 1 setelah melakukan pengecekan kondisi kambing/dombaseperlunya untuk
memastikan bahwa ternak dalam kondisi sehat dan baik.
3. Kerjasama ini menggunakan pola bagi hasil (mudharabah) dengan nisbah
pembagian keuntungan sebagai berikut :
a. Bagi hasil dari penjualan cempe (anak kambing) pada saat dijual 40% untuk
Pihak Kedua dan 60% untuk Pihak Pertama.
b. Bagi hasil dari keuntungan penjualan induk pada saat dijual 40% untuk Pihak
Kedua dan 60% untuk Pihak Pertama.
c. Bagi hasil dari keuntungan penjualan susu yang dihasilkan dikurangi biaya
pembelian susu pengganti,40% untuk Pihak Kedua dan 60% untuk Pihak
Pertama.
d. Perhitungan dan pembagian bagi hasil atas keuntungan usaha tersebut pada
Pasal 2 ayat 3 ini, akan dilakukan setiap 6 (enam) bulan sejak ditandatangani
perjanjian kemitraan.
4. Apabila dalam kerjasama ini terjadi risiko kerugian yang disebabkan karena
kehilangan, maka kerugian tersebut akan ditanggung sepenuhnya oleh Pihak
Pertama, dan apabila risiko kerugian tersebut disebabkan karena kematian yang
disebabkan bukan karena kelalaian Pihak Pertama, maka kerugian tersebut
ditanggung bersama Pihak Pertama 60% dan Pihak Kedua 40%.
Pasal 3
Kewajiban Para Pihak
1. Peternak/Investor berkewajiban membeli dan menyerahkan kambing dalam
keadaan sehat dan baik di tempat Peternakan Etawa Farmatau menguasakan
pembeliannya kepada Pihak Pertama..
2. Pihak Pertama berkewajiban menyediakan kandang, pemberian pakan dan
pemeliharaan ternak dengan baik.
3. Pihak Pertama berkewajiban menjaga keamanan dan kesehatan ternak, terkecuali
akibat bencana alam dan wabah penyakit.
4. Pihak Pertama berkewajiban menyampaikan laporan perkembangan ternak kepada
Pihak Kedua setiap 6(enam) bulan sekali.
5. Pihak Pertama berkewajiban untuk memberitahukan dan minta ijin rencana
penjualan ternak melalui SMS, Email atau Faximile.
Pasal 4
Hak Para Pihak
1. Pihak Kedua berhak untuk melihat Peternakan, memberi masukan/saran,
mengusulkan penjualan dan membeli hasil ternak.
2. Pihak Kedua berhak atas pengambilan kembali dombayang telah dititipkan dan
usulan penjualan dengan memperhitungkan biaya pemeliharaan.
3. Pihak Pertamaberhak untuk melakukan pengelolaan kambing yang diserahkan oleh
pemilik kambing/domba, mulai dari pengelolaan kandang, pemberian pakan,
pemeliharaan kesehatan sampai dengan penjualan hasilnya sesuai dengan
manajemen Etawa Farm.

4. Pihak Pertamaberhak mengusulkan penjualan atau mengembalikan ternak kepada


Pihak Kedua atas pertimbangan ekonomis Peternakan.

1.
2.
3.
4.
5.

Pasal 5
Waktu, Cara Panen dan Pembayaran
Panen atau penjualan cempe (anak kambing)akan dilakukan setelah masa
pemeliharaan/pembesaran maksimal 6 (enam) bulan.
Penjualan induk kabmbing/domba akan dilakukan berdasarkan pertimbangan nilai
ekonomis yang menguntungkan kedua belah pihak.
Waktu pelaksanaan panenatau penjualanakan dikoordinasikan terlebih dahulu
antara Pihak Pertama dengan Pihak Kedua.
Untuk penentuan harga penjualan kambing dan anak kambing akan
menyesuaikandengan perkembangan harga dipasaran.
Pembayaran oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua akan dilakukan 2 hari
setelah penjualanternak melalui transfer ke rekening Bank Pihak Kedua.

Pasal 6
Jangka Waktu Perjanjian
1. Waktu Kerjasama ini berlangsung 1(satu) tahunterhitung setelah perjanjian ini
ditandatangani, dan diperpanjang secara otomatis apabila tidak ada permintaan
diakhirinya kemitraan dari Pihak Kedua.
2. Perjanjian kerjasama dapat diakhiri sebelum jangka waktunya atau atas permintaan
dari salah satu pihak.
Pasal 7
Lain lain
Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak akibat dari pelaksanaan
Perjanjian ini, maka para pihak akan menyelesaikan secara musyawarah untuk
mufakat. Dan apabila musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, maka penyelesaian
masalah dapat dilanjutkan sesuai hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia.
Demikianlah Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua), dan ditandatangani oleh Para
Pihak, bermeterai cukup dan masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama
bagi Para Pihak.
PIHAK PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN
Jepara, ..
Pengelola Etawa Farm
Mitra Peternak/Investor
PIHAK PERTAMA
PIHAK KEDUA

B. IMAM MULYONO

SUMARDI
SAKSI-SAKSI

SAKSI 1

SAKSI 2

JATI UTAMA
RT 02 RW 07 Bangsri

AHMAD ZUBAIDI
RW 07 Bangsri

Anda mungkin juga menyukai