Anda di halaman 1dari 46

KEBIJAKAN P3DN

DAN
PEMBERIAN PENGHARGAAN CINTA KARYA
BANGSA

Temu Teknis APIP dalam rangka pelaksanaan Audit


Penggunaan Produksi Dalam Negeri dalam Pengadaan Barang/Jasa
Bandar Lampung, 13-14 Juni 2012 1

MATERI
I.

Latar Belakang

II. Peraturan Peraturan mendukung P3DN


o Perpres No 54/2010
o Inpres No 2/2009
o Permenperin no. 15/2011 ; 16/2011 ; 17/2011 ;
o UU Migas; UU Energi
o Permenperin; Permenkominfo ; Permen BUMN
III. Tim P3DN
o Tim Nas P3DN; Pokja & Penghargaan P3DN
o Tim P3DN Pemerintah Prov/Kab/Kota

I. LATAR BELAKANG

PERTUMBUHAN EKONOMI DAN INDUSTRI


(1994 2011)
Krisis 1998

Krisis 2008

Industri & Ekonomi menghadapi Turbulance disebabkan


oleh Faktor Internal dan Eksternal
External factor

g io
e
R

l
na

si
a
is

Ekono
mi
Industr
i
Intern

Innnn
al
Factor

lo

ba
l

Re
g
is

as
i

io
na

lis

as
i

External factor

External factor

al
b
lo

si
a
s
i

KELOMPOK PERDAGANGAN REGIONAL DUNIA

Neraca Perdagangan Indonesia (Juta US$)


Tahun 2003-2010

180,000
160,000
140,000

114,101

120,000

96,829

85,660
71,585
57,701
46,525

40,000
28,508
32,551 25,060

Ekspor

74,473

Impor

61,065
39,733

27,959

Neraca

39,627

20,000
2003

135,663

116,510

100,799

100,000
80,000
61,058
60,000

157,779

137,020
129,197

19,681

22,116

2009

2010

7,823
2004

2005

2006

2007

2008

GRAFIK EKSPOR/IMPOR TOTAL INDONESIA - CHINA


Tahun 2005 s.d 2010
25,000.00
20,000.00
15,000.00
US$ Juta
10,000.00
5,000.00
0.00
2005

2006

2007

2008

2009

2010

-5,000.00
-10,000.00
EKSPOR

KETERANGAN

IMPOR

2005

NERACA

2006

2007

2008

EKSPOR

6.662,35

8.343,57

9.675,51

11.636,50

IMPOR

5.842,86

6.636,90

8.557,88

15.247,17

Nilai total
Ekspor ke
China pada
tahun 2005 s.d
2010 terus
mengalami
kenaikan,
demikian juga
halnya dengan
nilai total Impor
dari China.
Namun mulai
tahun 2008
nilai total Impor
lebih tinggi dari
pada nilai total
Ekspor,
sehingga mulai
Nilai
tahun 2008
US$Juta
neraca
Jan-Feb
2009 perdagangan
2010
2011
11.499,33
15.692,61 2.631,81
Indonesia
14.002,17
China20.424,22 3.357,52

(US$ Juta)

EKSPOR/IMPOR INDUSTRI PENGOLAHAN


INDONESIA - CHINA 2005 s.d. 2010

EKSPOR

IMPOR

NERACA

Proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia


melemah
(data IMF 24 Jan 2012)

ANCAMAN PRODUK IMPOR TERKAIT DENGAN


KESEPAKATAN LIBERALISASI
NO
.

TAHAPAN
KERJASAM
A

BILATERAL

1.

Tahapan
Indonesia
Implementa Jepang (IJEPA)
si

2.

Tahap
Perundinga
n

Indonesia
EFTA;
Indonesia
India;
Indonesia
Korea;
Indonesia
Indonesia
Australia

UE;
- 11

REGIONAL

MULTILATE
RAL

ASEAN;
D-8;
ASEAN China; GSTP
ASEAN Korea;
ASEAN India;
ASEAN
Jepang;
ASEAN
Australia/NZ
NAMA
WTO
APEC

PENGAMANAN PASAR DOMESTIK


Trade Defense
(WTO Rule),

Technical Barrier

Impor iIlegal

Perilaku Konsumen

Anti Dumping
Countervailing Duties
Safeguard
Standardisasi
Sertifikasi
Pengawasan dipelabuhan
Pengawasan barang beredar

Cinta, Beli & Pakai


Produk Indonesia

POLA PIKIR P3DN


Kesejahteraan
Rakyat
Meningkat

Ekonomi
meningkat

Pajak
meningkat

Kemiskina
n menurun

Penghemata
n devisa

Penganggur
an menurun

PP33 D
DNN
Impor
Minded

Belanja
Masyarak
at

Semangat
Cinta
Produksi DN

Perlu
pengaturan
P3DN

Belanja
Belanja
Pemerinta
h

Prsh swasta

Belanja
BUMN/D

APBN - 2012
Belanja Negara

: Rp. 1.435,4 Triliun

I. Belanja Pemerintah Pusat


: 964,9
- Belanja Pegawai
: 215,7
- Belanja Barang
: 188,0
- Belanja Modal
: 152,0
- Pembayaran bunga dan Pinjaman
- Subsidi
: 208,8 T
- Belanja Hibah
:
1,7
- Bantuan Sosial
: 64,9
- Belanja Lain-lain
: 28,5
II. Belanja Daerah

T
T
T
T
: 122,2 T

340 T

T
T
T

: 470,4 T

Belanja BUMN (141 Perusahaan )


- Belanja Modal
: 210,0 T

( s/d 2014 = Rp. 800 T)

POTENSI PASAR P3DN TINGKAT NASIONAL


Perusahaan
Perkebunan
Perusahaan
Migas

BUMN

Kem.
Kem. Pertahanan
Kem. Pertanian
Kem.
ESDM
BUMN

Perusahaan
Listrik

Pedoman
P3DN

Kem.
Kominfo
Perusahaan
Telekom

Perusahaan
Alutsista

Kemenperin

Kem.
Kesehatan

Perusahaan
Alkes
Puskesmas/
Rumah sakit

Daftar
Inventarisasi
Barang/
Jasa
Produksi
DN

Kem.
P&K
SMK

Anak
Perusahaan

Kem.
Perhubungan
Perusahaan
Transpotasi

Kem.
PU
PEMDA

Perusahaan
Konstruksi

BUMD
Produsen
DN

Anak
Perusahaan
15

II. PERATURAN PERATURAN


MENDUKUNG P3DN

Perpres : No. 54 Th
2010
(Pengganti Kepres 80/2003)

Inpres No. 2 Th 2009


Ttg Penggunaan Produksi Dalam Negeri

Permenperin RI
No. 15/M-IND/PER/2/2011
Ttg Pedoman Penggunaan
Produk Dalam Negeri dalam
Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah
Permenperin RI
No. 16/M-IND/PER/2/2011
Ttg Ketentuan dan Tata Cara
Penghitungan TKDN

Permenperin RI
No. 17/M-IND/PER/2/2011
ttg Pembentukan POKJA dan
Sekretariat TIM-NAS P3DN

PERPRES 54 - Tahun 2010


BAB VII
PENGGUNAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI

( Pasal 96 99 )
Produk Dalam Negeri wajib digunakan jika terdapat
Penyedia Barang/Jasa yg menawarkan Barang/Jasa
dgn nilai TKDN ditambah nilai BMP minimal 40% *)
Nilai TKDN mengacu pada Daftar Inventarisasi
Barang/Jasa Produksi Dalam Negeri yg diterbitkan
oleh Kementerian yg membidangi perindustrian
Ketentuan & Tata Cara Penghitungan TKDN dan BMP
merujuk pada ketentuan yg ditetapkan oleh Menteri yg
membidangi perindustrian
*) sepanjang sesuai spesifikasi teknis yg dipersyaratkan, harga yg wajar &
kemampuan penyerahan hasil pekerjaan (waktu & jumlah)

Lanjutan

PERPRES 54 - Tahun 2010


BAB VII
PENGGUNAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI

Preferensi Harga diberlakukan pada :


Pengadaan Barang/Jasa yg dibiayai pinjaman luar
negeri melalui Pelelangan Internasional.
Pengadaan Barang/Jasa yg dibiayai rupiah murni,
tetapi hanya berlaku untuk nilai di atas Rp. 5 miliar
Preferensi harga diberikan kepada barang/jasa dalam
negeri dengan TKDN lebih besar atau sama dengan
25%

Lanjutan

PERPRES 54 - Tahun 2010


BAB VII
PENGGUNAAN BARANG/JASA PRODUKSI DALAM NEGERI

Preferensi Harga untuk Barang produksi dalam negeri maks.


15%
Preferensi harga untuk Pekerjaan Konstruksi yg dikerjakan oleh
Kontraktor Nasional adalah 7,5% diatas penawaran terendah
dari Kontraktor Asing
Harga Evaluasi Akhir (HEA) dihitung dengan rumus :
1
HEA =
1 + Kp

X HP

HP = Harga Penawaran
Kp = Koefisien Preferensi

APIP melalukan pemeriksaan terhadap pemenuhan


penggunaan produksi dalam negeri dalam pengadaan
APIP = Aparat Pengawas Intern Pemerintah
barang/jasa

TANGGUNG JAWAB APIP


PERATURAN PRESIDEN
NO.54/2010
Pasal 99
TANGGUNG JAWAB APIP

Melakukan pemeriksaan terhadap


Pemenuhan Penggunaan
produksi dalam negeri dalam
pengadaan barang/jasa (PBJ)

Melakukan langkah serta tindakan yang bersifat


kuratif /perbaikan, dalah hal terjadi ketidaksesuaian
Dalam penggunaan produksi dalam negeri, termasuk
Audit teknis (technical audit) berdasarkan
Dokumen Pengadaan dan Kontrak Pengadaan
barang/jasa yang bersangkutan

PEDOMAN AUDIT P3DN


DALAM PBJ

INPRES NO. 2 TAHUN 2009


Penggunaan Produksi Dalam Negeri
dalam Pengadaan Barang dan
Jasa Pemerintah

Pembentukan Tim Nasional


Peningkatan Penggunaan
Produksi Dalam Negeri
(P3DN)

Menteri Perindustrian (Ketua)


Anggota :
Menteri Dalam Negeri
Menteri Keuangan
Menteri Perdagangan
Menteri Negara PAN
Menteri Negara PPN/Kepala
BAPPENAS
Menteri UKM & Koperasi
Menteri Negara BUMN
Sekretaris Kabinet
Kepala BPKP
Kepala LKPP

INSTRUKSI KEPADA :

Menteri Jaksa
Kepala Panglima Kepala
Bupati/
Gubernur
Kabinet Agung LPNonD
TNI
Kepolisian
Walikota

Untuk :
- Memaksimalkan Penggunaan
Produksi Dalam negeri
- Memberikan Preferensi Harga
- Mengacu pada Pedoman P3DN

Menteri Perindustrian
Bertugas
Menyusun dan
Menetapkan
Tugas Tim NAS P3DN :
Pedoman P3DN
Merumuskan dan menyiapkan
kebijakan, strategi & program
Menetapkan langkah-langkah
strategis
Melakukan sosialisasi
Menyelesaikan masalah
Melakukan monitoring dan
evaluasi

Menteri Perdagangan
Mengkoordinasikan
Kampanye P3DN

LPND

PEDOMAN
P3DN

Pemerintah Pusat
Dan Daerah
BUMN, BUMD

KPK
KPU
BP MIGAS
ANRI
BIN
BKN
BKKBN
BKPM
BMKG
BNBP
BNP & PT KI
BPOM
BNP2TKI

-Bokosurtanal
-BAPPENAS
-BPPT
-BPKP
-BPN
-BPS
-BASARNAS
-LAN
-LIPI
-BATAN
-BSN
-LEMHANAS
-PERPUSNAS

INPRES NO. 2 TAHUN 2009


Tentang
Penggunaan Produksi Dalam Negeri
Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Pertama
a. Agar

memaksimalkan

penggunaan

barang/jasa

hasil

produksi dalam negeri termasuk rancang bangun dan


perekayasaan

nasional,

serta

penggunaan

penyedia

barang/jasa nasional;
b. Memberikan Preferensi Harga untuk barang produksi dalam
negeri dan penyedia jasa pemborongan nasional kepada
perusahaan penyedia barang/jasa.

lanjutan

INPRES NO. 2 TAHUN 2009

Kedua
Agar berpedoman & mengacu pada Pedoman Peningkatan
Penggunaan

Barang/Jasa

Produksi

Dalam

Negeri

yg

ditetapkan oleh Menteri Perindustrian;

Ketiga
Menteri

Perdagangan

mengkoordinasikan

kampanye

penggunaan produksi dalam negeri di lingkungan instansi


pemerintah pusat/daerah, BUMN/D

lanjutan

INPRES NO. 2 TAHUN 2009

Keempat
Membentuk TimNas P3DN, dgn susunan keanggotaan
sbb;
Ketua : Menteri Perindustrian
Anggota :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Menteri Dalam Negeri;


Menteri Keuangan;
Menteri Perdagangan;
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
Menteri Negara Bappenas
Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
Menteri Negara BUMN
Sekretaris Kabinet
Kepala B P K P

lanjutan

INPRES NO. 2 TAHUN 2009

Kelima
Timnas P3DN bertugas :
a. Merumuskan & menyiapkan kebijakan, strategi & program
untuk mengoptimalkan penggunaan barang/jasa produksi
dalam negeri & penyedia barang/jasa nasional dlm
pengadaan barang/jasa pemerintah.
b. Menetapkan langkah2 strategis
c. Melakukan sosialisasi secara menyeluruh & komprehensif
d. Menetapkan langkah2 strategis dlm rangka penyelesaian
permasalahan yg menghambat pelaksanaan Inpres ini.
e. Melakukan Monitoring & Evaluasi atas pelaksanaan Inpres
ini.

UU No 22 Th 2001 ttg MINYAK dan GAS BUMI (MIGAS)

Ps 11: Kontrak Kerja Sama wajib memuat paling sedikit ketentuan2 pokok :
Pengutamaan pemanfaatan barang/jasa dalam negeri

PP No 35 Th 2004 ttg Kegiatan Usaha Hulu MIGAS:


Ps 79 (1) : Kontraktor wajib mengutamakan pemanfaatan barang,
jasa, teknologi serta kemampuan rekayasa & rancang bangun
dalam negeri secara transparan & bersaing

Ps 79 (2): Pengutamaan pemanfaatan dimaksud ayat (1) dilaksanakan apabila barang, jasa, teknologi & kemampuan rekayasa rancang bangun tsb telah
dihasilkan/tersedia dalam negeri serta memenuhi kualitas/mutu, waktu penyerahan, & harga sesuai ketentuan dlm pengadaan barang/jasa

PTK No 007 rev2 Th 2011 ttg Pedoman Pelaksanaan Pengadaan


Barang/Jasa , Kegiatan Usaha Hulu MIGAS:
Bab III : Pendayagunaan Produksi dan Kompetensi Dalam Negeri

UU No 30 Th 2007
ENERGI
Bagian Keenam
Tingkat Kandungan Dalam Negeri

Pasal 9 :
(1) Tingkat kandungan dalam negeri, baik barang
maupun jasa, wajib dimaksimalkan dalam
pengusahaan energi.
(2) Pemerintah wajib mendorong kemampuan
penyediaan barang dan jasa dalam negeri guna
menunjang industri energi yg mandiri, efisien, dan
kompetitif.

Peraturan Menteri
Perindustrian
1. Nomor 48/2010 tentang Pedoman Penggunaan Produksi Dalam
Negeri utk pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yg
berisi a.l., besaran nilai TKDN barang & jasa untuk PLTU Batu
Bara :
1. - Kapasitas terpasang s.d 8 MW TKDN minimal 70%
2. - Kapasitas terpasang 8-25 MW TKDN minimal 50%
3. - Kapasitas terpasang 25-100 MW TKDN minimal 45%
4. - Kapasitas terpasang >100 MW TKDN minimal 40%
2. Nomor 61/2009 ketentuan nilai TKDN & BMP a.l. untuk ;
1. Tabung Baja LPG 3 Kg minimal 40%
2. Kompor gas bahan bakar LPG satu tungku dgn pemantik
minimal 40%
3. Regulator tekanan rendah untuk tabung LPG minimal 40%
4. Kompor gas satu tungku untuk usaha mikro minimal 40%

Peraturan Menteri Komunikasi dan Informasi


1. No 7 tahun 2009 ttg penataan frekuensi radio untuk keperluan
layanan pita lebar nirkabel (wireless broadband)
Kewajiban perangkat telekomunikasi yg digunakan pada frekuensi

radio 2,3 GHz & 3,3 GHz memenuhi TKDN minimal 30% untuk
subscriber station & 40% untuk base station.
2. No 30 tahun 2009 ttg penyelenggaraan layanan televisi protokol
internet (IPTV) di Indonesia
Penggunaan IP Set-Top-Box : TKDN min. 20 % & secara bertahap
ditingkatkan min. menjadi 50 % dlm jangka waktu 5 (lima) tahun
3. No 41 tahun 2009 ttg tata cara penilaian pencapaian TKDN pada
penyelenggaraan telekomunikasi:
Kewajiban setiap penyelenggara telekomunikasi memenuhi TKDN

belanja modal (capex) sesuai dgn ketentuan peraturan


perundang-undangan.

Peraturan Menteri Negara BUMN


Nomor PER-05/MBU/2008 ttg pedoman umum
pelaksanaan pengadaan barang & jasa pada BUMN
Mengutamakan penggunaan produksi dalam
negeri, rancang bangun & perekayasaan
nasional, serta perluasan bagi kesempatan usaha
kecil, sepanjang kualitas, harga dan tujuannya
dapat dipertanggung jawabkan
Dlm rangka mendorong pertumbuhan industri
dalam negeri, pengguna barang/jasa dapat
memberikan preferensi penggunaan produksi
dalam negeri dgn tetap mengindahkan ketentuan
perundang-undangan yg berlaku.

III. TIM P3DN

NASIONAL

KELOMPOK KERJA TIM NAS P3DN


(PERMENPERIN No. 17/2011)
Mendukung pelaksanaan tugas Timnas P3DN
sebagaimana dimaksud dalam Inpres No 2 Tahun
2009
Tujuan :
Mengoptimalisasi belanja Pemerintah dalam
pengadaan barang/jasa Pemerintah, sekaligus
menggerakkan pertumbuhan &
memberdayakan industri dalam negeri melalui
P3DN

STRUKTUR ORGANISASI POKJA TIMNAS P3DN


TIMNAS P3DN
Ketua
Anggota
DIREKTUR
JENDERAL BIM

MENTERI
PERINDUSTRIAN

SEKRETARIAT
TIMNAS P3DN
KETUA POKJA
TIMNAS P3DN

SEKRETARIS JENDERAL
KEMENTERIAN
PERINDUSTRIAN

POKJA I
KEBIJAKAN

POKJA II
SOSIALISASI

POKJA III
MONEV &
PENYELESAIAN
MASALAH

DEPUTI KEBIJAKAN
PENGADAAN
BARANG/JASA, LKPP

SEKRETARIS JENDERAL
KEMENTERIAN
PERDAGANGAN

DEPUTI PENGAWASAN
INSTANSI PEMERINTAH
BIDANG EKONOMI,
BPKP

PENGANUGERAHAN PENGHARGAAN P3DN

ANUGERAH CINTA KARYA BANGSA TAHUN


2011

2011

Sebagai Bentuk Apresiasi Pemerintah Akan


Keseriusan Kementerian/Lembaga, BUMN/D, dan
Pemerintah Provinsi, Dilakukan Penilaian Tingkat
Penggunaan Produk Dalam Negeri Dalam
Pengadaan
Barang/Jasa
Pemerintah
Sesuai
Amanat Inpres Nomor 2 Tahun 2009

KEMENTERIAN/LEMBAGA

PEMERINTAH PROVINSI
PROV
KALIMANTAN
TIMUR

PROV DI
YOGYAKARTA
PROV NTT

BUMN/D

Aspek Utama yg dinilai utk Penghargaan


Anugerah Cinta Karya Bangsa Tingkat Pemda
1. Komitmen (bobot 15%)
Peraturan Gubernur/Walikota/Bupati terkait
P3DN
Keikutsertaan Pejabat pengadaan pada
sosialisasi P3DN
Pembentukan Tim P3DN Provinsi/Kota/Kab

2. Perencanaan (bobot 25%)

Identifikasi pasokan brg/jasa produksi DN


untuk rencana pengadaan (identifikasi potensi
& kompetensi)
Rekomendasi optimalisasi P3DN
Pengumuman Rencana pengadaan pada awal
tahun

Butir-butir Pertanyaan Utama utk Penghargaan


Anugerah Cinta Karya Bangsa Tingkat Pemda
(lanjutan)
3. Pelaksanaan (bobot 40%)
Pengujian data TKDN sesuai Daftar
Inventarisasi Brg/Jasa produksi DN atau tanda
sah yg diterbitkan Kemenperin atau instansi
lain
Pemberian preferensi harga sesuai ketentuan
berlaku
Verifikasi capaian TKDN
Promosi Penggunaan Produksi DN
Pelaksanaan kewajiban penggunaan produk
lokal
Peranan Inspektorat Wilayah melaksanaan
pengawasan

4. Pelaporan (bobot 20%)

Program P3DN Kemenperin Tahun


2012

Temu Bisnis
TOT TKDN
Sosialisasi P3DN di Tingkat Pusat dan Daerah
Fasilitasi Pameran
Promosi (TV, radio, billboard)
Pemberian Penghargaan ANUGERAH CINTA KARYA
BANGSA

Temu Teknis APIP


Publikasi Daftar Inventarisasi Brg & Jasa Produksi
DN
Penyempurnaan regulasi P3DN

TIM P3DN
PEMERINTAH PROVINSI,
KABUPATEN, KOTA

TIM P3DN
PEMERINTAH PROV/KAB/KOTA

BERTUGAS :

Melakukan koordinasi, pengawasan & evaluasi pelaksanaan pedoman


penggunaan produk dalam negeri di lingkungan masing2 instansi;

Melakukan monitoring & apabila diperlukan melakukan penyaksian


pada proses produksi & atau pelaksanaan penggunaan produk dalam
negeri;

Memberikan tafsiran final terhadap permasalahan mengenai


kebenaran besaran TKDN antara Penyedia Barang/Jasa dan Tim
Pengadaan Barang/Jasa;

Melaksanakan tugas lain yang terkait dengan penggunaan produk


dalam negeri yang diberikan oleh Gubernur/Bupati/Walikota masing2

Melaporkan hasil pelaksanaan tugas secara berkala setiap 6 (enam)


bulan kepada Gubernur/Bupati/Walikota masing2 dengan tembusan
kepada Menperin

SUSUNAN KEANGGOTAAN TIM P3DN


PEMERINTAH PROV/KAB/KOTA
I.
II.
III.
IV.

Ketua
: Sekretaris Daerah Prov/Kab/Kota
Wakil Ketua :
Ketua Harian :
Tim Monitoring dan Evaluasi

a. Koordinator
b. Sekretaris
c. Anggota

:
:
: 1.
2.
3.
4.
5.

TIM P3DN PEMDA (Lanjutan..)


V.

Tim Fasilitasi Perbedaan Penafsiran TKDN

a.
b.

Koordinator
Sekretaris

c.

Anggota
Industri

:
:
: 1. Wakil dari Dinas yg membidangi

2. Wakil dari KADIN Prov/Kab/Kota


3. Wakil dari Asosiasi terkait tertentu
4.
5.

RENCANA
KEGIATAN
Usulan
Rencana
penggunaan
produksi DN

Mencantumkan
Persyaratan
Penggunaan
Produksi DN

PERENCANAAN, PELAKSANAAN DAN MONITORING


PERENCANAAN, PELAKSANAAN DAN MONITORING
PENGGUNAAN PRODUKSI DALAM NEGERI
PENGGUNAAN PRODUKSI DALAM NEGERI

TENDER

EVALUAS
I

Daftar
Inventarisasi
Brg/Jasa
Produksi DN
HEA

PEMENANG

KONTRAK

MONITORING
TKDN SESUAI
KOMITMEN

Komitmen
Penggunaan
Produksi DN
Melalui
Pemberian
Preferensi
Harga

PELAKSANAA
N
PROYEK
EVALUASI
PROYEK

PEDOMAN UMUM PERENCANAAN PENGADAAN BARANG/JASA


PEMERINTAH DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN/LEMBAGA/SATUAN
KERJA PERANGKAT DAERAH/INSTITUSI LAINNYA yg dikeluarkan LKPP
(terkait penggunaan produksi dalam negeri)

Identifikasi Pasokan (supply) Barang/Jasa


a. Apakah barang yg diperlukan mudah didapat di pasaran
di Indonesia dgn jumlah yg cukup untuk memenuhi
kebutuhan;
b. Apakah barang yg diperlukan merupakan produk dalam
negeri atau barang impor, pabrikan atau dapat dilakukan
dgn tangan/manual atau merupakan produk kerajinan
tangan;
c. TKDN dari barang yg dibutuhkan/yg akan diadakan;
d. Terhadap jumlah produsen dan/atau jumlah Penyedia
Barang, yg dinilai mampu & memenuhi syarat untuk
melaksanakan pengadaan.
Ada format bakunya

SANKSI
Penyedia barang/jasa yg tidak dapat memenuhi
komitmen pencapaian TKDN yg telah disepakati
dalam kontrak dikenakan sanksi administrasi
dan/atau sanksi finansial sebagaimana diatur
dalam pasal 118 dan 119 Perpres No 54/2010

TERIMA KASIH
BANGSA MANDIRI
CINTA, BELI DAN PAKAI
PRODUK DALAM NEGERI

46