Anda di halaman 1dari 16

0

FARMASI FISIKA

VISKOSITAS

In
da

Ch
In
gg oiru
ri
nu
Im
s
La
Jov ar aq
tif
S
i
t
a A ar
Yuoleh:
Disusun
Lin dh
lm i
da a A
ira
Kr
rd
ita
ist
M
i
m
a
N
a
MO la
n
a
i
F
Tu R
i
n
a
ng
As itr a
k
y
e
ti
t
s
s
i
z
I
t
a
e
i
n
ria Ha d
h
Al a
v
l
a
iAa
ah
aw Su n
n
n
da
i
n
d
i
n
L
g
iy
e
r
g
y
a
ah ja si
an sta gra
h

Pengertian Viskositas

Viskositas adalah suatu pernyataan tahanan untuk


mengalir dari suatu sistem yang mendapatkan suatu
tekanan. Makin kental suatu cairan, makin besar gaya
yang dibutuhkan untuk membuatnya mengalir pada
kecepatan tertentu. Hubungan antara bentuk dan
viskositas merupakan refleksi derajat solvasi dari
partikel.
(Moechtar,1990). Bila viskositas gas meningkat dengan
naiknya temperatur, maka viskositas cairan justru akan

Pengertian Viskositas

Viskositas adalah suatu pernyataan tahanan untuk


mengalir dari suatu sistem yang mendapatkan suatu
tekanan. Makin kental suatu cairan, makin besar gaya
yang dibutuhkan untuk membuatnya mengalir pada
kecepatan tertentu. Hubungan antara bentuk dan
viskositas merupakan refleksi derajat solvasi dari
partikel.
(Moechtar,1990). Bila viskositas gas meningkat dengan
naiknya temperatur, maka viskositas cairan justru akan

Manfaat viskositas dibidang Farmasi :

1.Dalam Suspensi
2.Dalam Emulsi
3.Dalam Semisolid
4. Sifat Aliran Pada
Serbuk

Viskositas dari suatu suspensi apabila mempengaruhi


pengendapan dari partikelpartikel zat terdispersi
perubahan dalam sifat-sifat aliran dari suspensi bila
wadahnya dikocok dan bila produk tersebut dituang
dari botol dan kualitas penyebaran dari cairan
(lotio) bila digunakan untuk suatu bagian
permukaan yang akan diobati.

1.Dalam Suspensi

2. Dalam Emulsi

Produk yang diemulsikan mungkin mengalami berbagai shear-stress


selama pembuatan atau penggunaanya.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan fase terdispersi meliputi
perbandingan volume fase, distribusi ukuran partikel dan viskositas
dari fase dalam itu sendiri. Jadi, jika konsentrasi volume dari fase
terdispers rendah (kurang dari 0,05), sistem tersebut adalah Newton.
Dengan naiknya konsentrasi volume, sistem tersebut menjadi lebih
tahan terhadap aliran dan menujukkan karekteristik aliran
pseudoplastis. Pada konsentrasi yang cukup tinggi, terjadi aliran
plastis. Jika konsentrasi volume mendekati 0,74 mungkin terjadi
inversi dengna berubahnya viskositas secara nyata. Pengurangan
ukuran partikel rata-rata akan menaikkan viskositas. Makin luas
distribusi ukuran partikel, makin rendah viskositasnya jika
dibandingkan dengan sistem yang memiliki ukuran partikel rata-rata
serupa tetapi dengan distribusi ukuran partikel yang lebih sempit.

3. Dalam Semisolid

Pembuat salep farmasetik dan krim kosmetik menyadari


adanya keinginan untuk mengontrol konsistensi bahan nonNewton. Instrumen yang paling baik untuk menentukan
sifat-sifat rheologi dari semisolid di bidang Farmasi adalah
viskometer putar (rotational viscometer). Untuk analisis
semisolid yang berbentuk emusi dan suspensi digunakan
cone-plate viscometer. Viscometer Stormer terdiri dari cup
yang stationer dan bob yang berputar, dan alat ini juga baik
untuk semisolid.

4. Sifat aliran pada serbuk

Serbuk bulk agak analog dengan cairan non Newton


menunjukkan aliran plastik dan kadang-kadang dilatansi
partikel-partikel dipengaruhi oleh gaya tarik menarik
sampai derajat yang bervariasi. Oleh karena itu, serbuk
bisa jadi mengalir bebas (free-flowing) atau melekat. Dalam
pengertian khusus yaitu ukuran partikel porositas dan
kerapatan, dan kehalusan permukaan. Sifat-sifat dari zat
padat yang menentukan besarnya interaksi partikelpartikel.
Serbuk yang mengsalir tidak baik atau granulat
memberikan banyak kesulitan pada industri farmasi.
Produksi unit sediaan tablet yang seragam terbukti
bergantung pada beberapa sifat granulat. Jika ukuran
granular berkurang, variasi berat tablet pun berkurang.
Variasi berat minimum dicapai pada granul yang
mempunyai garis tengah 400 sampai 800 m. Jika ukuran
granul dikurangi lagi, granul mengalir kurang bebas dan
variasi berat granul meningkat. Distribusi ukuran partikel
mempengaruhi aliran dalam dan pemisahan dari suatu
granulat.

Peran viskositas dibidang farmasi lainnya yaitu :


1. Pada sediaan cairan meliputi :
a.Pencampuran
b.Pengurangan ukuran partikel dari sistem-sistem disperse dengan shear.
c.Pelewatan melalui mulut, termasuk penuangan, pengemasan dalam
botol, pelewatan melalui jarum suntik.
d.Perpindahan cairan, termasuk pemompaan dan pengaliran melalui pipa.
e. Stabilitas fisik dari sistem-sistem disperse.
2. Pada Quasisolid
a.Penyebaran dan pelekatan pada kulit.
b. Pemindahan dari wadah atau pengeluaran dari tube.
c.Kemampuan zat padat untuk bercampur dengan cairan-cairan yang
saling bercampur satu dengan yang lainnya.
d. Penglepasan obat dari basisnya.

3. Pada padatan
a.Aliran serbuk dari corong ke dalam lubang pencetak tablet
atau ke dalam kapsul selama proses pembuatan.
b.Kemampuan pengemasan dari padatan dalam bentuk serbuk
atau granul.
4. Pemrosesan
a.Kapasitas produksi dari alat
b. Efisiensi pemrosesan.
5. Jika viskositasnya jelek maka kita tidak akan merasa nyaman
untuk mengonsumsinya. Sebaliknya Viskositas harus dibuat
dengan baik kekentalannya agar mudah dikonsumsi untuk
pasien.
6. Jika rekonstitusi (pelewatan sedian melalui jarum suntik pada
sedian injeksi rekonsitruksi).

7. Mempengaruhi stabilitas kerjaan :


Viskositas kental bakteri tidak tumbuh.
Viskositas tidak kental bakteri akan tumbuh dengan cepat.
8. Hubungan penyebaran dan pelengketan sedian pada kulit bagaimana di
desain semakin lama lotion nempel pada kulit maka harganya akan
semakin mahal.
9.

Crem wajah

10. Kekentalan berpengaruh pada pelepasan zat aktif pada sedian itu.
11. Dalam bidang farmasi, prinsip-prinsip rheologi diaplikasikan dalam
pembuatan krim, suspensi, emulsi, losion, pasta, penyalut tablet, dan lainlain. Selain itu, prinsip rheologi digunakan juga untuk karakterisasi produk
sediaan farmasi (dosage form)sebagai penjaminan kualitas yang sama
untuk setiapbatch. Rheologi juga meliputi pencampuran aliran dari
bahan, penuangan, pengeluaran dari tube, atau pelewatan dari jarum
suntik. Rheologi dari suatu zat tertentu dapat mempengaruhi penerimaan
obat bagi pasien, stabilitas fisika obat, bahkan ketersediaan hayati dalam
tubuh (bioavailability). Sehingga viskositas telah terbukti dapat
mempengaruhi laju absorbsi obat dalam tubuh.

Terimakasih

KESIMPULAN
Viskositas adalah ukuran hambatan aliran yang
ditimbulkan fluida bila fuida tersebut mengalami
tegangan geser. Biasanya diterima sebagai
kekentalan, atau penolakan terhadap penuangan.
Viskositas menggambarkan penolakan dalam fluida
kepada aliran dan dapat dipikir sebagai sebuah
cara untuk mengukur gesekan fluida.
Metode pengukuran viskositas yaitu viscometer
torsi, viscometer kapiler/Ostwald, viscometer
Hoppler, viscometer cup dan bob,dengan hokum
stokes untuk bola jatuhdan viscometer cone dan
plate.