Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH VISKOSITAS

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Farmasi Fisika


Dosen Pengampu : Okpri Meila, M. Farm., Apt

Disusun oleh :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Indah Choirunusaq (13040018)


Inggri Imar Sari (13040019)
Jovita Almira (13040020)
Latif Yudha A (13040021)
Linda Kristianingsih (13040022)
Mala Oktaviani (13040023)

7. Maysela Anggraini P (13040024)


8. Nina Indah Lestari (13040028)
9. Fitri Handayani (13040054)
10. Astrianingsih (13040005)
11. Reza Sudrajat (13040061)
12. Tuti Alawiyah (11046909)

13.
14.
15.
16. SEKOLAH TINGGI FARMASI MUHAMMADIYAH
17. JL. RAYA PEMDA TIGARAKSA KM 4 NO. 13
18. TANGERANG
19. 2015

20. KATA PENGANTAR


21.
22.

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi

Maha Penyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang
telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas mata kuliah Farmasi Fisika ini dengan tepat waktu.
23.
24.

Adapun judul dari tugas makalah ini adalah Viskositas. Tugas

makalah ini telah kami susun dengan semaksimal mungkin dan tentunya dengan
bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan tugas ini. Untuk
itu kami tidak lupa menyampaikan bayak terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini.
25.
26.

Kami juga menyadari bahwa dalam penyusunan tugas ini masih

banyak kekurangan baik dari segi isi, maupun dari segi penulisan, untuk
itu kami mengharapkan kritikan dan saran yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan tugas ini. Semoga makalah yang kami susun ini dapat bermanfaat
bagi pembaca.
27.
28. Tangerang,

Juni 2015
29.

30. Penyusun
31.

Makalah Viskositas | 2

32. DAFTAR ISI


33.
34. LEMBAR JUDUL..................................................................................
i
35. KATA PENGANTAR............................................................................ ii
36. DAFTAR ISI...........................................................................................
iii
37.
38. PEMBAHASAN.....................................................................................
1
A. Pengertian Viskositas
........................................................................
1
39.
B. Manfaat Viskositas Dibidang Farmasi
................................................
1
1. Dalam Suspensi .............................................................................
1
2. Dalam Emulsi ................................................................................
2
3. Dalam Semisolid ...........................................................................
3
4. Sifat Aliran Pada Serbuk ..............................................................
3
40.
41.
Peran Viskositas Dibidang Farmasi Lainnya
.....................................
4
42.
43.
KESIMPULAN
.......
................................................................................
6
44.
45.
DAFTAR PUSTAKA
46.

Makalah Viskositas | 3

47. PEMBAHASAN
48. VISKOSITAS
49.
A.

Pengertian Viskositas
50.
Viskositas adalah suatu pernyataan tahanan untuk mengalir dari
suatu sistem yang mendapatkan suatu tekanan. Makin kental suatu cairan,
makin besar gaya yang dibutuhkan untuk membuatnya mengalir pada
kecepatan tertentu. Hubungan antara bentuk dan viskositas merupakan
refleksi derajat solvasi dari partikel.( Moechtar,1990). Bila viskositas gas
meningkat dengan naiknya temperatur, maka viskositas cairan justru akan
menurun jika temperatur dinaikan.
51.
Viskositas atau kekentalan sebenarnya merupakan gaya gesekan
antara molekul-molekul yang menyusun suatu fluida (zat yang dapat
mengalir, dalam hal ini zat cair dan zat gas ). Pada zat cair, viskositas
disebabkan karena adanya gaya kohesi (gaya tarik menarik antara molekul
sejenis). Sedangkan dalam zat gas, viskositas disebabkan oleh tumbukan antar

B.

molekul.
52.
Manfaat Viskositas Dibidang Farmasi
53.
Berbagai manfaat viskositas dalam bidang farmasi antara lain
sebagai berikut:
1.
Dalam Suspensi
54. Viskositas dari suatu suspensi apabila mempengaruhi pengendapan
dari partikelpartikel zat terdispersi perubahan dalam sifat-sifat aliran dari
suspensi bila wadahnya dikocok dan bila produk tersebut dituang dari
botol dan kualitas penyebaran dari cairan (lotio) bila digunakan untuk
suatu bagian permukaan yang akan diobati. Pertimbangan rheologi juga
penting dalam pembuatan suspensi.
55. Satu-satunya shear yang terjadi dalam suatu suspensi pada
penyimpanan adalah lantaran pengendapan dari partikel-partikel yang
tersuspensi. Gaya ini diabaikan dan bisa dibuang. Tetapi jika wadah
dikocok dan produk dituang dari botol terdapat laju shearing yang tinggi.
Zat pensuspensi yang ideal harus mempunyai viskositas yang tinggi pada
shear yang dapat diabaikan yakni selama penyimpanan dan zat
pensuspensi itu harus mempunyai viskositas yang rendah pada laju

Makalah Viskositas | 1

shearing yang tinggi yakni ia harus bebas mengalir selama pengocokan,

2.

penuangan, dan penyebarannya ini.


56.
Dalam Emulsi
57. Produk yang diemulsikan mungkin mengalami berbagai shearstress selama pembuatan atau penggunaanya. Pada kebanyakan proses ini
sifat aliran produk akan menjadi sangat penting untuk penampilan emulsi
yang tepat pada kondisi penggunana dan pembuatannya. Jadi penyebaran
produk dermatologik dan produk kosmetik harus dikontrol agar didapat
suatu preparat yang memuaskan. Aliran emulsi parenteral melalu jarum
hipodermik, pemindahan suatu emulsi dari botol atau tube dan sifat dari
satu emulsi dalam berbagai proses penggilingan yang digunakan dalam
pembuatan produk ini secara besar-besaran, menunjukkan perlunya
karakteristik aliran yang tepat.
58. Kebanyakan emulsi, kecuali emulsi encer menunjukkan aliran non
Newton yang mempersulit interpretasi data dan perbandingan kuantitatif
antara sistem-sistem dan formulasi-formulasi yang berbeda.
59. Faktor-faktor yang berhubungan dengan fase terdispersi meliputi
perbandingan dengan fase terdispers meliputi perbandingan volume fase,
distribusi ukuran partikel dan viskositas dari fase dalam itu sendiri. Jadi,
jika konsentrasi volume dari fase terdispers rendah (kurang dari 0,05),
sistem tersebut adalah Newton. Dengan naiknya konsentrasi volume,
sistem tersebut menjadi lebih tahan terhadap aliran dan menujukkan
karekteristik aliran pseudoplastis. Pada konsentrasi yang cukup tinggi,
terjadi aliran plastis. Jika konsentrasi volume mendekati 0,74 mungkin
terjadi inversi dengna berubahnya viskositas secara nyata. Pengurangan
ukuran partikel rata-rata akan menaikkan viskositas. Makin luas distribusi
ukuran partikel, makin rendah viskositasnya jika dibandingkan dengan
sistem yang memiliki ukuran partikel rata-rata serupa tetapi dengan

3.

distribusi ukuran partikel yang lebih sempit.


Dalam Semisolid
60. Pembuat salep farmasetik dan krim kosmetik menyadari adanya
keinginan untuk mengontrol konsistensi bahan non-Newton. Instrumen
yang paling baik untuk menentukan sifat-sifat rheologi dari semisolid di
bidang Farmasi adalah viskometer putar (rotational viscometer). Untuk
Makalah Viskositas | 2

analisis semisolid yang berbentuk emusi dan suspensi digunakan coneplate viscometer. Viscometer Stormer terdiri dari cup yang stationer dan
bob yang berputar, dan alat ini juga baik untuk semisolid.
61.
4.

Sifat Aliran Pada Serbuk


62. Serbuk bulk agak analog dengan cairan non Newton menunjukkan
aliran plastik dan kadang-kadang dilatansi partikel-partikel dipengaruhi
oleh gaya tarik menarik sampai derajat yang bervariasi. Oleh karena itu,
serbuk bisa jadi mengalir bebas (free-flowing) atau melekat. Dalam
pengertian khusus yaitu ukuran partikel porositas dan kerapatan, dan
kehalusan permukaan. Sifat-sifat dari zat padat yang menentukan besarnya
interaksi partikel-partikel.
63. Akan halnya partikel-partikel yang relati kecil (kurang dari 10m),
aliran partikel melalui lubang dibatasi karena gaya lekat antara partikel
besarnya sama dengan gaya gravitasi. Karena gaya yang terakhir ini
merupakan fungsi dari garis tengah yang di naikkan pangkat tiga, gayagaya tersebut menjadi lebih bermakna apabila ukuran partikel meningkan
dan aliran dipermudah. Laju aliran maksimum dicapai setelah aliran
berkurang apabila ukuran partikel mendekati besarnya lubang tersebut.
Jika suatu serbuk mengandung sejumlah partikel-partikel kecil, sifat-sifat
aliran serbuk bisa diperbaiki dengan menghilangkan fines atau
mengadsorbsinya pada partikel-partikel yang lebih besar. Kadang kadang,
aliran yang jelek bisa diakibatkan karena adanya kelembapan dalam hal
mana pengeringan partikel-partikel akan mengurangi lekatnya partikelpartikel tersebut.
64. Partikel-partikel panjang atau plat cenderung untuk mengepak
walaupun dengan sangat longgar sehingga memberikan serbuk yang
mempunyai porositas tinggi. Partikel-partikel dengan kerapatan tinggi dan
porositas dalam rendah cenderung untuk mempunyai sifat-sifat bebas
mengalir. Ini dapat dikurangi

dengan kasarnya permukaan, yang

cenderung mengakibatkan karakteristik aliran yang jelek disebabkan oleh


gesekan dan kelekatannya.
65. Serbuk yang mengsalir tidak baik atau granulat memberikan
banyak kesulitan pada industri farmasi. Produksi unit sediaan tablet yang

Makalah Viskositas | 3

seragam terbukti bergantung pada beberapa sifat granulat. Jika ukuran


granular berkurang, variasi berat tablet

pun berkurang. Variasi berat

minimum dicapai pada granul yang mempunyai garis tengah 400 sampai
800 m. Jika ukuran granul dikurangi lagi, granul mengalir kurang bebas
dan

variasi

berat

granul

meningkat.

Distribusi

ukuran

partikel

mempengaruhi aliran dalam dan pemisahan dari suatu granulat.


66.
67.
Peran viskositas dibidang farmasi lainnya yaitu :
1. Pada sediaan cairan meliputi :
a. Pencampuran
b. Pengurangan ukuran partikel dari sistem-sistem disperse dengan shear.
c. Pelewatan melalui mulut, termasuk penuangan, pengemasan dalam
botol, pelewatan melalui jarum suntik.
d. Perpindahan cairan, termasuk pemompaan dan pengaliran melalui pipa.
e. Stabilitas fisik dari sistem-sistem disperse.
2. Pada Quasisolid
a. Penyebaran dan pelekatan pada kulit.
b. Pemindahan dar wadah atau pengeluaran dari tube.
c. Kemampuan zat padat untuk bercampur dengan cairan-cairan yang
saling bercampur satu dengan yang lainnya.
d. Penglepasan obat dari basisnya.
3. Pada padatan
a. Aliran serbuk dari corong ke dalam lubang pencetak tablet atau ke
dalam kapsul selama proses pembuatan.
b. Kemampuan pengemasan dari padatan dalam bentuk serbuk atau
granul.
4. Pemrosesan
a. Kapasitas produksi dari alat
b. Efisiensi pemrosesan.
5. Jika viskositasnya jelek maka kita tidak akan merasa nyaman untuk
mengonsumsinya.Sebaliknya

Viskositas

harus

dibuat

dengan

baik

kekentalannya agarmudah dikonsumsi untuk pasien.


6. Jika rekonstitusi (pelewatan sedian melalui jarum suntik pada sedian
injeksi rekonsitruksi).
7. Mempengaruhi stabilitas kerjaan :
a. Viskositas kental bakteri tidak tumbuh.
b. Viskositas tidak kental bakteri akan tumbuh dengan cepat.
8. Hubungan penyebaran dan pelengketan sedian pada kulit bagaimana di
desain semakin lama lotion nempel pada kulit maka harganya akan
semakin mahal.
9. Crem wajah

Makalah Viskositas | 4

10. Kekentalan berpengaruh pada pelepasan zat aktif pada sedian itu.
11. Dalam bidang farmasi, prinsip-prinsip rheologi diaplikasikan dalam
pembuatan krim, suspensi, emulsi, losion, pasta, penyalut tablet, dan lainlain. Selain itu, prinsip rheologi digunakan juga untuk karakterisasi
produk sediaan farmasi (dosage form)sebagai penjaminan kualitas yang
sama untuk setiap batch. Rheologi juga meliputi pencampuran aliran dari
bahan, penuangan, pengeluaran dari tube, atau pelewatan dari jarum
suntik. Rheologi dari suatu zat tertentu dapat mempengaruhi penerimaan
obat bagi pasien, stabilitas fisika obat, bahkan ketersediaan hayati dalam
tubuh (bioavailability). Sehingga viskositas telah terbukti dapat
mempengaruhi laju absorbsi obat dalam tubuh.
68.
69.
70.
71.
72. KESIMPULAN
73.
74.
75. Viskositas adalah ukuran hambatan aliran yang ditimbulkan fluida bila
fuida tersebut mengalami tegangan geser. Biasanya diterima sebagai kekentalan,
atau penolakan terhadap penuangan. Viskositas menggambarkan penolakan dalam
fluida kepada aliran dan dapat dipikir sebagai sebuah cara untuk mengukur
gesekan fluida.
76. Metode pengukuran viskositas yaitu viscometer torsi, viscometer
kapiler/Ostwald, viscometer Hoppler, viscometer cup dan bob, dengan hokum
stokes untuk bola jatuh dan viscometer cone dan plate.
77. Manfaat viskositas dibidang Farmasi :
1. Dalam Suspensi
78.

Viskositas dari suatu suspensi apabila mempengaruhi pengendapan

dari partikelpartikel zat terdispersi perubahan dalam sifat-sifat aliran dari


suspensi bila wadahnya dikocok dan bila produk tersebut dituang dari botol
dan kualitas penyebaran dari cairan (lotio) bila digunakan untuk suatu bagian
Makalah Viskositas | 5

permukaan yang akan diobati. Pertimbangan rheologi juga penting dalam


pembuatan suspensi.
79.
2. Dalam Emulsi
80. Produk yang diemulsikan mungkin mengalami berbagai shear-stress
selama pembuatan atau penggunaanya. Pada kebanyakan proses ini sifat aliran
produk akan menjadi sangat penting untuk penampilan emulsi yang tepat pada
kondisi penggunana dan pembuatannya. Jadi penyebaran produk dermatologik
dan produk kosmetik harus dikontrol agar didapat suatu preparat yang
memuaskan. Aliran emulsi parenteral melalu jarum hipodermik, pemindahan
suatu emulsi dari botol atau tube dan sifat dari satu emulsi dalam berbagai
proses penggilingan yang digunakan dalam pembuatan produk ini secara besarbesaran, menunjukkan perlunya karakteristik aliran yang tepat.
81.
82.
3. Dalam Semisolid
83.
Pembuat salep farmasetik dan krim kosmetik menyadari adanya
keinginan untuk mengontrol konsistensi bahan non-Newton. Instrumen yang
paling baik untuk menentukan sifat-sifat rheologi dari semisolid di bidang
Farmasi adalah viskometer putar (rotational viscometer).
84.
4. Sifat Aliran Pada Serbuk
85.
Serbuk bulk agak analog dengan cairan non Newton menunjukkan
aliran plastik dan kadang-kadang dilatansi partikel-partikel dipengaruhi oleh
gaya tarik menarik sampai derajat yang bervariasi.
86.
87.
88.
89.
90.
91.
92.
93.
94.
95.

Makalah Viskositas | 6

96.
97.
98.
99.
100.
101.
102.
103.
104.
105.
106.
107.
108.

DAFTAR PUSTAKA
109.
110.

111.

Martin Alfred.1983. Farmasi Fisik Edisi III Jilid I. Jakarta : UI

Press
112.

Martin Alfred.1983. Farmasi Fisik Edisi III Jilid II. Jakarta : UI

Press
113.

Martin Alfred.1993. Farmasi Fisik Edisi III Jilid II. Jakarta : UI

Press
114.

Voight. 1951. Tekhnologi Farmasi. Jakarta : UI Press

115.
116.

Makalah Viskositas | 7