Anda di halaman 1dari 4

Standar operasional prosedur (SOP)

Pencegahan Infeksi Nasokomial/Universal Precaution


Tanggal terbit

Alat Pelindung Diri (APD)


April 2015
Disahkan oleh
Ka. Prodi PSIK

Hikayati
Nip. 19760220 200212 2 001
Pengertian

Alat pelindung diri adalah alat bantu


yang digunakan untuk melindungi kulit
dan selaput lendir perawat dari resiko
pajanan darah, semua jenis cairan tubuh,
sekret, ekskreta kulit yang tidak utuh dan
selaput lendir pasien yang disesuai

Tujuan

fungsinya untuk setiap tindakan.


Melindungi kulit dan selaput lendir
perawat dari resiko pajanan darah, semua
jenis cairan tubuh, sekret, ekskreta kulit
yang tidak utuh dan selaput lendir pasien

Indikasi

saat melakukan tindakan keperawatan.


Resiko terjadinya perpindahan kuman
infeksi

Kontra indikasi
Alat dan bahan

Prosedur

nasokomial

kepada

pasien

maupun perawat perawat.


1.
2.
3.
4.

Penggunaan Sarung Tangan


Penggunaan Gaun pelindung
Penggunaan Celemek (skort)
Penggunaan Masker dan kaca mata

(google)
5. Sepatu tertutup
1. Sarung Tangan
a) Cuci tangan dengan seksama.
b) Buka pembungkus bagian luar
kemasan sarung tangan dengan

c)

d)

e)

f)

g)

h)
i)

j)

memisahkan dan melepaskan


sisi-sisinya.
Pegang bagian dalam kemasan
dan letakkan pada permukaan
yang bersih dan datar, buka
kemasan, jaga sarung tangan
tetap pada kemasan dalam.
Jika sarung tangan kanan dan
kiri, kenakan sarung tangan yang
dominan terlebih dahulu.
Dengan ibu jari dan telunjuk
tangan non dominan, pegang tepi
manset untuk tangan yang
dominan,
sentuh
hanya
permukaan bagian dalam sarung
tangan.
Pakai sarung tangan dominan,
pastikan manset tidak tertumpuk
di pergelangan tangan, ibu jari
dan jari-jari lainnya berada pada
tempat yang tepat.
Dengan tangan dominan yang
bersarung tangan, selipkan jari di
dalam manset sarung tangan
kedua.
Kenakan sarung tangan kedua
pada tangan non dominan.
Setelah sarung tangan kedua
dikenakan, tautkan kedua tangan,
manset biasanya jatuh ke bawah.
Sarung tangan yang sudah
dipakai dibuang pada tempatnya.

2. Penggunaan Gaun pelindung


Gaun bedah, petama kali digunakan
untuk melindungi pasien dari
mikroorganisme yang terdapat di
abdomen dan lengan dari staf
perawatan
kesehatan
sewaktu
pembedahan.
3. Penggunaan Celemek (skort)
Berupa bahan tembus cairan dan

bahan tidak tembus cairan untuk


melindungi
petugas
dari
kemungkinan
genangan
atau
percikan darah maupun cairan tubuh
lain yang dapat mencemari baju
seragam.
4. Penggunaan Masker dan kaca mata
(google)
a) Memasang masker menutupi
hidung dan mulut, kemudian
mengikat tali-talinya.
b) Tali bagian atas diikat ke
belakang kepala melewati bagian
atas telinga.
c) Tali bagian bawah diikat ke
belakang leher
d) Menanggalkan masker dengan
melepaskan ikatan talitalinya,
e) Kemudian masker dilipat dengan
bagian luar di dalam.
f) Masker direndam dengan larutan
desinfektans.
g) Cuci tangan.

5. Sepatu tertutup
Sepatu tertutup, dipakai pada saat
memasuki daerah ketat. Sepatu ini
dapat berupa sepatu tertutup biasa
sebatas mata kaki dan sepatu booth
tertutup yang biasa dipakai pada
operasi
yang
memungkinkan
terjadinya genangan percikan darah

atau cairan tubuh pasien, misalnya


pada operasi sectio caesarea atau
laparatomy.
Dokumentasi

Palembang, April 2015


Dosen pengampu

Nurna Ningsih, Skp., M.Kes


NIP.