Anda di halaman 1dari 53

Course : Pengantar Ilmu Ekonomi (1605PIE11)

Course : Pengantar Ilmu Ekonomi (1605PIE11) online.uwin.ac.id Bachelor in Economics (S.E): Manajemen
Course : Pengantar Ilmu Ekonomi (1605PIE11) online.uwin.ac.id Bachelor in Economics (S.E): Manajemen

online.uwin.ac.id

Bachelor in Economics (S.E): Manajemen

UWIN eLearning Program Session Topic : Pemerintah & Perdagangan dalam Model Makro Sederhana Course :

UWIN eLearning Program

Session Topic : Pemerintah & Perdagangan dalam Model Makro Sederhana

Course : Pengantar Ilmu Ekonomi

By Stephanie Bangapadang, SE, ME, CSRS

Content

Content • Part 1 • Part 2 • Part 3 • Part 4 Powered by HarukaEdu.com

Part 1

Part 2

Part 3

Part 4

Powered by HarukaEdu.com

Pengeluaran Investasi yg Diinginkan

Keseimbangan Pendapatan Nasional

Pengeluaran Pemerintah yg Diinginkan

Perdagangan Luar Negeri yg Diinginkan

- 1605PIE11-

Hal. 3

Part1: Pengeluaran Investasi yg Diinginkan

Part1: Pengeluaran Investasi yg Diinginkan

Pengeluaran Investasi: Definisi

Pengeluaran Investasi: Definisi Ingat kembali: Investasi merupakan pembelian: a. Barang modal (bangunan &

Ingat kembali: Investasi merupakan pembelian:

a.

Barang modal (bangunan & peralatan);

b.

Pemukiman;

c.

Inventaris bisnis.

Pengeluaran investasi merupakan komponen GDP yg paling mudah

berubah:

Perubahan dalam pengeluaran investasi

sangat

kuat dihubungkan dgn fluktuasi jangka pendek.

3 faktor penentu pengeluaran investasi agregat adalah:

a.

Tingkat suku bunga riil;

b.

Perubahan tingkat penjualan;

c.

Keyakinan terhadap bisnis.

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 5

Pengeluaran Investasi: Komposisi Investasi

Pengeluaran Investasi: Komposisi Investasi Bangunan Permesinan & Peralatan Transportasi Lain2 90 80 70 60 50
Bangunan Permesinan & Peralatan Transportasi Lain2 90 80 70 60 50 40 30 20 10
Bangunan
Permesinan & Peralatan
Transportasi
Lain2
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0

100

Bangunan Permesinan & Peralatan Transportasi Lain2 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0

Sumber: BPS & perhitungan staf Bank Dunia

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 6

Pengeluaran Investasi: Tingkat Suku Bunga Riil

Pengeluaran Investasi: Tingkat Suku Bunga Riil Tingkat bunga yg sebenarnya merupakan biaya peluang utk: Investasi dalam

Tingkat bunga yg sebenarnya merupakan

biaya peluang utk:

Investasi dalam hal

a.

Bangunan & peralatan baru;

b.

Inventaris;

c.

Konstruksi pemukiman.

Selanjutnya,

Seluruh 3 komponen pengeluran investasi

yg diinginkan

memiliki hubungan negatif dgn tingkat

suku bunga riil,

hal yg lain tetap sama.

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

hubungan negatif dgn tingkat suku bunga riil, • hal yg lain tetap sama. Powered by HarukaEdu.com

Hal. 7

Pengeluaran Investasi: Perubahan Penjualan & Keyakinan Bisnis

Investasi: Perubahan Penjualan & Keyakinan Bisnis Perubahan dalam penjualan • Semakin tinggi tingkat

Perubahan dalam penjualan

Semakin tinggi tingkat produksi & penjualan,

Semakin besar ketersediaan inventaris yg diinginkan

Perubahan tingkat penjualan menyebabkan penyesuaian

sementara tingkat investasi terhadap inventaris.

Keyakinan Bisnis

Ketika keyakinan dalam bisnis meningkat,

Perusahaan ingin berinvestasi sekarang sehingga dapat meraih keuntungan yg akan datang.

Keyakinan bisnis & keyakinan konsumen dapat saling

menguntungkan 1 dgn yg lainnya.

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 8

Pengeluaran Investasi: Perubahan Penjualan & Keyakinan Bisnis

Investasi: Perubahan Penjualan & Keyakinan Bisnis Perubahan dalam penjualan • Semakin tinggi tingkat

Perubahan dalam penjualan

Semakin tinggi tingkat produksi & penjualan,

Semakin besar ketersediaan inventaris yg diinginkan

Perubahan tingkat penjualan menyebabkan penyesuaian sementara tingkat investasi terhadap inventaris.

Keyakinan Bisnis

Ketika keyakinan dalam bisnis meningkat,

Perusahaan ingin berinvestasi sekarang

sehingga

dapat meraih keuntungan yg akan datang.

Keyakinan bisnis & keyakinan konsumen dapat

saling menguntungkan 1 dgn yg lainnya.

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

bisnis & keyakinan konsumen dapat saling menguntungkan 1 dgn yg lainnya. Powered by HarukaEdu.com - 1605PIE11-

Hal. 9

Pengeluaran Investasi: Fungsi Investasi

Pengeluaran Investasi: Fungsi Investasi Investasi yg diinginkan . Defn: Digolongkan sebagai variabel otonom Tidak

Investasi yg diinginkan. Defn:

Digolongkan sebagai variabel otonom

Tidak sepenuhnya berhubungan dgn

tingkat Y saat ini

Kita dapat menulis I = I

Di mana I ditentukan oleh:

a.

Tingkat suku bunga riil;

b.

Ekspektasi (keyakinan);

c.

Perubahan penjualan.

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

riil; b. Ekspektasi (keyakinan); c. Perubahan penjualan. Powered by HarukaEdu.com - 1605PIE11- Hal. 10

Hal. 10

yg diinginkanInvestasi

Pengeluaran Investasi: Fungsi Investasi (Gambar)

Pengeluaran Investasi: Fungsi Investasi (Gambar) I 200 150 100 0 Tingkat suku bunga jatuh

I

200

150

100

0

Tingkat suku bunga jatuh • Ekspektasi meningkat • Penjualan naik I’ I Tingkat suku bunga
Tingkat suku bunga jatuh
• Ekspektasi meningkat
• Penjualan naik
I’
I Tingkat suku bunga naik
• Ekspektasi memburuk
• Penjualan turun
I’’

Y

Pendapatan Nasional yg sebenarnya

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 11

Pengeluaran Investasi: Cerita Kami

Pengeluaran Investasi: Cerita Kami Cerita kami - Versi yg disederhanakan (tidak ada pemerintah, tidak ada perdagangan)

Cerita kami - Versi yg disederhanakan (tidak ada pemerintah,

tidak ada perdagangan)

Kita akan memulai cerita (menggunakan model makro

ekonomi)

Cerita kita mempunyai 2 tujuan:

1. menjelaskan apa yg menentukan tingkat kegiatan ekonomi

agregat (ukuran GDP atau Y)

2. mengerti,

Apa yg menyebabkan GDP (Y)…

a.

Naik &

b.

Turun?

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 12

Pengeluaran Agregat: Definisi

Pengeluaran Agregat: Definisi Fungsi Pengeluaran Agregat >Fungsi AE: Menghubungkan pengeluaran agregat yg diinginkan

Fungsi Pengeluaran Agregat

>Fungsi AE:

Menghubungkan pengeluaran agregat yg diinginkan dgn pendapatan

nasional sebenarnya.

Dalam ketiadaan pemerintah & perdagangan internasional:

Pengeluaran agregat yg diinginkan adalah

AE = C + I
AE = C + I

Hal ini disebut sebuah ekonomi tertutup tanpa campur tangan pemerintah

no Government, no Trade AE = C + I + G + NX
no Government, no Trade AE = C + I + G + NX

Ekonomi Lou Dobbs (atau ekonomi Fox Network).

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 13

Pengeluaran Agregat: Eknomi Tertutup Tanpa Campur Tangan Pemerintah

Agregat: Eknomi Tertutup Tanpa Campur Tangan Pemerintah Faktor pendapatan: • penghasilan, • keuntungan sewa Y
Agregat: Eknomi Tertutup Tanpa Campur Tangan Pemerintah Faktor pendapatan: • penghasilan, • keuntungan sewa Y
Agregat: Eknomi Tertutup Tanpa Campur Tangan Pemerintah Faktor pendapatan: • penghasilan, • keuntungan sewa Y

Faktor pendapatan:

penghasilan,

keuntungan sewa

Y D = Y

Powered by HarukaEdu.com

Rumah Tangga

Domestik

Tabungan Investasi •
Tabungan
Investasi
Pasar Keuangan
Pasar
Keuangan

Konsumsi

Penerimaan

Perusahaan

Domestik

penjualan hasil akhir G & S = C + I

- 1605PIE11-

Hal. 14

Pengeluaran Agregat: Tingkatan

Pengeluaran Agregat: Tingkatan Fungsi pengeluaran agregat, • menghubungkan tingkat pengeluaran agregat yg diinginkan

Fungsi pengeluaran agregat,

menghubungkan tingkat pengeluaran agregat yg diinginkan dgn…

tingkat pendapatan nasional sebenarnya.

Bagaimana ?

Melalui pengaruh pendapatan nasional sebenarnya dalam C. AE = C + I

Tetapi,

C

YD = Y

sebenarnya dalam C. AE = C + I Tetapi, • C • YD = Y =

= a + bYD

(fungsi konsumsi) &

(tidak ada pemerintah tidak ada pajak)

Oleh karena itu

AE = a + bY + I AE = a + I + bY
AE = a + bY + I
AE = a + I + bY

Catatan: Perbedaan antara pengeluaran agregat yg diinginkan &

pendapatan nasional sebenarnya

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 15

Pengeluaran Agregat: Tingkatan (Lanjut)

Pengeluaran Agregat: Tingkatan (Lanjut) Ketika implikasinya AE = C + I AE = a + I

Ketika

implikasinya

AE = C + I
AE = C + I
AE = a + I + bY
AE = a + I + bY

Apa keinginan pelaku ekonomi Indonesia (maksud atau rencana),

Utk pembelanjaan barang & jasa akhir dalam periode ini

bergantung pada

…tingkat pendapatan nasional sebenarnya selama periode ini (Y).

Pelajari contoh berikut ini:

a. Fungsi konsumsi :

b. Fungsi investasi :

C = 30 + (0.8)Y

I = 75

Maka fungsi AE sebagai berikut:

AE =

C + I

AE =

30 + (0.8)Y + 75

AE = 105 + (0.8)Y

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 16

Pengeluaran Agregat: Fungsi

Pengeluaran Agregat: Fungsi   Pengeluaran Pengeluaran   Pendapatan Nasional (Y) Konsumsi yg
 

Pengeluaran

Pengeluaran

 

Pendapatan

Nasional

(Y)

Konsumsi yg

Diinginkan

(C=30+0.8 x Y)

Investasi yg

Diinginkan

(I=75)

Pengeluaran Agregat

yg Diinginkan

(AE = C + I)

30

54

75

129

150

150

75

225

300

270

75

345

450

390

75

465

525

450

75

525

600

510

75

585

900

750

75

825

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 17

Pengeluaran Agregat: Fungsi (Lanjut)

Pengeluaran Agregat: Fungsi (Lanjut) Kemiringan fungsi AE merupakan, • kecenderungan marjinal utk membelanjakan: a.

Kemiringan fungsi AE

merupakan,

kecenderungan marjinal utk

membelanjakan:

a. dalam model sederhana ini

b. hanya MPC saja.

Powered by HarukaEdu.com

Pengeluaran Agregat yg

900 AE 600 300 AE = 105 + 0.8Y 105 Diinginkan (AE)
900
AE
600
300
AE = 105 + 0.8Y
105
Diinginkan (AE)

0

300

600

900

Pendapatan Nasional

Sebenarnya (Y)

- 1605PIE11-

Hal. 18

Pengeluaran Agregat: Kemiringan Fungsi AE

Pengeluaran Agregat: Kemiringan Fungsi AE Sebenarnya Yg diinginkan Y C I AE 30 54 75 129

Sebenarnya

Yg diinginkan

Sebenarnya Yg diinginkan Y C I AE 30 54 75 129 120 126 75 201 150
Sebenarnya Yg diinginkan Y C I AE 30 54 75 129 120 126 75 201 150
Sebenarnya Yg diinginkan Y C I AE 30 54 75 129 120 126 75 201 150

Y

C

I

AE

30

54

75

129

120

126

75

201

150

150

75

225

300

270

75

345

450

390

75

465

525

450

75

525

600

510

75

585

900

750

75

825

AE =C + I 585 600 C 510 345 300 270 105 75 75 75
AE =C + I
585
600
C
510
345
300
270
105
75
75
75
I
30
105
300
600
Pengeluaran Agregat yg
Diinginkan

Pendapatan Nasional Sebenarnya

Kemiringan fungsi AE merupakan kecendrungan marjinal utk membelanjakan

Dalam model sederhana ini tanpa pajak & tidak ada perdagangan internasional.

Hanya MPC saja.

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 19

Pengeluaran Agregat: Rangkuman

Pengeluaran Agregat: Rangkuman a. Fungsi AE menggabungkan anggaran belanja rumah tangga & perusahaan. • Hal ini

a. Fungsi AE menggabungkan anggaran

belanja rumah tangga & perusahaan.

Hal ini menunjukkan bahwa utk tingkat

pendapatan nasional sebenarnya,

tingkat pengeluaran agregat yg

diinginkan.

Apa yg terjadi dgn AE jika

agregat yg diinginkan. Apa yg terjadi dgn AE jika … b. Fungsi konsumsi bergerak naik atau

b.

Fungsi konsumsi bergerak naik atau turun ?

c.

Kemiringan fungsi konsumsi naik atau turun ?

d.

Fungsi investasi bergerak naik atau turun ?

e.

Kemiringan fungsi investasi naik atau turun ?

(Dapatkah kita menyimpulkan bahwa AE selalu nol ?)

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 20

Part2: Keseimbangan Pendapatan Nasional

Part2: Keseimbangan Pendapatan Nasional

Keseimbangan: Pengeluaran Agregat yg Diinginkan

Keseimbangan: Pengeluaran Agregat yg Diinginkan Keseimbangan Pendapatan Nasional Ingat kembali: > Pengeluaran agregat

Keseimbangan Pendapatan

Nasional

Ingat kembali:

>Pengeluaran agregat yg

diinginkan. Defn:

Apa yg ingin dibeli oleh

pembeli selama periode waktu

tertentu

(C + I dalam model sederhana)

>Hasil yg sebenarnya. Defn:

Apa yg sebenarnya diproduksi

oleh perusahaan selama

peride waktu tertentu (Y or

GDP)

Powered by HarukaEdu.com

Jika pengeluaran agregat yg

diinginkan

a. …Melampau output yg

sebenarnya:

Apa yg terjadi dgn inventaris ?

turun;

Ada yg menekan output menjadi

naik.

b. …Kurang dari output:

Apa yg terjadi dgn inventaris ?

naik;

Ada yg menekan output menjadi

turun.

- 1605PIE11-

Hal. 22

Keseimbangan: Bagaimana Ekonomi Menjadi Seimbang - Mekanisme Penyesuaian

Inventaris

Ekonomi Menjadi Seimbang - Mekanisme Penyesuaian Inventaris Apa yg terjadi jika AE yg diinginkan (C+I) …

Apa yg terjadi jika AE yg diinginkan (C+I)

1.

kurang dari output (Y sebenarnya atau GDP) ?

AE < Y (GDP)
AE < Y
(GDP)

a.

Perusahaan tidak dapat menjual

seluruh barang yg diproduksi di

periode ini.

b.

Inventaris dibangun (hal ini tidak

sengaja, bukan ‘keinginan’)

c.

Perusahaan memberi tanda

bahwa penurunan dalam output

diperlukan.

d.

Perusahaan mengurangi output

sehingga AE = Y.

Powered by HarukaEdu.com

2. …lebih besar dari output (GDP yg sebenarnya, Y) ?

AE > Y (GDP)
AE > Y
(GDP)

a.

Perusahaan menjual lebih dari yg

mereka produksi selama periode

tersebut.

b.

Inventaris berkurang (Hal ini

merupakan penurunan yg tidak

disengaja dalam I)

c.

Hal ini merupakan tanda bahwa

kenaikan output merupakan hal yg

penting.

d. Perusahaan menaikkan output sehingga AE = Y

Hal. 23

- 1605PIE11-

Keseimbangan: Tabel Pendapatan Nasional

Keseimbangan: Tabel Pendapatan Nasional Pendapatan Pengeluaran Nasional yg Agregat yg Dampak Sebenarnya Diinginkan
Pendapatan Pengeluaran Nasional yg Agregat yg Dampak Sebenarnya Diinginkan (Y) (AE = C+I) 30 129
Pendapatan
Pengeluaran
Nasional yg
Agregat yg
Dampak
Sebenarnya
Diinginkan
(Y)
(AE = C+I)
30
129
150
225
Inventaris turun; perusahaan
meningkatkan output
300
345
450
465
525
525
Keseimbangan Pendapatan
600
585
Inventaris naik; perusahaan
mengurangi output
900
825

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 24

Keseimbangan: Faktor Permintaan

Keseimbangan: Faktor Permintaan Di model ini, hasil akhir merupakan fungsi yg dikatakan sebagai AE Titik Keseimbangan

Di model ini, hasil akhir merupakan

fungsi yg dikatakan sebagai AE

Titik Keseimbangan

Y = AE(Y)
Y = AE(Y)

Dgn kata lain:

Keseimbangan pendapatan

nasional:

Tingkat pendapatan nasional di

mana

pengeluaran agregat yg

diinginkan sama dgn pendapatan

nasional sebenarnya.

Powered by HarukaEdu.com

Garis 45º

AE 900 600 • 300 105 300 600 900 AE yg Diinginkan
AE
900
600
300
105
300
600
900
AE yg Diinginkan

Pendapatan Nasional Sebenarnya

- 1605PIE11-

Hal. 25

Keseimbangan: 2 Jenis - Perubahan Keseimbangan Pendapatan Nasional

2 Jenis - Perubahan Keseimbangan Pendapatan Nasional AE AE = Y AE = Y AE AE
AE AE = Y AE = Y AE AE AE 1 E 1 e 1
AE
AE = Y
AE = Y
AE
AE
AE
1
E
1
e
1
1
AE
0
AE
E
0
1
e
2
1
e
0
E
e
0
0
E
0
Y
Y
Y
Y
Y 0
Y 1
0
1
Pendapatan Nasional
Pendapatan Nasional
Pengeluaran Agregat
Pengeluaran Agregat

2 jenis pergerakan dapat terjadi terhadap fungsi AE:

Yaitu

a. Fungsi AE dapat bergerak pararel;

b. Kemiringan fungsi AE dapat berubah

(seharusnya tidak disebut pergerakan tetapi perputaran).

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 26

Keseimbangan: Pengganda

Keseimbangan: Pengganda Pengganda. Defn: Ukuran besarnya perubahan keseimbangan Y yg dihasilkan dari pengeluaran

Pengganda. Defn:

Ukuran besarnya perubahan keseimbangan Y yg dihasilkan dari pengeluaran

otonom.

Dalam model makro kita yg paling sederhana, pengganda melebihi 1

Y 1 AE AE =Y Pengganda sederhana = = A 1-z E e 1 •
Y
1
AE
AE =Y
Pengganda sederhana =
=
A
1-z
E
e
1
1
AE
1
Di mana z merupakan,
e
´
1
• Kecenderungan marjinal utk…
AE
0
A
• …membelanjakan pendapatan
nasional &
e
0
E
0
Y
• A merupakan perubahan
dalam…
Y
• …pengeluaran otonom.
Y 0
Y 1
Pendapatan Nasional
Hal. 27
Powered by HarukaEdu.com
- 1605PIE11-
Pengeluaran Agregat

Keseimbangan: AE

Keseimbangan: AE AE AE =Y AE E AE =Y 1 AE • 1 E AE 0
AE AE =Y AE E AE =Y 1 AE • 1 E AE 0 1
AE
AE =Y
AE
E
AE =Y
1
AE
1
E
AE 0
1
AE 1
A
AE 0
A •
E
0
E
0
Y
Y
Y 0
Y 1
Y
Y
Y 0
Y 1
Pendapatan Nasional
Pendapatan Nasional
Pengeluaran Agregat
Pengeluaran Agregat

Yg lebih

besar adalah z,

curam kurva adalah AE

besar adalah pengganda sederhana.

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 28

Keseimbangan: Apa yg Menyebabkan GDP Naik dari Y0 ?

Keseimbangan: Apa yg Menyebabkan GDP Naik dari Y 0 ? Q: Bagaimana jika tingkat suku bunga
Q: Bagaimana jika tingkat suku bunga turun ? A: a. Konsumen meminjam lebih banyak •
Q: Bagaimana jika tingkat suku bunga turun ?
A:
a.
Konsumen meminjam lebih banyak
(atau menyimpan lebih sedikit) &
membeli lebih banyak.
b.
Investor meminjam utk membeli lebih banyak
bangunan, peralatan & perumahan baru.
c.
AE bergerak naik (baik C & I bergerak naik).
d.
Perusahaan memproduksi lebih banyak
(membayar lebih banyak pekerja, membeli
lebih banyak sumber daya,
menghasilkan lebih banyak) (GDP) (Y) naik.
AE AE =Y AE 1 E 1 • AE 0 E 0 • Y Y
AE
AE =Y
AE 1
E
1
AE 0
E
0
Y
Y 0
Y 1
Pengeluaran Agregat

Pendapatan Nasional

Hasil yg sama utk perubahan positif dalam ekspektasi,

kenaikan tingkat kekayaan, kenaikan penjualan.

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 29

Keseimbangan: Apa yg Menyebabkan GDP Turun Menjadi Y0 ?

Keseimbangan: Apa yg Menyebabkan GDP Turun Menjadi Y 0 ? Q: Apa yg terjadi jika tingkat
Q: Apa yg terjadi jika tingkat suku bunga naik ? A: a. Konsumen meminjam uang
Q: Apa yg terjadi jika tingkat suku bunga naik ?
A:
a.
Konsumen meminjam uang lebih banyak
(atau tabungan berkurang) &
membeli lebih banyak
b.
Investor meminjam lebih sedikit & sedikit
membeli
c.
AE bergerak ke bawah (baik C & I bergerak
ke bawah)
d.
Produksi perusahaan sedikit (pekerjakan
sedikit pekerja, beli lebih banyak SDA, ,
hasilkan keuntungan) GDP (Y) naik.
AE AE =Y E 0 • AE 1 E 1 • Y Y 1 Y
AE
AE =Y
E
0
AE 1
E
1
Y
Y 1
Y 0
Pengeluaran Agregat

Pendapatan Nasional

Hasil yg sama utk perubahan negatif dalam ekspektasi,

penurunan tingkat kekayaan, penurunan penjualan.

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 30

Keseimbagan: Fluktuasi Ekonomi

Keseimbagan: Fluktuasi Ekonomi Fluktuasi Ekonomi sebagai Ramalan Sendiri Rumah tangga & perusahaan , • Berdasarkan

Fluktuasi Ekonomi sebagai Ramalan Sendiri

Rumah tangga & perusahaan,

Berdasarkan investasi yg diinginkan &

Sebagian konsumsi sesuai dgn ekspektasi akan masa depan:

Perubahan ekspektasi dapat membawa kepada perubahan nyata

dalam status ekonomi kita.

Contoh:

Bayangkan perusahaan optimis tentang masa depan

Kenaikan ini

Investasi yg diinginkan, kurva AE bergerak ke atas

Y, menilai optimisme awal.

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 31

Keseimbangan: Skenario yg Berlawanan

Keseimbangan: Skenario yg Berlawanan Sekarang bayangkan skenario berlawanan. • Seharusnya jelas bahwa perusahaan

Sekarang bayangkan skenario berlawanan.

Seharusnya jelas bahwa perusahaan &

rumah tangga yg pesimis tentang masa depan dalam jumlah besar,

menyebabkan perubahan dalam sikap orang tersebut utk

memastikan ramalan sendiri tentang penurunan pendapatan

nasional.

Dapatkah Perdana Menteri (or pemerintah di Bank of Canada),

pernah mengumumkan bahwa

mereka

mungkin dapat membuat kesalahan yg besar.

Contoh:

Misalnya analis pemerintah melaporkan kepada Perdana

Menteri

bahwa penandatangan the Kyoto Accord mungkin

menyebabkan resesi.

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

• … bahwa penandatangan the Kyoto Accord mungkin menyebabkan resesi. Powered by HarukaEdu.com - 1605PIE11- Hal.

Hal. 32

Part3: Pengeluaran Pemerintah yg Diinginkan

Part3: Pengeluaran Pemerintah yg Diinginkan

Pengeluaran Agregat: Tabel III-Ringkasan Posisi Negara Berpendapatan Menengah

Tabel III-Ringkasan Posisi Negara Berpendapatan Menengah     GDP/ Lama di… Pertumbuhan  
   

GDP/

Lama di…

Pertumbuhan

   

No.

Negara

kapita

(sd 2010 (thn))

Pendapatan

Ket

(USD,

MI

UMI

Rata2

 

2010)

2000-10 (%)

1

Uruguay

10.934

112

15

3.3

UMIT

2

Polandia

10.731

50

11

3.9

 

3

Malaysia

10.567

27

15

2.6

UMIT

4

Venezuela

9.662

60

23

1.4

UMIT

5

Thailand

9.143

28

7

3.6

 

6

Suriah

8.717

46

15

1.7

UMIT

 

Saudi

         

7

Arabia

8.396

32

20

0.9

UMIT

8

Turki

8.123

51

6

2.3

 

9

RR China

8.019

17

2

8.9

 

Powered by HarukaEdu.com

 

- 1605PIE11-

 

Hal. 34

Pengeluaran Agregat: Tabel III-Ringkasan Posisi Negara Berpendapatan Menengah

(Lanjut)

III-Ringkasan Posisi Negara Berpendapatan Menengah (Lanjut)     GDP/ Lama di… Pertumbuhan  
   

GDP/

Lama di…

Pertumbuhan

 

No.

Negara

kapita

(sd 2010 (thn))

Pendapatan

Ket

(USD,

MI

UMI

Rata2

 

2010)

2000-10 (%)

10

Meksiko

7.763

53

8

0.7

 

11

Panama

7.146

56

-

2.4

LMIT

12

Iran

6.789

52

-

3.4

LMIT

13

Brazil

6.737

53

-

2.0

LMIT

14

Colombia

6.542

61

-

2.6

LMIT

15

Jordania

5.752

55

-

3.5

LMIT

16

Peru

5.733

61

-

4.2

LMIT

17

Indonesia

4.790

25

-

3.9

LMIT

18

India

3.407

9

-

6.1

 

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 35

Pengeluaran Agregat: Tabel III-Ringkasan Posisi Negara Berpendapatan Menengah

(Lanjut)

III-Ringkasan Posisi Negara Berpendapatan Menengah (Lanjut)     GDP/ Lama di… Pertumbuhan  
   

GDP/

Lama di…

Pertumbuhan

 

No.

Negara

kapita

(sd 2010 (thn))

Pendapatan

Ket

(USD,

MI

UMI

Rata2

 

2010)

2000-10 (%)

19

Vietnam

3.262

9

-

6.1

 

20

Filipina

3.054

34

-

2.5

LMIT

Batas lepas LMIT: USD 7250

Butuh: 28 tahun

Minimal pertumbuhan: 4.7% per tahun (rata2)

Terperangkap dalam

UMIT: Upper Middle Income Trap (Perangkap Berpenghasilan Menengah Atas)

LMIT: Lower Middle Income Trap (Perangkap Berpenghasilan Menengah Bawah)

Sumber: ADB(2010)

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 36

Pengeluaran agregat: Arus Lingkar Pendapatan & Pengeluaran

agregat: Arus Lingkar Pendapatan & Pengeluaran Rumah tangga domestik IM C Sistem Keuangan I Negara
Rumah tangga domestik IM C Sistem Keuangan I Negara asing Pemerintah X G Produsen dalam
Rumah tangga
domestik
IM
C
Sistem
Keuangan
I
Negara
asing
Pemerintah
X
G
Produsen
dalam negeri
I Negara asing Pemerintah X G Produsen dalam negeri C + I + G + (X

C + I + G + (X - IM)

= Pengeluaran Agregat yg Diinginkan

- 1605PIE11-

Kita

pertimbangkan

beberapa hal

berikut

pelaku

ekonomi yg mungkin membelibarang & jasa

dari perusahaan Indonesia

Hal. 37

Powered by HarukaEdu.com

Memperkenalkan Pemerintah: Belanja & Pajak Bersih

Memperkenalkan Pemerintah: Belanja & Pajak Bersih Belanja Negara >>Pemerintah membeli barang & jasa, •

Belanja Negara

>>Pemerintah membeli barang & jasa,

bagian dari pengeluaran agregat yg diinginkan

tidak termasuk pembayaran melalui transfer (BLT, BOS, Subsidi). KENAPA ??

Pendapatan Pajak Bersih

>>Pajak Bersih (T). Defn:

Jumlah pendapatan pajak bersih dari pembayaran transfer

Q: Mengapa ‘pembayaran transfer bersih’ ? A: Kita menghitung pajak bersih sebagai berikut: T =
Q: Mengapa ‘pembayaran transfer bersih’ ?
A: Kita menghitung pajak
bersih sebagai berikut:
T = tY
Ketika t merupakan tingkat pajak bersih.
Contoh:
• if t = 0.3 & Y = 600 kemudian T = 0.3(600) = 180
Mengimplikasikan bahwa semua pajak berkaitan dgn tingkat pendapatan

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 38
Hal. 38

Memperkenalkan Pemerintah: Keseimbangan Anggaram

Memperkenalkan Pemerintah: Keseimbangan Anggaram Kesimbangan anggaran merupakan perbedaan antara G & T 1. If G

Kesimbangan anggaran merupakan perbedaan antara G & T

1.

If G < T: anggaran surplus

2.

If G > T: anggaran defisit

Fungsi Pengeluaran Pemerintah

Pengeluran yg diinginkan pemerintah merupakan,

Digolongkan sebagai variabel otonom

tidak berhubungan sepenuhnya dgn tingkat Y saat ini

Kita tulis G = G Di mana G ditentukan oleh, 1. Apa yg dilakukan pemerintah;
Kita tulis
G = G
Di mana G ditentukan oleh,
1.
Apa yg dilakukan pemerintah;
2.
Proses anggaran;
3.
Siklus pemilihan.

Kebanyakan hanya penentuan ‘barang & jasa’ (pemerintah secara umum, kesehatan, pendidikan, keamanan publik, transportasi)

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 39

PemerintahPengeluaran

yg Diinginkan

Memperkenalkan Pemerintah: Fungsi Belanja Negara

Diinginkan Memperkenalkan Pemerintah: Fungsi Belanja Negara Fungsi Belanja Negara (seperti apa ?) Bergerak ke atas, •

Fungsi Belanja Negara (seperti apa ?)

Bergerak ke atas, • menunjukkan G’ pemerintah… • …meningkatkan pengeluaran Bergerak ke bawah, G •
Bergerak ke atas,
• menunjukkan
G’
pemerintah…
• …meningkatkan
pengeluaran
Bergerak ke bawah,
G
• menunjukkan
pemerintah…
• memangkas
G’’
pengeluaran

G

200

150

100

0

Y

Pendapatan Nasional Sebenarnya

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 40

Bersih yg DiinginkanPajak

Memperkenalkan Pemerintah: Fungsi Pajak Bersih Pemerintah

Memperkenalkan Pemerintah: Fungsi Pajak Bersih Pemerintah T 200 T 1 = tY 1 T 0 =

T

200

T 1 = tY 1

T 0 = tY 0

150

100

0

-100

-150

Powered by HarukaEdu.com

• •

T = tY

Pemerintah menetapkan, besarnya pajak(t) tetapi Y menentukan total pajak yg dibayarkan(T) Y Y 0 Y
Pemerintah menetapkan,
besarnya pajak(t) tetapi
Y menentukan total
pajak yg dibayarkan(T)
Y
Y 0
Y 1
Pendapatan Nasional Sebenarnya

- 1605PIE11-

Hal. 41

Bersih yg DiinginkanPajak

Memperkenalkan Pemerintah: Perubahan dalam Pajak (Tingkat Pajak t)

Pemerintah: Perubahan dalam Pajak (Tingkat Pajak t) T’ = t’Y T Pajak Bersih Naik T =
T’ = t’Y T Pajak Bersih Naik T = tY 200 T’’ = t’’Y T
T’ = t’Y
T
Pajak Bersih Naik
T = tY
200
T’’ = t’’Y
T
0 ’
T
Pajak Bersih Turun
0
T
0 ’’
100
Y
0
Y 0
Pendapatan Nasional yg Sebenarnya
-100
Catatan: t’ > t > t’’
-150

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 42

Memperkenalkan Pemerintah: Fungsi Tabungan Umum

Memperkenalkan Pemerintah: Fungsi Tabungan Umum Tabungan Umum. Defn: • didefinisikan sebagai T – G •

Tabungan Umum. Defn:

didefinisikan sebagai T G

Pendapatan pajak bersih yg tidak dibelanjakan oleh pemerintah.

Ketika pendapatan nasional naik,

Surplus anggaran (tabungan

umum) naik.

Kemiringan fungsi tabungan

umum

sama dgn besarnya pajak

bersih.

Powered by HarukaEdu.com

T - G 0 300 600 900 Pendapatan Nasional Sebenarnya Tabungan Umum
T - G
0
300
600
900
Pendapatan Nasional
Sebenarnya
Tabungan Umum

*

Y

G

T=0.1xY

T-G

150

51

15

-36

300

51

30

-21

525

51

52.5

1.5

600

51

60

9

900

51

90

39

- 1605PIE11-

Hal. 43

Part4: Perdagangan Luar Negeri yg Diinginkan

Part4: Perdagangan Luar Negeri yg Diinginkan

Perdagangan Internasional: Ekspor Bersih

Perdagangan Internasional: Ekspor Bersih Kita membuat 2 asumsi utama Indonesia… 1. 2. a. Ekspor merupakan variabel

Kita membuat 2 asumsi utama

Indonesia…

1.

2.

a.

Ekspor merupakan variabel otonom terhadap GDP Indonesia.

Impor naik karena GDP Indonesia juga naik.

Utk impor, kita dapat membuat sebuah rumus:

juga naik. Utk impor , kita dapat membuat sebuah rumus: IM = m Y Di mana

IM = mY Di mana m merupakan kecenderungan marjinal dalam hal impor.

b. Selanjunya, ekspor bersih dirumuskan:

NX = X - mY
NX = X - mY

Contoh:

Jika X = 300,

m = 0.4 &

Y = 400

Setelah itu NX = 300 0.4(400) = 300 160 = 140

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 45

Perdagangan Internasional: Ceteris Paribus

Perdagangan Internasional: Ceteris Paribus Perubahan dalam GDP domestik membawa perubahan dalam ekspor bersih : a.

Perubahan dalam GDP domestik membawa perubahan dalam ekspor bersih :

a.

ketika Y naik, NX turun

b.

ketika Y turun, NX naik

Hubungan antara Y & NX ditunjukkan dgn fungsi ekspor bersih.
Hubungan antara Y & NX ditunjukkan dgn fungsi ekspor bersih.

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 46

Perdagangan Luar Negeri: Ekspor Bersih

Perdagangan Luar Negeri: Ekspor Bersih IM = 0.1Y 96 Y X IM=0.1xY NX 0 72 0
IM = 0.1Y 96 Y X IM=0.1xY NX 0 72 0 72 72 X =
IM = 0.1Y
96
Y
X
IM=0.1xY
NX
0
72
0
72
72
X = 72
300
72
30
42
48
600
72
60
12
24
720
72
72
0
0
300
600
900
900
72
90
-18
Y
Pendapatan Nasional
Sebenarnya
Fungsi NX is drawn holding
72
constant:
48
1. GDP luar negeri;
NX = 72
- 0.1Y
2. Harga dosmetik & luar negeri;
24
3. Nilai tukar.
0
300
600
900
Y
Pendapatan Nasional
-24
Sebenarnya
Hal. 47
Powered by HarukaEdu.com
- 1605PIE11-
Ekspor Bersih
Impor & Ekspor

Perdagangan Luar Negeri: Ekspor Bersih

Perdagangan Luar Negeri: Ekspor Bersih Pergerakan dalam Fungsi Ekspor Bersih Kenaikan … 1. … dalam pendapatan

Pergerakan dalam Fungsi Ekspor Bersih Kenaikan

1.

dalam pendapatan dari luar negeri menyebabkan permintaan

luar negeri yg lebih banyak utk barang Indonesia:

X naik &

Fungsi NX bergerak ke atas.

2.

harga di Indonesia (harga barang di luar negeri tetap):

X turun

Fungsi IM berotasi ke atas ketika orang Indonesia beralih ke

barang luar negeri.

Fungsi NX bergerak ke bawah & lebih curam.

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 48

Perdagangan Luar Negeri: Ilustrasi

Perdagangan Luar Negeri: Ilustrasi IM´ IM Ilustrasi, X • kenaikan harga di X ´ Indonesia terhadap…
IM´ IM Ilustrasi, X • kenaikan harga di X ´ Indonesia terhadap… • …harga luar
IM´
IM
Ilustrasi,
X
• kenaikan harga di
X
´
Indonesia terhadap…
• …harga luar negeri.
Hal ini dapat disebabkan:
Pendapatan Nasional Sebenarnya
1.
Δ nilai tukar
X
2.
Δ tingkat harga.
X
´
(X - IM)
(X - IM) ´
Pendapatan Nasional Sebenarnya
Hal. 49
Powered by HarukaEdu.com
- 1605PIE11-
Bersih Impor & EksporEkspor

Perdagangan Luar Negeri: Pergerakan Fungsi Ekspor Bersih

Perdagangan Luar Negeri: Pergerakan Fungsi Ekspor Bersih Rangkuman 1. Pendapatan luar negeri • Kenaikan harga

Rangkuman

1.

Pendapatan luar negeri

Kenaikan harga luar negeri menyebabkan kenaikan harga ekspor Indonesia

Fungsi NX bergerak ke atas (demikian pula sebaliknya).

2.

Harga internasional yg terkait

Kenaikan harga di Indonesia terhadap harga luar negeri

menyebabkan pengurangan ekspor di Indonesia (X bergerak ke

bawah).

Fungsi IM juga berputar ketika Indonesia membelanjakan sebagian

pendapatannya utk barang luar negeri.

Fungsi NX (=X-IM) bergerak ke bawah & semakin curam (demikian

pula sebaliknya).

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 50

Perdagangan Luar Negeri: Pergerakan Fungsi Ekspor Bersih (Lanjutan)

Luar Negeri: Pergerakan Fungsi Ekspor Bersih (Lanjutan) 3. Apresiai terhadap rupiah Indonesia • Kenaikan

3.

Apresiai terhadap rupiah Indonesia

Kenaikan nilai rupiah Indonesia mengurai ekspor Indonesia (X

bergerak ke bawah).

Fungsi IM juga berotasi ke atas ketika sekarang Indonesian membelanjakan sebagian pendapatannya utk barang luar negeri.

Fungsi NX (=X-IM) bergerak ke bawah & semakin curam (demikian

pula sebaliknya).

4.

Hal lain yg perlu dipertimbangkan:

a.

Hambatan dalam perdaganganTarif, kuota, aturan.

Penyakit sapi gila, cat pada mainan.

b.

Selera promosi dagang beli produk Indonesia’.

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

Hal. 51

Daftar Pustaka

Daftar Pustaka • Ragan, Christopher T.S. & Lipsey, Richard G. (2010). Macroeconomics, Thirteenth Canadian Edition

Ragan, Christopher T.S. & Lipsey, Richard G.

(2010). Macroeconomics, Thirteenth Canadian

Edition. MyEconLab.

Powered by HarukaEdu.com

- 1605PIE11-

G. (2010). Macroeconomics, Thirteenth Canadian Edition . MyEconLab. Powered by HarukaEdu.com - 1605PIE11- Hal. 52

Hal. 52

Course : Pengantar Ilmu Ekonomi (1605PIE11)

Course : Pengantar Ilmu Ekonomi (1605PIE11) online.uwin.ac.id Associate Partners : Powered by HarukaEdu.com Powered by
Course : Pengantar Ilmu Ekonomi (1605PIE11) online.uwin.ac.id Associate Partners : Powered by HarukaEdu.com Powered by

online.uwin.ac.id

Associate Partners :

Powered by HarukaEdu.com

Powered by HarukaEdu.com

online.uwin.ac.id Associate Partners : Powered by HarukaEdu.com Powered by HarukaEdu.com - 1605PIE11- Hal. 53

- 1605PIE11-

online.uwin.ac.id Associate Partners : Powered by HarukaEdu.com Powered by HarukaEdu.com - 1605PIE11- Hal. 53
online.uwin.ac.id Associate Partners : Powered by HarukaEdu.com Powered by HarukaEdu.com - 1605PIE11- Hal. 53
Hal. 53
Hal. 53