Anda di halaman 1dari 14

SOAL-SOAL dan PEMBAHASAN MIKROBIOLOGI ANALITIK

1. Quiz I
1. Untuk menganalisis secara mikrobiologi suatu bahan, faktor dan
tahapan apa saja yang menentukan? Terangkan dan jelaskan dengan
rinci!
2. Untuk melengkapi analisis tersebut diatas, faktor faktor apa saja yang
harus dilakukan?
3. Sebutkan pengelompokan bakteri berdasarkan Bergeys manual of
Sistematic of Bacteriology!
4. Berdasarkan
pengelompokan
diatas
berikan
keterangan
pengelompokan E.coli dan sertakan uji-uji apa yang dilakukan sampai
mendapatkan E.coli!
Jawaban :
1. Faktor-faktor yang harus diperhatikan yang pertama adalah asal-usul
bahan dan jenis bahan. Penting sekali dalam menganalisis suatu
bahan secara mikrobiologi mengetahui asal dari bahan tsb. Jika suatu
cuplikan siketahui asalnya dapat disimpulkan secara umum jenis m.o
yang ada dibahan tsb dan dapat mempermudah dalam analisis,
sedangkan utk jenis bahan/cuplikan maka dengan mengetahui jenis
dan kriteria dari bahan tersebut dapat diketahui metode analisis yang
sesuai agar diperoleh hasil analisis yg akurat.
Untuk melengkapi analisis tersebut :
a. Deteksi : penentuan kehadiran kelompok/jenis mikroorganisme
yang ada dalam suatu bahan tanpa memperhitungkan jumlahnya
per gram atau per ml bahan
b. Total count : menghitung jumlah mikroba tanpa menentukan
jenisnya/familinya
c. Identifikasi : menentukan nama mikroba dalam suatu bahan baik
secara lengkap ataupun tidak
d. Enumerasi : menghitung jumlah jenis/kelompok mikroba per gr atau
per ml bahan
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan analisis :
a. Jenis dan sifat bahan : kita harus mengetahui jenis dan sifat
bahan tersebut, hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya
kerusakan pada bahan. Dengan membuat jenis dan sifat bahan
maka keberhasilan analisis akan besar.
b. Tujuan dari penggunaan : Kita harus mengetahui apa
tujuan/dipakai untuk apa bahan tersebut. Dengan mengetahui
tujuan dari penggunaan bahan maka dapat ditentukan analisis
yang dilakukan sampai tahap apa.

3. Pengelompokan bakteri beradasarkan bergeys:


Aerob
Gram (+) anaerob
Coccus
aerob
Co: streptococcus
gram (-)
anaerob
Aerob
Gram (+) anaerob
batang
aerob
bentuk
Bakteri
Co: bacillus
gram (-) anaerob
Gram (+)
Spiral
gram (-)

Aerob
anaerob
aerob
anaerob

Kel.khusus

bakteri meluncur
Bakteri dgn struktur tambahan
Fotototrof
oksigen
Anoksigen
Berdasarkan bergeys, bakteri dibagi menjadi 4 bagian besar menurut
bentuknya yaitu berbentuk bola (coccus), berbentuk batang (bacill),
berbentuk spiral dan kelompok khusus didalam tiap kelompok bakteri
dibagi menjadi dua sub-kelompok berdasarkan proses pewarnaan gram
yaitu gram (+) dan (-). Sub bab tersebut dibagi lagi menjadi 2
berdasarkan sifatnya pada oksigen yaitu aerob dan anaerob. Bakteri
kelompok khusus yaitu kelompok bakteri yg bentuknya tdk masuk dalam
ketiga golongan tsb.

2.

Quiz I
1. Sebutkan dan jelaskan tahapan-tahapan yang harus dilakukan pada
saat akan menganalisis bahan secara mikrobiologi!Serta sebutkan
faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan analisis!
2. Jelaskan latar belakang dari pewarnaan mikroba!
3. Apa yang dimaksud:
a. Shortwave length
b. Oligodinamik
c. UHT
d. HTST

Jawaban:
1. Tahapan-tahapan yang harus dilakukan pada saat akan menganalisis
bahan secara mikrobiologi :
a. Deteksi
:
penentuan
kehadiran
kelompok/jenis
mikroorganisme yang ada dalam suatu bahan tanpa
memperhitungkan jumlahnya per gram atau per ml bahan
b. Total count : menghitung jumlah mikroba tanpa menentukan
jenisnya/familinya
c. Identifikasi : menentukan nama mikroba dalam suatu bahan
baik secara lengkap ataupun tidak
d. Enumerasi : menghitung jumlah jenis/kelompok mikroba per
gr atau per ml bahan
Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan analisis :
a. Jenis dan sifat bahan : kita harus mengetahui jenis dan sifat bahan
tersebut, hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan
pada bahan. Dengan membuat jenis dan sifat bahan maka
keberhasilan analisis akan besar.
b. Tujuan dari penggunaan : Kita harus mengetahui apa tujuan/dipakai
untuk apa bahan tersebut. Dengan mengetahui tujuan dari
penggunaan bahan maka dapat ditentukan analisis yang dilakukan
sampai tahap apa.
2. Latar belakang : Umumnya bakteri memiliki sifat tembus
pandang/tembus cahaya karena tidak memiliki pigmen atau warna,
sehingga untuk melihat bentuk dan sifat bakteri lebih sulit karena
tidak terlihat, maka untuk mempermudah melihat bakteri dilakukan
pewarnaan.
Tujuan pewarnaan :
- Untuk melihat bentuk jasad : Setelah bakteri diwarnai kita dapat
melihat bentuk dan jasad dari bakteri
- Untuk memperjelas ukuran : Umumnya bakteri berukuran kecil,
setelah bakteri diwarnai barulah kita mengetahui ukuran bakteri
tersebut
- Untuk melihat struktur luar dan dalam sel : Setelah bakteri diwarnai
kita dapat melihat struktur luar sel bakteri dan jika memungkinkan kita
dapat melihat struktur dalamnya

- Untuk mengetahui reaksi terhadap pewarna : bakteri yang diberi zat


warna, biasanya zat warna tersebut akan bereaksi dengan isi sel,
dengan adanya reaksi tersebut kita dapat mengetahui sifat dan
karakteristik dari bakteri tersebut.
3. A. Longwave length : sterilisasi dengan sinar radiasi yang
menggunakan panjang
gelombang antara 300nm-400nm. Sterilisasi dengan sinar
panjang dapat
mematikan mikroba hanya saja energi radiasi yang dihasilkan
lebih kecil dari pada
energi yang dihasilkan shortwave length.
- Shortwave length : sterilisasi dengan sinar yang menggunakan
panjang gelombang pendek antara 200nm-300nm dan
optimumnya adalah 254nm. Sterilisasi dengan sinar panjang
gelombang pendek ini akan menghasilkan energi radiasi yang
besar sehingga dapat membunuh/mematikan mikroba.
B.

Oligodinamik : Suatu keadaan dimana pertumbuhan


mikroorganisme terhambat sebagai akibat dari adanya logam berat
pada bahan tersebut. Misalnya logam berat diletakan dicawan petri
kemudian dituangkan media kedalamnya dan digesekan mikroba
pada media tsb. Maka nantinya mikroba tdk akan ada yang tumbuh
disekitar logam tsb dan mikroba hanya tumbuh dipinggir-pinggir
saja.

Logam tsb akan bereaksi dengan bakteri, reaksi yang terjadi adalah
reaksi redoks dimana ion positif dari logam akan bereaksi dengan
ion negatif dari bakteri (ion negatif berasal dari struktur protein
bakteri yaitu asam amino dimana gugus karboksilatnya adalah
bermuatan negatif), reaksi ini menyebabkan struktur protein dari
bakteri rusak sehingga terjadinya gangguan metabolisme dan
akibatnya pertumbuhannya terhambat.
C. UHT : Ultra High Temperature yaitu sterilisasi dengan
menggunakan suhu 135oC selama 1 detik atau pada suhu 130oC-

150oC selama 1-4 detik dimana mikroba akan mati tanpa merusak
komposisi bahannya, biasanya digunakan untuk sterilisasi susu.
HTST
: High Temperature Short Time yaitu sterilisasi dengan
menggunakan suhu tinggi dengan waktu yang sebentar yaitu pada
suhu 71,7oC selama 15 detik.

3 . UTS (Ujian Tengah Semester)


1. Jelaskan prinsip-prinsip dasar dari MPN(Most Probable Number) dengan
rinci! (ingat!bukan cara kerja)
2. Terangkan dengan jelas dan singkat mengenai:
a. Plasmolisis
b. Larutan NaCl 0,9%
c. Blansing
d. HTST dan LTLT

4.

UTS (Ujian Tengah Semester)


1. Sebutkan dengan jelas perbedaan antara media pengaya, selektif dan
diferensial!
2. Sebutkan tahapan-tahapan yang diperlukan untuk uji Salmonella dari
suatu bahan, gunakan pedoman dari Bergeys Manual!
3. Sebutkan perbedaan dasar antara metode MPN dengan TPC pada
bakteri!
4. Sebutkan tahapan-tahapan yang diperlukan dalam metode analisis
kuantitatif mikroba. Jelaskan dengan singkat!

5.

UTS (Ujian Tengah Semester)


1. Sebutkan tahap-tahap analisis mikrobiologi pada air buangan dan
pada makanan!
2. Jelaskan apa yang dimaksud metode SPC!
3. Jelaskan media apa saja yang digunakan untuk salmonella sp.!
4. Jelaskan tahap metode kuantitatif mikrobiologi!

Jawaban :

1. Tahap-tahap analisis mikrobiologi pada air buangan :


a. Total count : bakteri,jamur,alga
b. Deteksi dan enumerasi : bakteri patogen, bakteri pemecah
selulosa, penyebab korosi, penghasil toksin
c. TPC
d. JPT : Bakteri coli umum dan coli fekal
e. IPB : Indeks Pencemar biologis
f. Bergeys manual Determinative of Bacteriology
Pada tahapan analisis ini yang pertama dilakukan adalah total count
terhadap bakteri,jamur,alga. Mikroorganisme ini dihitung, setelah itu
dilakukan deteksi dan enumerasi terhadap bakteri-bakteri seperti
pemecah selulosa, penyebab korosi, penghasil toksin, dll. Deteksi ini
dilakukan penentuan kehadiran terhadap mikroorganisme. Setelah
dideteksi kemudian dilakukan enumerasi yaitu menghitung jumlah
mikroba organisme tersebut per ml nya. Untuk menghitungnya
kemudian dilakukan TPC yaitu menghitung jumlah koloni yang dibiakan
pada suatu media dicawan kemudian dilakukan JPT untuk menghitung
lebih detailnya dgn uji dugaan, uji konfirmasi dan uji lengkap. Selain
menghitung jumlah mikroorganisme juga bisa dilakukan dengan
menentukan nilai IPB dari air buangan. Semua prosedur tsb tetap
mengacu pada bergeys manual determinative of Bacteriology.
Tahap-tahap analisis makanan:
a. Total count : Bakteri, ragi, jamur
b. Deteksi dan enumerasi : bakteri,ragi,jamur
c. JPT : bakteri coli
-Bergeys manual determinative of bacteriology
- ICMSF (International Comission Microbiological Spesification for
food)
Langkah pertama dilakukan total count terhadap bakteri, ragi, jamur
dalam makanan. Setelah itu untuk lebih spesifiknya dilakukan
deteksi/penentuan kehadiran terhadap bakteri patogen, dll. Serta
dilakukan enumerasi dengan melakukan JPT dengan tahap uji dugaan,
uji konfirmasi dan uji lengkap serta analisis tetap mengacu pada
Bergeys dan ICMSF.
2. Metode SPC (Standard Plate Count) atau TPC adalah metode untuk
menghitung jumlah mikroba dengan menanam mikroba kedalam
suatu media, dengan perlakuan inkubasi
pada waktu dan suhu
tertentu, bakteri/mikroba akan tumbuh dan berkembang biak
membentuk koloni yang dapat dilihat dan dihitung langsung tanpa
menggunakan mikroskop. TPC/SPC dilakukan pada cawan petri dimana
mikroba dapat dibiakan baik dengan cara digesek langsung maupun

secara tuang menuang. Pada metode TPC cawan yang dihitung jumlah
koloni harus diantara 30-300 per cawannya. Perhitungannya adalah:
Jumlah koloni/ml
=
jumlah koloni setiap cawan x
1/faktor
pengenceran
TPC = digunakan untuk tes bakteri total, karena mikroba/bakteri yang
tumbuh adalah bakteri total yang ada pada sampel.
3. Jenis media untuk salmonella:
a. Salmonella Shigella Agar (media selektif)
b. Kaldu selenit (media pengaya)
4. Tahapan analisis secara mikrobiologi
1. Tahap homogenisasi sampel : pada penghomogenisasian sampel
berfungsi untuk membebaskan sel mikroba yang masih
diperkirakan terlindungi oleh partikel sampel. Penghomogenisasian
dilakukan dengan menggunakan stainless steel blender, stomaker
(untuk padatan) ataupun dengan cara dikocok untuk cairan
2. Tahap pengenceran : Setelah sel m.o lepas pada proses
homogenisasi sebelumnya, sel yang telah lepas tsb digiatkan. Sel
yang diperkirakan pada saat bercampur dengan sampel dalam
keadaan inaktif atau kehilangan vitalitasnya, sehingga tahap
pengenceran ini berfungsi untuk menggiatkan sel tsb.
3. Tahap pencampuran: setelah menggiatkan sel, sel menjadi aktif. Sel
yang aktif kemudian dibiakan dengan menggunakan media cair
atau padat, dimana media yang biasa digunakan adalah PCA atau
PDA. Biasanya media ini ditambahkan zat lain seperti serum,
vitamin, dll. Untuk menumbuhkan bakteri
4. Tahap inkubasi dan pengamatan ; media yang telah dicampur
dengan bakteri kemudian diinkubasi dengan memperhatikan suhu
dan waktu yang sesuai dengan pertumbuhan bakteri. Selain itu
harus diperhatikan juga keadaan aerobik dan anaerobiknya. Tahap
inkubasi ini akan mendukung bakteri untuk tumbuh dan
berkembang biak sehingga hasil dari inkubasi ini dapar diamati.
Hasil positif ditandai dengan ada/muncul/tumbuhnya mikroba dari
hasil inkubasi. Seetelah dapat diamati kemudian dapat
diinterpretasikan hasilnya. Untuk tahap inkubasi harus diperhatikan
juga keadaan aerob dan anaerob sehingga perlu atau tidaknya
shake pada inkubasi.

6.

Quiz II

1. Terangkan dengan jelas apa yang dimaksud dengan mikroba indikator?


Berikan contoh dan ujinya!
2. Apa yang dimaksud dengan uji fosfat?sebutkan prosedur untuk
melakukan uji tersebut!
3. Beberapa bakteri dapat menghasilkan asam dan gas, tunjukan bahwa
Lactobacillus sp. Dapat menghasilkan asam dan gas dengan
menggunakan Bergeys Manual!
Jawaban:
1. Mikroba indikator adalah suatu jenis/golongan mikroba yang ada
dalam suatu bahan dengan jumlah diatas ambang batas, biasanya jika
suatu jenis mikroba berada dalam suatu bahan dengan bahan tersebut
bisa dinyatakan tercemar. Contohnya : Escherichia coli. Contoh ujinya
ada 3 tahap yaitu:
a. Tahap pendugaan : masukan lactose broth dan 10 mL sampel
kedalam tab.reaksi dan masukan juga dalam tab.durham dalam
posisi terbalik, kedalam tab.reaksi lain masukan lactose broth dan 1
mL sampel kedalam tab.reaksi dan masukan juga dalam
tab.durham dalam posisi terbalik, kedalam tab.reaksi lain masukan
lactose broth dan 0,1 mL sampel kedalam tab.reaksi dan masukan
juga dalam tab.durham dalam posisi terbalik. Kemudian inkubasi
2x24 jam dan amati tabung yg positif

b. Tahap penetapan: masukan media EMB kedalam acawan steril,


tunggu hingga memadat kemudian inokulasikan dari tiap tabung yg
positif kedalam cawan, inkubasi 2x24 jam kemudian amati
c. Tahap kelengkapan : masukan lactose broth kedalam tab. Reaksi
dan tab. Durham, kemudian sterilisasi dan inokulasikan biakan dari
cawan ke dalam tab.reaksi, dan inkubasikan 2x24 jam, amati tab.
yang positif
Kemudian di tabung reaksi lain masukan media NA kemudian
inokulasikan biakan dari cawan pada tahap 2 ke media NA,
kemudian inkubasi 2x24 jam( 2 tab disuhu 30 oC dan 2 tab pd suhu
44oC), amati dibawah mikroskop.
2. Uji posfate yaitu uji yang bertujuan untuk mengecek apakah
pasteurisasi yang dilakukan disusu tsb berhasil atau tidak.
Prosedurnya untuk melakukan uji tsb yaitu :
Susu yg sudah dipasteurisasi ditambahkan+ campuran
disodium
Fenol posfat dan zat folin
Didiamkan dalam suhu ruang
Uji akan positif bila susu tdk berwarna biru
3. Lactobacillius sp.
Gram (+)

Gram (-)

Bacill
Spore forming
Lactobacillus sp (-) Lactobacillus sp (+)
Acid fast
Lactobacillus sp (-) Lactobacillus sp (+)
Uji katalase
Hasil (-) Hasil (+)
Lactobacillus sp
Aktivitas fermentasi glukosa
Asam gas

asam

Lactobacillus fermentii

7.

Quiz II

1. Staphylococcus aureus adalah mikroba patogen yang terdapat


biasanya pada kulit yang luka atau air susu yang terkontaminasi.
Gambarkan diagram alir identifikasi mikroba tsb berdasarkan bergeys
manual!juga sebutkan analisis yang dilakukan!serta Bagaimana cara
menghitung koloninya?
2. Sebutkan faktor-faktor penting dalam menganalisis mikrobiologi
makanan!jelaskan jawaban anda!
Jawaban :
1. Berdasarkan bergeys
Gram stain
Gram positif
Cocci

gram negatif

Bacil

Around inclusters and tetrads


Uji katalase
Hasil positif hasil negatif
Fermentase manitol
Hasil positif hasil negatif
Staphylococcus aureus
Berdasarkan bergeys uji yang dilakukan adalah: pertama yang
dilakukan

terlebih

dahulu

Pewarnaan.

Pewarnaan

haruslah

menghasilkan gram positif yang berbentuk bulat. Setelah dipastikan


bakteri gram positif dan berbentuk bulat, maka dilakukan

Uji

Katalase. Uji katalase ini haruslah menghasilkan hasil yang positif.


Setelah dilakukan Uji Fermentase manitol, dimana hasil positif dari
uji fermentase manitol ini adalah positif Staphylococcus aureus.
Berdasarkan uji cemaran : analisis yang dilakukan adalah hal yang
pertama dilakukan metode TPC. Dimana dibuat pengenceran 10-1, 102, 10-3, 10-4 dimana tiap ml sampel ditanam pada media PCA. Koloni
Staphylococcus aureus yang tumbuh menghasilkan mikroba yang
berwarna

keabu-abuan

hingga

kehitaman.

Kemudian

dilakukan

pewarnaan gram dimana Staphylococcus aureus terlihat berbentuk

bulat berwarna biru (karena gram positif ) yang bergerombol atau


sendiri. Setelah itu dilakuka uji katalase dimana bakteri dipindahkan
ke media dan ditambah koagulase plasma kelinci yang mengandung
EDTA, Staphylococus aureus akan menghasilkan positif pada uji ini
dimana akan terjadi gumpalan.
2. Faktor penting dalam menganalisis mikrobiologi makanan:
a. Kandungan yang ada didalamnya: seperti protein,

lemak,

karbohidrat
b. Kemungkinan jenis mikroba yang tumbuh: misal ragi, jamur, bakteri
bahkan bakteri penyebab keracunan yaitu Clostridium
c. Parameter dan Acuan yang digunakan:misalnya parameter yang
digunakan

adalah

SNI,

range

tumbuhnya

koloni

yang

diperbolehkan, dll. Dan juga misalnya acuan yang digunakan


adalah ICMSF atau bergeys manual.

8.

UAS (Ujian Akhir Semester)

1. Sebutkan dengan jelas perbedaan antara Esei Biologis dengan Uji


Cemaran Mikroba.
2. Gambarkan diagram alir untuk menguji adanya bakteri Salmonella
typhosa didalam air susu!Berdasarkan informasi yang diperoleh air
susu tersebut sudah dipasteurisasi

9.

UAS (Ujian Akhir Semester)

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan eksotoksin dan endotoksin!


2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan food-borne disease
3. Apa yang dimaksud dengan uji hidrolisis hipurat, terangkan dengan
jelas!
4. Jelaskan bahwa pada makanan (misal protein) tidak terbebas dari
pengaruh kehadiran mikroba. Uraikan jenis degradasi apa saja yang
mungkin terjadi. Sebutkan uji apa yang dapat dilakukan!
Jawaban:

1. Eksotoksin : Toksin bakteri yang akan keluar dari tubuh bakteri pada
saat hidup, bersifat termolabil, toksiistasnya menurun/hilang apabila
disimpan lama, tidak tahan pada suhu tinggi, larut dalam air
Endotoksin : toksin yang berada didalam sel bakteri, dan akan keluar
apabila m.o tsb sudah mati, toksisitasnya 600x lebih kuat dari alkaloid,
bersifat termostabil, tahan pada suhu tinggi, bahannya terbuat dari
protein, tdk larut dalam air, merangsang antibodi, tdk ada
masa/periode inkubasi.
2. Food borne disease yaitu penyakit yang disebabkan dari makanan.
Dalam makanan itu terkandung unsur-unsur kimia maupun biologis
yang dapat mengakibatkan penyakit apabila dikonsumsi oleh manusia
misalnya dalam makanan tersebut terkandung bakteri salmonella
typhosa dalam jumlah tertentu yang mengakibatkan seorang yang
mengkonsumsinya terjangkit penyakit tifus atau bisa juga karena
suatu unsur kimia dalam makanan seperti timbal dalam konsentrasi
tertentu dapat mempengaruhi kerja ginjal dalam tubuh. Hal ini
disebabkan karena pada saat pengolahan makanan tersebut tdk
mengikuti GCP.
3. Uji hidrolisis hipurat yaitu salah satu rangkaian uji untuk
mengidentifikasi bakteri Campylobacter dimana hasil ujinya akan
positif apabila terdapat bakteri tersebut. Media yang digunakan dalam
uji ini yaitu media selektif heart agar. Dalam ujinya digunakan pereaksi
hipurat. Hasil uji positif apabila terbentuk warna violet enzim hipurase
dari bakteri akan mendegradasi protein menjadi glysine dan asam
benzoat. Glisin dan ninhydrin akan merubah warna biru menjadi violet.
4. Pada
makanan
tidak
terbebas
dari
pengaruh
kehadiran
mikroorganisme karena pada makanan terkandung unsur-unsur yang
dibutuhkan oleh m.o untuk hidup dan berkembang biak. Seperti,
lemak, dan karbohidrat. Pada karbohidrat misalnya suatu m.o seperti
E.coli dapat menguraikan senyawa gula yaitu lactose menjadi gas H 2
dan CO2 juga asam-asam. Senyawa karbohidrat yg paling sederhana
yaitu glukosa. Dalam degradasi karbohidrat, karbohidrat dapat terurai
menjadi senyawa keton, aldehid atau alkohol bergantung pada
susunan rantai karbohidratnya. Produk samping penguraian senyawa
karbohidrat dapat berupa gas-gas seperti gas H 2 dan CO2. Contoh m.o
yg dpt merubah/mendegradasi karbohidrat yaitu E.coli, Lactobacillus
sp., Vibrio sp., Aeromonas, Erwinia, Citrobacter. Contoh ujinya yaitu uji
gula-gula yaitu uji fermentase lactose dan glucose fermentation.

10.

UAS (Ujian Akhir Semester)

1. Sebutkan dan jelaskan diagram alir cara menguji Shigella sp. Menurut
Bergeys Manual dan sebutkan analisis/uji yang dilakukan!dan
sebutkan urutan medianya!
2. Apa yang dimaksud uji fosfatase?jelaskan!
3. Sebutkan karakteristik dan persiapan sampel yang harus dipersiapkan
sebelum dianaliisis!(Berikan hanya 5 contoh saja!)
Jawaban:
1.) Uji yg dilakukan adalah uji oksidase, uji fermentase lactose, uji indole,
uji urease, dekarboksilase.
Urutan media : media umum (pewarnaan gram, oksidase test), media
pengaya(fermentase lactose, indole), media selektif (urease,
dekarboksilase)
2.) Uji fosfatase adalah uji yang dilakukan pada susu yang telah
dipasteurisasi dimana uji ini digunakan untuk mengetahui apakah
pasteurisasi yang dilakukan pada susu telah sempurna/berhasil atau
tidak. Dilakukan uji fosfatase karena pada susu terdapat 4 enzim yaitu
enzim lipase, enzim katalase,enzim peroksidase, dan enzim posfatase.
Enzim lipase dan katalase merupakan enzim yang bisa rusak apabila
pada suhu 30oC sedangkan enzim posfatase dan peroksidase bisa
rusak pada suhu 65oC-75oC, dimana suhu ini adalah suhu pada saat
pasteurisasi. Ketika pasteurisasi seharusnya semua enzim posfatase
dan enzim peroksidase rusak sehingga seharusnya tidak adalagi enzim
posfatase dalam susu. Apabila enzim posfatase ini masih ada dalam
susu artinya pasteurisasi belum sempurna. Maka untuk mengeceknya
dapat dilakukan uji posfatase, caranya susu yang telah dipasteurisasi
ditambahkan disodium fenol posfat dan zat folin kemudian
diinkubasikan selama 24-48 jam, apabila terbentuk warna biru artinya
posfatase masih ada dalam susu sehingga proses pasteurisasi belum
sempurna, tetapi jika tdk terbentuk warna biru artinya susu telah
sempurna mengalami pasteurisasi dan tidak ada enzim posfatase
didalamnya.
3) a. Sampel harus representatif
b. Sampel yang beku/mudah rusak dianalisis paling lama 36 jam.
c. Sampel beku sebelum dianalisis dilelehkan terlebih dahulu sebelum
diuji dengan menyimpannya pada lemari pada suhu 45 oC selama 15
menit.
d. Sampel beku yang mudah leleh tdk perlu dilelehkan terlebih dahulu
tetapi langsung dianalisis
e. Apabila sampel telah diterima harus segera dianalisis
f. Sampel yang telah digunakan untuk beberapa pengujian harus
dicuplikan terlebih dahulu

g. Sampel dalam twadah/kemasan plastik dapat disimpan pada suhu


kamar
h. Harus menjamin sampel tidak mengalami perubahan dan sebisa
mungkin sampel tidak boleh terkontaminasi bahan atau mikroba lain