Anda di halaman 1dari 2

Nama : Octavira Aulia N

Nim

: 1504332

Kelas

: Fis-2c
Mengapa Lempeng Tektonik atau Gunung Es Dapat Mengapung ?

Pada prinsip Archimedes disebutkan bahwa Sebuah benda yang tenggelam


seluruhnya atau sebagian dalam suatu fluida diangkat ke atas oleh sebuah gaya
yang sama dengan berat fluida yang dipindahkan gaya yang diberikan oleh fluida
pada benda yang tenggelam didalamnya dinamakan gaya apung.
Umumnya volume benda menjadi kecil (mengkerut) jika suhunya menjadi
rendah, maka akan berlaku hukum archimedes untuk benda mengkerut ini bila
terdapat dalam fluida lain yaitu benda ini akan tenggelam di dalam fluida karena
kerapatan fluida membesar.
Namun hal ini tidak terjadi pada air yang membeku dan terdapat dalam fluida
air, air yang membeku bisa mengapung. Sekilas hal ini bertentangan dengan
hukum archimedes, namun sebenarnya tidak. Hal ini bisa terjadi karena air
mempunyai volume yang minimum pada suhu 4C, lebih rendah 4C volumenya
agak membesar lagi. Pada proses pembekuan, volume es bertambah menjadi 1/11
kali lebih besar dari volume air semula. Karena itulah es mempunyai densitas
yang lebih rendah dari pada air, dan mengapung di permukaan air.
Jelas bahwa hal ini sesuai dengan prinsip archimedes bahwa sebuah benda
akan mengapung dalam fluida jika kerapatan benda tersebut lebih kecil dari
kerapatan fluida. Jika kerapatan benda lebih kecil dari kerapatan fluida, gaya
apung akan lebih besar dari berat benda, dan benda akan dipercepat ke atas ke
permukaan fluida kecuali ditahan. Di atas benda akan mengapung dengan
sebagian dari volumenya tenggelam sehingga berat fluida yang dipindahkannya
sama dengan berat benda.
Kaitan hukum archimedes dengan lempeng tektonik yaitu ketika ada dua

lempeng yang bertemu dan cairan magma naik ke atas permukaan. Hal ini bisa
terjadi karena ketika dua lempeng saling menumbuk temperature bertambah
karena gesekan antara kedua lempeng. Daerah dimana lempeng subduksi
berhubungan dengan astenosfer, menjadi cair dan magma terbentuk. Densitas
magma lebih rendah dari pada batuan sekitarnya, sehingga magma yang terbentuk
sepanjang zona subduksi ini naik ke atas, muncul ke permukaan, menjadi beku,
dan menjadi batuan baru.

Fenomena tersebut jelas sesuai prinsip archimedes karena suatu fluida akan
bergerak ke atas atau mengapung dalam fluida/benda lain jika kerapatan fluida
tersebut lebih kecil dari kerapatan fluida/benda lain disekitarnya