Anda di halaman 1dari 5

R/

Vitamin C
Kaffein

250 mg
50 mg

Sukrosa

q.s

PVP

10%

Asam Stearat

1,5%

Aerosil

1%

Saccharin

0,5 %

Erythrosin

q.s

Zat Aktif

: Vitamin C dan Kaffein

Jumlah Tablet

: 300 Tablet

Dosis

: Dalam 1 Tablet mengandung 250 Vitamin C dan 50 mg


kaffein

1. PREFORMULASI
A. Vitamin C
Nama Zat Aktif: Acidum Ascorbicum
Struktur
:

Pemerian

: Hablur atau serbuk putih adak kuning. Oleh pengaruh


cahaya lambat laun menjadi gelap. Dalam keadaan kering
stabil di udara, dalam larutan cepat teroksidasi. Melebur
pada suhu lebih kurang 190oC.

Kelarutan

: Mudah Larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol;


tidak larut dalam kloroform. Dalam eter dan dalam
benzena.

Titik Leleh

: Melebur pada suhu lebih kurang 190oC.

pH

: 4-5

Sediaan Yang ada dipasaran

: Naturade Gold (Vitamin C 60 mg, kafein


50 mg )

Dosis yang ditentukan

Penggunaan terapi

Asam askorbat juga digunakan sebagai terapi anti kanker pada


jenis-jenis tertentu oleh karena sifatnya yang menekan sitokina IL-18 dan
enzim hialuronidase pada degradasi asam hialuronat guna mencegah
metastasis, stimulasi kolagen untuk mengisolasi sel tumor in vivo, mencegah
efek onkogenik virus dan karsinogen. Asam askorbat diketahui bersifat
toksik terhadap beberapa jenis sel kanker, namun tidak bersifat demikian
terhadap sel normal tubuh (Wahyu, 2011). Penggunaan utama asam askorbat
saat ini adalah sebagai zat pemberi cita rasa dan pengawet makanan dan
minuman, terutama minuman ringan.

2. Kafein
Nama Zat Aktif : Coffeinum
Struktur
:

Pemerian

:
jarum
menggumpal;

Serbuk putih atau bentuk


mengkilat

putih;

biasanya

tidak berbau; rasa pahit. Larutan

bersifat netral terhadap kertas lakmus. Bentui hidratnya


Kelarutan

mekar diudara.
: agak sukar larut dalam air, dalam etanol; mudah larut

dalam kloroform; sukar larut dalam eter. 238oC


Titik Leleh
: Melebur pada suhu lebih kurang 238oC
pH
: 6,9
Sediaan Yang ada dipasaran
: Naturade Gold (Vitamin C 60 mg, kafein
50 mg )
Dosis yang ditentukan

Penggunaan terapi

Terapi kafein pada kardiovaskuler, Kafein mempunyai efek relaksasi otot


polos, terutama otot polos bronchus, merangsang susunan saraf pusat, otot
jantung, dan meningkatkan dieresis.
B. Informasi Aspek Farmakologi, Mekanisme dan Efek samping
a. Vitamin C
Informasi Aspek Farmakologi :
Sebagai antioksidan dan berfungsi penting dalam pembentukan
kolagen, membantu penyerapan zat besi, serta membantu memelihara pembuluh
kapiler, tulang, dan gigi.
Mekanisme kerja :
Efek samping

b. Kafein
Informasi Aspek Farmakologi :
Kafein adalah stimulan dari sistem saraf pusat dan metabolisme,
digunakan secara baik untuk pengobatan dalam mengurangi keletihan fisik dan
juga dapat meningkatkan tingkat kewaspadaan sehingga rasa ngantuk dapat

ditekan. Kafein juga merangsang sistem saraf pusat dengan cara menaikkan
tingkat kewaspadaan, sehingga fikiran lebih jelas dan terfokus dan koordinasi
badan menjadi lebih baik.
Dalam dunia kedokteran , caffein sering digunakan sebagai perangsang
kerja jantung dan meningkatkan produksi urin. Dalam dosis yang rendah kaffein
dapat berfunsi sebagai bahan pembangkit stamina dan penghilang rasa
sakit.Mekanisme kerja kaffein adalah menyaingi fungsi adenosin (salah satu
senyawa yang dalam sel otak bisa membuat orang cepat tidur). Caffein akan
membalikkan semua kerja adenosin sehingga membuat tubuh tidak mengantuk.
Tetapi yang muncul adalah perasaan segar. Sehingga berbagai jenis minuman
pembangkit stamina umumnya mengandung caffein sebagai bahan utamanya.
Dampak lain yang ditimbulkan dalam pengkonsumsian kaffein secara
berlebihan adalah menyebabkan insomnia , mudah gugup, merasa tegang, cepat
marah dan tidak dianjurkan pada wanita hamil yang dapat menyebabkan
keguguran. Selain itu caffein juga memiliki efek dopin atau ketergantungan.
Kecanduan ini dapat terjadi jika telah mengkonsumsi lebih dari 600mg caffein
atau setara dengan 5-6cangkir kopi perhari selama 8-15 hari berturut-turut. Dosis
yang berakibat fatal adalah sekitar 10gram caffein atau 20-50 cangkir perhari.
Dosis yang sedang dan diangggap tidak menyebabkan efek negatif adalah 300mg.
Mekanisme kerja

Mekanisme Kerja :
Mekanisme kerja kaffein adalah menyaingi fungsi adenosin (salah satu
senyawa yang dalam sel otak bisa membuat orang cepat tidur). Caffein akan
membalikkan semua kerja adenosin sehingga membuat tubuh tidak mengantuk.
Tetapi yang muncul adalah perasaan segar. Sehingga berbagai jenis minuman
pembangkit stamina umumnya mengandung caffein sebagai bahan utamanya.
c. Efek samping

Memicu Sakit Kepala, Menimbulkan Perasaan Was Was dan Cemas,


Menyebabkan

Overdosis

Kafein,

Mengakibatkan

Masalah

Pencernaan,

Menyebabkan Haus Berlebihan, Meningkatkan Tekanan Darah, Menyebabkan


Osteoporosis, Pada Wanita Hamil, Kafein Bisa Membuat Detak Jantung Bayi
Lebih Cepat, Meningkatkan Resiko Keguguran, Menyebabkan Sulit Hamil,
Meningkatkan

Resiko

Encok,

Menyebabkan Gejala Vasomoto.


3. Zat Tambahan

Menyebabkan

Sering

Buang Air

Kecil,

Anda mungkin juga menyukai