Anda di halaman 1dari 3

NILAI PENTING

A. Tujuan
Untuk menentukan nilai penting spesies penyusun komunitas tumbuhan herba
menggunakan tehnik plot.
B. Tinjauan pustaka
Dulunya sebelum tahun 2006, Taman wisata Tinjomoyo lebih dikenal oleh
masyarakat sebagai kebun binatang yang mana didalamnya terdapat beraneka ragam
jenis binatang yang hidup di tengah hutan wisata. Diakibatkan adanya banjir besar kali
Garang yang memutuskan jembatan besar yang menjadi penghubung pintu masuk
dengan kawasan hutan membuat akses pariwisata menjadi kurang memadai. Kontur
tanah sekitarnya pun menjadi labil dan rawan longsor. Atas pertimbangan itu lah pada
akhirnya Pemkot Semarang memindahkan kebun binatang ke kawasan baru di daerah
Mangkang.
Kawasan taman wisata Tinjomoyo yang merupakan perpaduan bukit, sungai dan
hutan yang didominasi vegetasi jati dan pinus memang sangatlah tepat untuk dijadikan
hutan wisata alam. Kawasan Hutan wisata Tinjomoyo ini terletak di bagian selatan Kota
Semarang kurang lebih 7 KM dari Tugumuda, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Lebih
tepatnya didepan kampus Unika Soegijapranata Semarang.
Indeks Nilai Penting (INP) adalah penjumlahan nilai relatif (RDi), frekuensi relatif
(RFi) dan penutupan relatif (RCi) dari pohon (Bengen, 2000).
Fungsi kawasan hutan wisata

tinjomoyo sangat ditentukan oleh vegetasi yang

menutupi kawasan tersebut. Struktur vegetasi didefinisikan sebagai organisasi tumbuhan


dalam ruang yang membentuk tegakan dan secara lebih luas membentuk tipe vegetasi.
Frekuensi suatu jenis menunjukkan penyebaran suatu jenis dalam suatu arean, semakin
merata penyebaran jenis tertentu, nilai frekuensinya semakin besar, sedangkan jenis yang
nilai frekuensinya kecil, penyebarannya semakin tidak merata pada suatu areal.
Kerapatan dari suatu jenis merupakan nilai yang menunjukkan penguasaan suatu jenis
terhadap jenis lain pada suatu komunitas. Makin besar nilai dominansi suatu jenis, makin
besar pengaruh penguasaan jenis tersebut terhadap jenis lain. INP suatu jenis merupakan
nilai yang menggambarkan peranan keberadaan suatu jenis dalam komunitas. Makin

besar INP suatu jenis makin besar pula peranan jenis tersebut dalam komunitas. INP
yang

merata

pada

banyak

jenis

juga sebagai

indikator

semakin

tingginya

keanekaragaman hayati pada suatu ekosistem. Analisis vegetasi pada kawasan hutan
ditujukan untuk mengetahui struktur vegetasi suatu kawasan, komposisi jenis, dan pola
distribusi (Greig-Smith, 1983; Kusmana, 1997).
C. Metode Penelitian
a. Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilakukan dihutan wisata tinjomoyo kawasan zona C.
b. Alat dan Bahan
Alat :
1. Tali rafia 1 x 1 meter
2. Tongkat (pasak)
3. Plastik
4. Label
5. Alat tulis(pensil, bolpoin, kertas)
Bahan
1. Tanaman herba yang ada di zona C kawasan hutan wisata tinjomoyo.
c. Cara kerja
1. Menyiapkan tali rafia sepanjang 1 x 1 meter.
2. Meletakkan pada tempat yang akan diplot berbentuk segi empat dengan bantuan
pasak.
3. Hitung banyaknya tanaman herba tanaman yang muncul pada plot tersebut
4. Hitung prosentase setiap tanaman herba yang terdapat pada plot tersebut.
5. mencatat hasilnya kemudian mengolah data dan menentukan nilai penting dari
tanaman herba tersebut.
d. Analisis data
Parameter vegetasi dan perhitungannya
Kerapatan spesies (D)

Jumlah individu spesies A


Ukuran plot sampel

Kerapatan relatif (DR)

Kerapatan spesies A
Kerapatan spesies total

Frekuensi spesies (F)

Jumlah plot spesies A ditemukan


Jumlah total plot

Frekuensi relatif (FR)

Dominansi spesies (Do) =

Frekuensi spesies A
Frekuensi total spesies
Luas bidang dasar spesies A
Ukuran plot
Proyeksi luas tajuk
Luas plot

(untuk

(untuk pohon)

semai

bawah)
Dominansi relatif (DoR) =
Indeks nilai penting

Dominansi spesies A
Dominansi total spesies

x 100 %

= DR + FR + DoR
= DR + FR (untuk tumbuhan bawah)

D. Hasil pengamatan

dan

tumbuhan