Anda di halaman 1dari 12

1

ANALISA JURNAL KEPERAWATAN JIWA

TERAPI KELOMPOK SUPORTIF ASERTIF MENURUNKAN NILAI


PERILAKU KEKERASAN PASIEN SKIZOFRENIA
BERDASARKAN MODEL KEPERAWATAN
INTERAKSI KING
Di susun guna memenuhi tugas stase manajemen
Pendidikan Profesi Ners

Disusun Oleh :
Kelompok B4 Aanvullen
Addina Nur Hidayati

201420206001

Eka Kurnia Putra Jaelani 201420206014


Endah Nugrahandini

201420206016

Titis Utami

201420206044

PENDIDIKAN PROFESI NERS


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS AISYIYAH
YOGYAKARTA

2016

TERAPI KELOMPOK SUPORTIF ASERTIF MENURUNKAN NILAI


PERILAKU KEKERASAN PASIEN SKIZOFRENIA
BERDASARKAN MODEL KEPERAWATAN
INTERAKSI KING

Fenomena Pengambilan Judul


Perilaku kekerasan adalah perilaku yang bisa membahayakan baik pada diri
sendiri, orang lain maupun lingkungan. Tindakan keperawatan pada pasien
dengan perilaku kekerasan lebih berfokus pada pengendalian perilaku kekerasan
secara eksternal yaitu pengikatan fisik (restrain) dan pembatasan gerak ( isolasi)
serta tindakan kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat antipsikotik
sehingga seringkali setelah intervensi pasien melakukan

perilaku kekerasan

ulang ketika berkumpul dengan lingkungan semula.


Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang paling banyak ditemukan
dimana pasien mengalami perubahan kognitif, emosi, persepsi dan aspek lain dari
perilaku (Kaplan dan Saddock, 2005).
Menurut hasil penelitian yang dilakukan Buckley (2007), menunjukan bahwa
terapi suportif dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan perilaku klien
skizofrenia terutama klien dengan perilaku kekerasan. Kemampuan kognitif klien
meningkat secara bermakna sebesar 95% dan perilaku sebesar 98% setelah
diberikan terapi suportif. Penelitian tersebut berfokus pada kemampuan klien
dengan perilaku kekerasan untuk berfikir dan berperilaku positif setelah diberikan
terapi kelompok suportif. Salah satu terapi yang baik untuk pasien dengan
gangguan perilaku kekerasan adalah latihan terapi aktivitas kelompok asertif.
Pelaksanaan asertif dapat terlihat melalui bahasa tubuh, mendengar dan
percakapan (Ermawati, dkk, 2009).
Terapi aktivitas kelompok merupakan salah satu terapi modalitas yang
dilakukan perawat kepada sekelompok klien yang mempunyai masalah
keperawatan yang sama. Aktivitas digunakan sebagai terapi, dan kelompok
digunakan sebagai target asuhan. Di dalam kelompok terjadi dinamika interaksi
yang saling bergantung, saling membutuhkan, dan menjadi laboratorium tempat
klien berlatih perilaku baru yang adaptif untuk memperbaiki perilaku lama yang

maladaptif (keliat, 2005, hal 1).


Ruang Gatotkaca RSJ Grhasia Yogyakarta adalah salah satu ruang pemulihan
pasien dengan gangguan jiwa dimana kasus perilaku kekerasan yang timbul pada
pasien tidak tampak menonjol karena pasien sudah termasuk dalam kondisi stabil
terkontrol. Hal ini memungkinkan untuk dilakukan Terapi Kelompok secara
komprehensif.
2

Resume Penelitian
a. Nama Peneliti : Khamida
b. Waktu dan tempat penelitian :
Tempat penelitian di RS Jiwa Menur Surabaya, waktu tidak disebutkan
c. Tujuan penelitian:
Menganalisa pengaruh terapi kelompok suportif asertif terhadap perilaku
kekerasan pada pasien skizofrenia berdasarkan model keperawatan interaksi
King.
d. Design Penelitian :
Desain penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan pre-post test
control group design. Variabel bebas adalah Terapi kelompok suportif asertif
dengan menggunakan instrumen modul atau pedoman pelaksanaan terapi
kelompok suportif asertif yang dimodifikasi. Dan variabel terikatnya perilaku
kekerasan menggunakan instrumen observasi dengan skala pengukuran
perilaku kekerasan dari Keliat (2003) yang merupakan hasil adopsi dari
Morison (1994) yang sudah melalui uji validitas pearson product moment dan
uji reliabilitas dengan Alfa Cronbach.

Populasi penelitian adalah pasien

dengan masalah perilaku kekerasan di ruang rawat inap RS Jiwa menur


Surabaya. Sampel 20 responden diambil secara simple random. Pengolahan
data menggunakan uji statistik Paired t Test, Wilcoxon Signed Ranks Test dan
Mann Whitney.
3

Strategi PICO
a. Person
Populasi penelitian ini adalah pasien dengan masalah perilaku kekerasan di
rawat inap Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Kriteria sampel : Usia 25 55
tahun, pasien sudah mendapatkan terapi generalis minimal Sp 1 ( membina
hubungan saling percaya, identifikasi penyebab perasaan marah, tanda dan
gejala yang dirasakan, perilaku kekerasan yang dilakukan, akibatnya serta
cara mengontrol secara fisik 1 ), tidak ada penyakit fisik berat yang

menyertai, pasien dapat berkomunikasi verbal , dan pasien dapat menulis dan
membaca.
Besar sampel ditentukan dengan rumus hypothesis testing for two population
means (two side test) dari sample size determination in health studies WHO
soft-ware. hasil penelitian sebelumnya tentang Pengaruh Assertiveness
Training (AT) terhadap Perilaku Kekerasan pada Klien Skizofrenia di RSUD
Banyumas (Wahyuningsih,D 2009) diperoleh nilai = 4.14, 1= 8.83, 2=
15.11. Jika dalam penelitian ini menggunakan = 5% dan =10%, maka
setelah dimasukkan soft ware diperoleh besar sampel 10. Dengan demikian,
besar sampel dalam penelitian ini adalah 10 orang untuk setiap kelompok.
Seleksi pasien yang akan dijadikan responden dilakukan oleh tim observer di
ruang Wijaya Kusuma, jika memenuhi kriteria sampel maka dijadikan
responden, selanjutnya dilakukan pre test selama 3 hari (3 x 24 jam atau 3
shift perhari), jika responden belum 3 hari sudah dipindah ke ruang Gelatik
atau Kenari maka pre test dilanjutkan oleh tim observer di ruang Gelatik atau
Kenari, akan tetapi jika responden dipindah diruang selain Gelatik atau
Kenari, maka responden tersebut di droup out atau dikeluarkan dari sampel.
(4) Responden yang telah ditentukan berdasarkan kriteria sampel dibagi
menjadi 2 kelompok yaitu sebagai kelompok perlakuan dan kelompok
kontrol, dengan cara; responden yang dipindah diruang Gelatik dijadikan
kelompok perlakuan dan responden yang dipindah di ruang Kenari dijadikan
kelompok Kontrol.
b. Intervention
Intervensi dilaksanakan selama 2 minggu, yaitu: tiga hari pertama
dilaksanakan Pre test (3 shift perhari) oleh tim observer, hari ke empat sampai
ke sembilan dilaksanakan Terapi kelompok suportif asertif selama 4 sesi
untuk kelompok perlakuan, dengan rincian: hari ke empat dilaksanakan sesi
pertama (melatih pasien cara-cara mengatasi perilaku kekerasan. Hari ke lima
dilaksanakan sesi kedua (melatih berperilaku asertif). Hari ke tujuh
dilaksanakan sesi ketiga (melatih pasien menggunakan sistem dukungan
kelompok (support system) dalam mengendalikan perilaku kekerasan). Hari
ke sembilan dilaksanakan sesi keempat ( evaluasi). Dan kedua kelompok pada
hari ke 10 sampai dengan 12 dilakukan post test ( 3 x 24 jam) oleh tim
observer yang jaga pada setiap shift (shift pagi, sore dan malam).

c. Comparison :
Kelompok kontrol tidak diberi terapi kelompok suportif asertif, hanya diberi
tindakan medis dan perawatan rutin harian sesuai protap rumah sakit (terapi
generalis).
d. Outcome :
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan terapi kelompok
suportif asertif kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol mengalami
perilaku kekerasan yang tidak terkendali dengan rerata nilai perilaku
kekerasan kelompok perlakuan adalah 96,1 dan kelompok kontrol 75,1. Dan
setelah diberikan terapi kelompok suportif asertif baik pada kelompok
perlakuan maupun kelompok kontrol mengalami penurunan nilai perilaku
kekerasan, namun pada kelompok perlakuan penurunan nilai perilaku
kekerasan lebih besar dari pada kelompok kontrol, pada kelompok perlakuan
rerata penurunan nilai sebesar 37,7, sedangkan kelompok kontrol sebesar
20,2. Hasil uji didapatkan pada kelompok perlakuan ada perbedaan nilai
perilaku kekerasan sebelum dan sesudah diberikan terapi kelompok suportif
asertif (p= 0,005), dan pada kelompok kontrol ada perbedaan antara nilai
perilaku kekerasan sebelum dan sesudah diberikan terapi (p=0,000), serta ada
pengaruh pemberian terapi kelompok suportif asertif terhadap perilaku
kekerasan (p= 0,045).
4

Implikasi Keperawatan
Terapi kelompok suportif asertif yang diberikan pada pasien dalam penelitian ini
menggunakan pendekatan model keperawatan Interaksi King, yaitu dengan
menggunakan dua sistem yang saling berinteraksi yaitu sistem personal (individu)
dan sistem interpersonal (kelompok). Hal ini sesuai dengan teori model
keperawatan King yang diungkapkan oleh Tomey & Alligood (2006) yang
menyatakan bahwa didalam sistem interaksi yang dinamis terdiri dari tiga sistem
yang saling berinteraksi, yaitu sistem personal (individu), sistem interpersonal
(kelompok) dan sistem sosial. Dalam pelaksanaan terapi kelompok suportif
asertif, sistem personal (individu) digunakan terutama pada sesi pertama dan
kedua. Sesi pertama diberikan untuk melatih cara-cara mengendalikan perilaku
kekerasan dan sesi kedua melatih bersikap asertif, dimana setelah diberikan sesi
pertama dan kedua itu pasien mempunyai persepsi dan gambaran diri yang positif
sehingga dapat berperilaku asertif dalam menghadapi stressor. Untuk sistem

interpersonal (kelompok) pada sesi ke tiga dan empat, yaitu mengajak pasien
secara bersama-sama dengan kelompoknya untuk saling memberikan dukungan
dalam berperilaku asertif sehingga pasien dapat lebih adaptif dalam menghadapi
stressor. Sedangkan pada system sosial tidak banyak diterapkan pada penelitian
ini, karena responden masih dirumah sakit dan belum bias melibatkan keluarga
5

pasien.
Simpulan dan Saran
Simpulan
Pasien dengan perilaku kekerasan pada kelompok perlakuan dan kelompok
kontrol mengalami perilaku kekerasan yang tidak terkendali sebelum diberikan
terapi kelompok suportif asertif dan kelompok perlakuan mengalami penurunan
nilai perilaku kekerasan lebih besar dari pada kelompok kontrol setelah diberikan
terapi kelompok suportif asertif. Terapi kelompok suportif asertif berdasarkan
model keperawatan Interaksi King dapat menurunkan perilaku kekerasan pasien
dengan cara mengoptimalkan system personal dan secara interpersonal saling
memberikan dukungan dalam kelompok.
Saran
Diharapkan adanya pemberian terapi aktivitas kelompok suportif asertif sebagai
upaya untuk membantu klien mengendalikan perilaku kekerasan. Dan perlu
penelitian tentang terapi kelompok suportif asertif dengan melibatkan keluarga,
sebagai persiapan perawatan pasien setelah keluar dari rumah sakit (di rumah).
Serta penelitian kualitatif untuk melengkapai informasi tentang sejauh mana
terapi kelompok supotif asertif berpengaruh menurunkan perilaku kekerasan,

Critical Appraisal
a Judul
Judul berjumlah 15 kata, terdapat objek penelitian, tidak terdapat alamat
peneliti, tidak terdapat tahun.
Analisa
Judul sesuai dengan buku Sugiyono 2006 yang menyebutkan bahwa judul
penelitian maksimal 20 kata. Judul sudah menggambarkan variabel
penelitian. terdapat variabel terikat yaitu perilaku kekerasan serta variabel
bebas yaitu terapi kelompok suportif asertif. Dalam judul belum
mencantumkan tempat dan tahun penelitian sehingga akan mengurangi
validitas informasi yang akan didapatkan.

Abstrak
Introduction: Violent behavior can endanger ourselves, others and
environment. One of the more optimal treatments which is highly needed is
the assertive supportive group therapy by using the approach of Kings
model of nursing interaction, in which the patient together with his group is
asked to give support to do the assertive behavior to each other. The study
was purposed to analyze the effects of assertive supportive group therapy
on violent behavior done by the Schizophrenic patients based on the Kings
interaction nursing model. Method: The design of this study was the prepost test control group. The population involved the patients with violent
behavior hospitalized in the in-patient ward of RSJ Menur Surabaya. The
samples of 20 respondents were taken by using simple random sampling
technique. The independent variable was the assertive supportive group
therapy, whereas the dependent one was violent behavior. Furthermore, the
data were collected by filling out the observation sheet. The data were
processed by using Paired T-test, Wilcoxons Signed Rank Test, and MannWhitneys statistic test. Result: The result of study showed that before
receiving this therapy, the average value of violent behavior in the
treatment group was 96.1, whereas the average value found in the control
group was 75.1. After receiving the assertive supportive group therapy, the
average value of violent behavior in the treatment group was 58.4, whereas
the average value found in the control group was 54.8. Moreover, the result
of statistic test in the treatment group showed that the value difference of
violent behavior before and after the treatment was p = 0.005, whereas the
value difference found in the control group was p = 0.000, and the effects of
the assertive supportive group therapy on violent behavior was p = 0.045.
Discussion: The assertive supportive group therapy with Kings model of
nursing interaction could decrease the patients violent behavior by
optimizing the personal system and interpersonally giving support to one
another within the group. Therefore, the qualitative study is needed to
complete the information about how the assertive supportive group therapy
brings some effects to decrease violent behavior.
Hasil temuan
Abstrak berjumlah 346 kata, latar belakang yang menjelaskan mengapa
penelitian ini penting untuk diteliti sudah dicantumkan dalam abstrak.
Tujuan penelitian sudah dijelaskan, Metode penelitian sudah dijelaskan
dengan desain eksperimen dengan pre-post test control group.
Populasi penelitian adalah pasien dengan masalah perilaku kekerasan di ruang
rawat inap RS Jiwa Menur Surabaya. Besar sampel 20 responden diambil
secara simple random . Di abstrak sudah dicantumkan hasil , saran dan

simpulan penelitian.
Analisa:
Abstrak dalam jurnal sesuai dengan kaidah penulisan. Terdiri dari materi

riset, tujuan riset, metode statistik, desain penelitian, populasi dan sampel
hasil penelitian dan kesimpulan. Abstrak dalam jurnal sudah menerangkan
dengan jelas content dan bahwa abstrak sebaiknya harus memberikan
informasi yang utuh sesuai dan bersifat informatif yang meliputi materi,
tujuan, metode, populasi, hasil dan kesimpulan sehingga pembaca mudah
mendapatkan informasi yang cukup tentang isi naskah sebelum membaca
keseluruhan isi naskah.
c Pendahuluan
Hasil temuan
1 Serious of the problem
Masalah keperawatan perilaku kekerasan sebesar 40%, yang merupakan
masalah keperawatan terbesar kedua setelah halusinasi dan pasien
melakukan perilaku kekerasan ulang ketika sudah berkumpul kembali
dengan teman-temannya, tiga pasien perilaku kekerasan yang sudah
dilakukan perawatan atau penanganan maka dua diantaranya akan terjadi
2
3

perilaku kekerasan ulang


Political Concen
Tidak tercantum
Magnitude of the problem
Perilaku kekerasan yang terjadi pada pasien perlu penanganan secara
tepat, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, karena pasien
dengan perilaku kekerasan dapat membahayakan diri pasien itu sendiri,
orang lain, maupun lingkungan sekitar, misalnya bunuh diri atau
membunuh orang lain.

4
5

Menegeabelity
Tidak dicantumkan
Comunity concern
Tidak dicantumkan
Gap of knowledge
Tindakan keperawatan pada pasien dengan perilaku kekerasan lebih
berfokus pada pengendalian perilaku kekerasan secara eksternal, yaitu
pengikatan fisik (restrain) dan pembatasan gerak (isolasi) serta tindakan
kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat antipsikotik.

d Tujuan Penelitian

Membuktikan pengaruh terapi kelompok suportif asertif terhadap perilaku


kekerasan pasien skizofrenia berdasarkan model keperawatan interaksi
King.
Analisa
Menurut

Notoatmodjo (2010) bahwa tujuan penelitian adalah suatu

indikasi kearah mana atau data (informasi) apa yang akan dicari melalui
penelitian itu. Tujuan penelititian dirumuskan dalam bentuk pernyataan
yang konkret, dapat diamati (observabel) dan dapat diukur (measurable).
Dalam penelitian ini penulis tidak menjabarkan kedalam tujuan khusus
yang lebih spesifik lagi.
e

Metode Penelitian
Hasil temuan
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pre-post testgroup
control. Populasi dalam penelitian sudah dijelaskan, cara pengambilan
sample menggunakan simple random sampling dalam penelitian ini
berjumlah 20 responden di RSJ Menur Surabaya tidak dijelaskan mengenai
kriteria inklusi dan eksklusi. Cara analisa dengan uji statistik Paired t Test,
Wilcoxon Signed Ranks Test dan Mann Whitney.
Analisa
Populasi sudah dijelaskan. Metode penelitian yang digunakan peneliti sudah
sesuai.
Kekurangannya yaitu :
Tidak dijelaskan mengenai kreteria inklusi dan eksklusi sehingga pembaca
tidak mengetahui apakah sudah tepat penentuan respondennya. Namun
dilihat dari karakteristik responden bisa menjadi gambaran responden yang
terlibat. Jugabelum dicantumkan inform consent dan ethical approval dari
komite etik berkaitan dengan hak pasien.

Hasil dan Pembahasan


Hasil temuan
Hasil dalam penelitian dijelaskan dalam bentuk 4 tabel.

10

Analisa
Dalam penelitian dijelaskan dalam bentuk tabel, terdapat 3 tabel
yang tidak diberi penjelasan dari hasil dalam tabel tersebut sehingga
pembaca tidak mudah memahami tabel.Penulisan tabel belum tepat karena
banyak menggunakan garis horisontal. Pembahasan sudah menjelaskan
setiap hasil yang didapatkan dan dibandingkan dengan penelitian lain juga
teori yang mendukung.. Dalam penelitian sudah dicantumkan kesimpulan
hasil penelitian, hasil penelitian sesuai dengan tujuan penelitian.
g

Review riset sebelumnya


a

Hasil temuan
Dalam penelitian ditemukan penelitian sebelumnya. Peneliti sudah
membandingkan dengan penelitian yang hampir serupa dengan tema
penelitiannya.
Analisa
Dalam jurnal perlu dicantumkan review penelitian sebelumnya,

hal

itu bertujuan untuk memperkuat isi permasalahan riset yang diangkat.


h Daftar Pustaka
a

Hasil temuan:
Penelitian menggunakan 33 referensi, dengan 19 dari buku, 5 penelitian
dan 3 jurnal dan 5 internet. Referensi yang digunakan merupakan sumber
<10 tahun yaitu dari tahun 2003- 2013.

b Analisa:
Dalam jurnal sudah dicantumkan dan diuraikan tinjauan literatur yang
terkait dengan masalah, tetapi masih ada yang dicantumkan di daftar
pustaka tetapi tidak didapatkan di dalam isi jurnal ini dan sudah
menguraikan hasil-hasil penelitian yang mendukung untuk memperkuat
pentingnya masalah tersebut diteliti.
Penulisan daftar pustaka sudah sesuai dengan Hidayat, 2007 yaitu
1

Penulisan disusun sudah sesuai abjad.

Urutan penulisan yaitu nama (tanpa gelar), tahun terbit, judul buku,
kota terbit dan nama penerbit.

11

Jika dirujuk dari internet, urutannya nama pengarang, judul, alamat


situs keterangan, tanggal tetapi tidak mencantumkan pukul berapa di
unduh.

Kesimpulan Jurnal
Jurnal ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yaitu :
Kelebihan :
1) Penjelasan mengenai desain dan intervensi penelitian sudah lengkap.
2) Instrumen yang digunakan juga sudah jelas disebutkan.
3) Penelitian ini sangat aplikatif dan bisa digunakan sebagai acuan.
Kekurangan :
1) Peneliti tidak mencantumkan

tempat dan tahun penelitian dalam judul

penelitian yang mana hal ini sangat penting untuk validasi.


2) Waktu penelitian juga tidak diterangkan secara jelas.
3) Beberapa komponen dalam pendahuluan belum tercantum seperti; political
concern, comunity concern, menegeability.
4) Tujuan juga tidak menjabarkan dalam tujuan khusus dan tujuan umum.
5) Tidak menjelaskan kriteria inklusi dan eksklusi secara jelas.
6) Confounding factor juga belum dijelaskan.
j

Rekomendasi
Dari Jurnal ini kelompok kami sudah mencoba menerapkan Terapi kelompok
di Ruang Gatotkaca pada tanggal 12 April 2016 jam 07.30 08.00. dari hasil
terapi kelompok suportif dan asertif yang sudah dilakukan didapatkan hasil pasien
merasa puas dan lebih meresapi. Namun belum didapatkan hasil nyata adanya
penurunan perilaku kekerasan ada atau tidak karena baru dilakukan sekali dan
tidak menggunakan lembar observer yang tervalidasi dan reliabilitasnya
terpenuhi.
Diharapkan terapi kelompok suportif asertif ini bisa dilaksanakan di RS
Grhasia DI Yogyakarta ini agar perilaku kekerasan yang menjadi masalah pasien
bisa cepat teratasi dan tidak menunjukkan perilaku kekerasan ulang. Jurnal ini
bisa dilakukan di ruang maintenance
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

12

Hidayat, A. A. 2007. Metode Penelitian Kebidanan Tekhnik Analisa Data. Jakarta:


Salemba Medika.
Khamida. 2013. Terapi kelompok Suportif Asertif menurunkan Nilai perilaku
Kekerasan Pasien Skizofrenia Berdasarkan Model Keperawatan interaksi King,
diakses dari http://www.google.com/ journal unusa.ac.id . Tanggal 8 April 2016
jam 19.00.
Riwidikdo, Handoko.2012. Statisik Kesehatan. Yogyakarta: Mitra Cendikia Press.
Notoatmojo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Saryono.2010. Metodologi Penelitian Kesehatan Penuntun Praktis Bagi Pemula.
Yogyakarta: Mitra Cendikia Press.
Sastroasmoro.2010. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis edisi ketiga. Jakarta.
Sagung Seto
Sugiyono.2010. Statistik Untuk Penelitian. Jakarta. Rineka Cipta