Anda di halaman 1dari 15

BAB VI

SEISMIK REFLEKSI
Seismik refleksi adalah metoda geofisika dengan menggunakan gelombang
elastis yang dipancarkan oleh suatu sumber getar yang biasanya berupa ledakan
dinamit (pada umumnya digunakan di darat, sedangkan di laut menggunakan sumber
getar (pada media air menggunakan sumber getar berupa air gun, boomer atau
sparker).
Metoda seismik adalah salah satu metoda eksplorasi yang didasarkan pada
pengukuran respon gelombang seismik (suara) yang dimasukkan ke dalam tanah dan
kemudian direleksikan atau direfraksikan sepanjang perbedaan lapisan tanah atau
batas-batas batuan. Sumber seismik umumnya adalah palu godam (sledgehammer)
yang dihantamkan pada pelat besi di atas tanah, benda bermassa besar yang
dijatuhkan atau ledakan dinamit. Respons yang tertangkap dari tanah diukur dengan
sensor yang disebut geofon, yang mengukur pergerakan bumi. Metode seismik
merupakan salah satu bagian dari seismologi eksplorasi yang dikelompokkan dalam
metode geofisika aktif, dimana pengukuran dilakukan dengan menggunakan sumber
seismic (palu, ledakan, dll). Setelah usikan diberikan, terjadi gerakan gelombang di
dalam mediu (tanah/batuan) yang memenuhi hukum-hukum elastisitas ke segala arah
dan mengalami pemantulan ataupun pembiasan akibat munculnya perbedaan
kecepatan. Kemudian, pada suatu jarak tertentu, gerakan partikel tersebut di rekam
sebagai fungsi waktu. Berdasar data rekaman inilah dapat diperkirakan bentuk
lapisan/struktur di dalam tanah.
Seismik refleksi ini, dikonsentrasikan pada energi yang diterima setelah getaran
awal diterapkan. Secara umum, sinyal yang dicari adalah gelombang-gelombang yang
terpantulkan dari semua interface antar lapisan di bawah permukaan. Analisis yang
dipergunakan dapat disamakan dengan echo sounding pada teknologi bawah air,
kapal, dan sistem radar. Informasi tentang medium juga dapat diekstrak dari bentuk
dan amplitudo gelombang refleksi yang direkam.Struktur bawah permukaan dapat
cukup kompleks, tetapi analisis yang dilakukan masih sama dengan seismik refraksi,
yaitu analisis berdasar kontras parameter elastisitas medium.
Seismik refleksi umumnya dipakai untuk penyelidikan hidrokarbon. Biasanya
metode seismik refleksi ini dipadukan dengan metode geofisika lainnya, misalnya
metode grafitasi, magnetik, dan lain-lain. Namun metode seismik refleksi adalah yang
paling mudah memberikan informasi paling akurat terhadap gambaran atau model
geologi bawah permukaan dikarenakan data-data yang diperoleh lebih akurat.
6.1. Sejarah
Eksperimen seismik aktif pertama kali dilakukan pada tahun 1845 oleh
Robert Mallet, yang oleh kebanyakan orang dikenal sebagai bapak seismologi
instrumentasi. Mallet mengukur waktu transmisi gelombang seismik, yang dikenal
sebagai gelombang permukaan, yang dibangkitkan oleh sebuah ledakan. Mallet
49

meletakkan sebuah wadah kecil berisi merkuri pada beberapa jarak dari sumber
ledakan dan mencatat waktu yang diperlukan oleh merkuri untuk be-riak. Pada tahun
1909, Andrija Mohorovicic menggunakan waktu jalar dari sumber gempa bumi untuk
eksperimennya dan menemukan keberadaan bidang batas antara mantel dan kerak
bumi yang sekarang disebut sebagai Moho. Pemakaian awal observasi seismik untuk
eksplorasi minyak dan mineral dimulai pada tahun 1920an. Teknik seismik refraksi
digunakan secara intensif di Iran untuk membatasi struktur yang mengandung
minyak. Tetapi, sekarang seismik refleksi merupakan metode terbaik yang digunakan
di dalam eksplorasi minyak bumi. Metode ini pertama kali didemonstrasikan di
Oklahoma pada tahun 1921.
6.2. Metode
Metode seismik refleksi merupakan salah satu metode geofisika untuk mengobservasi
objek bawah permukaan bumi dengan memanfaatkan sifat pemantulan gelombang
elastik yang dihasilkan dari sumber seismik. Sumber gelombang seismik dapat berupa
dinamit, dan vibroseis untuk survey yang dilakukan di darat dan air gun jika survey
seismik dilakukan di laut. Gelombang seismik yang dihasilkan kemudian akan
direkam oleh alat perekam berupa geophone untuk survey darat dan hydrophone
untuk survey yang dilakukan di air.
Gelombang bunyi yang dihasilkan dari ledakan tersebut menembus
sekelompok batuan di bawah permukaan yang nantinya akan dipantulkan kembali ke
atas permukaan melalui bidang reflektor yang berupa batas lapisan batuan.
Gelombang yang dipantulkan ke permukaan ini diterima dan direkam oleh alat
perekam yang disebut Geophone (di darat) atau Hydrophone (di laut), (Badley, 1985).
Refleksi dari suatu horison geologi mirip dengan gema pada suatu muka tebing atau
jurang. Metoda seismic refleksi banyak dimanfaatkan untuk keperluan Explorasi
perminyakan, penetuan sumber gempa ataupun mendeteksi struktur lapisan tanah.
Seismik refleksi hanya mengamati gelombang pantul yang datang dari batasbatas formasi geologi. Gelombang pantul ini dapat dibagi atas beberapa jenis
gelombang yakni: Gelombang-P, Gelombang-S, Gelombang Stoneley, dan
Gelombang Love

Metode Seismik Refleksi dengan Geophone

50

Metode Seismik Refleksi dengan Hydrophone


Esplorasi seismik refleksi dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu eksplorasi
prospek dangkal dan eksplorasi prospek dalam. Eksplorasi seismik dangkal (shallow
seismic reflection) biasanya diaplikasikan untuk eksplorasi batubara dan bahan
tambang lainnya. Sedangkan seismik dalam digunakan untuk eksplorasi daerah
prospek hidrokarbon (minyak dan gas bumi). Kedua kelompok ini tentu saja
menuntut resolusi dan akurasi yang berbeda begitu pula dengan teknik lapangannya.
Secara umum, metode seismik refleksi terbagi atas tiga bagian penting yaitu
pertama adalah akuisisi data seismik yaitu merupakan kegiatan untuk memperoleh
data dari lapangan yang disurvei, kedua adalah pemrosesan data seismik sehingga
dihasilkan penampang seismik yang mewakili daerah bawah permukaan yang siap
untuk diinterpretasikan, dan yang ketiga adalah interpretasi data seismik untuk
memperkirakan keadaan geologi di bawah permukaan dan bahkan juga untuk
memperkirakan material batuan di bawah permukaan.
Metode seismik refleksi merupakan metode geofisika aktif yang
memanfaatkan sumber seismik buatan (dapat berupa ledakan, pukulan, dll). Setelah
gelombang buatan tersebut diberikan, maka gelombang tersebut akan merambat
melalui medium tanah/batuan di bawah permukaan, dimana perambatan gelombang
tersebut akan memenuhi hukum-hukum elastisitas ke segala arah dan mengalami
pemantulan maupun pembiasan sebagai akibat dari adanya perbedaan kecepatan
ketika melalui pelapisan medium yang berbeda. Pada jarak tertentu di permukaan,
gerakan partikel tersebut direkam sebagai fungsi waktu. Berdasarkan data rekaman
tersebut selanjutnya dapat diperkirakan bentuk lapisan/struktur bawah permukaan.
Metoda seismik refleksi merupakan metoda geofisika yang memanfaatkan
gelombang pantul (refleksi) dari batuan bawah permukaan.Hal ini dapat dilakukan
dengan cara mengirimkan sinyal (gelombang) kedalam bumi,kemudian sinyal
tersebut akan dipantulkan oleh batasan tara dua lapisan, dan selanjutnya sinyal
pantulan direkam oleh receiver (geopon atau hidropon). Data yang dimanfaatkan dari
gelombang pantul ini ialah waktu datang, yang akan memberikan informasi kecepatan
rambat gelombang pada lapisan batuan tersebut. Berbagai variable lain yang dapat
dimanfaatkan ialah amplitude gelombang, frekuensi dan fasa gelombang.

51

Komponen Seismik Refleksi


1. Impedansi Akustik
Salah satu sifat akustik yang khas pada batuan adalah impedansi akustik (IA)
yang merupakan hasil perkalian (p) dan kecepatan (VP) (Sukmono,1999).

2. KoefisienRefleksi
Refleksi gelombang seismic akan timbul setiap terjadi perubahan harga (IA)
Perbandingan antara energy yang dipantulkan dengan energi datang pada keadaan
normal adalah (Sukmono,1999)

3. Wavelet
Wavelet atau disebut juga sinyal seismic merupakan kumpulan dari sejumlah
gelombang seismic yang mempunyai amplitudo, frekuensi, dan fasa tertentu. Menurut
Veeken (2007), ada dua bentuk dasar dari wavelet seismic dalam pengolahan data
(gambar 3.4) yaitu sebagai berikut :

Wavelet minimum-phase, dimana awal wavelet ini bertepatan dengan


posisi yang tepat dari antar muka bawah permukaan.
Wavelet zero-phase, dimana amplitudo maksimum wavelet ini bertepatan
dengan antar muka litologi.

52

Tipikal wavelet minimum-phase dan zero-phase (Veeken,2007)


4. Polaritas
Polaritas terbagi menjadi polaritas normal dan polaritas terbalik.
Berdasarkan gambar 3.5, Society Exploration Geophysics (SEG) mendefinisikan
polaritas normal sebagai berikut (Sukmono,1999).
1. Sinyal seismic positif akan menghasilkan tekanan akustik positif pada hidropon di
air atau pergerakan awal keatas pada geopon didarat.
2. Sinyal seismic yang positif akan terekam sebagai nilai negative pada tape,defleksi
negative pada monitor dan trough pada penampang seismik.

Polaritas menurut ketetapan Society of Exploration Gephysics (SEG) (a) fase


minimum (b) fase nol (Sukmono,1999)
5. Resolusi Seismik
Resolusi vertical merupakan kemampuan akuisisi seismic untuk dapat
memisahkan membedakan dua bidang batas perlapisan batuan secara vertikal.

53

Resolusi ini dicerminkan oleh suatu batas yaitu kedua reflector masih dapat
dipisahkan dan besarnya tergantung pada ketebalan dan panjang gelombang.

Resolusi minimum yang masih dapat ditampilkan oleh gelombang seismic


adalah disebut juga tuning thickness,yaitu panjang gelombang minimum yang
masih dapat dibedakan oleh gelombang seismik. Resolusi horizontal merupakan
kemampuan akuisisi seismic untuk dapat memisahkan dua kenampakan permukaan
reflektor. Ambang batas resolusi horizontal atau spatial dengan jari-jari (radius) zona
Fresnel pertama (gambar 3.6), nilainya tergantung dari panjang gelombang dan
kedalaman. Dengan demikian maka resolusi nilai horizontal dan vertical tergantung
pada kecepatan dan frekuensi.

(a) Zona Fresnel (b) Perbandingan untuk frekuensi tinggi dan rendah
(Sukmono,1999)

54

6. Seismogram Sintetik
Seismogram sintetik merupakan rekaman seismic buatan yang dibuat dari
data log kecepatan dan densitas. Data kecapatan dan densitas menghasilkan koefisien
refleksi yang selanjutnya dikonvolusikan dengan Seismogram sintetik biasa disebut
juga dengan geogram. Seismogram sintetik dibuat untuk mengkorelasikan antara
formasi sumur (umur, kedalaman dan sifat fisis lainnya).Untuk mendapatkan
seismogram sintetik yang baik, wavelet yang dipakai sebaiknya mempunyai
karateristik yang sama baik fase maupun kandungan frekuensi dengan yang
digunakan.

Efek frekuensi gelombang pada respon seismic (Sukmono,1999)


6.3. Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan Metode Seismik Refleksi:
1. Pengukuran seismik pantul menggunakan offset yang lebih kecil
2. Seismik pantul dapat bekerja bagaimanapun perubahan kecepatan sebagai
fungsi kedalaman
3. Seismik pantul lebih mampu melihat struktur yang lebih kompleks
4. Seismik pantul merekan dan menggunakan semua medan gelombang
yang terekam
5. Bawah permukaan dapat tergambar secara langsung dari data terukur

55

Kekurangan Metode Seismik Refleksi:


1. Karena lokasi sumber dan penerima yang cukup lebar untuk memberikan
citra bawah permukaan yang lebih baik, maka biaya akuisisi menjadi
lebih mahal.
2. Prosesing seismik refleksi memerluakn komputer yang lebih mahal, dan
sistem data base yang jauh lebih handal.
3. Karena banyaknya data yang direkam, pengetahuan terhadap database
harus kuat, diperlukan juga beberapa asumsi tentang model yang
kompleks dan interpretasi membutuhkan personal yang cukup ahli.
6.4. Alat atau Instrumen
Adapun alat dan bahan yang digunakan pada penelitian dengan
menggunakan metode seismik refleksi antara lain :
1. Satu set alat Seismograph
2. Satu set alat GPS sebagai penentu koordinat.
3. Theodolith sebagai penentu koordinat.

Gambar 3.8 Theodolith

56

4. Satu unit komputer lengkap dengan perangkat lunak (software) akuisisi dan
interpretasi data seismik refraksi.
5. Satu set roll meter sebagai pengukur jarak geophone dengan sumber
gelombang seismik.

Roll Meter
6. Geophone, yang digunakan dalam refleksi seismologi untuk merekam
gelombang energi yang dipantulkan oleh geologi bawah permukaan. Dalam
hal ini kepentingan utama dalam gerakan vertikal permukaan bumi.

57

Geophone

7. Palu hammer
8. Plat baja.
9. HT sebagai alat komunikasi jarak jauh 2 buah.

58

Alat Survei Metode Seismik Refleksi


6.5. Pengambilan Data
Pengambilan data seismik, tidak lain adalah tahapan pengukuran guna
mendapatkan data seismik berkualitas baik di lapangan. Data seismik yang
diperoleh dari tahapan ini akan menentukan kualitas hasil tahapan berikutnya.
Sehingga, dengan data yang baik akan membawa hasil pengolahan yang baik
pula, dan pada akhirnya, dapat dilakukan interpretasi yang akurat, yang
menggambarkan kondisi bawah permukaan sebagaimana mestinya.
Untuk memperoleh data berkualitas baik perlu diperhatikan pemilihan
desain survey dan beberapa faktor terkait. Dalam eksplorasi minyak dan gas
bumi pada khususnya, ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan yang
akan mempengaruhi kegiatan survey, termasuk juga kualitas data, yaitu :

Kedalaman jebakan hidrokarbon yang menjadi target


Resolusi vertikal
Kualitas refleksi pada batuan
Sumber gangguan/noise yang dominan
Ciri-ciri jebakan hidrokarbon
Kemiringan target paling curam
Kemungkinan adanya proses lain yang perlu dilakukan

Medan pengukuran seismik mencakup pengukuran di darat, di laut, dan di


lingkungan transisi. Selain itu, survey seismik juga dapat dilakukan secara 2
dimensi maupun 3 dimensi. Masing-masing kondisi tersebut akan memerlukan
desain survey dan teknologi yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dan
tujuannya.
59

Gambar (a) Survey Seismik Refleksi Darat.


Gambar (b) Survey Seismik Refleksi Laut.
Mekanisme pengambilan data lapangan yang dipergunakan dalam Seismik
Refleksi adalah sebagai berikut :
1. Pemasangan Patok.
Sebelum dilakukan pengukuran seismik, maka terlebih dahulu harus
ditentukan posisi koordinat (X, Y, dan Z) dari tiap-tiap titik geophone
maupun shot point. Penentuan koordinat ini dapat dilakukan dengan
menggunakan theodolith ataupun GPS. Titik-titik tersebut, kemudian
ditandai dengan patok yang sudah mempunyai harga koordinat terhadap
referensi tertentu.
2. Pemasangan Geophone
Geophone dipasang sesuai dengan rencana tipe penembakan yang
akan dilakukan dan disusun berurutan. Pemasangan geophone diusahakan
sedekat mungkin dengan patok yang sudah diukur koordinatnya.
3. Pemasangan Sumber Peledak
Sumber peledak dipasang sesuai dengan rencana tipe penembakan
4. Persiapan Alat Perekaman Data Seismik
Sebelum melakukan penembakan alat perekam harus dicek terlebih
dahulu, sehingga data yang dihasilkan cukup optimal.
5. Penembakan
Penembakan hanya dapat dilakukan ketika alat perekam data seismik
sudah dilakukan pengecekan dan terpasang dengan baik.
6. Pencatatan data pengamatan pada observer log

60

Data pengamatan dan kejadian selama berlangsungnya pengukuran


kemudian disalin pada buku observer log.
Tujuan utama dari suatu survei seismik refleksi adalah memberikan
informasi mengenai geologi bawah permukaan. Metoda seismik refleksi ini dapat
dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
1. Seismik dangkal (shallow seismic reflection) yang umumnya digunakan dalam
eksplorasi batu bara dan bahan tambang lainnya.
2. Seismik dalam yang umum digunakan untuk eksplorasi daerah prospek
hidrokarbon.
Prinsip dasar dari metoda seismik pantul ini adalah pengiriman sinyal ke
dalam bumi, dan karena adanya bidang perlapisan (bidang kontak) maka bidang
tersebut dapat menjadi bidang pantul (reflektor). Sinyal yang dikirim melalui alat
peledak (S) direfleksikan oleh bidang reflekto oleh titik refleksi (R), dan sinyal yang
dipantulkan direkam oleh detektor berupa geofon (G) Kualitas data seismik sangat
ditentukan oleh kesesuaian parameter lapangan yang digunakan dengan kondisi
geologi dan kondisi permukaan daerah survei. Disamping itu parameter lapangan juga
harus disesuaikan dengan target eksplorasi yang ingin dicapai. Jadi keberhasilan suatu
survei seismik sangat ditentukan dari desain parameter lapangan digunakan.
Beberapa parameter lapangan yang harus ditentukan dan disesuaikan dengan
kondisi lapangan adalah sebagai berikut :
1. Jumlah dan susunan geopon
2. Interval sampling
3. Jumlah bahan peledak dan kedalaman lubang bor
4. Jarak antar titik tembak
5. Jarak antara geopon
6. Geometri penembakan
7. Filter (high-cut dan low-cut).
Parameter lapangan dirancang berdasarkan data geologi dan data geofisika
yang ada, dan penentuannya dilakukan dengan uji coba secara langsung di lapangan.
Parameter dipilih berdasarkan optimasi keterbatasan parameter lapangan dalam
memecahkan problem yang muncul. Selain itu faktor ekonomis juga merupakan
pertimbangan utama dalam optimasi ini.
6.6. Pengolahan Data
Pengolahan data seismik, pada dasarnya dimaksudkan untuk mengubah
data seismik lapangan yang terekam menjadi suatu penampang seismik yang
kemudian dapat dilakukan interpretasi darinya. Sedangkan tujuan pengolahan
data seismik adalah untuk menghasilkan penampang seismik dengan kualitas
signal to noise ratio (S/N) yang baik tanpa mengubah bentuk kenampakan-

61

kenampakan refleksi/pelapisan batuan bawah permukaan, sehingga dapat


dilakukan interpretasi keadaan dan bentuk dari struktur pelapisan bawah
permukaan bumi seperti kenyataannya. Atau dapat dikatakan bahwa pengolahan
data seismik didefinisikan sebagai suatu tahapan untuk meredam noise dan
memperkuat sinyal.

Proses Pengolahan Data, dan Data Seismik Mentah (Raw Data).


6.7. Hasil Interprestasi
Dari pengolahan data seismik, hasilnya yang berupa penampang seismik
kemudian diinterpretasikan/ditafsirkan. Tujuan interpretasi seismik adalah
menggali dan mengolah berbagai informasi-informasi geologi bawah permukaan
dari penampang seismik. Pada eksplorasi minyak dan gas bumi, interpretasi
ditujukan untuk mengetahui lokasi reservoar hidrokarbon di bawah permukaan.
Pada umumnya, penampang seismik ditampilkan sebagai penampang
waktu (time section), namun dapat juga ditampilkan sebagai penampang
kedalaman (depth section) setelah melalui beberapa tahapan perhitungan tertentu.

62

teknik refleksi lebih mampu menghasilkan data pengamatan yang dapat


diinterpretasikan (interpretable). Seperti telah dinyatakan sebelumnya, bagaimanapun
juga teknik refleksi membutuhkan biaya yang lebih besar. Biaya tersebut biasanya
sangat signifikan secara ekonomis.
Karena survey refleksi membutuhkan biaya lebih besar daripada survey
refraksi, maka sebagai konsekuensinya survey refraksi lebih senang digunakan untuk
lingkup sempit/kecil. Misalnya digunakan dalam mendukung analisis lingkungan atau
geologi teknik. Sedangkan survey refleksi digunakan dalam eksplorasi minyak bumi.
Referensi :
1. http://kilathati.blogspot.com/2012/03/makalah-seismik-nama-febrianto-nim451.html
2. http://dewiaysiah.blogspot.com/2015/02/metode-seismik.html
3. http://www.hagi.or.id/paper/penentuan-kedalaman-lapisan-bedrock-darianalisa-geofisika-daerah-weda-halmahera-menggunakan-metoda-seismikrefraksi/
4. http://mining-area.blogspot.com/2009/07/perbandingan-seismik-refraksidan.html

63