Anda di halaman 1dari 4

Nama

: M.Ricky Maulana.S,W

NPM

: 0514124013

Semester

: 8 (Delapan)

Kelas

: Reguler B2

Distribusi Jalur Darat VS Laut


A. Distribusi Jalur Darat

Kelebihan Distribusi melalui Moda Transportasi Darat:


1. Lebih efisien, dibandingkan moda yg lain moda transportasi jalan lebih bisa diandalakan, khususnya
dalam segi muatan, meski tidak sebanyak transportasi air dan udara tetapi moda transportasi jalan sangat
mampu membawa muatan yang cukup banyak.
2. Moda transportasi jalan mampu mengantarkan barang atau muatan sampai tempat tujuan, contohnya
pabrik, sedangkan transportasi yang lain belum tentu.
3. Moda transportasi lain membutuhkan moda transportasi jalan untuk mengantarkan muatannya
setibanya di dermaga atau bandara, sedangkan moda transportasi jalan tidak terlalu membutuhkan moda
lain jika masih dapat dijangkau.
4. Bahan bakar yang dipergunakan jauh lebih sedikit dibandingkan moda lain, hal ini tentu saja
berdampak pada biaya-biaya yang dikeluarkan oleh moda transportasi jalan lebih sedikit sehingga biaya
pengiriman menjadi jauh lebih murah.
5. Jika dibandingkan moda transportasi air, moda transportasi jalan memiliki lama tempuh yang cukup
singkat dan cepat.
Kekurangan Distribusi melalui Moda Transportasi Darat:
Erat hubungannya Distribusi melalui jalur darat dengan biaya logistik, terlebih lagi moda transportasi
khususnya jalan menjadi seperti urat nadi yang amat penting di Indonesia. Infrastruktur jalan yang kurang
baik serta buruknya peremajaan pada rel menjadi salah satu kendala membengkaknya biaya logistik yang
harus dikeluarkan, hal ini diperparah jika terjadi kecelakaan akibat buruknya infrastruktur contohnya
kecelakaan kereta api akibat hilangnya bantalan rel atau rel yang tidak pernah diganti, hal tersebut selain
akan menyebabkan terlambatnya jadwal pengiriman juga akan mengakibatkan kerugian yg cukup besar
bahkan. Pertumbahan ekonomi indonesia dipandang kurang baik saat ini, salah satu faktornya yaitu
perputaran ekonomi di Indonesia akibat komoditas dan logistik-logistik penting terkirim dengan biaya
yang mahal dan masih seringnya mengimport barang dari luar negeri. Kita patut mengapresiasi
pemerintah yang dewasa ini sudah mulai menyadari bahwa moda transportasi jalan di Indonesia harus

dipandang dengan serius, karena banyak pelanggaran- pelanggaran yang terjadi di masa lalu bisa di atasi
dengan ketegasan pemerintah yang baru.
Solusi Distribusi Jalur Darat
Yang harus dilakukan terhadap Distribusi jalur darat untuk mengefektifkan biaya logistik menurut saya
adalah:
1. Memperbaiki kekurangan yang ada, baik dari sistem, infrastruktur, moda transportasi, dan biaya. Serta
mempertahankan serta memaksimalkan semua upaya baik yang sudah dilakukan contohnya sistem yang
tidak mengenal pungli atau menggunakan moda transportasi baru yang lebih laik pakai, dan lain lain.
2. Jangan hanya berfokus pada perbaikan dan pengembangan satu moda saja, karena sebetulnya satu
moda dengan moda yang lain saling berhubungan.
3. Membuat semua elemen seperti masyarakat, para pengusaha, dan pemerintah sadar akan pentingnya
menjaga dan menggunakan sebaik mungkin moda transportasi khususnya jalan untuk kepentingan
bersama.
B. Distribusi Jalur Laut

Distribusi menggunakan Moda transportasi laut memiliki kapasitas daya tampung barang/muatan yang
sangat besar dibanding moda transportasi lainnya, tetapi yang menjadi kekurangan ialah waktu yang
ditempuh untuk mengantarkan barang sampai dermaga tujuan cukup lama bahkan bisa berhari-hari, hal
ini disebabkan serbagai masalah diantaranya yang cukup sering adalah cuaca. Terlepas dari lamanya
waktu pengiriman yang lama moda transportasi laut mampu menyumbang beesar pemasukan pada faktor
ekonomi karena sekali jalan kapal dapat membawa muatan yang sangat banyak, contohnya kapal tanker.
Kelebihan

1. Kapasitas muatan banyak


2. Jalur yang dilalui cukup mudah (tidak terbatas daratan saat di laut lepas)
3. Jarak tempuh yang cukup jauh memungkinkan barang sampai di negara yang berbeda
4. Hanya perlu melakukan perbaikan dan perawatan pada moda, tidak perlu pada infrastruktur jalur
lautnya
5. Jika dibandingkan moda transportasi udara, moda transportasi laut lebih murah biaya pengirimannya
serta lebih efisien untuk barang dan muatan yang besar dan berat.

Kekurangan

1. Regulasi mengenai pengiriman barang menggunakan moda trasportasi laut cukup ketat
2. Tidak bisa sembarangan mengambil jalur pengiriman meski laut yg digunakan sangat luas dan tidak
berbatas
3. Tidak cocok untuk membawa bahan makanan yang masa kadaluarsanya cepat
4. Waktu yg ditempuh untuk satu perjalanan bisa sangat lama
5. Bergantung pada faktor cuaca
6. Biaya perawatannya cukup mahal
Solusi Logistik Distribusi Jalur Laut
Konsep Tol Laut yang dicetuskan oleh presiden Joko Widodo (Jokowi) bagi banyak orang merupakan
konsep yang realistis untuk diterapkan sebagai sistem logistik nasional yang dapat mengefisienkan biaya
distribusi logistik sehingga berimbas kepada harga barang yang dapat lebih murah.
Tol Laut sendiri sebenarnya adalah konsep yang sama dengan Pendulum Nusantara. Pendulum Nusantara
sendiri adalah jalur logistik pelayaran dengan menggunakan kapal berukuran besar 3000-4000 TEUs yang
pernah dicetuskan oleh Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino. Jalur logistik proyek tersebut akan
menghubungkan 6 pelabuhan utama di Indonesia dari barat ke timur, yaitu Belawan-Batam-Tanjung
Priok-Tanjung Perak-Makassar-Sorong.
Konsep logistik laut kita itu sebenarnya ada dua, yaitu Konsep Logitik Maritim yang dicanangkan oleh
pemerintah dalam MP3EI dan Sislognas, dan yang kedua adalah konsep Pendulum Nusantara atau Tol
Laut. kedua konsep tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk konsep Logistik
Maritim , konsep tersebut dibuat dengan berpegangan bahwa wilayah Indonesia, yang dibagi ke dalam
dua wilayah, yaitu wilayah luar dan wilayah dalam.
Konsep Logistik Maritim itu dibuat untuk melindungi wilayah dalam Indonesia, artinya kapal-kapal dari
luar nantinya hanya boleh bersandar pada 2 hub pelabuhan yang sudah disiapkan yaitu Pelabuhan Kuala
Tanjung di Indonesia Barat, dan Pelabuhan Bitung di Indonesia Timur.Dengan begitu nantinya pelayaran
internasional hanya boleh masuk pada dua pelabuhan tadi. Sedangkan untuk logistik dalam negeri akan
dilayani oleh pelayaran nasional.

konsep Tol Laut memiliki kelebihan bahwa sistem konsep tersebut mengharuskan penggunaan kapal
dengan kapasitas yang besar sehingga akan berdampak pada efisiensi biaya angkut per kontainer. Namun,
konsep tersebut akan terhambat oleh masalah infrastrutur pelabuhan, di mana dari enam pelabuhan baru
Pelabuhan Tanjung Priok yang mampu menampung kapal berkapsitas besar, dan juga akan terkendala
oleh jumlah kapal berkapasitas besar yang masih sedikit. Sehingga diperlukan investasi agar enam
pelabuhan tersebut memiliki fasilitas yang sama, serta untuk pengadaan kapal berkapasitas besar.Untuk
mewujudkan biaya logistik yang efisien, cenderung menggunakan konsep Pendulum Nusantara tadi. Tapi,
yang harus disiapkan adalah pertama investasi pelabuhan, yang kedua bagaimana industri pelayaran
nasional dilibatkan secara optimal, jangan sampai mengembangkan konsep tetapi para pelaku yang
berkontribusi selama ini ditinggalkan.