Anda di halaman 1dari 11

Identitas Sosial

Oleh:
Mirra Noor Milla

Identitas Sosial
Bagian dari konsep diri yang berasal
dari keanggotaan dalam satu atau
lebih kelompok sosial, dan dari
asosiasi yang dengannya.
Identitas Sosial vs. Identitas Personal

Proses dalam Identitas Sosial


Identifikasi: Asosiasi berbagai kesamaan
pada kelompok kita (ingroup)
Kategorisasi: Proses dimana kita
memandang orang sebagai anggota
kelompok atau kategori bukan sebagai
indvidu yang berbeda
Diferensiasi: Pembedaan kelompok kita
dengan kelompok lain (in-group vs outgroup)

Kategorisasi
Kemenonjolan sebagai petunjuk
Kategori sosial sering merupakan
penilaian afektif (evaluatif)
Informasi individu akan lebih
sederhana dan diproses secara lebih
efisien apabila bisa dikategorikan ke
dalam kelompok

Pemprosesan Berbasis Kategori


Perceiver mengkategorikan seseorang berdasarkan
informasi kategori sosial yang tersimpan memorinya.
Karakteristik individual digunakan untuk memastikan
bahwa karakteristik tersebut sesuai dengan kategori
sosial tertentu
Dalam beberapa kondisi tertentu, sikap terhadap
kategori memiliki aksesibilitas yang lebih besar
dibandingkan kategori lainnya. Aksesibilitas merupakan
kecepatan masuknya pandangan stereotype dan
prasangka ke dalam pikiran dan aplikasinya.
Ketika ada beberapa kategori yang relevan kita
cenderung menggunakan kategori yang mudah
diakses. Sebuah kategori yang mudah diakses biasanya
adalah kategori yang sering diakses

Typically Effect
Stereotype akan diaplikasikan dengan kuat kepada
anggota kelompok out-group yang memiliki ciri khas
kelompok itu.
Efek kekhasan tergantung pada perhatian terhadap
atribut spesifik dari target, bukan hanya pada
kategorinya. Efek tersebut tidak akan muncul jika
perceiver mendapat gangguan atau pikiran yang sibuk
Informasi yang ambigu atau yang kurang lengkap
tentang anggota kelompok individual dari kelompok
luar, biasanya akan menyebabkan orang tersebut
mengandalkan stereotip saat menginterpretasikan
tindakan individu tersebut, namun jika informasi
tentang individual cukup, stereotip tidak digunakan.

Kelebihan dan Kekurangan


berdasarkan Kategori
Kelebihan:
(1) Mereduksi jumlah data yang perlu
diproses, menyaring pengalaman yang
kompleks dan mengarahkan pada aspek
yang paling penting.
Kategori
memungkinkan
seseorang
memproses banyak informasi dengan
cepat dan mudah, khususnya atribut
individual dari orang lain yang relevan
dengan kategori tersebut.

(2) Pengaktivan kategori akan


meningkatkan aksesibilitas ciri-ciri
atau sifat yang diasosiakan dengan
stereotip. Memungkinkan untuk
melampaui informasi yang diberikan

Kekurangan
(1)Terbentuk stereotip yang terlalu
menyederhanakan yang dapat
memperkuat prasangka.
(2)Sifat dari stereotip yang terlalu
mengeneralkan , atribut yang sama untuk
semua anggota kelompok dan
menghilangkan keunikan individual
(3)Dapat menghasilkan memori yang keliru,
orang akan cenderung mempercayai
stereotip tertentu pada saat ia percaya
bahwa orang lain mempercayainya.

Konsekuensi Penting dalam


Proses Kategorisasi
In-Group
Favoritism:
Kecenderungan
untuk
memberi nilai lebih banyak
penilaian bagus
pada anggota in-group daripada pada anggota
out-group (cenderung menyukai sesama anggota
kelompok dan menjadi tidak suka pada anggota
kelompok lain)
Group Serving Bias: kecenderungan membuat
atribusi internal untuk kesuksesan in-group dan
atribusi eksternal untuk kegagalan in-group, dan
melakukan hal yang sebaliknya utk out-group.
Out-group Homogenity: Persepsi bahwa antara
anggota out-group lebih mirip daripada anggota
kelompok in-group.

Distinctiveness dalam
Teori Identitas Sosial
Marilynn Brewer (1991): Orang memiliki
dua kebutuhan yang saling bersaing,
kebutuhan untuk masuk kelompok yang
lebih besar (inklusi) dan kebutuhan untuk
membedakan diri dengan orang lain.
Identitas sosial dan harga diri: Keberhasilan
mengalahkan out-group akan menaikkan
harga diri anggota in-group. Individu juga
mendapatkan rasa harga diri yang tinggi
dengan mengidentifikasikan dirinya dengan
kelompok yang berstatus tinggi