Anda di halaman 1dari 6

SGD 11 LBM 1 Mata

STEP 1 :

Ortoforia : bagian daari foria ( mata yang agak juling) . merupakan


kedudukan bola mata dimana kerja otot2 luar bola mata seimbang
sehingga memungkinkan terjadinya fusi tanpa usaha apapun.
Kedudukan bolamatanya tidak berubah. Posisinya normal dan
sejajar antara kedua bola mata.
Visus mata enam per enam : nilai normal visus mata. Dapat melihat
dalam jarak enam meter. Enam diatas kemampuan orang diperiksa,
enam dibawah kemampuan orang normal.

STEP 2 :
1. Anatomi dari mata
2. Histologi dari mata
3. Fisiologi mata (fisiologi melihat, pembentukan warna, airmata)
4. Bagaimana produksi humor aquous , dan pengalirannya?
5. Bagaimana sistem lakrimalis?
6. Apasaja komponen penyusun dari airmata?
7. Bagaimana mekanisme pertahanan mata terhadap benda asing?
8. Apasaja faktor2 yang mempengaruhi visus?
9. Apasaja tahapan pemeriksaan penglihatan?
10.
Bagaimana cara menjaga organ penglihatan agar tetap
berfungsi optimal?
11.
Bagaimana mekanisme buta warna?
12.
Apa penyebab visus bisa menurun? (secara singkat)
13.
Bagaimana tanda tanda peradangan maupun kelainan pada
mata?
STEP 3
1. Anatomi dari mata
Organon visuum dibagi 2 :
-

oculus mata :
o bulbus oculi
selubung : tunika fibrosa (kornea dan sklera), tunika
vaskulosa (pembuluh darah: iris, korpus siliaris, tunika
koroidea), tunika nervosa (stratum pigmenti dan retina)
isi : humor aquous (ada di blkg kornea) yang mengisi
kamera anterior okuli, lensa kristalin, korpus vitreum
(untuk memberi bentuk bola mata)
o bola mata dan
o nervus optikus
Organon oculi acessoria (tambahan) :

o
o
o
o

musculu oculi,
palpebra,
konjungtiva,
gln. Lacrimalis

arah pergerakan mata :


m.recti dan m.obliquus
-

m.recti :medial dan lateral


m.obliquus : inferior dan superior

gerakan mata kekanan : m.rectus lateral


mata kiri : m.rectus medial
gerakan ke kiri mata kanan : m.rectus medial
mata kiri : m.rectus lateral
kiri bawah : m.obliqus inferior
vaskularisasi :
sistem a.ciliaris : anterior, posterior brevis
sistem a. Centralis
tulang pembatas rongga orbitalis
os.frotalis , os.zygomatic, os. Maksilaris, os.ethmoidalis,
os.sfenoidalis, os.lakrimalis, os.palatina
2. Histologi dari mata
Mata terdiri dari 3 lapis : tunika fibrosa, vaskuler, dan nervosa
Mata ada 2 rongga berisi cairan : anterior chamber dan posterior chamber
(zonula zinii dan lensa) pupil menghubungkan kedua rongga tsb
Sklera : bagian posterior , avaskuler, terdiri dari kolagen tipe 1
Kornea : avaskuler
Mengisi 5/enam posterior , lapisannya:
Epitel skuamos kompleks , membrana bowman, stroma (kolagen tipe 1) ,
membrana descemet, . nutrisi didapat dari aquos humor dan airmata

Limbus : skleraljunction. Membrana descement dan endotel tdk


terbentuk, tapi ada trabekula meshwork, tempat untuk drainase humor
aquos terus dibawa ke kanal
Koroid : bagian mata kaya vaskuler
-lapisan supra koroid (kaya melanosit dan fibroblas), koreokapilaris,
membrana brach
Badan ciliaris : epitel kuboid/kolumber. Bentuknya seperti jari2. Lapisan
yang dalam (yg lebih dekat dengan bilik vitreus) , yang paling dekat dgn
lensa mengandung epitel berpigment. Aquous humor keluar dari lateral
pigment, disitu ada kanal Na shg air akan keluar lewat kanal tsb, mengalir
ke perbatasan kornea dan lensa, terus ke ruang cairan anterior.
m.ciliaris : akan memendekan proc.ciliaris shg zonula melonggar, dan
lensa mencembung.
Bagian yg dekat dengan pupil trdapat m.sfingter pupil (arahnya radier).
M.dilator (arahnya sirkuler) pupil sebelah posterior.
Lensa : terdrii atas kapsul (kaya kolagen tipe 4), epitel subkapsuler, serat
sirkuler
Serat lensa ini akan menghasilkan kristalin dari sel yang berdegenerasi.
Bila mata kehilangan fleksibelitasnya, maka akan menyebabkan katarak.
Retina : tunika nervosa.
Lapisan dari luar dekat koroid )ke dalam
-

Lapisan berpigment
Lap. Foto reseptor, terdiri dr sel kerucut dan batang
Membrana limitan eksterna
Lap. Inti luat (badan sel fotoreseptor)
Lap. Pleksiform luar (akson sel foto reseptor dan dendrit dr
sel bipolar)
Lap; inti dalam. (badan sel bipolar)
Lap. Fleksiform dalam (akson bipolar ,denrit sel ganglion)
Lap.sel ganglion
Lap. Serabut saraf
Membrana limitans interna (membungkus badan vitrous)

Fovea centralis( yang paling banyak melihat) : berisi sel


kerucut
Untuk penglihatan yang paling sensitif : sel batang
Untuk melihat warna : sel kerucut

Selbatang : paling sensitif (bisa menerima cahaya dalam


kadar yang sedikit), bisa beradaptasi sampai 10 detik. Sel
kerucut : hanya bisa bekerja saat ada cahaya terang, hanya
bisa beradaptasi selama 2 detik

3. Fisiologi mata (fisiologi melihat, pembentukan warna, airmata)


Fisiologi melihat :
Retina menangkap cahaya dgn sel fotoreseptor , melanjut ke badan sel
dan akson sel fotoreseptor. Melanjut ke ganglion nervus optikus
melanjut ke kiasma optikum mata kanan ada yg melanjut dan ada yang
mennyilang ke talamus, dan ke visual korteks di lobus occipital, selain
itu ada yang ke cerebellum.

Pembentukan warna :
sudah
4. Bagaimana produksi humor aquous , dan pengalirannya?
Produksi : di produksi oleh badan ciliaris, masuk ke kamera okuli
posterior melalui celan antara korne dan iris pupilkamera
oculi anterior trabekular meshwoork pompa ke kanalis schlem /
sinus venosus schlera vena ciliaris anterior V.kartikosa sinus
cavernosus. Bila terjadi sumbatan disinus : bisa glaukoma
Fungsi humor aquous: mengatur tekanan refrakta, mengatur
tekanan intra okuli, sebagai nutrisi lensa dan kornea bag.dalam
Mekanisme pembentukan belum diketahui dengan sempurna.
Dibentuk di badan ciliaris melalui proses difusi.
5. Bagaimana sistem lakrimalis?
Sistem produksi ; gln. Lacrimalis temporossuperoanterior rongga
orbital
Sistem ekskresi ; punctum lacrimal, kanaliculi lacrimal, saccus
lacrimal(bagian depan dr rongga orbita), dan ductus nasolacrimal
(dr sini airmata mengalir ke rongga hidung lewat meatus inferior)
Kel. Krause dan wolfring : ada di bagian forniks superior
6. Apasaja komponen penyusun dari airmata?
- Air mata
o lapis superficial : lipid mononuklear dari kel.meiborn
o Lapis aqueus : kel. Lacrimal mayor dan minor,
mengandung substansi larut air
o Lapis musin : glikoprotein yg melapiskan kornea dan
konjungtiva

Fungsi air mata :


o Menghaluskan permukaan kornea, membantu proses
masuknya cahaya
o Memppertahankan kelembaban kornea dan
konjungtiva
o Menghantarkan oksigen dan co2 ke/dr kornea
o Jalan sel darah putih bila terjadi infeksi
7. Bagaimana mekanisme pertahanan mata terhadap benda asing?
Cavum orbital bagian anterior dilindungi oleh kelopak mata
Airmata : pelumas, pembersih, bakteriosida
Bulumata : reflek menutup
Kedipan mata : membantu membersihkan mata
Membalikan kelopak mata : membersihkan benda asing
Reflek berkedip : bisa lewat n.trigeminus atau globus palidus
8. Apasaja faktor2 yang mempengaruhi visus (kemampuan untuk
melihat)?
a. Kelainan pada media refrakta : ada 4 (lensa, korpus vitreum,
humor aquos, kornea).
b. Refraksi anomali : myopi, hipermyopi, astigmatisme
c. Gg sistem saraf : misal ggn pada n.III n.IV n.VI menyebabkan
kelainan gerak bolamata
9. Apasaja tahapan pemeriksaan penglihatan? (central dan perifer)
- Px visus: memakai kartu snellen (tulisan terkecil normalnya
tdk terbaca), memakai sinar
- Plasidotest. Keratoskopi: cahaya dari belakang
- Test buta warna : dengan kartu isihara
- Pemeriksaan lapang pandang. Sederhana : dengan jari dan
tutup 1 mata. Alat : kampimetri (semua layar hitam) dan
perimetri
- Funduskopi
- Px tekanan bola mata (TIO) : 2 jari ditekan diatas mata
- Px gln.lacrimalis
- Px fundus refleks. Utk melihat media refrakta
10.
Bagaimana cara menjaga organ penglihatan agar tetap
berfungsi optimal?
- Menjaga agar tidak dehidrasi , menutup mata
- Sering olahraga mengelastasikan mata. Melihat jauh
melihat dekat.
- Penuhi nutrisi mata : yang mengandung vit.A
- Melihat tv : jaraknya 4x diagonal tv
- Baca buku : jaraknya 30 cm
Mengapa jaraknya harus sekian?

11.
Apa penyebab visus bisa menurun? (secara singkat)
12.
Bagaimana tanda tanda peradangan maupun kelainan pada
mata?
- Tumor dolor kalor rubor fungsiolaessa