Anda di halaman 1dari 14

Anatomi dan fisiologi pendukung sistem tubuh pada ungags beserta

penyakitnya.
1. Sistem Integument
Kulit unggas relatif lebih tipis dibandingkan dengan kulit
ruminansia. Kulit unggas tidak mempunyai kelenjar keringat,
kecuali pada bagian atas ekor terdapat kelenjar minyak yang
disebut pygostyle atau glandula uropygial yang mensekresikan
minyak. Minyak ini digunakan untuk meminyaki seluruh tubuh agar
tidak basah oleh air terutama pada unggas air. Minyak ini juga akan
memberikan aroma yang khas pada ternak, seperti pada itik akan
memberikan bau dan rasa yang sangat spesifik.

Warna pada kulit terbentuk karena adanya pigmen. Kombinasi


antara pigmen yang terdapat pada lapisan kuli atas dan kulit
lapisan bawah akan menghasilkan warna tertentu. Warna kuning
pada cakar dan kulit adalah akibat adanya penimbunan lemak atau
pigmen lipokhrom pada dermis dan tidak adanya pigmen melanin
pada dermis atau epidermis.
Bulu dan kulit mempunyai fungsi antara lain :
1. Melindungi tubuh dari luka
2. Memelihara suhu tubuh supaya tetap konstan
3. Sebagai sarana terbang
4. Sebagai reseptor bagi rangsangan dari luar.
Pada saat ayam betina sedang produksi, pigmen ini digunakan
untuk pembentukan warna kuning telur. Apabila pigmen ini tidak
terdapat atau kurang pada ransumnya maka pigmen dari cakar
akan dimobilisasi sehingga terjadi pemucatan. Oleh karena itu pada
bangsa ayam yang memiliki cakar kuning dapat digunakan untuk
seleksi dalam memilih ayam yang produktif atau tidak.
Tubuh unggas hampir seluruhnya tertutup bulu yang tersusun atas

protein yang disebut keratin. Pada unggas dewasa bulu mengalami


pertumbuhan dan rontok secara alami . Pola tumbuh dan rontok ini
dikendalikan oleh sistem hormon. Peristiwa rontoknya bulu disebut
meluruh atau molting. Pada saat molting produksi telur akan
terhenti. Bobot bulu umumnya 4,9 % dari total bobot tubuhnya.
Pada unggas petelur yang baik molting terjadi pada akhir musim
produksi dan berlangsung cepat. Proses molting atau meluruh
mengikuti pola aturan tertentu, biasanya berlangsungnya rontok
dan tumbuh kembali adalah sekitar 16 minggu.
Penyakit pada jaringan kulit
Penyakit yang menyerang jaringan kulit bias disebabkan oleh
berbagai macam organisme, di antaranya jamur, bakteri, dan
virus, ataupun akibat luka fisik. Meskipun hanya menyerang
jaringan kulit, ada beberapa jenis penyakit kulit yang bias
menyebabkan kematian. Berikut adalah beberapa penyakit
pada jaringan kulit ayam :
1) Fowl pox (cacar ayam)
Penyakit cacar pada ayam atau Fowl Pox yang sering
juga disebut sorehead, avian dhypteria atau adalah
penyakit cacar yang menyerang unggas terutama
ayam. Pada bentuk kering angka kesakitan dan angka
kematian rendah (1-2)%, tetapi pada bentuk basah
angka kematian bisa mencapai 5%. Cacar ayam (Fowl
Pox) merupakan penyakit infeksi yang penularanya
sangat lambat. Pada ayam petelur umumnya
menginfeksi pada saat mulai bertelur. Pada ayam
pedaging menyebabkan pertumbuhan terhambat.

CARA PENULARAN
Masa inkubasi 6-14 hari. Penularan penyakit berlangsung 2-3 minggu.
Penyakit menular secara horizontal dari ayam sakit ke ayam sehat. Pada umumnya
cacar ayam ini ditularkan melalui luka di kulit, akan tetapi di duga melalui keropeng
tertular yang dimakan. Penularan secara kontak langsung dapat terjadi, misalnya
karena patuk mematuk antara ayam sakit dan ayam sehat. Virus masuk melalui luka
akibat patukan tadi. Dari luka virus masuk kedalam peredaran darah dan setelah
melalui masa inkubasi yang lamanya 6-14 hari maka peradangan cacar akan timbul.
Nyamuk dianggap sebagai penular cacar ayam yang utama. Diketahui ada
beberapa jenis nyamuk dapat menularkan virus cacar ayam. Nyamuk tertular waktu
menghisap darah ayam penderita. Bila nyamuk tertular tadi kemudian menghisap
darah ayam yang sehat maka virus cacar ayam akan masuk ke dalam darah ayam ini

melalui luka tusukan tadi. Ada yang menduga bahwa nyamuk itu bersifat infektif
untuk selama hidupnya.
GEJALA KLINIK
Terdapat 2 bentuk Fowl Pox, bentuk kering dan bentuk basah. Mula mula
terbentuk papula kecil berwarna kelabu di daerah kulit yang tidak berbulu, misalnya
kepala dan kaki. Beberapa radag bergabung dan terbentuklah radang yang besar
sehinggga akhirnya akan membentuk keropeng besar. Bila keropeng dilepas maka
akan terjadi pendarahan dari lapisan di bawahnya. Proses cacar di daerah mata sering
terjadi. Pada cacar basah akan terlihat bercak berwarna kuning pada selaput lendir
mata dan larynx. Dari bercak di atas akan terbentuk membran semu yang sering kali
menyebabkan penyumbatan saluran hawa yang mengakibatkan penderita mati
tercekik.
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN
1. Ayam penderita harus segera dipisahkan dari ayam yang sehat
2. Kandang dan peralatan yang tercemar dibersihkan dan disuci hamakan dengan
desinfektan atau disemprot dengan insektisida untuk mengurangi populasi lalat.
3. Lakukan vaksinasi cacar pada anak ayam.
2) Navel infection (Infeksi pusar)
3) Pododermatitis (luka pada kaki)
2. Sistem Rangka
Kerangka ayam berfungsi membentuk kekuatan kerja untuk
menyokong tubuh, tempat pertautan otot, melindungi organ-organ
vital, tempat diproduksi sel darah merah dan sel darah putih pada
sumsum, membantu pernapasan dan meringankan tubuh saat
terbang. Secara garis besar susunan tulang ayam terlihat pada
gambar berikut ini :

Fungsi kerangka tangan dan lengan pada manusia digantikan


sayap pada unggas, begitu pula kaki pada manusia menyerupai
pada kaki unggas. Tulang metatarsus merupakan pengganti jari
pada kaki unggas yang berbentuk panjang dan menyatu pada
bagian shank. Rangka memiliki beberapa fungsi, yaitu :
1. Menjaga bentuk tubuh,
2. Menjaga otot,
3. Melindungi organ fital,
4. Sebagai alat gerak.
3. Sistem Otot
Jaringan otot pada unggas merupakan satu kesatuan kelompok
organ yang bertindak sebagai anggota gerak. Otot dibedakan
menjadi tiga macam, yaitu : otot polos, otot jantung dan otot
kerangka. Otot polos terdapat pada pembuluh darah, usus dan
organ lain yang tidak berada di bawah perintah otak. Otot jantung
terdapat pada jantung dan otot kerangka terdapat pada sekeliling
kerangka tubuh dan bertanggung jawab terhadap gerak yang
berada di bawah perintah otak seperti otot dada dan otot paha.
Otot dada pada unggas pada umumnya kuat untuk menjamin
kemampuan terbang.

4. Sistem Peredaran Darah


Sistem peredaran darah pada ayam didukung oleh kerja jantung
beserta dengan salurannya baik pembuluh darah vena (Gambar 10)
dan pembuluh darah arteri (Gambar 11), pembuluh darah kapiler
dan pembuluh darah nadi (Akoso, 1993).

Skema peredaran darah arteri pada unggas


Jantung ayam mempunyai empat ruang pada jantung, dua
ventrikel

dan

dua

atrium.

Pembagian

ruang

tersebut

untuk

mengefektifitaskan kerja jantung sehingga akan terjadi sirkulasi O 2


dan CO2

dari kantung udara dengan tingkat metabolisme yang

tinggi.

Fungsi

darah

unggas

untuk

mengedarkan

O2

dan

mengeluarkan CO2 dari sel tubuh, absorbsi nutrisi dari saluran


pencernaan dan mengedarkan ke seluruh tubuh, mengeluarkan sisa
metabolisme tubuh, mengedarkan hormon, mangatur cairan tubuh
dan melawan bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Darah
ayam berisi sekitar 2,5 sampai 3,5 juta sel darah merah per
milimeter kubik dan tergantung pada umur dan jenis kelamin. Darah
ayam jantan dewasa memiliki 500.000 sel darah merah lebih banyak
dibanding betina (Akoso, 1993). Ayam mempunyai kisaran jumlah sel
darah putih 15 sampai 35 ribu per milimeter kubik. Sel darah merah
ayam

mengandung

nukleus

dan

hemoglobin.

Hemoglobin

ini

berfungsi untuk membawa oksigen pada darah. Hemoglobin terdapat


sekitar 30% dari total darah pada ayam muda dan ayam petelur dan
pada jantan sekitar 40%.
Untuk ayam tipe ringan dewasa, misal ayam petelur White
Leghorn mempunyai denyut jantung 350 kali per menit, ayam breed
besar seperti Rhode Island Red mempunyai denyut jantung 250 kali
per menit (Akoso, 1993) dan DOC mempunyai kisaran 300 sampai
560 kali per menit (Nesheim et al., 1979). Ayam mempunyai tekanan
darah sistol 75 sampai 175 mm Hg dan diastol 140 sampai 160 mm
Hg
5. Sistem Pencernaan
Unggas memilki sistem pencernaan monogastrik, dimana
semua unggas memilki lambung tunggal atau lambung sederhana.
Monogastrik

memiliki

saluran

pencernaan

meliputi

mulut, oesophagus, stomach, small intestinum, large intestinum, rektum


dan anus.

5.1 ORGAN PENYUSUN SISTEM PENCERNAAN


a) Cavum Oris (Rongga Mulut)
Mulut

unggas

umumnya

disebut

dengan

paruh.

Fungsi

utamanya untuk memegang, menyobek, memecahkan makanan atau


mangsanya. Bentuk paruh bermacam-macam. Berbentuk runcing jika
makanan utamanya adalah bijian kecil, dan berbentuk runcing bengkok
dapat digunakan untuk menyobek mangsanya dan memecah bijian yang
besar yang keras serta berbentuk seperti sendok sehingga mudah
digunakan untuk menyaring dan menangkap makanan yang bercampur
air.
Mulut pada unggas ditandai dengan tidak adanya bibir, pipi,
dan gigiUnggas tidak memiliki gigi, sehingga tidak bisa memecah
makanan di dalam mulut. Didalam mulut ayam

terdapat lidah yang

berfungsi untuk mendorong makanan masuk kedalam esophagus. Saliva


dalam jumlah sedikit dikeluarkan dalam mulut untuk membantu pada
proses penelanan.
b) Oesophagus (Kerongkongan)
Esophagus

atau

kerongkongan

berupa

pita

tempat

pakan,melalui saluran ini dari bagian belakang mulut (pharynx) ke


proventrikulus. Oesophagus adalah organ yang menghubungkan faring
dan lambung yang relatif pendek. Diameter potensialnya kurang lebih 7
cm di kedua ujung dan 4,2 cm di bagian tengah. Fungsi oesophagus
adalah menyalurkan makanan ke tembolok.

c) Crop/ Ingluvies (Tembolok)


Tembolok mempunyai bentuk seperti kantong atau pundi-pundi
yang merupakan perbesaran dari oesophagus. Pada bagian dindingnya
terdapat banyak kelenjar mukosa yang

menghasilkan getah yang

berfungsi untuk melembekkan makanan. Tembolok berfungsi menyimpan


dan

menerima

makanan

untuk

sementara

sebelum

masuk

ke

proventriculus.
d) Lambung
Lambung unggas terdiri atas dua, yaitu proventrikulus dan
ventrikulus.
a. Proventrikulus
Proventriculus
oesophagus
Makanan dari
menggiling

dan

juga

merupakan
merupakan

proventikulus
atau

perbesaran
perut

terakhir

sejati

menuju gizzard yang

melumatkan

partikel-partikel

dari

dari
ayam.

bergerak

makanan

dan

menghancurkan dinding-dinding selulosa dari biji-bijian.


b. Ventrikulus,
Ventrikulus tersusun dari suatu struktur bertanduk yang
berotot tebal. Penghancuran pakan terjadi secara tidak sadar oleh
otot empedal memiliki kecenderungan untuk menghancurkan pakan
seperti yang dilakukan oleh gigi. Butiran-butiran grit terdapat di
dalam gizzard yang terdiri dari pecahan-pecahan batu berfungsi
membantu dalam proses pencernaan di dalam gizzard.
e) Intestinum Tenue (Usus Halus)
Usus halus merupakan organ utama tempat berlangsungnya
pencernaan dan absorpsi produk pencernaan. Berbagai enzim yang
masuk ke dalam saluran pencernaan ini berfungsi mempercepat dan
mangefisiensikan pemecahan karbohidrat, protein, dan lemak untuk
mempermudah proses absorpsi. Pada ayam dewasa, panjang usus halus
sekitar 62 inci atau 1,5 m. Secara anatomis, usus halus di bagi menjadi
tiga bagian, yaitu duodenum, jejunum, dan ileum.
f) Coecum/Sekum (Usus Buntu)

Sekum (usus buntu) terletak diantara usus kecil dan usus besar
serta pada kedua ujungnya buntu, maka disebut juga usus buntu.sekum
memiliki dua seka atau saluran buntu yang memilki panjang 20 cm yang
berisi calon tinja. Fungsi utama sekum secara jelas belum diketahui tetapi
di dalamnya terdapat sedikit pencernaan karbohidrat dan protein dan
absorbsi air. Di dalamnya juga terjadi digesti serat oleh aktivitas
mikroorganisma.

g) Intestinum Crasum (Usus Besar)


Usus besar berupa saluran yang mempunyai diameter dua kali
dari diameter usus halus dan berakhir pada kloaka, yang panjangnya 7
cm. Pada bagian ini terjadi perombakan partikel pakan yang tidak dicerna
oleh mikroorganisme menjadi feses. Pada bagian ini juga bermuara ureter
dari ginjal untuk membuat urin yang bercampur dengan feses sehingga
feses dinamakan ekskreta.
h) Kloaka
Kloaka merupakan bagian akhir dari saluran pencernaan. Kloaka
merupakan lubang pelepasan sisa-sisa digesti, urin dan merupakan muara
saluran reproduksi. Air kencing yang sebagian berupa endapan asam urat
dikeluarkan melalui kloaka bersama tinja dengan bentuk seperti pasta
putih. Kloaka merupakan tempat keluarnya ekskreta karena urodeum dan
korpodeum berhimpitan.
Pada kloaka terdapat tiga muara saluran pelepasan yaitu
urodeum sebagai muara saluran kencing dan kelamin, coprodeum sebagai
muara saluran makanan dan proctodeum sebagai lubang keluar dan
bagian luar yang berhubungan dengan udara luar disebut vent.
5.2 KELENJAR PENCERNAAN
a) Hati
Hati terletak diantara gizzard dan empedu, berwarna kemerahan
dan

terdiri

dari

dua

lobus,

yaitu

lobus

dexter

dan

sinister.Hati

mengeluarkan cairan berwarna hijau kekuningan yang berperan dalam


mengemulsikan

lemak.Cairan

tersebut

tersimpan

di

dalam

sebuah

kantung yang disebut kantung empedu yang terletak di lobus sebelah

kanan. Makanan yang berada pada duodenum akan merangsang kantung


empedu untuk mengkerut dan menumpahkan cairan empedu. Hati juga
menyimpan energi siap pakai (glikogen) dan menguraikan hasil sisa
protein menjadi asam urat yang dikeluarkan melalui ginjal.

b) Pankreas
Pankreas

terletak

pada

lipatan

duodenum.Pankreas

mensekresikan cairan pankreas ke duodenum melalui ductus pancreaticus


dan menghasilkan enzim yang mendigesti karbohidrat, lemak dan protein.
c) Limpa

Limpa berbentuk agak bundar, berwarna kecoklatan dan terletak pada titik
antara proventriculus, gizzard dan hati.Fungsi dari limpa sampai sekarang belum
diketahui, hanya diduga sebagai tempat untuk memecah sel darah merah dan untuk
menyimpan Fe dalam darah.

6. Sistem Pernafasan

Sistem respirasi adalah suatu proses pertukaran gas oksigen (O2) dari udara oleh
organisme hidup yang digunakan untuk serangkaian metabolisme yang akan
menghasilkan karbondioksida (CO2) yang harus dikeluarkan, karena tidak
dibutuhkan oleh tubuh.
Sistem respirasi pada unggas (ayam) terdiri dari nasal cavities, larynx,
trachea (windpipe), syrinx (voice box), bronchi, bronchiale dan bermuara
di alveoli. Oleh karena unggas memerlukan energi yang sangat banyak
untuk terbang, maka unggas memiliki sistem respirasi yang
memungkinkan untuk berlangsungnya pertukaran oksigen yang sangat
besar per unit hewan.Untuk melengkapi kebutuhan oksigen yang tinggi
tersebut maka anatomi dan fisiologi sistem respirasi unggas sangat
berbeda dengan mammalia.Perbedaan utama adalah fungsi paruparu.Pada mammalia, otot diafragma berfungsi mengontrol ekspansi dan
kontraksi paru-paru.Unggas tidak memiliki diafragma sehingga paru-paru
tidak mengembang dan kontraksi selama ekspirasi dan inspirasi.Paru-paru

hanyalah sebagai tempat berlangsungnya pertukaran gas di dalam darah.


Penyakit pada saluran pernapasan
Penyakit pada saluran pernapasan merupakan penyakit yang
disebabkan oleh organisme pathogen (pathogenic
microorganism) yang menginfeksi organ pernapasan.
Penyakit ini merupakan penyakit yang paling umum dijumpai
pada ternak unggas. Penyebab penyakit secara umum erat
hubungannya dengan faktor lingkungan, seperti udara dan
suhu.
1) Aspergillosis

2) Coryza
3) New castle disease

7. Sistem Reproduksi Dan Perkemihan


Dalam bereproduksi, Unggas adalah dengan akan menghasilkan
telur sehingga pada unggas ini memilki organ reproduksi yang
berbeda dengan mamalia. Kelompok unggas merupakan hewan
ovipar. Sehingga tidak memiliki alat kelamin luar. Walaupun
demikian, fertilisasi tetap terjadi di dalam tubuh. Hal ini dilakukan
dengan cara saling menempelkan kloaka. Pada unggas organ
reproduksi jantan berupa testes, epididimis dan ductus deferens.
Sedangkan pada betina terdiri dari satu ovarium dan satu ovidak.
Organ reproduksi unggas jantan :
Testis yang berjumlah sepasang, berbentuk oval atau bulat, bagian
permukaannya licin, terletak di sebelah ventral lobus renis bagian
paling kranial. Alat penggantung testes adalah mesorchium yang
merupakan lipatan dari peritoneum. Pada musim kawin ukurannya

membesar. Di sinilah tempat untuk membuat dan menyimpan


spermatozoa.
b. Saluran reproduksi. Tubulus mesonefrus membentuk duktus
aferen dan epididimis. Duktus wolf bergelung dan membentuk
duktus deferen. Pada saat masih muda, duktus deferen bagian
distal yang sangat panjang membentuk sebuah gelendong yang
disebut glomere. Di Dekat glomere bagian posterior dari duktus
aferen berdilatasi membentuk duktus ampula yang bermuara di
kloaka sebagai duktus ejakulatori.duktus eferen berhubungan
dengan epididimis yang kecil kemudian menuju duktud deferen.
Duktus deferen tidak ada hubungannya dengan ureter ketika
masuk kloaka.
c. Epididimis berjumlah sepasang, berukuran kecil terletak pada sisi
dorsal testis, epididimis ini adalah berupa saluran yang di lewati
sperma dan menuju ke ductus deferens.

d. Ductus deferens berjumlah sepasang. Pada hewan muda tampak


halus, sedang pada hewan tua nampak berkelok-kelok berjalan ke
caudal menyilangi ureter kemudian bermuara pada urodaeum.
Organ reproduksi ungags betina
Ovarium. Ovarium yang berkembang hanya yang kiri, dan terletak
di bagian dorsal rongga abdomen.
b. Saluran reproduksi, oviduk yang berkembang hanya yang
sebelah kiri, bentuknya panjang, bergulung, dilekatkan pada
dinding tubuh oleh mesosilfing dan dibagi menjadi beberapa
bagian; bagian anterior adalah infundibulum yang punya bagian
terbuka yang mengarah ke rongga selom sebagai ostium yang

dikelilingi oleh fimbre-fimbre. Di posteriornya dapat magnum yang


berfungsi mensekresikan albumin, selanjutnya istmus yang

mensekresikan membrane sel telur dalam dan luar. Uterus atau


shell gland mempunyai fungsi untuk menghasilkan cangkang kapur.
c. Vagina. Selama reproduksi telur, panjang vagina sekitar 4,7 inci
(12 cm). disini kultikula ditimbunpada kerabang untuk mengisi
sebagian pori-pori kerabang. Secra normal, telur tinggal di dalam
vagina selama beberapa menit, tetapi dalam keadaan tertentu
dapat tinggal beberapa jam.
Sistem perkemihan unggas
Ekskresi merupakan proses pengeluaran zat sisa metabolisme
tubuh, seperti CO2, H2O, NH3, zat warna empedu dan asam urat.
Sistem ekskresi adalah suatu sistem yang menyelenggarakan
proses pengeluaran zat-zat sisa. Sistem ekskresi pada unggas
(ayam) terdiri dari ginjal (metanefros), paru-paru, dan kulit. Ayam
memiliki sepasang ginjal yang berwarna cokelat. Saluran ekskresi
terdiri dari ginjal yang menyatu dengan saluran kelamin pada
bagian akhir usus (kloaka). Ayam mengekskresikan zat berupa
asam urat dan garam. Kelebihan larutan garam akan mengalir ke
rongga hidung dan keluar melalui nares (lubang hidung).