Anda di halaman 1dari 1

Environmental management : safety

1. Identify the safety needs of patient, based on level of physical and cognitive
function and past history of behavior
2. Identify safety hazards in the environment (i.e., physical, biological, and
chemical)
3. Remove hazards from the environment, when possible
4. Modify the environment of minimize hazards and risk
5. Provide adaptive devices (e.g., restraints, side rails, locked doors, fences, and
gates) to physically limit mobility or access to harmful situations
6. Notify agencies authorized to protect the environment (e.g., health
department, environmental services, environmental protection agency (EPA),
and police)
7. Provide patient with emergency phone number (e.g., police, local healt
department, and poison control center)
8. Monitor the environment for changes in safety status
9. Assist patient in relocating to safer environment (e.g., referral for housing
assistance)
10.Initiate and/or conduct screening programs for environmental hazard (e.g.,
lead and radon)
11.Educate high-risk individuals and groups about environmental hazard
12.Collaborate with other agencies to improve environmental safety (e.g., health
department, police, and EPA)

manajemen lingkungan: keselamatan


1. Identifikasi kebutuhan keamanan pasien, berdasarkan tingkat fungsi fisik dan
kognitif dan sejarah masa lalu dari perilaku
2. Identifikasi bahaya keamanan di lingkungan (yaitu, fisik, biologi, dan kimia)
3. Lepaskan bahaya dari lingkungan, bila mungkin
4. Memodifikasi lingkungan dari meminimalkan bahaya dan risiko
5. Menyediakan perangkat adaptif (misalnya, pembatasan, sisi rel, pintu
terkunci, pagar, dan gerbang) secara fisik membatasi mobilitas atau akses ke
situasi berbahaya
6. Beritahu lembaga yang berwenang untuk melindungi lingkungan (misalnya,
departemen kesehatan, jasa lingkungan, lembaga perlindungan lingkungan
(EPA), dan polisi)
7. Memberikan pasien dengan nomor telepon darurat (misalnya, polisi,
departemen kesehatan setempat, dan kontrol racun pusat)
8. Memantau lingkungan untuk perubahan status keamanan
9. Membantu pasien dalam relokasi ke lingkungan yang lebih aman (misalnya,
rujukan untuk bantuan perumahan)
10. Memulai dan / atau melakukan program skrining untuk bahaya lingkungan
(misalnya, memimpin dan radon)
11. Mendidik individu yang berisiko tinggi dan kelompok tentang bahaya
lingkungan
12. Berkolaborasi dengan lembaga-lembaga lain untuk meningkatkan keamanan
lingkungan (misalnya, departemen kesehatan, polisi, dan EPA)