Anda di halaman 1dari 10

PENGENALAN ALAT DAN FUNGSI PADA PRAKTIKUM EKOLOGI

A. TUJUAN
1. Mahasiswa dapat mengetahui berbagai jenis alat dan bahan
praktikum ekologi
2. Mahasiswa dapat mengetahui fungsi dari berbagai alat dan bahan
praktikum ekologi
3. Mahasiswa dapat mengaplikasikan berbagai macam alat dan bahan
praktikum ekologi
B. DASAR TEORI
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme
dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari bahasal Yunani
oikos (habitat) dan logos (ilmu). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang
mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya.
Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (18341914). Ekologi membahas tentang ekosistem dan komponen
penyusunnya yakni abiotic dan biotik. Ekologi merupakan cabang ilmu
yang relatif baru (Wikipedia, 2015).
Ilmu ekologi telah merambah sehingga dapat dibedakan menjadi
beberapa sub materi. Dalam perkembangannya ilmu tersebut mulai
dikaji satu persatu berdasarkan kondisi sekitar dan sesuai dengan
kebutuhan di zaman ini.
Dalam melakukan penelitian mengenai ekologi, dibutuhkan alatalat yang mendukung terciptanya penelitian tersebut. Alat-alat
tersebut dibedakan sesuai kebutuhan. Terdapat dua macam yakni alat
perairan dan alat daratan.
C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat-alat praktikum ekologi
2. Alat tulis
D. CARA KERJA
1. Membagi mahasiswa dalam beberapa kelompok kerja
2. Menyediakan berbagai alat-alat yang diguakan dan terdapat dalam
laboraurium ekologi
3. Dosen menjelaskan fungsi dan cara kerja alat-alat pada praktikum
ekologi yang telah disediakan
4. Mahasiswa mencoba setiap alat yang telah dijelaskan.
5. Menuliskan hasil percobaan pada buku.
6. Membuat laporan hasil pengamatan.

E. HASIL
ALAT PERAIRAN
N
NAMA
O
ALAT
1. Refraktome
ter
(%)

2.

FUNGSI

CARA KERJA

Mengukur
kadar atau
konsentras
i
garam
pada
bahan atau
zat
terlarut.
Merupakan
pengukur
indeks bias
pada
cairan
yang
digunakan
untuk
mengukur
kadar
garam.

Membuka
tutup
refraktometer.
Meneteskan satu atau
dua tetes air yang
akan diuji kadarnya
(sampel) pada bagian
berwarna biru.
Menutup
kembali,
kemudian mengamati
dengan
cara
meneropongnya pada
tempat
yang
bercahaya.
Setelah
selesai
menggunakan,
perlu
melakukan
kalibrasi
agar
tidak
mempengaruhi
pengukuran
selanjutnya. Kalibrasi
dilakukan
dengan
meneteskan aquadest
lalu membersihkannya
dengan menggunakan
selampai atau tissue

Salinometer Mengukur
(%)
salinitas
dengan
cara
mengukur
kepadatan
dari
air

Memasukkan
sampel
air yang akan diukur
kadar
salinitasnya.
Memasukkan
salinometer
hingga
terbaca skala nya.

GAMBAR

3.

4.

5.

yang akan
dihitung
salinitasny
a.
Termometer Mengukur
(C)
suhu atau
temperatur
e larutan.

Mencelupkan
thermometer kedalam
larutan
yang
akan
diukur
suhu
nya
dengan
memegang
bagian
tali
thermometer.
Mengamati
suhu
dengan
tidak
mengangkat
terlebih
dahulu
thermometer
tersebut.
Sechi disk Mengukur
Prinsip kerja seperti
(m)
kedalaman menimba
air
yakni
cahaya
mengulur perlahan tali
yang dapat dengan
menembus mencelupkannya
air.
kedalam
air
(pada
sungai,
rawa,
atau
danau) menghentikan
dan memberi
tanda
pada
tali
tersebut
ketika warna hitam
mulai tak terlihat.
Planktonnet Mengambil Mencelupkan
ring
sampel
planktonnet
kedalam
plankton
air yang akan diambil
sampel
planktonnya,
lalu
memasukkan
kedalam
botol
di
bagian
ujung
planktonnet.

6.

Eickman
grab

7.

Jala surber

8.

Water
sampel

9.

Micro
winkler

Mengambil Mencelupkan eickman


sedimen
grab
dengan
permukaan mengangkat pemberat.
Setelah
mencapai
dasar
melepaskan
pemberat. Tutup akan
menutup
dan
mengeruk sedimen di
dasar perairan.
Mengambil Memposisikan
jala
sampel
surber melawan arus.
bentos
Mengaduk pada bagian
serta
kotak
bawah
agar
dapat
bentos masuk ke jaring
mengukur
dan tersaring.
densitas.
Mengambil Mencelupkan
water
sampel air sampel
dengan
pada
mengangkat pemberat.
kedalaman Kemudian melepaskan
tertentu
pemberat setelah air
dan
masuk dalam tabung
menentuka kaca.
n kadar O2
Memeriksa
1. Metode COD =
kandungan
kadar CO2
Reagen pp
O2 dalam
- KOH / NaOH
air dengan
Meneteskan reagen
metode
pp kedalam 5 ml
titrasi
sampel.
Apabila
berubah
warna
menjadi
merah
muda menandakan
bahwa kadar CO2
tidak
ada.
Sebaliknya jika tidak
berubah
warna
maka
terdapat
kandungan CO2.

Selanjutnya
meneteskan
KOH
sampai
warna
merah muda hilang
pada larutan yang
berwarna
merah
muda.
Jumlah tetes X 100
mg
2. BOD = kadar O2
terlarut
- MnSO4
- KOHKI
- H2SO4 pekat
- Amilum 2%
- Na2S2O3
Meneteskan MnSO4
sebanyak 5 tetes,
KOHKI sebanyak 5
tetes kedalam 100
ml
air
sampel
sampai
terbentuk
endapan.
Meneteskan
10
tetes H2SO4 pekat
sampai
endapan
hilang.
Lalu
mengambil sampel
sebanyak
5ml
kemudian
meneteskan amilum
sebanyak 1 tetes
(warna biru tua).
Setelah
itu
meneteskan
Na2S2O3
sampai
warna biru hilang
Jumlah
tetes
Na2S2O3 X 10 mg/l =
jumlah kadar O2

terlarut.

ALAT DARATAN
N
O
1.

NAMA ALAT

FUNGSI

Lux meter / Mengukur


Light meter
intensitas
cahaya

2.

Alti
barometer

3.

Termohydrometer

CARA KERJA

Mengatur frekuensi
atau
skala.
Mengarahkan
alat
pada kondisi cahaya
yang akan diukur.
Membaca skala yang
tertera
Mengukur
Skala
atas
untuk
ketinggian ketinggian
tempat
sedangkan
skala
dan
bawah
untuk
tekanan
tekanan
udara.
udara
Sebelum
(HPA)
menggunakan
alat
perlu
dilakukan
kalibrasi
Mengukur
Meletakkan
pada
suhu (C) tempat
tertentu.
dan
Membaca skala yang
kelembapa tertera. Skala kecil
n
udara untuk
mengukur
(%)
suhu semetara skala
besar
untuk
mengukur
kelembapan.

GAMBAR

4.

Soil tester

Mengukur
PH
dan
kelembapa
n tanah

5.

Anemometer

Mengukur
kecepatan
angin

6.

Poin frame

Menghitun
g frekuensi
dan
density

7.

Meteran

Mengukur
panjang
wilayah
(m)

F. PEMBAHASAN
ALAT PERAIRAN
1. Refraktometer

Menancapkan
soil
tester pada tanah
yang akan diukur PH
nya. Membaca skala
yang tertera pada
bagian atas. Untuk
mengetahui
kelembapan
hanya
tinggal
memencet
tombol
lalu
membaca skala pada
bagian bawah.
Memposisikan
titik
kuning melawan arah
angin.
Kemudian
membaca skala yang
tertera.
Mengangkat
satu
persatu besi yang
menggantung pada
poin
frame.
Menjatuhkan
dan
mengamati tanaman
pertama
yang
tersentuh
besi.
Mencatat
hasil
pengamatan..
Memberi batas awal
wilayah yang akan
diukur.
Menarik
meteran
hingga
batas
akhir
pengukuran.
Mencatat
panjang
pengukuran tersebut.

2.

3.

4.

5.
6.

7.

8.

9.

Jika sampel merupakan larutan dengan konsentrasi rendah, maka


sudut refraksi akan akan lebar dan sebaliknya. Fungsi pada lensa
adalah untuk mengukur indeks bias cahaya. Alat ini digunakan di
lapangan (outdoor).
Salinometer
Prinsip kerja berdasarkan cara kerja listrik, semakin besar salinitas
semakin besar pula daya hantar listriknya. Alat ini digunakan dalam
laboraturium.
Thermometer
Pengamatan dilakukan dalam larutan yang akan diukur suhunya, bila
thermometer terangkat sebelum terbaca suhu nya maka suhu udara
sekitar akan mempengaruhi.
Sechi disk
Biasa digunakan pada perairan tawar. Tali yang akan digunanakan
disesuaikan ukurannya tergantung pada kedalaman perairan yang
akan diukur.
Planktonnet
Digunakan untuk mengambil sampel plankton pada perairan dangkal.
Eickman grab
Digunakan untuk mengambil sedimen permukaan. Hasil yang didapat
adalah endapan sedimen permukaan.
Jala surber
Digunakan untuk mengambil sampel bentos pada perairan dengan
arus sedang.
Water sampel
Digunakan untuk mengambil sampel air pada kedalaman tertentu.
Hasil yang didapat air pada kedalaman yang akan diuji kandungan
oksigen nya..
Micro winkler
Terdapat metode COD dan BOD untuk menunjukkan kadar CO 2 dan O2
terlarut. Dalam uji BOD digunakan MnSO4,KOHKI,H2SO4 pekat yang
berfungsi mengikat oksigen. Amilum yang digunakan dalam uji BOD
harus dalam kondisi baru, pembuatan maksimal sehari sebelum
dilakukan uji BOD.
ALAT DARATAN
1. Lux meter / light meter
Skala pada kondisi cahaya redup 0-1999, terang 0-19990, terbuka
cerah 0-50.000
2. Alti barometer
Kalibrasi dilakukan di daerah pantai dengan memposisikan jarum
pada angka 0, lalu alat dapat digunakan.
3. Termohydrometer

Digunakan untuk mengukur suhu dan kelembapan udara pada


suatu tempat.
4. Soil tester
Kelembapan PH yang dapat diukur berkisar 3-8. Skala untuk
menghitung kelembapan udara dikalikan sepuluh.
5. Anemometer
Satuan untuk angin lemah m/s atau km/jam. Sementara angina
kencang satuannya adalah knot.
6. Poin frame
Pada saat pengamatan, perlu dilakukan dengan teliti karena
jatuhnya beban (besi) sangat cepat dan terkadang tanaman
pertama yang tersentuh tidak jelas terlihat.
G. SIMPULAN
Dalam melakukan praktikum ekologi, mahasiswa perlu menguasai
penggunaan alat-alat praktikum, sesuai dengan cara penggunaan dan
fungsi dari alat tersebut. Ketelitian dalam menggunakan alat harus
dilakukan sebab dalam mengukur dan menguji harus mendapatkan
hasil yang akurat.
H. DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Ekologi

LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI

PENGENALAN ALAT DAN FUNGSI PADA PRAKTIKUM


EKOLOGI

Disusun Oleh
Herera Rahajeng (4411413042)

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2015

Anda mungkin juga menyukai