Anda di halaman 1dari 14

Mutu Lab

Prinsip dalam
Membakukan
Aktivitas
Laboratorium

Bakuan Mutu

Verifikasi

Bakuan Mutu ...


Untuk menjamin tercapainya dan
terpeliharanya mutu dari waktu ke waktu,
diperlukan bakuan mutu berupa
standar/bakuan yg tertulis yg bisa
dijadikan pedoman kerja bagi tenaga
standar yg tertulis
tiappelaksana
pelaksana yg ditunjuk

memiliki pegangan yg jelas


tentang apa dan bagaimana
prosedur melakukan suatu
aktivitas

memudahkan proses pelatihan


bagi tenaga pelaksana baru yg
akan dipercayakan untuk
mengerjakan suatu aktivitas

kegiatan yang dilaksanakan dengan


mengikuti prosedur baku yang
tertulis akan menjamin konsisten
mutu hasil yang di capai

Verifikasi ...

Verifikasi merupakan tindakan


pencegahan terjadinya kesalahan
dalam melakukan kegiatan
laboratorium mulai dari tahap
pra-analitik sampai tahap pasca
analitik

Tahap Pra
Analitik

a.

b.
c.
d.

e.

Formulir permintaan pemeriksaan :


Identitas pasien dengan lengkap
Surat permintaan pemeriksaan yg sudah
ditandai
Persiapan pasien
Pengambilan/pengiriman spesimen
Penanganan spesimen
Apakah kondisi pengiriman spesimen sudah
tepat
Apakah pengolahan spesimen menurut
prosedur yg berlaku
Apakah kondisi penyimpanan spesimen sudah
tepat
Persiapan sampel untuk analisa
Apakah kondisi sampel memenuhi syarat
Apakah volume sampel sudah cukup

Tahap Analitik

a. Persiapan reagen/media
Apakah cara pengenceran sudah benar
Apakah masa kadaluwarsa tidak melampaui
Apakah cara pencampuran/pelarutan sudah benar
b. Pipetasi reagen dan sampel
Apakah pipet yg digunakan sudah dikalibrasi
Apakah pipetasi dilakukan dengan benar
Apakah semua peralatan laboratorium yg digunakan
bersih dan memenuhi syarat
Apakah urutan prosedur diikuti dengan benar
c. Inkubasi
Apakah suhu inkubasi sesuai syarat
Apakah waktu inkubasi tepat
d. pemeriksaan
Apakah alat/instrumen berfungsi dengan baik
Apakah pasien nyaman
Apakah label sesuai nama pasien yg diperiksa

Tahap Pasca
Analitik

Pelaporan hasil
Apakah form hasil bersih
Apakah tidak salah transkip
Apakah tulisan sudah jelas
Apakah terdapat kecenderungan
hasil pemeriksaan
Apakah pembacaan hasil seperti
identifikasi dan penilaian sudah
benar

Prinsip dalam Membakukan Aktivitas


Laboratorium

Pada dasarnya setiap aktivitas yang ada


dalam laboratorium,harus memiliki
pedoman baku yang mendukungnya,
dari sistem mutu(normatif,kebijakan)
secara keseluruhan sampai dengan
proses paling teknis seperti cara
memperoleh air untuk analisa yg baik
atau pemeliharaan suhu lemari
pendingin,dll

Pembakuan dibuat berjenjang


berdasarkan jenjang aktivitas yg
ada dlm laboratorium.
Jenjang tertinggi : pedoman
mutu yg merupakan kebijakan
tertinggi dalam menjamin mutu
di laboratorium dan dibuat oleh
pimpinan laboratorium
bersangkutan
Jenjang kedua : kelompok
prosedur pada jenjang ke dua
tertinggi misalnya di seksi-seksi
dan dibuat oleh pimpinan seksi
yg bersangkutan
Jenjang terendah : dikerjakan
serta dibuat oleh mereka yg
bertanggungjawab terhadap

Setiap prosedur dibuat oleh pejabat


/staf yg bertanggungjawab dalam
pelaksanaan prosedur bersangkutan.
Contoh :
Sistem mutu secara keseluruhan,dibuat
oleh pimpinan laboratorium

Prosedur pemeliharaan alat dibuat oleh


staf yg diberi tanggungjawab atas
pemeliharaan alat

Prosedur disusun bersama staf yg ikut


terlibat dalam proses tersebut.
Keterlibatan dalam menentukan
bagaimana pekerjaan sebaiknya
dilakukan,akan menimbulkan
komitmen yg lebih besar pada diri
orang yang terlibat untuk ikut menjaga
ketertiban terlaksananya prosedur
tersebut denganContoh
baik dan benar.
Prosedur pemeliharaan alat yg dibuat oleh
penanggungjawab pemeliharaan alat ,sebaiknya
disusun bukan hanya oleh penanggungjawab
pemeliharaan alat akan tetapi bersama pelaksana
harian yg ditunjuk untuk melaksanakan
pemeliharaan alat bersangkutan

Prosedur baku yg dibuat harus mampu


menjawab pertanyaan:
1. Mengapa aktivitas itu dilakukan?
2. Apa yang dilakukan?
3. Dimana aktivitas itu dilakukan?
4. Siapa yang melakukan?
5. Kapan dilakukan?

Tiap prosedur baku harus didukung oleh


dokumen yang membuktikan bahwa prosedur
tersebut memang ditaati.
Contoh
bila prosedur baku untuk setiap hasil
pemeriksaan yang mengandung langkah
pemeriksaan ulang untuk setiap hasil
menyimpang, maka perlu disediakan pula
dokumen yang ditandatangani oleh pelaksana
pemeriksaan sehingga menjadi bukti bahwa
langkah pengulangan benar-benar dilakukan,
dengan demikian terjamin bahwa prosedur
yang ditetapkan memang benar dilksanakan

Tiap bakuan harus didokumentasi dengan

baik, bakuan yang sudah tidak berlaku


juga harus tetap disimpan,akan tetapi
jangn disimpan dengan dokumen yang
masih berlaku
Setiap kali terjadi perubahan pad prosedur
kerja,prosedur kerja atau petunjuk teknis
terkait juga harus mengalami penyesuaian
Prosedur baku perlu ditempatkan di dekat
orang yang mengerjakan sehingga tiap
saat dapat dijadikan pegangan pada saat
bekerja

TERIMAKASIH ATAS
PERHATIAANYA