Anda di halaman 1dari 56

BAB II

KETERBAGIAN

2.1 Keterbagian Dalam Bilangan Bulat


Sifat-sifat yang berkaitan dengan keterbagian telah dipelajari oleh
Euclid 350 SM (Niven, 1999:4). Pengembangan selanjutnya telah banyak
dikembangkan oleh beberapa ahli matematika yang lain, misalnya yang
berkaitan dengan bilangan komposit, perkalian dalam usaha untuk
mengembangkan teori bilangan.

Karena pentingnya sifat keterbagian

maka akibatnya konsep tersebut sering muncul dalam Aljabar Modern dan
Struktur Aljabar (Muhsetyo, 1994:18)

Definisi 2.1
Suatu bilangan bulat x dikatakan habis dibagi oleh suatu
bilangan bulat y 0, jika terdapat satu bilangan bulat p
sedemikian sehingga x = py. Jika hal ini dipenuhi maka y
dikatakan membagi x dan dinotasikan dengan y x yang dapat
diartikan sebagai y adalah faktor (pembagi) x, atau x adalah
kelipatan y. Jika y tidak membagi x dinotasikan dengan y x.
Contoh :
1) 3 12, sebab ada bilangan bulat 4 sedemikian sehingga 12 = (4) 3.
2) 3 -30, sebab ada bilangan bulat -10 sedemikian sehingga
30 = (-10)3.
3) 6 42, karena ada bilangan bulat 7 sedemikian sehingga

Teori Bilangan - 20

42 = (7)-6
4) 5 -25, karena ada bilangan bulat 5 sedemikian sehingga
25 = (5)-5
5) 3 5 karena tidak ada bilangan bulat x sedemikian sehingga
5 = (x) 3
6) 4 9 karena tidak ada bilangan bulat y sedemikian sehingga
9 = (y) 4
7) 2 11 karena tidak ada bilangan bulat z sedemikian sehingga
11 = (z)-2.
8) 7 7 karena ada bilangan bulat 1 sedemikian sehingga 7 = (1) 7.
Jika y x dan 0 < y < x, maka y disebut pembagi murni dari x. Notas
ak x tetapi ak+1 x. Berdasarkan definisi 1 diatas selanjutnya pembagian
dalam Z dapat dilakukan tanpa memperluas Z menjadi Q. Kemudian jika
x,y

Z dan yx = 0, maka x= 0 atau y = 0 dan dikatakan bahwa Z tidak

mempunyai pembagi nol. Akibatnya dengan sifat ini dapat dilakukan


suatu penghapusan (Kanselasi).
Jika x,y

Z dan 5x = 5y, maka 5x 5y = 0

5(x-y) = 0, diperoleh 5 = 0 atau x-y = 0, x = y


Jadi persamaan 5x = 5y menjadi x = y tidak diperoleh dengan perkalian
1/5 , karena 1/5 bukan bilangan bulat.
Untuk selanjutnya pernyataan y x sudah dianggap bahwa y 0. Sehingga
dari definisi 2.1 dapat ditentukan bahwa:
1) 1 x, untuk setiap x

Z, karena ada p

Z sedemikian sehingga

Teori Bilangan - 21

x = (p)1, sehingga 1 3, 16, 1 11, 1 -21, 1 16, 1 -10,


semuanya bernilai benar.
2) y 0, untuk setiap y

Z dan y 0 karena ada 0

Z sehingga

0 =(y)0, sehingga 3 0, 10, -1 0, 12 0, -191 0, 4 0, semuanya


bernilai benar.
3) x x untuk setiap x

Z dan x 0, karena ada 0

Z, sehingga

x = (1)x, sehingga pernyataan-pernyataan 22, -2-2, 4242, 1212,


-20-20, 2121, semuanya bernilai benar.
4) Jika y x, maka kemungkinan hubungan antara y dan x adalah y < x, y
= x, y>x. Misalnya 2 2 dengan 2 = 2, 2 4 dengan 2 < 4, dan
2 -4 dengan 2 > -4.

Dalil 2.1
Jika a,b,c

Z maka berlaku:

1) a b a bc, untuk setiap c

Z.

2) (a b, b c) a c.
3) (a b, b a) a = b.
4) (a b, a c) a (b c).
5) (a b, a c) a (ax + by) untuk setiap x,y

Z.

Untuk selanjutnya ax + by disebut kombinasi linear dari b dan c


6) ( a>0, b > 0 dan a b) a b.
7) a b ma mb untuk setiap m

Z dan m 0

8) ( ab dan a b+c ) a c.

Teori Bilangan - 22

Pernyataan-pernyataan pada dalil 2.1 di atas dapat dibuktikan sebagai


berikut:
1. Karena diketahui a b , maka menurut definisi 1 ada suatu bilangan
bulat p sedemikian sehingga b = (p)a. b = pa berarti bc = (pa)c. Hal
ini berarti terdapat bilangan bulat q = pc sedemikian sehingga bc = qa.
Jadi a bc.
2. a b b = pa, untuk suatu p

b c c = qb, untuk suatu q

Z.

( b = pa, c = qb) c = q(pa) atau c = (qp)a. atau c = wa, untuk suatu


w

Z.

Jadi a c.
3. a b b = pa, untuk suatu p

b a a = qb, untuk suatu q

Z.

( b = pa, a = qb) a = q(pa) atau a = (qp)a. Karena a b, berarati


a 0, sehingga a = (qp)a atau a(1-qp) = 0 dan dapat disederhanakan
menjadi a=0 atau qp = 1.
qp = 1 ( q = 1 dan p =1) atau ( p = -1 dan q = -1)
p = q = 1 maka a = pb = b ....(1)
p = q = -1, maka a = pb = -b ...(2)
Dari (1) dan (2) didapat a = b
4. a b b = pa, untuk suatu p

a c c = qa, untuk suatu q

Z.

( b = pa, c = qa) b c = pa qa atau b c = a ( p q)


b c = at dengan t

Z.

Teori Bilangan - 23

Jadi a b c.

5. a b b = pa, untuk suatu p

a c c = qa, untuk suatu q

Z.

bx + cy = ( pa)x + (qa)y
bx + cy = a (px+qy) dengan (px + qy)

Z.

Jadi a (bx+cy).
6. a b b = pa, untuk suatu p

karena a > 0, b > 0 dan b = pa maka p > 0.


karena p

Z maka p bukan suatu pecahan.

Sehingga nilai kemungkinan x adalah 1,2,3, ..., yaitu x = 1 atau x >1


b = pa dan p =1 b = a atau a = b
b = pa dan p > 1 b > a atau a < b.
a = b atau a < b a = b
7. (a) a b b = pa, untuk suatu p

mb = map mb = (ma)p ma mb
(b) ma mb mb = (ma)p untuk suatu p

Z ma mb

mb = m (ap) dan m 0 b = ap a b
b c c = q b, untuk suatu q
8. a b b = pa, untuk suatu p

Z.

a b + c b + c = qa, untuk suatu q

Z.

b + c = qa c = qa b.
c = qa b dan b = pa c = qa - pa atau c = a( q-p)
c = a ( q-p) dengan (q-p)

Z a c.

Teori Bilangan - 24

Dalil 2.2 (Dalil Algoritma Pembagian)


Jika a > 0, dan a,b

Z, maka ada bilangan-bilangan q dan r

Z yang

masing-masing tunggal sehingga b = qa + r dengan 0 r < a.


Jika a b maka r memenuhi ketidaksamaan 0 < r < a.
Bukti.
Misal a, b

Z, maka dapat dibentuk suatu barisan aritmatika b na, n

Z, yaitu:
..., b 3a, b 2a, b-a, b, b + a, b + 2a, ....
Barisan di atas mempunyai bentuk umum b na.
Selanjutnya, misal S adalah suatu himpunan yang unsur-unsurnya suku
yang bernilai positip dari barisan b na, sehingga:
S = { (b na) n

Z, dan b na > 0 }

Menurut prinsip urutan, maka S mempunyai unsur terkecil, sebut saja r.


Karena r

S, maka r dapat dinyatakan sebagai r = b qa, dengan q

Z.

Dari r = b qa dapat diperoleh b = qa + r.


Jadi jika a > 0 dan a,b

Z maka ada q,r

Z sedemikian sehingga b = qa

+ r.
Untuk menunjukkan bahwa

0 r < a, maka digunakan bukti tidak

langsung sebagai berikut:


Anggaplah bahwa 0 r < a tidakbenar, maka r a dan dalam hal ini r
tidak mungkin negatip karena r

S.

Jika r a maka r a 0.
r = b qa

r a = b qa a
= b ( q +1) a.

Teori Bilangan - 25

r a 0 dan r-a = b ( q + 1 ) a 0.
r a 0 dan r a mempunyai bentuk b na, maka r a

S.

Karena a > 0 maka r a < r sehingga r a merupakan unsur terkecil dari


S dan lebih kecil dari r. Hal ini bertentangan dengan pengambilan r
sebagai unsur terkecil S. Jadi haruslah 0 r < a.
Untuk menunjukkan ketunggal q dan r, dimisalkan q dan r tidak tunggal
yaitu q1, q2, r1, r2

Z dan memenuhi hunbungan persamaan

b = q1a + r1
b = q2a + r2
Sehingga berlaku q1a+ r1 = q2a+ r2

( q1 - q2 ) a + ( r1 - r2 ) = 0

( r1 - r2 ) = ( q2 q1 )a
a

( r1 - r2 )

( r1 - r2 )

r1 - r2 = 0

r1 - r2 = 0 atau r1 - r2 a ( a r1 - r2 )

r1 = r2 (q1 - q2 ) a = 0 q1 = q2

r1 - r2 a > 0, r1 > 0 , r2 > 0

r1 a = 0.

Jadi r1 = r2 dan q1 = q2 yaitu q dan r masing-masing adalah tunggal.


Selanjutnya jika a b, maka tidak ada q
berarti b

Z sehingga b = qa. Hal ini

qa atau b = qa + r dengan 0 < r < a. ( r 0, sebab jika r = 0

diperoleh b = qa).

Dalil 2.3
Jika b = qa + r dengan 0 r < a, maka

Teori Bilangan - 26

b disebut bilangan yang dibagi (devidend)


a disebut bilangan pembagi (devisor/faktor)
q disebut bilangan hasil bagi (quotient), dan
r disebut bilangan sisa (remainder/residu)
Dalil 2.3 di atas disebut pula dengan dalil algoritma pembagian.
Algoaritma adalah prosedur atau metode matematis untuk memperoleh
hasil tertentu yang dilakukan menurut sejumlah langkah berurutan yang
berhingga. Dalil 2 ini sebenarnya lebih bersifat dalil eksistensi (keujudan)
dari adanya bilangan-bilangan bulat q dan r dari suatu algortima. Namun
demikian uraian tentang pembuktiannya dapat memberikan gambaran
adanya suatu metode, cara , atau prosedur matematis untuk memperoleh
bilangan-bilangan bulat q dan r sehingga b = qa + r.
Jika a = 2 dan b adalah sebarang bilangan bulat, maka menurut dalil
sebelumnya b dapat dinyatakan dengan b = 2q + r, dengan 0 r < a.
Hal ini berarti bahwa nilai-nilai b yang mungkin dapat ditentukan oleh
nilai-nilai r yang mungkin yaitu r = 0 dan r = 1.
Untuk r = 0 maka b = 2q + r = 2q + 0.
b = 2q, dengan q

Z.

b yang dapat dinyatakan dengan 2q ( q

Z ) disebut bilangan bulat

genap (even integer).


Untuk r = 1, b = 2q + r = 2q + 1 ( q

Z ) disebut bilangan bulat ganjil.

(odd intereger, gasal).


Ternyata berdasarkan dalil algoritma pembagian, setiap bilangan bulat
dapat dinyatakan sebagai bilangan bulat genap (2q) atau bilangan bulat

Teori Bilangan - 27

ganjil ( 2q + 1).

Selanjutnya jika diambil a = 3, maka menurut dalil

Algoritma Pembagian, dengan mengambil r= 0, r=l dan r=2. Sehingga


sebarang bilangan bulat b dapat dinyatakan sebagai bentuk dari salah
satu persamaan berikut:
b = 3q
b = 3q + 1
b = 3q + 2
Dengan alasan yang sama, setiap bilangan bulat selalu dapat dinyatakan
antara lain:
1. Salah satu dari 4q, 4q+1, 4q+2, 4q+3 (q Z)
2. Salah satu dari 5q, 5q+1, 5q+2, 5q+3, 5q+4 (q Z)
3. Salah satu dari 6q, 6q+1, 6q+2, 6q+3, 6q+4, 6q+5 (q Z)
Disinilah sebenarnya letak dari konsep algoritma pembagian, suatu
konsep mendasar yang dapat digunakan untuk membantu pembuktian
sifat-sifat tertentu.
Contoh:
1. Diketahui n adalah bilangan bulat, buktikan bahwa 2 n3 n .
Bukti:
Menurut

dalil

Algoritma

pembagian,

terdapat

bilangan

bulat

sedemikian sehingga n = 2q atau n = 2q + 1,


Untuk n = 2q maka
n3 n = n (n2 1)
= n(n-1)(n+1)
= 2q(2q-1)(2q+1)

Teori Bilangan - 28

= 2{q(2q-1)(2q+1)
n3 n = 2{q(2q-1)(2q+1)
Sehingga 2 2{q(2q-1)(2q+1) atau 2 n3 n
Untuk n = 2q+1 maka
n3 n = n (n2 1)
= n(n-1)(n+1)
= (2q+1)(2q+1-1)(2q+1+1)
= (2q+1)(2q)(2q+2)
n3 n = (2q+1)(2q)(2q+2)
Sehingga 2 (2q+1)(2q)(2q+2) atau 2 n3 n
2. Tunjukkan bahwa 4 n2 + 2 untuk sebarang n

Jawab
Dengan bukti tidak langsung, anggaplah 4 n2 + 2.
Sesuai dengan dalil algoritma pembagian, untuk n

dapat

dinyatakan sebagai
n = 2q atau n = 2q + 1, q

Z.

Untuk n = 2q, maka n2 + 2 = (2q)2 + 2 = 4q2 + 2


4 n2 + 2
n2 + 2 = 4q2 + 2

4 4q2 + 2
4 4q2 , maka 4 2, hal ini terjadi kontradiksi karena 4 2.
Jadi anggapan bahwa 4 n2 + 2. adalah salah sehingga 4 n2 + 2.
Untuk n = 2q + 1, maka n2 + 2 = (2q+1)2 + 2 = 4q2 + 4q + 3
= 4(q2+q) + 3

Teori Bilangan - 29

4 n2 + 2
n2 + 2 = 4(q2 +q) + 3

4 4(q2 + q) + 3
4 4(q2 + q), maka 4 3, hal ini terjadi kontradiksi karena 4 3.

Definisi 2.2
Ditentukan x,y

Z yang keduanya tidak bersama-sama bernilai 0, a

disebut pembagi persekutuan dari x dan y jika a x dan a y.


a

Z disebut pembagi persekutuan terbesar (FPB) dari x dan y jika a

adalah bilangan bulat positip terbesar sehingga ax dan ay.


Untuk selanjutnya jika a adalah pembagi persekutuan terbesar dari x dan
y dinyatakan dengan (x,y) = a.
Perlu diperhatikan bahwa (x,y) = a didefinisikan untuk setiap pasangan
bilangan bulat x,y

Z kecuali untuk x = 0 dan y = 0. Demikian pula perlu

dipahami bahwa (x,y) selalu bernilai positip yaitu (x,y) > 0, atau (x,y) 1.
Contoh:
1. Faktor dari 8 adalah -8, -4, -2, -1, 1, 2, 4, 8.
2. Faktor dari 20 adalah 20, -10, -5, -4, -2, -1, 1, 2, 4, 5, 10, 20
3. Faktor Persekutuan 8 dan 20 adalah 4,-2,-1, 1, 2, 4
4. Faktor Persekutuan terbesar 8 dan 20 adalah 4 atau (8,20) = 4
Selanjutnya perhatikan bahwa
(12,16) = 4, (60,105) = 15, (3,5) = 1, (17,19)= 1. dan seterusnya.

Teori Bilangan - 30

Dalil 2.4
1. Jika d = (x,y) maka d adalah bilangan bulat positip terkecil yang
mempunyai bentuk umum aox + boy dengan ao, bo

Bukti.
Dibentuk kombinasi linear (ax + by) dengan a,b

Z. Barisan bilangan

ax + by memuat bilangan-bilangan negatip, bilangan nol (untuk a = 0


dan b = 0), dan bilangan-bilangan yang bernilai positip.
Ambil S = {ax + by ax + by > 0 }, maka dapat ditentukan bahwa S

N. Karena N adalah himpunan terurut dan S

N, maka S

mempunyai unsur terkecil dan sebutlah dengan t, dan t

S,

maka

tentu ada a = ao dan b = bo sehingga t = aox + boy dan selanjutnya


dapat dibuktikan bahwa t x dan t y.
Untuk membuktikan apakah t x, digunakan bukti tidak langsung .
Misal t x, maka menurut dalil sebelumnya ada q, r

Z sehingga

x = qt + r dengan 0 < r < t


r = x qt
= x q(aox + boy)
r = ( 1-aoq)x + (-boq)y
r = a1x + b1y dengan a1 = 1-aoq
b1 = -boq
Jadi r = a1x + b1y

Z, dan
Z.

Z dengan r, t S, t merupakan unsur terkecil S

ran r < t. Hal ini bertentangan dengan dengan pemisalan

t x.

Dengan demikian anggapan t x tidaklah benar. Jadi haruslah t x.

Teori Bilangan - 31

Dengan cara yang sama dapat ditunjukkan bahwa t y.


Dari t x dan t y berarti t adalah pembagi persekutuan dari x dan y.
d = (x,y) berarti d x sehingga p

S sehingga x = dp.

d = (x,y) berarti d y sehingga p

S sehingga y = dp.

t = aox + boy
= ao (dp) + bo (dp)
d t, d

0, t > 0 maka sesuai dengan dalil sebelumnya d t dan d

tidak lebih kecil dari t, sedangkan d adalah pembagi persekutuan dari x


dan y.
Jadi d = t = aox + boy
Berdasarkan urian di atas jelaslah bahwa d = (x,y) merupakan bilangan
bulat positip terkecil yang mempunyai bentuk (ax + by) dengan a,b

Z.
Dengan demikian terlihat bahwa tidak ada bilangan positip selain d
yang membagi x dan y dan mempunyai bentuk (ax + by)
2. Jika t

Z dan t > 0, maka (tx,ty) = t (x,y)

Bukti
Sesuai dengan bukti dalil 1 di atas, maka:
(tx,ty) = bilangan bulat positip terkecil yang mempunyai bentuk(atx +
bty) dengan

bilangan a,b

= atx + bty
= t (ax + by)
= t merupakan bilangan bulat positip terkecil yang mempunyai
bentuk (ax+by)

Teori Bilangan - 32

= t (ax +by)
3. Jika x,y

Z dan d = (x,y) maka (

x y
, )=1
d d

Bukti
d = (x,y) berarti d x dan d y dan
(x,y) = (d.

Dengan demikian (

x
y
x
y
, d. ) = d ( ,
)
d
d
d d

Karena d > 0 maka d (

4. Jika x,y,w

x
y
,
d d

x
y
x
y
,
) atau 1 = ( ,
)
d d
d d

x
y
,
)=1
d d

Z, w xy, dan (y,w) = 1 maka w x.

Bukti
(y,w) = 1 maka menurut definisi FPB 1 adalah bilangan bulat positip
terkecil yang mempunyai bentuk ay + bw dengan a,b

ay + bw = 1 berarti ayx + bwx = x


w xy w axy
w axy dan w bxw w axy + bxw
w axy + bwx dan axy + bxw = x w x.
5. Jika (x,t) = 1 dan (y,t) = 1, maka (xy,t) = 1
Bukti:
(x,t) = 1 terdapat ao dan bo

Z sedemikian sehingga aox+bot=1

(y,t) = 1 terdapat ao dan bo

Z sedemikian sehingga a1y+b1t=1

aox+bot=1 aox = 1 - bot


a1y+b1t=1 a1y = 1 - b1t

Teori Bilangan - 33

a1x = 1 - bot dan a1y = 1 - b1t maka:


(aox)(a1y) = (1 - bot)(1 - b1t)
= 1- (bo - b1 + bob1t)t
(aoa1)(xy) = (1- b2)t atau (xy) a2 +b2t=1 dengan
a2 = aoa1 dan b2 = bo - b1 + bob1t
Karena (xy,t) = 1 adalah bilangan bulat positip tekecil yang mempunyai
bentuk (xy) a2 +b2t=1 maka (xy,t) haruslah 1 sehingga (xy,t) = 1
6. Ditentukan x,y Z , (x,y) = d. Ekuivalen dengan d > 0, d x, dy dan f
d untuk setiap f pembagi persekutuan x dan y.
Bukti
d = (x,y) maka menurut definisi d adalah bilangan bulat positip
terbesar sehingga d x,

dy, hal ini berarti bahwa d > 0. Demikian

pula d = (x,y) berarti d adalah bilangan bulat positip terkecil dan


berbentuk (ax + by), dengan a,b Z.
Jadi d = ax + by.
Misal f adalah sebarang pembagi persekutuan dari x dan y, maka
berlaku f x dan f y, sehingga f

ax dan f ay dan menurut sifat

keterbagian berlaku f ax + by.


f ax + by dan d = ax + by f d.
Sebaliknya, jika d > 0 dan d x

d y serta f d, dengan f adalah

sebarang pembagi persekutuan x dan y maka d f ( karena d = kf, k

Z ) untuk sebarang f pembagi persekutuan x dan y.


Jadi d adalah pembagi persekutuan terbesar dari x dan y. Atau d =
(x,y)

Teori Bilangan - 34

7. Untuk setiap a, x, y

Z, berlaku:

( x,y ) = ( y,x ) = ( x,-y) = ( x, y + ax ).


Bukti
d = (x,y) maka menurut definisi d adalah bilangan bulat positip
terbesar sehingga d x,

dy, hal ini berarti bahwa d > 0.

Jadi d = (x,y) atau d = (y,x).


Karena d merupakan bilangan bulat positip terbesar yang membagi x
dan y, dan y membagi (-y), maka d juga merupakan bilangan bulat
positip terbesar yang membagi x dan (-y), sehingga d = (x,-y).
Selanjutnya (x,y) x berarti (x,y) ax.
(x,y) ax dan (x,y) y (x,y) ax + y.
(x,y) ax dan (x,y) ax + y (x,y) adalah pembagi persekutuan dari x
dan y+ax, sehinggga menurut dalil sebelumnya berarti (x,y) (x,y+ax)
(x,y+ax) adalah pembagi persekutuan dari x dan (y+ax), hal ini berarti
(x,y+ax) x dan (x,y+ax) (y+ax)
(x,y+ax) x

(x,y+ax) ax

(x,y+ax) x dan (x,y+ax) y+ax

(x,y+ax) y

Karena (x,y+ax) adalah suatu pembagi persekutuan dari x dan y,


maka (x,y+ax) (x,y) . Jadi (x,y+ax) = (x,y)
Perhatikan bahwa:
1. (6,15) = (15,6) = (6, -15) = (-6,15) = 3.
2. (4,6) = ( 4, 3.4 + 6) = ( 4,18) = 2
3. (3,5) = ( 3, 5.2 + 1) = ( 3, 11) = 1
4. (15, 81) = ( 15, 6 + 75) = ( 15, 6 + 5.15) = ( 6, 15) = 3.

Teori Bilangan - 35

Dalil Algoritma Euclides


Jika r1, r2

Z, dan r1 > r2 dan dengan proses algoritma pembagian

dibentuk suatu barisan menurun bilangan bulat r1, r2, r3, ... , rk-1, rk, rk+1=0
Yaitu:
r1 = q1r2 + r3 ,

0 r3 < r2.

r2 = q2r3 + r4 ,

0 r4 < r3.

r3 = q3r4 + r5 ,

0 r5 < r4.

r4 = q4r5 + r6 ,

0 r6 < r5.

.............................................
rk-2 = qk-2rk-1 + rk ,

0 rk < r2.

rk-1 = qk-1rk + rk+1 ,

rk+1 = 0

Maka (r1,r2) = rk.


Bukti.
(r1,r2) = (q1r2 + r3 , r2) ....................... (substitusi r1)
= (r3,r2)

........................ (teorema)

= (r3, q2r3 + r4 ) ........................ (substitusi r2)


= (r3,r4)
.......
.......
.......
= (rk,rk+1)
= (rk,0)

.......................... (rk+1 = 0)

(r1,r2) = rk

Teori Bilangan - 36

Contoh
1. Tentukan (105,60) dan nyatakan hasilnya sebagai bentuk kombinasi
linear
ax + by = c, dimana c = (a,b).
Dengan Algoritma Euclides diperoleh:
105 = (1) 60 + 45
60 = (1) 45 + 15
45 = (3) 15 + 0, sehingga diperoleh (105,60) = 15.
Selanjutnya dengan jalan mundur diperoleh:
15 = 60 45 (1)]
= 60 [105 60(1)]
= 60 105 + 60 (1)
= (-1) 105 + (2) 60.
Akhirnya diperoleh (105,60) = (-1)105 + (2) 60.
5. Dengan cara yang sama diperoleh
(570, 1938) = 114
114 = 570 2 (228)
= 570 2 [1938 3.570]
= 570 2 (1938) + 6(570)
= 7 (570) 2 (1938)
= -2(1938) 7(570).

2.2 Cara Lain Menentukan Faktor Persekutuan Terbesar dan Kombinasi


Linear

Teori Bilangan - 37

Marilah kita ingat kembali dalil Algoritma Pembagian Euclides


Jika r1, r2

Z, dan r1 > r2 dan dengan proses algoritma pembagian

dibentuk suatu barisan menurun bilangan-bilangan bulat r 1, r2, r3, ... , rk-1,
rk, rk+1=0
Yaitu:
r1 = q1r2 + r3 ,

0 r3 < r2.

r2 = q2r3 + r4 ,

0 r4 < r2.

r3 = q3r4 + r5 ,

0 r5 < r2.

r4 = q4r5 + r6 ,

0 r6 < r2.

.............................................
rk-2 = qk-2rk-1 + rk ,

0 rk < r2.

rk-1 = qk-1rk + rk+1 ,

rk+1 = 0

Maka (r1,r2) = rk.


Sehingga diperoleh :
r3 = r1 - q1r2
r4 = r2 - q2r3
r5 = r3 - q3r4
r6 = r4 - q4r5
.............................
.
.
ri = ri-2 - qi-2ri-1
Berdasarkan persamaan tersebut di atas dapat diketahui bahwa bilangan
bulat ri ditentukan oleh r1-1 dan ri-2

Teori Bilangan - 38

Andaikata Algoritma pembagian Euclid di atas dinyatakan dalam bentuk x


dan y, yaitu:
x1 = q1x2 + x3 ,

0 x3 < x2.

y1 = q1y2 + y3 ,

0 y3 < y2.

maka dengan cara yang sama (analog) diperoleh bentuk persamaan


dalam x dan y yang secara umum dinyatakan oleh xi = xi-2 - qi-2xi-1 dan yi
= yi-2 - qi-2yi-1 .
Sehingga terdapat 3 persamaan dalam bentuk ri, xi, dan yi dan
selanjutnya masing-masing konstanta tersebut dapat dimulai dengan
syarat awal yang berbeda.
r-1 = r1, ro = r2
x-1 = 1, xo = 0
y-1 = 0, ro = 1
Secara lengkap langkah untuk menentukan masing-masing konstanta
dapat dilihat pada table berikut ini:
i
-1
0
1
2
3
Dstnya.

qi+1
*
...
...
..
..
..

ri
r1 (b)
r2 (a)
..
..
..
..

xi
1
0
.
.
.
.

yi
0
1
..
..
..
..

Titik-titik pada masing-masing kolom diisi dengan menyesuaikan bentuk


persamaan
ri = ri-2 - qi-2ri-1
xi = xi-2 - qi-2xi-1

Teori Bilangan - 39

yi = yi-2 - qi-2yi-1
Contoh.
1. Tentukan (42823,6409) dan tentukan selesaian kombinasi linearnya.
42823 x + 6409 y = 17
Jawab
Tabel untuk masing-masing konstanta adalah
i
-1
0
1
2
3

qi+1
6
1
2
7

ri
42823
6409
4369
2040
289

xi
1
0
1
-1
3

17

17

-1-7(3)=-22

yi
0
1
-6
7
-6-2(7)=-20
7-7(20)=147

Diperoleh (42823,6409) = 17 dan 17 = 42823(-22) + 6409(147)


2. Tentukan (7469,2464), dan buatlah kombinasi linearnya dari masingmasing soal dalam bentuk ax + by = d dimana d = (a,b)
Jawab
Tabel untuk masing-masing konstanta adalah sebagai berikut:
i
-1
0
1
2

qi+1
3
32
-

ri
7469
2464
77
0

xi
1
0
1
-

yi
0
1
-3
-

Diperoleh (7469,2464) = 77 dan 77 = 7469 (1) + 2464 (-3)


3. Tentukan (1109,4999) dan buatlah kombinasi linearnya dari masingmasing soal dalam bentuk ax + by = d dimana d = (a,b)

Teori Bilangan - 40

Jawab
Tabel untuk masing-masing konstanta adalah
i
-1
0
1
2
3
4
5
6

qi+1
4
1
1
32
8
2
-

ri
4999
1109
563
546
17
2
1
0

xi
1
0
1
-1
2
-65
522
-

yi
0
1
-4
5
-9
293
-2353
-

Diperoleh (1109,4999) = 1 dan 1 = 1109 (-2353) + 4999 (522)


4. Dengan cara yang sama tentukan (5033464705,3137640337)
Tabel untuk masing-masing konstanta adalah:
i

qi+1

-1

2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

1
1
1
8
1
7
3
1
1
1
2
1
2
6
8
1

ri
503346470
5
313764033
7
189582436
8
124115969
654008399
587807570
66200829
58200938
7999891
2201701
1394788
806913
587875
219038
149799
69239
11321
1313
817

xi

yi

-1

-1
2
-3
5
-43
48
-379
1185
-1564
2749
-4313
11375
-15688
42751
-272194
2220303

2
-3
5
-8
69
-77
608
-1091
2509
-4410
6919
-18248
25167
-68582
436659
-3561854

Teori Bilangan - 41

18
19

1
1

496
321

-2492497
4712800

20

175

-7205297

21

146

11918097

22

29

-19123394

3998513
-7560367
1155888
0
1911924
7
3067812
7
-

23

29

107535067

17250988
2

24

Diperoleh (5033464705,3137640337) = 1 dan


1 = 5033464705 (107535067) + 3137640337 (-172509882)
Soal.
Dengan cara yang sama tentukan kombinasi linearnya dan tentukan:
a. (2947,3997)= d maka d = 2947x + 3997y
b. (2689,4001) = d maka d = 2689x + 4001y
c. (1109,4999) = d maka d = 1109x + 4999y
d. (24332221,67777170)
e. (404040404040,98989898989)
1. Untuk latihan anda, cobalah tentukan (7469,2464), (2947,3997),
(2689,4001),

(1109,4999)

dan

nyatakan

hasilnya

dalam

bentuk

kombinasi linear.
2. Tentukan nilai x dan y yang memenuhi persamaan
423x + 198y = 9
71x 50y = 1

Teori Bilangan - 42

43x + 64y = 1

Definisi 2.3
Jika x,y

Z, x 0, dan y 0, maka:

a. M disebut kelipatan persekutuan dari x dan y jika y m dan x m.


b. M disebut kelipatan persekutuan terkecil dari x dan y jika m adalah
bilangan bulat positip terkecil sehingga x m dan y m. Jika m
kelipatan pesekutuan terkecil x dan y dinotasikan dengan [x,y] = m.

Dalil 2.5
1. Jika x,y

Z, x 0, dan y 0, maka [x,y] = m x m , y m, m > 0

dan sebarang kelipatan persekutuan n dari x dan y berlaku m n.


2. Untuk m > 0 berlaku [mx,my] = m [x,y]
3. Jika a dan b adalah sebarang dua bilangan bulat positip dan (a,b) = 1
maka (a,b)[a,b] = a.b
4. Jika a,b sebarang dua bilangan bulat positip, maka (a,b)[a,b] = ab.
2.3

Persamaan Diophantine Linear

Persamaan Diophantine linear secara umum ditulis sebagai ax + by =


c. Nama Diophantine digunakan untuk menghormati jasa-jasa dari ahli
matematika bangsa Alexanderia, Mesir bernama Diophantus yang hidup
pada abad ke-3 (tahun 250 M).
Misal, diberikan persamaan Diophantine 3x + 6y = 18, maka dengan
cara sederhana akan diperoleh bentuk kesamaan-kesamaan:
+ 6.1 = 18

Teori Bilangan - 43

3(-6) + 6(6) = 18
3.10 + 6(-2) = 18, dan seterusnya.
Bentuk kesamaan tersebut jika diteruskan akan diperoleh sebanyak tak
hingga bentuk. Oleh karena itu dalam persamaan Diophantine ax + by = c
dikatakan mempunyai selesaian jika d c dan d = (a,b). Karena d = (a,b)
maka kita tahu bahwa ada bilangan bulat r dan s sehingga sehingga a =
dr dan b = ds. Jika selesaian ax + by = c ada , sehingga bentuk ax o+byo =
c akan sesuai dengan bentuk:
c = axo+byo = drxo + dsyo = d (rxo + syo).

Teorema 2.1
Persamaan Diophantine Linear ax + by = c dikatakan mempunyai
selesaian jika dan hanya jika d c dimana d = (a,b), Jika xo dan yo adalah
sebarang selesaian khusus dari ax + by = c
Maka seluruh selesaian yang lain diberikan oleh x = x o + (b/d)t dan y = y o
(a/d)t, untuk sebarang bilangan bulat t.
Bukti.
Misal xo dan yo adalah selesaian persamaan yang diketahui, jika x dan y
selesaian yang lain maka axo + byo = c = ax + by

a(x xo) = b(yo y)


Dengan menggunakan teorema sebelumnya pada Algoritma Pembagian,
dimana ada bilangan bulat relatif prima r dan s sehingga a = dr dan b =
ds. Sehingga diperoleh r(x-xo) = s(yo-y). Bentuk ini memberikan fakta

Teori Bilangan - 44

bahwa r s(yo-y). Dengan (r,s) = 1. dengan menggunakan Lemma Euclid


diperoleh r (yo-y) atau dengan kata lain
(yo-y) = rt, untuk suatu bilangan bulat t.

x-xo = st.
x = xo + st
x = xo + (b/d)t .....................(1)
Dengan cara yang sama diperoleh

yo y = rt.
y = yo - rt
y = yo - (a/d)t ..................... (2)
dari (1) dan (2) dapat dilihat bahwa:
ax + by = a[xo + (b/d)t] + b [yo - (a/d)t]
= (axo + byo) + (ab/d ab/d)t
= c+0
=c
Dengan

demikian

terdapat

tak

hingga

selesaian

dari

persamaan

Diophantine yang diberikan, sebut saja selesaian tersebut adalah t.


Contoh:
Tentukan selesaian persamaan Diophantine 172x + 20y = 1000.
Jawab
Dengan menggunakan Algoritma Euclid diperoleh (172,20) diperoleh
172 = (8) 20 + 12
20 = (1) 12 + 8
12 = (1) 8 + 4

Teori Bilangan - 45

= (2) 4

Sehingga (172,20) = 4.
Karena 4 1000 maka 172x + 20y = 1000 mempunyai selesaian.
Dengan menggunakan jalan mundur pada langkah di atas diperoleh
4 = 12 (1) 8
= 12 (1) [20 (1) 12]
= (2) 12 (1) 20
= 2 [172 (8)20] 20
= (2) 172 + (-17) 20 atau
4 = (2) 172 + (-17) 20.
Kalikan kedua ruas dengan 250 diperoleh
1000 = 250.4 = 250 {(2) 172 + (-17) 20}
= 500.172 + (-4250) 20
didapat x = 500 dan y = -4250.
Semua selesaian dari persamaan 172x + 20y = 1000 adalah
x = 500 + (20/4)t = 500 + 5t
y = -4250 - (172/4)t = -4250 - 43t, untuk suatu bilangan bulat t.
Untuk memilih t, gunakan ketentuan 500 + 5t >0 dan 4250 43t > 0
(mengapa?).
Akibat dari teorema di atas adalah, Jika (a,b) = 1 dan jika x o dan yo adalah
selesaian khusus dari persamaan Diophantine linear ax + by = c, maka
seluruh selesaian dari persamaan yang diberikan adalah x = x o + bt dan y
= yo - at

Teori Bilangan - 46

2.4 Ciri-ciri Habis Dibagi


Banyak definisi dan dalil yang telah dipaparkan di atas yang
berkaitan dengan keterbagian. Dalam banyak hal lain sering diperlukan
suatu jawaban apakah suatu bilangan habis atau tidak jika dibagi oleh
bilangan tertentu. Jawaban yang dimaksud menyangkut ciri-ciri suatu
bilangan habis dibagi oleh bilangan yang lain. Ciri-ciri habis dibagi
dikembangkan

dan

dijabarkan

dari

definisi

dan

dalil

yang

telah

dibicarakan. Sebelum ciri-ciri habis dibagi dibahas, perlu dipaparkan


beberapa sifat dasar keterbagian, hal ini dilakukan karena sangat
diperlukan.

1. k 0, untuk semua k
Karena 0 = 0 dan 0

Z. dan k 0.

Z, maka jelaslah bahwa k 0.

Jadi 2 0, 10 0, -2 0, 1220 adalah semua pernyataan yang bernilai


benar
2. 1 k, untuk semua k

Z.

Karena k = k.1 dan k

Z, maka jelaslah bahwa 1k.

Jadi

1 2, 120, 1-10, 1 22 0 adalah semua pernyataan yang

bernilai benar
3. k m k x.m untuk semua x
Karena 0 = 0 dan 0

Z.

Z, maka jelaslah bahwa k 0.

Jadi 3 6 3 3.6, 310.6 , 3 22 6 adalah pernyataan yang bernilai


benar
4. k m1, k m2 k (m1 m2)
k m1, k m2, ....... k mi k (m1 m2 ... mi )

Teori Bilangan - 47

Jadi 3 9, 3 3 3 (9+3) 3 (9-3) adalah pernyataan yang bernilai


benar
5. k k, untuk semua k

Z. dan k 0.

Karena k = 1.k dan 1

Z, maka jelaslah bahwa k k.

Jadi 2 2, -4-4 , 11, 22 22 adalah pernyataan yang bernilai benar


6. (k,m) = 1 dan k mn k n.
Jadi (3,5) =1 dan 3 5.9 3 9.
(4,7) =1 dan 4 7.4 4 4.
(3,4) =1 dan 3 4.12 3 12.
7. k m, k m + n k n
k m1, k m2, ....... k (m1 + m2 + ... + mi ), k n
Jadi 3 6, 3 12, 3 15, 3 6 + 12 + 15 + 21 3 21
Selanjutnya suatu bilangan asli
N = ak.10k + ak-1.10k-1 + ak-2.10k-2 + ak-3.10k-3 + ak-4.10k-4 + .... + a1.10 +
ao
Ditulis dalam bentuk sederhana
N = (akak-1ak-2ak-3ak-4 ....a1ao)
a. Ciri-ciri habis dibagi 2.
Perhatikan
N = ak.10k + ak-1.10k-1 + ak-2.10k-2 + ak-3.10k-3 + ak-4.10k-4 + .... + a1.10 +
ao.
Dimana
2 10 2 a1.10
2 10 2 10.10 2 102 2 a2.102.

Teori Bilangan - 48

2 10 2 100.10 2 103 2 a3.103.


2 10 2 1000.10 2 104 2 a4.104.
...............................................................................
...............................................................................
2 10 ............................................................... 2 ak.10k.
maka:
2 ak.10k , 2 ak-110k-1 , 2 ak-210k-2 , 2 ak-310k-3 , 2ak-410k-4 , ...,
2 a1.10
2 (ak.10k + ak-110k-1 + ak-210k-2 + ak-310k-3 +ak-410k-4 + ..... + a1.10)
2 N 2 ak.10k + ak-110k-1 + ak-210k-2

+ ak-310k-3 +ak-410k-4 + ..... + a1.10

+ ao.
2 ak.10k + ak-110k-1 + ak-210k-2 + ak-310k-3 +ak-410k-4 + ..... + a1.10
Jadi 2 ao
Kesimpulan suatu bilangan asli N habis dibagi 2 jika angka terakhir
lambang bilangan N (yaitu ao) habis dibagi 2. Jadi haruslah a o bilangan
genap.
Contoh
1. Selidiki apakah 6831078103 habis dibagi 2?
Jawab
Misal N = 6831078103, dan angka terakhir dari N adalah 3 (ganjil) dan
2 3 , maka
2 6831078103
2. Selidiki apakah 435655433216 habis dibagi 2
Jawab

Teori Bilangan - 49

Karena angka terakhir dari N = 435655433216 adalah bilangan 6


(genap) dan
2 6, maka 2 435655433216.
b. Ciri-ciri habis dibagi 4.
Perhatikan
N = ak.10k + ak-1.10k-1 + ak-2.10k-2 + ak-3.10k-3 + ak-4.10k-4 + .... + a1.10 +
ao.
Dimana
4100 4 102 4 a2.102
4100 4 10.100 4 103 4a3.103
4 100 4 100.100 4 104 4 a4.104.
4 100 4 1000.100 4 105 4 a5.105.
...............................................................................
...............................................................................
4 100 ............................................................... 4 ak.10k.
maka:
4 ak.10k , 4 ak-110k-1, 4ak-210k-2 , 4ak-310k-3 , 4 ak-410k-4 , ... ,
4 a2.102
4 (ak.10k + ak-110k-1 + ak-210k-2 + ak-310k-3 +ak-410k-4 + ..... + a2.102)
4 N 4 ( ak.10k + ak-110k-1 + ak-210k-2

+ ak-310k-3 +ak-410k-4 + ..... +

a2.102 + a1.10 + ao.


4 (ak.10k + ak-110k-1 + ak-210k-2 + ak-310k-3 +ak-410k-4 + ..... + a2.102
Jadi 4 a1.10 + ao atau 4 a1ao

Teori Bilangan - 50

Kesimpulan suatu bilangan asli N habis dibagi 4 jika bilangan yang


dibentuk oleh dua angka terakhir dari lambang bilangan N habis dibagi 4.
Contoh
1. Selidiki apakah 6831078103 habis dibagi 4
Jawab
Misal N = 6831078103 = (a9a8a7a6a5a4a3a2a1a0) ,
dan Dua angka terakhir dari N a1 = 3 dan ao = 0, sehingga diperoleh
bilangan 30 dan dan 4 30 , maka 4 6831078103
2. Selidiki apakah 435655433216 habis dibagi 4
Jawab
Misal N = 435655433216 = (a11a10a9a8a7a6a5a4a3a2a1ao ) , dan
Dua angka terakhir dari N a1 = 1 dan ao = 6, sehingga diperoleh
bilangan 16 dan 4 16 , maka 4435655433216
c. Ciri-ciri habis dibagi 8.
Perhatikan
N = ak.10k + ak-1.10k-1 + ak-2.10k-2 + ak-3.10k-3 + ak-4.10k-4 + .... + a1.10 +
ao.
Dimana
8 1000 8 103 8 a3.103.
8 1000 8 10.1000 8 104 8 a4.104.
8 1000 8 100.1000 8 105 8 a5.105.
...............................................................................
...............................................................................
8 1000 ............................................................... 8 ak.10k.

Teori Bilangan - 51

maka:
8 ak.10k , 8 ak-110k-1 , 8ak-210k-2 , 8 ak-310k-3 , 2 ak-410k-4 , ...,
8 a3.103
8 ( ak.10k + ak-110k-1 + ak-210k-2 + ak-310k-3 + ak-410k-4 + ....+ a3.103
8 N 8 ak.10k + ak-110k-1 + ak-210k-2

+ ak-310k-3 +ak-410k-4 + ..... + a1.10

+ ao.
8 ak.10k + ak-110k-1 + ak-210k-2 + ak-310k-3 +ak-410k-4 + ..... + a3.103
Jadi 8 a2.102 +a1.101 + + a0 atau 8 a2a1a0
Kesimpulan : suatu bilangan asli N habis dibagi 8 jika bilangan yang
dibentuk oleh tiga angka terakhir dari lambang bilangan N habis dibagi 8.
Contoh
1. Selidiki apakah 435655433242 habis dibagi 8
Jawab
Misal N = 435655433242 = (a11a10a9a8a7a6a5a4a3a2a1ao ) , dan
Tiga angka terakhir dari N adalah a 2 = 2 , a1 = 4 dan ao = 2, sehingga
diperoleh bilangan 242 dan dan 8 242.
Jadi 8 435655433242
d. Ciri-ciri habis dibagi 16.
Perhatikan
N = ak.10k + ak-1.10k-1 + ak-2.10k-2 + ak-3.10k-3 + ak-4.10k-4 + .... + a1.10 +
ao.
Karena
16 10000 16 104 16 a4.104
16 10000 16 10.10000 16 105 16 a5.105.

Teori Bilangan - 52

16 10000 16 100.10000 16106 16 a6.106.


...............................................................................
...............................................................................
16 10000 ............................................................... 16 ak.10k.
maka:
16ak.10k ,16ak-110k-1 , 16ak-210k-2 , 16ak-310k-3 ,
16ak-410k-4,.....,16a4.104
16(ak.10k + ak-110k-1 + ak-210k-2 + ak-310k-3 +ak-410k-4 + ..... + a4.104 )
16 N 16 ak.10k + ak-110k-1 + ak-210k-2

+ ak-310k-3 +ak-410k-4 + ..... +

a1.10 + ao.
16 ak.10k + ak-110k-1 + ak-210k-2 + ak-310k-3 +ak-410k-4 + ..... + a4.104
Jadi 16 a3.103 +a2.102 + a1.10 + ao atau 16 a3a2a1ao
Kesimpulan : suatu bilangan asli N habis dibagi 16 jika bilangan yang
dibentuk oleh empat angka terakhir dari lambang bilangan N habis dibagi
16.
Contoh
1. Selidiki apakah bilangan 1212646 habis dibagi 2, 4, 8, dan 16
1212646 = (a4a3a2a1a0)
Karena (ao)

= 6 dan 26

maka 2 1212646

Karena (a1a0)

= 46 dan 4 46

Karena (a2a1a0)

= 646 dan 8 646 maka 4 1212646

Karena (a3a2a1a0)

= 2646 dan 16 2646 maka 16 1212646

maka 4 1212646

2. Selidiki apakah 44768 habis dibagi 2, 4, 8, dan 16


44768 = (a4a3a2a1a0)

Teori Bilangan - 53

Karena (ao)

= 8 dan 2 8

maka 2 44768

Karena (a1a0)

= 68 dan 4 68

Karena (a2a1a0)

= 768 dan 8 768 maka 8 44768

Karena (a3a2a1a0)

= 4768 dan 16 4768 maka 16 4476

maka 4 44768

e. Ciri-ciri habis dibagi 3.


Perhatikan
N = ak.10k + ak-1.10k-1 + ak-2.10k-2 + ak-3.10k-3 + ak-4.10k-4 + .... + a1.10 +
ao.
Karena
a1.10 = a1 ( 9 + 1 ) = a1. 9 + a1
a2.102 = a1 ( 99 + 1 ) = a1.99 + a2
a3.103 = a3 ( 999 + 1 ) = a3.999 + a3
...............................................................................
...............................................................................
ak.10k = ..... = ak ( 999...9 + 1 ) = ak.999...9 + ak
maka:
N = ak.10k + ak-1.10k-1 + ak-2.10k-2 + ak-3.10k-3 + ak-4.10k-4 + .... + a1.10 +
ao.
= (a3.999...9 + ak ) + ... + (a3.999 + a3 ) + (a2.99 + a2 ) + (a1. 9 + a1

)+

ao
= (a3.999...9 + ... + a3.999 + a2.99 + a1. 9 ) + (ak + ... + a3 + a2 + a1 +
ao )
Dari hasil ini dapat ditentukan bahwa
39 3a1.9

Teori Bilangan - 54

39 3 11.9 399 3a2.99


39 3 111.9 3999 3a3.999
...............................................................................
...............................................................................
39 ............................................................... 3ak.999 ... 9
sehingga
3ak.999 ... 9, ... , 3a3.999, 3a2.99, 3a1.9
atau 3(ak.999 ... 9) + ... + (a3.999) + (a2.99) + (a1.9)
3N 3(ak.999...9 + ... + a3.999 + a2.99 + a1. 9 ) + (ak + ... + a3 + a2 +
a1 + ao )
maka 3 (ak + ... + a3 + a2 + a1 + ao )
Kesimpulan suatu bilangan bulat N habis dibagi3 jika jumlah angka-angka
dari lambang bilangan N habis dibagi 3.
Contoh
1. Selidiki apakah 3462 habis dibagi 3 ?
Jawab:
Misal N = 3462 = (a3a2a1a0)
Dan a3 + a2 + a1 + ao = 3 + 4 + 6 + 2 = 15
Karena 3 15 maka 3 3462
2. Selidiki apakah 564350098 habis dibagi 3?
Jawab:
Misal N = 564350098 = (a8a7a6a5a4a3a2a1a0), diperoleh
a8 + a 7 + a 6 + a 5 + a 4 + a 3 + a 2 + a 1 + a o = 5 + 6 + 4 + 3 + 5 + 0 + 0
+ 9 + 8 = 40

Teori Bilangan - 55

Karena 3 40 maka 3 564350098


f. Ciri-ciri habis dibagi 9.
Dari uraian pembagian dengan bilangan 3 diketahui bahwa:
N = ak.10k + ak-1.10k-1 + ak-2.10k-2 + ak-3.10k-3 + ak-4.10k-4 + .... + a1.10 +
ao.
= (a3.999...9 + ... + a3.999 + a2.99 + a1. 9 ) + (ak + ... + a3 + a2 + a1 +
ao )
Karena
99 9a1.9
99 9 11.9 999 9a2.99
99 9 111.9 9999 9a3.999
...............................................................................
...............................................................................
99 ............................................................... 9ak.999 ... 9
sehingga
9ak.999 ... 9, ... , 9a3.999, 9a2.99, 9a1.9
atau 9(ak.999 ... 9) + ... + (a3.999) + (a2.99) + (a1.9)
9N 9(ak.999...9 + ... + a3.999 + a2.99 + a1. 9 ) + (ak + ... + a3 + a2 +
a1 + ao )
maka 9 (ak + ... + a3 + a2 + a1 + ao )
Kesimpulan

suatu bilangan bulat N habis dibagi 9 jika jumlah angka-

angka dari lambang bilangan N habis dibagi 9.


Contoh :
Selidiki apakah 142323331011 habis dibagi 3 dan 9

Teori Bilangan - 56

N = 142323331011 (a11a10a9a8a7a6a5a4a3a2a1ao)
a11+ a10+ a9+ a8 + a7 + a6 + a5 + a4+ a3 + a2 + a1+ ao = 1 + 4 + 2 + 3 + 2
+ 3 + 3 + 3 + 1 + 0 + 1 + 1 = 24
Karena 3 24 maka 3 142323331011
Karena 9 24 maka 3 142323331011
g. Ciri-ciri habis dibagi 5
Perhatikan
N = ak.10k + ak-1.10k-1 + ak-2.10k-2 + ak-3.10k-3 + ak-4.10k-4 + .... + a1.10 +
ao.
Karena :
5 10 5 a1.10
5 10 5 10.10 5 102 5 a2.102.
5 10 5 100.10 5 103 5 a3.103.
5 10 5 1000.10 5 104 5 a43.104.
...............................................................................
...............................................................................
5 10 ............................................................... 5 ak.10k.
5 ak.10k , 5ak-110k-1 , 5ak-210k-2 , 5ak-310k-3 , 5 ak-410k-4 , .... , 5a1.10
5 (ak.10k + ak-110k-1 + ak-210k-2 + ak-310k-3 +ak-410k-4 + ..... + a1.10)
5 N 5 (ak.10k + ak-110k-1 + ak-210k-2

+ ak-310k-3 +ak-410k-4 + ..... +

a1.10) + ao.
5 ak.10k + ak-110k-1 + ak-210k-2 + ak-310k-3 +ak-410k-4 + ..... + a1.10
Jadi 5 ao. Kemungkinannya ao = 0 atau ao = 5

Teori Bilangan - 57

Kesimpulan suatu bilangan asli N habis dibagi 5 jika angka terakhir


lambang bilangan N adalah 0 atau 5.
Contoh:
1. Bilangan 2456 tidak habis dibagi 5 karena angka terakhir dari 2456
yaitu 6 tidak habis dibagi 5. atau 5 6. sehingga 5 2456.
2. Bilangan 450980 habis dibagi 5 karena angka terakhir dari 450980
adalah 0 dan
5 0, sehingga

5 450980

h. Ciri-ciri habis dibagi 6.


Jika diketahui 6N, maka 6 merupakan pembagi (faktor) dari N, sehingga:
N = 6k untuk k

Z.

N = 6k dan 6 = 2.3, maka N = (2.3)k


N = 2(3.k) 2 N
N = 3(2.k) 3 N
Jadi suatu bilangan bulat N habis dibagi 6 jika N habis dibagi oleh 2 dan
3.Dengan kata lain suatu bilangan N habis dibagi 6 jika angka terakhir
adalah genap dan jumlah angka-angka dari lambang bilangan N habis
dibagi 3.
Contoh :
1. Selidiki apakah 4356 habis dibagi 6
4356 habis dibagi 2, karena angka terakhir dari bilangan 4356 yaitu 6
habis dibagi 2, sehingga 2 4356. 4 + 3 + 5 + 6 = 18, dan 3 18,
maka 34356.

Teori Bilangan - 58

Karena 2 4356 dan 34356 maka 6 4356.


2. Selidiki apakah 9854098 habis dibagi 6!
9854098 habis dibagi 2 karena 2 8, dan 9 + 8 + 5 + 4 + 0 + 9 + 8 =
43, sehingga
3 43. Karena 2 9854098, akan tetapi 3 9854098, maka 6
9854098.
i. Ciri-ciri habis dibagi 7.
Perhatikan
N = ak.10k + ak-1.10k-1 + ak-2.10k-2 + ak-3.10k-3 + ak-4.10k-4 + .... + a1.10 +
ao.
Karena
a1.10 = a1( 7 + 3 ) = 7a1 + 3a1
a2.102 = a2. 100 = a2( 98 + 2 ) = 98 a2 + 2a2
a3.103 = a3. 1000 = a3( 1001 1 ) = 1001 a3 - a3
a4.104 = a4. 10000 = a4( 10003 - 3 ) = 10003a4 - 3a4
a5.105 = a5. 100000 = a5( 100002 2 ) = 100002 - 2a5
dan seterusnya
sehingga:
N = ak.10k + ak-1.10k-1 + ak-2.10k-2 + ak-3.10k-3 + ak-4.10k-4 + .... + a1.10 +
ao.
= ak.10k + .... + a5105 + a4.104 + a3.103 + a-2 .102 + a1.10 + ao.
= ak.10k + ..... + (100002 a 5 - 2a5) + (10003a4 - 3a4 ) + (1001 a3 - a3
)+
( 98 a2 + 2a2 ) + ( 7a1 + 3a1) + a0.

Teori Bilangan - 59

= (7a1 + 98 a2 + 1001 a3 - 10003a4 - 100002 a5 + ... 7.t.10k ) + (a0


+3a1 + 2a2 ) (a3 + 3a4 + 2a5) + ...
= 7m + (a0 +3a1 + 2a2 ) - (a3 + 3a4 + 2a5) + ...
7 N dan 7 m , maka 7 (a0 +3a1 + 2a2 ) - (a3 + 3a4 + 2a5) + ...
Kesimpulan bilangan N = (akak-1ak-2ak-3ak-4 ....a1ao) habis dibagi jika
7 (a0 +3a1 + 2a2 ) - (a3 + 3a4 + 2a5) + ...
Contoh
1. Selidiki apakah 1234 habis dibagi 7.
Misal 1234 = (a3a2a1a0) , maka diperoleh
a3 = 1, a2 = 2, a1= 3, a0= 4
a0 + 3a1 + 2a2 = 4 + 3(3) + 2(2) = 17 dan a3 = 1
sehingga (a0 + 3a1 + 2a2 ) - a3 = 17 1 = 6
Karena 7 2, maka 7 1234.
2. Selidiki apakah 3976 habis dibagi 7.
Jawab
Dengan cara lain dapat diselidiki apakah 7 3976.
Ambil N = 3976 dan andaikan 7 3976.
Karena 7 21, maka 7 6.21 sehingga 7 3976 6.21
7 3976 6.21 7 3.103 + 9.102 + 7.101 + 6.100 6.21

7 3.103 + 9.102 + 7.101 + 6.100 6.20


7 10(3.102 + 9.101 + 7 2.6
7 10(3397 2.6)

Teori Bilangan - 60

Karena (7,10) = 1 dan 7 10(397 2.6), maka menurut dalil


sebelumnya
7 397 2.6. atau 7 385
Jika cara tersebut diteruskan akan diperoleh
7 385 7 38 2.5 atau 7 28
7 18

7 2 2.8 atau 7 -14.

Dengan demikian 7 3976. dan bilangan 2 disebut dengan pengali.


j. Ciri-ciri habis dibagi 10.
Perhatikan
N = ak.10k + ak-1.10k-1 + ak-2.10k-2 + ak-3.10k-3 + ak-4.10k-4 + .... + a1.10 +
ao.
Karena

10 a1.10
10 10 1010.10 10 102 10 a2.102.
10 10

10 10

10 100.10 10 103 10 a3.103.

10 10

10 1000.10 10 104 10 a4.104.

...............................................................................
...............................................................................
10 10

............................................................... 10 ak.10k.

10 ak.10k , 10 ak-110k-1 , 10ak-210k-2 , 10ak-310k-3 , 10ak-410k-4 , ....., 10

a1.10
10 (ak.10k + ak-110k-1 + ak-210k-2 + ak-310k-3 +ak-410k-4 + ..... + a1.10)
10N

10 ak.10k + ak-110k-1 + ak-210k-2

+ ak-310k-3 +ak-410k-4 + ..... +

a1.10 + ao.
10 ak.10k + ak-110k-1 + ak-210k-2 + ak-310k-3 +ak-410k-4 + ..... + a1.10

Teori Bilangan - 61

Jadi 10 ao , nilai yang mungkin untuk ao = 0.


Kesimpulan : Suatu bilangan asli N habis dibagi 10 jika angka terakhir
lambang bilangan N (yaitu ao) adalah 0.
k. Ciri-ciri habis dibagi 11.
Perhatikan
N = ak.10k + ak-1.10k-1 + ak-2.10k-2 + ak-3.10k-3 + ak-4.10k-4 + .... + a1.10 +
ao.
Karena
a1.10 = a1( 11 1 ) = 11a1 - a1
a2.102 = a2. 100 = a2( 99 + 1 ) = 99 a2 + a2
a3.103 = a3. 1000 = a3( 1001 1 ) = 1001 a3 - a3
a4.104 = a4. 10000 = a4( 9999 + 1 ) = 9999a4 + a4
a5.105 = a5. 100000 = a5( 100001 - 1 ) = 100001a5 - a5
dan seterusnya
sehingga:
N = ak.10k + ak-1.10k-1 + ak-2.10k-2 + ak-3.10k-3 + ak-4.10k-4 + .... + a1.10 +
ao.
= ak.10k + .... + a5105 + a4.104 + a3.103 + a-2 .102 + a1.10 + ao.
= ak.10k + ..... + (99999 a 5 + a5) + (10003a4 - 3a4 ) + (1001 a3 - a3 )
+
( 99a2 + a2 ) + ( 11a1- a1) + a0.
= (11a1 + 99 a2 + 1001 a3 + 10003a4 + 99999 + ... ) + (a 0 + a2 + a4 )
(a2 + a4 + a6) + ...

Teori Bilangan - 62

= 11.t + (a0 + a2 + a4 ) - (a2 + a4 + a6) + ...


11 N dan 11 11.t , maka 11(a0 + a2 + a4 ) - (a2 + a4 + a6) + ...
Kesimpulan bilangan N = (akak-1ak-2ak-3ak-4 ....a1ao) habis dibagi 11 jika selisih
jumlah angka-angka pada urutan genap dengan jumlah angka pada
urutan ganjil habis dibagi 11.
Contoh:
1. Bilangan 8685204 habis dibagi 11, mangapa?
2. Bilangan 25902646 habis dibagi 11, mengapa?
3. Bilangan 456233311 tidak habis dibagi 11, mengapa?

l. Ciri-ciri habis dibagi bilangan Prima.


Berdasarkan hasil pembagian dengan bilangan 7 dan 11 dapat
diketahui bahwa secara bertahap, bilangan yang diselidiki direduksi
menjadi suatu bilangan yang dengan mudah dapat ditentukan habis
dibagi 7 atau 11. Untuk proses reduksi, dalam penyelidikan setiap
bilangan yang habis dibagi 7 maupun 11 digunakan suatu pengali
(multiplier) yaitu 2 untuk pembagian 7 dan 1 untuk pembagian 11.
Untuk bilangan prima yang lebih dari 11, dengan proses uraian seperti
pembagian 7 dan 11 dapat dicari pengali-pengali yang sesuai. Sebagai
contoh pengali dari pembagian 13 adalah 9 dan pengali dari pembagian
oleh 17 adalah 5.
a. Mencari Pengali dari pembagian 13.
N = (akak-1ak-2ak-3ak-4 ....a1ao)
13 91 maka 13 91 ao.

Teori Bilangan - 63

13 N dan 13 91 ao. 13 N - 91 ao.


13 (akak-1ak-2ak-3ak-4 ....a1ao ) - 91 ao.
13 10(akak-1ak-2ak-3ak-4 ....a1 - 9 ao)
Karena (13,10) = 1, maka 13 (akak-1ak-2ak-3ak-4 ....a1 - 9 ao)
Dari hasil ini jelaslah bahwa pengali untuk pembagian oleh 13 adalah
9.
b. Mencari Pengali dari pembagian 17.
N = (akak-1ak-2ak-3ak-4 ....a1ao)
17 51 maka 17 51 ao.
17 N dan 17 51 ao. 17N - 51 ao.
17 (akak-1ak-2ak-3ak-4 ....a1ao ) - 51 ao.
17 10(akak-1ak-2ak-3ak-4 ....a1 - 5 ao)
Karena (17,10) = 1, maka 17 (akak-1ak-2ak-3ak-4 ....a1 - 5ao)
Dari hasil ini jelaslah bahwa pengali untuk pembagian oleh 17 adalah
5.
c. Mencari Pengali dari pembagian 19.
N = (akak-1ak-2ak-3ak-4 ....a1ao)
19 171 maka 13 171ao.
19 N dan 19 171ao. 19 N - 171 ao.
19 (akak-1ak-2ak-3ak-4 ....a1ao ) - 171 ao.
19 10(akak-1ak-2ak-3ak-4 ....a1 - 17ao)
Karena (19,17) = 1, maka 19(akak-1ak-2ak-3ak-4 ....a1 - 17ao)
Dari hasil ini jelaslah bahwa pengali untuk pembagian oleh 19 adalah
17.

Teori Bilangan - 64

Dengan cara yang sama jika dibuat daftar pengali dari bilangan-bilangan
prima 7,11,13, 17, ..., maka dapat diperoleh bilangan pengali sbagai
berikut:
Pemba

11

13

17

19

23

29

31

37

41

43

47

....

gi
Pengali

17

16

26

11

30

14

....
.

Contoh
1. Selidiki apakah 36062, habis dibagi 11 dan 13
Jawab
Bilangan pengali pada pembagian dengan 11 adalah 1, maka:
36062 = 3606 1.2 = 3604
3604

= 360 1.4 = 356

356 = 35 1.6 = 29
Karena 11 29 , maka 11 36062
Bilangan pengali pada pembagian dengan 13 adalah 9, maka:
36062 = 3606 9.2 = 3594
3594

= 359 9.4 = 323

323

= 32 9.3 = 5

Karena 13 5 , maka 13 36062


2. Selidiki apakah 16788979 habis dibagi 17 dan 19
Jawab
Bilangan pengali pada pembagian dengan 17 adalah 5, maka:
16788979 = 1678897 5.9 = 1678852

Teori Bilangan - 65

1678852

= 167885 5.2 = 167875

167875

= 16787 5.5 = 16762

16762

= 1676 5.2 = 1666

1666
136

= 166 5.6 = 136


= 13 5.6 = -17

Karena 17 -17, maka 17 16788979


Bilangan pengali pada pembagian dengan 19 adalah 17, maka:
16788979 = 1678897 17.9 = 1678744
1678744

= 167874 17.4 = 167806

167806

= 16780 17.6 = 16618

16618

= 1661 17.8 = 1525

1525

= 152 17.5 = 67

Karena 19 67, maka 19 16788979

2.5 Pembagian dengan Metode Pencoretan (Scratch Method).


Metode ini digunakan untuk mengetahui apakah suatu bilangan
habis dibagi 7, 11, 13, 77, 91, atau 143. Meskipun pembagian dengan
cara biasa dapat dilakukan dengan mudah. Metode ini dapat memberikan
tambahan ilmu baru dengan teknik yang lebih sederhana dan relatif
singkat.
Perhatikan bahwa hasil kali 7, 11, dan 13 adalah:
7 x 11 x 13 = 1001. Jadi jelaslah bawa 7 1001, 11 1001, dan 13 1001.
Jika suatu bilangan bulat N dibagi 1001, maka ada beberapa keadaan
yang terjadi.

Teori Bilangan - 66

1. 1001N.
Karena 7 1001, 11 1001, dan 1001N, maka jelaslah bahwa 1001.
7N, 11N dan 13 N.
2. 11 N
Karena 11 N, maka N dapat dinyatakan sebagai
N = 1001.q + r (r 0 )
a. 7r
Karena 71001.q dan 7 r, maka 7 1001.q + r, atau 7 N,
b. 11r
Karena 111001.q dan 11 r, maka 11 1001.q + r, atau 11N,
c. 13r
Karena 131001.q dan 13 r, maka 13 1001.q + r, atau 13 N,
d. 7r dan 11r ( 13 r)
Karena 7r dan 11r, dan (7,11) = 1 maka 77r.
Karena 771001.q dan 77 r, maka 77 1001.q + r, atau 77 N,
e. 7r dan 13r ( 11 r)
Karena 7r dan 13r, dan (7,13) = 1 maka 91r.
Karena 911001.q dan 91 r, maka 91 1001.q + r, atau 91 N,
f. 11r dan 13r ( 7 r)
Karena 11r dan 13r, dan (11,13) = 1 maka 143r.
Karena 1431001.q dan 143 r, maka 143 1001.q

+ r, atau

143N,

Teori Bilangan - 67

Berdasarkan analogi tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa suatu


bilangan habis dibagi 7, 11, 13, 77, 91, 143, dapat dilakukan dengan
pembagian

1001.

selanjutnya

dilihat

sisa

hasil

pembagian

yaitu

bagaimana keadaan dari r. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut


ini.
1. Bagilah 231764587 dengan 1001
Misal N = 231764587, dengan 2 adalah angka ke-1, 3 angka ke-2, .....
7 angka ke 9.
a. Perhatikan angka ke-1 dan ke-4 dan kurangkan diperoleh 7-2 = 5
dan hasilnya letakkan diatas N.
5
231764587
b. Selanjuntnya perhatikan angka ke-2 dan ke-5, dan kurangkan maka
diperoleh
4 1 = 3, hasilnya letakkan di atas N
53
2 3 1 7 6 4 5 8 7,
c. Lanjutkan sampai angka ke-9 maka diperoleh:
533154
2 3 1 7 6 4 6 8 7,
Perhatikan bahwa tiga bilangan terakhir yang tidak dicoret adalah sisa
pembagian yaitu 154. Selanjutnya dapat diselidiki apakah 154 habis
dibagi 7, 11, 13, dan seterusnya.

Teori Bilangan - 68

Karena 7 154, maka 7 231764587. Karena 13 154, maka 13


231764587
2. Misal N = 3526766958 dibagi 1001
Analog dengan contoh soal 1 diperoleh hasil sisa pembagian.
3243715
3526766958
Perhatikan bahwa tiga bilangan terakhir yang tidak dicoret adalah sisa
pembagian yaitu 715. Selanjutnya dapat diselidiki apakah 715 habis
dibagi 7, 11, 13, dan seterusnya.
Contoh 1 dan 2 di atas, disebut juga dengan metode pembagian
dengan pencoretan (scratch merthod)

2.5 Kesimpulan
Suatu bilangan asli N habis dibagi :
1. Selalu habis dibagi 1.
2. 2 jika angka terakhir lambang bilangan N habis dibagi 2
(genap).
3. 3 jika jumlah angka-angka dari lambang bilangan N habis
dibagi 3.
4. 4 jika bilangan yang dibentuk oleh dua angka terakhir dari
lambang bilangan N habis bagi 4.
5. 5 jika angka terakhir dari lambang bilangan N adalah 0 atau 5.
6. 6 jika N habis dibagi oleh 2 dan 3.

Teori Bilangan - 69

7. 7 jika N = (akak-1ak-2ak-3ak-4 ....a1ao) habis dibagi jika 7 (a0 +3a1 + 2a2 ) (a3 + 3a4 + 2a5) + ...
8. 8 jika bilangan yang dibentuk oleh tiga angka terakhir dari
lambang bilangan N habis dibagi 8
9. 9 jika jumlah angka-angka dari lambang bilangan N habis
dibagi 9.
10.

10 jika angka terakhir dari lambang

bilangan N adalah 0.
11.

N = (akak-1ak-2ak-3ak-4

....

a1ao) habis

dibagi 11 jika selisih jumlah angka-angka pada urutan genap


dengan jumlah angka pada urutan ganjil habis dibagi 11.
12.

habis dibagi 12 jika N habis dibagi 3

dan 4.
13.

habis dibagi 13 jika sisa pembagian

dengan methode pencoretan habis dibagi 13.


14.

habis dibagi 14, jika N habis dibagi

2 dan 7.
15.

habis dibagi 15 jika N habis dibagi 3

dan 5.
16.

habis

dibagi

16

jika

angka

terakhir dari N adalah bilangan yang habis dibagi 16.


17.

Selanjutnya dapat diselidiki apakah suatu

bilangan habis dibagi bilangan prima. Cara yang dapat ditempuh

Teori Bilangan - 70

adalah mencari bilangan pengali pada pembagian dengan bilangan


prima.

Soal-soal
1. Tunjukkan bahwa jika ab bc maka a b.
2. Berapa banyak bilangan bulat antara 100 sampai dengan 1000
yang habis dibagi 7?
3. Jika (a,4) = 2 dan (b,4) = 2, Buktikan bahwa (a+b,2) = 4
4. Tentukan (n,n+1) dan [n,n+1], bila n

Z.

5. Selidiki apakah bilangann 4562333211119 habis dibagi 11, dan


13.
6. Buktikan jika n bilangan ganjil maka 8 n2 1.
7. Jika a b, a c, maka a (b-c). Jika a > b dan b

0.

8. Tentukan nilai x dan dari kombinasi linear berikut ini.


a. 341x + 257y = (341,527)
b. 817x + 589y = (817,589)
c. 999x + 49y = (999, 49)
d. 5321x + 544y = (5321,544)
e. 44329x + 140299y = (44329, 140299)
9. Tunjukkan bahwa:
a. Perkalian tiga bilangan bulat berurutan habis dibagi 6
b. Perkalian empat bilangan bulat berurutan habis dibagi 24.
10.

Tentukan KPK dari


a. 109 dan 1135

Teori Bilangan - 71

b. 2201 dan 3317


c. 4, 5, dan 9
d. 3, 4, dan 6
e. 5321 dan 544
11.

Tentukan

semua

selesaian

(jika

mungkin) dari persamaan Diophantine berikut ini.


a. 56x + 72y = 40
b. 24x + 138y = 18
c. 221x + 91y = 117
d. 84x 438y = 156
e. 30x + 17y = 300
f. 54x + 21y = 906
g. 123x + 360y = 99
h. 158x 57y = 7

Teori Bilangan - 72

Teori Bilangan - 73

Teori Bilangan - 74

Teori Bilangan - 75