Anda di halaman 1dari 3

Outline :

Pengertian pewarna sintetis


Manfaat penggunaan pewarna sintetis
Tahap persiapan penggunaan pewarna sintetis
Tahapan penambahan pewarna makanan sintetis
Tahap akhir penambahan pewarna makanan sintetis
CARA PENGGUNAAN BAHAN PEWARNA SINTETIS YANG AMAN
Pewarna sintetis adalah zat warna yang mengandung bahan kimia
yang dibuat oleh manusia yang biasanya digunakan didalam makanan
untuk mewarnai makanan. Pewarna buatan atau sintetis untuk makanan
diperoleh melalui proses sintesis kimia buatan yang mengandalkan
bahan-bahan kimia, atau dari bahan yang mengandung pewarna alami
melalui ekstraksi secara kimiawi.Sebenarnya Bahan pewarna makanan
terbagi dalam 2 kelompok besar yakni pewarna alami dan pewarna
buatan/sintesis. Namun saat ini penggunaan pewarna sintetis pada
makanan lebih banyak dibanding dengan pewarna alami Karakteristik dari
zat pewarna sintetis adalah warnanya lebih cerah, lebih homogen dan
memilliki variasi warna yang lebih banyak bila dibandingkan dengan zat
pewarna alami. Hal tersebut menyebabkan lebih banyaknya enggunaan
pewarna buatan disbanding dengan pewarna alami.
Bahan tambahan makanan berupa pewarna makanan sintetis dapat
memperbaiki atau memberi warna pada makanan. Penambahan warna
pada makanan yang dimaksudkan untuk memperbaiki warna makanan
yang berubah menjadi pucat selama proses pengolahan atau untuk
memberi warna pada makanan yang bewarna agar kelihatan lebih
menarik. Selain itu, pewarna sintetis juga memiliki nilai ekonomis dan juga
praktis.pewarna sintetis biasanya digunakan oeh industry besar untuk
menekan biaya dan menarik konsumen karena waran yang dihasilkan oleh
pewarna makanan sintetis lebih menarik minat konsumen. Dengan semua
keuntungan yang didapat dari ewarna sintetis, diperlukan juga tahaan-

tahapan dalam penggunaan ewarna makanan sintetis pada produk


makanan.
Tahapan pertama dalam penambahan pewarna makanan sintetis
pada

makanan

yaitu

tahap

persiapan.Tahapan

persiapan

dalam

penggunaan pewarna sintetis yaitu mengetahui apakah pewarna sintetis


tersebut diizinkan atau tidak untuk digunakan pada bahan makanan.
Setelah mengetahui bahwa pewarna sintetis tersebut aman untuk
digunakan, kemudian tahap selanjutnya adalah mencari tahu mengenai
batas maksimum dari penggunaan bahan pewarna sintetis tersebut.
Misalnya batas maksimum dari pewarna makanan sintetis tartazine
adalah 100mg/kg bahan. Batas maksimum adalah batasan banyaknya
penambahan atau penggunaan bahan pewarna sintetis pada makanan.
Batas maksimum bertujuan untuk mencegah penggunaan pewarna
makanan sintetis yang berlebihan yang dapat menyebabkan keracunan
ataupun

penyakit

yang

bersifat

karsinogenik.

Batas

maksimum

penggunaan pewarna makanan sintetis biasanya dikeluarkan oleh BPOM


ataupun Dinas Kesehatan.
Setelah mengetahui batas penggunaan bahan pewarna makanan
sintetis secara aman, penambahan pewarna makanan dapat dilakukan
dengan menambahkan bahan makanan sesuai dengan batas maksimum
atau kurang dari batas maksimum. Penambahan pewarna sintetis
biasanya dilakukan setelah proses pengolahan karena pada saat proses
pengolahan itulah warna makanan berubah dan kurang disukai oleh
konsumen. Proses penambahan dilakukan secara langsung yaitu dengan
memasukkan bahan pewarna makanan sintetis pada makanan. Pewarna
sintetis yang ditambahkan dapat berbentuk padat ataupun cairan
tergantung jenis pewarna sintetis yang digunakan dan tergantung jenis
makanan yang ditambahkan. Pemilihan pewarna sintetis selain tergantung
jenis makanan yang digunakan juga tergantung pada warna yang
diinginan pada makanan tersebut. Pewarna sintetis yang sering digunakan
dalam makanan yaitu tartazine, brilliant blue dan sunset yellow.

Tahapan terakhir dalam penambahan pewarna makanan sintetis


adalah memastikan percampuran pewarna makanan sintetis dengan
bahan makanan dapat tercampur rata atau homogen. Homogen atau
ratanya suatu produk makanan yang ditambahkan pewarna makanan
sintetis dapat dilakukan dengan cara pengadukan yang terus menerus
dan dengan waktu yang cuku lama. Pencampuran yang homogen ditandai
dengan seragamnya warna yang dihasilkan dari bahan makanan tersebut.
Seragamnya warna dari bahan makanan merupakan parameter yang
penting karena dapat mempengaruhi kesukaan konsumen terhadap suatu
produk.