Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN JAGA

MINGGU PAGI (20 SEPTEMBER 2015)


Konsulen Jaga : dr. Toni Agus Setiono
Sp.B
Residen Jaga : dr. Andrio Wisnu / dr.
Amir
Koas : Rasyad, Jovita, Nina, Ayaz,
Wilda, Seflan

Melaporkan
4 Pasien baru
8 Pasien stagnan

Pasien stagnan
Nama/RM/
Umur

Diagnosis

Planning

Kondisi Terakhir

Tn.
Yulianto/1385508/42
tahun
Tn.
Sobirin/1385507/46th

combustio grade II AB observasi urine output per


31,5%
1 jam
ruang rawat biasa
combustio grade II AB observasi urine output per
59,5%
1 jam
rujuk ke HCU RS Temanggung
CKR
Konsul ortho
ruang rawat biasa
An.
Susp fraktur
Pemasangan gips
Merdyco/1385541/17t mandibulae
h
Multiple VE
Foto schaedel, waters, cervical
Masih menunggu ruang rawat, stagnan
Ulkus DM pedis dextra Rencana OK
CKD stage 5
Tn. Sigit
Sunarno/1245449/62th Hipertensi grade II
Obstruksi usus
Tn. Jimmy
mekanik ec tumor
Raynata/1383370/45th caecum T4NxMx
Susp morbus
An. Selvi/1385453
hischprung

Pro laparotomi eksplorasi

Menunggu ruang OK

rehidrasi

NICU

Rectal tube 1 spooling

Masih menunggu ruang rawat, stagnan

Pro koreksi intususepsi

NICU

dehidrasi sedang
An.
Nurhayati/13585461/3 Susp morbus
hari
hischprung
An. Khanza/1385543/6
bulan
Susp intususepsi

Pasien baru
No

Nama/RM/Umur

Diagnosis

Planning

Kondisi
Terakhir

Tn.
Wahyudi/1385540/20

VL regio supraoris
VL patella dextra
CKR
APS

Hecting
cefixime 2 x 200mg
asam mefenamat 3
x 500mg

Rawat
jalan

th

Tn.
Sukar/1385561/60th

Ny.
Diah/1385560/33th

An. Jibril/1385559/5
bulan

VL dorsum nasi

Rawat
jalan

wound toilet
Ceftriaxone 2 x 1
gram
Ketorolac 3 x 30
mg
Tetagon 1 x 250 IU
EKG
Sabu 2 amp dalam
dextrose 5% 500
cc/8jam
Cek darah lengkap,
ureum/creatinine,
SGOT/SGPT,
PT/APTT
Snake bite
rawat jalan
Hernia scrotalis
NGT sudah tidak
sinistra strangulata
diperlukan
dengan undescendus Pasien menolak
testis dextra
tindakan operasi
rawat jalan

Tn. Wahyudi

Tn.

LAPORAN OPERASI 1

IDENTITAS DIRI
Nama : An. Eryandha
No. RM : 01385542
TTL : 06/10/1999
Alamat : Tanjung Duren- Jakarta Selatan
Pendidikan terakhir : SMP
Pekerjaan : Pelajar
Status perkawinan : Belum menikah

Keluhan Utama
Nyeri perut kanan bawah sejak 7 hari SMRS

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang dengan keluhan nyeri perut kanan baah

sejak 7 hari SMRS.


Nyeri hilang timbul dan semakin memberat sejak 1 hari
SMRS.
Pasien juga mengeluh demam sejak 5 hari yang lalu. Mual
(+), muntah (+) berupa makanan.
Pasien belum BAB sejak 2 hari yang lalu, flatus (+), BAK
tidak ada keluhan.
Pasien belum pernah berobat dan konsumsi obat tertentu
selama keluhan ini ada.
Pasien mengaku BAB tidak teratur dan konsistensi feses
keras.
Pasien jarang konsumsi makanan berserat, lebih suka
makanan bersantan dan pedas.

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat operasi sebelumnya disangkal
Keluhan nyeri perut seperti ini sudah

pernah dialami oleh pasien sebelumnya,


namun tidak spesifik di perut kanan bawah.
Riwayat alergi disangkal

Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Tanda vital
Tekanan Darah
: 110/70
Nadi
: 90x/ menit
Pernapasan
Suhu

: 37,5

: 18x/menit

Pemeriksaan Fisik
Kepala

: Deformitas (-)
Mata : Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/THT : Dalam batas normal
Leher
: KGB dan Tiroid tidak teraba
Paru : Vesikuler +/+, rhonki -/- , wheezing -/Jantung : BJI-BJII reguler, murmur -/-, gallop -/Abdomen : I : datar , massa (-)
P : Nyeri tekan regio iliaka kanan (+), massa
(-), hepar dan lien tidak teraba.
Rovsing sign (+), psoas sign (+),.
P : Timpani
A : Bising usus (+)
Ekstrimitas : Akral hangat, CRT <2 detik

Pemeriksaan Laboraturium
Hb : 14,2 gr/dl
Ht : 43 %
Leukosit : 18.100/ul
Trombosit : 251.000/ul
Eritrosit : 4,83 jt/ul
PT /APTT : 16 detik/ 37,4 detik
OT/PT : 12 ul / 8 ul
Ur/Cr : 36 mg/dl / 1,0 mg/dl
GDS : 111
Na : 137 mmol/L
K : 3,10 mmol/L
Cl : 103 mmol/L

Diagnosis pre operasi


Apendicitis akut susp perforasi

Tatalaksana
Pro laparatomi apendiktomi
Ceftriaxon 1x2 gr
Ketorolac : 3x30 mg

Laporan Operasi
Pasien berbaring posisi terlentang dengan

spinal anastesi.
A dan antisepsis daerah operasi dan
sekitarnya.
Insisi mediana 2 jari supraumbilikus,
menembus kutis, subkutis

Diagnosis post operasi


Apendicitis perforasi

Instruksi post operasi


Awasi TNSP
IVFD RL : D5 2:1 /24 jam
Ceftriaxon 2x1 gr
Metronidazol 3x500 mg IV
Dexketoprofen 2x1 IV
Omeprazol 1x40 mg Iv
Diet lunak bila sadar penuh
Mobilisai bertahap
AFF kateter setelah 24 jam

HASIL POST OPERASI


Pasien terlentang di atas meja operasi dalam anestesi spinal
A dan antisepsis pada lapangan operasi dan sekitarnya
Insisi transfersal setinggi titil Mc Bernuy, menembus kutis,

subkutis dan fasia


Ketika peritoneum di buka keluar pus 100 cc
Identifikasi ceacum apendiks dikenli letak antesekal,
hiperemis, edema, perforasi sekitar 1/3 proksimal, ukuran
6cmx1 cm.
Dilakukan apendisektomi, punting apendiks di benamkan
dalam ceacum dengan jahitan kantong tembaku.
Rongga abdon dibersihkan dengan NacL 0,9% kassa lembab
steril sampai bersih
Luka operasi ditutup lapis demi lapis
Operasi selesai.

Post operasi

LAPORAN OPERASI 2

IDENTITAS DIRI
Nama : An. Khanza Ghin Sabiq
No. RM : 01385543
TTL : Jakarta, 13/Maret/2015
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat : Jl. Kalibata Timur No 48 RT 03 RW

01 JakartaSelatan
Pendidikan : Belum sekolah
Pekerjaan : Tidak ada
Status perkawinan : Belum menikah

Keluhan Utama
BAB berdarah sejak 1 hari SMRS

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang dengan keluhan BAB berdarah sejak 1

hari SMRS. Darah bercampur dengan feses. BAB


berdarah >7x sehari, tidak ada ampas, bau (+),
disertai muntah sejak 1 hari SMRS sebanyak 10
kali, muntah bewarna kuning, cair, ampas (-),
menangis jika muntah. Demam (+) pada 12 jam
yang lalu. BAK normal, tidak ada keluhan.
Pasien merupakan anak kedua ari dua bersaudara,
lahir cukup bulan, SC, masa kehamilan ibu minum
vitamin, demam atau sakit saat kehamilan disangkal.
Saat ini pasien sudah makan bubur sejak usia 5
bulan dan minum susu ASI sejak 3 bulan dan pasien
juga minum susu formula.

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien tidak pernah mengalami hal yang

serupa sebelumnya
Riwayat alergi disangkal

Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran

: Compos mentis

Tanda vital
Nadi

: 150x/ menit
Pernapasan
: 40x/menit
Suhu
: 36,3

Pemeriksaan Fisik
Kepala

: Normocephali, Deformitas (-)


Mata : Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/THT : Dalam batas normal
Leher
: KGB dan Tiroid tidak ada pembesaran
Paru : Vesikuler +/+, rhonki -/- , wheezing -/Jantung : BJI-BJII reguler, murmur -/-, gallop -/Abdomen : I : Buncit
P : Teraba massa diatas umbilikus, melengkung
ke
arah lateral kiri umbilikus
A : Bising usus melemah
Ekstrimitas : Akral hangat, CRT <2 detik

Pemeriksaan Laboraturium
HEMATOLOGI
Hb : 10,1 gr/dl
Ht : 30 %
Leukosit : 12.500/ul
Trombosit : 251.000/ul
Eritrosit : 4,12 jt/ul
VER/HER/KHER/RDW
VER 73,2 fl
HER : 24,6 pg
KHER : 33,6 g/dl
RDW : 14,8 %

HEMOSTASIS
PT : 13,4 detik
Kontrol PT :13,6 detik
APTT: 32,6 detik
Kontrol APTT : 30,7 detik
INR : 0,98
KIMIA KLINIK
DIABETES
Gula darah sewaktu : 130
mg/dl
ELEKTROLIT DARAH
Na : 128 mmol/L
K : 3,32 mmol/L
Cl : 96 mmol/L
SERO-IMUNOLOGI
Golongan Darah : A/Rh: (+)

Pemeriksaan USG abdomen

Diagnosis pre operasi


Susp Intususepsi

Tatalaksana
Pasang NGT
Pasang kateter
USG abdomen
Cairan Kaen 3B 600cc/24 jam
Pro laparatomi explorasi hingga reseksi anastomosis dan stoma
Monitor tanda-tanda vital
Rawat HCU / PICU

Pre operasi
Tampak depan

Tampak samping

Laporan Operasi

Pasien berbaring posisi terlentang dengan general anastesi.

A dan antisepsis daerah operasi dan sekitarnya.


Insisi transversal 1jari dibawah umbilikus, menembus kutis,

subkutis, fascia, otot


Ketika pertama dibuka keluar cairan serous 300 cc
Dilakukan eksplorasi tampak intususepsi ileocolica,
dilakukan reduksi manual tidak berhasil diputuskan
dilakukan . Dextra dan anastomosis end to end ileus 10cm
dari UB sampai dengan colon transversum (23cm arah dari
UB)
Ronggan abdomen dicuci hingga bersih
Luka ditutup lapis demi lapis
Operasi selesai

SAAT OPERASI

Macam operasi
Laparatomi, reduksi manual, reseksi

anastomosis ileus dan colon transversum

Diagnosis post operasi


Intususepsi ileocolica

POST OPERASI

POST OPERASI