Anda di halaman 1dari 3

Muhammad Darmawan

Ardiansyah/1112113000007

Dialog Among Civilization

Dalam tulisan kali ini saya akan me-review mengenai dialog antar
peradaban yang diselenggarakan oleh UNESCO di Lithuania. Konferensi ini
ditujukan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan masing-masing
negara mengenai riwayat peradaban negara masing-masing. Pembahasan
pertama yakni mengenai pesan dari Presiden Prancis yang diwakili oleh
sekretaris Academie Francaise yang bernama Helene Carrere dEncausse.
Di tulisan awalnya dia membahas mengenai sejarah Lithuania mengenai
konfrontasi yang dilakukan oleh bangsa-bangsa Eropa. Dinamika
kehidupan di wilayah tersebut menjelaskan betapa tegarnya bangsabangsa dalam mempertahankan identitasnya dari gejolak-gejolak yang
ada.
Sejarah Eropa yang penuh dengan konflik menjadikan Lithuania dan
negara-negara di Eropa Utara mengalami penderitaan akibat hal tersebut.
Penderitaan yang dilalui menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi
negara-negara tersebut. Dialog ini ditujukan untuk menjadi sebuah
tempat saling berbagi dalam keragaman untuk mewujudkan dunia yang
damai jauh dari ancaman-ancaman yang tidak diinginkan.
Dialog seperti ini menurutnya sangat dibutuhkan dan harus dilakukan
sesering mungkin untuk memberikan pemahaman kepada generasigenerasi selanjutnya. Yaitu pemahaman mengenai dunia yang sangat
plural, terdiri dari berbagai ragam, baik itu budaya, agama, maupun
suku/identitas. Hal ini sangat perlu dilakukan agar generasi mendatang
dapat memahami dan memaklumi dunia yang penuh dengan keragaman.
Sehingga dunia menjadi lebih aman dan tentram jauh dari gangguan
konflik yang hanya menimbulkan perpecahan.
Ucapan berikutnya adalah berasal dari presiden Iran yang memberi
apresiasi yang sangat besar terhadap acara ini. Menurutnya dialog antar
budaya dan peradaban ini sangat perlu dilakukan dalam rangka untuk
menghindari lebih lanjut konfrontasi maupun bentrokan-bentrokan yang
diakibatkan oleh ketidaksamaan budaya dan peradaban yang terjadi di
antara pihak yang sedang bertikai. Baginya pertemuan ini merupakan
sebuah pembaharuan sebagai bagian dari proses sejarah dan sebagai
proses langkah baru dalam mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan.
Peristiwa 9/11 menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi negaranegara di dunia untuk menjadikannya sebuah kejadian yang tidak perlu
dilakukan untuk kedua kalinya. Keragaman budaya dan peradaban yang
ada di seluruh dunia pasti sewaktu-waktu dapat menimbulkan konflik
yang tidak diinginkan. Dalam kasus seperti ini harus dipahami bahwa
keragaman budaya dan peradaban adalah warisan budaya yang
merupakan milik setiap bangsa dan wajib dilestarikan adanya.
Untuk dapat hidup dalam dunia yang penuh dengan warna budaya
dan peradaban dengan damai diperlukan komunikasi yang baik antar
budaya dan peradaban, yaitu dengan penyelenggaraan dialog seperti ini.
Sehingga kehidupan yang damai dapat lebih mudah dicapai dengan cara

meningkatkan intensitas dialog agar berbagai budaya dan peradaban


dapat saling memahami perbedaan tersebut.
Akan tetapi, dia juga memberi komentar mengenai keefektifan dari
diadakannya dialog seperti ini. Untuk apa diadakan dialog seperti ini
sedangkan dalam kehidupan internasional diskriminasi dan pengucilan
menjadi fakta yang terjadi sehari-hari. Dia juga menyatakan bahwa
bagaimana dialog antar peradaban ini dapat sukses, sedangkan seperti
yang kita ketahui ilmu pengetahuan dan teknologi hanya dimiliki oleh
pihak-pihak yang kuat saja.
Dalam pandangannya, salah satu pertanyaan yang paling utama dari
keragaman budaya dan peradaban yang dimiliki dunia adalah bagaimana
mempertahankan identitas budaya dan peradaban tersebut dalam dunia
yang kental dengan nuansa dominasi peradaban satu diatas yang lainnya
serta bagaimana memulai dialog dengan orang yang berbeda budaya dan
peradaban tanpa kehilangan identitas kita sendiri dalam dialog tersebut.
Maka dari itu hal yang terpenting yang harus diperhatikan dalam dialog
budaya dan peradaban ini adalah mempertahankan identitas kita dalam
kondisi apapun tanpa harus kehilangannya.
Hal yang terpenting yang harus dibangun dan dihasilkan dalam
dialog seperti ini adalah bahwa harus ada pemahaman bersama bahwa
tidak dibenarkan adanya penghapusan terhadap budaya dan peradaban
tertentu.
Setiap pihak
mempunyai hak
masing-masing untuk
mempertahankan budaya dan peradaban mereka dan dibutuhkan
keadilan serta kesetaraan pandangan terhadap keragaman ini sehingga
tidak menimbulkan kecemburuan.
Tulisan berikutnya membahas mengenai pandangan pemerintah
Senegal mengenai dialog budaya dan peradaban. Pemerintah Senegal
mempunyai pandangan bahwa penaklukan satu budaya terhadap budaya
yang lain adalah berasal dari ketidakpahaman antara masyarakat yang
notabene berbeda secara budaya dan peradaban. Afrika adalah benua
yang paling cocok digambarkan sebagai korban dari penaklukan budaya
yang lebih superioritas di atas budaya yang lainnya.
Selama empat abad terakhir Afrika menjadi benua yang penuh
dengan diskriminasi serta nilai-nilai rendah lainnya. Hal yang paling tragis
adalah perbudakan yang terjadi pada penduduk Afrika yang berkulit
hitam. Mereka dianggap sebagai kasta yang paling rendah dan dianggap
dan diperlakukan seperti hewan daripada seperti manusia. Eksploitasi
besar-besaran terhadap penduduk kulit hitam dianggap sebagai sebuah
pemberian peradabaan bagi mereka yang tidak dianggap memiliki
peradaban.
Penjajahan, pelanggaran hak asasi manusia, serta ketidakadilan telah
menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kulit hitam. Adanya dialog
budaya dan peradaban merupakan langkah yang sangat bagus yang
dilakukan oleh PBB karena bertujuan untuk mengenalkan budaya satu
terhadap budaya yang lainnya. Sehingga dapat memahami dan

menghormati satu sama lain. Apabila hal di atas dapat terwujud maka
keadilan, rasa saling menghormati dan kesetaraan diantara budaya dan
peradaban dapat lebih mudah tercapai.