Anda di halaman 1dari 5

Muhammad Darmawan

Ardiansyah/1112113000007/6A
Falling Behind: Explaining the Development Gap Between Latin America
and the United States
By Francis Fukuyama
Berbicara mengenai kawasan Amerika, tidak akan terlepas dari
pembahasan mengenai influence dan power Amerika Serikat terhadap negaranegara di kawasan tesebut. Bisa dikatakan demikian, karena AS merupakan
aktor kunci yang memegang peranan penting dalam membentuk pola hubungan
internasional di kawasan itu. Untuk menjelaskan bagaimana dinamika hubungan
internasional di kawasan Amerika, penulis akan me-review buku yang ditulis oleh
Francis Fukuyama berjudul Falling Behind: Explaining the Development Gap
Between Latin America and the United States.
Buku ini dibagi menjadi tiga bagian, bagian pertama menjelaskan mengenai
konteks sejarah yang membentuk kesenjangan hubungan antara AS dan Amerika
Latin. Bagian kedua memuat penjelasan mengenai kesenjangan ekonomi antara
AS dan Amerika Latin dalam konteks politik serta peran kekuatan politik dalam
membentuk kesenjangan tersebut. Di bagian terakhir, buku ini menjelaskan
mengenai peran institusi dalam pembangunan negara-negara di Amerika Latin.
Bagian pertama membahas kesenjangan yang terjadi antara AS dan
Amerika Latin dilihat dari sisi sejarah yang berawal dari kedatangan bangsa
Eropa ke Amerika sampai era modern saat ini. Dimulai dari perjuangan Simon
Bolivar memimpin pasukan revolusioner merebut kemerdekaan dari penjajahan
Spanyol. Kuatnya tekad Bolivar untuk membebaskan Amerika Latin dari tangan
para kolonialis menjadi simbol perjuangan negara-negara Amerika Latin pada
saat itu. Selain itu Bolivar memandang bahwa kondisi negara-negara yang
dijajah oleh Inggris lebih baik daripada negara-negara yang dijajah oleh Spanyol.
Muncullah keinginan Bolivar untuk beraliansi dengan Inggris dalam melawan
Spanyol.
Kemenangan Bolivar tidak terlepas dari dukungan Inggris secara implisit
terhadap pemberontakan tersebut. Di lain sisi, AS melihat bahwa seharusnya
Bolivar mendukung dan bersatu dengan pemerintahan Spanyol yang baru. Pasca
gerakan revolusioner Bolivar, ternyata malah mewariskan kondisi yang lebih
buruk bagi negara-negara di Amerika Latin. Kebebasan dari penjajah memang
telah diperoleh, akan tetapi negara-negara ini ibarat seperti kambing yang
kehilangan pemiliknya. Tidak memiliki arah dan tujuan yang pasti dalam
membangun negaranya.
Pasca era Bolivar, muncul toko bernama Sarmiento yang memiliki
pandangan bahwa AS berpotensi sebagai aktor kunci dalam membentuk pola
pikir negara-negara di Amerika Latin. Pola pikir Sarmiento yang penuh dengan
nilai-nilai demokrasi tidak terlepas dari perjalanannya ke berbagai belahan dunia
baik itu Eropa, Afrika, dan Amerika Utara. Dia memandang bahwa demokrasi AS
merupakan jawaban yang tepat bagi kondisi Amerika Latin pada saat itu.
Ketertinggalan Amerika Latin secara ekonomi tidak luput dari kurangnya
perhatian bangsa Amerika Latin terhadap pembangunan ekonomi di negara
mereka. Hal ini tidak terlepas dari anggapan bahwa mereka telah berada di zona
nyaman sebagai pemasok bahan baku dan bahan pangan bagi negara-negara
Atlantik. Secara tidak langsung hal ini menjadi penyebab bagi terbentuknya
kesenjangan ekonomi antara AS dan Amerika Selatan.

Momen perang dunia pertama memberikan kesempatan bagi bangsa


Amerika Latin untuk membebaskan diri dari penjajahan bangsa Eropa. Di saat itu
juga paham komunisme mulai menyebar di Amerika Latin. Hal ini muncul karena
negara-negara di wilayah ini melihat bahwa perang dunia pertama memberi
kesempatan bagi mereka untuk melepas atribut-atribut kolonialisme dan
menggantikannya dengan atribut yang lebih baik bagi bangsa mereka. fokus
negara-negara kolonial di benua Eropa yang terpecah akibat terjadinya perang
dunia pertama memberikan peluang yang sangat besar bagi AS untuk
memperluas influence dan power-nya di Amerika Latin.
Di masa ini pula AS mulai menunjukkan taringnya untuk mendominasi
politik global. Akan tetapi, sebelum itu terjadi peristiwa krisis ekonomi besar di
AS yang kemudian menjalar ke negara-negara tetangganya, termasuk Amerika
Latin. Dalam 10 tahun AS berhasil mengembalikan kejayaan ekonominya.
Bersamaan dengan hal tersebut, pasca perang dunia kedua AS menjadi leader
bagi negara-negara Barat. Berakhirnya perang dingin semakin menegaskan
kembali dominasi AS terhadap sistem internasional, khususnya Amerika Latin.
Dominasi AS semakin terlihat pada saat dibuatnya Konsensus Washington.
Konsensus ini terlihat seperti instrumen yang digunakan oleh AS untuk
menyelaraskan kepentingannya dengan kebijakan negara-negara di Amerika
Latin agar kepentingan mereka dapat terpenuhi.
Lalu dijelaskan juga hubungan AS dan Meksiko, di mana kedua negara ini
berada di wilayah yang sama, akan tetapi kondisi Meksiko tidak jauh lebih baik
daripada AS. awal dari hubungan Meksiko dengan AS yang penuh dengan rasa
solidaritas sesama negara jajahan. Di awal masa pra kemerdekaan Meksiko, AS
memiliki peran yang sangat penting dalam membantu Meksiko meraih
kemerdekaannya. Akan tetapi dukungan AS pada saat itu terbatas pada
dukungan implisit. Alasan utama AS tidak mendukung Meksiko secara eksplisit,
karena memang pada saat itu AS belum memiliki power dan influence seperti
saat ini. Tentunya dukungan AS ini tidak terlepas dari kepentingan untuk
mewujudkan ambisi-ambisi mereka. Sejarah panjang Meksiko yang diwarnai
dengan intervensi AS baik secara ekonomi, politik, maupun militer, memberikan
dampak yang sangat besar bagi terciptanya kesenjangan antara Meksiko dan AS,
walaupun kedua negara ini berada di wilayah yang sama.
Buruknya hubungan AS dan Meksiko akibat intervensi yang tiada henti,
membuat pemerintah AS berpikir untuk memperbaiki hubungan dengan Meksiko.
AS menyadari bahwa Meksiko adalah mitra strategis sekaligus benteng terakhir
bagi AS untuk melindunginya dari ancaman-ancaman potensial yang berasal dari
Amerika Tengah maupun Amerika Selatan. Hal ini dapat kita lihat dari gerakan
agresif Kuba dalam menentang dominasi AS di kawasan tersebut. Bayangkan jika
gerakan serupa terjadi juga di Meksiko, tentunya akan memberikan kerugian
yang lebih besar bagi AS baik secara politik dan ekonomi. Dilema selanjutnya
yang menimpa Meksiko adalah pembentukan NAFTA yang cenderung lebih
menguntungkan AS daripada Meksiko sendiri.
Terakhir, menerangkan tentang pembangunan Amerika Latin pada abad 20
yang jauh tertinggal dari AS. Pada masa ini jurang pemisah antara Amerika Latin
dan AS semakin dalam akibat krisis ekonomi yang melanda negara-negara di
wilayah itu. Jika diperhatikan lebih lanjut, pemerintah di wilayah Amerika Latin
cenderung berfokus pada peningkatan pendapatan negara tanpa menghiraukan
kesenjangan ekonomi yang semakin dalam memisahkan antara yang kaya dan
miskin. Selain itu investasi pemerintah dalam pembangunan infrastruktur tidak
dibarengi dengan kemampuan negara dalam membayar hutang tepat waktu. Hal

ini menyebabkan krisis yang sangat besar bagi Amerika Latin. Negara membayar
hutang dengan hutang, menyebabkan negara-negara tersebut semakin terjerat
dalam krisis ekonomi yang berkepanjangan.
Bagian kedua membahas tentang bagaimana peran lembaga politik dapat
memberikan kontribusi yang besar bagi kesenjangan ekonomi antara AS dan
Amerika Latin. Ada dua teori yang digunakan untuk membahas sejauh mana
peran lembaga politik memiliki pengaruh dalam menentukan kesenjangan
ekonomi antara AS dan Amerika Latin, yaitu dependency theory dan new
institutionalism. Dua teori tersebut digunakan untuk menyoroti dinamika
lembaga politik di Amerika Latin serta dampaknya bagi pembangunan ekonomi
di wilayah tersebut. Ekonomi Amerika Latin mungkin akan berkembang baik jika
lembaga pemerintahan tersebut dapat mereduksi konflik yang terjadi di wilayah
tersebut. Terlepas dari apapun atribut yang dipakai oleh lembaga politik
tersebut, baik egaliter, oligarki, maupun monarki.
Pertumbuhan ekonomi akan terjadi ketika kekuasaan politik dilindungi oleh
kekuatan ekonomi. Selain itu, ada dua kendala besar bagi pertumbuhan ekonomi
di kawasan ini yaitu kekuatan elit politik dan ketimpangan ekonomi. Pesatnya
pembangunan memungkinkan bagi terciptanya kesenjangan ekonomi. Jika hal ini
terus-menerus terjadi akan mengakibatkan terjadinya konflik yang berimbas
pada stagnansi pertumbuhan ekonomi itu sendiri. Maka dari itu, ketidakstabilan
politik yang disebabkan oleh permasalahan ekonomi lebih merugikan daripada
ketiakstabilan politik yang disebabkan oleh permasalahan diluar ekonomi.
Pembahasan selanjutnya menjelaskan peran dari keputusan politik yang
beresiko tinggi yang menyebabkan terjadinya ketimpangan ekonomi di Amerika
Latin. Kondisi Amerika Latin di abad kedua puluh bisa dikatakan sebagai abad
kegagalan bagi negara-negara di wilayah tersebut. Kegagalan ekonomi, konflik
internal antara pemerintah dengan masyarakat, bobroknya rezim pemerintahan,
ketimpangan sosial yang diperparah dengan peningkatan kemiskinan secara
ekstrim, serta ketergantungan ekonomi terhadap komoditi ekspor menjadi faktor
utama penyebab ketimpangan ekonomi di wilayah tersebut. Faktor utama yang
menyebabkan permasalahan di atas adalah pertama, gagalnya model ekonomi
yang diterapkan oleh rezim pemerintah dalam memajukan perekonomian
mereka. Kedua, ketidakstabilan politik memiliki kontribusi besar dalam
menciptakan ketimpangan ekonomi itu sendiri.
Kurangnya perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas sumber
daya manusia juga berperan besar dalam menciptakan kesenjangan ekonomi di
Amerika Latin. Perkembangan ekonomi dunia yang sangat pesat dan semakin
kompetitif menuntut sebuah negara untuk tidak hanya mengandalkan sumber
daya alam mereka saja. Kualitas sumber daya manusia juga penting untuk
ditingkatkan guna memberikan ruang bagi negara tersebut untuk berkompetisi
dalam perekonomian global. Hal inilah yang tidak dilakukan oleh negara-negara
di Amerika Latin yang hanya mengandalkan sumber daya alam bagi
kelangsungan hidup mereka.
Bagian ketiga menjelaskan tentang solusi terbaik untuk mengatasi
permasalahan yang terjadi di Amerika Selatan saat ini. Kedatangan bangsa Eropa
ke wilayah Amerika Latin memberikan dampak yang sangat besar bagi
kesenjangan ekonomi di wilayah tersebut. Secara logika, harusnya kedatangan
bangsa Eropa berserta teknologinya dapat meningkatkan kualitas hidup bangsa
Amerika Latin dalam berbagai aspek, khususnya ekonomi. Akan tetapi, justru
yang terjadi adalah sebaliknya. Kolonialisme bangsa Eropa malah membuat

hidup bangsa Amerika Latin lebih sengsara. Hal ini tidak terlepas dari tujuan
kolonialisme itu sendiri yaitu, mengeruk sebesar-besarnya keuntungan dari
wilayah jajahan. Selain daripada itu, budaya masyarakat Amerika Latin
cenderung kurang kompetitif dalam hal perekonomian. Hal ini menjadi salah satu
penyebab sulitnya bangsa Amerika Latin mengejar ketertinggalan mereka
terhadap AS.
Penyebab lain dari ketertinggalan ekonomi bangsa Amerika Latin adalah
pendidikan dan sistem pemerintahan yang tidak efektif dan efisien. Di abad
modern ini, jika bangsa Amerika Latin menginginkan perbaikan ekonomi mereka
serta mengurangi jarak kesenjangan ekonomi mereka dengan AS, diperlukan
usaha yang konsisten dalam membentuk lembaga-lembaga politik yang
independen. Maksud dari independen disini adalah tidak adanya ketimpangan
kekuasaan serta penerapan mekanisme check and balance. Hal ini sangat
diperlukan bagi bangsa Amerika Latin, karena keseimbangan kekuasaan dalam
sebuah pemerintahan sangat dibutuhkan. Jika hal tersebut dapat dilakukan maka
sistem pemerintahan akan berjalan seefektif dan seefisien mungkin yang akan
memberikan dampak positif bagi segala aspek, khususnya aspek ekonomi.
Kemudian dibahas tentang seberapa besar peran institusi yang tidak efisien
dan efektif memberikan dampak bagi terciptanya kesenjangan ekonomi antara
AS dan Amerika Latin. Sangat jelas sekali bahwa dalam soal keefektifan dan
keefisienan lembaga politik AS lebih unggul daripada Amerika Latin. Keunggulan
AS didasarkan pada sejarah negara tersebut sebagai pencipta dari nilai-nilai
demokrasi itu sendiri. Tidak mengherankan jika stabilitas politik di AS lebih tinggi
daripada di Amerika Latin. Proses demokratisasi di Amerika Latin tidak terlepas
dari sejarah yang sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai demokrasi itu
sendiri.
Nilai-nilai demokrasi yang sangat menjunjung tinggi hak-hak individu dan
supremasi hukum memberikan ruang yang sangat luas bagi masyarakat untuk
meningkatkan kualitas hidupnya dalam segala aspek, khususnya ekonomi. Hal
inilah yang masih sulit diterapkan oleh para elit negara di Amerika Latin. Tujuan
utama para elit ini adalah untuk menjaga kepentingan mereka agar tidak
terancam dengan nilai-nilai demokrasi. Jika nilai-nilai demokrasi diterapkan
sepenuhnya, bukan tidak mungkin seluruh kepentingan mereka akan terancam
di kemudian hari. Jalan keluar satu-satunya bagi Amerika Latin adalah memulai
reformasi politik ke arah yang lebih baik demi meningkatkan perekonomian
mereka yang carut-marut.
Di bagian penutup Francis Fukuyama menenkankan bahwa dalam
memperbaiki kondisi perekonomian di Amerika Latin, perlu dilakukan perbaikan
dalam aspek kebijakan ekonomi, institusi, politik, dan kebijakan sosial. Bukan
tanpa alasan Fukuyama menekankan pada aspek-aspek tersebut. Jika kondisi
politik stabil dan semua hak-hak politik masyarakat dijamin maka akan
memberikan efek positif bagi perkembangan ekonomi di wilayah tersebut. Akan
tetapi, pemerintah juga perlu merevisi ulang kebijakan politik, ekonomi, dan
sosial, agar masyarakat bisa memanfaatkan hak-hak mereka semaksimal
mungkin.
Secara keseluruhan, sistem yang menjamin hal-hal di atas hanyalah sistem
demokrasi beserta nilai-nilainya. Tidak dapat dipungkiri bahwa mayoritas
negara-negara di dunia saat ini menganut sistem demokrasi. Hal ini terjadi tidak
lain karena demokrasi adalah sistem pemerintahan terbaik dari sistem-sistem
lainnya pada saat ini. Maka dari itu, jika bangsa Amerika Latin benar-benar ingin

keluar dari jurang kesenjangan, wajib bagi mereka untuk menerapkan nilai-nilai
demokrasi secara keseluruhan di wilayah mereka. Karena hanya demokrasilah
yang memberikan jaminan yang paling baik bagi kehidupan masyarakat.
Jika kita perhatikan lebih lanjut, gaya penulisan Francis Fukuyama sangat
terstruktur sekali. Pembagian bab ke dalam 3 bagian memudahkan pembaca
untuk memahami secara runut dan mendetail tentang kesenjangan antara AS
dan Amerika Latin. Buku yang terdiri dari beberapa jurnal ilmiah ini memberikan
pembaca pengetahuan yang lebih luas dalam memandang permasalahan di
Amerika Latin. Tidak hanya itu, pemasukan jurnal-jurnal ilmiah tersebut
memperkaya pandangan pembaca dan dapat meminimalisir sudut pandang
subjektif tertentu. Keberagaman jurnal ilmiah yang ditulis oleh orang yang
berbeda mendorong pembaca untuk lebih bersikap objektif dalam melihat
permasalahan di Amerika Latin. Secara keseluruhan buku ini sangat bagus untuk
dijadikan sebagai referensi utama dalam memahami gejolak peristiwa yang
terjadi di kawasan Amerika. Alasan ini muncul karena penyajian materi yang
dituangkan oleh Fukuyama dalam buku ini sangat baik sekali.