Anda di halaman 1dari 34

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Air merupakan sebuah sumber daya yang sangatlah penting bagi kehidupan manusia.
Tanpa sumber air, manusia tidak akan pernah bisa hidup. Karena itu, manusia sangatlah
bergantung pada air itu sendiri. Selain dalam kehidupan manusia, air juga sangatlah dibutuhkan
bagi setiap makhluk hidup yang pada akhirnya makhluk hidup itu sendiri akan kembali
pengaruhnya kepada kita manusia yang hidup berdasarkan makhluk makhluk tersebut.
Air memiliki banyak sumber dan banyak sekali wujudnya. Dalam beberapa hal, ada
beberapa tempat yang sumber airnya cukup sulit dijangkau oleh manusia. Karena hal tersebut,
dibuatlah sebuah alat yang dapat mempermudah usaha manusia untuk mendapatkan sumber air
tersebut. Salah satu dari alat trsebut adalah pompa.
Melalui makalah ini, kami ingin memaparkan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan
pompa serta pengaruhnya terhadap kehidupan manusia. Sehingga pembaca bisa mengerti
bagaimana dan seperti apa pengaruh pompa khususnya yang berkaitan dengan bidang pengairan
sebagaimana kami pelajari.

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1

Apakah yang dimaksud dengan pompa?

1.2.2

Apakah jenis jenis pompa?

1.2.3

Apakah fungsi pompa?

1.3 Tujuan

1.3.1

Memberikan pengertian tentang pompa

1.3.2

Menjabarkan jenis jenis pompa berdasarkan kriteria tertentu

1.3.3

Menjelaskan fungsi pompa dan pengaruhnya pada kehidupan manusia

1.4 Manfaat

1.4.1

Menjadikan pembaca mengerti tentang apa itu pompa

1.4.2

Menjadikan pemaca mengerti tentang jenis jenis pompa berdasarkan criteria tertentu

1.4.3

Menjadikan pembaca paham tentang fungsi pompa dan pengaruhnya pada kehidupan

manusia

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pompa

Ada banyak sekali pengertian dari pompa itu sendiri berdasarkan bahasa dan pengertian masing
masing orang. Tetapi dapat disimpulkan menjadi 2 pengertian berikut :
Pompa adalah suatu alat atau mesin yang digunakan untuk memindahkan cairan dari suatu
tempat ke tempat yang lain melalui suatu media perpipaan dengan cara menambahkan energi
pada cairan yang dipindahkan dan berlangsung secara terus menerus.
Pompa adalah jenis mesin fluida yang digunakan untuk memindahkan fluida melalui pipa dari
satu tempat ke tempat lain. Dalam menjalankan fungsinya tersebut, pompa mengubah energi
gerak poros untuk menggerakkan sudu-sudu menjadi energi tekanan pada fluida.

2.2 Jenis jenis pompa

2.2.1

Jenis Pompa air berdasarkan tenaga penggeraknya

2.2.1.1 Pompa Air Dragon (Pompa air manual)

Sebagai salah satu jenis pompa air manual, pompa air dragon ini merupakan merk pompa air
yang sangat terkenal di sekitar tahun 70-an. Terutama untuk daerah-daerah yang belum
terjangkau listrik. Sehingga merk pompa air dragon ini menjadi ikon / image di tengah
masyarakat kita waktu itu untuk mewakili istilah pompa air manual. Bagi warga yang memiliki
sumur air sendiri, pompa air ini menjadi pilihan untuk menggantikan cara tradisional, menimba
air dari sumur.
Cara kerja pompa air manual ini pun sederhana seperti gambar berikut. Ketika tuas pompa di
tarik ke atas, piston bergerak ke bawah ke dasar ruangan pompa. Air yang ada dalam pompa akan
memasuki ruangan di atas piston melalui klep (valve) pada piston, seperti terlihat pada gambar
A.

Ketika tuas pompa didorong ke bawah, piston bergerak naik bersamaan dengan tertutupnya klep
piston sehingga air yang ada di atas piston ikut terdorong ke atas dan keluar melalui corong
pompa. Di saat bersamaan piston akan menyedot air dari dalam sumur dan air memasuki ruangan
di bawah piston melalui klep di dasar pompa yang terbuka di saat piston bergerak ke atas, seperti
terlihat pada gambar B.

2.2.1.2 Pompa Air Listrik

Seiring berkembangnya zaman dan aliran listrik sudah banyak masuk ke daerah-daerah, pompa
air tenaga listrik (AC 220V) menjadi pilihan untuk menggantikan pompa air manual. Sekarang
semakin berkembang jenis dan model pompa listrik. Namun teknologi yang umum dikenal
dengan Centrifugal Pumps. Yaitu pompa air yang bekerja berdasarkan daya centrifugal yang
dihasilkan oleh impeller (kipas) yang diputar oleh motor listrik. Karena daya centrifugal ini air
tersedot (dari sumur) dan terdorong keluar secara kontinyu melalui sirip-sirip impeller seperti
gambar berikut ini.

2.2.1.3 Pompa Air Bensin / Solar (Diesel)

Pompa air jenis ini menggunakan motor berbahan bakar bensin atau solar. Cara kerjanyapun
sama dengan pompa air listrik di atas. Bedanya hanya pada motor penggerak kipas impeller-nya
yang menggunakan bahan bakar bensin atau solar. Biasanya pompa air jenis ini digunakan untuk
memompa air dengan volume debit air yang besar. Ini terlihat dari besarnya ukuran pipa atau
selang yang diameternya cukup besar.

2.2.1.4 Pompa Air Celup (Submersible)

Sesuai namanya, pompa air listrik ini penggunaannya dicelupkan ke dalam air. Penggunaan yang
umum adalah pompa air yang dipakai dalam aquarium untuk mengalirkan air ke tempat
penyaringan air sehingga air aquarium terjaga kejernihannya untuk waktu yang lebih lama.
Cara kerjanyapun sama seperti pompa air listrik di atas, memanfaatkan daya centrifugal dari
perputaran kipas impeller untuk mendorong air ke atas. Jenis pompa air celup ini cukup banyak
tergantung keperluannya.

2.2.2 Jenis Jenis pompa secara umum

Secara umum pompa dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu dynamic pump dan positive
displacement pump. Dua kelompok besar ini masih terbagi kedalam beberapa macam lagi.
Berikut beberapa macam pompa secara umum.

2.2.2.1 Pompa Dinamik


Dynamic pump atau pompa dinamik terbagi menjadi beberapa macam yaitu pompa sentrifugal,
pompa aksial, dan pompa spesial-efek (special-effect pump). Pompa-pompa ini beroperasi
dengan menghasilkan kecepatan fluida tinggi dan mengkonversi kecepatan menjadi tekanan
melalui perubahan penampang aliran fluida. Jenis pompa ini biasanya juga memiliki efisiensi
yang lebih rendah daripada tipe positive displacement pump, tetapi memiliki biaya yang lebih
rendah untuk perawatannya. Pompa dinamik juga bisa beroperasi pada kecepatan yang tinggi dan
debit aliran yang juga tinggi.

2.2.2.1.1 Pompa Sentrifugal


Sebuah pompa sentrifugal tersusun atas sebuah impeler dan saluran inlet di tengah-tengahnya.
Dengan desain ini maka pada saat impeler berputar, fluida mengalir menuju casing di sekitar
impeler sebagai akibat dari gaya sentrifugal. Casing ini berfungsi untuk menurunkan kecepatan
aliran fluida sementara kecepatan putar impeler tetap tinggi. Kecepatan fluida dikonversikan
menjadi tekanan oleh casing sehingga fluida dapat menuju titik outletnya. Beberapa keuntungan
dari penggunaan pompa sentrifugal yakni aliran yang halus (smooth) di dalam pompa dan
tekanan yang seragam pada discharge pompa, biaya rendah, serta dapat bekerja pada kecepatan
yang tinggi sehingga pada aplikasi selanjutnya dapat dikoneksikan langung dengan turbin uap
dan motor elektrik. Penggunaan pompa sentrifugal di dunia mencapai angka 80% karena
penggunaannya yang cocok untuk mengatasi jumlah fluida yang besar daripada pompapositivedisplacement.

2.2.2.1.2 Pompa Aksial


Pompa aksial juga disebut dengan pompa propeler. Pompa ini menghasilkan sebagian besar
tekanan dari propeler dan gaya lifting dari sudu terhadap fluida. Pompa ini banyak digunakan di
sistem drainase dan irigasi. Pompa aksial vertikal single-stage lebih umum digunakan, akan
tetapi kadang pompa aksial two-stage (dua stage) lebih ekonomis penerapannya. Pompa aksial
horisontal digunakan untuk debit aliran fluida yang besar dengan tekanan yang kecil dan
biasanya melibatkan efek sifon dalam alirannya.

2.2.2.1.3 Pompa jenis ini digunakan pada industri dengan kondisi tertentu. Yang termasuk ke
dalam pompa jenis ini yaitu jet (eductor), gas lift, hydraulic ram, dan electromagnetic.
Pompa jet-eductor (injector) adalah sebuah alat yang menggunakan efek venturi dari nozzle
konvergen-divergen untuk mengkonversi energi tekanan dari fluida bergerak menjadi energi
gerak sehingga menciptakan area bertekanan rendah, dan dapat menghisap fluida di sisi suction.

a.
Gas Lift Pump adalah sebuah cara untuk mengangkat fluida di dalam sebuah kolom
dengan jalan menginjeksikan suatu gas tertentu yang menyebabkan turunnya berat hidrostatik
dari fluida tersebut sehingga reservoir dapat mengangkatnya ke permukaan.
b.
Pompa hydraulic ram adalah pompa air siklik dengan menggunakan tenaga hidro
(hydropower).
c.
pompa elektromagnetik adalah pompa yang menggerakkan fluida logam dengan jalan
menggunakan gaya elektromagnetik.

2.2.2.2 Pompa Positive Displacement


Macam-macam pompa positive displacement adalah ponmpa reciprocating dan rotary.
Pompa positive displacement bekerja dengan cara memberikan gaya tertentu pada volume fluida
tetap dari sisi inlet menuju titik outlet pompa. Kelebihan dari penggunaan pompa jenis ini adalah
dapat menghasilkan power density (gaya per satuan berat) yang lebih besar. Dan juga
memberikan perpindahan fluida yang tetap/stabil di setiap putarannya.
\

2.2.2.2.1 Pompa Positive Displacement Tipe Rotari


Pompa positive displacement tipe rotari ini memindahkan fluida kerja melalui mekanisme rotari
dengan jalan menimbulkan efek vakum sehingga dapat menghisap fluida kerja dari sisi inlet, dan
memindahkannya ke sisi outlet. Jika ada udara yang terperangkap di dalam pompa rotari, secara
natural pompa ini akan mengeluarkan udar a tersebut, sehingga mengurangi kebutuhan untuk
mengeluarkan udara yang terperangkap di dalam pompa secara manual.
Berikut adalah macam-macam pompa positive displace ment tipe rotari :
Pompa Roda Gigi Internal (Internal Gear Pump). Pompa ini menggunakan dua roda gigi sebagai
penggerak fluida kerja di dalam casing pompa. Satu roda gigi menjadi penggerak dan yang
lainnya menjadi yang digerakkan. Roda gigi penggerak berada di dalam roda gigi yang
digerakkan. Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan gambar berikut.

Pompa Roda Gigi Internal


Dan berikut adalah proses dimana fluida kerja dipompa oleh pompa roda gigi internal ini.

Prinsip Kerja Pompa Roda Gigi Internal


Terlihat bahwa fluida kerja masuk melalui inlet pompa menuju sela-sela roda gigi luar yang
diputar oleh roda gigi dalam. Fluida tersebut bergerak menuju sisi outlet akibat dorongan dari
roda gigi luar. Selanjutnya roda gigi dalam masuk ke sela-sela roda gigi luar sehingga
mendorong fluida kerja untuk keluar ke sisi outlet pompa.
Pompa Roda Gigi Eksternal (External Gear Pump). Sama dengan pompa roda gigi internal,
pompa roda gigi eksternal ini juga menggunakan dua roda gigi sebagai komponen utamanya.
Yang membedakan adalah kedua roda gigi berada pada posisi yang sejajar, dan roda gigi
penggerak tidak berada di dalam roda gigi yang digerakkan.

Prinsip Pompa Roda Gigi Eksternal


Pompa Screw (Ulir). Pompa ulir pertama kali dikembangkan oleh Archimedes, ia
menggunakan satu buah ulir untuk memindahkan air dari tempat yang rendah ke sawah-sawah
untuk keperluan irigasi. Oleh karena hal inilah pompa ulir dengan satu ulir disebut juga Pompa
Ulir Archimedes.

Pompa Ulir Archimedes


Desain pompa ulir telah berkembang menjadi beberapa tipe seperti twin-rotor, triple-rotor, dan 5rotor. Perbedaan ketiganya ada pada jumlah rotor ulirnya. Berikut adalah video pompa ulir
dengan twin-rotor. Prinsip kerja pompa ulir dengan multi-rotor adalah fluida kerja yang masuk
melalui sisi inlet pompa dipindahkan oleh rotor ulir melalui sela-sela ulir sisi luar. Saat sampai di
sisi outlet, fluida akan terdorong keluar dari pompa.
Progressive Cavity Pump. Pompa jenis ini adalah pengembangan dari pompa jenis ulir. Prinsip
kerjanya pertama kali dikenalkan oleh Rene Moineau pada tahun 1930-an. Pompa ini terdiri atas
sebuah rotor yang berbentuk spiral, serta stator yang juga berbentuk spiral namun didesain
memiliki jarak pitch spiral yang 2 kali lebih besar dari pitch rotor. Rotor pompaprogressive

cavity terhubung dengan shaft yang digerakkan oleh motor listrik. Diantara shaft dengan rotor
dihubungkan oleh flexible coupling yang apabila shaft berputar, kopling ini bergerak mengikuti
gerakan rotor dan shaft. Pompa progressive cavity dapat digunakan pada berbagai macam jenis
fluida kerja, dari fluida encer sampai dengan fluida berviskositas tinggi. Namun pompa ini tidak
cocok dengan partikel-partikel solid. Untuk operasionalnya, pompa ini perlu dilakukan proses
pengisian awal (priming) serta pembuangan udara yang terperangkap (venting) di dalamnya
sebelum beroperasi. Hal ini bertujuan untuk memperpanjang umur pompa.

Rotary Lobe Pump dan Rotary Piston Pump. Pompa rotary lobe mirip dengan pompa roda
gigi, hanya saja menggunakan semacam rotor berbentuk cuping (lobe). Terdapat dua rotor cuping
di dalam casing pompa, yang keduanya digerakkan oleh sumber penggerak dan diatur
sedemikian rupa oleh roda gigi yang berada di luar bodi pompa sehingga kedua rotor berputar
seirama. Putaran dari rotor ini menimbulkan ruang kosong sehingga fluida dapat masuk ke
dalamnya dan ikut berpindah ke sisi outlet. Pada sisi outlet kedua cuping rotor bertemu sehingga
menutup rongga yang ada dan mendorong fluida kerja keluar melalui outlet pompa.

Prinsip Kerja Rotary Lobe Pump


Pompa rotary piston adalah pengembangan dari pompa rotary lobe. Rotor pompa rotary
piston didesain sedemikian rupa sehingga volume rongga pompa menjadi lebih luas. Selain itu
pada sisi outlet pompa, rotor pompa tidak lagi menghimpit fluida kerja agar keluar seperti pada
pompa rotary lobe, namun bentuk rotor pompa rotary piston akan mendorong fluida agar keluar
ke sisi outlet pompa.

Pompa Rotary Piston


Vane Pump. Dalam Bahasa Indonesia vane pump berarti pompa baling-baling. Pompa rotari
ini menggunakan silinder di bagian rotor, pangkal silinder terpasang pegas yang terhubung
dengan rotor pompa. Sumbu rotor tidak segaris dengan sumbu casing pompa, sehingga saat rotor
berputar, silinder rotor akan mengikuti bentuk casing dan mendorong fluida kerja untuk menuju
outlet pompa.

Pompa Peristaltik. Pompa tipe rotari yang terakhir adalah pompa peristaltik. Pompa jenis ini
menggunakan prinsip kerja yang mirip dengan gerakan peristaltik pada kerongkongan. Pompa ini
menggunakan semacam selang elastis sebagai saluran fluida kerja. Selang tersebut ditekan oleh
rotor dengan ujung berupa roller sehingga membentuk gerakan dorongan.

Pompa peristaltik awalnya banyak digunakan pada laboratorium-laboratorium saja, namun


seiring dengan pengembangan teknologi karet, saat ini pompa peristaltik dapat digunakan untuk
memompa bahan-bahan yang lebih berat termasuk bahan-bahan solid.
2.2.2.2.2 Pompa Positive Displacement Tipe Reciprocating

Pompa resiprocating menggunakan pis yang bergerak maju-mundur sebagai komponen kerjanya,
serta mengarahkan aliran fluida kerja ke hanya satu arah dengan bantuan check valve.
Pompa positive displacement ini memiliki rongga kerja yang meluas pada saat menghisap fluida,
dan akan mendorongnya dengan mempersempit rongga kerja tersebut. Dengan bantuancheck
valve untuk mengatur arah aliran fluida, maka akan terjadi proses pemompaan yang harmonis.
Pompa resiprocating terdiri atas beberapa macam, yaitu :
Pompa Piston. Pompa ini menggunakan piston untuk menghisap dan mendorong fluida kerja.
Jumlah dari piston tergantung dari desain pabrikan yang menyesuaikan pula dengan kebutuhan
sistem. Semakin sedikit jumlah piston pada pompa piston, maka akan semakin tidak stabil pula
besar debit aliran air yang keluar dari pompa ini. Untuk mendapatkan aliran fluida yang stabil
dapat dipergunakan pressure relief valve atau pompa dengan piston lebih banyak.

Pompa Piston
Plunger Pump. Pompa jenis ini mirip dengan pompa piston. Yang membedakan adalah pompa ini
tidak menggunakan piston, bagian pompa yang mendorong fluida tidak secara penuh memenuhi
ruangan silinder. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar perbedaan antara pompa piston dengan
pompa plunger berikut ini.

Perbedaan Plunger Pump dengan Piston Pump


Pompa Diafragma. Pompa ini juga mirip dengan pompa piston namun komponen pompa yang
melakukan gerakan maju-mundur adalah diafragma yang terhubung dengan engkol penggerak.
Diafragma akan bergerak maju dan mundur untuk menciptakan perubahan rongga ruang di
dalam pompa. Dengan bantuan check valve maka aliran fluida kerja dapat terjadi.

Pompa Diafragma
Pompa diafragma umumnya beroperasi pada tekanan yang lebih rendah daripada pompa piston
maupun pompa plunger. Namun, karena desainnya yang unik, pompa diafragma dapat terus
beroperasi sekalipun suatu saat tidak ada fluida yang mengalir di dalamnya. Dan secara otomatis
apabila fluida kerja tersedia lagi, pompa ini dapat secara alami melakukan pengisian fluida
(priming) dan pengeluaran udara (venting).


Swashplate Pump. Jenis pompa yang terakhir akan kita bahas adalah pompa swashplate.
Pompa ini merupakan pengembangan dari pompa piston. Beberapa piston disusun secara sejajar
dengan ujung yang satu terhubung dengan plate tegak, sedangkan ujung yang lain terhubung
dengan plate miring. Saat poros pompa berputar piston-piston yang terusun sejajar tadi ikut
berputar sehingga menghasilkan gerakan maju-mundur. Untuk lebih memahami pompa jenis ini,
mari kita perhatikan video animasi berikut. Yang menarik dari pompa ini adalah dapat diubahubahnya besar debit fluida keluaran pompa tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan cara
mengubah besar sudut kemiringan plate yang terhubung dengan piston-piston pompa tersebut.

2.3 Fungsi dan Kegunaan Pompa

Berikut adalah beberapa fungsi dari pompa yang ada di sekitar kita :

2.3.1 Pompa digunakan dalam mengambil air dari sumur, sumber, dan tempat tempat air
yang sulit dijangkau lainnya.
2.3.2 Pompa digunakan untuk mendorong air untuk keperluan irigasi dan menyiram tanaman
2.3.3 Pompa digunakan untuk keperluan sirkulasi air
2.3.4 Pompa digunakan untuk keperluan mendorong pembuangan pada saluran pembuangan
2.3.5 Pompa digunakan sebagai pendorong air dari elevasi yang lebih rendah ke elevasi yang
lebih tinggi
2.3.6 Pompa digunakan sebagai pendorong minyak dan oli pada mesin mesin bermotor

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pompa merupakan salah satu alat dalam bidang pengairan yang sangat bermanfaat bagi
kehidupan manusia. Pompa merupakan sebuah alat yang dapat mendistribusikan air ke berbagai
tempat dengan lebih baik.
Pompa memiliki berbagai jenis dan kriteria dan dapat dibedakan menjadi masing masing jenis
tergantung dari alat atau sumber tenaganya, maupun tergantung pada jenisnya itu sendiri secara
umum. Sehingga dapat diklasifikasikan dengan sedemikian rupa jenis jenis pompa.
Pompa memiliki banyak sekali fungsi yang dapat berpengaruh pada kehidupan manusia. Pompa
digunakan dalam mengambil air dari sumur, sumber, dan tempat tempat air yang sulit
dijangkau lainnya, Pompa digunakan untuk mendorong air untuk keperluan irigasi dan meniram
tanaman, Pompa digunakan untuk keperluan sirkulasi air, Pompa digunakan untuk keperluan
mendorong pembuangan pada saluran pembuangan, Pompa digunakan sebagai pendorong air

dari elevasi yang lebih rendah ke elevasi yang lebih tinggi, Pompa digunakan sebagai pendorong
minyak dan oli pada mesin mesin bermotor, serta berbagai fungsi lain dari pompa itu sendiri.

3.2 Kritik dan Saran

Makalah ini kami buat untuk memberi pengetahuan kepada pembaca tentang pompa, jenisnya
dan apa fungsinya. Pada makalah ini, kami sadar bahwa banyak hal yang kurang dan perlu
dibenahi. Maka dari itu, kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun yang bisa
memperbaiki makalah ini sehingga menjadi makalah yang lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA
Bagus, Purnama. 2013. Pengertian Pompa. http://purnamabgp.blogspot.com/2013/06/pengertian-pompa.html (Diakses pada tanggal 30 November 2014)
Anonymous. 2012. Jenis Jenis Pompa Air Berdasarkan Tenaga
Penggeraknyahttp://sanfordlegenda.blogspot.com/2012/12/Jenis-jenis-pompa-air-berdasarkantenaga-penggeraknya.html (Diakses pada tanggal 30 November 2014)
Apriyahanda, Onny. Macam macam Pompa. http://artikel-teknologi.com/pompa-2-macammacam-pompa/ (Diakses pada tanggal 30 November 2014)
Apriyahanda, Onny. Macam Macam Pompa Positive Displacement. http://artikelteknologi.com/macam-macam-pompa-positive-displacement/ (Diakses pada tanggal 30
November 2014)
Anonymous. 2013. Mengenal Pompa Berdasarkan Cara
Kerjanya.http://uripgumulya.com/mengenal-pompa-berdasarkan-prinsip-dan-cara-kerjanyabagian-2/(Diakses pada tanggal 30 November 2014)
Priyantoro, Dwi. 1991. Hidraulika Saluran Tertutup. Malang : Fakultas Teknik
Universitas Brawijaya

Macam-macam Pompa

Animasi Pompa Sentrifugal dan Bagian-bagiannya

2. Pompa Aksial
Pompa aksial juga disebut dengan pompa propeler. Pompa ini
menghasilkan sebagian besar tekanan dari propeler dan
gaya lifting dari sudu terhadap fluida. Pompa ini banyak digunakan
di sistem drainase dan irigasi. Pompa aksial vertikal singlestage lebih umum digunakan, akan tetapi kadang pompa aksial twostage (dua stage) lebih ekonomis penerapannya. Pompa aksial
horisontal digunakan untuk debit aliran fluida yang besar dengan
tekanan yang kecil dan biasanya melibatkan efek sifon dalam
alirannya.
Pompa Aksial

3. Special-Effect Pump
Pompa jenis ini digunakan pada industri dengan kondisi tertentu.
Yang termasuk ke dalam pompa jenis ini yaitu jet (eductor), gas lift,
hydraulic ram, dan electromagnetic. Pompa jet-eductor (injector)
adalah sebuah alat yang menggunakan efek venturi dari nozzle
konvergen-divergen untuk mengkonversi energi tekanan dari fluida
bergerak menjadi energi gerak sehingga menciptakan area
bertekanan rendah, dan dapat menghisap fluida di sisi suction.
Pompa Injektor

Gas Lift Pump adalah sebuah cara untuk mengangkat fluida di


dalam sebuah kolom dengan jalan menginjeksikan suatu gas
tertentu yang menyebabkan turunnya berat hidrostatik dari fluida
tersebut sehingga reservoir dapat mengangkatnya ke permukaan.
Pompa hydraulic ram adalah pompa air siklik dengan menggunakan
tenaga hidro (hydropower).

Hydraulic Ram Pump


Dan pompa elektromagnetik adalah pompa yang menggerakkan
fluida logam dengan jalan menggunakan gaya elektromagnetik.
Prinsip Pompa Elektromagnetik

Pompa Positive Displacement


Macam-macam pompa positive displacement adalah
pompa reciprocating dan rotary. Pompa positive
displacement bekerja dengan cara memberikan gaya tertentu pada
volume fluida tetap dari sisi inlet menuju titik outlet pompa.
Kelebihan dari penggunaan pompa jenis ini adalah dapat
menghasilkan power density (gaya per satuan berat) yang lebih
besar. Dan juga memberikan perpindahan fluida yang tetap/stabil di
setiap putarannya.
1. Pompa Reciprocating
Pada pompa jenis ini, sejumlah volume fluida masuk ke dalam
silinder melalui valve inlet pada saat langkah masuk dan
selanjutnya dipompa keluar dibawah tekanan positif melalui valve
outlet pada langkah maju. Fluida yang keluar dari
pompa reciprocating, berdenyut dan hanya bisa berubah apabila

kecepatan pompanya berubah. Ini karena volume sisi inlet yang


konstan. Pompa jenis ini banyak digunakan untuk memompa
endapan dan lumpur.
Pompa Reciprocating

Metering Pump termasuk ke dalam jenis pompa reciprocating,


adalah pompa yang digunakan untuk memompa fluida dengan debit
yang dapat diubah-ubah sesuai kebutuhan. Pompa ini biasanya
digunakan untuk memompa bahan aditif yang dimasukkan ke dalam
suatu aliran fluida tertentu.
Metering Pump

2. Rotary Pump
Adalah pompa yang menggerakkan fluida dengan menggunakan
prinsip rotasi. Vakum terbentuk oleh rotasi dari pompa dan
selanjutnya menghisap fluida masuk. Keuntungan dari tipe ini
adalah efisiensi yang tinggi karena secara natural ia mengeluarkan

udara dari pipa alirannya, dan mengurangi kebutuhan pengguna


untuk mengeluarkan udara tersebut secara manual.
Bukan berarti pompa jenis ini tanpa kelemahan, karena sifat
alaminya maka clearence antara sudu putar dan sudu pengikutnya
harus sekecil mungkin, dan mengharuskan pompa berputar pada
kecepatan yang rendah dan stabil. Apabila pompa bekerja pada
kecepatan yang terlalu tinggi, maka fluida kerjanya justru dapat
menyebabkan erosi pada sudu-sudu pompa.
Pompa rotari dapat diklasifikasikan kembali menjadi beberapa tipe
yaitu:
Gear pumps sebuah pompa rotari yang simpel dimana fluida
ditekan dengan menggunakan dua roda gigi.
Prinsip Gear Pump

Screw pumps pompa ini menggunakan dua ulir yang bertemu


dan berputar untuk menghasilkan aliran fluida sesuai dengan yang
diinginkan.
Prinsip Screw Pump

Rotary Vane Pump memiliki prinsip yang sama dengan


kompresor scroll, yang menggunakan rotor silindrik yang berputar
secara harmonis menghasilkan tekanan fluida tertentu.
Prinsip Rotary Vane Pump

SISTEM POMPA HIDROLIK

Dalam menjalankan suatu sistem tertentu atau untuk membantu operasional dari sebuah
sistem, tidak jarang kita menggunakan rangkaian hidraulik. Sebagai contoh, untuk mengangkat
satu rangkaian kontainer yang memiliki beban beriburibu ton, untuk memermudah itu
digunakanlah sistem hidraulik.
Sistem hidraulik adalah teknologi yang memanfaatkan zat cair, biasanya oli, untuk
melakukan suatu gerakan segaris atau putaran. Sistem ini bekerja berdasarkan prinsip Pascal,

yaitu jika suatu zat cair dikenakan tekanan, tekanan itu akan merambat ke segala arah dengan
tidak bertambah atau berkurang kekuatannya.
Prinsip dalam rangkaian hidraulik adalah menggunakan fluida kerja berupa zat cair yang
dipindahkan dengan pompa hidraulik untuk menjalankan suatu sistem tertentu (Anonim, 2009c).
Pompa hidraulik menggunakan kinetik energi dari cairan yang dipompakan pada suatu
kolom dan energi tersebut diberikan pukulan yang tiba-tiba menjadi energi yang berbentuk lain
(energi tekan). Pompa ini berfungsi untuk mentransfer energi mekanik menjadi energi hidraulik.
Pompa hidraulik bekerja dengan cara menghisap oli dari tangki hidraulik dan mendorongnya
kedalam sistem hidraulik dalam bentuk aliran (flow). Aliran ini yang dimanfaatkan dengan cara
merubahnya menjadi tekanan. Tekanan dihasilkan dengan cara menghambat aliran oli dalam
sistem hidraulik. Hambatan ini dapat disebabkan oleh orifice, silinder, motor hidraulik, dan
aktuator. Pompa hidraulik yang biasa digunakan ada dua macam yaitu positive dannonpositive
displacement pump (Aziz, 2009). Ada dua macam peralatan yang biasanya digunakan dalam
merubah energi hidraulik menjadi energi mekanik yaitu motor hidraulik dan aktuator. Motor
hidraulik mentransfer energi hidraulik menjadi energi mekanik dengan cara memanfaatkan aliran
oli dalam sistem merubahnya menjadi energi putaran yang dimanfaatkan untuk menggerakan
roda, transmisi, pompa dan lain-lain

KOMPONEN UTAMA SISTEM HIDROLIK

Sistem hidrolik ini didukung oleh 3 unit komponen utama, yaitu:


1. Unit Tenaga, berfungsi sebagai sumber tenaga dengan liquid/ minyak hidrolik
Pada sistem ini, unit tenaga terdiri atas:

Penggerak mula yang berupa motor listrik atau motor bakar

Pompa hidrolik, putaran dari poros penggerak mula memutar pompa hidrolik sehingga
pompa hidrolik bekerja

Tangki hidrolik, berfungsi sebagai wadah atau penampang cairan hidrolik

Kelengkapan (accessories), seperti : pressure gauge, gelas penduga, relief valve

2. Unit Penggerak (Actuator), berfungsi untuk mengubah tenaga fluida menjadi tenaga mekanik
Hidrolik actuator dapat dibedakan menjadi dua macam yakni:

Penggerak lurus (linier Actuator) : silinder hidrolik

Penggerak putar : motor hidrolik, rotary actuator

3. Unit Pengatur, berfungsi sebagai pengatur gerak sistem hidrolik.


Unit ini biasanya diwujudkan dalam bentuk katup atau valve yang macam-macamnya akan
dibahas berikut ini.
3.1 Katup Pengarah (Directional Control Valve = DCV)
Katup (Valve) adalah suatu alat yang menerima perintah dari luar untuk melepas, menghentikan
atau mengarahkan fluida yang melalui katup tersebut.
Contoh jenis katup pengarah: Katup 4/3 Penggerak lever, Katup pengarah dengan piring putar,
katup dengan pegas bias.
3.2 Macam-macam Katup Pengarah Khusus
1) Check Valve adalah katup satu arah, berfungsi sebagai pengarah aliran dan juga sebagai pressure
control (pengontrol tekanan)
2) Pilot Operated Check Valve, Katup ini dirancang untuk aliran cairan hidrolik yang dapat mengalir
bebas pada satu arah dan menutup pada arah lawannya, kecuali ada tekanan cairan yang dapat
membukanya.
3) Katup Pengatur Tekanan, Tekanan cairan hidrolik diatur untuk berbagai tujuan misalnya untuk
membatasi tekanan operasional dalam sistem hidrolik, untuk mengatur tekanan agar penggerak
hidrolik dapat bekerja secara berurutan, untuk mengurangi tekanan yang mengalir dalam saluran
tertentu menjadi kecil.
Macam-macam Katup pengatur tekanan adalah:
a. Relief Valve, digunakan untuk mengatur tekanan yang bekerja pada sistem dan juga mencegah
terjadinya beban lebih atau tekanan yang melebihi kemampuan rangkaian hidrolik.
b. Sequence Valve, berfungsi untuk mengatur tekanan untuk mengurutkan pekerjaan yaitu
menggerakkan silinder hidrolik yang satu kemudian baru yang lain.
c. Pressure reducing valve, berfungsi untuk menurunkan tekanan fluida yang mengalir pada saluran
kerja karena penggerak yang akan menerimanya didesain dengan tekanan yang lebih rendah.
4) Flow Control Valve, katup ini digunakan untuk mengatur volume aliran yang berarti mengatur
kecepatan gerak actuator (piston).
Fungsi katup ini adalah sebagai berikut:

untuk membatasi kecepatan maksimum gerakan piston atau motor hidrolik


Untuk membatasi daya yang bekerja pada sistem
Untuk menyeimbangkan aliran yang mengalir pada cabang-cabang rangkaian.
Macam-macam dari Flow Control Valve :
Fixed flow control yaitu: apabila pengaturan aliran tidak dapat berubah-ubah yaitu melalui fixed
orifice.
Variable flow control yaitu apabila pengaturan aliran dapat berubah-ubah sesuai dengan
keperluan
Flow control yang dilengkapi dengan check valve
Flow control yang dilengkapi dengan relief valve guna menyeimbangkan tekanan
Komponen dan Simbol
a. Hidrolik Tangki / Hydraulic Reservoir
Tangki hydraulic sebagai wadah oli untuk digunakan pada sistem hidrolik.
Oli panas yang dikembalikan dari sistem/actuator didinginkan dengan cara menyebarkan
panasnya. Dan menggunakan oil cooler sebagai pendingin oli, kemudian kembali ke dalam
tangki
Gelembung-gelembung udara dari oli mengisi ruangan diatas permukaan oli.
Untuk mempertahankan kondisi oli baik selama mesin operasi, dilengkapi dengan saringan yang
bertujuan
agar
kotoran
jangan
masuk
kembali
tangki
Hidrolik tangki diklasifikasikan sebagai Vented Type reservoir atau pressure reservoir, dengan
adanya tekanan di dalam tangki, masuknya debu dari udara akan berkurang dan oli akan didesak
masuk kedalam pompa.
b. Pompa
Pompa hydraulic berfungsi seperti jantung dalam tubuh manusia adalah sebagai pemompa darah
Pompa hidrolik merupakan komponen dari sistem hidrolik yang membuat oli mengalir atau
pompa hidrolik sebagai sumber tenaga yang mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga hidrolik.
Klasifikasi pompa
Non Positive Displacement pump : mempunyai penyekat antara lubang masuk/inlet port dan
lubang keluar/out port, sehingga cairan dapat mengalir di dalam pompa apabila ada tekanan.
Contoh : Pompa air termasuk disebut juga tipe non positive diplasement.
Positive diplacement pump : Memiliki lubang masuk/inlet port dan lubang keluar/outlet port
yang di sekat di dalam pompa. Sehingga pompa jenis ini dapat bekerja dengan tekanan yang
sangat tinggi dan harus di proteksi terhadap tekanan yang berlebihan dengan menggunakan
pressure
relief
valve.
Contoh : Pompa hidrolik alat-alat berat
Fixed displacement pump : mempunyai sebuah ruang pompa dengan volume tetap (fixed volume
pumping chamber) Out putnya hanya bisa diubah dengan cara merubah kecepatan kerja (drive
speed )
Variable displacement pump : mempunyai ruang pompa dengan volume bervariasi, outputnya
dapat diubah dengan cara merubah displacement atau drive speed, fixed displacement pump
maupun variable pump dipakai pada alat-alat pemindah tanah
c. Motor

Simbol untuk Fixed displacement motor adalah sebuah lingkaran dengan sebuah segitiga di
dalamnya.
Simbol pompa mempunyai segitiga yang menunjukkan arah aliran., dan simbol motor memiliki
segitiga
yang
mengarah
ke
dalam
Simbol untuk Single elemen pump / motor yang juga termasuk reversible memiliki dua segitiga
di
dalam
lingkaran,
masing-masing
menunjukkan
arah
aliran.
Sebuah variable displacement pump/motor diperlihatkan sebagai simbol dasar dengan tanda anak
panah yang digambarkan menyilang
d. Saluran Hose, Pipa
Ada tiga macam garis besar yang dipergunakan dalam penggambaran symbol grafik untuk
melambangkan pipa, selang dan saluran dalam sehubungan dengan komponen-komponen
hidrolik
Splid line digunkan melambangkan pipa kerja hidrolik. Pipa kerja ini menyalurkan aliran utama
oli dalam suatu sistem hidrolik.
Dashed line digunakan untuk mlambangkan pipa control hidrolik. Pipa control ini menyalurkan
sejumlah kecil oli yang dipergunakan sebagai aliran bantuan untuk menggerakkan atau
mengendalikan komponen hidrolik.
Suatu ilustrasi simbol grafik terdiri dari line kerja, Line control dan line buang yang saling
berpotongan.
Perpotongan di gambarkan dengan sebuah setengah lingkaran pada titik perpotongan antara satu
garis dengan garis line, atau digambarkan sebagai dua garis yang saling bepotongan.
Hubungan antara dua garis tidak dapat diduga kecuali jika diperhatikan dengan sebuah titik
penghubung.
Titik penghubung di gunakan untuk memperlihatkan suatu ilustrasi dimana garis-garis
berhubungan.
Jika sambungan terjadi pada bentuk T , titik penghubung dapat diabaikan karena hubungan garis
antara
kedua
garis
tersebut
terlihat
jelas.
Bila diperlihatkan suatu arah aliran tertentu, tanda kepala panah bisa ditambahkan pada garis di
dalam gambar yang menunjukkan arah aliran oli
e. Silinder hidrolik
Silider hidrolik merubah tenaga zat cair menjadi tenaga mekanik. Fluida yang tertekan , menekan
sisi piston silinder untuk menggerakan beberapa gerakan mekanis.
Singgle acting cylinder hanya mempunyai satu port, sehingga fluida bertekanan hanya masuk
melalui satu saluran, dan menekan ke satu arah. Silinder ini untuk gerakan membalik dengan
cara membuka valve atau karena gaya gravitasi atau juga kekuatan spring.
Double acting cylinder mempunyai port pada tiap bagian sehingga fluida bertekanan bias masuk
melalui kedua bagian sehingga bias melakukan dua gerakan piston.
Kecepatan gerakan silinder tergantung pada fluid flow rate ( gallon / minute) dan juga volume
piston.
Cycle time adalah waktu yang dibutuhkan oleh silinder hidrolik untuk melakukan gerakan
memanjang penuh. Cycle time adalah hal yang sangat penting dalam mendiagnosa problem
hidrolik.
Volume = Area x Stroke
CYCLE TIME = (Volume/Flow Rate) x 60

f. Pressure Control Valve


Tekanan hidrolik dikontrol melalui penggunaan sebuah valve yang membuka dan menutup pada
waktu yang berbeda berdasar aliran fluida by pass dari tekanan tinggi ke tekanan yang lebih
rendah. Tanda panah menunjukan arah aliran oli. Pressure control valve bisanya tipe pilot, yaitu
bekerja secara otomatis oleh tekanan hidrolik, bukan oleh manuasia. Pilot oil ditahan oleh spring
yang biasanya bias di adjust. Semakin besar tegangan spring, maka semakin besar pula tekanan
fluida yang dibutuhkan untuk menggerakan valve.
g. Pressure Relief Valve
Presure Relief Valve membatasi tekanan maksimum dalam sirkuit hidrolik dengan membatasi
tekanan maksimum pada komponen-komponen dalam sirkuit dan di luar sirkuit dari tekanan
yang
berlebihan
dan
kerusakan
komponen.
Saat Presure relief valve terbuka, Oli bertekanan tinggi dikembalikan ke reservoir pada tekanan
rendah. Presure Relief valve biasanya terletak di dalam directional control valve.
Ada
dua
macam
relief
valve
yang
digunakan
yaitu
:
Direct Acting Relief Valve yang menggunakan sebuah pegas kuat untuk menahan aliran dan
membuka pada saat tekanan hidrlik lebih besar daripada tekanan pegas
Pilot Operated relief valve yang menggunakan tekanan pegas dan tekanan oli untuk menjalankan
relief valve dan merupakan jenis yang lebih umum dipakai
h. Directional Controll Valve.
Aliran fluida hidrolik dapat dikontrol dengan menggunakan valve yang hanya memberikan satu
arah aliran. Valve ini sering dinamakan dengan check valve yang umumnya menggunakan
system bola.
Simbol directional control valve ada yang berupa gabungan beberapa symbol. Valve ini terdiri
dari bagian yang menjadi satu blok atau juga yang dengan blok yang terpisah. Garis putus putus
menunjukan pilot pressure. Saluran pilot pressure ini akan menyambung atau memutuskan valve
tergantung dari jenis valve ini normaly close atau normally open.
Spring berfungsi untuk mengkondisikan valve dalam posisi normal. Jika tekanan sudah build up
pada sisi flow side valve, saluran pilot akan akan menekan dan valve akan terbuka. Ketika
pressure sudah turun kembali maka spring akan mengembalikan ke posisi semula dibantu pilot
line pasa sisi satunya sehingga aliran akan terputus. Valve ini juga umum digunakan sebagai flow
divider atau sebagai flow control valve.
i. Flow Control Valve
Fungsi katup pengontrol aliran adalah untuk mengontrol arah dari gerakan silinder hidrolik atau
motor hidrolik dengan merubah arah aliran oli atau memutuskan aliran oli.
Flow control valve ada beragam macam, tergantung dari berapa posisi, sebagai contoh:
Flow control valve dua posisi biasanya digunakan untuk mengatur aliran ke actuator pada system
hidrolik sederhana.
Simbol symbol flow control valve dibawah ini menunjukan beberapa jenis cara
pengoperasiannya, ada yang menggunakan handle, pedal, solenoid dan lain sebagainya.
j. Flow Control Mechanis
Ada kalanya system hidrolik membutuhkan penurunan laju aliran atau menurunkan tekana oli
pada beberapa titik dalam sistem. Hal ini bias dilakukan dengan memasang restrictor. Restrictor
digambarkan seperti pengecilan dalam system, dapat berupa fixed dan juga variable, bahakan
bias dikontrol dengan system lain.

k. Filter
Pengkodisian oli bisa dilakukan dengan berbagai cara, biasanya berupa filter, pemanas dan
pendingin.
Ada 2 jenis saringan yang umum dipakai yaitu :
Strainer
Terbuat dari saringan kawat yang berukuran halus.
Saringan ini hanya memisahkan partikel-partikel kasar yang ada didalam oli.
Saringan ini biasanya di pasang di dalam reservoir tank pada saluran masuk ke pompa.
Filter :
Terbuat dari kertas khusus.
Saringan ini memisahkan partikel-partikel halus yang ada di dalam oli
Saringan ini biasanya terdapat pada saluran balik ke reservoir tank
Tugas Hidrolik Oil filter
Menapis kotoran, partikel logam dsb.
Kotoran dapat menyebabkan cepat terjadinya keausan Oil Pump, Hydrlic Cylinder dan Valve.
Saringan filter yang halus akan menjadi buntu secara berangsur-angsur sejalan dengan jam
operasi mesin, maka elemennya perlu diganti secara berkala.
Dilengkapi dengan by pass valve sehingga bila filter buntu, oli dapat lolos dari filter dan kembali
ke tangki. Hal ini dapat mencegah terjadinya tekanan yang berlebihan dan kerusakan pada sistem
tersebut.
l. Akumulator
Akumulator berfungsi sebagai peredam kejut dalam system. Biasanya akumulator terpasang
paralel dengan pompa dan komponen lainnya. Akumulator menyediakan sedikit aliran dalam
kondisi darurat pada sistem steering dan juga rem, menjaga tekanan konstan dengan kata lain
sebagai pressure damper. Umumnya pada sistem hidrolik modern digunakan akumulator dengan
tipe gas.

Menggambar Rancangan Rangkaian Hidrolik


Setelah kita pelajari komponen-komponen sistem hidrolik secara detail dan juga telah kita
pelajari berbagai simbol dari setiap komponen sebagai bahasan tenaga fluida, demikian juga
telah kita pelajari cara membaca diagram rangkaian (circuit diagram) maka akan kita mulai
dengan cara mendesain (merancang) suatu rangkaian sesuai dengan yang kita kehendaki bila
telah tersedia komponen-komponen sistem hidrolik.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merancang rangkaian hidrolik adalah:
Tujuan penggunaan rangkaian
Ketersediaan komponen
Konduktor dan konektor yang digunakan macam apa
Tekanan kerja sistem hidrolik berapa
Rancangan rangkaian hidrolik perlu dituangkan dalam bentuk diagram rangkaian hidrolik dengan
menggunakan simbol-simbol grafik, dengan bantuan simbol-simbol grafik para desainer dapat
menuangkan pemikiran lebih mudah, lebih tenang sehingga dapat berkreasi seoptimal mungkin.
Cara membuat diagram rangkaian biasanya dengan membuat tata letak komponen sebagai
berikut:
Actuator diletakkan pada gambar yang paling atas

Unit pengatur diletakkan di bawahnya


Unit tenaga diletakkan pada bagian paling bawah
Setelah simbol-simbol komponen lengkap dalam lay out (tata letak) barulah digambar garisgaris penghubung sebagai gambar konduktor dengan garis-garis sesuai dengan macam konduktor
yang digunakan
Gambar. Tata letak komponen hidrolik

Gambar. Diagram rangkaian hidrolik lengkap

CARA KERJA SISTEM HIDROLIK


5

1. Tekanan Hidrolik menggunakan sebuah pompa (gear pump piston pump No.4) di dalam tangki
hidrolik yang digerakkan oleh sebuah motor yang terpasang vertikal diatas tangki hidrolik.
2. Minyak hidrolik didorong oleh Radial Piston Pump (No.4) melalui sebuah Check Valve (No.9)
yang berfungsi agar minyak hidrolik tidak kembali ke pompa penghisap menuju ke Pressure
Control Valve/Relief Valve (No. 7) melalui Four Way 2 Ball Valve-Manifold Block (No. 5).

3 Minyak hidrolik yang berada di dalam Pressure Control Valve dapat diatur secara manual oleh
sebuah Hand Control Valve (No.6) ini, berfungsi mengatur dengan tangan terhadap posisi

hidrolik silinder maju dan mundur, apabila sistem otomatis maju mundur tidak bisa bekerja lagi
atau rusak.
4.

Tekanan minyak dalam Pressure Control Valve (No.7) digabung dengan sebuah Solenoid
Unloading Valve (No.8) yang dipasang diatas Manifold Block (No.5) mendapat perintah dari
Amplifier Card (Relay Control) untuk membuka katupnya pada saat beban screw press naik dan
menutupnya pada saat beban screw press turun, sehingga sumbu silinder dapat maju mundur
sesuai dengan beban yang distel di amplifier card (relay control) yang dapat mendeteksi ampere
screw press melalui sebuah CT yang terpasang di dalam kotak starter.

5.

Silinder hidrolik mempunyai dua jalur sambungan, satu didepan dan satu di belakang.
Tekanan minyak yang masuk ke jalur depan, sumbu silinder hidroliknya mundur, dan yang
masuk ke jalur belakang sumbu hidroliknya maju.

6.

Minyak hidrolik dapat disirkulasi secara otomatis dan teratur oleh pompa hidrolik ke dalam
tangki hidrolik, didinginkan melalui sebuah Intergral Oil Cooler (No.17), kemudian disaring oleh
Return Line Filter (No.12). Minyak hidrolik harus tetap bersih dan tidak berkurang.

7.

Untuk menambah (atau berkurang) tekanan hidrolik dapat dibuka dengan cara memutar baut
yang terdapat di Pressure Control Valve/Relief Valve (No.7) secara perlahan-lahan hingga
mencapai 45 bar. Untuk mengetahui besarnya tekanan minyak dapat melihat penunjuknya
pada PressureGauge (No.11). Pressure Control Valve/Relief Valve (No.7) danSolenoidUnloading
Valve (No.11) berfungsi untuk mengatur arus tekanan ke hidrolik silinder, dan Shut Off
Valve (No.10) yang berfungsi untuk menutup tekanan hidrolikke Pressure Gauge(No.11).

8.

Ketinggian level dan suhu minyak hidrolik didalam tangki dapat dilihat pada Fluid Level
Gauge (No.15).

9.

Pengoperasian sistem hidrolik tersebut diatas, jika menghendaki Elektro Motor Hidrolik(No.2)
dapat berhenti pada tekanan kerja tertentu dan berjalan kembali apabila tekanan kerja berkurang,
maka untuk itu harus dipasang sebuah Pressure Switch .

10. Untuk menstabilkan tekanan kerja agar tetap apabila elektro motor berhenti, harus pula dipasang
akumulator (integral oil cooler No.17 ditiadakan). (catatan: tanpa akumulator sistem hidrolik
diatas,tekanan kerja juga stabil dan konstan karena pompa hidrolik tetap bekerja).
11. (Point 9 dan 10 diatas) Dengan menggunakan pressure switch dan akumulator dalam sistem
hidrolik ini agar elektrik motor dan pompa hidrolik dapat berhenti sejenak (5-30detik) sangatlah
tidak efesien karena biaya perawatannya mahal dan tidak memperoleh hasil yang setimpal.
Adapun elektrik motor dan pompa hidrolik selalu dalm keadaan ON/OFF seketika karena beban
ampere teralu tinggi dan suhu panas sehingga mudah terbakar.
Pompa yang digerakkan via fleksibel kopling selalu disentakkan oleh ON/OFF electric motor,
maka gigi dan piston pompa cepat rusak dan sompel.

Perawatan akumulator tidak dapat dilakukan sendiri setelah beroperasi selam 1-2 tahun, karena
harus diulang dengan gas nitrogen setiap tahun dengan alat suntik khusus-charging kit.
Moga Bermanfaat Amin......