Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa,
yang kiranya patut saya ucapkan, karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nya saya
dapat menyelesaikan makalah ini. Dalam makalah ini saya menjelaskan mengenai
Re-engeneering Proses Bisnis. Makalah ini dibuat dalam rangka menyelesaikan
tugas MID matakuliah Analisis Proses Bisnis semester VI dan sekaligus
melakukan apa yang menjadi tugas mahasiswa yang mengikuti matakuliah ini.
Dalam proses menyelesaikan makalah ini, tentunya saya mendapatkan
bimbingan, arahan, dan saran, untuk itu rasa terima kasih yang dalam-dalamnya
saya sampaikan kepada dosen mata kuliah Analisis Proses Bisnis, Rekan-rekan
mahasiwa yang telah banyak memberikan masukan untuk makalah ini. Akhir kata
saya berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.

Kolaka, 11 Mei 2016

Ariyanto Basman

DAFTAR ISI

Kata Pengantar.........................................................................................................1
Daftar Isi..................................................................................................................2
BAB I : PENDAHULUAN......................................................................................3
Latar Belakang.........................................................................................................3
Rumusan Masalah....................................................................................................3
Tujuan Masalah........................................................................................................3
BAB II : PEMBAHASAN.......................................................................................5
A. Apakah makna Re-Engeneering suatu proses bisnis?........................................6
B. Organisasi atau perusahaan dalam kondisi seperti apa yang cocok untuk
melaksanakan Re-engeneering proses bisnis?...................................................8
C. Kapan sebuah organisasi tepat menerapkan RPB, apa penyebab utama
gagalnya usaha RPB?.......................................................................................10
D. Desain web........................................................................................................11
BAB III : PENUTUP.............................................................................................18
A. Kesimpulan.......................................................................................................18
B. Saran..................................................................................................................18
Daftar Pustaka........................................................................................................19

BAB I
PENDAHULUAN

A LATAR BELAKANG
Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat telah membawa
dunia memasuki era baru yang lebih cepat dari sebelumnya.Perkembangan
teknologi ini membawa perubahan dalam berbagai bidang kehidupan manusia.
Sebagai hasilnya telah menciptakan sebuah teknologi komputer sebagai alat bantu
dalam melakukan pekerjaan manusia dan di hasilkan juga internet sebagai sebagai
sarana komunikasi penghubung yang di gunakan melalui komputer.
Dalam beragam sifat dialog biasanya seseoran akan memdapatkan
petunjuk atau acuan untuk mengetahui apa saja interaksi yang terjadi saat manusia
manusia melakukan hubungan dengan komputer, apa saja proses yang terjadi
maupun hal-hal yang berkaitan dengan proses komputer.
RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud desain output dan prototype?
2. Apa yang dimaksud desain input?
3. Apa yang dimaksud jenis ragam dialog dan sifat-sifat dialog?
4. Apa yang dimaksud desain web?
5. Bagaimana cara membuat desain presentasi?
6. Apa yang dimaksud desain dialog?
7. Apa yang dimaksud piranti interaktif dan aspek ergonomisnya?

TUJUAN MASALAH
1

Mengetahuidesain output dan prototype

Mengetahui desain input

Mengetahui jenis ragam dialog dan sifat-sifat dialog

Mengetahui desain web

Mengetahui cara membuat desain presentasi

Mengetahui desain dialog

Mengetahui piranti interaktif dan aspek ergonomisnya

BAB II
PEMBAHASAN

A. Apakah makna Re-Engeneering suatu proses bisnis?


Makna Re-Engeneering suatu proses bisnis adalah pemikiran ulang
secara fundamental dan perencanaan ulang secara radikal atas proses-proses
bisnis untuk mendapatkan perbaikan dramatis dalam hal ukuran-ukuran
kinerja yang penting dan kontemporer seperti biaya, kualitas, pelayaanan,
dan kecepatan. Dari definisi di atas memuat empat kata kunci utama tentang
business process reengineering yaitu:
1. Fundamental
Dalam melaksanakan business process reengineering, masyarakat bisnis
harus menanyakan pertanyaan yang paling mendasar tentang perusahaan mereka
dan bagaimana operasinya. Business process reengineering berkonsentrasi pada
apa yang seharusnya.
2. Radikal
Radikal itu sendiri berasal dari bahasa Latin radix yang berarti
akar. Merancang ulang secara radikal berarti memulainya dari akar
permasalahan bukan membuat perubahan yang seperfisial atau berkutat
dengan apa yang sudah ada. Perencanaan ulang secara radikal berarti
mengkesampingkan semua struktur dan prosedur yang ada san menciptakan
cara yang benar-benar baru dalam menyelesaikan pekerjaan.
3. Dramatis

Business process reengineering bukanlah tentang suatu upaya


untuk mencapai peningkatan secara marginal ataupun incremental, tetapi
tentang pencapaian suatu lompatan besar dalam hal kinerja perusahaan.
4. Proses
Proses menjadi sangat penting dalam definisi ini sebab pada
penerapannya sebagian kalangan bisnis tidak berorientasi kepada proses,
mereka hanya memusatkan pada tugas-tugas, pekerjaan, orang-orang, dan
struktur. Proses bisnis itu sendiri didefinisikan sebagai sekumpulan aktivitas
yang meliputi satu jenis input atau lebih dan menciptakan sebuah output
yang bernilai bagi karyawan.
B. Organisasi atau perusahaan dalam kondisi seperti apa yang cocok untuk
melaksanakan Re-engeneering proses bisnis?
Ada tiga kondisi kapan perusahaan membutuhkan business process
reengineering yaitu:
1. Perusahaan sedang menghadapi masalah besar
2. Perusahaan yang belum menghadapi kesulitan namun top manajemen
melihat adanya kemungkinan masalah di masa depan.
3. Perusahaan yang tengah berada dalam kondisi puncak, mereka tidak
memiliki kesulitan-kesulitan yang nampak, baik sekarang maupun masa
depan, namun top manajemen memiliki ambisi untuk melompat jauh ke
depan meninggalkan para pesaingnya.

C. Kapan sebuah organisasi tepat menerapkan RPB, apa penyebab utama


gagalnya usaha RPB?
Terdapat empat faktor utama penyebab kegagalan reengineering antara lain:
1. Menolak untuk berubah (resistance to change)
Resistence to change merupakan masalah utama reengineering yang bisa
terjadi karena reengineering tidak hanya terkait dengan teknologi tetapi
juga berpengaruh perilaku, nilai-nilai, dan budaya organisasi. Di samping itu
resistance to change juga dipicu oleh tidak adanya visi, dan lingkungan
operasi, dan lingkungan bisnis radikal. Reengineering tidak cukup hanya
semata-mata mengubah proses tetapi yang lebih penting adalah mengubah
manajemen, memberdayakan SDM, memupuk kreativitas serta human skill,
sehingga mereka tidak menolak untuk berubah dan memiliki komitmen
terhadap organisasi. Untuk mewujudkan semua ini perusahaan dituntut
untuk memberikan pendekatan tentang konsep dan teknik reengineering,
mengkomunikasikan visi dan misi, mengartikulasikan situasi kompetitif
perusahaan serta menanamkan pemahaman yang mendalam

tentang

budaya, nilai-nilai organisasi, dan masalah-masalah organisasional. Tanpa


pengetahuan dan pemahaman orang yang terlibat maka reengineering tidak
akan memberikan manfaat jamgka panjang. untuk mengatasi resistance to
change

dengan komunikasi secara terbuka dengan mengintensifkan

interaksi dan kerjasama antara pihak manajemen dan pihak karyawan.


Komunikasi

yang

baik

akan

membangun

komitmen,

memberikan

pemahaman tentang perlunya reengineering dan meningkatkan kinerja


perusahaan secara berkesinambungan.
2. Kurangnya komitmen manajemen (lack of management commitment)
Komitmen manajemen sangat diperlukan dalam melakukan reengineering.
Reengineering akan menghadapi kemungkinan kegagalan yang sangat besar
tanpa adanya komitmen penuh pucuk pimpinan dalam arti mereka harus
memahami bagaimana peran pimpinan dalam suatu organisasi yang sedang
mengalami perubahan radikal dan membangun konsensus semua jenjang
hirarki . Agar manajemen memiliki komitmen terhadap keberhasilan proyek
reengineering maka eksekutif senior pun, seharusnya terlibat secara aktif
dalam

jajaran

manajemen

serta

memberikan

kesempatan

untuk

menempatkan orang-orang terbaiknya menjadi anggota tim proyek.


3. Sistem informasi yang kurang memadai
Sebagian besar perusahaan yang gagal

dalam proyek reengineering

disebabkan oleh adanya sistem informasi yang kurang memadai dan tidak
menempatkan sistem informasi sebagai mitra kerja yang benar (true
partner). Tanpa kemitraan yang bersifat membangun (constructive partner),
kepemimpinan teknologi, dan fokus pada pengelolaan sistem informasi yang
baik maka reengineering lebih banyak menemui kegagalan.
4. Kurangnya keluasan (breatdh) dan kedalaman (depth) analisis
terhadap faktor-faktor kritis reengineering

Kurangnya keluasan dan kedangkalan dalam mengidentifikasi faktor-faktor


kritis reengineering menyebabkan kegagalan dalam proyek reengineering.
Yang dimaksud
keluasan di sini meliputi aktivitas-aktivitas yang perlu dilakukan manajer
untuk mengidentifikasi aktivitas-aktivitas yang akan dan sedang didisain
kembali untuk menciptakan nilai dalam unit bisnis dan organisasi secara
keseluruhan. Sedangkan kedalaman menyangkut identifikasi seberapa besar
unsur-unsur peran, tanggung jawab,
pengukuran dan insentif, struktur organisasi, teknologi informasi, nilainilai bersama (shared value), dan skill keberhasilan reengineering.

Memahami berbagai piranti interaktif dan aspek ergonomisnya

BAB III
PENUTUP

A Kesimpulan
Dari Paparan atau penjelasan di atas, maka kami dapat menyimpulkan
sesuai dengan makalah Interaksi Manusia dan Komputer bahwa teknologi
computer berkembang sejalan dengan kebutuhan manusia dan computer hadir
untuk membantu atau mempermudah pemenuhan kebutuhan tersebut.

Dalam interaksi manusia dan computer, terjadi proses input output dan
faktor ergonomis merupakan suatu hal penting dalam proses tersebut.

B Saran
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya
penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas
dengan sumber sumber yang lebih banyak yang tentunga dapat di pertanggung
jawabkan.
Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa
untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di
jelaskan.Untuk bagian terakhir dari makalah adalah daftar pustaka.

DAFTAR PUSTAKA

Wikipedia.org
Caron, J.R; Javerpaa, SL, Stoddard, D.B., 1994. Business Reengineering at
CIGNA Corporation: Experiences and Lesson Learned from the first five Years,
MIS Quarterly, Vol. 18. p. 233-250.
Clemons, E.K., 1995. Using Scenario Analysis to Manage the Strategic Risk of
Reengineering, Sloan Management Review, Summer : 61-71.

Cooper, R. & Markus, M., 1995. Human Reengineering, Sloan Management


Review, Summer : 39-49.
Davenporth, TH. & Stoddart, DB., 1994. Reengineering: Business Change of
Mythic Proportion, MIS Quarterly, Vol: 121-127.