Anda di halaman 1dari 1

Portugis (1511-

VOC(1602-1799)

H.W. Daendels
(1808-1811)
Pemerintah
Hindia Belanda
tetapi di
bawah Prancis
T.S. Raffles
(1811-1816) dari
Inggris
Komisaris
Jenderal (18161830) dari
Belanda
Cultuur stelsel
(1830-1870)

1511 Alfonso de Albuquerque menaklukkan Kerajaan Malaka


1522 mejalin hubungan dengan kerajaan Padjajaran
1527 benteng Portugis di Sunda Kelapa dihancurkan oleh Fatahillah
berusaha memonopoli dan ikut campur dalam kerajaan di Maluku
1577 rakyat Ternate dapat mengusir Portugis dari negerinya
1641 benteng Portugis di Malaka berhasil dikuasai oleh VOC
Mendapatkan hak octrooi/hak istimewa, seperti hak mencetak uang, membuat benteng,
membuat perjanjian, memiliki tentara dsb
Mengadakan ekstirpasi/tebang paksa tanaman cengkeh di Maluku
Melakukan pelayaran Hongi/Hongitochen untuk mencegah pelanggaran monopoli yang
dilakukan VOC
Melakukan berbagai pungutan seperti Contingenten dan Verlichpte Leveranties
Mengadakan Preanger stelsel/ kewajiban menanam, terutama kopi di Priangan
Mendapatkan kesempatan untuk meluaskan pengaruhnya akibat terjadi perpecahan dalam
kerajaan-kerajaan di Indonesia
Tujuan utama Daendels: mempertahankan Jawa dari serangan Inggris
Pembangunan jalan raya Anyer-Panarukan dengan mengerahkan rakyat
Para bupati dijadikan pegawai pemerintah
Dibentuk peradilan keliling
Kesultanan Banten dan Cirebon dijadikan dareah kekuasaan Belanda
Penyederhanaan upacara adat di istana Yogyakarta dan Surakarta
Pembagian Jawa atas 9 perfektur
Para bupati dijadikan pegawai pemerintahan
Mengadakan sistem sewa tanah (Landrent System)
Mengenakan pajak berupa uang, tetapi gagal
Melanjutkan kebijakan liberal Rffles
Melanjutkan sistem sewa tanah
Memadamkan & meredakan berbagai pemberontakan seperti perang Diponegoro

Sebab:
Defisit keuangan yang dialami pemerintah karena pisahnya Belgia dari Belanda, perang
Diponegoro, dan kegagalan sistem sewa tanah
Cultuur stelsel (sistem tanam paksa): mewajibkan petani menanam tanaman ekspor(tebu,
kopi, teh, nila, tembakau)
Mewajibkan rakyat bekerja di pabrik-pabrik Belanda
Terjadi berbagai penyimpangan atas aturan Cultuur stelsel sehingga menyebabkan kelaparan
di Cirebon, Demak, dan Grobogan
Timbul kritikan dan tentangan dari golongan liberal maupun humanis
Zaman Liberal
1870 dikeluarkan UU Agraria (Agrarische Wet) dan Cultuur stelsel dihapuskan
(1870-1900)
Memperbolehkan pihak swasta asing menyewa tanah milik negara atau petani untuk
dijadikan perkebunan-perkebunan
Membuka Jawa dan Sumatra bagi masuknya modal dan investasi asing
Memberlakukan Peonale Sanctie
Politik Etis (1901- Dicetuskan oleh van Deventer pada 1899 dalam sebuah artikel yang berjudul Een
eerseschuld (suatu hutang kehormatan) di dalam jurnal Belanda de Gids
Mengeluarkan Trias Politica (Edukasi/pendidikan, Emigrasi/trasmigrasi,Irigasi/pengairan)
Diresmikan 1901 oleh Ratu Wilhelmina
Terjadi berbagai macam penyimpangan
Dampak: muncul berbagai sekolah dam kalangan elite modern/ golongan terpelajar
4/15/2016 7:45:30 PM

Muhtar Dian