Anda di halaman 1dari 19

ASKEP RETINOPATI PREMATURITAS

AYUNDARI VITRI ARIANTI (07)


BIRNA PRATAMA
(08)
BQ. WENNY ALDIARINI
(09)
DINI NURHIDAYANTI
(10)
DIRGA PRATAMA KUSUMA (11)
DOLI KUSUMA
(12)
EMI ERFIANA
(13)

ANATOMI RETINA

Retina adalah jaringan saraf


berlapis yang tipis dan
semitransparan, yang melapisi 2/3
bagian dalam posterior dinding bola
mata. Retina membentang ke
anterior sejauh korpus siliaris dan
berakhir pada ora serata dengan tepi
yang tidak rata. Dan terdiri dari 10
lapisan yang berturut-turut dari
dalam ke luar.

A. PENGERTIAN
Retinopathy of prematurity (ROP) adalah
penyakit mata yang terjadi pada bayi yang
terlahir prematur dengan usia kehamilan
kurang dari 31 minggu dan berat badan
lahir kurang dari 1250 gram. Semakin
premature dan semakin kecil bayi, maka
kemungkinan terjadinya ROP semakin
besar.

B. ETIOLOGI
Berikut ini adalah beberapa faktor risiko
terjadinya ROP antara lain:
1.Bayi lahir < 32 minggu masa gestasi
2.Asupan oksigen yang tinggi
3.Berat badan lahir < 1500 gram
4. Anemia
5.Kadar karbon dioksida yang tinggi
6.Apnea
7. Bradikardia
8.Transfusi darah
9.Perdarahan intraventrikuler, dll.

C. PATOFISIOLOGI
PATHWAY

D. GEJALA

LEUKOKORIA
NISTAGMUS
STABISMUS
MIOPIA

E. KLASIFIKASI
1. ROP berdasarkan lokasi

Next
2. ROP berdasarkan derajatnya.

F. PENATALAKSANAAN
1.
2.
3.
4.

Krioterapi
Fotokoagulasi laser.
Sclera buckle
Vitretomi

ASUHAN KEPERAWATAN
1.Pengkajian
a.Sirkulasi
b.Makanan / Cairan
c.Neurosensori
d.Pernafasan
e.Keamanan
f.Seksualitas
g.Data Penunjang :
Pengobatan:
Perhatian Khusus:
Laboratorium

2. Diagnosa Keperawatan
a.Kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan
ketidakseimbangan perfusi ventilasi
b.Ketidak efektifan pola napas berhubungan
dengan imaturitas pusat pernafasan
perkembangan otot, penurunan energi / kelelahan
c.Resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh berhubungan imaturitas produksi enzim.
d.Resiko terjadi penurunan hipotermia
berhubungan dengan perkembangan SSP imatur,
ketidak mampuan merasakan dingin berkeringat
e.Resiko infeksi berhubungan dengan respon imun
imatur, prosedur invasif

3. Intervensi Keperawatan
a.Kerusakan pertukaran gas berhubungan
dengan ketidakseimbangan perfusi
ventilasi
Intervensi :
-Ukur berat badan bayi dan perhatikan
jenis kelamin
-Observasi pernafasan ; cuping hidung,
dispnea dan ronki
-Observasi dengan pemantauan O 2catat
setiap jam ubah sisi alat setiap 3-4 jam

Next
b.Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan
imaturitas pusat pernafasan, keterbatasan
perkembangan otot, penurunan energi / kelelahan
Intervensi :
-Observasi frekuensi pernapasan dan pola nafas
(pernafasan, tonus otot dan warna kulit)
-Atur / posisikan bayi telentang dengan gulungan
popok di bawah bahu
-Pertahankan suhu tubuh
-Berikan rangsang taktil yang segera
Kolaborasi :
-Berikan O2 liter
-Berikan obat aminofilin 2 x 0,15 cc

Next
c.Resiko perubahan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh berhubungan imaturitas
produksi enzim.
Intervensi :
-Observasi maturitas refleks menelan dan
menghisap
-Auskultasi bising usus sehari 1 kali
-Beri minum susu pasi LLM 10 x 10 cc/mnt
setiap 3 jam
-Timbang berat badan setiap hari.
-Berikan terapi mikasin 2 x 25 mg

Next
d. Resiko terjadi penurunan hipotermia
berhubungan dengan perkembangan SSP imatur,
ketidak mampian merasakan dingin dan
berkeringat
Intervensi :
-Gunakan lampu pemanas selama prosedur
-Kurangi pemajanan pada aliran udara
-Ganti pakaian bila basah
-Observasi sistem pengaturan suhu inkubater
setiap 15 menit (33,4oC)
-Observasi adanya sesak, sianosis, kulit belang
dan menangis buruk
-Observasi haluaran dan berat jenis urin
Kolaborasi :
-Berikan O2

Next
e.Resiko infeksi berhubungan dengan respon imun
imatur, prosedur invasif
Intervensi :
-Pertahankan cuci tangan yang benar
-Pertahankan kesterilan alat
-Observasi hasil pemeriksaan laboratorium
-Obervasi TTV S, N, P tiap 8 jam
-Observasi tanda-tanda infeksi
Kolaborasi :
-Berikan aminofilin 2 x 0,15 ccencerkan
melalui IV tiap 7 jam
-Berikan garamicyn (salep) 3 x sehari

4. Evaluasi:
-Jalan nafas tetap paten
-Bayi tidak menunjukan tanda-tanda
TIK
-Bayi menunjukan bukti homeostatis
-Bayi dapat menunjukan
penambahan berat badan (2x20-30
gr/hr)
-Suhu aksila bayi tetap dalam
rentang normal untuk usia pasca
konsepsi

BYE-BYE