Anda di halaman 1dari 2

Specifik Grafity Telur Ayam

Pengertian
Pengukuran kualitas telur dapat dilakukan dengan menentukan nilai dari specific gravity
telur. Specific gravity telur disebut juga dengan penentuan bobot jenis yaitu suatu cara untuk
menentukan ketebalan kerabang dan mutu dari cangkang (Butcher, 1991). Cara penentuan
kualitas cangkang dengan menggunakan specific gravity hanya dilakukan pada telur telur yang
segar. Perbandingan air dan garam untuk mendapatkan nilai tertentu dari specific gravity dapat
dilihat pada Tabel. Keuntungan dari specific gravity adalah sederhana dan mudah dilakukan,
yang mana menunjukkan bahwa kualitas dari kerabang pada fase umur tertentu akan mengalami
penurunan.

Tabel. Perbandingan air dan garam yang dibutuhkan untuk mendapat nilai specific
grafity tertentu
Air (liter) Garam (gram) specific grafity
3
3
3
3
3
3
3
3
3

276
298
320
342
365
390
414
438
462

1.060
1.065
1.070
1.075
1.080
1.085
1.090
1.095
1.100

Alat dan Bahan :


-

Telur ayam segar 2 butir

- Air

Toples besar transparan 9 buah

Garam

Cara pengukuran;
-

Telur dimasukkan ke dlm keranjang berongga


Selanjutnya keranjang yg berisi telur dimasukkanke dalam ember yg berisi larutan garam
dengan beberapa tingkat keenceran dan diurutkan mulai dari larutan garam yang terencer

(specific gravitynya terendah)


Pada larutan dengan specific grafity berapakah telur mulai mengambang.

Hasil pengamatan :
-

Dari hasil pengamatan yang kami lakukan telur yang kami amati mempunyai nilai
specific grafity yaitu :
o Pada telur pertama : 1.090
o Pada telur kedua : 1.085

Pembahasan :
Hasil pengamatan yang kami lakukan menunjukkan 2 butir telur yang kami amati
mempinyai nilai specific grafity: 1.090 dan 1.085 hal ini menunjukkan telur mempunyai kualitas
yang masih baik. Semakin pekat larutan garam maka telur semakin mudah telur melayang hal ini
menunjukkan telur semakin segar telur tersebut.
Keuntungan dari specific gravity adalah sederhana dan mudah dilakukan, yang mana
menunjukkan bahwa kualitas dari kerabang pada fase umur tertentu akan mengalami penurunan.
Sehingga diperlukan cara untuk menjaga kualitas kerabang. Koelkebeck (2003) menyatakan
bahwa faktor yang mempengaruhi specific gravity adalah lama penyimpanan telur, suhu, waktu
bertelur dan kandungan kalsium pakan.
Telur terdiri dari empat komponen dasar yaitu kuning telur, putih telur, selaput kerabang
dan kerabang. Bobot jenis tiap komponen berbeda yaitu kerabang 2,33; kuning telur 1,03; putih
telur 1,04; dan selaput kerabang 1,08 (Ahmad et al., 2003). Nilai specific gravity dari kerabang
lebih tinggi dua kali dibanding dengan kuning telur, putih telur dan selaput kerabang. Oleh
karena itu kerabang mempunyai pengaruh utama pada specific gravity dari telur utuh. Gaisford
(1964) menyatakan bahwa penentuan specific gravity telur dapat dihubungkan dengan ketebalan
kerabang. Sehingga specific gravity telur adalah suatu indikator prosentase kebaikan kerabang
dan juga kualitas kerabang.