Anda di halaman 1dari 40

EKONOMI REKAYASA PERTEMUAN 1

SUMBER-SUMBER EKONOMI
JENIS-JENIS EKONOMI, MEKANISME HARGA
DAN KURVA PERMINTAAN
OLEH : WIRDATUNNAFIAH PUTRI, MT

RUANG LINGKUP EKONOMI


EKONOMI MIKRO
ilmu ekonomi yang menganalisis bagian-bagian kecil dari
keseluruhan kegiatan perekonomian
Pelaku ekonomi dalam ekonomi mikro meliputi: Individu Rumah
Tangga dan Perusahaan
Ilmu ekonomi mikro disebut juga Teori Harga
EKONOMI MAKRO
ilmu ekonomi yang menganalisis perekonomian secara
keseluruhan, tidak membahas hal-hal kecil/rinci.

EKONOMI MIKRO
a) Interaksi pembeli dan penjual di pasar barang dan jasa dalam

menentukan tingkat harga.


Contoh : Tawar menawar antara pembeli dan penjual mobil di pasar mobil

b) Interaksi pembeli dan penjual di pasar faktor produksi/pasar

input dalam menentukan tingkat harga


Contoh : Tawar menawar antara pelamar kerja dengan bagian personalia

di suatu perusahaan konveksi

c) Tingkah laku konsumen dan produsen


Bagaimana seorang pembeli menggunakan pendapatan-nya untuk
membeli barang dan jasa
Bagaimana penjual/produsen menentukan tingkat produk-si dan
pengalokasian sumber daya yang terbatas agar efektif dan efisien

PERMASALAHAN EKONOMI MIKRO


1. Masalah harga dasar (floor price) dan harga tertinggi ( ceiling

2.

3.
4.
5.

price), Penetapan harga dasar untuk melindungi produsen,


sedang harga tertinggi untuk melindungi konsumen
Meningkatnya harga beras yang disebabkan turunnya
penawaran beras akibatnya gagal panen karena bencana
alam (banjir) sedangkan permintaan beras terus meningkat.
Kenaikan harga BBM yang menyebabkan turunnya
pendapatan para sopir dan pengusaha angkutan umum
Adanya praktik monopoli oleh suatu perusahaan yang
merugikan konsumen dan masyarakat.
Masalah distribusi barang ke konsumen yang panjang akan
mengakibatkan tingginya harga jual barang ketika barang
sampai ke tangan konsumen.

EKONOMI MAKRO
a) Inflasi
Gejala kenaikan harga-harga secara umum yang disebabkan terjadinya kelebihan
permintaan di hampir seluruh industri dalam perekonomian nasional
b) Pertumbuhan Output
Dilihat dari jumlah output/hasil produksi yang dihasilkan dari waktu ke waktu (fluktuasi)
c) Pengangguran
Pengangguran adalah angkatan kerja yang tidak mendapatkan pekerjaan karena
kesempatan kerja yang tersedia terbatas
d) Interaksi denga Perekonomian Dunia
Setiap negara membutuhkan negara lain dalam kegiatan ekonominya, maka
dibutuhkan kerja sama ekonomi internasional terutama dalam hal perdagangan
internasional.
e) Peranan Pemerintah
Peranan pemerintah sangat diperlukan melalui kebijakan-kebijakan yang diambil
dalam bidang ekonomi (kebijakan moneter dan fiskal).

PERSOALAN EKONOMI MAKRO DI INDONESIA


1. Pertumbuhan ekonomi yang masih lamban
2. Tingginya angka kemiskinan
3. Tingginya angka pengangguran
4. Tingkat inflasi yang masih tinggi
5. Defisitnya APBN
6. Tingginya utang luar negeri
7. Fluktuasi harga minyak dunia sebagai sumber energi,

maka perlu mencari sumber energi diluar minyak bumi


dan menciptakan teknologi yang hemat energi
8. Menjaga stabilitasnya sistem moneter/keuangan melalui
kebijakan- kebijakan yang dibuat Bank Sentral

KEBIJAKAN PEMERINTAH INDONESIA UNTUK MENGATASI


MASALAH EKONOMI NASIONAL
1.

2.

3.

4.

5.
6.
7.

Meningkatkan investasi baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar
negeri, khususnya investasi padat modal yang dapat memperluas lapangan
kerja sehingga mengurangi angka pengangguran.
Penerapan program pengentasan kemiskinan, seperti Inpres Desa Tertinggal
(IDT), Transmigrasi, Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan Bantuan Lansung
Tunai (BLT) untuk meringankan beban penduduk miskin
Pembangunan proyek padat karya dan Program Pemberdayaan Usaha Kecil
Menengah (UKM) untuk menyerap tenaga kerja sehingga pengangguran
dapat dikurangi
Penerapan kebijakan moneter dan fiscal yang bersifat kontraktif untuk
mengontrol jumlah uang beredar sehingga tingkat inflasi berada pada level
yang ditargetkan
Meningkatkan penerimaan pemerintah dari sektor pajak dan ekspor untuk
mengatasi defisit APBN
Menerapkan good corporate governance untuk sistem perbankan agar tercipta
sistem perbankan dan moneter yang sehat dan stabil.
Melakukan penelitian dan pengembangan untuk mencari sumber energi
alternatif pengganti BBM, seperti biomassa.

SISTEM EKONOMI
Mencakup seluruh proses dan
kegiatan masyarakat dalam usaha
memenuhi kebutuhan hidup atau
mencapai kemakmuran.

Tujuan Sistem Ekonomi


1. Menentukan apa, berapa banyak dan

bagaimana produk-produk dan jasa-jasa yang


dibutuhkan akan dihasilkan.
2. Mengalokasikan produk nasional bruto (PNB)
untuk konsumsi rumah tangga, konsumsi
masyarakat, penggantian stok modal, investasi.
3. Mendistribusikan pendapatan nasional (PN),
diantara anggota masyarakat : sebagai upah/
gaji, keuntungan perusahaan, bunga dan sewa.
4. Memelihara dan meningkatkann hubungan
ekonomi dengan luar negeri.

SISTEM EKONOMI
Berdasarkan yang mengatur mekanisme :
a) Sistem ekonomi tradisional,
b) Sistem ekonomi terpusat
c)
sistem ekonomi pasar,
d) sistem ekonomi campuran
Berdasarkan yang mengatur kepemilikan aset:
e) sistem ekonomi kapitalis,
f) sistem ekonomi sosialis,
g) sistem ekonomi campuran

Sistem Ekonomi Tradisional


Sistem ekonomi yang dijalankan secara bersama untuk

kepentingan bersama (demokratis)


Segala barang dan jasa yang diperlukan, dipenuhi sendiri
oleh masyarakat itu sendiri.
Tugas pemerintah hanya terbatas memberikan
perlindungan dalam bentuk pertahanan, dan menjaga
ketertiban umum (kegiatan ekonomi yaitu masalah apa
dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang
diproduksi semuanya diatur oleh masyarakat)
Pada umumnya, sistem perekonomian ini berlaku pada
negara-negara yang belum maju, dan mulai ditinggalkan

Sistem Ekonomi Terpusat


Pemerintah bertindak aktif, segala kebutuhan hidup termasuk

keamanan dan pertahanan direncanakan oleh pemerintah


secara terpusat.
Pelaksanaan dilakukan oleh daerah-daerah di bawah satu
komando dari pusat.
Masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang
diproduksi, semuanya diatur oleh pemerintah secara terpusat.
Kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi dibatasi
sehingga inisiatif perorangan tidak dapat berkembang.
Pada umumnya sistem ekonomi terpusat ini diterapkan pada
negara-negara yang menganut paham komunis. Namun
karena kurang sesuai dengan aspirasi rakyat, akhir-akhir ini
sudah ditinggalkan.

Sistem Ekonomi Pasar


Kehidupan ekonomi diharapkan dapat berjalan bebas sesuai

dengan mekanisme pasar.


Siapa saja bebas memproduksi barang dan jasa, sehingga
mendorong masyarakat untuk bekerja lebih giat dan efisien
Produsen dapat memperoleh laba sebesar-besarnya. Jika
barang atau jasa dapat dipasarkan, pada akhirnya produsen
akan menyesuaikan dengan keinginan dan daya beli konsumen.
Salah satu ciri sistem ekonomi pasar adalah berlakunya
persaingan secara bebas. Akibatnya yang kuat bertambah kuat,
sedang yang lemah semakin terdesak tidak berdaya.
Pemerintah ikut campur tangan melalui peraturan perundangundangan yang dianggap perlu, sehingga terbentuk sistem
ekonomi pasar yang terkendali, bukan ekonomi bebas lagi

Sistem Ekonomi Campuran


Pada umumnya ditetapkan pada negara-negara

berkembang.
Sektor swasta dan pemerintah sama-sama diakui. Hal ini
berarti di samping sektor swasta, terdapat pula badan
perencana negara yang merencanakan arah dan
perkembangan ekonomi.
Sistem ekonomi campuran ini dasarnya merupakan
perpaduan antara sistem ekonomi terpusat dengan
sistem ekonomi pasar.

Sistem Ekonomi Kapitalis (Kapitalisme)


Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi
Pemilikan alat-alat produksi di tangan individu
Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi

dirinya.
Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
Pasar berfungsi memberikan signal kepda produsen dan konsumen
dalam bentuk harga-harga
Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin. The Invisible
Hand yang mengatur perekonomian menjadi efisien.
Motif yang menggerakkan perekonomian mencari laba
Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu
mengejar kepentingan (keuntungan) sendiri.
Paham individualisme didasarkan materialisme, warisan zaman Yunani
Kuno (disebut hedonisme).

Sistem Ekonomi Kapitalis (Kapitalisme)


KELEBIHAN

KELEMAHAN

Lebih efisien dalam

Tidak ada persaingan

memanfaatkan sumbersumber daya dan distribusi


barang-barang
Kreativitas masyarakat
menjadi tinggi karena adanya
kebebasan melakukan segala
hal yang terbaik dirinya.
Pengawasan politik dan sosial
minimal, karena tenaga waktu
dan biaya yang diperlukan
lebih kecil

sempurna. Yang ada


persaingan tidak sempurna
dan persaingan monopolistik
Sistem harga gagal
mengalokasikan sumbersumber secara efisien, karena
adanya faktor-faktor
eksternalitas (tidak
memperhitungkan yang
menekan upah buruh dan lainlain).

Kebijakan Ekonomi Kapitalistik di


Indonesia
Penghapusan berbagai subsidi pemerintah pada

komoditas strategis (bbm, listrik dsb) secara bertahap


dan diserahkannya ke mekanisme pasar membuat
harga-harga meningkat
Nilai kurs diambangkan secara bebas (floating rate)
dengan IMF (dikembalikan pada mekanisme pasar)
Privatisasi BUMN yang membuat sektor kepemilikan
umum (migas, tambang, kehutanan) dikuasai oleh
swasta
Bobroknya lembaga keuangan dan masuknya
Indonesia ke dalam jerat utang (Liberalisasi pasar
berbasis bunga dan privatisasi bank- bank pemerintah)

Sistem Ekonomi Sosialis (Sosialisme)


Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan

sosial, sedang individu-individu fiksi belaka.


Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu)
dalam sistem sosialis.
Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan,
pelaksanaan hingga tahap pengawasan.
Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi
semuanya diatur oleh negara.
Pola produksi (aset dikuasai masyarakat) melahirkan
kesadaran kolektivisme (masyarakat sosialis)
Pola produksi (aset dikuasai individu) melahirkan
kesadaran individualisme (masyarakat kapitalis)

Kelemahan-kelemahan Sosialisme
Teori pertentangan kelas tidak berlaku umum
Tidak ada kebebasan memilih pekerjaan (Maka kreativitas

masyarakat tehambat, produktivitas menurun, produksi


dan perekonomian akan mandeg)
Tidak ada insentive untuk kerja keras (Maka tidak ada
dorongan untuk bekerja lebih baik, prestasi dan produksi
menurun, ekonomi mundur).
Tidak menjelaskan bagaimana mekanisme ekonomi ( Karl
Marx hanya mengkritik keburukan kapitalisme, tapi tidak
menjelaskan mekanisme yang mengalokasikan sumber
daya di bawah sosialisme.

SOSIALISME DAN KOMUNISME


Sosialisme merupakan tahap persiapan ke

komunisme.
Komunisme merupakan tahap akhir

perkembangan masyarakat (The Six Major


Historical Stages): primitive communism
slavery feudalism, capitalism, sosialism dan
full communism

Sistem Ekonomi Campuran (Mixed Economy)


1.
2.
3.
4.
5.

Kedua sektor ekonomi hidup berdampingan


Interaksi ekonomi terjadi di pasar
Persaingan dalam sistem campuran
diperbolehkan
Adanya Campur Tangan Pemerintah
Alasan perlunya campur tangan pemerintah
- Mencegah perusahaan-perusahaan besar turut
mempengaruhi kebijaksanaan politik dan ekonomi
- Mencegah organisasi buruh (gabungan) menekan
pengusaha dalam menentukan harga barang

SISTEM EKONOMI BERDASARKAN


KEBIJAKSANAAN NEGARA
EKONOMI TERIKAT
Semua kegiatan ekonomi harus mengikuti

instruksi pemerintah negara yang bersangkutan


EKONOMI BEBAS
Perekonomian tidak dipengaruhi pemerintah
negara

SISTEM PEREKONOMIAN DI INDONESIA


Di Indonesia Peran dan Campur Tangan
Pemerintah Indonesia didasarkan atas :
Amanat Konstitusi (pembukaan UUD 1945) :
Pasal 33, 34, dan 27 ayat 2, menyelenggarakan
kesejahteraan sosial seluruh rakyat melalui :
Penguasaan cabang-cabang produksi yang
penting
Memelihara fakir miskin dan anak-anak
terlantar
Penyediaan lapangan kerja

MEKANISME HARGA
PROSES TARIK MENARIK ANTARA PENAWARAN DAN

PERMINTAAN MENUJU SUATU KESEIMBANGAN ANTARA


JUMLAH DAN HARGA

PERMINTAAN (DEMAND)
Keinginan
konsumen untuk
membeli suatu
barang/jasa pada
berbagai tingkat
harga selama
periode tertentu

Penyebab Perubahan Kurva Permintaan


Adanya barang pengganti
Perubahan gaji/pendapatan
Perubahan selera/mode
Teknologi baru
Perubahan pendudukan
Pajak & distribusi pendapatan

PENAWARAN (SUPPLY)
Jumlah

barang dan
jasa yang
ingin
ditawarkan
pada
berbagai
tingkat harga
selama satu
periode
tertentu

PERGESERAN KURVA
SHIFTING THE CURVE
MOVING ALONG THE CURVE