Anda di halaman 1dari 7

TEORI KONSOLIDASI,

AKUNTANSI PUSH DOWN


DAN JOINT VENTURE
TUGAS RMK AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II

TAUFIK AKBAR (A311 15 711)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS HASANUDDIN
2016

TEORI KONSOLIDASI, AKUNTANSI PUSH-DOWN


DAN USAHA PATUNGAN
Konsep dan prosedur yang dibahas adalah Teori kontemporer laporan konsolidasi.
Teori kontemporer ini berkembang dari praktik akuntansi dan bukan merupakan pendekatan
yang konsisten dalam membuat laporan keuangan konsolidasi. Teori kontemporer adalah
refleksi dari dua teori, yaitu Teori perusahaan induk (Proprietary Theory) dan Teori entitas
(Entitas Theory).
Teori perusahaan induk didasarkan pada asumsi bahwa laporan keuangan konsolidasi
adalah perluasan dari laporan perusahaan induk dan harus dibuat dari sudut pandang
pemegang saham perusahaan induk, dibuat untuk kepentingan pemegang saham perusahaan
induk, dan pemegang saham minoritas tidak diharapkan mengambil manfaat dari laporan
tersebut. Laba bersih konsolidasi dalam teori perusahaan induk merupakan ukuran laba bagi
pemegang saham perusahaan induk.
Teori entitas menggambarkan pandangan lain dari konsolidasi. Dalam teori entitas,
laba kepemilikan minoritas merupakan distribusi total laba konsolidasi, dan kepemilikan
pemegang saham minoritas merupakan bagian dari ekuitas pemegang saham konsolidasi.
Teori entitas mensyaratkan bahwa laba dan ekuitas perusahaan anak ditentukan terhadap
seluruh pemegang saham, sehingga jumlah totalnya dapat dialokasikan kepada pemegang
saham mayoritas secara konsisten.
PERBANDINGAN TEORI KONSOLIDASI
Teori perusahaan induk mengambil sudut pandang pemegang saham perusahaan
induk, dan teori entitas memfokuskan pada keseluruhan entitas konsolidasi. Sebaliknya, teori
kontemporer memandang pemegang saham dan kreditor perusahaan induk sebagai pemakai
utama laporan keuangan konsolidasi, namum mengasumsikan tujuan pelaporan posisi
keuangan dan hasil operasi adalah bagi entitas usaha tunggal. Berikut adalah perbandingan
teori konsolidasi.

Tujuan dasar dan


pemakai laporan
keuangan
konsolidasi

Teori Perusahaan
Induk
Perluasan dari
laporan perusahaan
induk, untuk manfaat
dan dari sudut
pandang pemegang
saham perusahaan
induk.

Teori Entitas

Teori Kontemporer

Dibuat dari sudut


pandang total entitas
konsolidasi dan
ditujukan kepada
seluruh pihak yang
memiliki kepentingan
dalam entitas.

Menyajikan posisi
keuangan dan hasil
operasi usaha
perusahaan tunggal,
tetapi dibuat untuk
kepentingan
pemegang saham dan

Laba bersih
konsolidasi

Laba untuk
pemegang saham
perusahaan induk.
Beban dari sudut
pandang pemegang
saham perusahaan
induk, perusahaan
anak sebagai entitas
terpisah.

Laba untuk seluruh


pemegang saham
entitas konsolidasi.
Alokasi seluruh laba
bersih konsolidasi
kepada pemegang
saham minoritas.

Ekuitas kepemilikan
minoritas

Kewajiban dari sudut


pandang pemegang
saham perusahaan
induk. Pengukuran
didasarkan pada
ekuitas hukum
perusahaan anak.

Bagian dari ekuitas


konsolidasi,
pelaporannya sama
dengan penyajian
ekuitas pemegang
saham mayoritas.

Konsolidasi Aktiva
bersih perusahaan
anak

Kepemilikan
perusahaan induk
atas aktiva bersih
perusahaan anak
dikonsolidasikan
dengan menggunakan
harga yang
dibayarkan
perusahaan induk.
Kepemilikan
minoritas
dikonsolidasikan
pada nilai bukunya.
Eliminasi 100% dari
laba bersih
konsolidasi untuk
penjualan arus-bawah
dan eliminasi
kepemilikan
perusahaan induk
untuk penjualan arusatas.

Seluruh aktiva bersih


perusahaan anak
dikonsolidasikan
pada nilai wajarnya
yang berdasarkan
harga yang
dibayarkan
perusahaan induk.
Kepemilikan
mayoritas dan
minoritas atas aktiva
bersih, dinilai dengan
konsisten.
Eliminasi 100%
dalam menentukan
laba bersih
konsolidasi dengan
alokasi antara
kepemilikan
minoritas dan
mayoritas untuk
penjualan arus-atas.

Laba kepemilikan
minoritas

Keuntungan dan
kerugian yang
belum direalisasi

kreditor perusahaan
induk.
Laba untuk pemegang
saham perusahaan
induk.
Pengurangan dalam
menentukan laba
bersih konsolidasi,
tetapi bukan beban.
Merupakan alokasi
realisasi laba entitas
kepada kepemilikan
minoritas dan
mayoritas.
Bagian dari ekuitas
konsolidasi,
dilaporkan dalam
jumlah tunggal karena
pemilik minoritas
tidak akan mengambil
manfaat dari
pengungkapannya.
Aktiva bersih
perusahaan anak
dikonsolidasikan pada
nilai buku ditambah
kelebihan biaya
investasi perusahaan
induk atas nilai
bukunya. Kelebihan
tersebut diamortisasi
selama 40 tahun.

Eliminasi 100% dari


pendapatan dan beban
dengan alokasi antara
kepemilikan minoritas
dan mayoritas untuk
penjualan arus-atas.

Keuntungan dan
kerugian konstruktif
atas penarikan
hutang

Pengakuan 100%
dalam laba bersih
konsolidasi atas
penarikan hutang
perusahaan induk dan
pengakuan
kepemilikan
perusahaan induk
untuk penarikan
hutang perusahaan
anak.

Pengakuan 100%
Pengakuan 100%
dalam laba bersih
dalam akun-akun
konsolidasi total
pendapatan dan beban
dengan alokasi antara dengan alokasi antara
kepemilikan
kepemilikan minoritas
minoritas dan
dan mayoritas untuk
mayoritas untuk
penarikan hutang
penarikan hutang
perusahaan anak.
perusahaan anak.

Konsep Kesatuan Ekonomi Pembelian Goodwill


Prosedur akuntansi untuk penggabungan usaha dimana aktiva dan kewajiban yang
dapat diidentifikasi perusahaan anak, selain goodwill, dilaporkan pada nilai wajarnya. Hanya
goodwill yang benar-benar dibeli oleh perusahaan induk yang dicatat. Metode ini dinamakan
konsep kesatuan ekonomi-pembelian goodwill.
Prosedur Konsolidasi
Perbedaan antara teori perusahaan induk dan teori entitas terletak pada cara
mengkonsolidasi laporan keuangan perusahaan induk dengan perusahaan anakm dan pada
pelaporan posisi keuangan serta hasil operasi dalam laporan keuangan konsolidasi.
Perbandingan Laba Bersih Konsolidasi
Bentuk laporan berbeda pada ketiga teori konsolidasi, akan tetapi terdapat hubungan
diantaranya :
1. Apabila investasi perusahaan anak dilakukan pada nilai buku dan nilai buku aktiva
dan kewajiban individu sama dengan nilai wajarnya, jumlah yang tertera pada laporan
laba-rugi adalah sama, baik menggunakan teori entitas maupun teori kontemporer.
2. Jika tidak ada transaksi antar perusahaan, jumlah yang tertera pada laporan laba-rugi
harus sama, baik menggunakan teori perusahaan induk maupun teori kontemporer.
3. Jika tidak ada kepemilikan minoritas, jumlah yang tertera dalam laporan laba-rugi,
akan sama dalam ketiga teori itu.
Perbandingan Neraca Konsolidasi
Jumlah total aktiva adalah sama, baik menggunakan teori perusahaan induk maupun
teori kontemporer, akan tetapi lebih besar jumlahnya dengan menggunakan teori entitas.
Total kewajiban dan ekuitas adalah sama jumlahnya, baik menggunakan teori kontemporer
maupun teori perusahaan induk, akan tetapi kewajiban lebih besar dengan menggunakan teori
perusahaan induk, dimana kepemilikan minoritas dikelompokan sebagai kewajiban. Ekuitas
pemegang sahamlebih besar dengan teori kontemporer, dimana kepemilikan minoritas
dikelompokan sebagai bagian dari ekuitas.
Untuk generalisasi pendapatan, jumlah neraca baik dalam teori kontemporer maupun
teori perusahaan induk adalah sama jika tidak ada transaksi antar perusahaan. Dan sama pula
2

dengan teori entitas dan teori kontemporer, bila tidak ada perbedaan antara biaya investasi
dengan nilai buku investasinya. Bila tidak ada kepemilikan minoritas, jumlah pada neraca
akan sama dalam ketiga teori tersebut.
Pandangan Lain Tentang Kepemilikan Minoritas
Cara untuk mengeliminasi kepemilikan minoritas dari laporan konsolidasi ialah
dengan melaporkan total pendapatan konsolidasi pada bagian akhir laporan laba-rugi
konsolidasi dengan pengungkapan catatan kaki terpisah antara kepemilikan minoritas dan
mayoritas. Perlakuan konsolidasi dalam neraca konsolidasi membutuhkan total ekuitas
konsolidasi yang dilaporkan sebagai pos tunggal dengan pengungkapan catatan kaki terpisah
antara ekuitas mayoritas dan kepemilikan minoritas.
Cara lain untuk mengeluarkan kepemilikan minoritas dalam laporan keuangan
konsolidasi ialah dengan hanya mengkonsolidasi jumlah mayoritas pendapatan, biaya, aktiva,
dan kewajiban dari perusahaan anak yang dimiliki kurang dari 100%.
PERTIMBANGAN AKUNTANSI PUSH-DOWN DAN BASIS LAINNYA
SEC mengharuskan penggunaan akuntansi push-down untuk persyaratan SEC jika
perusahaan anak dimiliki secara keseluruhan (biasanya 97%) tanpa ada saham preferen atau
hutang kepada publik. Argumen SEC adalah jika perusahaan induk mengendalikan
kepemilikan dalam suatu entitas, akuntansi untuk pembelian aktiva dan kewajiban harus sama
tanpa memandang apakah entitas itu akan terus ada atau merger kedalam operasi perusahaan
induk. Jika perusahaan anak memiliki hutang kepada publik atau memiliki saham preferen
atau ada kepemilikan minoritas yang signifikan, perusahaan induk tidak akan dapat
mengendalikan kepemilikan.
Pendapat atas akuntansi push-down bahwa transaksi pembelian antara perusahaan
induk/investor dengan pemegang saham perusahaan anak terdahulu, tidak sesuai dengan basis
akuntansi yang baru untuk aktiva dan kewajiban perusahaan anak yang menggunakan prinsip
harga perolehan. Perusahaan anak bukanlah bagian dari transaksi ia tidak menerima dana
baru : tidak menjual aktiva.
USAHA PATUNGAN
Usaha patungan (joint venture) adalah bentuk persekutuan yang dimulai oleh
ekspedisi perdagangan maritime Yunani dan Romawi. Tujuannya adalah menggabungkan
partisipasi manajemen dengan pemilik modal suatu proyek perdagangan spesifik dan terbatas.
Tipe umum usaha patungan temporer ialah bentuk sindikat yang terdiri dari banker
investasi untuk membeli sekuritas dari perusahaan yang mengeluarkannya dan kemudian
memasarkannya kepada masyarakat umum. Usaha patungan memungkinkan beberapa
pesertanya berbagi risiko dan hasil, atas tindakan yang jika dilakukan oleh seorang peserta

sangat berisiko. Usaha patungan juga memungkinkan mereka untuk menggabungkan


teknologi, pemasaran, dan SDM untuk mencapai laba potensial bagi seluruh pesertanya.
Bidang lain yang umum untuk usaha patungan ialah penjualan tanah, eksplorasi dan
pengeboran minyak, dan proyek konstruksi. Salah satu keuntungan dari usaha patungan
adalah menghindari harga akuisisi yang mahal.
Pengertian Usaha Patungan
Menurut PSAK No 12, usaha patungan adalah perjanjian kontraktual antara dua atau
lebih pihak untuk melaksanakan kegiatan ekonomi yang dikendalikan bersama.
Jenis Usaha Patungan
PSAK No. 12 hanya mengatur dua jenis umum usaha patungan, yaitu :
1. Pengendalian bersama operasi (jointly controlled operation).
2. Pengendalian bersama aset (jointly controlled asset).
Ciri-ciri umum dari suatu usaha patungan adalah sebagai berikut :
a. Dua atau lebih venture diikat oleh suatu perjanjian kontraktual.
b. Perjanjian kontraktual tersebut menciptakan pengendalian bersama.
Suatu aktivitas yang disebut sebagai usaha patungan harus disertai dengan perjanjian
kontraktual yang menciptakan pengendalian bersama.
Isi dari perjanjian kontrak biasanya adalah :
1. Aktivitas, jangka waktu dan kewajiban pelaporan dari usaha patungan tersebut.
2. Penunjukkan pengurus usaha patungan dan hak suara para venture.
3. Partisipasi financial masing-masing.
4. Cara pembagi output, pendapatan, beban atau hasil usaha joint venture kepada para
venture.
Akuntansi untuk Joint Venture
Berdasarkan bentuknya, pengendalian bersama operasi (PBO) dan pengendalian
bersama aset (PBA), setiap venture membukukan dan menyajikan dalam laporan
keuangannya masing-masing sesuai dengan bentuk joint venture yang dilakukan.
Untuk bagian partisipasi venture dalam pengendalian bersama operasi, tiap venture
membukukan dan menyajikan dalam laporan keuangannya masing-masing :
1. Aktiva yang dikendalikannya sendiri dan kewajiban yang timbul atas aktivitasnya
sendiri.
2. Beban (expenses) yang terjadi atas aktivitasnya sendiri dan bagiannya atas pendapatan
bersama dari penjualan barang dan jasa oleh joint venture tersebut.
Sehubungan dengan bagian partisipasi venture dalam pengendalian bersama aset, tiap
venture membukukan dan menyajikan dalam laporan keuangannya masing-masing :
1. Bagiannya atas aset yang dikendalikan bersama, diklasifikasikan menurut sifat dari
aset tersebut, bukan sebagai investasi.
2. Setiap kewajiban yang menjadi tanggungannya sendiri.
3. Bagiannya atas setiap kewajiban bersama yang ditanggung bersama oleh para venture
sehubungan dengan usaha patungan.
4. Bagiannya atas output usaha patungan, dan bagiannya atas beban bersama yang
terjadi pada usaha patungan tersebut.

5. Beban yang menjadi tanggungannya sendiri sehubungan dengan partisipasinya dalam


usaha patungan.
Perlakuan akuntansi pengendalian bersama aset mencerminkan substansi dan realitas
ekonomi dan bentuk formal usaha patungan. Laporan keuangan tersendiri wajib disusun
untuk usaha patungan tersebut apabila jumlahnya material dan proyek kerja sama
diselesaikan dalam jangka panjang. Jenis, bentuk dan isi laporan keuangan disesuaikan
dengan kebutuhan venture dan perjanjian kontraktual.
Transaksi antara Venturer dan Usaha Patungan
Apabila venturer menyerahkan atau menjual suatu aset kepada usaha patungan,
pengakuan keuntungan atau kerugian harus merefleksikan substansi dari transaksi tersebut.
Apabila aset tersebut masih dalam penguasaan usaha patungan, dan venturer telah
mentransfer risiko dan manfaat yang signifikan atas aset tersebut, maka venturer tersebut
hanya mengakui keuntungan penjualan sebesar bagian partisipasi (interest) venturer lainnya.
Venturer harus mengakui seluruh kerugian apabila akibat penyerahan atau penjualan aset
tersebut terdapat bukti terjadinya penurunan nilai realisasi bersih (net relisable value) aktiva
lancar atau penurunan yang tidak bersifat sementara (other than temporary) nilai tercatat
(carry-ing amount) aset jangka panjang.
Apabila venturer membeli aset dari suatu usaha patungan, venturer tidak boleh
mengakui bagiannya baik atas keuntungan maupun kerugian usaha patungan dari transaksi
tersebut sampai saat aset tersebut dijual oleh venturer pada pihak lain yang independen.
Apabila akibat pembelian aset tersebut terdapat bukti bahwa terjadi penurunan nilai realisasi
bersih aktiva lancar atau penurunan yang tidak bersifat sementara nilai tercatat aset jangka
panjang, maka venturer harus mengakui segera bagiannya atas kerugian tersebut.

Anda mungkin juga menyukai