Anda di halaman 1dari 42

Anggadha Yuniarko S.

Beny Rayen S.
Alex Christian

HNP Cervical

Pendahuluan
DEFINISI :

Hernia Nukleus Pulposus (HNP) adalah suatu penyakit


dimana bantalan lunak diantara ruas-ruas tulang
belakang (soft gel disc atau Nucleus Pulposus)
mengalami tekanan di salah satu bagian posterior atau
lateral sehingga nucleus pulposus pecah dan luruh
sehingga terjadi penonjolan melalui anulus fibrosus ke
dalam kanalis spinalis dan mengakibatkan penekanan
radiks saraf.

Berdasarkan hasil pemeriksaan


Magnetic Resonance Imaging (MRI),
10% insidens HNP servikal terjadi pada
usia 40 tahun dan 5% pada usia lebih
dari 40 tahun.
Insidensi herniasi diskus servikal pada
pria dan wanita adalah 1:1.
HNP paling sering terjadi di lumbal L4L5 dan L5 S1 kemudian pada C5-C6,
dan paling jarang daerah torakal

HNP sangat jarang terjadi pada anakanak dan remaja tetapi angka
kejadiannya meningkat setelah usia 20
tahun. Dengan insidens hernia
lumbosakral lebih dari 90% sedangkan
hernia servikalis sekitar 5-10%.

Berdasarkan letak terjadinya herniasi


pada columna vertebrae dapat dibagi
sebagai berikut :
1.

Hernia Discus Servikalis


2. Hernia Discus Thoracalis
3. Hernia Discus Lumbalis

Anatomi
Kolumna vertebralis terdiri dari 33 buah
vertebrae, yaitu :
7 Vertebrae servical
12 Vertebrae torakal
5 Vertebrae lumbal
5 Vertebrae sakral
4 Vertebrae koksigeus

Diantara Kolumna vertebralis terdapat


corpus vertebrae yang dihubungkan satu
dengan
yang
lain
oleh
Discus
Intervertebralis yang diperkuat oleh
ligamen
Longitudinal
posterior
dan
ligamen Longitudinalis anterior

Fungsi discus invertebralis :


Keleluasaan pengerasan vertebrae
Shock absorber pelindung dari trauma

Disc intervertebralis terdiri dari :


Anulus fibrosus.
Nukleus pulposus (gel)
Lempeng kartilago hialin

Penyebab HNP terbanyak trauma dan


degeneratif
Perubahan degeneratif pada nukleus
pulposus disebabkan oleh
pengurangan kadar protein yang
berdampak pada peningkatan kadar
cairan sehingga tekanan meningkat,
menyebabkan ruptur pada anulus

FAKTOR RISIKO
1. Faktor risiko yang tidak dapat dirubah :
Umur yang makin bertambah risiko akan semakin
tinggi.
Laki-laki lebih banyak daripada wanita.
Riwayat cedera punggung atau HNP sebelumnya
2. Faktor yang dapat dirubah :
Pekerjaan dan aktivitas : duduk yang terlalu lama,
mengangkat atau menarik barang-barang, sering
membungkuk atau gerakan memutar pada
punggung
Olahraga yang tidak teratur : mulai latihan setelah
lama tidak berlatih, latihan yang berat dalam
jangka waktu yang lama

Merokok : Nikotin dan racun-racun lain dapat


mengganggu kemampuan diskus untuk
menyerap nutrien yang diperlukan dari dalam
darah
Obesitas : beban ekstra di daerah perut dapat
menyebabkan strain pada punggung bawah
Batuk lama dan berulang

Perkembangan HNP bervariasi dari onset


gejala yang perlahan hingga yang tiba-tiba.
Terdapat empat stage yaitu:
1. Buldging diskus
2. Prolapsus diskus
3. Ekstrusio diskus
4. Sequestrasi diskus
Stage 1 dan 2 disebut sebagai inkomplit,
sedangkan 3 dan 4 adalah herniasi komplit.

Hernia Nucleus Pulposus Cervical

Tergantung dari radiks saraf yang


terkena. Gejala klinis yang paling sering
adalah iskhialgia (nyeri radikuler
sepanjang perjalanan nervus iskhiadikus).

Nyeri biasanya bersifat tajam seperti


terbakar dan berdenyut menjalar sampai
di bawah lutut.
Bila saraf sensorik yang besar terkena
akan timbul gejala kesemutan atau rasa
tebal sesuai dengan dermatomnya.

Pasien dengan HNP cervical akan


menunjukkan gejala-gejala
radiculopathy, mielopathy atau
keduanya.
Gejala radiculopathy terjadi apabila
nucleus pulposus keluar dan menekan
radiks medulla spinalis, sedangkan gejala
mielopathy terjadi bila nucleus pulposus
langsung menekan medulla spinalis.

Gambaran klinis ;
Umumnya melibatkan C5-6, C6-7
Herniasi ini dapat berakibat gawat karena
dapat menekan medula spinalis
Herniasi discus C5-C6 menekan radiks saraf
C6, dan herniasi discus C6-C7 akan melibatkan
radiks C7
Manifestasi klinis : kekakuan pada leher, rasa
tidak nyaman pada bagian medial scapula,
adanya radicular paresthesia. Gejala diperburuk
dengan adanya pergerakan dari kepala dan
leher

Test Lhermitte
1. Pasien dalam posisi duduk, pemeriksa
berada di belakang pasien.
2. Kedua tangan pemeriksa diletakkan di
atas kepala pasien.
3. Fleksikan leher pasien dan berikan
tahanan ringan dengan kedua tangan
pemeriksa.
4. Gerakan ini diikuti dengan
merotasikan leher pasien ke semua
arah. Jika positif, pasien akan merasakan
nyeri menjalar sepanjang dermatom.

Test Valsalva
Pasien diminta untuk mengejan
Positif bila gejala muncul
Neck distraction
Pasien supinasi kemudian kepala ditraksi
secara aksial
Positif bila gejala berkurang

Radiologifoto polos leher anteroposterior, lateral, dan odontoid view.


Pemeriksaan lain untuk HNP servikal
adalah CT Scan, mielografi, dan MRI
(gold standart).

PENATALAKSANAAN KONSERVATIF
1.Tirah baring 3-6 minggu dan batasi aktivitas
2.Simtomatis
Analgetik
NSAID
muscle relaxant
Kortikosteroid
3. Fisioterapi
Dengan pemanasan daerah nyeri
4. Bracing
5.Traksi cervikal

Penatalaksanaan Operatif
Indikasi :
Tata laksana konservatif tidak membawa hasil atau
beberapa kali tatalaksana konservatif selalu
memberikan kekambuhan.
Adanya kelumpuhan nyata, lebih-lebih yang
berkembang progresif

Teknik operasi pada kasus HNP servikal :


1.Anterior

Cervikal Discectomy and Fusion (ACDF)


2.Posterior cervikal discectomy (PCDF)

Sebagian besar pasien akan membaik


dalam 6 minggu dengan terapi
konservatif. Sebagian kecil
berkembang menjadi kronik meskipun
sudah diterapi. Pada pasien yang
dioperasi : 90% membaik terutama
nyeri tungkai, kemungkinan terjadinya
kekambuhan adalah 5%.

Penuaan tidak bisa dihindari, tetapi


perubahan
gaya
hidup
dapat
membantu mencegah penyakit diskus
servikal, seperti HNP. Pencegahan
dapat dilakukan dengan memodifikasi
faktor risiko meliputi sikap tubuh yang
buruk dan gerak mekanis tubuh, otot
leher yang lemah, merokok dan
obesitas.

Nama
: Ny.Sri Asijati
Umur
: 69 tahun
Alamat
: Jl.IR Rais Malang
Pekerjaan : IRT
Agama
: Islam
No.Reg R.M
: 3219/2014
No.Reg RSSA : 11210265

Keluhan Utama
nyeri pada leher bagian tengkuk

Riwayat Penyakit Sekarang


-nyeri pada leher bagian tengkuk sejak 3 bulan
yang lalu.
-Muncul pertama kali saat pasien bangun tidur,
membaik dengan istirahat.
-dalam 1 bulan ini rasa sakit memberat, tidak
hilang dengan istirahat, rasa sakit menjalar ke
lengan kanan.

R. Penyakit Dahulu : DM (-) HT(-)


R. Penyakit Keluarga: (-)
R. Kehamilan
: Normal
Pemeriksaan fisik
GCS
: 456
Respirasi
: 20 x/m
Tensi
: 145/85
Nadi
: 100 x/m
Suhu
: 36.5o
Jantung, Paru, Mental : dalam batas normal
Pasien berperawakan sedang

R/L Handed
:R
Gangg. Bahasa : (-)
ADL
: sedikit
mengganggu aktifitas sehari-hari
Gait
: dalam batas
normal
Ambulasi
: (+), Bantuan : (-)

N. Cranialis
Sensoris Defect

Reflek
BPR
TPR
KPR
APR

Fisiologis
: +2/+2
: +2/+2
: +2/+2
: +2/+2

: normal
: (-)
:

Refleks Patologis: (-)


Refleks Primitif : (-)
Refleks Otonom
: (-)
Tes provokasi : Lhermite (+)

MMT (Lovett)

ROM
Tonus

:4|5
5|5
: Limited| Full
Full
| Full
: normal

Diagnosa
suspect HNP cervicalis c5-c6

Medik : nyeri leher bagian tengkuk


Ambulasi : (-)
ADL
: gangguan dalam kegiatan
sehari-hari (ex:sholat,dll)
Psikososial : pasien merasa terbebani
pikirannya karena rasa sakit yang terus
menerus
Vokasional : (-)
Bahasa
: (-)

Exercise: neck calliet exercise


Terapi Modalitas:
Short Wave Diatermy

Ortetik/Prostetik: Neck Collar


Medikamentosa:
Meloxicam 15 mg 1x1

TERIMA KASIH