Anda di halaman 1dari 8

UPTD

Puskesmas
Kampar Kiri

SOP
Nomor
:

Terbitke
:

No.Revisi
:

Tgl.Diberlaku
:

Halaman
:2-

DitetapkanKepala UPTD Puskesmas Kampar Kiri

dr. PASNIWATI
NIP. 19750805 200904 2 001
1. Pengertian
Tata cara memberikan pengobatan penderita TB Paru sesuai tata laksana
pengobatan TB Nasional.
2. Tujuan
1. Untuk menyembuhkan pasien, mencegah kematian, mencegah kekambuhan,
memutuskan rantai penularan dan mencegah terjadinya resistensi kuman
terhadap Obat Anti Tuberkulosis (OAT).
3. Kebijakan
4. Referensi
Surat keputusan kepala UPTD puskesmas Kampar kiritentangnomor
5.
6. Prosedur
Persiapan Alat :
Register rawat jalan
1.
Register TB 05

2.
Register TB 06
3.
FORM TB 01
4.
Form TB 02
5.
Form TB 03
6.
Obat OAT
Persiapan pasien : Berikan penjelasan tentang tindakan yang akan dilaksanakan
pada pasien.
Prosedur :
- Pasien yang telah diperiksa dahaknya dipersilahkan masuk ke ruang TB
DOTS.
- Pasien diberi penjelasan sesuai dengan hasil pemeriksaan dahak di TB 05.
- Membuat perjanjian dengan pasien dan keluarga akan menuntaskan minum
OAT
- Untuk pasien dengan hasil BTA positif dan BTA negative rongen mendukung
diberikan pengobatan dengan OAT kategori I, dan pengobatan sesuai dengan
berat badan pasien.
Dengan dosis pemberian sesuai tabel sebagai berikut :
Tabel 01. pemberian obat TB paru sesuai BB pasien
Berat Badan

30-37 kg
38-54 kg
55-70 kg
>71 kg

Tahap Insentif tiap hari


selama 56 hari RHZE
(150/75/400/275)
2 tablet 4 KDT
3 tablet 4 KDT
4 tablet 4 KDT
5 tablet 4 KDT

Tahap Lanjutan 3 kali


seminggu selama 16
minggu RH (150 /150)
2 tablet 2 KDT
3 tablet 2 KDT
4 tablet 2 KDT
5 tablet 2 KDT

Setelah pengobatan tahap intensif akhir bulan ke II, dilakukan pemeriksaan BTA,
bila hasil negative dilanjutkan tahap lanjutan, dan bila hasil pemeriksaan
BTA positif dirujuk ke TB MDR dan diberikan pengobatan fase lanjutan sambil
menunggu hasil rujukan TB MDR.
Dan bila hasil pemeriksaan pada akhir tahap intensif negative dilanjutkan tahap
lanjutan, kemudian diperiksa dahak ulang pada akhir bulan ke V, bila hasil negative
dilanjutkan pengobatannya, dilakukan pemeriksaan ulang pada akhir bulan ke VI
atau akhir pengobatan. Bila hasil pemeriksaan pada bulan ke VI negative dan pada
awal pengobatan positif pasien dinyatakan sembuh.
Dan bila pada akhir
pengobatan hasil negative dan pada awal pengobatan negative dengan rongsent
positif pasien dikatakan pengobatan lengkap.Bila pemeriksaan akhir bulan ke V
positif,pengobatan di pindahkan ke kategori II.

7. Rekaman Historis perubahan


No

Yang Dirubah

Isi Perubahan

Tanggal Mulai
Diberlakukan

DAFTAR
TILIK

DitetapkanKepala UPTD
Puskesmas Kampar Kiri
LANGKAH KEGIATAN

Nomor
Terbitke

:
:

No.Revisi

Tgl.Diberlaku

Halaman

:5-

UPTD
Puskesmas
Kampar Kiri

dr. PASNIWATI
NIP. 19750805 200904 2 001
YA TIDAK TIDAK

BERLAKU
APAKAH

A.

Identifikasi Ketidaksesuaian

1.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
2.
3.

4.

5.

Seluruh
Karyawan
Mengidentifikasi
ketidaksesuaian yang berasal dari:
Hasil proses pengukuran kepuasan
pelanggan
Hasil proses audit internal
Hasil proses monitoring
Hasil proses analisis data
Hasil
proses
penanganan
ketidaksesuaian layanan
Temuan/ laporan lainnya
Seluruh
karyawan
menyampaikan
ketidaksesuaian kepada Koordinator Bagian terkait.
Koordinator pelayanan klinis, administrasi
dan manajemen dan koordinator upaya Puskesmas
Mencatat ketidaksesuaian pada formulir Laporan
Ketidaksesuaian dan Penyelesaiannya (LKP)
Koordinator pelayanan klinis, administrasi
dan manajemen dan koordinator upaya Puskesmas dan
pelaksana membahas dan menganalisis penyebab
ketidaksesuaian
Koordinator pelayanan klinis, administrasi
dan manajemen dan
koordinator upaya Puskesmas
Menetapkan rencana dan jadwal tindakan perbaikan atas
ketidaksesuaian.

Tindakan perbaikan
1. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen
dan koordinator upaya Puskesmas beserta pelaksana/
karyawan terkait
2. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen
dan koordinator upaya Puskesmas Melakukan tindakan
perbaikan sesuai dengan tindakan perbaikan yang sudah
ditetapkan
3. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen
dan koordinator upaya Puskesmas Memantau aktifitas
tindakan perbaikan yang sedang dilakukan oleh staf terkait.
4. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen
dan
koordinator upaya Puskesmas menginformasikan
aktifitas tindakan perbaikan yang tidak mencapai target
kepada Ketua tim mutu,
5. Ketua tim mutu melapor kepada kepala Puskesmas hasil
aktifitas tindakan,
6. Ketua tim mutu dan kepala Puskesmas membahas hasil
aktifitas tindakan untuk ditindaklanjuti,

7. Ketua tim mutu dan Kepala Puskesmas memberikan


pengarahan kepada Koordinator Bagian dan pengelola
terkait, tentang langkah-langkah yang perlu diambil.
8. Karyawan terkait, Jika sudah selesai maka menandatangani
formulir Laporan Ketidaksesuaian dan Penyelesaiannya
(LKP) pada kolom yang sudah disediakan.
9. Melaporkan kepada Koordinator Bagian atas tindakan
perbaikan yang telah dilakukan.
C.

Verifikasi
6. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen
dan koordinator upaya Puskesmas menerima laporan hasil
tindakan perbaikan dari staf terkait
7. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen
dan koordinator upaya Puskesmas memeriksa hasil
tindakan perbaikan.
8. Jika sudah sesuai maka membubuhkan tandatangan pada
kolom verifikasi melakukan Close Out, sebagai penjelasan
status tindakan perbaikan sudah selesai dilakukan
9. Jika belum selesai, kembali atau membuat formulir
Laporan Ketidaksesuaian dan Penyelesaiannya (LKP)
yang baru dan mengulangi prosedur ini.
10. Menandatangani formulir Laporan Ketidaksesuaian dan
Penyelesaiannya (LKP).
11. Melaporkan hasil tindakan perbaikan yang telah selesai
kepada Kepala Puskesmas atau ketua tim mutu,
JUMLAH
COMPLIANCE RATE (CR)