Anda di halaman 1dari 4

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Dalam arti luas, bahan galian industri merupakan semua mineral dan batuan

kecuali mineral logam dan energi, yang digali dan diproses untuk penggunaan akhir
industri dan konstruksi. Suatu anonim yang sering digunakan untuk bahan galian
industri adalah bahan galian non logam, atau yang lebih spesifik lagi adalah bahan
galian industri dan batuan. Salah satu contoh bahan galian industri yaitu granit.
Granit merupakan jenis batuan intrusif, felsic, igneus, keras dan kuat, dan oleh
karena itu banyak digunakan sebagai batuan untuk konstruksi (Sukandarrumidi,
1999). Bahan galian industri granit ditambang dengan cara quarry. Metode
penambangan dengan cara quarry adalah penambangan terbuka yang dilakukan
untuk menggali endapan-endapan bahan galian industri, seperti marmer, batu
granit, batu andesit, batu gamping, dan lain-lain. Bahan galian industri granit
banyak ditemukan di propinsi Bangka Belitung, di daerah ini banyak perusahaan
yang tambang yang beroperasi untuk menambang batu granit, salah satunya adalah
PT Mandiri Karya Makmur.
PT Mandiri Karya Makmur adalah perusahaan Swasta Nasional yang
bergerak di bidang usaha penambangan dan pengolahan Batu Granit dan memiliki
Surat Izin Usaha Pertambangan (SIUP) dengan Nomor : 541.39/001/IUPOP/DPE/2010, Izin Usaha Pertambangan (IUP) operasi produksi seluas 15 hektar
dari Bupati Kabupaten Bangka Tengah. Penambangan bahan galian batuan beku
(Granit) ini termasuk pertambangan batuan (Pasal 34) UU No.4 (2009), dengan
metode tambang terbuka (Quarry) sistem berjenjang.
Kegiatan penambangan batu granit di PT Mandiri Karya Makmur dimulai
dari tahap pengupasan tanah penutup, pemboran, peledakan, pemuatan,
pengangkutan, pengolahan, pemasaran. Pengupasan tanah penutup bertujuan untuk
mempersiapkan lahan yang siap tambang. Proses pemberaian batu granit
menggunakan teknik peledakan agar batuan terpisah dari batuan induknya. Hasil
peledakan di front penambangan yang diangkut oleh Dump Truck ditumpahkan ke

unit pengolahan ( Crushing Plant ). Crushing plant merupakan gabungan dari unit
pengumpan (feed), unit pemecah (crushing), unit perantara (conveying) dan unit
pemisah (screening) yang saling berhubungan dan saling mendukung untuk
melaksanakan proses produksi guna menghasilkan suatu output berupa produk jadi
dengan ukuran yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.
Proses pengolahan batu granit bertujuan untuk mereduksi ukuran material
hasil peledakan menjadi ukuran yang lebih kecil dan layak jual sesuai permintaan
pasar. Hasil dari pengolahan batu granit di PT Mandiri Karya Makmur berupa batu
split, abu batu, dan material kontruksi lainnya dengan ukuran batu 0-5 mm, 10-20
mm, 30-50 mm. Dalam proses mereduksi batuan hasil peledakan perlu
dilakukannya pemantauan atau monitoring terhadap jumlah produk yang dihasilkan
setiap harinya atau setiap bulannya apakah sudah mencapai target produksi, karena
jumlah produk yang dihasilkan dalam proses pengolahan memegang peranan
penting dalam kelangsungan usaha pertambangan itu sendiri.

1.2

Rumusan Masalah
Mengacu pada latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan

permasalahannya sebagai berikut:


1. Bagaimana proses pengolahan material hasil peledakan pada Crushing Plant ?
2. Bagaimana proses perhitungan jumlah produk yang dihasilkan dari Crushing
Plant menggunakan Software Surpac 6.3 ?
3. Apakah jumlah produk yang dihasilkan dari Crushing Plant sudah sesuai
dengan target produksi minimum yang telah ditetapkan perusahaan yaitu
sebesar 10.000 ton/bulan ?

1.3

Batasan Masalah
Dalam penyusunan Makalah Seminar Tambang ini, penulis mengkaji proses

pengolahan material hasil peledakan pada Crushing Plant dan menghitung jumlah
produk yang dihasilkan serta mengevaluasi apakah jumlah produk yang dihasilkan
sudah sesuai dengan target produksi minimum yang telah ditetapkan perusahaan

yaitu sebesar 10.000 ton/bulan. Proses perhitungan jumlah produksi Crushing Plant
dilakukan selama satu bulan yaitu pada bulan Agustus 2015.

1.4

Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini diantaranya:

1. Untuk mengkaji proses pengolahan material hasil peledakan pada Crushing


Plant.
2. Menghitung jumlah (volume atau tonase) produk yang dihasilkan dari alat
Crushing Plant dengan menggunakan Software Surpac 6.3.
3. Mengevaluasi jumlah produk yang dihasilkan dari alat Crushing Plant apakah
sudah sesuai dengan target produksi minimum yaitu sekitar 10.000 ton/bulan.
4. Mengevaluasi tingkat pencapaian target produksi alat Crushing Plant serta
faktor-faktor yang mempengaruhinya.

1.5

Manfaat
Manfaat yang didapat diperoleh dari penelitian ini adalah :

1. Bagi Mahasiswa
a. Memahami aktivitas pertambangan batu granit (Quarry) di PT. Mandiri
Karya Makmur mulai dari pengupasan tanah penutup hingga pemasaran
atau penjualan.
b. Memahami proses pengolahan batu granit di PT. Mandiri Karya Makmur.
c. Memahami proses pengukuran hasil produksi di PT. Mandiri Karya
Makmur.
d. Memperkuat keterampilan kerja dalam mempraktekkan langsung teori yang
telah didapat di perkuliahan.
e. Mempersiapkan kesiapan mahasiswa untuk terjun ke dunia kerja tambang
sehingga proses pemahaman kehidupan bersosial di lingkungan kerja
tambang lebih dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
f. Mempersiapkan mahasiswa untuk memahami permasalahan yang dijumpai
di lapangan.

2. Bagi perusahaan
a. Membangun akses informasi secara langsung tentang sumber daya manusia
yang berkompeten dan siap pakai.
b. Memudahkan perusahaan untuk mendapatkan masukan-masukan baru yang
dapat mungkin diterapkan di perusahaan tempat dilakukannya penelitian.
c. Dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan bahan evaluasi dalam
pencapaian target produksi yang maksimal di PT Mandiri Karya Makmur.
3. Bagi Perguruan Tinggi
a. Membangun

hubungan

kemitraan

dengan

perusahaan

tempat

di

laksanakannya penelitian.
b. Memberikan gambaran bagi perguruan tinggi, agar dapat

lebih

menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan apa yang sedang dibutuhkan


dalam dunia kerja.