Anda di halaman 1dari 12

Geologi Regional Kota Medan

Kesuma Wahni Siregar


13/348577/TK/40976

(Map Data 2016 Google)

Peta Geologi Regional

(Cameron, et al., 1982)

Geomorfologi

Kota Medan merupakan dataran rendah bergelombang dengan


ketinggian 0 100 meter di atas permukaan laut. Terdapat beberapa sungai
yang mengalir di kota Medan seperti sungai Belawan, sungai Deli, sungai
Patahan, dan sungai Percut yang kemudian akan bermuara ke Selat Malaka.
Pola aliran yang berkembang di daerah Medan dan sekitarnya terutama di
bagian selatan merupakan pola aliran paralel dengan elevasi antara 35 350
meter di atas permukaan laut, dengan kemiringan > 5%

Stratigrafi
Secara umum, geologi Kota Medan dibentuk
oleh batuan sedimen Tersier, yang tersusun oleh
Fm. Seurula, kemudian di atasnya terendapkan
Fm. Julok Rayeu secara selaras.
Pada jaman Kuarter, terbentuk Fm. Tuf Toba
secara tidak selaras, Fm. Medan yang menutupi
Fm. Tuf Toba secara tidak selaras, kemudian
Endapan Aluvium menutupi Fm. Medan secara
tidak selaras

Formasi

Umur

Litologi

E. ALUVIUM

Holosen

Kerikil, pasir, lempung

MEDAN

Holosen

TUF TOBA

Pleistosen

JULEU
RAYEU

Pliosen Atas

SEURULA

Pliosen Bawah

Bongkah-bongkah, kerikil,
pasir, lanau, lempung
Tuf riodasit sebagian sebagai
welded tuff

Batu pasir selang-seling


batu lempung
Batulempung glaukonitan,
batupasir, batulanau, dan
Konglomerat
(Girsang & Siddik, 1992)

Pada cekungan Sumatera Utara kala miosen akhir,


setelah transgresi mencapai maksimum, terjadi proses
regresi yang mengendapkan formasi Keutapang,
Seurula dan Juleu Rayeu.
a) Formasi Seurula
Formasi ini dicirikan oleh selang-seling batupasir,
batulempung dan serpih. Lingkungan pengendapan
menjadi dangkal yakni Neritik Tengah hingga Transisi.
b) Formasi Juleu Rayeu
Formasi ini dicirikan oleh batupasir dengan
perselingan batulempung atau serpih. Di beberapa
tempat ditemukan konglomerat dan batubara tipis.
Lingkungan pengendapan adalah Neritik Luar hingga
intertidal

c) Formasi Tuf Toba


Formasi ini tersusun atas batuan beku dasit dan
batuan piroklastik berupa tuf yang dihasilkan dari
erupsi gunung api Toba pada kala pleistosen atau
sekitar 74.000 tahun yang lalu.
d) Formasi Medan dan Endapan Aluvium
Merupakan endapan resen saat ini yang terdiri
atas endapan bongkah-bongkah, kerikil, pasir,
lanau, dan lempung.

Struktur Geologi
Struktur geologi di Kota Medan banyak
dipengaruhi oleh zona sesar Sumatera dimana
terdapat kekar dan rekahan yang mempengaruhi
pola aliran sungai.

Potensi Geologi
Positif :
- Bahan galian golongan C
- Akuifer pada Fm. Juleu Rayeu dan Seurula memiliki
debit yang tinggi (10 l/detik)
Negatif :
- Gempa bumi (1979-2008 tercatat adanya 34
kejadian gempa)
- Banjir bandang (luapan Sungai Deli)
- Banjir rob (air laut pasang di Belawan)

Daftar Pustaka
Cameron, N. R., dkk., 1982, Peta Geologi Lembar Medan, Sumatra, Bandung:
Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi
Faisal, A., Estimasi Respon Tanah Sedang di Beberapa Lokasi di Kota Medan
Akibat Skenario Terburuk Gempa Sumatera, dalam Jurnal Teknik Sipil
FTSL ITB, Vol. 14 No. 1, Januari 20o7
Girsang, R dan Siddik, M, 1992, Potensi Pertambangan dan Energi Kota
Medan, Medan : Kanwil Departemen Pertambangan dan Energi Prov.
Sumatera Utara
Natawidjaja, D. H., Wahyu T., The Sumatran Fault Zone From Source to
Hazard, Journal of Earthquake and Tsunami, Vol. 1, No. 1 (2007) p21-47
Sukarno, S.A., 2013, Karakterisasi Reservoir Hidrokarbon dengan Metode
Inversi Impedansi Akustik dan Multiatribut pada Lapangan PRB,
Skripsi, Lampung : Jurusan Teknik Geofisika, FT, Unila
http://bpbd.pemkomedan.go.id (diakses tanggal 1 Mei 2016, pukul 23.00 WIB)

TERIMAKASIH