Anda di halaman 1dari 14

KELOMPOK

1.YOISE SARI
2.YELLI MAZIDAH
3.SUKMA ANNISA MAULITA
4.FELSON PERTAHADI

PEMANASAN GLOBAL

BAGAIMANA TERJADINYA EFEK RUMAH KACA


Awalnya cahaya dari matahari yang keluar di pantulkan oleh dinding
kaca, kemudian kembali ke angkasa. Beberapa sinarnya di serap oleh
bumi yang nantinya berwujud sinar inframerah.
Di dalam efek rumah kaca, terdapat gas kaca yang keluar dan
membentuk lapisan yang menyelimuti bumi. Gas kaca ini berupa CO 2
(karbon dioksida), metana, NOx (nitrogen dioksida), serta beberapa
gas lainya yang merupakan reaksi alamiah industri. Jika gas efek
rumah kaca ini terlepas, maka partikelnya mampu naik sampai lapisan
troposfer lalu membentuk lapisan yang menyelimuti bumi.
Inilah rincian energi yang memantul ke bumi lagi :

25% : dipantulkan awan dan partikel partikel lain


25% : di serap oleh awan
45% : di serap oleh permukaan bumi
10% : dipantulkan lagi oleh permukaan bumi

Bumi sendiri di lapisi oleh selimut yang di namakan


lapisan atmosfir. Dengan adanya gas rumah kaca,
akan ada partikel yang melayang di antara bumi
dan lapisan atmosfer tersebut. Hal ini
menyebabkan panas bumi memantul dari panas
bumi yang harusnya di bawa keluar, namun panas
bumi kembali masuk. Sehingga suhu bumi naik dan
akhirnya menghangat.
Adanya efek rumah kaca yang memantulkan panas
kembali ke bumi memang menaikan suhu di dalam
bumi. Pada awalnya bumi hanya menghangat saja.
Namun jika terus berlanjut, bumi bukan hanya
menghangat tapi juga memanas yang sifatnya
mengglobal.

PENYEBAB TERJADINYA EFEK RUMAH KACA


1.Penggundulan Hutan
yang memicu peningkatan jumlah karbon dioksida di
atmosfer.
Penggundulan menyebabkan tidak terdapat tumbuhan
yang menyerap karbondioksida yang digunakan dalam
proses fotosintesis.
Penggundulan hutan terjadi akibat kebutuhan lahan untuk
perumahan, pertanian, dan berbagai macam infrastruktur
yang terus meningkat.
2. Bahan Bakar Fosil
Gas rumah kaca juga bisa dilepas ke atmosfer karena
pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak, batubara,
dan gas.
Gas hasil pembakaran bahan bakar fosil berkontribusi
terhadap penambahan gas rumah kaca yang pada
gilirannya memicu pemanasan global.

3. Peralatan Listrik
Hasil karya manusia lain yang memicu peningkatan efek
rumah kaca adalah pemakaian peralatan listrik.
Contoh peralatan listrik penghasil gas rumah kaca adalah lemari es.
Lemari es model lama menggunakan gas yang dikenal sebagai
Chlorofluorocarbon (CFC).
Gas CFC yang terlepas ke atmosfer dapat berperan sebagai gas
rumah kaca yang memicu peningkatan suhu bumi.

4. Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk merupakan kontributor tidak langsung
dan salah satu penyebab utama efek rumah kaca.
Dengan meningkatnya populasi terjadi pula peningkatan berbagai
kebutuhan.
Hal ini meningkatkan produksi dan proses industri yang menyebabkan
peningkatan pelepasan gas industri yang mengkatalisis efek rumah
kaca.

1.Iklim tidak menentu


Karena panas yang tinggi (global warming) akibat efek rumah kaca,
maka uap air yang berada di udara bertambah. Artinya udara akan semakin
lembab dan hujan akan sering terjadi.
Peningkatan hujan ini telah terjadi sekitar 1 persen untuk setiap derajat
Fahrenheit pemanasan. Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat
sebesar 1% dalam seratus tahun terakhir ini. Badai akan menjadi lebih
sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah.Selain itu, air
akan lebih cepat menguap dari tanah.Akibatnya beberapa daerah akan
menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan
mungkin dengan pola yang berbeda.
2. Peningkatan permukaan laut karena es di kutub mencair
Es di wilayah kutub telah mencair sehingga tinggi permukaan air laut di seluruh dunia
telah meningkat sekitar 1025cm (4 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan
IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 988 cm (435 inchi) pada abad ke- 21.
Perubahan tinggi permukaan air laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah
pantai. Kenaikan 100cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6% daerah Belanda, 17,5%
daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau.
3. Suhu Global Meningkat
Suhu global meningkat, atau dikenal dengan GLOBAL WARMING. Orang mungkin
beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari
sebelumnya ketika suhunya meningkat, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa
tempat.

Lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika


mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang
menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat
menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang
berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum
puncak bulan-bulan masa tanam
4. Permasalahan Ekologis
Hewan, tumbuhan dan makhluk hidup lainnya terancam mati
karena efek pemanasan global. Kehilangan spesies-spesies
kecil akan menyebabkan hilangnya spesies besar akibat rantai
makanan yang terputus.
Ketika terjadi pemanasan global, hewan cenderung bermigrasi
ke arah kutub atau ke wilayah pegunungan. Tumbuhan akan
mengubah arah tumbuhnya, mencari daerah-daerah baru
karena habitatnya yang lama menjadi terlalu panas.

5. Cuaca
Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah
bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan
memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gununggunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Es yang akan
terapung di perairan utara akan lebih sedikit. Daerah-daerah yang
sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya
lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju aka
semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih
panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam har
akan cenderung untuk meningkat. Daerah hangat akan menjadi lebih
lembab karena lebih banyak air dari lautan yang menguap. Berlawanan
dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin
mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih
ekstrim

6.

Tinggi Permukaan laut


Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan
lingkungan yang stabil secara geologi. Ketika atmosfer menghangat,
lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya
akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan
juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland.
Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 - 25 cm (4 - 10
inchi) selama abad ke-20. Para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan
lebih lanjut 9 - 88 cm (4 - 35 inchi) pada abad ke-21. Perubahan tinggi
muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai.
Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan beberapa daerah
serta pulau-pulau di dunia. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan
meningkat. Berikut ini merupakan grafik peningkatan tinggi rata-rata
muka laut yang diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil
secara geologi.

8. Hewan dan tumbuhan


Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup
yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena
sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam
pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi
ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan
mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru
karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan
tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi
perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke
utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau
lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe
spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah
menuju kutub mungkin juga akan musnah. Akibatnya
ratusan spesies tumbuhan dan hewan terancam punah.

9. Kesehatan manusia
Di dunia yang hangat, para ilmuan memprediksi
bahwa lebih banyak orang yang terkena penyakit atau
meninggal karena stres panas. Wabah penyakit yang biasa
ditemukan di daerah tropis, seperti penyakit yang
diakibatkan nyamuk dan hewan pembawa penyakit lainnya,
akan semakin meluas karena mereka dapat berpindah ke
daerah yang sebelumnya terlalu dingin bagi mereka. Saat
ini, 45 persen penduduk dunia tinggal di daerah di mana
mereka dapat tergigit oleh nyamuk pembawa parasit
malaria. persentase itu akan meningkat menjadi 60 persen
jika temperatur meningkat. Penyakit-penyakit tropis lainnya
juga dapat menyebar seperti malaria, demam dengue,
demam kuning, dan encephalitis. Para ilmuan juga
memprediksi meningkatnya insiden alergi dan penyakit
pernafasan karena udara yang lebih hangat akan
memperbanyak polutan, spora mold, dan serbuk sari.

10 Pertanian
Banyak orang beranggapan bahwa bumi yang hangat
akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya.
Namun untuk beberapa tempat hal ini tidaklah benar. Sebagai
contoh daerah bagian selatan Kanada, mungkin akan mendapat
keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya
masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di
beberapa dareah bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh.
Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari
gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack
(kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir
alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam.
Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan
serangga dan penyakit yang lebih hebat.

GAS GAS YANG TERDAPAT PADA EFEK


RUMAH KACA
Sumber

NAMA GAS RUMAH KACA


CO

Pembakaran bahan bakar fosil dan biomas

CO2

Pembakaran bahan bakar fosil dan Pembabatan hutan

CH4

Pertanaman padi
Peternakan, tanam Produksi bahan bakar fosil

NOx

Pembakaran bahan bakar fosil dan biomas

NO2

Pemupukan Nitrogen
Pembabatan hutan
Pembakaran biomas

SO2

Pembakaran bahan bakar fosil dan emisi bahan bakar

CFCs

Semprotan aerosol,
Pendingin, busa