Anda di halaman 1dari 4

Mitos-mitos Seputar Organ Reproduksi

By selviafebriani on Juni 2, 2013 | Tinggalkan komentar


Pernahkah kalian mendengar mitos bahwa perempuan yang sudah tidak perawan
bisa dilihat dari caranya berjalan? Mitos bahwa nanas bisa menyebabkan
keguguran. Itu adalah contoh mitos reproduksi yang beredar di masyarakat.
Apakah mitos itu? Apakah kalian tahu arti kata mitos? Mitos adalah informasi
yang sebenarnya salah tapi dianggap benar, yang telah diyakini, beredar, dan
populer di masyarakat. Mitos cepat sekali berkembang di masyarakat, padahal
kebenarannya masih dipertanyakan dan sering tidak akurat atau tidak sesuai
dengan fakta yang sebenarnya. Banyak masyarakat yang percaya kepada mitos
karena mereka sulit mendapat informasi yang akurat dan biasanya malas untuk
mencari serta mendapat informasi yang benar, oleh sebab itu mereka dengan
mudahnya menerima segala informasi yang sifatnya desas-desus atau gosip
semata. Bagaimana dengan kamu sendiri? Apakah kalian percaya dengan mitosmitos seputar kesehatan reproduksi?
Berkaitan dengan organ reproduksi, pernahkah kamu pernah mendengar mitosmitos seputar organ reproduksi?
Mitos seputar alat atau organ reproduksi yang beredar di masyarakat ada
banyak, antara lain:
1. Ukuran penis berpengaruh terhadap kualitas sperma. Pernahkah kalian
mendengar mitos bahwa semakin besar ukuran penis pria, kulitas spermanya
semakin bagus? Faktanya, kualitas sperma tidak dipengaruhi oleh ukuran
penis seseorang. Kualitas sperma berhubungan langsung dengan kesuburan
pria. Kesuburan pria berkaitan dengan beberapa faktor, misalnya ukuran
sperma (bukan ukuran penis), bentuk sperma, dan jumlah sperma yang
diejakulasikan. Sperma fertil mempunyai bentuk dan ukuran seragam,
motilitasnya tinggi, dan dalam satu ejakulasi pria bisa menghasilkan 300
juta sperma.
2. Sperma sama dengan cairan semen. Kalian tentu pernah mendengar
pernyataan bahwa cairan yang dikeluarkan oleh penis pria disebut dengan
sperma, dan ada pula yang menyebut semen. Apakah sperma dan semen itu
sama? Faktanya, sperma berbeda dengan cairan semen. Cairan semen atau
cairan seminalis terdiri dari sekresi testis, epididimis, vesika seminalis,

prostat, dan kelenjar bulbourethral. Dengan kata lain, semen terdiri dari
spermatozoa dan cairan yang dihasilkan dari seluruh kelenjar kelamin dan
saluran kelamin.
3. Kencing sambil duduk itu lebih bagus untuk kesehatan kandung kemih.
Mungkin sebagian orang pernah mendengar bahwa proses pengosongan
kandung kemih atau buang air akan lebih efisien jika dilakukan dengan
duduk daripada berdiri. Faktanya banyak pria yang melaporkan hal
sebaliknya karena ketika kencing sembari duduk maka akan menciptakan
sudut yang sangat akut pada uretra sehingga bisa-bisa melukai uretra itu
sendiri karena pada pria uretranya memang lebih panjang. Jadi bagi pria,
kencing berdiri itu jauh lebih efektif daripada sambil duduk.
4. Air mani hanya mengandung protein. Kendati ada banyak studi yang
telah mengungkapkan berbagai manfaat kesehatan dari air mani tetapi
banyak yang mengira jika cairan itu mengandung protein yang tinggi dan
karbohidrat dalam jumlah yang rendah. Air mani itu sebagian besar
mengandung gula buah (fruktosa) dan enzim-enzim, bukannya rendah
karbohidrat.
5. Alat reproduksi wanita disebut dengan vagina. Kebanyakan orang
menyebut keseluruhan daerah genital wanita dengan vagina, padahal
sebenarnya yang dapat dilihat dari luar adalah vulva. Yang termasuk di
dalamnya adalah labia bagian dalam dan luar, klitoris, pembukaan untuk
uretra dan vagina. Vagina yang sebenarnya adalah struktur internal organ
genital, bersama dengan bagian lain dari sistem reproduksi wanita termasuk
leher rahim, rahim, indung telur dan saluran telur (tuba fallopii).
6. Klitoris hanya organ kecil merah muda yang tidak ada fungsinya.
Klitoris memiliki 8.000 ujung saraf yang ditujukan untuk kenikmatan
seksual, yang besarnya dua kali lipat jumlah saraf kenikmatan di penis.
Meskipun klitoris masuk ke dalam vagina sekitar 3 inci, klitoris dianggap
sebagai organ eksternal. Klitoris merupakan kelenjar yang memiliki akar
tersembunyi di dalam tubuh, sehingga ada pula yang menyebutnya sebagai
organ internal. Dengan kata lain, bagian yang paling terlihat dari klitoris
hanya sebagian kecil saja karena sesungguhnya klitoris memanjang ke
dalam seperti akar pohon. Panjang seluruh klitoris telah diperkirakan hampir
empat inci.

Pernahkah kalian mendengar mitos bahwa perempuan yang sudah tidak perawan
bisa dilihat dari caranya berjalan? Mitos bahwa nanas bisa menyebabkan
keguguran. Itu adalah contoh mitos reproduksi yang beredar di masyarakat.
Apakah mitos itu? Apakah kalian tahu arti kata mitos? Mitos adalah informasi
yang sebenarnya salah tapi dianggap benar, yang telah diyakini, beredar, dan
populer di masyarakat. Mitos cepat sekali berkembang di masyarakat, padahal
kebenarannya masih dipertanyakan dan sering tidak akurat atau tidak sesuai
dengan fakta yang sebenarnya. Banyak masyarakat yang percaya kepada mitos
karena mereka sulit mendapat informasi yang akurat dan biasanya malas untuk
mencari serta mendapat informasi yang benar, oleh sebab itu mereka dengan
mudahnya menerima segala informasi yang sifatnya desas-desus atau gosip
semata. Bagaimana dengan kamu sendiri? Apakah kalian percaya dengan mitosmitos seputar kesehatan reproduksi?
Berkaitan dengan organ reproduksi, pernahkah kamu pernah mendengar mitosmitos seputar organ reproduksi?
Mitos seputar alat atau organ reproduksi yang beredar di masyarakat ada
banyak, antara lain:
1. Ukuran penis berpengaruh terhadap kualitas sperma. Pernahkah kalian
mendengar mitos bahwa semakin besar ukuran penis pria, kulitas spermanya
semakin bagus? Faktanya, kualitas sperma tidak dipengaruhi oleh ukuran
penis seseorang. Kualitas sperma berhubungan langsung dengan kesuburan
pria. Kesuburan pria berkaitan dengan beberapa faktor, misalnya ukuran
sperma (bukan ukuran penis), bentuk sperma, dan jumlah sperma yang
diejakulasikan. Sperma fertil mempunyai bentuk dan ukuran seragam,
motilitasnya tinggi, dan dalam satu ejakulasi pria bisa menghasilkan 300
juta sperma.
2. Sperma sama dengan cairan semen. Kalian tentu pernah mendengar
pernyataan bahwa cairan yang dikeluarkan oleh penis pria disebut dengan
sperma, dan ada pula yang menyebut semen. Apakah sperma dan semen itu
sama? Faktanya, sperma berbeda dengan cairan semen. Cairan semen atau
cairan seminalis terdiri dari sekresi testis, epididimis, vesika seminalis,
prostat, dan kelenjar bulbourethral. Dengan kata lain, semen terdiri dari
spermatozoa dan cairan yang dihasilkan dari seluruh kelenjar kelamin dan
saluran kelamin.

3. Kencing sambil duduk itu lebih bagus untuk kesehatan kandung kemih.
Mungkin sebagian orang pernah mendengar bahwa proses pengosongan
kandung kemih atau buang air akan lebih efisien jika dilakukan dengan
duduk daripada berdiri. Faktanya banyak pria yang melaporkan hal
sebaliknya karena ketika kencing sembari duduk maka akan menciptakan
sudut yang sangat akut pada uretra sehingga bisa-bisa melukai uretra itu
sendiri karena pada pria uretranya memang lebih panjang. Jadi bagi pria,
kencing berdiri itu jauh lebih efektif daripada sambil duduk.
4. Air mani hanya mengandung protein. Kendati ada banyak studi yang
telah mengungkapkan berbagai manfaat kesehatan dari air mani tetapi
banyak yang mengira jika cairan itu mengandung protein yang tinggi dan
karbohidrat dalam jumlah yang rendah. Air mani itu sebagian besar
mengandung gula buah (fruktosa) dan enzim-enzim, bukannya rendah
karbohidrat.
5. Alat reproduksi wanita disebut dengan vagina. Kebanyakan orang
menyebut keseluruhan daerah genital wanita dengan vagina, padahal
sebenarnya yang dapat dilihat dari luar adalah vulva. Yang termasuk di
dalamnya adalah labia bagian dalam dan luar, klitoris, pembukaan untuk
uretra dan vagina. Vagina yang sebenarnya adalah struktur internal organ
genital, bersama dengan bagian lain dari sistem reproduksi wanita termasuk
leher rahim, rahim, indung telur dan saluran telur (tuba fallopii).
6. Klitoris hanya organ kecil merah muda yang tidak ada fungsinya.
Klitoris memiliki 8.000 ujung saraf yang ditujukan untuk kenikmatan
seksual, yang besarnya dua kali lipat jumlah saraf kenikmatan di penis.
Meskipun klitoris masuk ke dalam vagina sekitar 3 inci, klitoris dianggap
sebagai organ eksternal. Klitoris merupakan kelenjar yang memiliki akar
tersembunyi di dalam tubuh, sehingga ada pula yang menyebutnya sebagai
organ internal. Dengan kata lain, bagian yang paling terlihat dari klitoris
hanya sebagian kecil saja karena sesungguhnya klitoris memanjang ke
dalam seperti akar pohon. Panjang seluruh klitoris telah diperkirakan hampir
empat inci.