Anda di halaman 1dari 19

Laporan Fieldtrip

2016

Hari/tanggal : Kamis, 4 Februari

PT COCA-COLA AMATIL INDONESIA


Disusun oleh:

Gyo Alif Utama

J3E114008

SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN


PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2016

DAFTAR IS

1.

PENDAHULUAN................................................................................. 4
1.1 Latar belakang..............................................................................4
1.2 Tujuan kunjungan industri.............................................................4

2.

KEADAAN UMUM PERUSAHAAN.......................................................4


2.1 Sejarah Coca-Cola di Indonesia.....................................................4
2.2 Visi dan misi Perusahaan..............................................................6
2.3 Jenis Produk..................................................................................6

3.

PROSES PRODUKSI...........................................................................6
3.1 Bahan pembuatan minuman coca-cola.........................................6
3.1.1

Bahan baku.........................................................................7

3.1.2 Bahan tambahan....................................................................7


3.1.3 Proses pengolahan bahan.......................................................8
3.2 Proses produksi...........................................................................11
Blowing.......................................................................................... 11
Post Inspection...............................................................................11
Base Cooling.................................................................................. 12
Filling............................................................................................. 12
Neck Spray..................................................................................... 13
Capping.......................................................................................... 13
Cek mat......................................................................................... 13
Date decoding................................................................................13
Labeling......................................................................................... 14
Packaging...................................................................................... 14
Palletiser........................................................................................ 14
4.

KESIMPULAN DAN SARAN...............................................................15


4.1 Kesimpulan................................................................................. 15
4.2 SARAN......................................................................................... 15

5.

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................16

DAFTAR GAMBAR
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar

1
2
3
4
5
6
7

Blowing.............................................................................................
Post Inspection.................................................................................
Filling................................................................................................
Capping............................................................................................
Labelling...........................................................................................
Packaging.........................................................................................
Palletiser...........................................................................................

1. PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Kunjungan

Industri

merupakan

salah

satu

sarana

untuk memperkenalkan dunia kerja kepada masyarakat, salah


satunya mahasiswa. Disamping untuk mengetahui kondisi dunia
kerja, kunjungan industri juga berperan dalam membentuk pola
pikir dan semangat pelajar untuk berpikir ke arah yang lebih
luas, sehingga diharapkan dapat tercipta pelajar yang kreatif dan
tidak

asing

dengan

dunia

kerja

dan

diharapkan

mampu

menciptakan lapangan kerja sendiri.


Kunjungan Industri yang kami laksanakan ini merupakan
salah satu upaya untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia
yang kreatif agar nantinya dapat bersaing secara sehat di dunia
kerja khususnya dalam

bidang pangan.

Dengan

adanya

kunjungan industri ke PT. Coca Cola Amatil Indonesia ini


diharapkan antara mahasiswa dan perusahaan dapat saling
bertukar informasi sehingga dapat menjalin hubungan yang
saling menguntungkan baik bagi pihak Universitas maupun pihak
PT. Coca Cola Amatil Indonesia.

1.2 Tujuan kunjungan industri


Untuk memperluas pengetahuan mahasiswa mengenai
bagaimana proses pengolahan pada industry tersebut dan proses
jalannya distribusi sampai ke tangan konsumen.

2. KEADAAN UMUM PERUSAHAAN


2.1 Sejarah Coca-Cola di Indonesia
Coca-cola pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada
tahun 1962 dan diproduksi secara local sejak tahun 1932.

Setelah sempat berhenti beroperasi pada tahun 1942, Coca-Cola


mulai dari diproduksi kembali oleh Indonesia Bottler Limited
(IBL), perusahaan nasional yang didirikan oleh TH Ticoalu, Tatang
Nana, dan Harry Handoyo. Pabrik tersebut memproduksi 1.0001.500 cases Coca-Cola setiap harinya, dan mempekerjakan 25
orang yang dibantu oleh 3-7 truk untuk pendistribusian.
Sejak tahun 1960-an, berbagai produk The Coca-Cola
Company telah diperkenalkan ke pasar Indonesia. Dan pada
tahun 2000, 10 operasi pembotolan dikondolidasikan di bawah
Coc-Cola Amatil Indonesia.
Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) merupakan produsen
dan distributor minuman non-alkohol siap minum terkemuka
yang telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1992. CCAI
memproduksi dan mendistribusikan produk di bawah lisensi The
Coca-Cola Company. Kantor pusat Coca-Cola Amatil (CCA)
terletak di Sydney, Australia, dan telah terdaftar di Bursa Efek
Australia. Dengan kapitalisasi pasar lebih dari US $ 10,2 miliar,
induk perusahaan CCAI ini, adalah salah satu dari 20 perusahaan
unggulan di Australia.
CCA adalah salah satu perusahaan pembotolan terbesar
minuman non-alkohol siap minum di wilayah Asia-Pasifik dan
salah satu dari 5 perusahaan pembotolan Coca-Cola terbesar di
dunia. CCA mempekerjakan hampir 16.000 orang dan memiliki
akses ke lebih dari 270 juta konsumen melalui lebih dari 690.000
pelanggan aktif CCA memiliki sejarah yang kaya dan beragam
karena telah beroperasi lebih dari 100 tahun. Saat in CCA
beroperasi di enam negara, yaitu Australia, Selandia Baru, Fiji,
Indonesia, Papua Nugini dan Samoa.
CCA di Indonesia mempekerjakan lebih dari 8.000 peserta
local secara permanen dan antara 2.000 hingga 4.000 pekerja

sementara sesuai kebutuhan. Sejumlah besar pihak ekternal


seperti

pelanggan,

pemasok,

dan

penyedia

layanan

juga

memperoleh pendapatan dari hasil berbisnis dengan CCAI. Saat


ini CCAI memiliki 9 pabrik di seluruh Indonesia, yaitu Cibitung,
Cikedokan, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Medan, Padang,
dan Lampung beroperasi lebih dari 85 pusat distribusi di seluruh
Indonesia. Untuk sumber bahan dasar minuman, jasa dan
baramg yang tidak terkait dengan produk, CCAI memiliki lebih
dari 2.800 pemasok.

2.2 Visi dan misi Perusahaan


Visi
a. Menjalankan filosofi usaha dari Coca-Cola Amatil Indonesia.
b. Menerapkan system manajemen kualitas berstandar ISO
9002 secara konsisten.
c. Melaksanakan pedoman lingkungan bertaraf Internasional
secara konsisten.
d. Peduli
terhadap

keselamatan,

kesehatan,

dan

kesejahteraan karyawan PT Coca-Cola Amatil Indonesia.


e. Menjadi perusahaan yang bertanggung jawab terhadap
lingkungan.
f. Menjadi perusahaan produsen minuman terbaik di Asia
Tenggara.
Misi
a. Bertekad untuk memberikan nilai terbaik bagi pemegang
saham dengan menjadi perusahaan yang tumbuh besar
dalam perusahaan minuman.
Segala kegiatan PT Coca-Cola Amatil Indonesia harus sesuai
dengan peraturan pemerintah dan The Coca-Cola Company

melalui kinerja yang terbaik sehingga dapat menjaga kualias


yang tinggi dan ramah lingkungan.

2.3 Jenis Produk


PT Coca-Cola Amatil Indonesia selain mempunyai produk
Coca-Cola sendiri, perusahaan ini juga mengeluarkan beberapa
produk yang sudah dikenal dipasaran yaitu Minute maid pulpy
fruitbite, Sprite, Fanta, Frestea, Aquarius, AdeS, Schweppes, dan
A&W.

3. PROSES PRODUKSI
3.1 Bahan pembuatan minuman coca-cola
Bahan baku dan bahan tambahan merupakan salah satu
komponen penting yang digunakan untuk memproses atau
membuat suatu produk. Bahan yang digunakan untuk membuat
coca-cola di cek dahulu sebelum digunakan. Bila ditemukan
penyimpangan yang terdapat pada bahan yang akan digunakan
akan dikembalikan ke supplier dengan membuat berita acara
ketidak sesuaian bahan. Kecuali untuk gula, konsentrat, dan
closure dilakukan pemusnahan.
3.1.1

Bahan baku

Air
Air merupakan komponen utama bahan baku dalam
pembuatan minuman karbonasi. Air digunakan sebagai pelarut
dalam simple syrup, proses mixing beverage, sanitasi mesin dan
seluruh proses produksi.
Gula
Pemakaian gula dalam proses produksi juga mempengaruhi
hasil produksi karena gula sebagai pemanis.Gula yang digunakan
sebelumnya di cek terlebih dahulu sebelum masuk ketempat
penyimpanan, pengecekan terhadap gula yaitu dengan melihat

kemasan gula harus dalam keadaan bak dan utuh, tidak terdapat
baud an benda asing dan memiliki jaminan halal.
Karbondioksida (CO2)
Karbondioksida adalah bahan penting yang digunakan
dalam pembuatan minuman coca-cola yang berfungsi sebagai
pengawet dan penyegar. Didalam minuman, CO2 memiliki
penampilan gelembung-gelembung yang memberi kesan segar.
Gelembung-gelembung

CO2

tersebut

juga

memberi

efek

kepuasan yang sangat khas apabila dikonsumsi yaitu rasanya


yang menggigit di lidah (Fepriyana, 2007).
Konsentrat
Konsentrat merupakan salah satu formula pokok dalam
minuman coca-cola. Berfungsi memberikan rasa, bau, warna dan
pengawet pada minuman coca-cola. Konsentrat berbentuk cairan
pekat dikemas dalam wadah yang tahan terhadap bocor,
berbahan plastic food grade berbentuk jerigen.
3.1.2 Bahan tambahan
Preform
Merupakan bahan untuk pembuatan botol plastik PET.
Preform memiliki bentuk yang hampir sama dengan tabung
reaksi dimana memiliki ukuran yang berbeda-beda sesuai
dengan volume botol yang akan diproduksi.
Closure
Closure berfungsi sebagai penutup botol, memiliki ulir yang
berfungsi untuk mengunci tutup dengan botol. Pada closure
sudah terdapat logo perusahaan yaitu logo coca-cola company.
Plastik LDPE
Plastik ini berfungsi melapisi produk yang sudah tersusun.
Setiap pack terdiri dai 12 botol. Setelah botol disusun, botol
ditutup menggunakan plastik LDPE, kemudian dilakukan proses

pemanasan agar plastik dapat mengepak secara rapat susunan


botol tersebut.
Plastik warp
Berfungsi pada saat proses pallestiser, yaitu mengemas
produk dalam skala besar. 1 pallet terdiri dari 30 pack, kemudian
dililit dengan plastik warp agar produk terlindungi dari gesekan
pada saat distribusi.
Layer pad
Pembatas antara lapisan pack produk yang telah disusun
diatas pallet. Bertujuan agar produk yang disusun dapat berdiri
tidak terjatuh saat distribusi.
3.1.3 Proses pengolahan bahan
Pengolahan Air
Air yang menjadi bahan baku pada produk ini di proses kembali
dengan menggunakan beberapa pengolahan yaitu :
a. Multi Layer filter (MLF)
Sebelum bahan baku air (raw water) masuk kedalam
proses multi layer filter, raw water dossing chlorine
bertujuan

untuk

menghilangkan

mikroorganisme

yang

terdapat pada raw water. Apabila raw water masih terdapat


mikroorganisme

hal

ini

akan

menyebabkan

media

penyaring di dalam multi layer filter lama kelamaan akan


tersumbat. Penyaringan bertujuan untuk menghilangkan
endapan dan menjernihkan.
b. Filter water tank
Air yang disaring menggunkan multi layer filter
ditampung di filter water tank. Didalam filter water tank
dlakukan

pemberian

mikroorganisme

chlorine

pada

air.

untuk
Untuk

menghilangkan
membunuh

mikroorganisme dibutuhkan kontak 30 menit dengan kadar


clhorine 1-3 ppm.
c. Active carbon filter

Penyaringan menggunakan karbon aktif ini berfungsi


untuk menghilangkan bau, rasa dan menjerap chlorine.
Perusahaan ini menggunakan karbon aktif berbahan arang
tempurung kelapa karena mudah didapat. Material padat
air yang dialirkan melalui karbon aktif akan dijerap melalui
pori-pori yang terdapat pada

karbon aktif, sehingga

material akan tertahan didalam pori karbon aktif.


d. Reserve osmosi (RO)
Setelah disaring dengan karbon aktif, kemudian air
dialirkan

melalui

chlorine

scavenger

berfungsi

untuk

menyaring chlorine dan karbon aktif yang lolos setelah


penyaringan. Bertujuan agar membran yang terdapat pada
reserve osmosis tidak rusak. Resesrve osmosis merupakan
proses

penyaringna

bertekanan

tinggi

dengan

menggunakan membran semipermeable yang berfungsi


sebagai penghalang semua garam terlarut dan molekul
organik.
e. Holding tank
Setelah

air

dialirkan

ke

reserve

osomosis,

air

ditampung di dalam holding tank untuk diberi chlorine, hal


ini bertujuan untuk membunuh mikroorganisme dalam air.
Untuk membunuh mikroorganisme dibutuhkan kontak 30
menit dengan kadar chlorine 1-3 ppm.
f. Poalising filter
Alat penyeringan berukuran 1 mikron yang bertujuan
untuk

menyaring

partikel

karbon

yang

lolos

setelah

penyaringan karbon aktif. Kemudian air di suplai ke area


poduksi dan area sirup.
Proses pengolahan sirup
Sirup merupakan bagian terpenting dalam produk minuman
Coca-cola. Sirup yang dibuat harus memenuhi standar yang telah
ditetapkan, karena sirup dapat mempengaruhi kualitas, rasa dan
aroa minuman Coca-Cola.

a. Hopper
Penampungan semntara sebelum dilarutkan. Alat ini
terbuat dari stainless steel berbentuk kerucut untuk
memudahkan pada saat memasukkan bahan.
b. Strew Conveyor
Merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan
gula ke dissolver tank secara horizontal. Alat ini berupa
pipa ulir yang disusun pada pipa atau pada poros yang
berputar di dalam tabung.
c. Dissolver tank
Terjadi proses dissolving yaitu pelarutan gula dengan
treated water dengan suhu 600C sampai larut homogen.
Didalam dissolver tank terdapat pengukur derajat brix,
sehingga sirup yang akan ditransfer kedalam simple syrup
tank sudah mencapai brix yang ditetapkan.
d. Filter Bag
Seperangkat alat penyaring dengan ukuran tertentu
yang berfungsi sebagai penyaring larutan gula dari benda
asing.
e. Plate heat exchanger (PHE)
Alat yang digunakna untuk mengatur suhu saat
proses pembuatan sirup. Pada proses pembutaan sirup
dilakukan proses preheating dengan suhu 600C, heating
dengan suhu 800C dan cooling dengan suhu <300C. prinsip
kerja PHE yaitu terjadinya perpindahan panas secara
langsung yaitu fluida panas akan bercampur dengan fluida
dingin tanpa adanya pemisah dan secra tidak langsung
begitupun sebaliknya untuk suhu dingin, fluida dingin akan
bercampur dengan fluida panas (Artono 2002).
f. Simpe Syrup Tank
Tempat penampungan simple syrup suhu <300C.
g. Concentrate Tank
Tempat penampungan konsentrat sebelum dilakukan
pencampuran dengan simple syrup. Kapasitas konsentrat
yaitu 500 L. Di dalam konsentrat tank terjadi pengenceran
konsentrat dengan treated water.

h. Mixing Tank
Tempat pencampuran dan pengadukan konsentrat
dan

simple

syrup

dengan

perbandingan

yang

telah

diterapkan. Di dalam mixing tank terdapat pengaduk yang


berputar

sehingga

campuran

yang

terdapat

dalam

minuman tercampur secara homogen.

3.2 Proses produksi


Proses produksi yang terjadi pada pembuatan
minuman Coca-cola dimula dari pembuatan botol PET, pengisian
produk hingga pengemasan.
Blowing
Merupakan proses pembuatan botol plastik. Preform
dimasukkan kedalam tempat penampungan kemudian
ditransfer menuju proses pemanasan menggunakan sinar
ultra violet dengan suhu 126 0C. Pemanasan ini bertujuan
untuk melunakan tekstur preform agar mudah dibentuk.
Preform yang telah dipanaskna kemudian dilewtkan pada
gate yang akna mendeteksi apakah preform tersebut layak
untuk dbentuk menjadi botol. Bila preform tidak layak gate
tersebut

secara

otomatis

akan

membuang

preform.

Kemudian preform masuk kedalam pencetakan (Mold).


Setelah masuk kedlaam cetakan kemudian dihembuskan
udara tekanan tinggi 28 bar dengan suhu 710C. Proses ini
bertujun untuk membentuk botol.

Gambar 1 Blowing

Post Inspection
Pemeriksaan yang dilakukan pada botol yang sudah
terbentuk. Didalam proses ini terdapat sensor otomatis
yang akan membuang kemasan yang tidak terbentuk
sempurna.

Gambar 2 Post Inspection

Base Cooling
Proses penyemprotan bagian bawah dengan air
dingin.

Berfungsi

untuk

mendinginkan

botol

dan

memadatkan bagian bawah botol. Hal ini bertujuan agar


pada saat proses pengisian bagian bawah botol tidak
cembung.

Filling
Sebelum proses pengisian terjadi proses paramix
yaitu pencampuran air, finished syrup dan CO2. Air yang
dicampurkan

sebelumnya

mempermudah

proses

dideaerasikan,

karbonasi.

untuk

Deaerasi

adalah

perlakuan terhadap air untuk menghilangkan gas-gas yang


larut dalam air. Bertujuan agar CO2 mudah terikat oleh
sirup. Kemudian air yang telah dideaerasikan dicampur
dengan finished syrup dengan perbandingan yang telah
ditetapkan. Hasil pencampuran dilewatkan melalui PHE
untuk di dinginkan agar suhu sirup berubah menjadi 4-7 0C.
Pendinginan ini bertujuan agar CO2 yang terdapat pada
produk tidak menguap. Setelah itu sirup diinjeksikan CO2
kemudian

dilakukan

pengisian

pada

botol.

Pengisian

dilakukan dengan menggunakan 100 buah filling valve


yang mengalir melalui dinding botol. Hal ini betujuan untuk
mencegah timbulnya buih yang berakibat pada reject
karena gas volume.

Gambar 3 Filling

Neck Spray
Penyemprotan dengan treated water bagian mulut
botol setelah proses filling. Bertujuan untuk membilas sisa
filling yang menempel pada bagian mulut botol. Hal ini
dilakukan untuk meminimalisirkan terjadinya kontaminasi.
Capping
Proses penutupan botol menggunakan closure.
Setelah dilakukan filling dan neck spray. Penutupan ini
dilakukan menggunakan capper mechine.

Gambar 4 Capping

Cek mat
Botol yang sudah ditutup kemudian dilakukan cek
mat. Untuk mengukur level ketinggian isi botol dan juga
untuk menghitung jumlah produk yang telah diproduksi
serta produk yang keluar dari conveyor. Cek mat berupa
sensor yang akn mendeteksi botol low fill dan high fill.
Date decoding
Pemberian

kode

pada

botol.

Kode

tersebut

memberikan informasi waktu penyimpana produk yang


baik dan kode produksi.
Labeling
Produk yang telah diberi kode pada botol kemudian
dilabeli. Label berisi tentang identitas produk sepeti
informasi merk, komposisi, dan lain-lain.

Gambar 5 Labelling

Packaging
Proses pengemasan kedalam kemasan plastic LDPE
yang

telah

mendapatkan

dengan

suhu

220 0C

pengemasan

yang

baik.

dipanaskan
hasil

agar
Setiap

kemasan pack berisi 12 botol.

Gambar 6 Packaging

Palletiser
Produk yang sudah di pack kemudian disusun di atas
pallet untuk memeprmudah transportasi dan penyimpanan.
Dalam 1 pallet terdiri dari 30 pack untuk produksi 1.5 L dan
42 pack untuk produk 1L dengan susunan bertumpuk 3.
Setelah disusun kemudian dililit dengan plastik warp.

Gambar 7 Palletiser

4. KESIMPULAN DAN SARAN


4.1 Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa produk Coca-Cola menjaga
pengawasan mutu yang terus dilakukan secara kontinu untuk
menjaga kualitas dari minuman tersebut. Selain itu produk Coca-

Cola juga melakukan pengecekan bahan baku dan bahan


penolong sebelum dibuat menjadi minuman.

4.2 SARAN
Sebaiknya perusahaan selalu meperhatikan pengolahan
dari produk. Selain dari pengolahan bahan baku juga teknologi
yang digunakan untuk mengolah bahan baku. Apabila bahan
baku

mengalami

kerusakan

dapat

menyebabkan

produksi

tertunda dan bisa menyebabkan kerugian pada perusahaan


tersebut.

5. DAFTAR PUSTAKA
Anonim.

2016.

Gambar

Blowing.

http://g04.s.alicdn.com/kf/HTB1YUjNHFXXXXcMXFXXq6xXF
XXXs/bottle-mould-for-automatic-blowing-machine.jpg. ( 26
Februari 2016)
Anonim.

2016.

Gambar

Post

Inspection.

http://www.sinpack.com.cn/Uploads/201409/5409179600e1
2.png. (26 Februari 2016)
Anonim.

2016.

Gambar

Filling.

http://us.images.detik.com/content/2015/12/01/484/1.galer
iichitan.jpg. (26 Februari 2016)
Anonim

2016.

Gambar

Capping.

http://g01.s.alicdn.com/kf/HTB13zCMGVXXXXbfXpXXq6xXF
XXXJ/201151837/HTB13zCMGVXXXXbfXpXXq6xXFXXXJ.jpg.
(26 Februari 2016)
Anonim.

2016.

Gambar

Labelling.

http://g03.a.alicdn.com/kf/HTB1iLu4IpXXXXaFXFXXq6xXFXX
X5/Automatic-marking-machine-Round-bottle-labelingmachine-The-operation-is-simple-Technology-teach-door-todoor.jpg. (26 Februari 2016)
Anonim. 2016. Gambar Packaging. http://1.bp.blogspot.com/_oYVzyvYsA4/TAXoYeHoTII/AAAAAAAAAAg/bLJJQapY3Ks/s1600/I
MG00069-20091024-1428.jpg. (26 Februari 2016)
Anonim.

2016.

Gambar

Palletiser.

http://4.bp.blogspot.com/-

2Z8hPwPy5I/UMbPzOCCTVI/AAAAAAAAAOo/42w7P308saA/s1600/pall
etizer-robot.jpg. (26 Februari 2016)

Fepriyana D. 2007. Evaluasi Bahan Minuman Berkabonasi.


Surakarta (ID) : Universitas Sebelas Maret.
Kartika Y. 2011. Sistem Rantai Pasok Industri Minuman Soft Drink
[Jurnal]. Padang (ID) : Universitas Andalas.
Riandi H. 1997. Mempelajari Proses Produksi dan Pengendalian
Mutu di PT. Coca-Cola Amatil Jakarta. Bogor (ID) : Institut
Pertanian Bogor.
Susilowati D. 2015. Pengawasan Mutu Minuman Coca-Cola di PT
Coca-Cola

Amatil

Indonesia.

[Laporan].

Program Diploma Institut Pertanian Bogor.

Bogor

(ID)