Anda di halaman 1dari 12

Laporan Praktikum

Masalah Syarat Awal Fungsi dengan


Metode Euler
Diajukan untuk Memenuhi Laporan Kegiatan Praktikum Fisika Komputasi

Disusun oleh :
Nama

: Zohan Syah Fatomi

NIM

: 14/362761/PA/15810

Hari, Tanggal Praktikum

: Kamis, 21 April 2016

Asisten Praktikum

: Hamid Hamadi
: Jinan Ahmad
: Muhammad Egi

LABORATORIUM FISIKA KOMPUTASI


DEPARTEMEN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2016

1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Bagi fisikawan setiap peristiwa fisis di bumi ini dapat digambarkan
sedemikian rupa dengan perumusan matematika. Misalnya mobil yang
bergerak, dapat digambarkan dengan hubungan antara posisi, kecepatan dan
percepatannya. Hubungan antara kecepatan menuju percepatan adalah turunan
dimana dalam pendapatannya dapat menggunakan metode analisis. Namun
pada suatu saat metode analisis kurang bisa mencapai maksimal terlebih lagi
jika fungsi yang dicari adalah masalah yang real kompleks dan non linear.
Maka disitulah letak fungsi metode numerik dalam hal ini adalah persamaan
diferensial dengan masalah syarat awal yang menggunakan metode euler.

1.2

Tujuan
a. Menentukan nilai t , x ( t ) , v ( t ) dan E
b. Menentukan grafik tx ( t ) ,tv ( t ) ,tE dan hubungannya terhadap
nilai h

2. Dasar Teori
Dalam Mencari nilai diferensisasi suatu fungsi dengan syarat awal tertentu secara
numerik dapat menggunakan metode berikut ini :
a. Metode Euler
Tinjau suatu masalah fisika yang diwakili oleh persamaan diferensial berbentuk :
dy
=f (x , y)
dx
Dengan f ( x , y )

adalah fungsi yang diberikan oleh masalah yang bersangkutan

dan oleh karenanya diketahui bentuk eksplisitnya sedang


yang akan dicari pada sebarang
untuk menemukan
pada saat awal
=

y0

dengan

(2.1)

y (x)

x=x 0
y0

x x0

y (x) adalah fungsi

. Di dalam berbagai kasus fisika, masalah

tersebut dipengaruhi oleh adanya persyaratan bahwa

maka nilai fungsi pada keadaan tersebut adalah

y (x 0)

berupa suatu nilai yang diberikan sejak awal. Arti dari

istilah masalah sarat awal merupakan percerminan dari sifat masalah seperti yang
baru saja disinggung tersebut. Salah satu metode numerik masalah syarat awal
tersebut dengan menggunakan metode Euler yang memiliki ungkapan :
(2.2)

y i+1= yi +h f i ,i=1, 2, 3, .

Dengan

x i , yi
h=xi +1x i
. Dengan
y i y ( x i ) , f i f ) dan ukuran langkah

ungkapan tersebut maka saat

y0

dapat dihitung. Kemudian ketika


dan apabila diteruskan maka
y (x)

nilai

diketahui dari syarat awal maka


y1

sudah diperoleh maka

y 3 , y 4 , . , y N

y2

y1

akan

dapat dihitung

akan dapat diperoleh. Ini berarti

sudah berhasil diperoleh untuk sembarang nilai

x yang akan

ditentukan.
Untuk contoh masalah yang ada saat ini adalah gerak osilasi.
Gerak Osilasi
Misal sebuah pegas, maka didalamnya gerakan harmoniknya terdapat persamaan :
dv
F kx
=a= =
dt
m
m
(2.3)
Dengan v

adalah kecepatan sebagai fungsi waktu t , a adalah

percepatan,

adalah gaya dan

x adalah posisi partikel. Dari definisi

kecepetan diperoleh :
dx
=v
dv
Dengan menggunakan metode Euler persamaan di atas akan menjadi :
kx
v i +1=v ih
m

(2.4)

x i+1=x i +h v i
(2.5)
T =2 m/k

h=

tn
n

3. Metode Eksperimen
3.1 Script Komputasi
PROGRAM syarat_awal

(2.6)
(2.7)

IMPLICIT NONE
REAL :: h, k, m, t0, v0, fv, fx, ti, tenaga
INTEGER I, n
k = 1.0
m = 1.0
t0 = 0.0
n=50
x0 = 0.0
v0 = 2.0
fv = -k*x0/m
fx = v0
DO i = 1, n
Ti = i*h
Vi = v0+h*fv
Xi = x0+h*fx
Tenaga = m*vi**2/2.0+k*xi**2/2.0
Print 10, ti, xi, vi, tenaga
V0=vi
X0=xi
Fv = -k*x0/m
Fx=v0
END DO
10 ORMAT (1x,4f10.6)
END PROGRAM syarat_awal

3.2

Soal
1. Ganti parameter pada koding di atas dengan nilai parameter berikut ini :
h=0.5 , n=100
a.
b.

h=0.05 , n=150

2. Ganti parameter pada koding di atas dengan nilai parameter berikut ini :
m=2.0, k=0.5, v 0=4.0
x 0=0.0 , h=0.001
a.
,
b.

m=2.0, k=0.5, v 0=4.0, x 0=3.0, h=0.001

c.

m=1.5, k=2.0, v 0=4.0

d.

m=1.5, k=2.0, v 0=2.0 , x0 =2.0 , n=0.5

x 0=0.0, n=0.05

nilai h ditentukan sendiri agar mendapatkan 1 gelombang.

4. Hasil Eksperimen

Setelah dilakukan pembuatan listing program dan mengcompilenya sehingga


didapatkan hasil berikut ini :
4.1. Data
1. Soal 1.a
t
0.100000
0.200000

x (t)

v (t )

0.200000
0.400000

2.000000
1.980000

2.020000
2.040200

4.900000
5.000000

-2.514750
-2.471226

0.435235
0.686710

3.256698
3.289264

2. Soal 1.b
t

x (t)

v (t )

0.500000
1.000000

1.000000
2.000000

2.000000
1.500000

2.500000
3.125000

49.500000
50.000000

*******
*******

************
************

********
********

3. Soal 2.a
t
0.100000
0.200000

x (t)

v (t )

0.200000
0.400000

2.000000
1.980000

2.020000
2.040200

49.500000

117822.023
438

7854546944.0
00000

50.000000

96449.9375
00

42744.1718
75
101655.187
500

9818183680.000000

4. Soal 2.b
t

x (t)

v (t )

0.001000
0.002000

0.004000
0.008000

4.000000
3.999999

16.000004
16.000008

12.565001
12.566001

2.999200
3.003207

4.007304
4.006554

18.307283
18.307289

5. Soa 2.c

x (t)

v (t )

0.050000
0.100000

0.200000
0.400000

4.000000
3.986667

12.040000
12.080133

5.400000
5.450000

-0.226744
0.012269

4.780272
4.795388

17.189663
17.246962

6. Soal 2.d
t

x (t)

v (t )

0.050000
0.100000

2.100000
2.193333

1.866667
1.726667

7.023333
7.046744

5.400000
5.450000

2.276763
2.403828

2.541298
2.389514

10.027296
10.060720

7. Soal pendahuluan
t
0.100000
0.200000

x (t)

v (t )

0.200000
0.400000

2.000000
1.980000

2.020000
2.040200

4.900000
5.000000

-2.514750
-2.471226

0.435235
0.686710

3.256698
3.289264

4.2. Grafik
1. Soal 1.a

2. Soal 1.b

3. Soal 2.a

4. Soal 2.b

5. Soal 2.c

6. Soal 2.d

7. Soal Pendahuluan

5. Pembahasan
Pada praktikum metode euler yang menggunakan bahasa pemrograman
fortran 90. Kode-kode yang digunakan bertujuan untuk membuat suatu
iterasi/pengulangan agar mendapatkan nilai integrasi dari suatu fungsi dengan syarat
awal tertentu.

Dipercobaan diatas kita membandingkan melakukan beberapa hal menentukan nilai


h agar didapatkan grafik yang berupa 1 gelombang.Nilai h tersebut didapat
dari persamaan 2.6 dan persamaan 2.7.
Hasil perhitungan nilai h :
Soal
2.a
2.b
2.c
2.d
Peran dari

Nilai h
12566.3
12566.3
108.82
108.82
x0

dan

v0

di sini adalah memberikan nilai awal dalam suatu proses

iterasi selanjutnya.
Dari grafik 1.a diketahui bahwa nilai E (energy total) tidak konstan, ini disebabkan
karena hasil yang diperoleh dengan nilai h belum teliti.
Dan jika dibanding dengan analisa analitik ternyata metode ini memiliki hasil yang
cukup bagus.

6. Kesimpulan
1. Hasil perhitungan nilai h :
Soal
2.a
2.b
2.c
2.d

Nilai h
12566.3
12566.3
108.82
108.82

2. Dari grafik 1.a diketahui bahwa nilai E (energy total) tidak konstan, ini
disebabkan karena hasil yang diperoleh dengan nilai h belum teliti
3. Dibanding dengan analisa analitik ternyata metode ini memiliki hasil yang cukup
bagus.

4. Daftar Pustaka
1. Nurwantoro, Pekik . 2001. Petunjuk Praktikum Fisika Komputasi, Univer
sitas Gadjah Mada:Yogyakarta.

2. Nugroho, Fahrudin. 2014.Pemrograman dan Metode Numerik,Universitas


Gadjah Mada:Yogyakarta.

5. Lembar Pengesahan
Yogyakarta, 28 April 2014
Asisten Praktikum

Hamid Hamadi

Asisten Praktikum

Jinan Ahmad

Asisten Praktikum

Praktikan

Muhammad Egi

Zohan Syah Fatomi

6. Lampiran
PROGRAM syarat_awal
IMPLICIT NONE
REAL :: h, k, m, t0, v0, fv, fx, ti, tenaga
INTEGER I, n
k = 1.0
m = 1.0
t0 = 0.0
n=50
x0 = 0.0
v0 = 2.0
fv = -k*x0/m
fx = v0
DO i = 1, n
Ti = i*h
Vi = v0+h*fv
Xi = x0+h*fx

Tenaga = m*vi**2/2.0+k*xi**2/2.0
Print 10, ti, xi, vi, tenaga
V0=vi
X0=xi
Fv = -k*x0/m
Fx=v0
END DO
11 ORMAT (1x,4f10.6)
END PROGRAM syarat_awal