Anda di halaman 1dari 3

Bab 1 Pendahuluan

Penyusunan Standar Minimum Pemenuhan Tingkat Kecukupan


dan Kehandalan SDM Pemanduan, Sarana Bantu dan
Prasarana Pemanduan Pada Perairan Wajib Pandu Kelas I Tanjung Perak

1.1

LATAR BELAKANG

Keberhasilan pelaksanaan pemanduan dan penundaan kapal secara selamat dan efektif sangat dipengaruhi oleh
ketersediaan SDM pemanduan, sarana bantu dan prasarana pemanduan yang cukup dan handal. Hal ini secara tegas
diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 57 Tahun 2015 tentang Pemanduan dan Penundaan Kapal,
bahwa pelaksana pelayanan jasa pemanduan wajib menyediakan SDM pemanduan, sarana bantu dan prasarana
pemanduan yang memenuhi persyaratan dalam jumlah sesuai dengan ukuran dan gerakan kapal per hari.
Adapun komponen yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pemanduan diantaranya adalah: SDM pemanduan, sarana
bantu dan prasarana pemanduan dimaksud antara adalah petugas pandu, operator radio pemanduan, kapal tunda,
kapal pandu, kapal kepil, stasiun pandu, peralatan komunikasi, dan lain-lain. Kecukupan dan kehandalan SDM
pemanduan, sarana bantu dan prasarana pemanduan ditentukan oleh berbagai faktor, antara lain: kondisi perairan,
jumlah kunjungan/gerakan kapal, ukuran kapal dan cakupan wilayah/perairan pandu pada tiap-tiap wilayah/perairan
pandu. Hal ini menyebabkan tingkat kecukupan dan kehandalan SDM pemanduan, sarana bantu dan prasarana
pemanduan di tiap-tiap perairan akan berbeda-beda pula menyesuaikan kondisi perairan dan kunjungan kapal pada
tiap-tiap perairan pandu. Akan tetapi kondisi eksisting, belum terdapat suatu standar minimum pemenuhan terhadap
tingkat kecukupan dan kehandalan SDM pemanduan, sarana bantu dan prasarana pemanduan pada tiap-tiap
wilayah/perairan pandu. Hal ini mengakibatkan masih banyaknya keluhan dari pengguna jasa terhadap kecukupan
maupun kehandalan SDM pemanduan, sarana bantu dan prasarana pemanduan.
Berdasarkan pemikiran tersebut di atas, melalui pelaksanaan kegiatan ini diharapkan diperoleh informasi mengenai
tingkat kecukupan dan kehandalan SDM pemanduan, sarana bantu dan prasarana pemanduan guna mewujudkan
pelaksanaan evaluasi pelayanan pemanduan dan penundaan kapal yang lebih terukur yang pada akhirnya akan
meningkatkan kualitas pelayanan pemanduan dan penundaan kapal di Indonesia.

1.2

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dilaksanakannya Studi Penyusunan Standar Minimum Pemenuhan Tingkat Kecukupan dan Kehandalan SDM
Pemanduan, Sarana Bantu Dan Prasarana Pemanduan Pada Perairan Wajib Pandu Kelas I Tanjung Perak adalah untuk
mengetahui jumlah dan kualifikasi SDM, Sarana Bantu dan Prasarana Pemanduan yang paling sesuai untuk melaksanakan
pelayanan pemanduan dan penundaan kapal di Perairan Wajib Pandu Kelas I Tanjung Perak.
Sedangkan tujuan dari pelaksanaan Studi Penyusunan Standar Minimum Pemenuhan Tingkat Kecukupan dan Kehandalan
SDM Pemanduan, Sarana Bantu dan Prasarana Pemanduan Pada Perairan Wajib Pandu Kelas I Tanjung Perak ini adalah
untuk mendapatkan gambaran detail mengenai jumlah (kuantitatif) dan kualifikasi/spesifikasi (kualitatif) SDM
Pemanduan, Sarana Bantu dan Prasarana Pemanduan yang paling sesuai untuk melaksanakan pelayanan pemanduan dan
Bab 1 | 1

penundaan kapal di lokasi pekerjaan sebagai bahan evaluasi dan peningkatan kualitas layanan jasa pemanduan dan
penundaan kapal.

1.3

RUANG LINGKUP PEKERJAAN

Kegiatan yang dilaksanakan dalam Kegiatan Studi Penyusunan Standar Minimum Pemenuhan Tingkat Kecukupan dan
Kehandalan SDM Pemanduan, Sarana Bantu dan Prasarana Pemanduan Pada Perairan Wajib Pandu Kelas I Tanjung Perak
sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja terdiri dari:
1. Penilaian terhadap kondisi eksisting tingkat kecukupan dan kehandalan SDM Pemanduan, Sarana Bantu dan
Prasarana Pemanduan di lokasi kerja;
2. Rekomendasi terhadap standar minimum kecukupan dan kehandalan SDM Pemanduan, Sarana Bantu dan Prasarana
Pemanduan di lokasi kerja untuk mewujudkan pelaksanaan pemanduan dan penundaan kapal yang baik dan terukur.

1.4

WAKTU PELAKSANAAN

Total waktu pelaksanaan Kegiatan Studi Penyusunan Standar Minimum Pemenuhan Tingkat Kecukupan dan Kehandalan
SDM Pemanduan, Sarana Bantu dan Prasarana Pemanduan Pada Perairan Wajib Pandu Kelas I Tanjung Perak dilaksanakan
pada Tahun Anggaran 2016 selama kurun waktu 5 (lima) bulan atau 150 (seratus lima puluh) hari kalender setelah SPMK
diterbitkan.

1.5

LANDASAN HUKUM

Landasan hukum pelaksanaan Studi Penyusunan Standar Minimum Pemenuhan Tingkat Kecukupan dan Kehandalan SDM
Pemanduan, Sarana Bantu dan Prasarana Pemanduan Pada Perairan Wajib Pandu Kelas I Tanjung Perak antara lain:
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009
3.
4.
5.
6.

tentang Kepelabuhanan;
Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2010 tentang Kenavigasian;
Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2010 tentang Angkutan di Perairan;
Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik;
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 60 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian

Perhubungan, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 68 Tahun 2013;
7. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 62 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Unit
Penyelenggara Pelabuhan, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 44 Tahun
2011;
8. Peraturan
9. Peraturan
10. Peraturan
11. Peraturan

Menteri Perhubungan Nomor PM 25 Tahun 2011 tentang Sarana Bantu Navigasi Pelayaran.
Menteri Perhubungan Nomor PM 26 Tahun 2011 tentang Telekomunikasi Pelayaran.
Menteri Perhubungan Nomor PM 68 Tahun 2011 tentang Alur Pelayaran di Laut.
Menteri Perhubungan Nomor PM 34 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesyahbandaran

Utama.
12. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 93 Tahun 2014 tentang Sarana Bantu dan Prasarana Pemanduan Kapal;
13. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 57 Tahun 2015 tentang Pemanduan dan Penundaan Kapal.
14. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut No. HK. 103/3/9/DJPL-15 tentang Tata Cara Pemberian Surat
Persetujuan Penggunaan Sarana Bantu dan Prasarana Pemanduan Kapal.

Bab 1 | 2

1.6

SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika penulisan Laporan Pendahuluan dari Kegiatan Studi Penyusunan Standar Minimum Pemenuhan Tingkat
Kecukupan dan Kehandalan SDM Pemanduan, Sarana Bantu dan Prasarana Pemanduan Pada Perairan Wajib Pandu Kelas I
Tanjung Perak meliputi:
Bab I Pendahuluan
Bab II Tanggapan Terhadap KAK
Bab III Kajian Konseptual
Bab IV Metodologi
Bab V Gambaran Umum Lokasi Studi
Bab VI Organisasi Pelaksana Pekerjaan
Bab VII Rencana Kerja

1.7

RENCANA KERJA LAPORAN PENDAHULUAN

Untuk mempersiapkan Laporan Pendahuluan, maka dilakukan tahap persiapan dari 4 tahapan pelaksanaan kegiatan yang
direncanakan. Pada tahapan ini dilakukan beberapa kegiatan untuk menyiapkan segala sesuatu untuk tahap pekerjaan
selanjutnya. Diantara kegiatan yang termasuk ke dalam tahap persiapan diantaranya adalah:

1. Persiapan pelaksanaan pekerjaan berupa mobilisasi dan koordinasi tim ahli dan tim pendukung untuk menetapkan
sistem organisasi kerja dan menjelaskan tentang job-description bagi setiap anggota tim serta tata kerja yang
digunakan;

2. Mengumpulkan data awal dan peraturan perundangan terkait dengan pemanduan, SDM serta sarana bantu dan
prasarana pemanduan terutama terkait kondisi di lokasi studi;

3. Menyusun serta memantapkan metodologi kerja dan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan, terutama terkait
dengan tahapan pelaksanaan pekerjaan dan framework of analysis;

4. Menyusun rencana, metoda, dan persiapan pelaksanaan survei, termasuk perizinan/korespondensi, formulir, serta
SDM survei terutama untuk melaksanakan survey instansional dan survei wawancara.

Bab 1 | 3