May 2016

Free Issue 76

Interview
Tasia and Gracia
Tasia and with
Gracia
The
Winner of
My Kitchen
My Kitchen
Rules
WinnerRules
Indonesian Film Festival 2016
Explore the Wonders of Indonesia

Enjoy the Charming
Colours of Autumn
The Warmth of Autumn at
Gembrook Hill Vineyard

Fashion:Autumn Style

JULIANTO
FIRMAN
Area Manager
0406 998 800
Ray White
Glen Waverley

Julianto Firman has the
Ray White _Know How
Introducing a local high achiever
As one of Ray White’s top performers,
we’re proud to have Area Manager
Julianto Firman as part of the
outstanding team at Ray White Glen
Waverley.

Sell your property in
2016 with a Ray White
Premier Agent

Achieved his premier status in his first
year, Julianto offers invaluable insight
and continuous committment. His
passion for innovation and dedication
to building strong relationships with
the local community makes Julianto a
client favourite.
And as a standout member of Australasia’s largest real estate group,
Julianto has the Ray White Know How
that guarantees unrivalled levels of
expertise, knowledge and access to
more immediate buyers to help you
sell your property at the best possible
price.

0406 998 800
julianto.firman@raywhite.com
www.raywhitegw.com
169 Coleman Parade
Glen Waverley VIC 3150

Suite 10, Level 1
17 Carrington road Box Hill 3128
F +613 9890 9899
E info@armultifinance.com.au
W www.armultifinance.com.au

WE WILL FIND THE BEST SUITED LOAN FOR YOU
• Home loan/investment loan

• Non-Resident lending (foreign investor/income)
• Refinance

• Self-Employed & Low Doc

• Business/Commercial loan
• Multi Unit development
• Construction loan

Andyputra Tjandra Wisata
M: +61450 420 908
E: andyputra@armultifinance.com.au

CALL US FOR A FREE

CONSULTATION

Free converyancing for first home buyers.

14

6

Daftar Isi

5
6

11
12

15

EVENT CALENDAR AIBF 2016
PROFILE Tasia and Gracia Seger: Mengangkat Popularitas
Kuliner indonesia di My Kitchen Rules
COVER STORY Ekspresif
OPINI NUIM LGBTI

LAPORAN UTAMA
14 Enjoy The Charming Colours of Autumn
15 Apa Kata Mereka: Autumn Season
16 Autumn dan Keindahan
18 The Warmth of Autumn at Gembrook Hill Vineyard

22

18

38

41
4

20 PROFILE Annie Gobel Menuangkan Kenangan Masa
Kanak-Kanak dalam Karya Seni
22 EVENT Penampilan Terakhir Sang Legenda Heavy Metal:
Black Sabbath
22 FEATURE Text
24 EVENT Butet Manurung: Pahlawan "Orang Rimba"
22 EVENT Mahasiswa & Diaspora Indonesia di Brisbane
Rumuskan Komitmen untuk Percepatan Daya Saing Bangsa
28 BAHASA Pas Dia Masuk, Saya Terhenyak
30 FEATURE Hari Ibu, Penghargaan Perjuangan Kaum Wanita
32 EVENT INDOfest Adelaide: Kecil-Kecil Cabe Rawit
34 FEATURE Adventures Accross Eccentric Indonesia
36 KABAR JAKARTA Transformasi T3U Bandara Soetta Jakarta
38 EVENT IFF 2016: Mengeksplorasi Kekayaan Wajah Indonesia
dalam Karya Film
39 INTERVIEW Djenar Maesa Ayu: Bersuara Lantang melalui
Karya untuk Wanita
40 INTERVIEW Andri Cung: The Sun, The Moon and
The Hurricane
41 INTERVIEW Tara Basro: Menemukan Diri Sendiri
Melalui Akting
41 INTERVIEW Chicco Jericho:Dari Film ke Bisnis Kopi
42 INTERVIEW The Past, Present and Future for the
Indonesian Film Festival
44 BEAUTY Sekilas tentang Aromatheraphy
45 FEATURE Memelihara Siberian Husky
46 TRAVEL Wisata Seri Ke-6: Kepulauan Bangka & Belitung
50 FASHION Autumn Style

ozip.com.au

39

41

50

PRE-EVENT

Australia Indonesia Business Forum 2016

"Pioneering Creative, Aware, and Knowledgeable Young Leaders
for a Sustainable Future".

A

ustralia Indonesia Business Forum 2016 atau yang lebih dikenal dengan nama AIBF 2016, kembali diselenggarakan tahun ini dengan
mengangkat tema "Pioneering creative, aware, and knowledgeable young leaders for a sustainable future". Tujuan utama dari diselenggarakannya acara ini adalah untuk mepererat hubungan Australia dengan Indonesia dengan membekali pengetahuan- pengetahuan bermanfaat mengenai hubungan kedua negara, sehingga membuka peluang pekerjaan yang lebih baik dan kesempatan dalam bidang
bisnis bagi para mahasiswa Indonesia di Australia. AIBF 2016 memiliki tiga komponen utama yaitu high-level panel discussion, business
challenge competition ,sebuah kompetisi untuk pelajar Indonesia untuk mempresentasikan ide start-up terbaik mereka dan career festival, yang memberikan kesempatan untuk terlibat dengan bisnis Australia – Indonesia.

Panel discussion adalah sebuah diskusi bersama para pemimpin bisnis terkemuka yang memiliki wawasan dalam hubungan AustraliaIndonesia dan peluang bisnis yang dapat dilakukan di Australia. Panel Discussion terbagi menjadi tiga bagian yaitu economi political trends,
social entrepreneurship and motivational. Panel discussion juga memberikan kesempatan bagi para partisipan untuk mengajukan pertanyaan seputar Indonesia dan Australia.
Mengenai business challenge, tema yang diangkat
tahun ini adalah ide start-up business yang tidak
hanya menguntungkan namun memiliki nilai lebih
yang dapat memberikan solusi untuk masalahmasalah sosial yang ada di Indonesia dan Australia
secara umum. Setiap regu dibimbing oleh para ahli
dalam rupa feedback dalam aspek profitability dan
tingkat kerealisasian bisnis tersebut.
Tahun ini AIBF kembali mengundang beberapa
pembicara-pembicara terhormat yang akan
membagikan pengalaman serta pengetahuan mereka untuk menambah wawasan para mahasiswa
Indonesia dalam berbagai aspek. Sehingga AIBF
2016 adalah event yang sangat menarik dan bermanfaat bagi para peserta. PPIA Monash, selaku
penyelenggara percaya bahwa dengan diselenggarakannya acara ini, akan memperluas pemahaman
para peserta bukan hanya dalam bidang bisnis
tetapi dalam isu- isu lainnya yang berkaitan dengan
hubungan Australia dan Indonesia.
AIBF 2016 akan diselenggarakan pada 7 May 2016
mendatang, bertempatkan di Monash Caulfield
dan terbuka untuk seluruh mahasiswa di Victoria.
Pendaftaran dibuka mulai 25 April 2016 dan untuk
informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi website
AIBF di http://www.aibf.ppiamonash.org
ozip.com.au

5

Tak ada orang yang
tidak akan dirindukan

TACC1071

Tahun lalu, 252 orang kehilangan jiwanya akibat kecelakan lalu lintas. Mereka
itu adalah ayah, ibu, anak atau teman dari seseorang. Tak ada seorang pun
di jalan raya kita yang tidak akan dirindukan. Tetapi jika kita bekerja sama,
kita dapat mencapai tujuan menghapus angka kematian dan cedera serius.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, kunjungi towardszero.vic.gov.au

6

ozip.com.au

COVER STORY

We offer a big variety of other tours.
Please come in and talk to our
friendly consultants.
Book your trip as soon as possible!!

Sightseeing Day Trip

ber

June - Septem

Price includes
Luxury Coach Return Transfer Entrance Fee
Experienced Driver & Professional Tour Guide

ED THE BEST
GUARANTE
WN
PRICE IN TO

FREE*

Top Seller & SKI SPECIALIST

Snow Season is coming!

FREE*

why not join us to go to Mt Buller?

FREE

Promo special
untuk pelajar-pelajar.

Tunjukkan kartu pelajar kepada staff kami dan akan kami
berikan harga special untuk produk-produk Extragreen.

fr

$

Return Oversnow Transfer
value at

$44* /person

Only at Extragreen

$2XX*

STUDENT SPECIALS
Lowest Price
Guarantee

AIRFARE !!

*All Prices Excluding Taxes

Melbourne to Denpasar

pp

From

From

$335*

From

1 May - 23 Jun 2016

Departure Date: 24 Oct 2016

Melbourne to Jakarta

• All transportation in China, as per itinerary
• All admission/attractions, as per itinerary
• All meals, as per itinerary
• English speaking tour guides
• Tipping for drivers and guides

From

$200*

1 May - 26 Jun 2016

(return)

Jiuzhaigou Maoxian Mt. Emei Chengdu
Zhangjiajie Fenghuang Changsha

$341*

1 May - 31 May 2016

From

$200*

1 May - 26 Jun 2016

(return)

$218*

From

1 May - 31 May 2016

$462*

1 May - 23 Jun 2016

From

$759*

Tasmania 5 Days

From

pp

Guided Cruise Tour

Departure Date: 28 May, 24 Jun, 1 Jul 2016
Accommodations in Tasmania
Accommodations on Spirit of Tasmania
Breakfasts* Professional tour guide*
Sightseeing with Luxury Coach

$285

179*

*Condition Apply

$3900*

Inclusions:
• Return international economy class air ticket & airport
related taxes with Sichuan Airlines
• All domestic economy class air tickets from Chengdu to/
from Changsha with Sichuan Airlines
• 12 nights accommodation in the 4 star hotels,
as per itinerary

$

Buy 2 Get 1 Free

From

Departure rday
Every Satu

FREE*

Ski Equipment, Lift Ticket,
SKi lessons, use of Waterproof
ski pants & Breakfast

fr

Melbourne One Day Tour

14 Days World Heritage
Scenic Wonders Tour

*pp

169

* Overnight
Package

66

Great Ocean Road
Day Tour *Condition Apply

*Conditions Apply

3 nights accommodation
(1 night in Canberra & 2 nights in Sydney)
3 breakfasts*
Coach transportation & sightseeing

$

Discounted & gift vouchers
Free Sightseeing lift ticket worth $30*

Departure Date:
18 May, 22 June, 20 July 2016

Adelaide 4 Days

FREE Tasting
Abalone, Chocolate
& Cheese

4 Days Fully Guided Tour

Daily Departure

$439

From

3 nights accommodation
3 breakfast & all sightseeing
Return transfer with luxury coach
Coach transportation
Professional tour guide GST

*pp

$ 490*
From

pp

3 night accommodation

(one night Tangalooma Resort)

Daily Breakfast Coach & Ferry transportation
Professional Tour Guide (Not on Tangalooma)
GST

*
$ 580pp
*
$ 865pp
*
$ 979pp
*
$1079pp
*
$ 549pp

Hamilton Island 4 Day Tour

From

Sydney +Canberra +
Hamilton Island 7 Day Tour
Gold Coast +
Hamilton Island 7 Day Tour
Hamilton Island +
7 Day Tour
Cairns
Fraser Island 3/4 Day Tour

From

Tangalooma

From

2 Day Tour

From

From

From

*
$ 260pp

China, Singapore and
Malaysia Office

Melbourne City

260 Swanston St,
Melbourne VIC 3000
Tel: 03 9623 9900

extragreenholidays

Box Hill

Glen Waverley

5 Market St,
Boxhill VIC 3128
Tel: 03 9899 2788

ExtragreenLtd#

Free call from Hong Kong: 3500 2143

*

*We offer a big variety of other hotels, please talk to our friendly consultants.

We do Visa Application to any countries

Sydney, Canberra 4 Days Tour

fr

(worth over $100)

Ski Day Trip

Winter is coming to Australia,

Awarded Mt Buller
top producer of the year
since 1994

From

Group Discount for
6 paxs or more

Shop 2B IKON,
39 Kingsway,
Glen Waverley
VIC 3150
Tel: 03 9561 0311
ibooking-extragreen

Free call from China: 9504 038 2643

Sydney City

Shop G1B
Citymark Building,
683 - 689 George St
NSW 2000
Tel: 02 8324 5628

Eastwood

Gold Coast

Shop 47,
Eastwood Shopping Ctr,
160 Rowe St,
Eastwood NSW 2122
Tel: 02 8026 7010

extragreenholidays

Outbound Dep: 9623 9911

extragreen

Brisbane

Shop2,
12 Elkhorn Avenue,
Surfers Paradise
QLD 4217
Tel: 07 5538 0725

1010670567

Domestic Dep: 1300 006 888

Shop A,
9 Lewina Street,
Sunnybank
QLD 4109
Tel: 07 3105 1450

1196239900

1296239900

E-mail: enquiries@extragreen.com.au

Shenzhen
+86 755 2224 9332
Beijing
+86 135 2288 2454
+86 10 8460 8802
Malaysia
+60 8824 0305
Singapore
+65 6534 0818
*Conditions Apply
Extragreen Holidays

Forsper Victoria Pty Ltd
P.O.Box 3211
Wheelers Hill, VIC 3150
t. 61 3 9780 7677
info@ozip.com.au | www.ozip.com.au
EXECUTIVE EDITOR
EDITOR
ASSISTANT EDITOR
MARKETING/SALES
DESIGNERS
ADMINISTRATION
JOURNALISTS

PHOTOGRAPHERS

Lydia Johan
Katrini Nathisarasia
Tim Flicker
Windu Kuntoro
Widi Baskoro
Patricia Vonny
Inez Johan
Katrini Nathisarasia
Ketut Efrata
Windu Kuntoro
Rio S. Migang
Fiyona Alidjurnawan
Windu Kuntoro
Ineke Iswardojo
Steven Tandijaya
Breggy Anderson
Bayun Binantoro
Widi Baskoro

Advertorial and Sales Related Enquiries
Lydia
Phone: 0430 933 778
E-mail: lydia@ozip.com.au
Windu Kuntoro
Phone: 0433 452 234
E-mail: adsales@ozip.com.au
Katrini Nathisarasia
Phone: 0451 020 262
E-mail: ozipeditor@gmail.com
Articles Related and General Enquiries
Katrini Nathisarasia
E-mail: ozipeditor@gmail.com

Design Contributors:
Adela Saputra
Column Contributors:
Adrian Pranata | Andrie Wongso | Jane Lim
Dewi Anggraeni | Nuim Khaiyath
Yapit Japoetra | Hendrarto Darudoyo | Bintang Marisi
Bayun Binantoro | Ineke Iswardojo | Fiyona Alidjurnawan

The views and reviews expressed in this publication are not
necessarily those of the OZIP Magazine and the publisher,
nor do we endorse the advertisements or the contents.
Any materials (statements, views, opinions, articles, photographs,
advertisements) supplied to OZIP magazine by any contributor
or advertiser are at their own risk or responsibility and do not
necessarily represent the views of the publisher,
OZIP magazine and its staff. As we accept no liability for any
inaccuracy, misstatement, misrepresentations or omissions.
No part of this publication can be produced in whole part or
part without permission of OZIP.

FROM THE
EDITOR
Basa-Basi Redaksi
Pembaca tercinta,
Banyak orang yang menjadikan Autumn sebagai musim terfavorit diantara tiga musim yang
lainnya. Selain cuacanya lebih bersahabat, - sudah melewati panas dan belum terlalu dingin - ,
keindahan pohon-pohon dan tanaman yang berubah warna menghadirkan perpaduan warna
warni yang sungguh memanjakan mata. Saatnya mulai menyiapkan kostum yang lebih hangat,
dan menjaga stamina tubuh di tengah perubahan musim. Jangan sampai aktivitas di tengah
keindahan Autumn terganggu oleh kondisi kesehatan yang kurang fit.
Bulan April lalu, warga Melbourne dimanjakan dengan hadirnya Indonesian Film Festival 2016.
Berbagai ragam film mulai dari yang ringan menyenangkan (semacam film Hijab), hingga yang
lebih bersifat art-house (Another Trip to The Moon), tema women-power (Nay), horor (Badoet),
sampai dengan yang berlatar kehidupan LGBTI (The Sun, The Moon and The Hurricane).
IFF berhasil menghadirkan variasi jenis film yang kaya yang cukup menyajikan representasi
kehidupan di Indonesia, dan juga sebagai cerminan kemajuan industri perfilman Indonesia.
Tentunya festival-festival seni budaya semacam ini layak mendapat apresiasi agar terus dapat
berlangsung dan berkesinambungan ke depan.
Selain itu, di edisi ini kami menampilkan profile Tasia dan Gracia, dua dara berdarah Indonesia
yang sukses bertarung di ajang masak memasak bergengsi, My Kitchen Rules (MKR). Debut dua
dara tersebut membawa keseruan tersendiri, setelah tahun lalu Indonesia pun terwakili oleh
Reynold Pernomo dalam ajang yang tak kalah bergengsinya, MasterChef Australia. Tasia dan
Gracia yang memenangkan kompetisi berhadiah $ 250.000 tersebut berhasil mengangkat
popularitas kuliner Indonesia di Australia. Rupanya inspirasi resep-resep masakan yang berbau
Indonesia dapat diterima dan menarik hati (dan pastinya menggoyang lidah!) para juri MKR yang
kesemuanya mempunyai standar internasional.
Akhir kata, kami harap apa yang kami sajikan di edisi ini dapat memberi manfaat sekaligus
penyemangat bagi semua pembaca OZIP tercinta.
Selamat membaca!

DISTRIBUTION POINTS

VICTORIA: ABBOTSFORD: Ying Thai Rest | BRUNSWICK: Mix
Groceries | CARLTON: Killiney Kopitiam | CARNEGIE: Kimchi Grandma
Rest | CAULFIELD: Nusantara Rest, Caulfield Grocery | IPC Church |
CHADSTONE: Bamboe Café & Rest | CITY: KJRI Melbourne, Mid City
Internet, Laguna Oriental Market, Nelayan Indo Rest, Kantor Garuda
Indonesia, Blok M Express, Shalom Rest, Bali Bagus Rest, Extragreen,
Batavia Café | CLAYTON: Hui Li Asian Groceries, Warung Gudeg,
Dapur Indo, Pondok Bamboe Noodle House, Hongkong Supermarket |
DONCASTER : Bakmie Kitchen | FOOTSCRAY: KFL Groceries | GEELONG:
Geelong International Fellowship | Indonesian Association of Geelong|
HAWTHORN: Laguna, Nelayan Rest | LAVERTON: QC Groceries | MT
WAVERLEY: Alfamart NORTHCOTE: Yuni’s Kitchen | POINT COOK:
Glory Asian Grocery, Point Cook Town Center | SOUTH MELBOURNE:
Garamerica Rest, Meetbowl Rest, Ayam Penyet Ny. Ria | RESERVOIR:
Broadway Asian Toko
SYDNEY: CITY: Shalom Indo Rest, Garuda Indonesia | KINGSFORD:
White Lotus Grocery, Shalom Indo Rest, Ayam Goreng 99, Rest Indorasa
| MAROUBRA: KJRI Sydney, Mie Kocok Bandung Rest | RANDWICK:
Randwick Oriental Supermarket
CANBERRA: Indonesian Embassy
ADELAIDE: CITY: 5EBI Radio Station, Pondok Daun, Radio Indonesia,
SPT Tax Office | SOUTH ADELAIDE: Bakulan Indonesian/Asian Groceries |
ROSE PARK Café Gembira | ST.MARYS Bakulan

Cover Photo: Ineke Iswardojo
Model: Tasia & Gracia Seger

PROFILE

Tasia & Gracia Seger
Mengangkat Popularitas
Kuliner Indonesia di My Kitchen Rules

B

ertatap muka dan ngobrol langsung dengan dua dara jelita ini,
benar-benar tak ada bedanya dengan saat menyaksikan mereka
di TV dalam acara kompetisi masak memasak, My Kitchen
Rules (MKR). Seru, spontan, ramah, smart, ekspresif, kompak, dan
humble. Percakapan yang berjalan hampir dua jam bersama mereka
terasa begitu singkat. Obrolan mengalir hangat diselingi celetukanceletukan khas Indonesia dan tawa segar mereka di pagi itu.

Tasia dan Gracia sangat bersemangat menceritakan rencana ke
depan. Hadiah $250.000 yang mereka dapatkan akan digunakan
untuk mewujudkan mimpi mereka, membangun sebuah restaurant.
“Kami ingin sekali membuat resto Indonesia dengan nuansa natural,
citarasa otentik tradisional, tapi dengan tampilan dan plating cantik
ala bintang 5. Memperkenalkan Indonesian food dengan tampilan

Tasia dan Gracia beruntung mempunyai Ibu yang sangat jago memasak.
Keluarga meraka terbiasa dengan ritual makan bersama di meja dengan menu lengkap dan beraneka. “Ibu kami sangat jago masak. Tapi
Nenek kami jauh lebih jago lagi”, ungkap Tasia sambil tertawa. Sedari
kecil, Tasia dan Gracia yang lima bersaudara perempuan semua,
sudah dibiasakan untuk terlibat dalam pekerjaan rumah tangga, salah
satunya memasak. Jadi sedari dini mereka sudah tidak asing lagi dengan alat-alat dapur, pernak pernik bumbu, resep-resep andalan keluarga, mengolah masakan, hingga ke plating agar tampilan makanan
lebih menggoda.
Mencoba mendaftar di MKR, awal mulanya Tasia dan Gracia tidak
terlalu confident. Tapi mereka sepakat untuk mencoba, apalagi di tahun ini keduanya sedang vacuum dari kegiatan kuliah ataupun kerja.
“Bergabung di MKR luar biasa stressful. Bahkan jauh lebih stress dari
yang terlihat di TV. Seringkali kami ingin mundur dan menyerah, tapi
kami selalu menyemangati satu sama lain”, cerita Gracia.
Tahap demi tahap mereka lalui, hingga di Grand Final mereka berhasil meraih nilai sempurna 10 dari 3 juri. Total nilai 57 dari 60 selain
mengantarkan mereka menjadi pemenang, juga memecah rekor nilai
tertinggi selama kompetisi MKR. Tak hanya itu, satu rekor lain pun
mereka pecahkan, yakni peraih nilai tertinggi dalam babak Ultimate
Instant Restaurant.
“Yang paling membanggakan
bukan sekedar menangnya.
Di awal bahkan kami banyak
menerima kritik, dan itu
semua justru membantu
kami untuk terus improve.
Terutama orang-orang Indonesia, mereka benarbenar supportive. Dan
sekarang banyak yang
sudah menagih Sauce
Tasia dan Gracia untuk
segera dijual ke
pasar”, papar
Tasia dengan
antusias.

yang lebih appealing. Kami sadar membuat resto butuh effort besar,
makanya kami sangat berhati-hati dalam melakukan research. Apalagi
Melboune ini dikenal sebagai Foody Teritory. Untuk itu sambil mempersiapkan semua, kita akan fokus di bisnis sauce yang akan segera
kami launch di bulan depan,” ungkap Gracia. “Sauce pertama yang
akan kami release adalah bumbu sate. Kalian harus coba saus buatan
Gracia. Gracia’s satay sauce is so good!” Tasia menambahkan.
Tanpa background formal di bidang kuliner (Gracia bergelar Master
Biomedical Science, sedangkan Tasia di bidang Psikologi), mereka
optimis dengan masa depan mereka di dunia kuliner. “Bulan depan
kami akan pulang ke Indonesia, dan mengeksplor masakan Indonesia.
Saat ini kami masih disibukkan dengan serangkaian
wawancara dari berbagai media Australia maupun Indonesia, juga beberapa undangan cooking
demo, dan meet and greet. Kami sangat excited’, Gracia memaparkan rencana mereka
dalam waktu dekat.
Saat ditanya apa kunci suksesnya, mereka
mengungkapkan,” Kami bersaudara saling
melengkapi satu sama lain sebagai team,
dan kami berdua percaya kunci sukses
kami adalah kerja keras. Go for it, and
don’t be afraid!”
Mengikuti perjalanan Tasia dan
Gracia di MKR, tidak hanya
membuat masakan Indonesia
menjadi makin popular tapi
juga menginspirasi banyak
orang Indonesia untuk tidak
pernah takut mewujudkan
mimpi.
Katrini Nathisarasia
Photo: Ineke Iswardojo

Dalam aliran Ahlussunnah yang dianut oleh sebagian terbesar Muslim di
Indonesia dan di dunia, ada empat mazhab – Hanafi, Hanbali, Maliki dan Syafi’i.
Umumnya Muslim Indonesia mengikuti mazhab Syafi’i.
Meski ada kesepakatan di kalangan semua mazhab bahwa perbuatan LGBTI
berlawanan dengan ajaran Islam namun akan halnya mengenai bentuk
hukuman bagi PELAKU LGBTI berbeda-beda.

LGBTI
Terasa nyaris secara mendadak muncul (ataukah dimunculkan?) isu LGBT di
Tanah Air, yang lambat laun akhirnya memang merembes sampai ke Australia
dan dibahas, dikupas, diperdebatkan di kalangan masyarakat Indonesia,
termasuk oleh para cerdik pandai yang sedang menuntut ilmu di berbagai
perguruan tinggi di Australia.
Tidak jelas kenapa seolah isu L (Lesbian) G (Gay) B (Bisexual) T (Transgender)
dan I (Intersex community) ini menjadi semacam “top of the pop” sebagai
materi pembahasan, pada hal masih banyak kasus lain yang pada hakikatnya
tidak kalah pentingnya, bahkan mungkin lebih penting daripada LGBTI. Kasus
korupsi, misalnya; kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang
menguap entah ke saku atau rekening bank siapa dan di mana sampai ratusan
triliun rupiah. Gara-gara kasus kemurahan hati rezim Orde Baru ini, rakyat
Indonesia sampai hari ini, setiap tahun harus merelakan sekitar 70 triliun rupiah
untuk membayar bunga BLBI.
Kata seorang pakar ekonomi/keuangan di Indonesia, “bunga obligasi rekap 70
triliun rupiah setahun sebenarnya bisa digunakan negara untuk membayar
premi 100 juta warga miskin penerima bantuan iuran BPJS kesehatan selama
3 tahun.”
Bayangkan kesejahteraan 100-juta rakyat bisa terbantu selama jangka waktu
3 tahun. Itu baru bunga obligasi rekap 70 triliun; bagaimana kalau seluruh
atau sebagian besar BLBI dapat dikembalikan ke tangan rakyat? Niscayalah
Indonesia akan menjadi negara dan bangsa yang sangat nyaman, Puskesmas
di mana-mana, sekolah bertaburan, beasiswa membludak!
Tapi sebaliknya mungkin pula para pengusung isu LGBTI berpandangan bahwa
LGBTI dapat mencelakakan ke-250-juta jiwa rakyat Indonesia, sementara soal
BLBI dimaksud “hanya” menyejahterakan 100 juta jiwa rakyat Indonesia. Dalam
demokrasi kepentingan mayoritas wajib lebih diutamakan. Bukankah begitu?
Sementara yang pernah menikmati kucuran kemurahan hati rezim Orde
Baru ini (BLBI) sampai sekarang bebas gentayangan, termasuk yang
bercokol di Singapura, yang tidak bersedia kembali ke Indonesia untuk
mempertanggungjawabkan hutangnya itu kepada rakyat dengan alasan “tidak
dapat terbang karena sakit”. Pada hal bukan satu jalan ke Jakarta. Bisa naik
feri atau kapal pesiar dari Singapura ke Tanjung Priok. Tapi begitulah bangsa
Indonesia memang pelupa dan pema’af.
Tetapi bisa juga kalangan yang memunculkan dan kemudian menggalakkan
perbincangan mengenai isu LGBTI merasa bahwa “kelainan selera” ini lebih
membahayakan serat-serat akhlaq rakyat Indonesia, dan lebih berbahaya
daripada kemiskinan, meski bagi Muslim ada peringatan dalam bentuk sebuah
hadits berbunyi “kemiskinan/kefakiran mendekatkan orang ke kufuran”.
Wallahu a’lam.
Ketika isu LGBTI muncul ke permukaan, para wakil berbagai agama yang diakui
di Indonesia memang mengeluarkan pernyataan mengecam pedas kelainan
ini – bukan hanya agama-agama samawat, seperti Islam dan Kristen (MUI dan
KWI), melainkan juga kalangan Buddhis (Walubi) dan Kong Hu Cu (Matakin).
Dalam Islam perbuatan kaum gay (homoseks) disebut “liwat”, berasal dari
kata (Nabi) Lut (alaihis salaam) yang umatnya dimusnahkan Allah (QS VII:801); (dalam Perjanjian Lama dikenal dengan peristiwa Sodom and Gomorrah
(Kejadian Bab 18-19) – dan dari kata Sodom itu muncul istilah dalam bahasa
Inggris “sodomy”). Sementara perbuatan lesbianisme – perempuan sama
perempuan - disebut “sihaq” dalam bahasa Arab yang arti harfiahnya antara
lain adalah bergesekan.

12

ozip.com.au

Kalangan mazhab Hanafi yang banyak penganutnya terdapat di India dan
Pakistan mengajarkan bahwa tidak layak pendosa LGBTI dikenai hukuman
jasmani; mazhab Hanbali yang banyak pengikutnya terdapat di Timur Tengah
mewajibkan hukuman berat. Kalangan mazhab Syafi’i mensyaratkan agar
ditampilkan 4 orang saksi yang bonafid yang melihat dengan mata kepala
sendiri perbuatan LGBTI, sebelum pelakunya dapat dihukum karena dianggap
melakukan zina.
Ada suatu pandangan di kalangan sementara pakar Islam bahwa apa yang
disebut sebagai “dosa pribadi/perorangan – artinya perbuatan yang memang
berdosa tetapi tidak ada yang menjadi korban – tidak dapat diadili oleh hakim
duniawi/insani”. Artinya ini sepenuhnya menjadi hak Allah. (Sadakat Kadri –
Heaven on Earth A Journey Through Sharia’ah Law).
Umumnya para ahli ilmu jiwa di Indonesia berpandangan bahwa LGBT adalah
“kelainan”, bahkan ada yang menyebutnya “penyakit jiwa.
Berikut sebuah laporan media di Indonesia mengenai perdebatan tentang
LGBTI:
“Sebagian masyarakat juga menyuarakan, LGBT bukan sebuah penyakit.
Namun, pendapat ini dipatahkan seorang psikiater Dr. Fidiansyah yang justru
menyatakan kaum ini termasuk gangguan jiwa. Karena merupakan salah
satu bagian dari gangguan jiwa, penyakit ini pun juga bisa menular kepada
orang lain.”
Di Australia LGBTI dianggap “pembawaan lahir” (nature) bukan akibat
pembinaan (nuture). Namun untuk sampai ke tahap pengakuan “pembawaan
lahir” memang bukan jalan yang singkat dan mulus. Ketika para penyandang fi’il
LGBTI menyelenggarakan pawai besarnya (Mardi Gras) di Sydney tahun 1978,
sempat berkobar bentrokan dengan polisi.
Namun dalam Mardi Gras beberapa waktu lalu, masih di Sydney, bahkan
Perdana Menteri dan Pemimpin Oposisi Australia beserta pendamping
masing-masing, ikut hadir, dan di Australia kini memang berlaku ketentuan
bahwa kalangan LGBTI tidak boleh diperlakukan secara diskriminatif.
Apabila LGBTI memang adalah gangguan/penyakit jiwa, maka kita niscaya akan
terheran-heran karena begitu banyaknya orang-orang “pintar” di dunia ini yang
bukan saja terbuki melainkan mengaku memang LGBTI – atau salah satu di
antaranya.
Sebut saja pengarang Australia yang pernah memenangkan Hadiah Nobel
untuk kesusasteraan Patrick White yang mengaku bahwa “bukan saya yang
memilih untuk menjadi gay melainkan saya dipilih (oleh alam)” – artinya fi’ilnya
itu adalah pembawaan lahir. Penulis Inggris Oscar Wilde juga gay; bahkan salah
seorang penulis terhebat dalam sejarah, William Shakespeare, luas disangka
bi-sexual – beberapa di antara sonetanya yang melantunkan rasa kasih sayang
yang mendalam secara teramat indah dan syahdu, dikatakan ditujukan kepada
kekasihnya seorang lelaki.
Seandainya dapat dibuktikan secara pasti dan tidak terbantahkan bahwa fi’il
LGBTI memang pembawaan lahir yang umumnya mustahil dapat dilawan atau
dihilangkan atau disembuhkan, lalu bagaimana kita harus menyikapinya?
Ada pakar Muslim yang menyimpulkan dalam suatu masalah lain (bukan
bertalian dengan LGBTI) bahwa Allah (swt) dapat melakukan segalanya yang
dikehendaki-Nya. Allah (swt) tidak akan menyiksa yang tidak berdosa dan tidak
akan menuntut manusia agar melakukan yang mustahil.”
Alhasil pada hakikatnya menjadi LGBTI saja bukan dosa, melainkan
melaksanakannya dalam bentuk perbuatan dianggap dosa. Hampir semua
manusia punya “nafsu-nafsu alami”, kata seorang pakar Muslim.
Kesimpulannya, minimal dalam Islam, “yang berniat melakukan
sesuatu kebaikan dipahalai sedangkan yang berniat melakukan
kejahatan (tapi tidak/belum melaksanakannya) tidak dianggap
berdosa”. Terpulang maklum kepada sidang pembaca untuk
menyikapinya. Wallahu a’lam.
Nuim Khaiyath
Writer

dari

LAPORAN UTAMA

Tak dapat dipungkiri, musim gugur, yang merupakan musim peralihan dari
musim panas ke musim dingin, adalah musim yang paling banyak dinanti.
Betapa tidak, di musim yang istimewa tersebut kerapkali langit nampak
lebih cerah dengan cahaya matahari yang lebih ramah. Udaranya pun mulai
sejuk. Pepohonan perlahan berganti warna, nuansa kuning, jingga, dan
merah hadir sangat memanjakan mata. Jalanan pun kerap tertutup daundaun berguguran yang menambah keindahan.
Tak heran seorang penulis dan filsuf terkenal asal Perancis, Albert Camus,
sempat menyatakan; “Autumn is a second spring when every leaf is
a flower.”
Musim gugur di negara empat musim manapun selalu menarik perhatian,
termasuk bagi wisatawan. Tak jarang biro-biro wisata menawarkan paket
wisata khusus selama musim gugur. Tak hanya melulu tentang keindahan,
musim gugur biasanya juga menjadi musim panen bagi tanaman-tanaman
yang ditanam saat musim semi. Pada saat yang bersamaan, pepohonan
pun meluruhkan daun-daunnya. Panjang hari selama musim gugur menjadi
lebih singkat, dan suhu pun perlahan mulai merendah.
Bagi warga Melbourne tentunya sudah akrab dengan tempat-tempat
andalan untuk menikmati musim gugur. Sebut saja Royal Botanic Garden,
Fitzroy Garden, National Rhododendron Gardens, Alfred Nicholas Gardens,
dan masih banyak lagi tempat-tempat lainnya. Bahkan hanya dengan
berjalan kaki menyusuri jalanan, hampir di setiap jalan menyuguhkan
pemandangan warna-warni pepohonan dan daun-daun gugur yang
mengagumkan.
Dalam Laporan Utama kali ini, kami ingin menyajikan indahnya warna musim
gugur di Melbourne. Foto – foto dengan rekomendasi tempat-tempat yang
menarik untuk dikunjungi, juga artikel mengenai Gembrook Hill Vineyard
yang menghasilkan salah satu Wine dan Gin terbaik di Australia.
Selamat menikmati hangat dan pesona warna di Musim Gugur!

14

ozip.com.au

Autumn is undeniably the season that sees the change from summer
to winter, it is the season that is most awaited. How can it not be? In this
special season, often the sky will appear brighter and the light from the sun
so inviting. The air becomes cooler. The trees slowly begin to change colour,
shades of yellow, orange, and red ever present, a treat to the eyes. The
streets often covered with falling leaves, adding to the beauty.
It is not surprising famous French writer and philosopher, Albert Camus,
once stated; “Autumn is a second spring when every leaf is a
flower.”
Autumn in a country with four seasons always attracts attention, including
from tourists. It’s not rare to find tourist agencies offering special packets
for autumn. Not just for its beauty, autumn usually begins the harvesting
season for crops planted during spring. At the same time, the leaves fall
from the trees. The long days during autumn become shorter, and the
temperature begins to slowly drop.
Melbournians would certainly be familiar with the places to enjoy in
autumn. Places such as the Royal Botanic Garden, Fitzroy Garden, National
Rhododendron Gardens, Alfred Nicholas Gardens, and many other places.
Even just walking down the street, almost every road presents an amazing
view of colourful trees and fallen leaves.
For the Main Report this time, we want to present the beauty of the colours
of autumn in Melbourne. Photos of places that are recommended to visit,
as well as an article about Gembrook Hill Vineyard that has been awarded
one of the best Wine and Gin vineyards in Australia.
Please enjoy the warmth and charming colours of Autumn!

Katrini Nathisarasia
Translated by: Tim Flicker

LAPORAN UTAMA

Autumn Season
APA KATA MEREKA?
Sri Rahayu

Retno Ayu Widyanti

Delfi Ong

Autumn itu menakjubkan. Lebih menarik
karena warna warni yang tercipta dari daundaun yang akan gugur menjelang musim dingin.
Dibandingkan musim-musim lainnya, sudah
pasti Autumn lebih berwarna.

I like Autumn because of the vibrant red,
orange, and the yellow leaves that fall from the
tress, and also because “Autumn Leaves” is
one of my favourite songs!

Banyak tempat di Victoria yang bagus untuk
menikmati Autumn. Tapi buat aku, Mt. Macedon yang terfavorit! Di Mt. Macedon banyak
taman-taman yang dibuka untuk umum.

Melbourne’s colour just seems so much
brighter against the grey skies, and it is the
perfect temperature for enjoying time indoors
with a cup of tea.

Hanya dengan membayar $10 saja, kita bisa
menikmati suasana Autumn di taman-taman
itu sepuasnya.

Pengalaman berfoto di Honour Avenue dimana pepohonan berubah menjadi merah dan
jalanan dipenuhi daun-daun yang berguguran
sangatlah indah. Autumn saat yang tepat bagi
yang ingin mengambil foto-foto indah untuk diri
sendiri maupun keluarga. Banyak sekali tempattempat di Victoria yang layak dikunjungi untuk
menikmati Autumn, salah satu yang tercantik
adalah di Frogmore Gardens.

My favourite place to spend Autumn is in Yarra
Valley, where this photo was taken. The filter
coffee and cheese platters at the Domaine
Chandon winery are an amazing accompaniment to Autumn weather.

Aku suka kesana untuk merenung, merefleksi diri, sekalian menenangkan pikiran dan
sejenak menjauhkan diri dari hiruk pikuk kota.
Semacam escape dari kegiatan sehari-hari
yang kadang membuat jenuh. Dan Autumn ini
suasananya paling pas. Tidak hanya memanjakan mata, tapi juga memanjakan hati.

Ekafani Safitri
Berhubung di Indonesia bukan negara empat musim, pastinya saya
excited banget dengan Autumn. Musim yang ga bisa didapetin di
Indonesia. Musim yang difavoritkan orang-orang juga. Saat Autumn,
harapannya saya lebih bisa memanjakan mata, melihat beragam
warna indah dari pepohonan dan daun-daun yang berguguran.
Udaranya pun segar dan tidak terlalu dingin. Untuk menikmati suasana Autumn paling seru pastinya di pegunungan, dan juga tamantaman yang banyak daun-daun berguguran. Lebih asik lagi sambil
piknik, dengerin music, santai dan peaceful sekali. Ini kali pertama
saya menikmati Autumn di Australia. Walaupun cuaca Melbourne
seringkali tak menentu, tapi pastinya saya tetap semangat. Semangat
kerja, semangat belajar, dan semangat belanja Autumn outfit! Sekalian untuk persiapan menjelang Winter pastinya.
Photo: Dok. Pribadi & Bayun Binantoro

Keindahan nuansa saat Autumn, banyak sekali diabadikan
di berbagai karya seni. Tak hanya foto,lukisan, bahkan film,
puisi dan lagu pun banyak terinspirasi oleh keindahan dan
syahdunya suasana Autumn.
Salah satu lagu yang paling fenomenal mengenai Autumn
adalah “Autumn Leaves” yang banyak sekali dibawakan oleh
penyanyi-penyanyi kenamaan dunia seperti Frank Sinatra, Nat
King Cole, hingga Eric Clapton.
Perhatikan saja liriknya yang sangat menggambarkan “the
Autumn scene”. Indah dan timeless. Setiap kali mendengarkan
lagu ini, terbayang warna warni pepohonan dan daun-daun
gugur yang berserakan. Hijau, kuning, merah, jingga dan
keemasan. Suasana yang sangat nyaman dinikmati sambil
ditemani secangkir teh.
The falling leaves drift by the window
The Autumn leaves of red and gold
I see your lips, the summer kisses
The sunburned hands I used to hold….
Since you went away the days grow long
And soon I’ll hear old winter’s song
But I miss you most of all, My Darling
When autumn leaves start to fall….
Katrini Nathisarasia
Photo: Windu Kuntoro, Ineke Iswardojo, Steven Tandijaya

Autumn di Alfred Nicholas Garden

Warna warni deda
un

an Autumn

don

olas Garden, Mt. Mace

red Nich
Salah satu sudut di Alf

16

ozip.com.au

edon

Bias Matahari di Tieve Tara, Mt. Mac

Daun berguguran di sepanjang jalan Alfred
Nicholas Garden, Mt. Macedon

Sepanjang Yarra River

Autumn di Melbourne City

ozip.com.au

17

SPECIAL REPORT

G

embrook Hill Vineyard, an hour drive from Melbourne is located
at 2850 Launching PlaceRd, Gembrook where Ian and June Marks
spent some time to find the perfect place to start their wine
making journey back in 1983. I can see why they chose this location; it is
such a beautiful place with views of Mt Donna Buang and breathtaking
backdrop of the Warburton Ranges.
I was warmly welcomed by Ian and June’s son, Andrew Marks then shortly
after he showed us around the vineyards. Rows and rows of vines were
planted neatly according to its types; 2.5 ha of Sauvignon Blanc, 1.3 ha of
Chardonnay and 2.2 ha of Pinot Noir. He explained their approach of wine
making is by minimal handling which means the grapes are harvested by
hand. The juices are then stored only using French oak with a variety of
hogsheads, barriques and puncheons.
Following is my conversation with Andrew, the wine maker from
Gembrook Hill Vineyard and founder of the Melbourne Gin Company:
OZIP (O): Can you kindly tell us about Gembrook Hill Vineyard and The
Melbourne Gin Company and how these companies and products differ
or relate to one another? 
Andrew (A) : Gembrook Hill Vineyard is a tiny vineyard that each year
produces wines of distinct character that reflect the vineyard and the
particular conditions of any given year. The Melbourne Gin Company
produces a gin which does not rely on seasonality at all to produce a
consistent high quality product all year round. Both products have their
own distinct identities but really the only common feature between the
two companies is me!

18

ozip.com.au

O : Your parents, Ian and June Marks, are the founder of this lovely winery,
what was it like growing up in vineyards? When you were young, did it
naturally come to you that one day I want to be a wine maker?  
A : We were very lucky to grow up on the vineyard. There was lots of space
to play for children. It did come naturally to be a winemaker. I went straight
from high school to winemaking university. The winemaking profession
encompasses so many different skills: grape growing, winemaking, sales,
marketing it is a fulfilling job.
O : What does autumn mean to you and wine making? 
A : Firstly autumn signifies the end of harvest. We can relax a bit after
a hectic season. Typically the wines are completing fermentation so we
have to nurture them through this period. It is a period of great beauty in
the vineyard as the leaves turn bright red then gold before they drop off
the vines signifying the end of the season.
O : Can you explain the process of making a great wine? 
A : Great wine starts in the vineyard. Growing grapes with thought and
care and responding to the ever changing climate. If one takes care
through the entire process then you are well on your way. We are aiming
to reflect the unique characters that our vineyard site imbues on the
wine, so we aim to get the best reflection of this in our wines with minimal
intervention from the winemakers.

O : What inspires you to conjure different botanical to be mixed in your
gin?  
A : Gin is traditionally made of juniper berries plus a host of other exotic
botanicals. This presents quite a challenge for making your own gin. In
the end I was inspired by some local Australian ingredients, for example
macadamia nut, honey myrtle and sandalwood alongside other exotic
botanicals such as angelica root and cassia bark. The process of coming
up with the MGC recipe took a year with much trial and error. Ultimately I
wanted to make a gin which had flavour, character, texture and balance.
A gin which tasted great as a martini, gin and tonic or negroni!
O : What is your personal value,
ethics and advice that perhaps can
inspire others to build a successful
business such as the MGC?
A : Believe in yourself and your
dreams and work hard!The red
foliaged trees, the scattered
chestnuts on the ground and the
sunset are some of the memories
that I will keep for a long time. But I
must say meeting someone who is
very knowledgeable and kind such
as Andrew is an honour. Thank
you for the hospitality and wish all
the best for your future business
adventure.

O : I understand that Gembrook Hill Vineyard emphasis heavily on
craftsmanship and authenticity. Is it for that particular reason the
vineyard is different from the others? Can you elaborate those two in
terms of producing your wine? 
A : Winemaking for many small winemakers is more a craft than an
industrial process and this is very important for us. We take pride in the
fact that we do all the vineyard work and winemaking ourselves. It is a
very labour intensive pursuit but we believe that we can do it better than
anyone else, and it allows us pay that extra amount of attention to detail
in the wines Through this craftsmanship follows authenticity.

Please kindly note that visits to Gembrook Hill Vineyards are by
appointment only.

O : Currently Gembrook Hill Vineyard produces Pinot Noir, Village Pinot
Noir, Sauvignon Blanc, Chardonnay and Blanc de Blancs. How did you
come up with your own label, The Wanderer? How long did it take you to
create this wine that is completely different from Gembrook Hill?   
A: I wanted to have my own
winemaking
expression.
I liked the notion of the
Wanderer, reflecting the
journey of discovery that
we are all constantly going
on. The label has been going
for 10 years now. The great
thing with making wine is
that while the vineyards
are the one constant, the
fact that every season is
different introduces subtle
differences into the wine
which is almost like a yearly
reinvention.
O : Can you please share
some of etiquette visitors
must know prior visiting
wineries? 
A : Thank you for asking! It is important to introduce yourself to someone
from a winery before wandering through vineyards. There are some
grape pests that may be spread by people visiting from vineyard to
vineyard so it is better to check with a manager or owner before a visit.

Photos and Text by:
Ineke Iswardojo

MGC OLD
FASHIONED
GIN MIX FOR THE
COLDER MONTHS

Ingredients:
60ml MGC
15ml of tonic syrup (replace with sugar cube if no tonic syrup)
2 dashes of orange bitters
Method:
In a mixing glass combine all ingredients, add ice and stir down.
Strain into a rocks glass over a piece of hand cut ice.
Garnish with a lemon twist.

O : Now, let’s talk briefly about The Melbourne Gin Company. How did
you come up with MGC as your latest project?  
A : In brief, I love drinking martinis! There is a crossover in skills from the
winemaker to the distiller and I felt confident that I had the skills to make
an amazing gin.

Photo supplied by Andrew Marks,
The Melbourne Gin Company

PROFILE

Annie Gobel
Menuangkan Kenangan Masa
Kanak-Kanak dalam Karya Seni

M

engenal sosok Annie Gobel, Young and Talented Jeweller,
seolah kita diajak untuk masuk ke dunianya melalui karyakarya jewellerynya yang unik, berkarakter, dan edgy. Lahir
di Jakarta dan sejak tahun 2004 telah menetap di Australia, sedari
kecil Annie memang sudah sangat menonjol di bidang seni.
Dimulai dari hobby menggambar, Annie sangat persistent untuk
memantapkan langkahnya sebagai seniman. Lulusan RMIT Fine Art
– Gold and Silversmithing ini jejak langkah dan karyanya makin kuat
dan diakui, salah satunya ia berkesempatan untuk menampilkan
karyanya di galeri kenamaan yang reputasinya sudah mendunia,
Gallery Funaki.
Gallery Funaki yang terletak di 4 Crossley Street, Melbourne, pada
tanggal 19 April – 14 Mei 2016 memamerkan karya lima seniman
muda, diantaranya Annie Gobel, Marcos Guzman, Inari Kiuru, dan
Lindy McSwan (keempatnya dari RMIT, Melbourne), dan juga Zoe
Brand (ANU, Canberra). Masing – masing dari mereka memamerkan tujuh karya jewellery dan instalasi yang menggunakan berbagai
bentuk dan material yang berbeda. Karya Annie sendiri menggunakan bahan dasar metal dan enamel coating yang menampilkan
warna-warna pastel yang feminin, tapi juga berpadu dengan kesan
kuat bahan dasar metal, dengan pola geometris tegas.

sudah 20 tahun berdiri ini sudah pasti melalui proses research yang
panjang, ia menambahkan, “Our artists are some of the most highly
regarded in the field. Each is selected on the basis of their unique
and highly skilled approach, their work is known for its conceptual
and technical strength.”

Tema ‘reminiscing childhood memories’, playtime, termasuk berbagai elemen yang berhubungan dengan keseruan bermain di dunia
kanak-kanak, menjadi ide karya Annie. “Di karya saya ini semuanya
mempunyai ciri khas black line, garis hitam yang tegas. Itu adalah
style gambar saya sejak kecil, sesuai yang diajarkan oleh guru menggambar saya saat itu, dan terbawa sampai ke karya saya sekarang,”
papar Annie menceritakan latar belakang karyanya.
Annie sengaja menghasilkan karya seni yang wearable karena
baginya ada kepuasan terendiri dalam proses menghasilkan karya
jewellery, memakai jewellery, hingga melihat jewellery itu dipakai
orang dan diapresiasi. “Saat masih kecil, kita selalu senang memakai
perhiasan, seperti bando misalnya. Kini saat dewasa, kesenangan
itu berubah pada saat saya bisa menghasilkan
jewellery. Bisa mewujudkan bentuk-bentuk
mainan masa kanak-kanak menjadi suatu
karya yang wearable, seperti kalung,
gelang, atau bros yang seolah menjadi rewritten version of my childhood memory,
adalah sebuah proses yang sangat saya
nikmati,” papar Annie.
Katie Scott, sebagai Director di Gallery
Funaki sangat memuji karya dan komitmen Annie, “There is a directness and
honesty about Gobel’s work that I find
very appealing. As I’ve visited Gobel’s
studio and we’ve discussed her work,
I’ve been impressed at her commitment to her own vision, combined
with her ability to push her ideas. Her
forms are cohesive, and avoid the
trap of a dominant ‘style’. She allows
the tiny errors that occur through
the enamelling process. Materiality
is paramount. The black, weighty
steel and the enamel, built up to a
luscious thick coat, are uncompromising. Katie mengaku untuk bisa
menggandeng para seniman memamerkan karyanya di gallery yang

Di akhir pertemuan Annie menyampaikan,”Sebagai seniman, saat
karya saya diapresiasi, apalagi terjual, bahagianya luar biasa. Terbayar kerja keras dan proses pencarian ide yang panjang. Sekalipun
saya paham bahwa
karya saya lebih bersifat kontemporer, saya
sangat ingin mengajak
orang untuk melihat
beyond mainstream.
Banyak yang bisa kita
pelajari dari Art dan
di balik karya seni
seseorang. Dimulai
dari mengapresiasi,
atau mungkin se-simple
menyempatkan melihat
dan memperhatikan,
itu akan membuat
wawasan kita makin bertambah dan terbuka.”
Katrini Nathisarasia
Photo: Ineke Iswardojo

14 Hortense St. Glen Iris, VIC 3146

EVENT

T

erlihat banyak sekali para pria dan wanita berumur 40 – 50 tahun
yang bahkan membawa cucu mereka, dan juga para metalhead
(sebutan untuk para penggemar musik metal ) bergerombol
memadati stadion Rod Laver Arena – Melbourne pada tanggal 19 April
2016 untuk menyaksikan penampilan terakhir band legendaris yang sudah
melanglang buana di industri musik rock dunia selama 47 tahun digawangi
oleh “ Prince Of Darkness “ Ozzy Osbourne, Black Sabbath.
Dengan set panggung, tata lampu, sound system dan layar LED yang terlihat
memukau, membuat para pengunjung konser penasaran akan seperti apa
konser terakhir dari band ini. Konser dibuka oleh sebuah band hard rock
asal Long Beach – California, Rival Sons. Aura baru dari Deep Purple dan Led
Zeppelin dihentakkan oleh lagu pertama mereka, Electric Man. Sekitar 5 lagu
yang mereka bawakan berhasil membawa applause dari para pengunjung
Rod Laver Arena.
Tepat waktu, pukul 8.30 malam, lampu ruangan konser menjadi gelap
dan terlihat logo Black Sabbath berwarna ungu beserta cuplikan animasi
pada layar LED panggung serentak membuat ribuan pengunjung konser
meneriakkan satu kalimat, Black Sabbath!
Satu persatu dimulai dari Geezer Butler sang basis diikuti oleh sang maestro
gitaris rock Tony Iommi, Tommy Clufetos drummer pengganti dari Bill Ward
( drummer asli Black Sabbath ) dan terakhir sang idola, Ozzy Osbourne.
Mereka yang sudah terlihat menua, memasuki panggung dengan semangat
dan langsung memainkan intro dari lagu bernuansa gelap yang berjudul
Black Sabbath.
Memainkan sekitar 11 lagu hits yang diambil dari album Paranoid, Master Of
Reality, Vol 4 dan Technical Ecstasy dengan gaya khas dari masing – masing
personil yang santai tidak terlalu aktif di panggung seperti layaknya musisi
rock umumnya, tetapi tetap dapat menghipnotis suasana panggung.
Layar LED yang bertemakan Psychedelic dan sound “ lawas ” yang masih
terdengar seperti di album rekaman mereka, seakan membawa para
penonton kembali ke era tahun 70an.
War Pigs, Snowblind, Iron Man, into the void dan Children Of The Grave
sangat menaikkan adrenalin penonton untuk ber – headbanging ria dengan
siraman beberapa ember air yang dibawa oleh Ozzy keatas panggung.
Tapi sayang, akhirnya lagu pamungkas dari Black Sabbath, Paranoid,
harus dimainkan. Sebuah pertanda bahwa lagu ini adalah penutup untuk
penampilan mereka di Melbourne dan juga untuk selamanya.
Rest In Peace Black Sabbath – The End Tour.

Yogi Gagah Perdana

r
erakhi
T
n
a
l
i
p
m
Pena

22

ozip.com.au

S

enda Heavy Metal
g
e
L
a ng
“Memainkan sekitar 11 lagu hits
yang diambil dari album Paranoid,
Master Of Reality, Vol 4 dan
Technical Ecstasy dengan gaya
khas dari masing – masing personil
yang santai tidak terlalu aktif di
panggung seperti layaknya musisi
rock umumnya, tetapi tetap dapat
menghipnotis suasana panggung.”

M

PASKAH BKS 2016

alam Paskah Bersama 9 April 2016 gabungan gereja-gereja Indonesia yang diinisiasi BKS (Badan Kerja Sama Umat Kristiani Indonesia) di
Victoria berlangsung khidmat sekaligus hangat penuh keakraban. Kali ini GRII (Gereja Reformed Injili Indonesia) Melbourne didaulat sebagai
tuan rumah penyelenggaraan Paskah BKS yang bertempat di 552 City Road, South Melbourne.
Dihadiri Bapak O’Conroy Doloksaribu mewakili KJRI Melbourne
yang menyampaikan salam dan ucapan selamat paskah dari Konjen
Melbourne kepada seluruh umat Kristiani di kota Melbourne. Dan
sambutan dari Ketua BKS Ibu Sherly Hadisaputra yang menyampaikan
rencana rutin tahunan seperti Malam Doa bagi Bangsa Indonesia yang
akan dise-lenggarakan 19 Agustus 2016 di KJRI Melbourne serta Natal
Bersama BKS 3 Desember 2016. Juga peran aktif BKS dalam kegiatan
seni budaya pariwisata seperti Celebration Indonesia bersamasama dengan berbagai komunitas Indonesia di Victoria. Ketua BKS
menyampaikan pula ucapan terima kasih untuk Majalah OZIP yang
selama ini selalu berkontribusi di setiap kegiatan BKS.

Perwakilan gereja-gereja warga Indonesia turut mempersembahkan puji-pujian baik melalui angklung, koor, drama anak-anak, band akustik hingga paduan suara. Turut hadir antara lain Mulgrave Uniting Church Congregration,
Ensample Church, Indonesian Congregation Anglican Church Camberwell, Indonesia Praise Centre, Keluarga
Katolik Indonesia (KKI), GKRI Shekinah, Garam Ministry, Caufield Indonesian Uniting Church, Atmoshphere City
Church, Crossway Indonesian Baptis Church dan Grace Gallilee Church.
Dalam khotbah Paskah kali ini, Pdt. Budy Setiawan, M.Div membawakan renungan bertema “The Slain Lamb of
God” yang memfokuskan pada keadilan Allah. Konsep tentang keadilan adalah sesuatu yang ada dalam jiwa manusia terdalam. “God presented Jesus as a sacrifice of atonement in His blood…He did it to demonstrate His justice at the present time, so as to be just and the one who justifies those who have faith in Jesus” (Roma 3:24-25).
Darah Yesus bukan hanya mengampuni setiap orang percaya yang hidup setelah Yesus tetapi juga mengampuni
setiap orang percaya yang hidup sebelum Yesus. Dengan mengerti keadilan Allah yang tanpa kompromi ini, kita
justru semakin mengerti dan menghargai kasih Allah yang begitu besar. Kita tidak mungkin take for granted kasih
Allah yang telah dinyatakan di atas salib melalui the Slain Lamb of God. Selamat Paskah 2016!
Rio S. Migang
Sumber foto: www.facebook.com/griimelbourne

Feast Asia Festival
Bertempat di Immigration Museum, Feast Asia Festival (1/5) berlangsung cukup meriah.
Acara yang diselenggarakan setahun sekali ini merupakan wadah
bergabungnya komunitas-komunitas Asia di Melbourne. Stall-stall
makanan tradisional khas Asia, dan berbagai pertunjukan kesenian,
termasuk workshop Lion Dance untuk anak-anak, meramaikan acara
yang berlangsung mulai pukul 10am – 5pm tersebut.
Menurut Anthony Gurrisi dari bidang Communication dan Part
nership Museum Victoria, acara semacam ini telah dilaksanakan
beberapa kali dan berganti-ganti tema. “Terlalu banyak kekayaaan
budaya Asia, termasuk culinary nya, yang ingin kami hadirkan untuk
masyarakat luas di Melbourne,” Gurrisi menjelaskan.
Hadir di kesempatan tersebut Saman Melbourne, yang mewakili budaya Indonesia, juga pertunjukan-pertunjukan yang mewakili negara
Asia lainnya yang tak kalah menariknya.
Katrini Nathisarasia

ozip.com.au

23

EVENT

Butet Manurung,
Pahlawan “Orang Rimba”
akhirnya hanya tersisa satu di kelas akibat terganggu oleh hal-hal
kecil seperti tiba-tiba ada hewan kecil yang lewat. Walau demikian,
ia mengatakan bahwa itulah yang membuat ia begitu senang dalam
mendidik “Orang Rimba”. Ia dapat memaklumi itu semua dan tetap
menyayangi murid-muridnya.

B

utet Manurung, putri Indonesia berkebangsaan Batak ini
memiliki jiwa petualang dan kepedulian terhadap masyarakat terbelakang yang sangat luar biasa. Keinginannya untuk
menjadi sosok seperti dalam film Indiana Jones, membuat ia
banyak berpetualang di alam bebas, hingga akhirnya mempertemukannya dengan masyarakat terbelakang yang mendiami hutan
di Jambi, yang disebut sebagai “Orang Rimba”. Dari sanalah seluruh
kehidupan Butet Manurung berubah. Keinginannya untuk memberi
pendidikan dasar membaca, menulis, dan berhitung kepada “Orang
Rimba” membuat ia rela untuk hidup bersama mereka dan meninggalkan kehidupannya di kota besar.
Ia pun menceritakan kesulitan-kesulitan yang harus ia hadapi pada
saat pertama kali bertemu dengan “Orang Rimba”, dimulai dari
penyesuaian bahasa, gaya hidup, dan budaya yang begitu berbeda.
Namun Butet menganggap itu sebagai tantangan yang harus Ia
hadapi. Ia juga bercerita bagaimana sulitnya meyakinkan “Orang
Rimba” bahwa kedatangannya murni karena ingin menolong mereka
tanpa memiliki agenda tersembunyi. “Orang Rimba” memang
memiliki kecurigaan yang tinggi terhadap “Orang Terang” (sebutan
bagi Orang Rimba untuk orang yang tinggal di kota), karena mereka merasa telah banyak ditipu akibat keterbelakangan mereka.
Imbasnya, banyak dari mereka yang kehilangan tanah akibat tipuan
dari selembar kertas yang diyakini mereka sebagai “penghargaan”
dari Kecamatan yang akhirnya hanya memberi mereka uang dengan
jumlah yang sangat sedikit.
Walaupun tantangan demi tantangan kian berdatangan, tetapi
semangat seorang Butet Manurung yang ingin memberi pendidikan
kepada mereka tidak pernah padam. Hasil manispun akhirnya bisa
dirasakan olehnya, “Orang Rimba” tidak lagi bodoh, mereka dapat
membaca akta tanah dan melakukakan transaksi jual beli dengan
lebih teliti. “Orang rimba” tidak lagi menjadi sekelompok masyarakat
yang menganggap pendidikan itu hanya untuk orang luar, tetapi juga
untuk kebaikan mereka. Bahkan dari kesaksian Butet, ada seorang
muridnya yang bahkan rela meninggalkan rumahnya dan harus berjalan jauh hanya untuk mendapat pendidikan dari Butet.
Butet juga menuturkan kisah bagaimana lucunya mendidik “Orang
Rimba” yang begitu mudah hilang fokus terhadap apa yang ia ajarkan. Ia bercerita bagaimana kelasnya yang dihadiri beberapa murid,

24

ozip.com.au

Kisah perjuangan Butet Manurung dalam mendidik “Orang Rimba”
akhirnya dijadikan sebuah film berjudul “Sokola Rimba” yang dirilis
pada 21 November 2013 lalu. Film tersebut mendapat banyak
respon positif dari masyarakat bukan saja di Indonesia, tetapi juga
di luar Indonesia sekaligus membuka mata mereka untuk lebih
peduli pada orang-orang yang masih mengalami keterbelakangan di
bidang pendidikan. Butet juga meraih penghargaan Magsasay Award
di Filipina pada tahun 2014 silam yang setara dengan Hadiah Nobel
di Asia dan juga dianugerahi sebagai “Heroes of Asia Award 2004”
oleh majalah TIME. Kini Butet bersama suaminya tinggal di Canberra
dan masih aktif setiap 6 bulan kembali ke Indonesia dan mendidik
anak-anak “rimba”. Ia juga berharap adanya keseriusan Pemerintah
dalam membantu program-program pendidikan untuk orang-orang
yang masih terbelakang dengan memberikan fasilitas yang lebih
layak, serta mendorong orang-orang yang memiliki visi yang sama
untuk terjun dan membantu mengembangkan pendidikan mereka.
Steven Tandijaya
Photo: Windu Kuntoro

EVENT

Mahasiswa dan Diaspora Indonesia di Brisbane
Rumuskan Komitmen untuk Percepatan Daya Saing Bangsa

M

emasuki tahun 2016 yang ditandai dengan dimulainya ASEAN
Economic Community dan wacana Trans Pacific Partnership bagi Indonesia, telah menggerakkan kesadaran para
mahasiswa Indonesia di University of Queensland (UQ), Australia
untuk mengadakan kegiatan bertajuk Great Talks. Acara bertemakan
“Improving Global Competitiveness, Advancing Indonesia” ini berhasil
menghadirkan 5 narasumber inspiratif Indonesia dari berbagai latar
belakang bidang, yaitu David Widjaja (Vice Chairman of Australia-Indonesia Business Council), Butet Manurung (Founder SOKOLA), Andre
Pekerti (Senior Lecturer di UQ Business School), Rahim Soekasah
(Chairman of Brisbane Roar FC) dan Iwan Sunito (CEO of Crown
Group Property). Kelima pembicara ini merupakan para diaspora
Indonesia yang telah sukses membuktikan kualitas dirinya di mata internasional, namun senantiasa berupaya mencurahkan aksinya untuk
kemajuan bangsa. Mereka bersedia meluangkan waktu hadir di kampus
UQ pada tanggal 23 April lalu untuk berbagi wawasan, pengalaman dan
harapan untuk Indonesia, di hadapan para mahasiswa dan diaspora
Indonesia di Brisbane, Australia.

“Ini merupakan kali pertama organisasi kami Perhimpunan Pelajar
Indonesia (PPI) di University of Queensland, atau UQISA, berhasil
menyelenggarakan event seminar sebesar ini yang diisi oleh para
pembicara sekaliber Pak Iwan Sunito dan lain-lain”, menurut Yohannes
Fajar Irianto Kambon selaku Presiden The University of Queensland
Indonesia Student Association (UQISA). Brisbane sendiri merupakan
kota terbesar ketiga di Australia dan kini semakin naik pamornya
sebagai kota tujuan studi para pelajar internasional. Di UQ saja saat ini
setidaknya ada 400 orang mahasiswa Indonesia di tingkat Bachelor,
Master dan PhD. Jumlah yang cukup signifikan untuk mampu membuktikan kualitas Indonesia di dunia global, khususnya Australia. Untuk
itulah seminar Great Talks ini diadakan dan telah sukses menghimpun
hampir seratusan partisipan dengan antusiasme kontribusi dalam
mewujudkan Indonesia yang lebih baik.
Seminar diawali oleh presentasi Andre Pekerti yang memaparkan
gagasan tentang kekayaan budaya dalam konsep Bhineka Tunggal
Ika yang perlu dijadikan competitive advantage Indonesia. Cultural
Intelligence/Quotient yang tinggi bukan hanya sekedar comparative
advantage yang bersifat potensial saja. Andre kemudian juga meng-

ingatkan satu pesan penting “but knowing culture is not enough, we
need correct behaviors”, dan ini tidak cuma berlaku saat kita berada di
luar negeri, tapi lebih dari itu, ada belasan ribu ragam budaya bangsa
sendiri yang masih perlu kita acknowledge dan internalize dengan lebih
baik. Baru kemudian kita mampu menjadi global player mumpuni di
persaingan internasional.
Pemaparan kedua dari David Widjaja mengenai “The Power of Collaboration” yang telah membuktikan banyak cerita sukses dari berbagai inisiatif bisnis dan kerjasama yang produktif menguntungkan banyak pihak, salah satunya pengurus pondok pesantren Indonesia yang belajar
mengelola bisnis ternak ikan. Sementara Rahim Soekasah melanjutkan
dengan perspektif yang sangat menarik dari pengalamannya dalam
bidang industri olahraga. Beliau mengajak anak muda Indonesia untuk
melatih mental sportif, jujur, dan kompetitif dengan aktif di organisasi
olahraga. Lalu tiba giliran Butet Manurung yang membagi pengalamannya selama mengajar di dalam rimba Jambi. Bahwa tidak selamanya
peradaban dan pembangunan di negara lain mutlak perlu diikuti dan
Indonesia, kita bisa punya cara sendiri untuk kompetitif dan maju. Sesi
seminar kemudian ditutup dengan presentasi terakhir yang sangat
motivational dari Pak Iwan Sunito, seorang anak dari sungai Kalimantan
yang kini sukses menjadi salah satu businessman terbaik di Sydney dan
Australia untuk bidang property. Beliau berhasil menginspirasi seluruh
peserta yang hadir dengaan aura positif yang luar biasa. ”Do not retire,
but refire”, begitu pesan terakhir dari Pak Iwan.
Rachmania selaku Project Manager kegiatan ini mengaku amat bersyukur UQISA Great Talks selain telah berhasil mempererat silaturahmi
mahasiswa dan diaspora Indonesia di Brisbane dan sekitarnya, juga
telah sukses memfasilitasi duduk bersamanya para calon pemimpin
ini merumuskan komitmen-komitmen strategis untuk Indonesia yang
semakin kompetitif. Target Indonesia menjadi negara dengan ekonomi
terbesar ketujuh di tahun 2030 akan tercapai, dimulai dengan langkahlangkah awal dari kita semua. Namun tentu acara satu hari tidak akan
mengubah Indonesia, dan Rachmania percaya bahwa kualitas daya

saing Indonesia ditentukan oleh seberapa banyak kita bisa give back to
our nation. Dan untuk itu, dibutuhkan kolaborasi upaya terus menerus
yang masif dan terstruktur dari seluruh elemen di bidangnya masingmasing. Are we ready, Indonesia? (trisna)

ozip.com.au

25

FINANCE

Registrasi dalam Bisnis
Artikel kali ini akan membahas mengenai beberapa registrasi yang
merupakan keharusan untuk dimiliki oleh setiap bisnis di Australia dan
juga beberapa registrasi yang merupakan pilihan (namun demikian
akan lebih memudahkan apabila anda memiliki registrasi ini).

Tergantung pada situasi, anda mungkin juga harus menahan jumlah
dari pembayaran yang anda buat untuk :
• kontraktor yang memiliki perjanjian voluntary dengan anda
• karyawan ketika terjadi pemutusan hubungan kerja.

Registrasi Wajib (Compulsory)
Tergantung pada jenis bisnis anda, namun berikut ini merupakan beberapa registrasi yang wajib anda miliki apabila anda menjalankan bisnis :

Pajak tunjangan (Fringe Benefits Tax)
Jika anda adalah seorang pemilik bisnis dan anda ingin memberikan
tunjangan kepada karyawan anda , maka anda mungkin harus membayar pajak tunjangan (fringe benefits tax). Sebaiknya anda mendaftar segera setelah anda memutuskan akan memberikan tunjangan/
manfaat kepada karyawan anda.

Australian Business Number ( ABN )
Sebaiknya anda melakukan registrasi ABN untuk bisnis anda. Karena
apabila tidak, maka bisnis lain harus menahan 47% dari jumlah pembayaran mereka kepada anda. Selain itu jika anda ingin melakukan
registrasi untuk GST maka anda diharuskan memiliki ABN.
Tax File Number (TFN)
Semua bisnis memerlukan TFN. Sole Trader menggunakan TFN pribadi mereka, sedangkan Partnership, Trust dan Company membutuhkan TFN terpisah untuk bisnis yang dijalankan.
Registrasi Pilihan (Optional)
Berikut ini beberapa registrasi yang merupakan pilihan bagi pemilik bisnis, mereka memiliki kebebasan untuk memilih mendaftar atau tidak.
GST
Anda harus mendaftar untuk pajak barang dan jasa (GST) jika anda
menjalankan bisnis atau usaha lainnya dengan omset berjumlah sama
dengan atau melebihi $ 75,000. Untuk organisasi non -profit jumlah
ambang batasnya sama dengan atau melebihi $ 150,000. Pendaftaran untuk GST merupakan tanggung jawab anda, dan harus dilakukan dalam jangka waktu 21 hari apabila jumlah omset anda sudah (atau
terdapat kemungkinan akan) melebihi ambang batas yang ditentukan.
Namun demikian jika bisnis atau perusahaan lain yang anda jalankan
memiliki omset kurang dari jumlah $ 75,000 maka mendaftar untuk
GST merupakan pilihan, dengan kata lain anda boleh untuk mendaftar
dan boleh juga untuk tidak mendaftar GST.
Untuk bisnis yang menyediakan jasa perjalanan taksi, maka pendaftaran untuk GST merupakan keharusan, terlepas dari berapapun omset anda. Jasa perjalanan taxi yang dimaksudkan yaitu mengangkut
penumpang dengan taksi atau limosin dengan mengenakan tarif.
Selain itu jika anda ingin mengklaim fuel tax credits, maka anda diharuskan untuk mendaftar GST .
Pay As You Go ( PAYG ) Withholding
Anda harus mendaftar untuk pemotongan PAYG apabila anda harus
melakukan pemotongan /menahan sejumlah uang atas suatu pembayaran.
Penahanan sejumlah uang atas pembayaran yang paling umum contohnya yaitu kepada :
• karyawan Anda
• direksi Anda
• bisnis/ usaha lain yang tidak memberikan ABN mereka kepada Anda .

26

ozip.com.au

Beberapa contoh umum atas fringe benefit adalah :
• penggunaan mobil perusahaan untuk kepentingan pribadi oleh karyawan atau direktur
• pembayaran biaya pribadi untuk karyawan atau direktur - misalnya :
o biaya asuransi kesehatan
o keanggotaan klub
o biaya sekolah
o biaya liburan
o akomodasi.
AUSkey untuk berhubungan dengan kantor pajak secara online
AUSkey memungkinkan anda untuk mengakses secara aman dan bertransaksi online dengan banyak instansi pemerintah . Dengan AUSkey Anda dapat mengakses ATO Bisnis Portal, di mana Anda dapat
mengajukan Business Activity Statement secara online , mengecek
rekening pajak Anda, memperbaharui details anda, dan apabila suatu
hari dibutuhkan beberapa registrasi pajak lainnya maka anda dapat
melakukan registrasi tersebut melalui AUSkey.
Source : Australian Taxation Office
The Materials are provided for general information purposes
only and are not intended as professional advice and should not
be substituted for, or replace, such professional advice.

BAHASA

PAS DIA MASUK, SAYA TERHENYAK…

Andaikata Anda sedang mendengarkan sebuah rekaman percakapan,
tapi karena kerusakan pada rekaman itu, yang terdengar hanya satu
kalimat,

Malam itu Bram tidak bisa tidur nyenyak, karena keesokannya dia akan
naik pesawat terbang ke Melbourne untuk menyusul kakaknya yang
pas lulus SMA dua tahun lalu, kuliah di sana.

‘Sudah pas sekarang?’ apa yang terbayang di benak Anda? Saya usulkan dua kemungkinan yang segera masuk ke dalam rona kesadaran
saya.

Akhirnya dia tertidur juga. Namun pas pulas, Bram bermimpi. Dalam
mimpinya dia naik pesawat yang salah. Pas duduk di pesawat baru
dia sadar. Wah, dia gelisah bukan main. Dicobanya menarik perhatian pramugari yang sedang sibuk bersiap-siap untuk menutup pintu
pesawat. Bram ingin berdiri tapi tidak bisa karena sabuk pengaman
membatasi gerakannya. Apalagi dia tadi mengikat sabuk itu sampai
pas benar. Dapat dibayangkan tidak ada yang melihat kegelisahannya.

Kemungkinan 1:
Seseorang sedang mencoba pakaian yang baru diperbaiki
Kemungkinan 2:
Seorang penulis dan penyuntingnya sedang memoles kalimat yang
kurang tepat atau terlalu bertele-tele
Kedua contoh kemungkinan menunjuk ke arah kata ‘pas’ berkonotasi
‘benar’ atau ‘persis’, dalam artian sebenarnya maupun figuratif. Ini
sesuai dengan penjelasan dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan WJS Poerwadarminta, terbitan PN Balai Pustaka.
Ada juga artian lain, kalau disertai kata ‘surat’, yaitu ‘surat keterangan
yang menyatakan boleh berjalan (masuk) ke daerah lain atau ke tempat yang terlarang’.

Pendek cerita, di ujung penerbangan ini, Bram tidak akan bertemu
dengan kakaknya, karena pesawat yang ditumpanginya sedang menuju Selandia Baru. Karena tahu bahwa sudah terlambat untuk pindah
pesawat, apalagi meminta pilot penerbangan untuk mampir di Melbourne, Bram memejamkan mata memikirkan siapa yang dia kenal
di Selandia Baru. Setelah memeras otak mengingat-ingat, terngiang
di telinganya, kata-kata ibunya pas dia akan berangkat. Kata ibunya,
‘Bram, jangan lupa kontak Om Pimpa ya. Tapi nanti seminggu lagi,
karena sekarang Om Pimpa ada di Christchurch, Selandia Baru. Minggu depan baru kembali ke Melbourne.’

‘Pas saya keluar, dia melangkah masuk’.

Bram merasa lega sekarang. Dia tahu Omnya ada di Christchurch.
Tapi cuma sebentar, karena dia ingat, pas diumumkan tadi, katanya
pesawat ini akan mendarat di Wellington. Dia beringsut di tempat
duduknya, dan melirik ke penumpang di sebelahnya, seorang gadis
cantik berkulit mulus mengkilap dan berlesung pipit. Si gadis cantikpun melirik kembali dan tersenyum. Bram ingin menanyakan sesuatu,
tapi karena terkesima, dia lupa apa yang ingin ditanyakannya. Yang dia
tahu, kini dia tidak keberatan dibawa ke manapun. Melbourne, Christchurch, Wellington, kenapa susah? Semua di belahan bumi yang
sama. Diapun menyandarkan dirinya dan merasa jauh lebih nyaman.

‘Pas’ muncul dalam kalimat-kalimat yang memberikan artian yang
elastik padanya. Umpamanya,

Pas jam enam pagi, jam di meja sebelah tempat tidurnya berdering.
Bram terbangun.

‘Pas di kantor, saya mendapat tugas tidak henti-hentinya’, yang kalau
di’terjemahkan’ ke dalam bahasa baku, artinya, ‘Selama di kantor, saya
mendapat…’

Nah, silakan menuliskan kembali kisah ini dengan kata-kata yang lebih
pas. Good luck.

Dalam A Comprehensive Indonesian-English Dictionary, kata ‘pas’
juga dapat disertai kata-kata lain yang lalu membawa makna berbedabeda. Salah satunya ialah yang berkaitan dengan waktu, ‘when(ever)’.
Inilah rupanya yang sering saya dengar atau baca pada waktu saya di
Indonesia, khususnya di pulau Jawa, baru-baru ini. Namun ‘pas’ muncul
dalam kalimat-kalimat yang melewati artian ‘persis waktunya’, seperti,

‘Pas sudah jadi ibu, dia sekarang tidak pernah lagi membaca buku’,
artinya, ‘Sejak menjadi ibu, dia tidak pernah lagi…’
‘Dia selalu menjawab yang tidak jelas pas ditanyai gurunya,’ artinya,
‘Setiap kali ditanyai gurunya, dia selalu menjawab…’
Semua ini membuat saya ingin menyusun sebuah kisah pendek dengan
menggunakan kata ‘pas’ dalam berbagai maknanya:
Penulis : Dewi Anggraeni

28

ozip.com.au

Yapit Japoetra – MARN 0213101 - YNJ Migration Consultants
Work and Holiday Visa (Subclass 462) – Indonesia

Visa ini ditujukan untuk orang-orang yang berusia antara 18 dan 30
tahun yang ingin berkunjung (berlibur) dan bekerja di Australia untuk
masa sampai dengan 12 bulan. Visa ini memperbolehkan anda
untuk menambah pendapatan untuk biaya liburan anda di Australia
dengan kerja sementara atau casual di Australia.
Dengan visa ini anda bisa:
 Mengunjungi Australia kapan saja dalam waktu 12 bulan sejak
visa anda di grant
 Tinggal di Australia sampai dengan 12 bulan sejak tanggal
kunjungan yang pertama dengan visa ini
 Meninggalkan dan kembali masuk ke Australia sebanyak yang
anda mau dalam waktu 12 bulan sejak tanggal kunjungan yang
pertama dengan visa ini
 Kerja sementara di Australia sampai dengan 6 bulan dengan
setiap perusahaan (Kerja lebih dari 6 bulan dengan perusahaan
yang sama tanpa izin dari Imigrasi Australia bisa mengakibatkan visa
anda dibatalkan dan anda di minta untuk meninggalkan Australia)
 Belajar sampai 4 bulan
Anda tidak bisa membawa pasangan anda dan anak-anak anda ke
Australia bersama dengan visa ini. Pasangan anda jika memenuhi
persyaratan untuk visa ini, bisa memasukkan aplikasi untuk visa ini
sendiri.
Anda bisa mengajukan visa ini jika anda:
 Berusia antara 18 sampai 30 tahun pada saat memasukkan
aplikasi
 Memegang paspor Republik Indonesia
 Memenuhi persyaratan minimum edukasi/sekolah (Anda harus

minimum telah menyelesaikan 2 tahun pendidikan di perguruan
tinggi/universitas termasuk level doctoral (S3), master (S2), graduate
diploma, graduate certificate, sarjana, advanced diploma, diploma
dan associate degree)
 Memiliki kemampuan bahasa Inggris fungsional
 Mendapatkan surat pendukung dari pemerintah Indonesia
(Direktorat Jenderal Imigrasi). Lihat www.imigrasi.go.id
 Tidak membawa anak-anak anda
 Belum pernah mengunjungi Australia dengan visa Working
Holiday (417) atau Work and Holiday (462)
 Memenuhi persyaratan berkelakuan baik, kesehatan dan bukti
keuangan yang mendukung.
Artikel ini ditulis hanya sebagai informasi umum dari informasi yang
ada di website Imigrasi Australia sampai tanggal 22 April 2016
dan bukan sebagai pengganti nasihat keimigrasian. Jika anda
membutuhkan informasi yang lebih akurat tentang kemungkinan
anda mendapatkan visa Australia, anda bisa menghubungi Yapit
Japoetra, MARN 0213101 (YNJ Migration Consultants) di (03) 9650
0895 atau agen-agen imigrasi terdaftar lainnya.
Yapit Japoetra (MARN 0213101) adalah agen imigrasi asal
Indonesia lulusan MBA dari Monash University. Yapit
menyelesaikan kursus hukum imigrasi Australia dari Deakin
University dan Migration Institute of Australia di tahun 2002.
Yapit adalah anggota dari Migration Institute of Australia.
Yapit memiliki lebih dari 13 tahun pengalaman dalam hukum
imigrasi dan dapat membantu anda dalam proses aplikasi
atau memberikan nasehat tentang bagaimana mendapatkan
permanent resident dan visa lainnya di Australia. Untuk
informasi lebih lanjut, hubungi Yapit Japoetra di YNJ Migration
Consultants di (03) 9650 0895 atau email yapit@tpg.com.au.

Hari Ibu,
Penghargaan Perjuangan Kaum Wanita

S

etiap hari Minggu kedua di bulan Mei, Australia, Amerika dan
banyak negara lainnya di dunia merayakan Hari Ibu. Hingga
saat ini, ada kurang lebih 46 negara di dunia yang turut memperingati Hari Ibu, meski dirayakan pada tanggal yang berbeda.
Indonesia merayakannya setiap tanggal 22 Desember.
Merenungkan mengapa banyak negara di dunia merayakan hari ibu,
penulis melakukan beberapa penelitian sederhana menggunakan
beberapa sumber variatif untuk memperkaya ide dan sudut pandang.
Sejarah awal mencatat bahwa perayaan hari ibu di mulai sejak festival musim semi tahunan kuno Yunani, yang didedikasikan dan untuk
menghormati Rhea, istri Cronus dan ibu dari banyak dewa dari
mitologi Yunani. Roma kuno juga merayakan festival musim semi,
yang disebut Hilaria dan didedikasikan untuk Cybele, ibu dari banyak
dewi-dewi. Tercatat bahwa upacara untuk menghormati Cybele
dimulai sekitar 250 tahun sebelum Yesus Kristus lahir. Perayaan
berlangsung selama tiga hari dan termasuk parade dan pertandingan.
Berbeda dengan perayaan di Inggris, hari ibu dikenal dengan sebutan Mothering Day. Perayaan ini berawal di era tahun 1600an yang
dirayakan pada hari Minggu keempat Prapaskah untuk menghormati
Bunda Maria dan para ibu. Perayaan ini sempat redam di abad ke 19.
Namun, kembali muncul setelah perang dunia kedua ketika prajurit
Amerika membawa budaya hari ibu yang mereka rayakan di Amerika
dan memanfaatkan kesempatan itu secara komersial.
Di Amerika sendiri, hari ibu
memiliki cerita tersendiri
yang kemudian menjadi
sejarah dan akar yang memberikan inspirasi, makna dan
arti dari perayaan hari ibu
yang diperingati oleh banyak
negara di era moderen saat
ini. Berawal dari perjuangan
seorang wanita Amerika,
Julia Ward Howe, menginisiasi peringatan hari ibu
pada tahun 1872. Ia menulis
proklamasi hari ibu pada
tahun 1870, yang menyerukan dan mendorong para
kaum wanita untuk bangkit
melawan perang saudara

30

ozip.com.au

Amerika (American civil war) dan menyuarakan hak mereka sebagai
wanita, istri dan ibu.
Julia adalah seorang penulis dan aktivis sosial yang lahir dari keluarga mapan dan berpendidikan di New York. Banyak dari tulisan
kegiatan sosialnya dipengaruhi oleh pengalaman pribadi; didikan
keluarga dan kehidupan pernikahannya yang bermasalah. Hal
tersebut banyak berdampak terhadap peranannya sebagai istri dan
perempuan di dalam masyarakat, yang menginspirasi Julia untuk
meloloskan hari ibu sebagai hari nasional.
Berangkat dari keluarga mapan dan berpengaruh, koneksi, jaringan
dan kemampuan Julia yang luar biasa, memberikan keuntungan
tersendiri bagi usahanya untuk menyuarakan peranan kaum wanita
di level politik Amerika. Lirik lagu John Brown’s Body versi Julia yang
menjadi sangat terkenal saat perang saudara Amerika, membawa
dirinya pada sorotan publik. Demikian dengan karya terkenalnya
“Battle Hymn of the Republic”. Hal ini dimanfaatkan Julia sebagai
medium untuk mengkomunikasikan beragam ide dan gagasan
briliannya. Meski Julia tidak sukses dalam meyakinkan pemerintah
Amerika saat itu untuk membuat hari ibu sebagai hari nasional,
hingga kematiannya pada 17 Oktober 1910, Julia telah sukses melahirkan dan mendirikan dasar pondasi hak-hak wanita Amerika, yang
menginspirasi wanita-wanita di negara lain.
Banyak wanita Amerika, termasuk Ann Jarvis, seorang aktivis sosial
dan organisator masyarakat di era perang saudara Amerika memiliki
semangat yang sama dengan Julia Howe. Ann Jarvis membentuk
gerakan untuk menghormati kerja keras dan membantu para ibu,
terutama dalam meningkatkan kondisi kesehatan dan sanitasi keluarga. Sepeninggal Anna Jarvis di tahun 1905, putrinya Anna Jarvis
melanjutkan perjuangan ibunya dengan menyisihkan satu hari untuk
menghormati para ibu – hari kematian ibunya. Ia percaya, ibu adalah
orang yang melakukan jauh lebih banyak dari siapa pun di dunia.
Ide ini kemudian dilakukan setiap tahun dengan membagikan
bunga Anyelir ke setiap pendukung, yang pada tahun 1909 berhasil
menarik perhatian pendukung sebanyak 15 ribu orang. Proposal
dan surat resmi untuk menjadikan hari ibu sebagai hari libur nasional pun dikirimkan ke para pemegang kekuasan di kalangan politik.
Kerja keras terbayarkan. Pada tahun 1911, hari ibu resmi dirayakan di
banyak negara bagian Amerika. Namun, puncak kesuksesan adalah
pada saat presiden Woodrow Wilson menandatangani dan mendedikasikan hari Minggu kedua di bulan Mei sebagai hari ibu nasional
Amerika. Anna Jarvis kemudian dikenal sebagai pendiri hari ibu.
Jauh di bagian belahan dunia lain, di benua dan budaya yang berbeda,

perempuan-perempuan Indonesia melihat, merasakan dan memiliki ide dan gagasan serupa dengan Julia Howe dan Anna Jarvis.
Bedanya, kaum perempuan dari berbagai daerah di Indonesia turut
memutar otak dan tenaga untuk memperjuangkan kemerdekaan
Indonesia dari para penjajah, dan hak-haknya sebagai wanita.
Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 dan perjuangan
pahlawan wanita, menginspirasi para wanita Indonesia di Jawa dan
Sumatera untuk menginisiasi Kongres Perempuan Indonesia (KPI)
pertama di Yogyakarta pada 22-25 Desember 1928. Mereka berkumpul membahas dan mendiskusikan peran perempuan dalam
pembangunan bangsa, perdagangan anak dan kaum perempuan,
perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, hingga pernikahan
usia dini. Sebagai hasilnya, lahirnya organisasi Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI) untuk menangani permasalahan tersebut
dan memperjuangkan cita-cita mereka.

Keputusan penting lainnya yang dihasilkan dalam kongres pertama
ini adalah keputusan bahwa pemerintah wajib memberikan surat
keterangan pada waktu nikah (undang-undang perkawinan), diadakannya peraturan yang memberikan tunjangan kepada janda dan
anak-anak pegawai negeri Indonesia.
Melihat peranan dan fungsi penting perempuan Indonesia dalam
pergerakan kemajuan kualitas bangsa dan kemerdekaan Indonesia,
kongres keduapun terselenggara di Jakarta pada tahun 1935. Kali ini,
kongres berhasil membentuk Badan Kongres Perempuan Indonesia
dan menetapkan fungsi perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa
yang berkewajiban menumbuhkan rasa kebangsaan. Hingga pada
tahun 1938, Kongres Perempuan Indonesia III, atau yang kini dikenal
dengan Kongres wanita Indonesia (Kowani), dilaksanakan di Bandung dan menyatakan bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari
Ibu. Namun, pengakuan secara nasional hanya terjadi di perayaannya di tahun ke-25 sejak diselenggarakannya KPI pertama kali di
tahun 1928.
Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden No.316 pada
tahun 1953 yang meresmikan tanggal 22 Desember sebagai hari ibu
nasional. Ia mendasari hari ibu sebagai peringatan untuk merayakan
semangat wanita Indonesia dalam meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Hari ibu juga diperingati untuk mengenang
jasa pahlawan wanita, baik secara harafiah seperti Cut Nyak Dien,
R.A. Kartini, Dewi Sartika, dan lainnya, maupun kiasan, yang merujuk
pada kaum ibu pada umumnya.
Semangat dari berbagai cerita sejarah hari ibu di atas, menggambarkan peranan dan posisi penting wanita dalam pergerakan bangsa
di beberapa negara di dunia. Hari ibu tidak hanya berarti memberikan ibu hadiah atau membebastugaskannya dari kewajiban domestik di rumah. Hari ibu memiliki makna lebih dalam dan penting dalam
perayaannya. Mari rayakan hari ibu setiap hari dengan menghormati, menyayangi dan menghargai ibu sebagai pahlawan, yang rela
memberikan segalanya bagi kemerdekaan dan kehidupan yang laik,
juga kebahagiaan anak-anaknya!
Bintang Butar-Butar

FEATURE

INDOfest Adelaide
Kecil-kecil Cabe Rawit
tahun, merupakan pengakuan kuat, yang memberikan kepercayaan
diri bagi komunitas Indonesia di Australia Selatan. Pendukung setia
INDOfest di Adelaide juga banyak datang dari kalangan pendidikan
dan pebisnis publik dan swasta. Tidak ketinggalan pemerintahan
Indonesia di tingkat nasional melalui kedutaan besar Indonesia di
Canberra dan konsulat jenderal Indonesia di Sydney. Demikian juga
dukungan di tanah air melalu beberapa kementerian, seperti pendidikan dan kebudayaan, juga pariwisata.
Geliat dan cerita sukses INDOfest di Adelaide yang didukung oleh
komunitas Indonesia negara bagian Australia Selatan dan banyak
pihak lainnya, memberikan kepercayaan diri bagi komite AustralianIndonesian Assosiciation of South Australia (AIA SA) Inc. yang telah
mendaftarkan INDOfest – Adelaide secara resmi sebagai nama
dagang (trading name).

K

omunitas Indonesia di Australia memang tidak sebanyak
komunitas dari negara lain seperti Italia, Cina dan India.
Berdasarkan hasil sensus tahun 2011 dalam laporan statistik
Departement of Immigration and Broder Protection Australia 2014,
populasi Indonesia di Australia berjumlah lebih dari 63 ribu orang di
urutan ke-21. Terkhusus di negara bagian Australia Selatan, tercatat
ada berkisar 2000 orang Indonesia memilih wilayah ini sebagai
tempat tinggal.
Melihat jumlah penduduk Indonesia di Australia Selatan yang hanya
berjumlah tiga persen dari total penduduk di seluruh Australia, banyak orang melihat angka ini kurang signifikan. Namun, melihat geliat
mereka di lapangan, komunitas Indonesia di Adelaide nampaknya
mengambil filosofi cabe rawit. Meski berukuran kecil, bila dimakan
rasanya bisa menggetarkan seluruh tubuh.
Salah satu kegiatan yang sering
dan banyak menjadi sorotan
adalah kegiatan Indonesian Festival (INDOfest). Meski kegiatan
ini banyak diselenggarakan di
berbagai negara bagian di Australia, penyelenggaraan INDOfest di
Adelaide mendapat klaim sebagai
kegiatan INDOfest terbesar di luar
Indonesia.
Hal ini mendapat perhatian publik
di Indonesia dan luar negeri,
setelah salah satu fungsionaris penting Indonesia Vincent
Jemadu memberikan pernyataan
dan pendapat mengenai penyelenggaraan INDOfest di Adelaide.
Menurutnya, INDOfest adalah
kegiatan terbesar dari festival sejenis di dunia. "Dari pengalaman
saya setelah melihat festival serupa di negara lain, saya menyatakan
bahwa kegiatan ini adalah yang terbesar. Di negara lain, festival Indonesia biasanya hanya menarik masyarakat Indonesia, tetapi bukan
orang lokal,” jelas Vincent.
Sejak awal pelaksanaannya di tahun 2008 hingga 2015 lalu, INDOfest di Adelaide menarik hampir 20 ribu pengunjung setiap tahunnya. INDOfest menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian
kegiatan festival sepanjang tahun di Adelaide, kota yang berpenduduk lebih dari satu juta orang ini. Adelaide dikenal sebagai kota
festival terbaik di dunia.
Dukungan pemerintah lokal Adelaide City Council (ACC) dengan
bantuan senilai $10 ribu setiap tahun dan Kementerian Sosial, Multikultural dan Kepemudaan Australia Selatan berkisar $20 ribu per

32

ozip.com.au

Hal ini diungkapkan oleh presiden
AIA SA Inc Tji Srikandi-Goodhart
dalam pengumumannya mengenai
nama dagang INDOfest – Adelaide
beberapa waktu lalu. Bersama
komite, ia meyakini usaha ini dapat
memperkuat komunitas Indonesia
dan kegiatannya di bawah bendera
yang sama melalui INDOfest – Adelaide. “Mewakili komite AIA SA Inc.,
kami berharap branding INDOfest
– Adelaide yang akan menaungi
beberapa kegiatan relevan dengan
asosiasi, memberikan dampak untuk
pengakuan yang lebih luas lagi dan
dorongan kuat untuk memperoleh
dukungan sponsorship,” ungkap
wanita cantik yang selalu tampil
elegan dan sederhana.
Mewakili asosiasi, Tji Srikandi-Goodhart berharap partisipasi aktif
dan positif dari masyarakat Indonesia di negara bagian Australia
Selatan untuk menyambut rangkaian kegiatan dan program acara
yang telah disiapkan sepanjang tahun 2016 ini, dan masih akan
berkembang. Ia juga memberikan beberapa detail program seperti
INDOfest school program yang diramaikan oleh murid-murid dan
guru Australia dari 25 sekolah dengan kreasi seni, film dan bahasa
Indonesia. Simposium dan seminar kepemudaan yang didukung
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, pagelaran
karya seni oleh para Master Artisan yang mendapat dukungan dari
pemerintah daerah (pemda) Indonesia, dan penampilan kesenian
budaya yang juga akan turut meramaikan INDOfest – Adelaide 2016.
Mari dukung komunitas Indonesia dengan turut serta mengambil
bagian dengan meramaikan kegiatan yang telah dipersiapkan. Juga
berpartisipasi dan berkontribusi dengan kemampuan yang kita punya untuk saling melengkapi, mengembangkan dan memperkokoh
kualitas komunitas Indonesia dimanapun kita berada.
Bintang Butar-Butar

PRE-EVENT

SOCIETAL PROJECT 2016 :

THE RED CARPET

PPIA RMIT is bringing our latest
event, SOCIETAL PROJECT 2016 :
THE RED CARPET, which will be held
on 29th of May 2016 in San Remo
Ballroom. This event will be initiated
in the form of premium ball, which
expected to be held annually.

PPIA RMIT akan mengadakan acara
terbaru kami, yaitu Societal Project
2016 : The Red Carpet. Acara ini akan
berlangsung pada 29 Mei 2016 di San
Remo Ballroom. Bentuk dari acara ini
adalah p remium ball yang akan men­
jadi acara tahunan PPIA RMIT

The Societal Project is aiming to
create an event with elegance
which can bring students from
different universities to socialise.
This is a great opportunity to meet
new people and to create strong
networks among them.

The Societal Project merupakan acara
di mana para pelajar dari berbagai
universitas dapat berkumpul, bersosia­
lisasi, dan membangun koneksi. Acara
ini merupakan kesempatan yang baik
bagi para pelajar untuk dapat menge­
nal satu sama lain selagi menikmati
acara.

You will be served with 3­course fine
dining, canapés, and free­flow drinks.
There will also be live performances
and DJ throughout the night.
Don't miss this major event. For
those of you who haven't got your
tickets yet, you can get your tickets
starting from the 28th April 2016.
Get ready, pull out your best formal­
wear, and be as fancy as you wish!
Don’t forget to visit our website w
ww.ppia­rmit.org/societal, follow our
instagram account @ppiarmit and
like our Facebook page PPIA RMIT
University for more updates! For any
further questions, don’t hesitate to
contact us via email to s ocietalpro­
ject@ppia­rmit.org
BE A PART OF IT!

Selama acara berlangsung, hadirin
akan mendapatkan 3­course fine dining,
canapés, dan free­flow drinks.
Selain itu, acara juga akan diramaikan
dengan adanya live performances dan DJ.
Jangan lewatkan kesempatan kalian
untuk menjadi bagian dari acara ini!
Penjualan tiket akan dimulai pada 28
April 2016. Oleh karena itu bersiap­
siaplah dan gunakan pakaian terbaik
kalian.
Kunjungi website kami w ww.ppia­
rmit.org/societal, follow instagram @
ppiarmit dan like Facebook page PPIA
RMIT University untuk mendapatakn
informasi terbaru.! Untuk pertanyaan
lebih lanjut, hubungi kami via email ke s
ocietalproject@ppia­rmit.org
BE A PART OF IT!

ozip.com.au

33

FEATURE
fields and chaotic cities of Java, Bali and Northern Sumatra 3 times
now and made countless friends along the way, I feel as though
I’ve found myself a second home away from Melbourne. Bali aside,
Indonesia may not be the most obvious choice for international
tourists and at times it can be a downright difficult place to travel
(think pot-holed rural roads and torrential downpours), but what
I’ve found here is a country with some of the friendliest and most
eccentric people you’ll ever meet. Here’s a list of some of those
typically ‘Indonesian moments’ you’ll probably encounter if you
decide to take on this big adventure….
I’ll be the first to admit I haven’t travelled very far in my life so far
and at 26 this is something I’m often reminded of by the breathless
social media posts of friends who seem to be jetting off overseas to
well-known locations from the Colosseum of Rome to the neon-lit
streets of Tokyo and just about everywhere in between with irritating
regularity! Instead of ticking-off the “big name” locations and worldfamous landmarks (I’ll get around to them one day I’m sure) my
travels have taken me much closer to home and in particular to
the charming and fascinating archipelago that sits directly north of
Australia’s expansive land mass. You guessed it – Indonesia is the
country I’m talking about and having voyaged through the lush green

“Hellooo Misssterrr”: Being Treated Like a Celebrity Everywhere
You Go
Coming to Indonesia for the first time as a Caucasian male or female
(affectionately known as a “bule” or “albino” in Bahasa Indonesia) will
offer you a crash course in what it feels like to be a celebrity. Whilst
the locals of Bali are used to the presence of western tourists, in the
villages of rural Indonesia and even in the kampung of a megacity like
Jakarta, the presence of a bule is a cause for celebration amongst
curious locals who aren’t accustomed to foreigners visiting their
neighbourhood. Expect to hear the joyous chorus of “hellooo
misssterrr” from excited children and adults alike as they
make you feel welcome, which seems to draw even more
locals onto the street with each more keener to meet you
than the last!
“Foto Mister?” Being Asked for a Photo at Local Tourist
Attractions
No doubt a situation many foreign travellers have experienced
outside of Bali, you visit a local tourist attraction such as the old
world Dutch charm of Jakarta’s Fatahillah Square or the Buddhist
majesty of West Java’s Borobudur Temple – only to find yourself as
the main tourist attraction amongst hordes of excited schoolkids
who rush towards you like starstruck fans at a rock concert! Then
as you prepare to leave you find yourself surrounded by even
more around the next corner, all politely asking you “foto mister?”
After posing for dozens of photos you finally have time to enjoy
the attraction itself, until another group of locals arrive and the
pandemonium begins again. What a big difference to Australia
where I’m just another anonymous face in the crowd!

34

ozip.com.au

“Mau ke mana mister? Anak-anak mister?” Being Asked 21
Questions by Complete Strangers
What might be considered rude or excessively “nosey” in western
societies like Australia is just another friendly way many Indonesians
like to get to know a stranger in their country; and that is by directly
asking you personal questions about your marital status, whether
you have children or not and where you plan to spend your evening
amongst many other potential lines of inquiry. At first this takes a bit of
getting used to, but if you can answer these questions in even the most
basic Bahasa Indonesia you will have found yourself a new local friend
with minimal effort!
“Sari-roti….roti-sari-roti”: the Ubiquitous Food Carts of the
Kampung
The colour and vibrancy of Indonesia’s city streets and rural landscapes
is closely matched by the sonic palette of background sounds and
noises which make everyday life here so intoxicatingly fascinating for
the outsider. 2-stroke motorbike engines and the call to prayer aside,
there’s few sounds quite as pervasive and uniquely Indonesian as
the famous “Sari-rotiii…. roti-sari-rotiiii” jingle which follows those
2-wheeled food carts around the kampung and city streets
as the vendor dispenses loaves of the sweetened Sari Roti
bread that has become a staple in many Ibu’s kitchens.
Other notable mentions go to the Paddle-Pop tune (also
associated with a two-wheeled mobile cart) and of course
the familiar “terus, terus, terus!” of the dutiful roadside
parking attendants.
“Terus… terus… terus!” the Hard Working Parkir of
Urban Indonesia
One of my favourite eccentric Indonesian characters are
the hard working Parkir or parking attendants who can be
found outside small businesses and warungs across the
country, safely shepherding cars from their haphazard
parking positions into the chaotic traffic flow of busy
arterial roads. Perhaps their ubiquitous presence means
they’re taken for granted, but these enterprising individuals
perform a valuable public service everyday to the familiar
sounds of “terus… terus… terus”, preventing minor road
accidents, which in a congested city like Jakarta could
cause literally millions of their fellow Indonesians to be
very late to that important meeting or dinner date!

Indonesia may lack a distinctive landmark with the global recognition of
the Eiffel Tower or London’s Big Ben and it might not have the flashiest
infrastructure in the world. Getting from A to B can be a real adventure
in itself and frustratingly so at times. But what it lacks in ‘gloss’ it more
than makes up for with friendly locals, charming villages, lush tropical
landscapes untouched by overdevelopment (outside Bali), warm
weather and some truly eccentric characteristics that will endear you
to this fascinating nation of some 250 million people. I’m certainly
looking forward to my next adventure across eccentric Indonesia!
Michael Reardon
Photo: Widi Baskoro

ozip.com.au

35

B

epergian ke suatu tempat saat ini seolah sudah menjadi kebutuhan
utama. Tentu sangat menyenangkan apabila kita dapat menikmati
sarana transportasi yangbagus saat bepergian. Begitupun dengan
keberadaan bandara yang bagus, yangsaat ini sangat dibutuhkan oleh
para penumpang pesawat. Belakangan ini,beberapa bandara sudah
berubah fungsi, tidak hanya sekedar menjadi tempatnaik dan turun
pesawat.
Indonesia cukup beruntung telah memiliki beberapa bandara bagus
(sekaligus indah) bahkan berlevel Internasional, yang memungkinkan
penumpang dariberbagai kota bisa langsung terbang ke luar negeri tanpa
harus transit ke Jakarta. Beberapa bandara internasional yang sudah
memiliki reputasi baik dari sisi desaindan sarananya diantaranya adalah
bandara Kualanamu Sumut, bandara NgurahRai Bali dan bandara Juanda
Jatim. Sedangkan Bandara Soekarno Hatta sebagaisalah satu bandara
tersibuk di dunia pun kini mulai bebenah mengejarketertinggalannya,
terutama dari sisi fungsi dan desain agar tidak kalah denganbandara
indah lainnya di dunia.
Soekarno Hatta International Airport (SHIA) kini tengah membangun
terminalbaru yaitu Terminal 3 Ultimate (T3U). Desain T3U dibuat lebih
futuristik menjadikannya tidak hanya sekedar tempat singgah, tetapi juga
berusahamenyediakan fasilitas yang istimewa pagi pengguna pesawat.
Nah, kebetulan sayaberkesempatan mengunjungi pembangunan
proyek fantastis itu secara langsung.
Terminal baru yang digadang-gadang bakal menyamai beberapa
bandara tercantik di dunia ini desain, fungsi, fasilitas, dan kesan
mewahnya sengaja dibuat tidak jauh berbeda dengan bandara Beijing
Capital International Airport (PEK), bandara London Heathrow Airport
(LHR), bandara Hongkong International Airport (HKG), bahkan SHIA T3U
bermimpi bisa sejajar dengan Singapore Changi International Airport
(SIN) sebagai bandara paling indah di dunia.

36

ozip.com.au

Proses pembangunan T3U di Bandara Soekarno Hatta ini sudah dimulai
sejak bulan Mei 2013 dan diharapkan rampung pada akhir tahun 2016.
Desainnya dirancang oleh tim arsitek dari Woodhead International dengan
luas bandara sekitar 380,000m2 dan diproyeksikan mampu menampung
25 juta penumpang per tahun.
Pengembangan Terminal 3 Ultimate (T3U) merupakan extention dari
terminal 1, 2 dan 3 eksisting. Desainnya dibuat lebih modern dan mewah,
dengan menampilkan berbagai corak dan ornament khas budaya
Indonesia. Proyek mercusuar pemerintah ini memang melibatkan banyak
perusahaan besar yang tergabung dalam konsorsium Kawahapejaya yang
terdiri dari 10 perusahaan ternama seperti PT Wijaya Karya, PT Waskita
Karya, PT Pembangunan Perumahan, PT Jaya Teknik, PT Indulexco, PT
GMDI, PT Atelier dan 6 perusahaan arsitek yang dipimpin oleh Woodhead,
Aecum dan Kontraktor Hyundai.
Kalau boleh berbangga, berdasarkan data ICAO tahun 2015 ternyata SHIA
ditetapkan sebagai bandara tersibuk di Asia Tenggara dan menempati
posisi ke-16 di dunia serta mampu menggeser Singapore Changi
International Airport sebagai bandara tersibuk ke-4 di Asia setelah
bandara di Beijing, Tokyo dan Hongkong.
Kehadiran Terminal 3 Ultimate (T3U) diharapkan mampu memecah
masalah daya tampung bandara yang sudah mencapai 80 juta
penumpang lalu lalang setiap tahunnya. Angka ini melonjak 4x lipat dari
tahun 2011. Sebagai terminal baru, keberadaan T3U ini akan menggantikan
posisi Terminal 2 eksisting yaitu Terminal Khusus Keberangkatan dan
Kedatangan Luar Negeri yang diprioritaskan sebagai pintu gerbang bagi
wisatawan mancanegara. Kehadirannya juga bersaing dengan Changi
dan KLIA untuk mampu menarik maskapai international agar memilih
transit di T3U SHIA. Keuntungannya kerapkali penumpang pesawat yang
awalnya hanya transit, berpotensi menjadi turis. Hal ini tentunya akan
mengembangkan sektor pariwisata di Indonesia, sehingga diharapkan
dapat menjadi salah satu pilar utama bagi pertumbuhan ekonomi di
Indonesia.

Melihat pembangunannya saja, mata saya sudah berkaca-kaca. Tampilan
T3U ini akan sangat luar biasa dengan langit-langit yang tingginya
mencapai 1000 kaki, dan dengan desain yang bisa memanjakan mata
penumpang yang sedang transit. Selain itu terminal ini sengaja didesain
bagi penumpang yang memerlukan waktu transit dalam jangka waktu
panjang. Nantinya Anda akan bisa mempertimbangkan untuk menginap
di dalam terminal yang juga dilengkapi dengan hotel berbintang sambil
melihat lalu lalang pesawat dari jendela kamar tempat anda menginap.
Asyik kan?
Perbincangan saya dengan beberapa orang yang berada dalam proyek
pembangunan Terminal 3 Ultimate ini ternyata sejalan dengan perubahan
dan kebutuhan penumpang. Kalau dulu bandara letaknya di ujung
agak jauh dari kota, kini bandara hadir menjadi kota sendiri dan banyak
penumpang menjadikan bandara tidak hanya tempat untuk bepergian
dengan pesawat, melainkan sebagai obyek tujuan wisata.

FIRST HOME BUYER
Jadi, bandara yang tadinya terpencil jauh dari mana-mana, sekarang
menjadi satu lingkungan dengan komunitas tersendiri. Sebuah bandara
yang tadinya hanya menjadi bandara sebuah kota (city airport) berubah
menjadi Kota Bandara atau Airport City. Jika perkembangan itu terjadi
dalam skala yang lebih besar dan meluas, dimana sebuah bandara benarbenar menjadi pusat kegiatan, maka terbentuklah apa yang dinamakan
Aerotropolis. Bahkan Bandara SHIA ingin mencontoh Bandara KLIA yang
telah mensupport Sepang berubah menjadi Aerotropolis dengan banyak
pusat bisnis, mall, sirkuit, industry, dan lain sebagainya.
Selain tampilannya yang sangat indah, T3U ini sengaja menyediakan
berbagai fasilitas mewah dan lengkap. Sebut saja Keberadaaan Stasiun
Kereta Api (Rail Link Airport) yang terintegrasi dengan T3U, kemudian
ada enchanted garden yang menjadi andalan dari Bandara Soetta
sebelumnya, sehingga membuat kita seakan-akan sedang berada di
tengah alam yang unik, dengan area bermain anak, fasilitas lounge yang
nyaman dan ada area pusat belanja layaknya sedang berada di mall dan
masih banyak berbagai fasilitas lainnya. Jadi penasaran ingin segera
melihat wujud asli Terminal 3 Ultimate ini kalau sudah jadi….

INVESTMENT LOAN
REFINANCE
NON-RESIDENT INVESTOR LENDING

Level 50, Rialto South Tower
525 Collins Street, Melbourne, VIC 3000
Yantono Samara

Asril Wardhani

Blog: asrilwardhani.wordpress.com
IG:@asriel1606

M +61 419 168 169
P +61 3 9629 3886
E info@navantifinance.com
W www.navantifinance.com

Australian Credit License Number: 383640

EVENT

Indonesian Film Festival 2016
Mengeksplor Kekayaan Wajah Indonesia
dalam Karya Film

I

ndonesian Film Festival 2016 telah sukses digelar di Melbourne,
Australia pada tanggal 14 – 20 April 2016. Serangkaian acara
yang dipersembahkan oleh PPIA Melbourne University ini
dimulai dari pre-event IFF Under the Stars, Gala, Movie Masterclass, hingga acara yang paling ditunggu-tunggu yakni pemutaran
film-film Indonesia yang dilangsungkan di ACMI (Australian Centre
for the Moving Image).

IFF kali ini yang mengambil tema Explore the Wonders of Indonesia, menyajikan film-film dengan tema yang lebih bervariasi, mulai
dari drama, kisah cinta, komedi, persahabatan, reliji, hingga horror.
Pilihan-pilihan film yang ditampilkan selama seminggu tersebut,
sengaja dipilih untuk mengajak penonton menikmati keindahan
Indonesia melalui film-film yang ditayangkan, dan termasuk juga
agar lebih mendapat gambaran mengenai kultur dan kehidupan
masyarakat Indonesia.
Daftar film mulai dari Filosofi Kopi, Negeri van Oranje, Another Trip
to the Moon, Nay, Hijab, Badoet, Negeri 5 Menara, hingga The Sun,
The Moon and The Hurricane, masing-masing berhasil menarik
minat penonton yang tentunya mempunyai preferensi tema film
yang berbeda-beda. Dan yang pasti setiap harinya, sesi
Q & A yang mengakhiri setiap movie screening selalu disambut
antusias oleh segenap penonton maupun media.
Sukses untuk IFF 2016, dan sampai jumpa di IFF 2017!
Katrini Nathisarasia
Photo: Windu Kuntoro & Bayun Binantoro

38

ozip.com.au

INTERVIEW

Djenar Maesa Ayu
Bersuara Lantang melalui
Karya untuk Wanita

D

jenar Maesa Ayu, sosok yang lahir di Jakarta 14 Januari 1973 ini, mulanya dikenal melalui
karya-karya tulisnya (cerpen dan novel) yang kerap dinilai cukup berani, frontal, dan “provokatif”. Tema yang diusung hampir semua adalah tentang perempuan. Perempuan dengan permasalahan dan keterbatasan yang tercipta dari tatanan sosial. Bersuara jujur mengenai
pelecehan seksual, pemerkosaan, aborsi, dan tekanan fisik dan psikologis terhadap perempuan,
adalah tema yang tak bosan-bosannya Ia suarakan melalui karyanya, termasuk sebagai screenwriter dan filmmaker dalam karya Film.
“Banyak sekali perempuan yang ingin bersuara, tapi konstruksi sosial tidak mendukung. Bahkan
hukum pun seringkali tak berpihak. Sehingga kerap ada perempuan yang mau bersuara, tetapi
tidak berani. Sering saya ditanya, apa gak bosan ngomongin perempuan? Saya tidak peduli. Ada
keindahan tersendiri setiap bertemu dengan sesama perempuan yang bilang terima kasih atas
karyamu”, ungkap Djenar.
Gaya bicaranya yang blak-blakan, tetapi diimbangi dengan sikapnya yang santai dan down-to-earth, membuat percakapan sore itu meninggalkan banyak kesan. Film Nay yang mendapat kesempatan diputar di ajang Indonesian Film Festival 2016 adalah filmnya yang ketiga. Film
pertama Mereka Bilang Saya Monyet, film kedua SAIA tidak diputar di Indonesia karena Djenar tidak menginginkan adanya censorship di film
tersebut, dan kemudian Nay. Saat ini Djenar sedang menggarap film HUSH bersama Kan Lume, seorang sutradara asal Singapore.
Djenar mengaku, dalam berkarya sengaja tidak mengkotak-kotakkan karyanya, apakah tergolong film komersial ataukah art-house. Djenar
menyerahkan penilaian tersebut kepada publik. Isu-isu yang ditampilkan Djenar disadari olehnya adalah bukan isu-isu favorit. Apalagi bintangbintang yang dipilih adalah bukan bintang terpopuler yang sedang naik daun. Maka boleh dibilang karya film Djenar hingga saat ini belum ada
yang meledak di pasaran.
Djenar memaparkan dalam menghasilkan karya film, challenge yang dihadapi lumayan besar, “Saya sadar karya-karya saya selama ini sangat
segmented. Challenging terutama dalam mendapatkan investor. Masalah funding kerap menjadi masalah
utama. Bahkan saya sempat membuat charity program untuk film Nay. Nah saat film sudah jadi pun, kendala
ada di bioskop. Nay hanya mendapat jatah 19 layar di seluruh Indonesia, itupun diputar jauh dari jam primetime dan hanya beberapa hari tayang. Belum lagi kalau harus berbenturan jadwal dengan film-film asing
box-office.”
Film Nay dengan peran utama Sha Ine Febriyanti, adalah film yang menceritakan pergulatan batin
seorang wanita yang sedang mengalami masalah hamil pranikah. Pacarnya, Ben, adalah tipikal “anak
mami”, sehingga Nay yang sudah mempunyai masalah mental akibat hubungan yang tidak harmonis dengan Ibunya (Nay pernah diperkosa oleh pacar Ibunya), harus berjuang sendiri dan akhirnya
mengambil keputusan yang terbaik bagi hidupnya. Film berdurasi 80 menit ini, total menampilkan
kekuatan acting Ine Febriyanti yang banyak melakukan monologue.
“Ine sangat luar biasa sebagai Nay. Film ini hanya dibintangi oleh satu perempuan,
monoplay, dengan setting di dalam mobil. Mobil adalah metafora konstruksi sosial.
Mobil yang berjalan adalah simbol dari circle of life. Nay menyampaikan bahwa
sekalipun berat, orang harus mentukan pilihan. Sesuai dengan tagline film ini;
Hidup bukan untuk mencari perhentian, namun untuk melakukan perjalanan”,
papar Ibu dua orang putri dan satu cucu perempuan ini.
Menutup perjumpaan Djenar menekankan, “Sekalipun film saya tidak banyak
yang menonton, tapi saya yakin yang menonton adalah yang percaya
dengan apa yang saya suarakan. Itulah yang membuat saya terus punya
passion dan courage untuk berkarya.

Interview by: Katrini Nathisarasia
Photo: Ineke Iswardojo

ozip.com.au

39

INTERVIEW

Andri Cung

The Sun, The Moon & The Hurricane

H

aving started out as a fashion and commercial photographer, Andri Cung is quickly
becoming one of Indonesia’s most talented young directors. OZIP (O) took the
chance to meet with him (A) and discuss his first feature film, “The Sun, The Moon &
The Hurricane,” recently screened at the Indonesian Film Festival in Melbourne.
O: Could you start by telling us briefly about the film?
A: Each chapter is represented by one character who happens to be a gay man. First chapter when he was in high school, second chapter when he was in his 20s and third chapter
when he was in his 30s. Even though, the main character was gay, I think at some stage we
all regardless of our sexual preference experience that about accepting ourselves, about
coming of age, trying to fit in, trying to find love, the fear of being old and being lonely. We
all experience that. The reason I approach it is because personally I’ve been through those
three stages in my life and it is something that as a filmmaker as a storyteller its something
that I really want to tell.
O: In the film one of the protagonists says, “I’m not afraid of being old, I’m afraid of being
lonely.’ Is that from personal experience too?

A: Probably until now that is the question that is uncertain. You don’t know what the future
holds. For example, in Indonesia when you grow old you have your family taking care of you,
you live with your children and your grandkids, but then again it doesn’t guarantee anything, and I’m probably at a stage in my life where I’m questioning that. What if I end
up being alone? It’s not about being old, but I’m afraid of being old and alone.
O: What’s been the reaction to the film?
A: So far it’s pretty well accepted. We did a lot of screenings internationally and
nationally and we didn’t expect that probably 90 percent were full house. I personally didn’t expect that this sort of movie has an audience. At the end of the day I’m
gunning for a story about humans in general not only LGTB, but the struggle of the
human experience and a lot of the audience actually came to me or sending me
emails and they’re not gay and they’re straight people and it really touched them
in a way that they could relate to the story.

Also, there is a 17-year-old guy and he came to us and he said
all his life he had the struggle about coming out, nobody could
understand him at all, he was very young and after watching the
film finally he feels someone understands my struggle, and he
said he couldn’t believe a guy from Indonesia, another part of the
world, would make a story about me. That’s something beyond
any compliments any acceptance any awards or anything that
you are able to touch people’s heart and change someone’s life,
it’s overwhelming.
Interview by: Tim Flicker
Photo by: Windu Kuntoro

40

ozip.com.au

INTERVIEW

Tara Basro
Menemukan Diri Sendiri
Melalui Akting

A

ndi Mutiara Pertiwi Basro atau lebih
dikenal sebagai Tara Basro merupakan
Ambassador Indonesian Film Festival tahun ini. Apa yang tidak banyak orang
ketahui, bahwa nama Tara adalah nama
panggilan dari Ibundanya. Sang Ibu kerap
memanggil Tara dengan panggilan sayang
“Tiada Tara”. “She is the lovey dovey type,”
Tara berkomentar dengan tersenyum.

Chicco Jerikho
Dari Film ke Bisnis Kopi

B

ila berbicara mengenai Chicco Jerikho Jarumillind, sosoknya dikenal
luas sebagai actor yang ‘passionate’ saat memerankan karakter. Aktor
bermarga Thailand namum kelahiran Jakarta ini memiliki darah Thailand
dari sang Ayah dan darah Sumatera Utara dari sang Ibu.

Tara Basro memulai ketenaran di dunia
perfilman Indonesia dalam sekuel Catatan Si
Boy pada tahun 2011, sebagai Putri. Karirnya
melejit setelah itu, dan pada tahun 2015
Tara berhasil meraih penghargaan Aktris
Utama Terbaik Festival Film Indonesia dalam
perannya sebagai Sari di ‘A Copy of My Mind’,
sebuah film karya Joko Anwar.
Menjadi seorang aktris bagi Tara adalah sebuah perjalanan dimana ia menemukan dirinya melalui akting. Tara mengatakan, “Aku menemukan diriku melalui
akting, tapi aku juga mengorbankan banyak hal dengan menjadi aktris.” Tara
mengakui berada di dalam industri perfilman adalah sesuatu yang tidak
mudah. Tidak ada ruang untuk cela dan ada standard mengenai badan kurus,
rambut lurus dan kulit putih yang harus diikuti. Ia merasa seperti harus terus
menyenangkan semua orang. Pada saat Tara bisa menerima dirinya sendiri, ia
jauh lebih puas dengan apa yang ia miliki dan menjadi lebih percaya diri. Rahasia pancaran pesona Tara mungkin adalah hasil dari rasa percaya diri yang dia
bangun selama ini.
“Right now I am trying so much to educate the younger women just to acknowledge
themselves and accept themselves of how they are, because I tried so hard to
have fair skin, straight hair and whiter teeth but it’s never enough. But once I am
able to make peace with myself I am a lot happier”, Tara menuturkan.
Bagi Tara selain menerima diri sendiri, kebahagiaan bisa ia didapatkan dengan
mendengarkan musik dan menikmati berbagai bentuk seni. Di antara kesibukannya di dalam dunia perfilman, Tara mendapatkan kedamaian dengan mendengarkan musik dari earphonenya. Sebagai aktris yang harus mampu beralih
dari satu emosi ke emosi yang lain, terkadang ini bisa membuatnya letih secara
emosional dan yang bisa menyelamatkannya dari “kegilaan” adalah musik dan
seni.
Selain di bidang seni, Tara juga sangat aktif berolahraga dan menjadi advokat
hidup sehat. Kini ia berpartner dengan salah satu rekannya membuka superbowl bar di SCBD Jakarta, bernama Berrylicious. “It’s the perfect timing and
the perfect place. Even though I dislike the fact that working out and healthy
eating has become a trend. But at least it’s a good trend” Tara menegaskan.
Fiyona Alidjurnawan
Photos: Windu Kuntoro & Bayun Binantoro

Kini, sebuah film baru berjudul Filosofi Kopi karya Angga Dwimas Sasongko
telah menampilkan sosoknya yang berperan sebagai “Ben”, yakni seorang anak
petani kopi yang berusaha untuk menciptakan kopi yang sempurna. Untuk
memperdalam peran, Chicco melalui proses yang panjang mempelajari mulai
dari bibit dari perkebunan, sampai ke pabrik kopi, sekolah barista dan bahkan magang di berbagai kedai kopi. Komitmen dan dedikasinya untuk memperdalam peran harus diacungi jempol karena meskipun Chicco menyadari
bahwa untuk menjadi aktor di Indonesia butuh jam terbang yang tinggi, Ia tetap
berusaha untuk menjadi yang terbaik.
“Acting kita bisa mengexplore hidup orang lain yang bukan diri kita sendiri.
Dan bisa bikin kita jauh lebih bersyukur tentang apa yang udah kita punya.
Aktor itu harus sensitive. Aktor itu harus jujur dengan perasaannya. Dan harus
aware dengan lingkungan sekeliling”, ujarnya singkat mengenai makna menjadi
seorang aktor.
Mengenai karirnya sebagai aktor, Chicco Jerikho memberikan rasa hormatnya
pada almarhum Didi Petet yang mengajarkannya banyak hal mengenai arti
sebagai aktor. Chicco menyebutnya sebagai “guru yang tidak pernah menggurui” dimana dia diajarkan untuk tidak pernah berhenti belajar dan untuk melatih
sensitivitasnya sebagai aktor. Karena untuk
menjadi aktor yang dipakai adalah rasa dan
kepekaan. Saat dirinya semakin sensitive
dan peduli pada lingkungan sekitarnya,
maka semakin banyak ilmu yang akan
diserap.
Selain memperkenalkan keindahan kopi
Indonesia dari film Filosofi kopi, Chicco
memakai ilmunya yang ia pelajari untuk
membuka kedai kopi berlokasi di Jakarta
bersama teman-temannya. Kini setelah film
Filosofi Kopi, ada dua kedai filosofi yang bisa
dikunjungi terletak pada Blok M, daerah
yang dulu merupakan tempat ‘hip’
Jakarta dan juga satu lagi di kawasan
Bintaro.
Ingin mencoba racikan kopi
istimewa ala “Ben” dalam
film Filosofi Kopi? Kunjungi
saja Filosofi Kopi di dua
gerai ini; Jl. Melawai 6 no.
25, Blok M, Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan, dan
Jl. Bintaro Utama I Blok
F2 No.6 , Pesanggrahan,
Bintaro, Jakarta
Fiyona Alidjurnawan
Blog: www.StateofEscape.net
Photo: Windu Kuntoro dan
Bayun Binantoro

INTERVIEW

The Past, Present and Future for
the Indonesian Film Festival

T

he 11th Indonesian Film Festival (IFF) was recently held at
Melbourne’s ACMI Theatre with eight films screened across a
variety of different genres. OZIP (O) caught up with IFF Moderator and Film Critic Peter Krausz (P), IFF Liason Officer Olyvia Samosir
(OS) and IFF Media Team Member Ralf Dudat (R). We took the opportunity to discuss the highlights of the festival, the developments
since its inception and what could be improved for future editions of
IFF.
O: What were the highlights of the film festival this year?
R: The closing film was a highlight in that it really had such a good
vibe, the audience was really into it, the Q & A was great, it was an appropriate length for this kind of film where lots of people want to chat
about stuff. Other highlights were to have a strong mixture of different
films, like today with Badoet (The Clown), we had a very mainstream
popcorn horror movie, yesterday we had a very art-house character
study.
P: I mean what I found most interesting about the festival this year
was the diversity of films the range from drama to horror to some
comedy to art-house, that film really impressed me.

resources each film festival has. What sets this festival apart from
most other festivals is having guests for every film and I think that’s
fantastic. There is always someone here a director, actor or whatever
to represent the film and then talk about the film.

O: Nay last night?

O: What about you (Olyvia), what were the highlights?

P: No, Nay was good (but not that one).

OS: For me the highlights same as Peter. Well actually it’s pretty
unique, and actually I’m shocked that IFF brings up the LGBTI issue,
which is considered as a mentally ill thing in some parts of Indonesia.
Nay is also good; I think it’s the first movie during all the IFFs that promotes awareness about women’s issue. I have to say also the horror
movie (Badoet) is also a highlight because basically what Daniel Topan
(the producer) says is true, most of the Indonesian horror movies
aren’t great, but this one is pretty good and they even they have the
US box office edition!

Another Trip to the Moon because I thought that was most unusual
for an Indonesian film in terms of the art-house approach and I was
most impressed by that. And, I thought The Sun, the Moon & The Hurricane was a good film too, dealing with LGBTI issues. So, overall it’s
been a good diverse range of films, which I suspect reflects the range
of films that are being made in Indonesia. Certainly, based on the last
four or five years that I’ve been involved, it’s been a good range of
films.
O: And how would you compare IFF with other film festivals
you’ve attended?
P: Well, that’s a hard one cause other film festivals have a lot of
financing, a lot of publicity and a large number of films. I mean the
Spanish Film Festival that is on at the moment has 42 films and they
can afford to really show the film many times and across various cinemas.
But, it’s very hard to compare film festivals because it depends on

O: Has that been a goal of IFF, to be controversial and push the
boundaries. Like last year with “Di Balik 98”?
OS: I think IFF is always pushing the boundaries and breaking down
stereotypes. What people think about Indonesia is not always the
same as what we actually do, we just want to break the stereotypes,
to show people a different side of Indonesia.
O: And what do you think could be improved for the festival for
next year?
R: From a planning point of view there are a lot of improvements
that are needed. Funding, we’ve all been talking about that already.
Funding is the basses and then long term strategy, a united vision of what we want the film festival to be.
P: One thing I would like to see is more Australians coming
along to IFF, that needs to be broadened out so there is a
much better understanding of Indonesian culture and
cinema.
Interview: Tim Flicker
Photo: Tim Flicker and Bayun Binantoro

From left to right: IFF Liaison Officer Olyvia Samosir,
IFF Moderator and Film Critic Peter Krausz and
IFF Media Team Member Ralf Dudat

42

ozip.com.au

Alun-Alun PPIA 2016

Alun-Alun PPIA adalah acara rutin tahunan yang diadakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) Victoria dalam rangka melestrarikan dan
mempromosikan kultur dan budaya Indonesia di Australia, khususnya di Melbourne, Victoria. Acara ini diisi oleh para pelajar Indonesia dari seluruh
ranting organisasi PPIA, yang tersebar di berbagai universitas ternama di Victoria, antara lain University of Melbourne, Monash, RMIT, Victoria University, Deakin dan Swinburne University.
Acara yang digelar cukup menarik dan beragam. Setidaknya ada 3 jenis acara yang menjadi
daya tarik utama dalam pentas rakyat Indonesia di Melbourne ini, antara lain:
■ Performance music, drama dan atraksi lainnya di stage utama. Mulai dari band lokal Empat
Lima, performance musik dan drama dari PPIA ranting, pertunjukkan dari AIYA (Australian
Indonesian Youth Association) dalam memperkenalkan footy, pertunjukkan tari piring dan
tari tradisional lainnya. Kesemuanya menggambarkan suasana khas budaya Indonesia yang
kental, dibalut dengan sedikit “rasa” budaya lokal yang memikat para pengunjung.
■ Pameran seni melalui fotografi dan lukisan. Karya seni lukis dan fotografi ini berasal dari para
pelajar dan masyarakat Indonesia di Victoria.
■ Food bazaar, di acara ini pengunjung tidak akan kelaparan, karena berbagai makanan dan
minuman selera Indonesia siap menggoyang lidah dan memuaskan dahaga para pengunjung,
Indonesian style.
Secara keseluruhan, acara ini cukup ramai dan menghibur masyarakat sekitar, khususnya
warga Indonesia yang sedang berada di Melbourne. Sudah sepatutnya acara ini menjadi
tradisi tahunan PPIA yang dinantikan warga, sukses untuk PPIA dan kita tunggu Alun-Alun
2017 tahun depan!

BEAUTY

Sekilas tentang
Aromatheraphy

W

ewangian atau aroma seringkali dikaitkan dengan wanita.
Namun penggunaan parfum yang tidak pernah ketinggalan
untuk digunakan dalam rutinitas sehari hari saat ini tidak
hanya oleh wanita, bahkan kaum pria juga menggunakan parfum, dengan aroma yang lebih maskulin tentunya
Bermacam wewangian dapat juga dijadikan sebagai terapi untuk pengobatan. Kegunaan dari wewangian aromaterapi dan minyak essensial
(dengan cara dihirup) adalah untuk menyembuhkan bermacam - macam penyakit hingga meningkatkan kekebalan tubuh secara alami baik
jasmani ataupun rohani.
Manfaat dari Aromaterapi adalah dapat mengurangi resiko stress,
penenang pikiran, dan pembangkit semangat dan gairah tertentu.
Bahkan ada juga yang percaya bahwa Aromaterapi dapat membersihkan semua racun dalam tubuh kita.
Untuk mendapatkan wewangian Aromaterapi yang berguna sangatlah
mudah. Saat ini banyak toko yang menyediakan berbagai macam pilihan minyak wangi essensial,

Berikut ini beberapa manfaat wewangian Aromaterapi :
Aroma Eucalyptus (kayu putih) adalah untuk melegakan saluran pernafasan, juga dapat meringankan masalah hidung yang sensitif, mengatasi bronchitis, mengurangi asma, meredakan batuk, pilek, demam
dan flu.
Aroma Lavender adalah untuk mudahkan tidur, meredakan rasa gelisah, mengurangi depresi, menghilangkan semua ketegangan.
Aroma Teh hijau (green tea) adalah untuk memperbaiki semua
sistem peredaran darah, juga mengeluarkan dahak dan membersihkan organ paru-paru, bahkan juga memperlambat proses penuaan.
Aroma Sandalwood (cendana) adalah untuk menghilangkan perasaan cemas dan meningkatkan konsentrasi. Aroma ini sangat populer untuk sarana meditasi.
Aroma Rose (bunga mawar) adalah untuk menciptakan suasana yang
sangat romantis dan penuh gairah, juga untuk memperbaiki metabolisme tubuh serta melancarkan sistem peredaran darah. Aroma rose
dapat juga menyeimbangkan hormon, serta meringankan kepekaan
kulit yang sensitif dan alergi.
Aroma Ylang-ylang (bunga kenanga) adalah untuk meringankan potensi tekanan darah tinggi, mengeluarkan sebum pada kulit.
Aroma Pepermint. Memiliki aroma segar dan kuat yang berasal dari
rerumputan mint yang ditemukan di Amerika. Minyak murni daun mint
ini dapat meningkatkan konsentrasi, vitalitas, rasa percaya diri, pikiran
positif, dan sensualitas
Aroma Lemon. Aromanya menyegarkan, bersih, membangkitkan
semangat. Sari minyaknya diambil dari bagian buah yang berasal dari
Sisilia. Mempunyai efek menjernihkan dan stimulasi, juga
baik untuk penanganan pertama pada gigitan ular dan
serangga.
Yanti (Jane Lim)
Beauty Therapist & Paramedical Aesthetics
Cantique Skin & Beauty Clinic

44

ozip.com.au

FEATURE

Memelihara
Siberian Husky
S

alah satu jenis anjing yang digemari untuk dipelihara dan mempunyai postur tubuh yang terkesan macho adalah Siberian Husky. Seperti
wanita cantik berdarah Thailand ini, Pat, dirinya memiliki seekor Siberian Husky bernama Max yang berumur 4 tahun dan terlihat sangat terpelihara. Jika Anda ingin memiliki Siberian Husky yang sehat dan ceria seperti Pat ini, simak cara merawat jenis anjing Siberian Husky berikut :

Gerak Aktif Setiap Hari
Siberian Husky adalah tipe anjing yang aktif dan bukan jenis anjing yang cepat lelah
ketika di ajak jalan-jalan beberapa menit. Hal ini sangat penting diketahui oleh
semua calon pemilik anjing Siberian Husky. Mengajak mereka berjalan jalan atau
berolahraga secara rutin akan membuat metabolisme tubuh dan perkembangan
si anjing menjadi baik. 2 jam sehari adalah waktu yang pas untuk mengajak Siberian Husky beraktifitas, ajak mereka untuk menemani jogging anda di pagi hari
atau bersepeda santai di sore hari.
Jika anda tipikal orang yang tidak senang melakukan aktifitas diluar
rumah, berarti anda tidak cocok untuk memiliki ras anjing ini.
Grooming
Bulunya yang tebal membuat Siberian Husky sangat cocok hidup pada
cuaca dingin seperti Melbourne ini. Anda tidak diperbolehkan untuk lalai
pada bulu tebal milik Siberian Husky yang Anda miliki. Sebaiknya buat
jadwal rutin mandi untuk Siberian Husky ditempat grooming langganan
anda ataupun dapat juga dilakukan sendiri dirumah. Untuk mencegah
kerontokan bulu-bulunya yang lebat, rutinlah memberikan vitamin bulu
dan menyisir bulunya setiap hari untuk membersihkan bulu undercoat nya
yang rontok.

Jenis Makanan

Jangan memberikan anjing ini makanan favorit anda seperti coklat, permen, dan segala makanan yang mengandung garam bahkan air es. Selain untuk menjaga kesehatan si anjing, hal ini juga untuk meminimalisasi
ketergantungan terhadap makanan manusia yang sering menyebabkan
masalah anjing sulit makan. Lebih baik berikan makanan anjing ( kering
atau basah ) yang memiliki kadar protein yang tinggi yang memang tepat
untuk jenis Siberian Husky yang aktif. Berilah pangan sebanyak 2 kali sehari dengan jeda waktu 12 jam diantaranya dengan takaran yang sesuai
dengan umur si anjing.

ozip.com.au

45

SERI KE-6

CATATAN HARIAN WISATA INDONESIA

Kepulauan Bangka Belitung
Pulau Pasir Batu Berlayar Ban

gka Belitung

ung

ng, Belit
irata, Ganto
H
re
d
n
A
useum Kata

Bangka Belitung

M

A

khir-akhir ini cukup banyak biro travel yang menawarkan
paket perjalanan ke Bangka Belitung (Babel). Bahkan penulis beberapa kali mendengar langsung bule Australia yang
mengambil waktu liburan sekolah anak-anaknya untuk berwisata
ke daerah ini. Mungkinkah karena peran media massa mengangkat
popularitas Ahok (Gubernur DKI Jakarta) yang berasal dari Bangka
Belitung, maka destinasi pariwisata kawasan ini semakin dikenal?
Atau mungkin karena kesuksesan film Laskar Pelangi yang mengambil syuting di kepulauan yang dikelilingi oleh pantai-pantai indah berbatu granit raksasa ini? Jawabnya tentu sangat mungkin. Branding
pariwisata suatu daerah sangat dipengaruhi oleh elemen-elemen
unik seperti di atas, yang kemudian disebarluaskan media massa
dan terekam dalam top of mind calon wisatawan, menjadi faktor
pendorong untuk mengeksplorasi lebih lanjut berbagai hal menarik
dari daerah tersebut.
Sebagai daerah kepulauan, maka pasir (sand), ombak laut (sea)
dan matahari (sun) selalu menampilkan keindahan yang tak membosankan bagi siapapun. Demikian pula halnya dengan Bangka
Belitung, pasirnya berwarna keemasan, langit birunya seperti
lukisan, lautnya pun terlihat hijau kebiru-biruan dan di beberapa
spot bisa dijadikan arena diving dan snorkeling yang aman. Di Pantai
Parai Tenggiri misalnya, tersaji panorama eksotis Laut Cina Selatan

dengan hamparan batu granitnya yang khas. Atau Pantai Pasir Padi
yang memiliki pasir menyerupai bulir-bulir padi dan jaraknya paling
dekat dari bandara udara Pangkalpinang.
Di skala internasional, Pantai Tanjung Tinggi adalah salah satu destinasi yang sayang untuk dilewatkan. Setiap tahun ratusan perahu
yacht dari berbagai negara akan singgah di pantai ini dalam rangka
mengikuti event Sail Wakatobi-Belitung yang merupakan rangkaian
Sail Indonesia. Pantai ini pun ternyata sangat populer terlebih
paska dijadikan sebagai lokasi syuting film Laskar Pelangi. Tak kalah
populer, ada pula Pantai Tanjung Kelayang yang banyak mendapat
apresiasi positif di laman tripadvisor.com karena kegiatan konservasi tukik (anak penyu) di pantai bebas batu karang ini.
Masih banyak lagi destinasi pantai yang ciamik, semisal Pantai Tanjung Pesona, Pantai Parai Tenggiri, Pantai Tikus dengan kuil kelenteng bundarnya dan Pantai Penyak dengan garis pantai terpanjang.
Pulau Lengkuas di Belitung terdapat satu spot panorama alam yang
luar biasa karena terdapat mercusuar kuno bertahun 1882 peninggalan Belanda yang masih aktif. Cukup dengan menaiki mercusuar setinggi 50 meter tersebut dapat menikmati pemandangan
spektakuler laut dan pulau sekitar. Ada pula destinasi bersejarah
Muntok, Gunung Menumbing (355 meter dpl), yang merupakan
tempat pengasingan Bung Karno dan Bung Hatta oleh Belanda pada
tahun 1948-1949 di Pulau Bangka.
Bagaimana dengan kulinernya?
Hmm.. makanan dari Sumatera sudah
terkenal enak-enak! Disinilah asal
muasal kuliner Martabak Bangka, Mie
Bangka, Krupuk Bangka, juga kuliner
unik seperti sambal Rusip dari ikan
Bilis, sambal Teritip dari siput laut,
Kecalok khas Bangka yang dibuat
dari fermentasi udang, Kericu dari
telor cumi-cumi hingga Pantiaw yang serupa dengan kwetiau tapi
dilengkapi suiran kuah ikan laut. Selain makanan, kopi Belitung harus
dicoba dan yang unik adalah es Jeruk Kunci. Minuman jeruk model
apa lagi itu ya? Mau tahu? Datang ke Bangka Belitung dong.

SD Muhamadiyah Laskar Pel

angi

Yuk kunjungi Indonesia!
--Rio S. Migang (rio@eco-plan.com.au)
Sumber foto: Istimewa (berbagai sumber)

46

ozip.com.au

TOP 10 REASONS

ALWAYS LOOK FOR THE

TO BOOK WITH AN
ATAS ACCREDITED

WHEN BOOKING TRAVEL

TRAVEL AGENT

PEACE OF MIND
ATAS travel agents have met strict standards and criteria in order to become nationally accredited. Their accreditation means they are the best
in the industry, credible, well trained and professional businesses. This
means you can book your travel knowing you’re in the safe hands of a
trusted and reputable travel agent.
TRAINED EXPERTS
Agents are trained destination and product experts and know how to
sort through the myriad of travel information available. Their industry
knowledge and network means they have access to the best product
suppliers and first-to-market offers to ensure you get access to the best
quality travel experiences.
TIME SAVING
An agent has a world of travel information at their fingertips, saving you
countless hours of online searching and frustration.
CONVENIENCE
Travel agents are a ‘one-stop shop’ who can handle every aspect of your
travel – from booking airline tickets, ground transfers, accommodation
tours and activities to travel insurance.
PRODUCT THAT SUITS
Agents have access to great deals and will find the best products for your
unique travel needs. They have access to technology and systems that
consumers simply don’t have access to by going direct to suppliers.
PROFESSIONAL ADVICE
Your agent ensures you get where you want to go, when you want, and is
there to provide timely, insightful, professional guidance along the way.
Their experience counts!
A PERSONAL TOUCH
Travel agents offer a personal touch that is invaluable. From an extra pair
of eyes to ensure the accuracy of your booking details, to advice with a
visaapplication, assistance with travel documentation and valuable travel tips.
UNBIASED RECOMMENDATIONS
Travel agents work for their clients, not for a travel supplier. Let your
agent do the work for you – they’ll filter your options and provide only the
recommendations that make the most sense for you.
TAILOR-MADE TRAVEL
A perfectly planned trip made just for you is priceless! A professional
travel agent is trained tomake your entire experience – from start to end
– hassle-free. As your trusted adviser, not only do they tailor the itinerary
to suit your needs they can guide you to the right restaurant, museum, or
off-thebeaten-track excursion – that’s perfect for you.
CUSTOMER ADVOCACY
If you experience a problem while travelling, your agent acts on your behalf as your personal travel advocate and is there to rectify any travel related issues you may encounter.

ATAS SYMBOL

WHAT IS ATAS?
ATAS or the AFTA Travel Accreditation Scheme is a national scheme which certifies
Australian travel agents. It is administered by the industry association, the Australian Federation of Travel Agents (AFTA).
HOW DO AGENTS BECOME ACCREDITED?
Agents must meet a set of strict criteria & professional standards in order to become accredited. Every year an agent must renew their accreditation and provide
updated business compliance details.
HOW DOES ATAS BENEFIT ME?
ATAS is the stamp of approval that symbolises the Australian travel industry’s highest level of customer service, training, ethics and professionalism. By using a travel
agent that bears the ATAS symbol you can be sure that you are booking through the
best in the industry.
HOW DOES ATAS PROTECT ME?
ATAS protects you by acting as a clear indicator of quality and reliability. Agents with
ATAS accreditation meet high quality standards of business practices, training and
professionalism. This means you can book your travel knowing you’re in the safe
hands of a trusted and reputable travel agent.
COMPLIANT BUSINESS GUARANTEE
ATAS accredited businesses meet standards and criteria set by the industry association AFTA. The criteria includes assessment of finances, ensures minimum levels
of training in product and destination knowledge, has a complaint resolution policy,
and complies with the scheme’s Code of Conduct, and Australian Consumer Law.
Travel with peace of mind & always book travel through an industry qualified ATAS
accredited travel agent.
Trusted, quality and professional industry accredited travel agents can be found at
www.atas.com.au
To find an accredited agent visit www.atas.com.au OR CALL 1300 00 TRAVEL

ADVERTORIAL

Mengintip Proyek Terbaru Central Equity untuk 2016:

Apartemen Southbank Place

Banyak berita menarik dari developer Australia pemenang berbagai penghargaan Central Equity mengenai proyek
apartemen off-the-plan terbaru mereka unuk 2016. Dapatkan informasi lebih awal sebelum peluncuran publik. Tidak
hanya itu, Central Equity juga memiliki rangkaian rumah dan tanah di beberapa suburb yang terletak hanya 20km
dari pusat kota.

Apartemen Baru di Pusat Kota Melbourne
mulai dari $459,000!
Central Equity, developer Melbourne terdepan akan segera memasarkan proyek apartemen untuk 2016 – SOUTHBANK PLACE.
Menjulang tinggi 52 tingkat di cakrawala Melbourne, SOUTHBANK
PLACE menggabungkan rancangan apartemen berkelas dengan lokasi kosmopolitan di Melbourne. Terletak dekat dengan Melbourne
CBD, penghuni berkesempatan menikmati gaya hidup, transportasi
umum, pendidikan dan lapangan pekerjaan kelas dunia.
Menara kaca ini juga akan mengedepankan berbagai fasilitas yang
dibagi menjadi 3 area terpisah dalam gedung. Area eksklusif bagi
penghuni di lantai 41 memiliki ruang teater, 2 dapur untuk katering
dengan ruang makan dan tempat BBQ di teras. Lantai ini juga memiliki galeri, ruang multifungsi dan ruang santai untuk pengunjung.
Selain klub eksklusif bagi penghuni, ada kolam renang air hangat
dalam ruangan, gym, ruang yoga terpisah, area teras BBQ dan galeri
foto di lantai 9. Taman untuk bersantai juga tersedia di lantai 3.
SOUTHBANK PLACE dirancang dengan sistem keamanan terbaik
yang meliputi pintu masuk tanpa kunci, video intercom, dan 5 buah
lift dengan akses terbatas untuk penghuni. Sebagian besar apartemen juga memiliki tempat parkir dalam gedung. Semua apartemen
dilengkapi dengan kabel untuk sambungan Foxtel dan layanan
internet.
Apartemen dijual dengan harga mulai dari $459,000 dan tersedia
1, 2 dan 3 kamar tidur, serta penthouse. Pembeli awal akan dapat
menghemat stamp duty Pemerintah Victoria hingga $53,000. Jadi,
jangan lewatkan kesempatan spesial untuk mendapatkan unit yang
Anda inginkan sebelum grand opening di Melbourne.

48

ozip.com.au

Central Equity juga turut membangun komunitas di suburb popilar
di Melbourne – FEATHERBROOK di Point Cook dan GATEWAY &
COLLEGE GREEN di Truganina. Terletak sekitar 20km dari CBD
Melbourne, komplek-komplek ini berlokasi ideal dan dekat dengan
berbagai layanan, pusat perbelanjaan, layanan medis, transportasi
umum, institusi pendidikan dan gaya hidup yang unik serta mudah
dijangkau. Penghuni juga dikelilingi oleh berbagai fasilitas rekreasi
seperti taman-taman, area pejalan kaki dan lapangan olah raga.
Tanah baru sekarang tersedia di tiga komplek tersebut. Lihat tanah
yang sesuai untuk berbagai desain rumah.
Sebagai pionir dalam kehidupan dalam kota, Central Equity membawa lebih dari 25 tahun pengalaman dalam perancangan dan
pengembangan untuk SOUTHBANK PLACE. Perusahaan Australian
terpercaya, pemenang berbagai penghargaan ini telah menyelesaikan lebih dari 70 proyek-proyek dengan nilai jual akhir lebih dari
$4 Milyar.
Untuk Informasi lebih lanjut mengenai proyek off-the-plan Central
Equity untuk 2016 atau paket rumah dan tanah siap jual di Point
Cook atau Truganina, kunjungi centralequity.com.au atau hubungi
9278 8888. Pengunjung juga bisa dating ke kantor pemasaran baru
di 60 Kavanagh Street, Southbank. Buka 7 hari seminggu: Senin
hingga Sabtu pukul 10.00 hingga pukul 17.00, Minggu pukul 12.00
hingga pukul 17.00

Classified Ad Package

for 6 months or 12 months
Contact :
Windu Kuntoro
0433 452 234
Melissa
0430 629 459
Katrini Nathisarasia
0451020262
Email adsales@ozip.com.au

50

ozip.com.au

AIRLINES & TRAVEL AGENTS

FINANCES & MORTGAGES

ORGANISATIONS

RESTAURANTS

GARUDA INDONESIA
A Lev 1, 30 Collins St, Melb VIC 3000
T 1300 365 330
F 1300 365 364

SEA Accountant
Registered Tax Agent & Public Accountant
A 17/31 Queen Street, Melbourne, VIC 3000
T 03 9689 8895 M 0434 378 718
E virdaersan@seaaccountants.com.au

IKAWIRIA INC
(IKATAN WARGA INDONESIA DI VICTORIA)
PO BOX 479, Glen Waverley, VIC 3150
T 9803 8388
F 9802 6996

WARUNG GUDEG
276 Clayton Rd, Clayton VIC 3168
(03) 9558 6409

AR HOMELOANS
2 EDINBURGH ST, CLAYTON VIC 3168
T +613 8510 9847
M 0450 420 908 and 0401 255 655
F +613 9478 0195

PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA AUSTRALIA
(PPIA) Cab. Victoria
W www.ppia-vic.org

EXTRAGREEN
City Head Office / T 9623 9900
A 260 Swanston St, Melb VIC 3000
Glen Waverley / T 9561 0311
A Shop 3, 53 Kingsway, Glen Waverley VIC 3150
Box Hill / T 9899 2788
A 537 Station St Box Hill 3128
W www.extragreen.com
E enquiries@extragreen.com.au
EXTRA TRAVEL
4 Ashburn Grove
Ashburton VIC 3147
T 9885 0008
E info@extratravel.com.au
W www.extratravel.com.au

BEAUTY SALON
CANTIQUE SKIN & BEAUTY CLINIC
A 8 Albert Crescent, Mulgrave 3170
T 9755 6846
M 0413 770 929
CHURCHES/FELLOWSHIPS
Camberwell Indonesian Congregation
St.John’s Anglican Church
Kebaktian Minggu jam 3 sore
552 Burke Rd, Camberwell Vic 3124
Pdt. Kuncoro Rusman
M 0408 570 967
END-TIME CHURCH OF CHRIST
A Cnr. Willesdan Rd & Warrigal Rd, Oakleigh VIC 3166
M 0402 124 037
Emmanuel Baptist Church
Kebaktian Minggu: 10.30 am - 12.30 pm
524-530 Elizabeth St., Melbourne
Sony: 0425840823 Elvi: 0413557202
4:00pm - 5:30pm : 2 Lum Road, Wheelers Hill
Pdt. Victor Liu: 0416621226
ENSAMPLE CHURCH
- GEREJA KELUARGA KRISTEN INDONESIA Sunday Service: 11am
80 Ross Street, Port Melbourne VIC 3207
Contact: Ruth (0430155765), Siti (0432290722)
GEREJA BETHANY INTERNATIONAL
A 29-37 Ballantyne Street, South Melbourne
T 03 9699 9077
W www.bethanymelb.org.au
GEREJA REFORMED INJILI INDONESIA MELBOURNE
552 City Road, South Melbourne, VIC 3205
Pdt. Budy Setiawan, M.Div (0433 944 584)
www.griimelbourne.org
INDONESIAN CHRISTIAN CHURCH (ICC)
Kebaktian pagi Bahasa Indonesia: Minggu, 10.30.am
Werner Brodback Hall
156 Collin St, VIC 3000
M 0402 310 402
W www.icc-melbourne.org
INDONESIAN PRAISE CENTRE (IPC)
A 514 Dandenong Rd, Caulfield North 3161
Melway Ref 59B10
Pendeta: Rev Agus Budiman
M 0405 757 580
W www.ipc-online.net
KELUARGA KATOLIK INDONESIA
Gereja St. Joseph
Setiap minggu kedua 11.00am
A 95 Strokes St, Port Melb, VIC 3207
Gereja St. Pascal
Setiap minggu keempat 11.00am
A 98-100 Albion Rd, Box Hill 3128
M 0405 282 261 (Heru)
Melbourne Praise Centre
1536 Malvern Road
Glen Iris VIC 3146
www.melbournepraisecentre.org.au
PLACE OF JOY (POJ)
Sunday 11.00am Victoria University
Conference Room Lv 12
A 300 Flinders St, Melb, VIC 3000
M 0431 155 886 (Pastor Yuwandi)
W www.placeofjoymelbourne.org
REPLIQUE INDONESIAN CHURCH
Sunday Service: 10.30am
58 Franklin Street, Melbourne CBD
www.repliqueministry.org
SIDANG BAPTIS INDONESIA
(Indonesian Baptist Congregation)
Sunday Service : 4.30pm
A 517 Whitehorse Rd, Surrey Hills VIC 3127
W www.sbimelbourne.org.au
E bpi@sbimelbourne.org.au
EDUCATION AGENT
NEXT LINK
Level 3, Suite 312/343 Little Collins Street
Melbourne VIC 3000 Australia
T 03 9077 6622
E info@nlstudy.com.au

52

ozip.com.au

COMMUNITY NETWORK
T 9679 9672
F 9679 9684
M 0405 282 261
E robert_prasetyo@yahoo.com.au
YC FINANCES
T 9830 8010
F 9830 8381
W www.ycfinance.com.au
E info@ycfinance.com.au
FREIGHT
ALTRANS INDO CARGO
A 19 Cresswell Avenue, Williams Landing, VIC 3027
M 0401 586 721 / 0408 334 418 (Indria)
P/F (03) 8360 9848
W www.altransindocargo.com.au
E info@altransindocargo.com.au
UNIAIR CARGO AUSTRALIA - MELBOURNE
A Unit 6 / 25 Osarry St, Mascot, NSW 2020
M 0402 689 100 (Inge)
W www.uniaircargo.com.au
E melbourne@uniaircargo.com.au

PERWIRA INC.
(Perhimpunan Warga Indonesia di Victoria Inc)
PO BOX 71, Nunawading 3131
T 9701 5238
W www.perwira.com.au
E info@perwira.com.au
REAL ESTATES
PENTA PROPERTIES
A Level 3 / 480 Collins Street, Melbourne, VIC 3000
P 03 8610 6952
E info@pentaproperties.com.au
W www.pentaproperties.com.au
CASA REAL ESTATE
A Suite 15 A&C, Ground Floor 566 St.Kilda Rd, Melb
VIC 3004
M 0422 234 725 (Mario Setiawan)
M 0423 801 300 (Ferdi Setiawan)
W www.casarealestate.com.au
iPROPERTY
Gus Koesasih
A Suite 307/227 Colliins St., Melbourne VIC 3000
T 9639 9280
M 0430 888 838

KEDUTAAN BESAR RI UTK AUSTRALIA
A 8 Darwin Avenue, Yarralumia, ACT 2600
T 02 6250 8600
W www.kbri-canberra.org.au
KONSULAT JENDERAL RI UNTUK VICTORIA
& TASMANIA
A 72 Queens Road, Melbourne, VIC 3004
T 03 9525 2755
W www.kjri-melbourne.org
KONSULAT JENDERAL RI UNTUK NSW
A 236-238 Maroubra Rd, Maroubra, NSW 2035
T 02 9344 9933
W www.kjri-sydney.org
MIGRATION AGENTS
SOLA GRACIA MIGRATION
A Level 24, 570 Bourke Street, Melbourne VIC 3000
A 12 Vineyard Road, Wantirna South VIC 3152
T 03 8658 5966 / 8658 5968
M 0423 093 668
E solagracia@ozemail.com.au

BAMBOE Cafe & Restaurant
643 Warrigal Rd, Chadstone
(03) 9568 5311 / (03) 9568 5377
Shalom Indo Restaurant
474 Little Lonsdale St. Melbourne VIC 3000
Ph 9600 0802
Thaiger Rabbit
391 Victoria St. Abbotsford, VIC 3067
(03) 9077 5891
Pondok Bamboe Kuning
354 Clayton Road, Clayton, VIC 3168
(03) 9544 2466
Nelayan Indonesian Restaurant
265 Swanston St, Melbourne VIC 3000
(03) 9663 5886
768 Glenferrie Rd, Hawthorn, VIC 3122
(03) 9819 3115
Sateplus
87 Peel Street, West Melbourne, VIC 3003
(03) 90770900
Chokolait
Shop 342 - Level 3, Emporium
287 Lonsdale Street, Melbourne, VIC 3000
(03) 9662 4235
DENTIST

LOCKSMITHS
INDONESIAN EMBASSY

KILLINEY KOPI TIAM
114 Lgon St., Carlton
(03) 9650 9980

Dr. Salim Sjaifuddin
1122 Burke Rd, Balwyn North VIC 3104
T 9859 3533
W www.beautifulsmile.com.au
E info@beautifulsmile.com.au

JULIUS LOCKSMITH AND HANDYMAN
24 hours service, MLAA member
Free quote, Lock out
T 9530 9326
M 0407 543 798 (Julius)

The Dental Suites
Dr Donny Mandrawa
Balwyn, ph 98579966
Point Cook, ph: 9395 8388

TRANSLATORS
DR. RON WITTON (Indonesia-Inggris)
A: 22 Moore St, Austinmer, NSW 2515
M: 0409399 752
E: rwitton44@gmail.com
Web: http://ronwitton.blogspot.com.au/

Grey Street Dentist
Casa Milano Building, 20 Grey Street, St Kilda, Melbourne
T (03) 9534 4017
E greydentist@gmail.com

EXPRESS TRANSLATION - SEHARI JADI
Ratri Kumudawati - NAATI accreditation Level 3
1 Ironbank Grove
Bella Vista (Sydney) NSW 2153
M 0414 957 181
E: indooz@iinet.net.au

Q1 DENTAL
St. Kilda Rd Towers, Level 1, suite 137
1 Queens Rd, Melbourne VIC 3004
T 9078 1955

YNJ MIGRATION CONSULTANT
Suite 905, Level 9, 227 Collins Street
Melbourne Victoria 3000
T 9650 0895
M 0430 588 899
E yapit@tpg.com.au
MIGRASI AUSTRALIA
G10A/838 Collins Street
Melbourne VIC 3008
T 0430 882 324
E migration@migrasiaustralia.com
JKN MIGRATION CONSULTANT
Level 3, Suite 312/343 Little Collins Street
Melbourne VIC 3000 Australia
T 03 9008 9696
M 0404 284 500
E jimmy@jknmigration.com.au

WANTED

A 660 Sydney Rd, Brunswick 3056
Melway Ref:29H6
T 9386 8423

A 31 Nicholson St, Coburg 3058
Melway Ref: 29K4
T 9386 5324
M 0438 194 640
A 201 Sayers Rd, Truganina 3030
Melway Ref: 203C7
T 9369 6010
A 320-324 Huntingdale Rd, Huntingdale 3167
Melway Ref: 69J10-J11
T 9543 8037
M 0409 313 786

SOUTH YARRA – SATURDAY 28 NOVEMBER 2015
DOB: 11 Aug 1968
HEIGHT: 180cm
BUILD: Medium
EYES: Brown
HAIR: Brown
COMPLEXION: Fair

MOSQUE

A 19 Michael St, Brunswick 3056
Melway Ref: 29G9
T 9387 8783 / 9387 1700

ASSAULT & THEFT

Guner DOGAN

Guner DOGAN is wanted on a Breach
of Parole.
He has an outstanding warrant for
arrest from the Adult Parole Board.
He is known to frequent Melbourne’s
South and Eastern area.
(Ref: WTD0062)

Police are searching for four men who allegedly assaulted and robbed a
man in South Yarra on Saturday, 28 November 2015.
The four men were talking to the male victim on Elizabeth Street just after
4.30am when they assaulted him and robbed him of his wallet and mobile
phone before fleeing.
Police have released CCTV images of four men whom they believe may be
able to assist in their inquiries.
Three of the men are described as Pacific Islander in appearance and aged
in their early to mid-20s.

A Hudson Circuit, Meadow Heights 3048
Melway Ref: 179H12

The fourth man is described as Caucasian in appearance, in his early to
mid-20s and had a goatee beard.

A 66-68 Jeffcott St, West Melb 3003
Melway Ref: 2EK2 43E7
T 9328 2067 / 9328 2382

(Reference number: CSV 1065)

A 90 Cramer St, Preston 3072
Melway Re: 18D12
T 9470 5936 / 9470 2424

Dr. Donny Mandrawa
BDSc. (Melbourne) FICOI

General, Cosmetic and Family Dentistry
Invisalign • Myobrace • Braces
Dental Implants • Crowns and Bridges
Teeth Whitening • White Fillings
Sleep Apnoea and Snoring Therapies
Jaw Joint (TMJ) Therapy

BALWYN

9857 9966

Balwyn East Shopping Village
2 / 385 Belmore Road
Balwyn VIC 3103
thedentalsuites.com.au
facebook.com/thedentalsuites

Dentist

Dr. Salim Sjaifuddin
1122 Burke Road
Balwyn North VIC 3104

Melway reference (Mel 45K3)

Ph. 9859 3533
info@beautifulsmile.com.au
www.beautifulsmile.com.au

POINT COOK

9395 8338

3 Newminster Way
(Corner of Point Cook Road)
Point Cook VIC 3030
thedentalgallery.com.au
facebook.com/thedentalgallery

Advertise Here!
Melbourne
contact - Lydia
mobile - 0430 933 778
contact - Windu
mobile - 0433 452 234
contact - Katrini
mobile - 0451 020 262
Brisbane
contact - Aland
mobile - 0403 730 858
Adelaide
contact - Bintang
mobile - 0431 563 249
email:
adsales@ozip.com.au

ozip.com.au

53

THERE IS ONLY ONE

GENUINE BELGIAN

Chokolait.
MUD CAKE

Chokolait.

Shop 342 - Level 3, Emporium
287 Lonsdale Street, Melbourne VIC 3000
(+613) 9662 4235
chokolait.com.au

Garry

Tony

Directors

PENJUALAN
BERPENGALAMAN

Hubungi 02 9212 5522
untuk berbicara
dengan staff berbahasa Indonesia kami

PINJAMAN
MANAJEMEN
PROFESSIONAL

Cindra

VALUASI
TERPERCAYA

PERUMAHAN MELBOURNE
• PERUMAHAN DENGAN 4 KAMAR
• DESAIN MODERN DAN MEWAH
• GARANSI SEWA SELAMA 3 TAHUN
• TERLETAK DI DAERAH YANG BERKEMBANG
• DEKAT DENGAN STASIUN KERETA
• DEKAT DENGAN PUSAT PERBELANJAAN

Rental
Guarantee*
* Syarat dan ketentuan berlaku

APARTEMEN MELBOURNE
• APARTMEN DENGAN PILIHAN 2 DAN 3 KAMAR
• LOKASI DI MELBOURNE CBD
• DEKAT DENGAN BERBAGAI TOP UNIVERSITAS
• TRAM GRATIS DIDEPAN APARTEMEN
• TRANSPORTASI YANG MUDAH TERJANGKAU
• DEKAT DENGAN PUSAT PERBELANJAAN
• DEKAT KE BERBAGAI RESTORAN DAN KAFE
• DEKAT DENGAN BERBAGAI PUSAT HIBURAN

PENTA MENGERJAKAN A - Z UNTUK ANDA
PENTA MEMILIKI LEBIH DARI 50 PROYEK DAN 10,000 PROPERTI DI AUSTRALIA
PELAYANAN KEUANGAN & PINJAMAN
• Konsultasi gratis/penilaian kemampuan pinjaman
• Kami melakukan A-Z untuk anda, bebas stress
• Persetujuan yang cepat - Sistem Pengajuan Elektronik • Lebih dari 30 pemberi pinjaman
• Pinjaman rumah, pinjaman untuk Refinance, pinjaman
untuk Non-Resident (bukan penduduk Australia)

HEAD OFFICE - SYDNEY
138 / 418 Pitt Street
Sydney NSW 2000

BRANCHES
● Melbourne
● Jakarta ● Surabaya
Kuala Lumpur ● Penang

Ph: 02 9212 5522

info@pentaproperties.com.au
www.pentaproperties.com.au