Anda di halaman 1dari 16

Makalah waxing

Dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah SPA

Dosen Pengajar :
dr. Eny Widhi Agustin
M. Anshory
Disusun Oleh :
Diani Puspa Kencana Hati

( 5402413005)

PENDIDIKAN TATA KECANTIKAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016

Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT. Bahwa penulis telah
menyelesaikan tugas mata kuliah SPA yang membahas tentang waxing . Dalam
penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun
penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat
bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua dan ibu dosen, sehingga kendala-kendala
yang penulis hadapi teratasi. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih
kepada :
1. Bapak dan Ibu dosen mata kuliah SPA

yang telah memberikan tugas,

petunjuk, kepada penulis sehingga penulis termotivasi dan menyelesaikan


tugas ini.
2. Orang tua yang telah turut membantu, membimbing, dan mengatasi berbagai
kesulitan sehingga tugas ini selesai.
Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi
pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan
dapat tercapai, Amiin.

Semarang, 8 April 2016

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman Judul

.............................................................................................. i

Kata Pengantar

.............................................................................................. ii

Daftar Isi

............................................................................................. iii

BAB I

: PENDAHULUAN.............................................................................
A. Latar Belakang........................................................................ 4
B. Tujuan Masalah........................................................................ 4

BAB II : PEMBAHASAN................................................................................
A.
B.
C.
D.
E.

Pengertian waxing...................................................................................
Manfaat waxing ......................................................................................
Macam waxing ......................................................................................
Alat, Bahan dan kosmetik untuk refleksi................................................

6
7
8
10

Langkah waxing ........................................................................... 12

BAB III : PENUTUP .........................................................................................


A. Simpulan......................................................................................... 16

Daftar Pustaka...................................................................................................... 17

BAB 1
PENDAHULUAN
3

1.1 Latar Belakang


Setiap manusia di dunia pada hakikatnya memiliki bulu. Bulu manusia bisa
tumbuh dimana saja, ada yang berada di tangan, kaki, wajah, punggung, dada,
atau sekitar pusar. Secara fisik pada perempuan lebih dijumpai bulu yang lebih
halus dibandingkan dengan pria. Namun karena berbagai faktor ada pula
perempuan yang memiiki bulu yang pajang, lebat dan menghitam. Dalam
masyarakat Timur Tengah, menghilangkan rambut tubuh wanita telah dianggap
kebersihan yang layak, diharuskan oleh adat istiadat setempat, selama berabadabad. Dalam Islam, ini dikenal sebagai tindakan Fitrah. Bukti hair removal
kemaluan di India kuno tanggal kembali ke 4000-3000 SM. Penghilangan
rambut kemaluan oleh perempuan Barat menjadi lebih umum ketika baju renang
menjadi disingkat, mulai tahun 1945. Perubahan gaya pakaian juga mendorong
menghilangkan rambut kemaluan sepanjang tahun.
Bagi perempuan yang gemar menggunakan pakaian terbuka pasti sangat tidak
nyaman memilikinya. Apalagi bila bulu tersebut tumbuh dengan subur di kaki.
Bulu lebat dan menghitam di kaki identik dengan laki laki. Bagi wanita, kaki
yang bersih mulus tanpa bulu merupakan kebanggaan tersendiri dan terlihat seksi
di mata pria.
Untuk mendapatkan kaki yang bersih tanpa bulu banyak cara yang ditempuh
kaum wanita. Namun sebaiknya pilihlah cara yang aman dan sesuai dengan
kemampuan. Berikut adalah alternatif cara yang bisa dilakukan untuk
menghilangkan bulu kaki. Selain bulu kaki, hal yang juga sangat krusial adalah
bulu. Mencukur bulu kaki merupakan hal yang paling sering dilakukan oleh
masyarakat untuk menghilangkan bulu kaki. Pakailah pisau cukur yang bersih.
Sebaiknya gunakan pisau cukur yang baru karena pisau cukur yang sudah tidak
tajam akan melukai kulit. Basahi kaki dengan air hangat. Hal ini berguna untuk
membuka pori pori kulit. Gunakan krim khusus cukur untuk dioleskan pada
kaki. Cukur bulu kaki dimulai dari bawah ke atas agar pencukurannya sampai

pada pangkal kulit dan mengurangi iritasi kulit. Ketika mencukur bulu kaki,
peganglah kulit dengan kencang agar tidak timbul ruam. Jika terjadi ruam
segeralah bubuhkan bedak bayiNamun juga harus memperhatikan, setelah
dicukur biasanya bulu kaki akan lebih cepat untuk tumbuh memanjang dan
keriting.
Waxing merupakan metode menghilangkan bulu kaki yang paling popular.
Metode waxing dilakukan dengan cara menempelkan kain ke kulit yang sudah
diolesi cairan khusus waxing. Untuk menghilangkan bulu, kain yang sudah
merekat di cairan tersebut kemudian di tarik. Alhasil bulu akan menempel di
kain dan kulit menjadi bersih bebas bulu. Waxing biasanya dilakukan di salon
salon kecantikan. Dengan melakukan waxing pertumbuhan bulu bisa ditekan
lebih lama daripada melalui pencukuran karena bulu bisa tercabut sampai ke
akar. Teknik waxing yang terkenal adalah Brazilian wax, dimana prosesnya
menggunakan lilin cair lengket dan sepotong kain.
1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui pegertian waxing
2. Untuk mengetahui manfaat waxing
3. Untuk mengetahui macam macam waxing
4. Untuk mengetahui alat dan bahan yang digunakan untuk waxing
5. Untuk mengetahui langkah waxing

BAB 2
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN WAXING
Epilasi dimaksudkan sebagai tindakan untuk menghilangkan rambut berikut sebagian
akarnya. Rambut yang dihilangkan biasanya rambut yang sangat mengganggu
penampilan, seperti bulu alis, rambut pada bagian betis, lengan, paha, rambut pada

bagian ketiak, rambut di atas bibir atau di bagian dagu wanita. Epilasi dapat
dilakukan dengan cara mencabut rambut menggunakan pinset dan dengan
menggunakan lilin. Epilasi dengan menggunakan pinset hanya dilakukan jika jumlah
rambut yang akan dihilangkan tidak terlalu banyak, misalnya pencabutan bulu alis
sebagai upaya untuk merapihkan bentuk alis. Tetapi jika jumlah rambut yang akan
dihilangkan banyak, maka epilasi dilakukan dengan menggunakan lilin. Pada epilasi,
batang rambut dicabut berikut akarnya dan sebagian umbi rambut. Epilasi dapat
dilakukan secara sementara dan dapat pula dilakukan secara permanen. Pada epilasi
sementara, bagian terdalam umbi rambut masih tertinggal dan dari yang tertinggal ini
sekitar empat sampai enam minggu akan terbentuk rambut baru atau tergantung dari
kecepatan pertumbuhan rambut. Waxing bisa diartikan sebuah cara yang semi
permanen untuk menghilangkan bulu rambut yang tidak kita kehendaki pada suatu
bagian dari tubuh kita. Bulu tersebut bukan hanya dihilangkan saja pada bagian
atasnya, akan tetapi juga sampai pada akarnya.

B. Manfaat Waxing
1.

waxing merupakan metode yang efektif untuk menghilangkan sejumlah besar


rambut pada satu waktu.

2.

Rambut di daerah yang di waxing tidak akan tumbuh kembali selama dua
sampai delapan minggu.

3.

Ketika rambut dicukur atau dihapus oleh krim obat menghilangkan rambut,
rambut akan dihapus pada permukaan tidak sampai akarnya, dan dalam beberapa
hari rambut terlihat lagi pada permukaan kulit.

4.

Selain itu, dengan metode ini, rambut cenderung tumbuh kembali dalam
bentuk yang kasar.

5.

Sedangkan, dengan berulang kali waxing dan selama jangka waktu yang lama
sering menunjukkan pertumbuhan kembali yang lebih lembut.

Selain memiliki manfaat, ada banyak kekurangan dari waxing juga, yaitu :
1.

Waxing dapat menyakitkan ketika strip dihapus dari kulit.

2.

Meskipun rasa sakit ini tidak tahan lama, tapi akan sangat terasa, terutama di
daerah yang lebih sensitif.

3.

Kelemahan lain untuk waxing adalah masalah mahalnya biaya untuk


melakukan waxing.

4.

Ketika waxing dihapus melawan arah pertumbuhan rambut, strip lilin dapat
mengganggu akar rambut, menyebabkan rambut mulai tumbuh di arah
yangberbeda.Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan rambut menjadi lebih
terlihat. Tapi, hal ini tidak akan terjadi jika waxing dilakukan dengan benar.

Oleh karena itu, sebelum melakukan waxing pastikan bahwa area yang akan di
waxing tidak memiliki luka, seperti jerawat atau ruam kulit. Karena luka pada saat
melakukan waxing, terutama pada bulu ketiak memudahkan timbulnya penyakit
seperti radang, bengkak dan infeksi. Jika terjadi iritasi yang terus menerus, maka bisa
menyebabkan mutasi sel. Hal ini memungkinkan terjadinya kanker payudara.

C. Macam macam waxing

Epilasi secara permanen dilakukan dengan cara merusak folikel rambut


termasuk seluruh umbi rambut sehingga tidak terdapat unsur-unsur lagi
yang dapat membentuk rambut baru. Metode epilasi secara permanen
mencakup :
a. Epilasi melalui diatermi (elektro koagulasi) yaitu epilasi dengan
menggunakan arus listrik bergelombang pendek dan ber-frekuensi tinggi
untuk membakar akar rambut dan sel-sel umbi rambut secara tuntas.
Karena matriks rambut ikut terbakar, maka tidak akan terbentuk lagi
rambut baru. Pada pelaksanaannya, suatu jarum halus disisipkan ke
dalam folikel rambut sampai sedalam umbi rambut, kemudian arus
diatermi dialirkan melalui jarum, sehingga menggumpalkan jaringan
umbi rambut dan sekitarnya. Cara terbaru dari metode ini yaitu
merambatkan arus elektron melalui batang dan akar rambut sampai ke
umbi rambut, tanpa memasukkan jarum seperti tadi, tetapi tindakan ini
memakan waktu, memerlukan kesabaran dan selalu ada kemungkinan
terjadinya infeksi.
b. Epilasi melalui elektrolisis, yaitu cara menghilangkan rambut dengan
arus listrik searah. Dalam tindakan ini, jarum ditusukkan ke dalam
folikel rambut sampai sedalam umbi rambut, kemudian arus listrik
dihubungkan dengan kutub negatif sumber listrik galvanik. Jika arus
galvanik dialirkan maka kutub negatif akan merusak jaringan tubuh
dengan meluluhkan sel-sel umbi rambut dan rambut tidak akan tumbuh
lagi secara permanen.
c. Epilasi dengan lilin. Lilin yang umum digunakan dalam
perawatan epilasi mencakup lilin paraffin, lilin parafango, lilin depilatori
dan lilin dingin. Lilin dingin sangat baik untuk menghilangkan rambut
pada kulit yang sangat sensitif terhadap suhu panas. Contoh perawatan
epilasi dengan menggunakan lilin paraffin yaitu siapkan lilin dan
8

panaskan, setelah lilin mencair kemudian sapukan ke bagian badan yang


akan dihilangkan rambutnya. Bagian lain dilindungi agar tidak terkena
lilin cair yang hangat. Bagian yang akan dihilangkan rambutnya diberi
krim pemupuk, kemudian dicelupkan ke dalam lilin hangat. Lilin yang
menempel biasanya cepat kering. Proses pencelupan dilakukan lima atau
enam kali hingga lilin yang menempel cukup tebal.
Penggunaan lilin dapat pula dilakukan dengan menggunakan
kuas, lilin cair yang agak panas disapukan ke bagian yang akan
dihilangkan rambutnya beberapa kali hingga lapisan lilin yang
menempel menjadi tebal, kemudian bagian tersebut bungkus erat-erat
dengan kertas perak dan handuk supaya panas lilin tidak cepat hilang.
Setelah lilin mengering, membeku dan dingin, angkat lilin melalui salah
satu ujungnya dan dengan gerakan cepat seluruh jalur lilin ditarik lepas.
Pada saat lilin diangkat maka akar rambut akan ikut tercabut, bahkan di
bagian dasar atau umbi rambut akan terjadi kerusakan hingga
kemungkinan rambut tumbuh lagi sangat kecil. Bagian kulit bekas lilin
segera digosok-gosok untuk menghilangkan rasa perih. Penarikan lilin
harus mengikuti bentuk bagian yang dirawat, supaya lilin tidak retak
atau mulur, sehingga akan menyulitkan dalam melepaskannya. Contoh
lain yaitu perawatan epilasi ketiak dengan lilin.
Perawatan ketiak dengan lilin sama seperti perawatan epilasi dengan
lilin lainnya, tetapi lilin ditempelkan berlawanan arah dengan arah tumbuhnya
rambut. Jika rambut ketiak jarang, lilin dikenakan cukup satu lapisan, tetapi
jika lebat, maka lilin dikenakan dalam dua tempat menuju ke pertengahan
ketiak. Dalam hal demikian, bagian atas ketiak dikenakan lilin dulu, kemudian
diangkat dan lanjutkan dengan perawatan bagian bawah. Dengan demikian,
pencabutan dilakukan dalam dua tahap agar tidak terlalu terasa sakit. Setelah
pencabutan rambut ketiak, kemudian lembutkan ketiak dengan lotion

antiseptik untuk mencegah terjadinya infeksi pada folikel rambut, dan jika
terjadi perdarahan, kenakan krim penyejuk dan di atasnya, sapukan serbuk
antibakteri. Deodorant atau kosmetik anti keringat, dapat dipakai dua belas
jam setelah perawatan, hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi iritasi.

D. Alat, Bahan dan kosmetik yang digunakan untuk waxing


a. Macam macam alat yang digunakan
Nama Alat
Spons bedak

Kegunaan
Untuk meratakan bedak

Jspatula

Untuk mengambil bullu bulu

Baskom

Untuk merendam kaki

Cawan

Untuk tempat kosmetik

Kuas

Untuk mengoleskan krim waxing

Nama bahan atau lenan kosmetik


Waslap

Kegunaan
Untuk membersihkan kaki

10

Handuk

Untuk alas bangku


Untuk alas paha
Untuk membersihkan kaki

Tissue dan kapas

Untuk mengeringkan kaki

Bedak talk

Untuk membantu dalam agae bulu


berdiri

Dettol

Untuk merendam kaki dan sebagai


desinfektan

shooting lotion

Untuk melembapkan kulit

krim wax

Untuk merekatkan agare bulu daoat


tercabut dengan mudah

E. langkah waxing
1) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk proses epilasi, yang
terdiri dari : air hangat, lilin dingin, shooting lotion, bedak talk,
tissue, kertas epilator, handuk kecil/ waslap, kuas dan puff.
11

2) Pertama-tama kaki dilap dengan waslap hangat, Kemudian keringkan


kaki dengan tissue.

3) Selanjutnya kaki diberi bedak talk dengan menggunakan puff,


lakukan usapan ke arah atas, sehingga bulu kaki berdiri.

4) Kaki dioles dengan lilin dingin


( Cool Wax
) kira-kira seukuran
5 x 10 cmdengan mengguna
kankuas yang agak keras.

5) Bagian kaki yang sudah diolesi lilin ditempeli dengan kertas

12

Kaki
diregangkan

epilator sambil ditekan-tekan supaya kertas menempel dengan cukup


baik pada lilin.
6) Kertas epilator dicabut ke arah atas, sambil kaki diregangkan dengan tangan kiri.

7) Setelah bulu tercabut, bagian kaki tersebut langsung ditepuk-tepuk


dengan jari agar kaki tidak tegang setelah mengalami peregangan.
8) Lakukan langkah 4 s/d 7 ke seluruh bagian kaki, hingga seluruh
bulu yang tidak diinginkan dapat tercabut seluruhnya.

9)

Angkat / bersihkan lilin dari seluruh


permukaan

kaki

dengan

menggunakan tissue

10)

Bersihkan

kaki

dengan

waslap

hangat, kemudian keringkan dengan


tissue.
11) Kaki yang sudah bersih diolesi dengan Shooting Lotion.

13

BAB 3
KESIMPULAN
Epilasi dimaksudkan sebagai tindakan untuk menghilangkan rambut berikut sebagian
akarnya. Rambut yang dihilangkan biasanya rambut yang sangat mengganggu
penampilan, seperti bulu alis, rambut pada bagian betis, lengan, paha, rambut pada
bagian ketiak, rambut di atas bibir atau di bagian dagu wanita. Epilasi secara
permanen dilakukan dengan cara merusak folikel rambut termasuk seluruh umbi
rambut sehingga tidak terdapat unsur-unsur lagi yang dapat membentuk rambut baru.

14

Waxing merupakan metode menghilangkan bulu kaki yang paling popular. Metode
waxing dilakukan dengan cara menempelkan kain ke kulit yang sudah diolesi cairan
khusus waxing. Oleh karena itu, untuk menjadikan agar kulit bersih daari bulu kita
dapat melakukan waxing setiap kali diperlukan.

DAFTAR PUSTAKA

Rostamailis, dkk. 2008. Tata Kecantikan Rambut Jilid 2. Jakarta: Direktorat


Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
http://www.resep.web.id/tips/langkah-tepat-dalam-waxing.htm
https://www.scribd.com/search-tops?query=refleksi+kaki

15

http://aylacream.com/apa-itu-waxing-dan-apa-kelebihannya-ketimbangcukur.htmlkaki.html

https://maunnbeauty.wordpress.com/2012/12/06/manfaat-dan-kelemahan-waxing/

16