Anda di halaman 1dari 5

Kata Pengantar

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa


yang mana berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat
menyelesaikan

Karya

SKIZOFRENIA

dengan

Tulis
tepat

Ilmiah

ini

waktu

dengan

guna

judul

memenuhi

persyaratan dalam mengikuti Ujian Akhir Semester V Gawat


Darurat Medik .
Tidak lupa pula kami sampaikan ucapan terima kasih
kepada fasilitator Dr. yang telah membimbing kami, beserta
pihak-pihak yang terlibat dalam penyususnan karya tulis Ilmiah
ini.
Tak ada gading yang tak retak. Begitu pula dengan
penyusunan karya ilmiah ini baik dari segi penulisan maupun
dari segi penyampaian oleh karena itu kami mengharapkan
kritik dan saran yang membangun demi sempurnanya karya
tulis ini. Semoga karya tulis berikutnya dan karya tulis lain
dapat diselesaikan dengan hasil yang sangat baik. Dengan
menyelesaikan karya tulis ini kami mengharapkan banyak
manfaat yang dapat dipetik dan diambil dari karya ini. Semoga
dengan adanya karya tulis ini para pembaca dapat lebih
memahami tentang Conyungtivitis dan cara mengatasinya.

Padang, Juli 2013

Penulis

ABSTRAK

Skizofrenia adalah orang yang mengalami keretakan jiwa


atau keretakan kepribadian. Semua status sosial dan gender.
Meskipun tidak ada tokoh yang dipercaya yang mendata
insidensi atau prevalensi dari konjungtivitis, kondisi ini telah
disebutkan sebagai salah satu penyebab paling sering dari
pasien untuk memeriksakan sendiri dirinya. Konjungtivitis
jarang menyebabkan kehilangan penglihatan yang permanen
atau kerusakan struktur, tapi dampak ekonomi dari penyakit ini
dalam

hal

kehilangan

waktu

kerja,

meskipun

tidak

terdokumentasi, sangat tidak diragukan lagi. 2% dari seluruh


kunjungan kedokteran adalah untuk pemeriksaan mata dengan
54%nya adalah antara konjungtivitis atau abrasikornea. Untuk
konjungtivitis infeksius, 42% sampai 80% adalah bakteria, 3%
klamidia, dan 13% sampai 70% adalah virus. Konjungtivitis
virus menggambarkan hingga 50% dari seluruh konjungtivitis
akut di poli umum. (Durmarytho putri, 2011).
Di Indonesia penyakit ini masih banyak penderita lebih
banyak pada anak-anak dengan gizi kurang atau sering
mendapat radang saluran nafas, serta kondisi lingkungan yang
tidak higienis.

Abstract
Conjunctivitis is a diagnosis that includes a diverse group
disease that occurs worldwide and of all ages, all status both
social and gender. Althought norealiable figures that list the
incidence or prevalence of conjunctivitis, the condition has
been described as one of the most frequent cause of patients
to check theirown him. Conjunctivitis rarely causes permanent
vision losss or structural damage, but the economic impact of
this disease in terms of lost work time, although not
documented, it is not in doubt. 2% of all doctor visits are for
eye examinations with 54% are between conjuctivitis or corneal
abrasion. To konjuntivitis infectious, 42% to 80% are bacterial,
chlamydial 3%, and 13% to 70% are viral. Viral conjunctivitis
describes up to 50% of all acute conjunctivitis in general poly.
(Durmarytho daughter, 2011)
In Indonesia the disease is still alot more patient in
children with malnutrition or often gets respiratory tract
inflammation, as well as the environmental conditions are not
hygienie.

DAFTAR ISI

HALAMAN KULIT
KATA PENGANTAR
ABSTRAK

......................................i
.....................................

ii
ABSTRCT
....................................iii
DAFTAR ISI
....................................iv
BAB I . PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.3 Manfaat

........................................1
........................................2
........................................2

BAB 11 . TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Definisi Konjungtivitis
........................................3
2.2 Anatomi
........................................3
Histologi
........................................4
vaskularisasi
........................................5
2.3 Etiologi
........................................5
2.4 Klasifikasi
........................................6
2.5 Patofisiologi
.......................................12
2.6 Pemeriksaan Kilnik
.......................................13
BAB 111. SIMULASI PASIEN

3.1 Trigger
.......................................14
3.2 Diagnosa
3.2.1Anamnesis
.......................................14
3.2.2 Pemeriksaan fisik .......................................14
3.2.3 Pemeriksaan Penunjang ...............................14
3.3 Komplikasi
.......................................15
3.4 Penatalaksanaan
.......................................15
3.5 Pencegahan
.......................................16
BAB IV Penutup
4.1 Kesimpulan
4.2 Saran

.......................................18
.......................................18

BAB V Daftar Pustaka


.....................................19