Anda di halaman 1dari 3

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu

Kaum Muslimin yang berbahagi.


Salah satu yang tidak terpisah dari aktivitas Ramadhan yang barusaja kita lalui
adalah memakmurkan masjid.Selama Ramadhan,masjid kita relative jauh lebih
makmur,pengurus dan jamaah masjid lebih besar memperhatikannya dengan
mengorbankan waktu,tenaga,pikiran hingga dana.ini merupakan pelajaran bagi kita
semua bahwa seharusnya setiapkita menyadari betapa masjid itu sangat penting
bagi kaum muslimin.
Nilai-nilai yang sudah kita bina selama ibadah Ramadhan harus dapat kita
lestarikan, paling tidak sampai Ramadhan yang akan datang.Dalam konteks inilah
menjadi penting memfungsikan masjid sebagai pusat pembinaan umat islam.Bagi
kita ,seharusnya mesjid kita posisikan seperti rumah kita sendiri atau kalau boleh
disebut sebagai rumah kedua umat Islam.
Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu.
Kaum muslimin Rahimakumullah.
Dari hadist di atas, bila kita menjadikan masjid seperti rumah kita sendiri, maka
kita akan memperoleh tiga hal. Pertama, ketenangan jiwa,Hal ini karna masjid
merupakan rumah Allah SWT dan sumber ketenangan itu adalah Allah swt.
Ketika orang berdosa mau kembali ke masjid sebagai salah satu tanda
taubatnya.maka Allah swt menerimanya dengan senang hati, ini tentu membuat si
pendosa menjadi tenang.Ketika orang takut dan cemas mau ke masjid niscaya ia
akan mendapat ketenangan karna di masjid hati dan pikirannya jernih,bahkan
ketika orang punya problem dalam hidup,pengurus mesjid bersama jamaah lain
akan membantu menyelesaikan masalah dan jalan keluar.
Dalam konteks inilah,para khatib dan mubalig melalui khutbah dan ceramahnya
harus dapat memberikan ketenangan,sedangkan pengurus masjid dan jamaah
bersama untuk membangun ketenangan itu melalui program memakmurkan
jamaah sehingga problematika yang dihadapi jamaah dapat dibantu dan dicarikan
jalan keluarnya.
Kedua bila masjid kita jadikan rumah sendiri,maka kita akan memperoleh rahmat
atau kasih sayang dari Allah swt amat kita butuhkan,karna dengan demikian kita
akan berlaku lemah lembut dalam berinteraksi atu berkomunikasi dengan
sesame,baik dalam keluarga maupun masyarakat dan bangsa.Sikap dan prilaku
seseorang atau sekelompok orang yang kasar menunjukan bahwa ia masih jauh dari
rahmat Allah swt. Karna itu sebesar-besarnya kekecewaan dan kemarahan
Rasulullah saw.beliau tidak dibenar kan berlaku kasar,tetapi tetap lemeh
lembut,mudah member maaf atas kesalahan orang lain,bahkan harus mendoakan

ampunan baginya serta menjadi soliditas atau kekompakan dalam berjamaah


dengan bermusyawarah,ini semua hanya bisa dilakukan karna rahmat Allah swt.
Keuntungan Ketiga bila kita menjadikan masjid seperti rumah sendiri adalah
diberi kemampuan melintas shirat atau jembatan menuju surga.ini merupakan
dambaan setiap muslim.Hal ini karena berhasil melewati shirat membuat kita akan
masuk surga. Keberhasilan kita melewati shirat sangat tergantung bagaimana kita
menjalani kehidipan didunia ini,salah satunya adalah bila kita komitmen pada
pemakmuran masjid.Kemudahan melewati shirat karna telah memperoleh cara
yang sempurna.
Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu
Jamaah Shat Id Yang Berbahagia.
Persoalan kita kemudian adalah bagaimana mewujudkan masjid seperti
rumah kita sendiri.Paling tidak, ada empat hal yang harus kita lakukan . Pertama
,memiliki komitmen atau ikatan batin sebagai mna hal itu kita tunjukan terhadap
rumah kita sendiri.Ikatan yang kuat terhadap masjid membuat kita rindu kepada
masjid dan selalu ingin mendatanginya.kana itu,perbedaan
pendapat,ketidakcocokan pengurus dengan pengurus,ketidakcocokan jamaah
dengan pengurus hingga perbedaan pendapat tidak boleh menjadi alasan bagi kita
untuk mau mendatangi masjid.Saling menghormati atas adanya
perbedaan,bermusyawarah dan mencari titik kesamaan merupakan sesuatu yang
amat penting untuk tercapainya masjid yang makmur.Mendatangi masjid adalah
komitmen kita kepada Allah swt dan persoalan kita seca pribadi dengan sesame
pengurus dan jamaah adalah persoalan lain.Bila kita sudah memiliki ikatan batin
dengan masjid,kita akan mendapatkan perlindungan dari Allah swt pada hari
kiamat,sesuatu yang amat kita butuhkan.

Kedua ,betah berada didalamnya,karnanya seorang mukmin bila berada di


masjid menjadi seperti ikan didalam air,sedangkan orang munafik justru seperti
burung dalam sangkar,Ramadhan adalah bulan dimana kita bisa merasakan lebih
banyak waktu didalam masjid,apalagi pada 10 hari terahir Ramadan.Orang yang
betah berada di masjid selama tidak mengabaikan kewajibanya yang lain mendapat
penghargaan khusus dari Allah swt .Bila shalat berjamaah sehingga menunggunya
di hitung seperti shalat.
Ketiga mau bertanggungjawab terhadap eksistensi dan pemakmurannya ,kata
memakmurkan berasal dari kata dasar makmur kataitu merupakan serapan
bahasa arab (amaro yagmuru imarotu ) yang memiliki banyak arti. Diantranya
adalah:
membangun,memperbaiki,mendiami,menetapi,mengisi,menghidupkan,mengabdi,m

enghormati dan memelihahara serta memfungsikan sesuai dengan fungsi yang


ditetapkan Allah swt danRasul-Nya.
Dengan demikian,memakmurkan masjid berarti membangun,mendirikan dan
memelihara masjid,menghormati dan menjaganya agar bersih dan suci, serta
mengisi dan menghidupkannya dengan berbagai ibadah dan ketaatan kepada Allah
swt.Salah satu yang diperingatkan oleh Rasulullah saw adalah bila masjid sudah
dibangun,apalagi dengan megah dan indah,tapi hanya sedikit orang yang
memakmurkannya.
Keempat mensejahtrakan dan memajukan orang yang berada didalam nya
mulai dari memecahkan problematika yang dihadapi jamaah,mendamaikan
jamaah yang konflik,mengurangi dan mengatasi beban hidup jamaah
masjid,membekali dan mengingatkan ketrampilan usaha,member modal usaha,
bantuan musibah dan berbagai usaha social lainnya.
Rasulullah saw telah mencontohkan semuaitu katika membangun shuffah atau
semacam asrama di masjid Nabawi sehingga boleh dibilang pada masa nabi tidak
ada gelandangan karena masalah social,Karna itu,bila semua kita mau berkontribusi
atau member sumbangsih bagi peran masjid dibilang social,niscaya tidak ada
persoalan jamaah yang tidak teratasi.
Dengan demikian,tugas kita bersama adalah bagai mana masjid-masjid kita
yang lebih makmur pada bulan Ramadhan dapat kita tindaklanjuti pemakmuranya
sesudah Ramadhan berakhir.Kondisi masyarakat kita yang sulit, kemerosotan ahlak
jamaah harus memakmurkan masjid tapi masjid juga harus memakmurkan
jamaahnya.