Anda di halaman 1dari 14

Tugas pkn

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Pendidikan kewarganegaraan merupakan salah satu pelajaran yang wajib
diberikan di sekolah menengah pertama dengan penilaian minimal baik. Dari ketentuan sekolah SMP
Negeri 1 Klirong nilai PKn kelas IX minimal 75. Dalam kenyataannya PKn sebagai suatu pelajaran yang
tidak diujikan secara nasional sering dianggap remeh dan tidak diminati siswa . Hal itu tampak jelas di
SMP Negeri 1 Klirong, khususnya kelas IX.4. Siswa nampak tidak bersemangat dalam belajar, kurang
berpartisipasi dalam proses pembelajaran, dan tidak menyelesaikan tugas tepat waktu bahkan beberapa
siswa mengerjakan tugas rumah dengan sistem kebut seperempat jam , yakni dengan menyontek
pekerjaan temannya di sekolah. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn materi pokok globalisasi
masih jauh dari kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan, yaitu 75. Berdasarkan hasil penilaian awal,
dari 39 siswa di kelas IX.4, yang mencapai tuntas belajar berdasarkan KKM SMP Negeri 1 Klirong hanya
60 %, dengan nilai rata rata 65. Prestasi belajar yang belum menggembirakan dipengaruhi oleh
berbagai faktor, baik intern maupun ekstern.
Faktor intern merupakan faktor yang ada di dalam diri siswa, seperti kecerdasan, minat, dan motivasi
belajar. Sedangkan faktor ekstern merupakan faktor yang berasal dari luar diri siswa, seperti faktor guru,
kurikulum, sarana dan prasarana belajar, proses pembelajaran, pengelolaan sekolah dan lingkungan
secara umum. Motivasi belajar mempunyai pengaruh yang besar terhadap prestasi belajar siswa. Tetapi
motivasi belajar siswa kelas IX.4 dalam belajar PKn masih rendah. Hal itu tampak dari kurang seriusnya
siswa dalam mengikuti pembelajaran PKn dan terlambatnya menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran
yang diberikan. Keadaan tersebut menjadi keprihatinan guru sehingga membutuhkan pemikiran untuk
memperbaiki proses pembelajaran agar siswa memiliki motivasi dalam proses pembelajaran dan prestasi
siswa dapat meningkat mencapai batas ketuntasan KKM. Keprihatinan tersebut disikapi oleh peneliti
dengan berusaha memperbaiki proses pembelajaran dengan mengubah metode pembelajaran tradisional
dengan metode Everyone Is A Teacher Here dan mengaplikasikannya dalam bentuk penelitian tindakan
kelas . Metode pembelajaran Everyone Is A Teacher Here merupakan metode pembelajaran yang
menjadikan peserta didik aktif sehingga diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar PKn. Metode
pembelajaran ini menekankan kegiatannya pada pengembangan potensi manusia secara optimal melalui
cara-cara yang sangat manusiawi yakni mudah, memberdayakan, dan menyenangkan.Siswa yang satu
harus mengembangkan kerjasama dengan siswa yang lain .Demikian juga guru dengan siswa , sehingga
sukses guru adalah sukses siswa dan sukses siswa adalah sukses guru Dengan pembelajaran tersebut
diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar PKn dan sekaligus meningkatkan prestasi
belajar penguasaan konsep dan kepribadian. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang di atas
dapat diidentifikasikan beberapa masalah yang muncul berkaitan dengan pembelajaran PKn di kelas IX.4
materi pokok globalisasi : 1. kurangnya motivasi siswa dalam proses pembelajaran PKn 2. adanya faktor
yang kurang mendukung dalam proses pembelajaaran Pkn 3. prestasi belajar penguasaan konsep belum
mencapai ketuntasan belajar minimal yang telah ditentukan; 4. persentase siswa yang tuntas belajar baru
mencapai 60 %. C. Batasan Masalah Masalah-masalah yang muncul dalam pembelajaran dipengaruhi
oleh berbagai faktor, baik intern maupun ekstern. Persoalan intern berkaitan dengan kondisi yang dimiliki
oleh siswa secara pribadi, seperti kecerdasan, minat,partisipasi dan motivasi belajar. Sedangkan faktor
ekstern berkaitan dengan faktor proses pembelajaran, seperti sumber belajar yang digunakan terbatas,
metode pembelajaran, media pembelajaran, dan teknik penilaian belum standar. Motivasi siswa dalam
proses pembelajaran siswa kelas IX.4 masih rendah. Keadaan tersebut mempengaruhi prestasi belajar
siswa. Prestasi belajar siswa kelas IX.4 menjadi rendah dan belum mencapai batas ketuntasan minimal
yang ditentukan. Oleh karena itu, pada penelitian ini difokuskan pada upaya meningkatkan motivasi dan
prestasi belajar PKn siswa kelas IX.4 dengan menggunakan metode pembelajaran Everyone Is A Teacher
Here . Penggunaan metode pembelajaran tersebut diharapkan mampu mengatasi masalah motivasi
belajar dan prestasi belajar, khususnya tentang globalisasi. D. Rumusan Masalah Berdasarkan batasan

masalah di atas, masalah penelitian yang dirumuskan adalah sebagai berikut. 1. Apakah penggunaan
metode pembelajaran Everyone Is A Teacher Here dapat meningkatkan prestasi belajar tentang
globalisasi kelas IX.4 SMP Negeri 1 Klirong tahun pelajaran 2011 /2012 ? 2. Apakah penggunaan metode
pembelajaran Everyone Is A Teacher Here dapat meningkatkan motivasi siswa dalam proses
pembelajaran tentang globalisasi siswa kelas IX.4 SMP Negeri 1 Klirong tahun pelajaran 2011/2012 ? E.
Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah: 1. meningkatkan prestasi belajar tentang globalisasi siswa
kelas IX.4 SMP Negeri 1 Klirong tahun pelajaran 2011 /2012 dengan menggunakan metode
pembelajaran Everyone Is A Teacher Here . 2. meningkatkan motivasi siswa dalam proses pembelajaran
siswa kelas IX.4 SMP Negeri 1 Klirong tahun pelajaran 2011 /2012 dengan menggunakan metode
pembelajaran Everyone Is A Teacher Here F. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah sebagai
berikut. 1. Bagi siswa akan menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan yang
pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar aspek penguasaan konsep tentang globalisasi 2. Bagi
guru, khususnya guru PKn, akan meningkatkan kemampuan profesionalnya. 3. Bagi sekolah akan
mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan yang menjadi salah satu misi SMP Negeri 1 Klirong.
BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS A. Penelitian yang Relevan Penelitian
mengenai penggunaan metode Everyone Is A Teacher Here dalam pembelajaran sudah pernah dilakukan
antara lain penelitian yang dilakukan oleh Azizudin, M.Pd. yang berjudul Peningkatan Partisipasi Belajar
IPS melalui strategi pembelajaran Everyone Is A Teacher Here siswa kelas VIII.B SMP Muhammadiyah 7
Surakarta tahun pelajaran 2008/2009. Dari penelitian tersebut hasilnya dapat disimpulkan bahwa strategi
pembelajaran Everyone Is A Teacher Here terbukti dapat meningkatkan partisipasi belajar IPS siswa
kelas VIIIB SMP Muhammadiyah Surakarta. Partisipasi siswa pada refleksi awal sebesar 50,87% siklus
1, pada siklus 2 sebesar 63,75% dan siklus 3 sebesar 76,07%. Prosesntase ini menunjukkan bahwa
selama proses pembelajaran terjadi peningkatan 10% setiap siklus partisipasi belajar IPS pada siswa
kelas VIIIB SMP Muhammadiyah 7 Surakarta. Berdasarkan analisis hasil penelitian tersebut, maka
peneliti merefleksi bahwa strategi pembelajaran Everyone Is A Teacher Here ini dapat meningkatkan
partisipasi belajar siswa. B. Kajian Teori 1. Prestasi Belajar PKn Prestasi belajar adalah hasil dari suatu
kegiatan yang telah dikerjakan dan diciptakan, baik secara individual maupun kelompok (Syaiful Bahri
Djamarah, 1991 : 19). Sedangkan belajar adalah suatu aktifitas yang dilakukan secara sadar untuk
mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari. Prestasi belajar adalah hasil belajar yang
dicapai oleh siswa setelah menjalani serangkaian proses pembelajaran yang digambarkan secara
kuantitas dan kualitas, yakni dengan angka antara 0 sampai 100. Pengukuran ini dapat diketahui bila
akhir proses belajar diadakan penilaian. Dengan mengadakan penilaian dapat diketahui seberapa besar
tingkat keberhasilan dan tingkat kegagalan siswa, sehingga dapat diketahui seberapa besar tingkat
prestasi belajar yang diraih oleh seorang siswa . Dengan memperhatikan tahapan perkembangan
perilaku dan pribadi siswa Gagne mengkategorikan pola belajar siswa ke dalam tipe a) belajar signal
( isyarat ), b) belajar mempertautkan , c) belajar stimulus respon, d) belajar asosiasi verbal, e) belajar
mengadakan perbedaan, f) belajar konsep pengertian, g) belajar membuat generalisasi, h) belajar
memecahkan masalah ( Syamsudin, 2000: 227). Tingkat prestasi belajar untuk tiap akhir proses
pembelajaran dapat dilihat dari hasil penilaian yang diadakan oleh guru.Penilaian ini mencakup dalam
suatu program pokok bahasan dalam suatu tatap muka pembelajaran dan lebih operasional serta lebih
mudah dilihat.Penilaian dalam arti kompleks pada hakikatnya mencakup segala aspek psikologis siswa.
Sedangkan penilaian dalam arti sempit ini sebagai bentuk untuk mengukur keberhasilan siswa yang
terformat dalam bentuk evaluasi. Evaluasi artinya penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa
mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam suatu program pembelajaran (Syah, 2000 : 14).Salah satu
tujuan diadakannya evaluasi kategori cepat, sedang ataupun lambat kemampuan belajarnya.
Berdasarkan hasil evaluasi yang dicapai siswa tersebut maka dapat diketahui tingkat keberhasilan
siswa .Tingkat keberhasilan itu tidak berlangsung secara instant artinya diraih begitu saja melainkan
melalui proses pembelajaran yang diikuti siswa dan adanya korelasi dengan tingkat kemampuan siswa di
samping ada faktor lain yang mempengaruhi, seperti kondisi kesehatan, kerajinan,kejenuhan dan

lingkungan yang mencukupinya.Pada prinsipnya, pengungkapan hasil belajar yang ideal meliputi ranah
psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa.Untuk pelajaran PKn
ditunjukkan pada dua aspek, yaitu penguasaan konsep dan kepribadian. Pada perbaikan pembelajaran
ini difokuskan pada prestasi belajar PKn dalam aspek penguasaan konsep, yaitu konsep tentang normanorma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Winkel ( 1986:19)
mengemukakan bahwa prestasi belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor , baik intern maupun ekstern. a.
Faktor Intern Faktor intern adalah faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dari dalam diri
pembelajar (siswa). Faktor di dalam diri siswa yang mempengaruhi prestasi belajar, antara lain: 1)
kecerdasan, baik IQ (inteligen quotience), EQ (emotional quotience), maupun SQ (spiritual quotience); 2)
ketekunan, konsentrasi, dan motivasi siswa dalam belajar; 3) kondisi kesehatan mental dan fisik. b.
Faktor Ekstern Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dari luar diri
pembelajar (siswa). Faktor dari luar diri siswa yang mempengaruhi prestasi belajar, antara lain: 1)
kurikulum, yaitu seperangkat acuan materi yang harus dipelajari oleh siswa; 2) strategi pembelajaran,
yaitu menyangkut metode, teknik, dan cara pembelajaran berlangsung; 3) sarana dan prasarana belajar,
yaitu menyangkut media, alat, dan sumber belajar yang digunakan selama proses pembelajaran; 4)
lingkungan, baik lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat yang melingkupi siswa. Salah satu
tanggungjawab guru adalah melaksanakan tugas pokoknya yaitu melakukan proses pembelajaran
dengan baik.Untuk itu guru dituntut memiliki kemampuan untuk menguasai keterampilan dan tekhnik
mengajar serta menguasai bahan pelajaran yang akan disajikan pada siswa. Pekerjaan tersebut
bukanlah pekerjaan yang sederhana melainkan memerlukan pemikiran dan tindakan yang mantap dari
serangkaian kegiatan yang saling mengait yaitu tahap persiapan mengajar, pelaksanaan dan evaluasi.
Agar pembelajaran berhasil dengan baik guru seharusnya dapat menghadirkan proses pembelajaran
yang berdampak perubahan pada siswa yakni perubahan tingkah laku , yang berupa perubahan
keterampilan, kebiasaan, sikap, pengetahuan, pemahaman dan apresiasi. Berdasarkan kajian teori di
atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar PKn adalah hasil yang dicapai oleh siswa setelah
mempelajari suatu materi pembelajaran PKn yang ditunjukkan dengan nilai secara kuantitatif (angka).
Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor, baik intern siswa, seperti kecerdasan, minat, dan
motivasi maupun ekstern, antara lain penggunaan media pembelajaran. 2. Motivasi Belajar PKn a.
Pengertian motivasi Menurut Morgan bahwa istilah motivasi ada hubungannya dengan psikologi pada
umumnya. Morgan menyatakan bahwa motivasi bertalian pada tiga hal yang sekaligus merupakan aspek
aspek dari motivasi, ketiga hal tersebut adalah keadaan yang mendorong tingkah laku (motivating state),
tingkah laku yang didorong oleh keadaan tersebut (motivated behavior), tujuan dan tingkah laku tersebut
(goals or ends of such behavior) (Soemanto, 1998:203-204). James O. Whittaken memberikan
pengertian secara umum mengenai penggunaan istilah motivation, di bidang psikologi ia mengatakan
bahwa motivasi adalah kondisi atau keadan yang mengaktifkan atau memberi dorongan kepada makhluk
untuk bertingkah laku mencapai tujuan yang ditimbulkan oleh motivasi tersebut. Mc Donald memberikan
definisi tentang motivasi sebagai suatu perubahan tenaga di dalam diri atau pribadi seseorang yang
ditandai dengan dorongan efketif dan reaksi reaksi dalam usaha mencapai tujuan. Dalam hal ini (Hamalik
2000:173) mengatakan bahwa motivasi merujuk pada semua gejala yang terkandung dalam stimilasi
tindakan kearah tujuan tertentu dimana sebelumnya tidak ada gerakan kearah tersebut. Sebagai contoh
di kelas motivasi adalah proses pembangkitan, mempertahankan dan mengontrolkan minat-minat.
Berangkat dari pengertian motivasi diatas, secara etimologi kata motivasi berasal dari bahasa Inggris,
yaitu motivation yang artinya alasan atau dorongan. Tapi secara psikologi, motivasi adalah pemberian
dorongan terhadap seseorang atau sekelompok orang baik baik dalam atau luar untuk mencapai tujuan.
Motivasi dalam belajar mempunyai arti membangkitkan dan memberi arah pada dorongan dorongan yang
menyebabkan individu melakukan perbuatan perbuatan dalam belajar. Sebagaimana fungsi motivasi
dalam proses belajar mengajar itu sendiri adalah: (1). Menimbulkan dan mengubah minat belajar
mengajar. (2). Meningkatkan semangat belajar. (3). Meningkatkan perhatian siswa dalam belajar. (4).
Menyediakan kondisi yang optimal bagi proses belajar. (5). Membantu siswa agar mau menemukan serta

memilih jalan atau langkah yang mendukung pencapaian tujuan belajar. Jadi bisa disimpulkan bahwa
pengertian dari motivasi adalah suatu usaha yang mempunyai tujuan untuk menggerakkan, mengarahkan
dan menjaga tingkah laku seseorang agar terdorong untuk mencapai tujuan tertentu. b. Jenis-Jenis
Motivasi Para ahli membagi motivasi menjadi dua macam yaitu: 1. Motivasi Intrinsik Motivasi intrinsik
adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri individu sendiri yang dapat mendorongnya
melakukan tindakan belajar. Yang termasuk dalam motivasi intrinsik adalah perasaan menyenangi materi
tersebut untuk dirinya. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Thorburgh (Prayitno,1989, 10) motivasi
intrinsik adalah keinginan bertindak yang disebabkan oleh faktor pendorong diri dalam diri individu tanpa
dipengaruhi oleh lingkungan. Menurut Sudirman ada beberapa indikator motivasi intrinsik, diantaranya
adalah: (1). Tekun dalam menghadapi tugas. (2). Ulet dalam menghadapi kesulitan dan tidak lekas putus
asa, dan tidak cepat puas dengan prestasi yang diperolehnya. (3). Menunjukkan minat terhadap suatu
masalh pelajaran. (4). Dapat mempertahankan pendapatnya. (5). e. Tidak mudah melepaskan hal yang
sudah diyakini. (6). Senang mencari dan memecahkan masalah. 2. Motivasi Ekstrinsik Motivasi ekstrinsik
(Sardiman, 1990:90) diartikan sebagai motif- motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya
perangsang dari luar. Prayitno (1989: 14) mendefinisikan motivasi ekstrinsik sebagi tujuan utama individu
untuk melakukan kegiatan yang terletak diluar aktivitas itu sendiri. Menurut pandangan lain, Winkel (1984:
27) motivasi ekstrinsik merupakan bentuk motivasi yang didalamnya terdapat aktivitas belajar dan
diteruskan berdasarkan suatu dorongan yang tidak secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar yang
dilakukan. Sebagaimana yang dikemukakan di atas bahwa motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang
disebabkan oleh faktor pendorong dari luar individu. Dalam hal ini faktor yang paling berperan adalah
guru. Seperti yang dikemukakan oleh (Prayitno, 1989: 94) ada beberapa indikator motivasi instrinsik
yaitu: 1. Sikap Pengajar Seorang pengajar diharapkan dapat menunjukkan kehangatan, antusias,
perhatian dan keinginan untuk mendorong siswa dalam berprestasi. 2. Metode Mengajar Seorang
pengajar hendaknya memilih metode yang tepat dan baik. Karena pemilihan pemilihan metode yang tidak
tepat akan menimbulkan kebosanan pada siswa dan ahirnya merendahkan motivasi belajar mereka.
Selain itu pengajar harus memberi kesempatan pada siswa untuk berperan aktif dalam proses belajar,
misalnya diskusi, observasi, dan sebagainya 3. Materi Pelajaran Yaitu bahan ajar yang disampaiakn oleh
guru kepada siswanya. 4. Penilaian Adalah predikat yang diberikan oleh seorang pengajar kepada anak
didiknya untuk mengetahui sejauh mana dalam penguasaan materi, keefektivan materi yang disampaikan
dan keberhasilan dari proses belajar mengajar. Penilaian di sini bisa berupa prestasi hasil belajar ataupun
penilaian tentang sikap, tingkah laku dan kepribadian anak secara menyeluruh (Soetomo, 1993:324) c.
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi belajar
diantaranya adalah: 1. Faktor-faktor stimulasi belajar, yaitu segala hal di luar individu itu untuk
mengadakan reaksi atau perbuatan belajar. Berikut ada beberapa hal yang berhubungan dengan faktor
faktor stimulasi belajar: (a). Panjangnya bahan pelajaran (b). Kesulitan bahan pelajaran (c). Berartinya
bahan pelajaran (d). Berat ringannya tugas (e). Suasana lingkungan eksternal 2. Faktor faktor metode
belajar. Metode mengajar yang dipakai oleh guru mempengaruhi metode yang dipakai oleh si pengajar.
Diaantara faktor tersebut adalah: (a). Kegiatan berlatih atau praktek (b). Overlearning dan Drill (c).
Resitasi selama belajar (d). Pengenalan tentang hasil hasil belajar (e). penggunaan modalitet indera
(oral, visual, dan kinestetik) (f.) Bimbingan dalam belajar (g). Kondisi kondisi insentif (Situasi eksternal
yang yang mempengaruhi individu) 3. Faktor faktor individual (a). Kematangan (pertumbuhan
fisiologisnya) (b). Faktor usia kronoligis (c). Faktor perbedaan jenis kelamin (d). Pengalaman sebelumnya
(e). Kapasitas mental (f). Kondisi kesehatan jasmani (g). Kondisi kesehatan rohani d. Usaha Usaha Untuk
Meningkatkan Motivasi Belajar Agar para siswa memiliki motivasi yang tinggi, beberapa usaha yang perlu
di lakukan oleh guru untuk meningkatkan motivasi siswa, diantaranya adalah: 1. Menjelaskan manfaat
dan tujuan dari pelajaran yang diberikan 2. Memilih materi atau bahan pelajaran yang betul betul
dibutuhkan oleh siswa 3. Memilih cara penyajian yang bervariasi, sesuai dengan kemampuan siswa dan
banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba dan berpartisipasi 4. Memberikan
sasaran dan kegiatan kegiatan antara sasaran akhir dari kegiatan belajarsiswa adalah lulus dari ujian

akhir 5. Berikan kesempatan pada siswa untuk sukses dengan meningkatkan motivasi belajar 6.
Berikanlah kemudahan bantuan dalam belajar 7. Berikanlah pujian, ganjaran atau hadiah Jadi motivasi
belajar tidak tumbuh secara alami dalam diri siswa karena itu guru harus berupaya agar proses
pembelajaran dapat meningkatkan motivasi siswa. 3. Metode Belajar Everyoone Is A Teacher Here a.
Pengertian metode pembelajaran Salah satu faktor penunjang keberhasilan proses pembelajaran adalah
penerapan metode pembelajaran. Metode pembelajaran dapat diartikan seni dan cara menggunakan
sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu . Metode pembelajaran juga dapat diartikan cara dan seni
untuk menggunakan semua sumber belajar dalam upaya membelajarkan siswa. ( Made Wena, 2008: 2 ).
Menurut Dahlan model mengajar dapat diartikan suatu rencana atau pola yang digunakan dalam
kurikulum, mengatur materi pelajaran, dan memberi petunjuk kepada pengajar di kelas. ( Isjoni, 2007 :
50). Untuk memilih model yang tepat perlu diperhatikan relevansinya dengan pencapaian tujuan
pengajaran . Suatu model pembelajaran dapat dikatakan baik jika memenuhi prinsip-prinsip sebagai
berikut : (1) .Semakin kecil upaya yang dilakukan guru dan semakin besar upaya yang dilakukan siswa.
(2). Semakin sedikit waktu yang diperlukan guru untuk mengaktifkan siswabelajar juga semakin baik
(3).Sesuai dengan cara belajar siswa (4).Dapat dilakukan dengan baik oleh guru (5).Tidak ada satupun
metode yang paling sesuai untuk segala tujuan . b. Aplikasi metode Everyoone Is A Teacher Here dalam
pembelajaran Penerapan metode Everyoone Is A Teacher Here dimulai dari guru untuk mempersiapkan
bahan pengajaran, berupa bacaansesuai dengan pokok bahasan atau materi yang akan diajarkan.
Siswa kemudian ditugaskan untuk membaca dan membuat sebuah pertanyaan dari materi/bahan yang
akan diajarkan. Pertanyaan tersebut dibuat dalam suatu kartu yang sebelumnya telah dituliskan nomor
absensi siswa yang dipersiapkan oleh guru. Setelah selesai siswa membuat pertanyaan , kartu
pertanyaan ( card quest) tersebut dikumpulkan untuk kemudian dibagikan kembali kepada siswa secara
acak . Selanjutnya siswa dari masing-masing kelompok diberi tugas untuk melakukan presentasi dengan
membaca pertanyaan dan menjawabnya, ditunjuk disesuaikan dengan nomor absensinya dan siswa lain
diberi kesempatan untuk memberi tanggapan . Guru pada tahapan ini dapat mengevaluasi (memberi
penilaian). Berdasarkan uraian tersebut, melalui strategi pembelajaran metode Everyoone Is A Teacher
Here diharapkan siswa akan lebih termotivasi dalam pembelajaran PKn yang akhirnya tujuan
pembelajaran PKn dapat tercapai. Dengan demikian maka prestasi belajarpun dapat meningkat. C.
Kerangka Berpikir Berdasarkan kajian teori di atas, diduga bahwa prestasi belajar siswa, terutama dalam
penguasaan tentang globalisasi siswa kelas IX.4 SMP Negeri 1 Klirong tahun pelajaran 2011 /2012 akan
meningkat dengan menggunakan metode pembelajaran Everyone Is A Teacher Here . Selain itu,
penggunaan metode pembelajaran Everyoone Is A Teacher Here akan dapat meningkatkan motifasi dan
minat belajar siswa dalam mempelajari PKn. D. Hipotesis Tindakan Berdasarkan kajian teori dan
kerangka berpikir di atas, hipotesis tindakan yang dikembangkan dalam penelitian tindakan kelas adalah:
1. Bahwa penggunaan metode pembelajaran Everyoone Is A Teacher Here dapat meningkatkan prestasi
belajar tentang globalisasi kelas IX.4 SMP Negeri 1 Klirong tahun pelajaran 2011 /2012 2. Bahwa
penggunaan metode pembelajaran Everyoone Is A Teacher Here dapat meningkatkan motivasi siswa
dalam proses pembelajaran tentang globalisasi siswa kelas IX.4 SMP Negeri 1 Klirong tahun pelajaran
2011/2012 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi
penelitian adalah SMP Negeri 1 Klirong, khususnya di kelas IX.4 2. Waktu Penelitian Waktu penelitian
adalah semester 2 tahun pelajaran 2011/2012, tepatnya pada bulan Januari Maret 2012. 3. Mata
Pelajaran Penelitian ini dilaksanakan pada mata pelajaran PKn dengan materi pokok globalisasi.
Permasalahan yang dibahas adalah upaya meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran PKn tentang
globalisasi dengan menggunakan metode pembelajaran Everyone Is A Teacher Here. 4. Karakteristik
Siswa Siswa kelas IX.4 SMP Negeri 1 Klirong tahun pelajaran 2011/2012 semester 2 yang menjadi
subjek penelitian berjumlah 39 anak yang terdiri atas 18 laki-laki dan 21 perempuan. Latar belakang
sosial ekonomi keluarga siswa kelas IX.4 sebagian besar adalah keluarga prasejahtera dengan mata
pencaharian buruh dan petani yang penghasilannya rata-rata per bulan kurang dari Rp 1.000.000,- (satu
juta rupiah). Keadaan tersebut mempengaruhi motivasi, minat, dan daya dukung siswa dalam

pembelajaran. Berdasarkan tes awal tentang materi pokok tentang globalisasi, prestasi belajar
penguasaan konsep siswa kelas IX.4 , nilai rata-ratanya baru 65,00, Sedangkan persentase siswa yang
tuntas belajar baru 60 %. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh motivasi belajar siswa kelas IX.4. yang
sebagian besar masih rendah, yaitu baru 63,33 %. B. Persiapan Penelitian Untuk melaksanakan
perbaikan pembelajaran PKn, khususnya standar kompetensi globalisasi , yang dikemas dalam penelitian
tindakan kelas (PTK) dilakukan persiapan sebagai berikut. 1. Mengidentifikasi persoalan yang terjadi di
kelas IX.4 SMP Negeri 1Klirong dengan berbagai pihak yang terkait. 2. Mendiskusikan kemungkinan
pemecahan persoalan, terutama mengenai perbaikan pembelajaran PKn, khususnya materi pokok
globalisasi 3. Mengumpulkan data pendukung yang menyangkut siswa dan pembelajaran PKn,
khususnya materi pokok globalisasi 4. Merumuskan rencana penerapan metode pembelajaran Everyone
Is A Teacher Here . dalam bentuk proposal penelitian tindakan kelas (PTK), termasuk jadwal
pelaksanaan. 5. Mengkoordinasikan pelaksanaan penelitian tindakan kelas dengan pihak yang terkait,
terutama Kepala Sekolah, teman sejawat, dan siswa. 6. Menyiapkan berbagai sarana dan prasarana
yang dibutuhkan dalam penelitian tindakan kelas, yang meliputi alat dan bahan pembelajaran dengan
metode Everyone Is A Teacher Here. , dan rencana pelaksanaan pembelajaran. C. Instrumen
Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi terhadap proses
pembelajaran, angket untuk mengungkapkan motivasi belajar, dan tes untuk mengetahui hasil
pembelajaran. Observasi dilakukan oleh teman sejawat dan peneliti menggunakan panduan observasi
yang telah disiapkan. Indikator proses pembelajaran yang diamati adalah keaktifan, kerja sama,
kecepatan, dan ketepatan selama proses pembelajaran. Angket dikembangkan dengan indikator tertentu
dan diberikan kepada semua siswa kelas IX.4 Untuk memperoleh data hasil pembelajaran digunakan tes
pilihan ganda dan uraian yang disusun berdasarkan indikator pencapaian yang telah ditetapkan. Selain
observasi, angket, dan tes, juga digunakan learning log dari siswa dan teman sejawat untuk
mengevaluasi keseluruhan proses dan hasil pembelajaran. D. Deskripsi Per Siklus Pembelajaran dengan
menggunakan pembelajaran Everyone Is A Teacher Here. dalam penelitian tindakan kelas (PTK)
dilakukan dalam tiga siklus yang digambarkan dalam bentuk bagan sebagai berikut. Refleksi Refleksi
Refleksi Bagan 3.1 Siklus Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 1. Prasiklus Sebelum memasuki siklus I
dilakukan kegiatan prasiklus dalam bentuk pemetaan awal terhadap problem belajar yang dialami oleh
siswa dan suasana kelas secara menyeluruh dengan mengadakan tes awal. Tes awal dimaksudkan
untuk mengetahui kemampuan awal siswa terhadap kompetensi dasar. Selain itu juga dipersiapkan
berbagai media dan sumber pembelajaran serta penataan kelas. Data yang diperoleh pada prasiklus
dianalisis dan direfleksikan secara kolaboratif dengan guru sejawat untuk menentukan tindakan yang
tepat pada siklus selanjutnya. 2. Siklus I Kegiatan selama siklus pertama meliputi perencanaan,
pelaksanaan, observasi, dan refleksi. a. Perencanaan Untuk merencanakan pembelajaran dengan
pembelajaran Everyone Is A Teacher Here , dilakukan serangkaian kegiatan perencanaan sebagai
berikut. 1) Pembuatan perangkat pembelajaran (Program Tahunan, Program Semester, dan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran) dan instrumen penilaian (Instrumen Pengamatan Proses dan Instrumen
Penilaian Hasil). 2) Penyiapan bahan bacaan yang relevan dengan materi pelajaran yakni tentang
globalisasi. 3) Penyiapan pembuatan kartu yang telah ditulis nomor absen siswa b. Pelaksanaan
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus pertama meliputi beberapa tahap sebagai berikut. 1) Tahap
Persiapan Dalam tahap persiapan ini peneliti melakukan serangkaian kegiatan sebagai berikut. a) Peneliti
memilih satu standar kompetensi, yaitu globalisasi. b) Peneliti menyiapkan semua bahan/media yang
digunakan dalam pembelajaran. Bahan/media yang peneliti maksudkan adalah bahan bacaan yang
relevan dengan globalisasi. dan kartu yang bertuliskan nomor abesensi siswa c) Peneliti menyusun
rencana pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual meliputi semua aspek (RPP
terlampir). d) Peneliti menyusun berbagai alat penilaian yang akan digunakan selama dan sesudah
pembelajaran. Alat penilaian yang dimaksud adalah lembar pengamatan (untuk guru), lembar
pengamatan (untuk siswa), dan soal (format observasi dan soal). 2) Tahap Penyajian Dalam tahap
penyajian kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut. a) Pendahuluan Peneliti memasuki kelas dan

melakukan beberapa kegiatan pendahuluan, misalnya salam, mengecek kehadiran siswa, menanyakan
PR atau tugas-tugas lain, menanyakan permasalahan yang mungkin masih dialami siswa sehubungan
dengan materi pembelajaran yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya, dan memberikan ilustrasi
tentang tujuan dan pentingnya globalisasi. bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. b) Inti (1) Guru
membagi siswa menjadi 8 kelompok (2) Peneliti memberi tugas kepada siswa untuk membaca buku
sumber. (3) Guru mengamati seluruh siswa yang sedang membaca. (3) Guru membagikan kartu yang
telah bertuliskan nomor absen. (4) Siswa membuat pertanyaan dalam selembar kartu (5) Guru
mengumpulkan kartu pertanyaan (6) Guru membagikan kartu pertanyaan sesuai nomor yang tertera pada
kartu (7) Siswa mempresentasikan dengan membaca pertanyaan dan menjawabnya (8) Siswa lain diberi
kesempatan untuk memberikan tanggapan (9) Hasil yang dicapai oleh siswa menjadi bahan refleksi
kegiatan pembelajaran berikutnya. c) Penutup Kegiatan untuk menutup pembelajaran berupa kegiatan
refleksi dengan bentuk sebagai berikut. (1) mengevaluasi dan meminta siswa untuk mengungkapkan
perasaan dan komentar tentang pembelajaran yang telah dilakukan; (2) memberikan internalisasi nilai
tentang pentingnya globalisasi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara (3) memberikan tugas
membaca di rumah; (4) salam penutup. 3) Penilaian Penilaian dilakukan dalam bentuk penilaian proses
pembelajaran dan hasil pembelajaran. Penilaian proses pembelajaran dilakukan dengan mengamati
siswa selama pembelajaran dan sekaligus meminta komentar siswa tentang pembelajaran yang telah
dilaksanakan. Penilaian hasil pembelajaran dilakukan dengan memberikan tes. c. Observasi Kegiatan
observasi dimaksudkan untuk mengamati seluruh proses perbaikan pembelajaran. Kegiatan observasi
dilakukan oleh peneliti dan teman sejawat dengan menggunakan panduan observasi pembelajaran.
Observasi pada siklus pertama difokuskan bagaimana perbaikan pembelajaran pada pertemuan pertama.
d. Refleksi Refleksi dimaksudkan untuk mengevaluasi kembali dan validitas data untuk menentukan
langkah perbaikan pembelajaran selanjutnya. Refleksi pada akhir siklus pertama dilakukan dengan teknik
triangulasi, yaitu memadukan antara hasil pengamatan (peneliti dan teman sejawat), learning log, hasil
angket, dan hasil tes. 3. Siklus II Kegiatan selama siklus kedua meliputi perencanaan, pelaksanaan,
observasi, dan refleksi. a. Perencanaan Untuk merencanakan pembelajaran dengan menggunakan
metode Everyone Is A Teacher Here . ,dilakukan serangkaian kegiatan perencanaan sebagai berikut. 1)
Memperbaiki perangkat pembelajaran, terutama mengenai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. 2)
Pengumpulan materi pelajaran tentang globalisasi 3) Pembuatan kartu b. Pelaksanaan Pelaksanaan
pembelajaran pada siklus kedua meliputi beberapa tahap sebagai berikut. 1) Tahap Persiapan Dalam
tahap persiapan ini peneliti melakukan serangkaian kegiatan sebagai berikut. a) Peneliti menyiapkan
semua bahan/media yang digunakan dalam pembelajaran. Bahan/media yang peneliti maksudkan adalah
bahan pelajaran tentang globalisasi dan kartu pertanyaan kemudian digunakan dalam pembelajaran
dengan panyajian yang lebih menarik. c) Peneliti menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dengan
pendekatan kontekstual meliputi semua aspek. d) Peneliti menyusun berbagai alat penilaian yang akan
digunakan selama dan sesudah pembelajaran. Alat penilaian yang dimaksud adalah lembar pengamatan
(untuk guru), lembar pengamatan (untuk siswa), dan soal. 2) Tahap Penyajian Dalam tahap penyajian
kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut. a) Pendahuluan Peneliti memasuki kelas dan melakukan
beberapa kegiatan pendahuluan, misalnya salam, mengecek kehadiran siswa, menanyakan PR atau
tugas-tugas lain, menanyakan permasalahan yang mungkin masih dialami siswa sehubungan dengan
materi pembelajaran yang telah dibelajarkan pada pertemuan sebelumnya, dan memberikan ilustrasi
tentang tujuan dan pentingnya kemampuan membaca intensif. b) Inti (1) Guru membagi siswa menjadi 8
kelompok (2) Peneliti memberi tugas kepada siswa untuk membaca buku sumber. (3) Guru mengamati
seluruh siswa yang sedang membaca. (3) Guru membagikan kartu yang telah bertuliskan nomor absen.
(4) Siswa membuat pertanyaan dalam selembar kartu (5) Guru mengumpulkan kartu pertanyaan (6) Guru
membagikan kartu pertanyaan sesuai nomor yang tertera pada kartu (7) Siswa mempresentasikan
dengan membaca pertanyaan dan menjawabnya (8) Siswa lain diberi kesempatan untuk memberikan
tanggapan (9) Guru bersama siswa menyimpulkan (10) Guru memberikan Soal-soal c) Penutup Kegiatan
untuk menutup pembelajaran berupa kegiatan refleksi dengan bentuk sebagai berikut. (1) mengevaluasi

dan meminta siswa untuk mengungkapkan perasaan dan komentar tentang pembelajaran yang telah
dilakukan; (2) memberikan internalisasi nilai tentang pentingnya globalisasi bagi kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara; (3) memberikan tugas mengerjakan soal-soal latihan di
rumah; (4) salam penutup. 3) Penilaian Penilaian dilakukan dalam bentuk penilaian proses pembelajaran
dan hasil pembelajaran. Penilaian proses pembelajaran dilakukan dengan mengamati siswa selama
pembelajaran dan sekaligus meminta komentar siswa tentang pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Penilaian hasil pembelajaran dilakukan dengan memberikan tes. c. Observasi Kegiatan observasi pada
siklus kedua dimaksudkan untuk mengamati seluruh proses perbaikan pembelajaran pada siklus kedua.
Kegiatan observasi dilakukan oleh peneliti dan teman sejawat degan menggunakan panduan observasi
pembelajaran. Observasi pada siklus kedua difokuskan bagaimana pelaksanaan pembelajaran pada
pertemuan kedua. d. Refleksi Refleksi pada siklus kedua dimaksudkan untuk mengevaluasi kembali dan
validitas data pada siklus kedua untuk menentukan langkah perbaikan pembelajaran selanjutnya.
Refleksi pada akhir siklus kedua dilakukan dengan teknik triangulasi, yaitu memadukan antara hasil
pengamatan (peneliti dan teman sejawat), learning log, hasil angket, dan hasil tes. 4. Siklus III Kegiatan
selama siklus ketiga meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. a. Perencanaan Untuk
merencanakan pembelajaran dengan menggunakan metode every one is a teacher here dilakukan
serangkaian kegiatan perencanaan sebagai berikut. 1) Memperbaiki perangkat pembelajaran, terutama
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.. 2) Perbaikan tehnik penggunaan metode Everyone Is A Teacher
Here agar menjadi lebih menarik. b. Pelaksanaan Pelaksanaan pembelajaran pada siklus ketiga meliputi
beberapa tahap sebagai berikut. 1) Tahap Persiapan Dalam tahap persiapan ini peneliti melakukan
serangkaian kegiatan sebagai berikut. a) Peneliti menyiapkan semua bahan/media yang digunakan
dalam pembelajaran. Bahan/media yang peneliti maksudkan adalah materi dan gambar-gambar tentang
bentuk-bentuk globalisasi dengan panyajian yang lebih menarik. c) Peneliti menyusun rencana
pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual meliputi semua aspek. d) Peneliti menyusun
berbagai alat penilaian yang akan digunakan selama dan sesudah pembelajaran. Alat penilaian yang
dimaksud adalah lembar pengamatan (untuk guru), lembar pengamatan (untuk siswa), dan soal. 2) Tahap
Penyajian Dalam tahap penyajian kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut. a) Pendahuluan
Peneliti memasuki kelas dan melakukan beberapa kegiatan pendahuluan, misalnya salam, mengecek
kehadiran siswa, menanyakan PR atau tugas-tugas lain, menanyakan permasalahan yang mungkin
masih dialami siswa sehubungan dengan materi pembelajaran yang telah dibelajarkan pada pertemuan
sebelumnya, dan memberikan ilustrasi tentang pentingnya globalisasi bagi Indonesia b) Inti (1) Guru
memperlihatkan gambar tentang bentuk-bentuk globalisasi (2) Guru membagi siswa menjadi 8 kelompok
(3) Peneliti memberi tugas kepada siswa untuk membaca buku sumber dengan materi/sumber yang
berbeda-beda untuk masing-masing kelompok (4) Guru mengamati seluruh siswa yang sedang
membaca. (5) Guru membagikan kartu yang telah bertuliskan nomor absen. (6) Siswa membuat
pertanyaan dalam selembar kartu (7) Guru mengumpulkan kartu pertanyaan (8) Guru membagikan kartu
pertanyaan sesuai nomor yang tertera pada kartu (8) Sesuai nomor absen siswa mempresentasikan
dengan membaca pertanyaan dan menjawabnya (8) Siswa lain diberi kesempatan untuk memberikan
tanggapan (9) Guru bersama siswa menyimpulkan . (10) Guru memberikan Soal-soal c) Penutup
Kegiatan untuk menutup pembelajaran berupa kegiatan refleksi dengan bentuk sebagai berikut. (1)
mengevaluasi dan meminta siswa untuk mengungkapkan perasaan dan komentar tentang pembelajaran
yang telah dilakukan; (2) memberikan internalisasi nilai tentang pentingnya membaca intensif; (3)
memberikan tugas mengerjakan soal-soal latihan di rumah; (4) salam penutup. 3) Penilaian Penilaian
dilakukan dalam bentuk penilaian proses pembelajaran dan hasil pembelajaran. Penilaian proses
pembelajaran dilakukan dengan mengamati siswa selama pembelajaran dan sekaligus meminta
komentar siswa tentang pembelajaran yang telah dilaksanakan. Penilaian hasil pembelajaran dilakukan
dengan memberikan tes. c. Observasi Kegiatan observasi pada siklus ketiga dimaksudkan untuk
mengamati seluruh proses perbaikan pembelajaran pada siklus ketiga. Kegiatan observasi dilakukan oleh
peneliti dan teman sejawat dengan menggunakan panduan observasi pembelajaran. Observasi pada

siklus ketiga difokuskan bagaimana pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada pertemuan ketiga. d.
Refleksi Refleksi pada siklus ketiga dimaksudkan untuk mengevaluasi kembali dan validitas data pada
siklus ketiga untuk menentukan langkah perbaikan pembelajaran selanjutnya. Refleksi pada akhir siklus
ketiga dilakukan dengan teknik triangulasi, yaitu memadukan antara hasil pengamatan (peneliti dan
teman sejawat), learning log, hasil angket, dan hasil tes. E. Refleksi Kegiatan refleksi dilakukan dengan
menganalis hasil observasi dan hasil pembelajaran. Kegiatan refleksi untuk menganalisis proses dan
hasil pembelajaran dilakukan dengan teknik triangulasi, yaitu kolaborasi antara peneliti, teman sejawat,
dan siswa. Hasil refleksi digunakan sebagai dasar untuk menentukan tindakan pembelajaran selanjutnya.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Awal Pembelajaran PKn di kelas IX.4 SMP
Negeri 1 Klirong pada semester 2 tahun pelajaran 2011/2012 dengan standar kompetensi globalisasi
yang dilakukan dengan metode ceramah yang berpusat pada guru memprihatinkan, baik dari segi proses
pembelajaran, penumbuhan motivasi belajar siswa, maupun hasil pembelajaran. Proses pembelajaran
cenderung membosankan. Sebagian besar siswa cenderung kurang memperhatikan dan menunjukkan
kemalasan. Motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran PKn hanya 63,33 %. Akibatnya, hasil
pembelajaran belum memuaskan sehingga KKM yang ditetapkan, yaitu 75 belum dapat tercapai. Ratarata nilai penguasaan konsep hanya 69 dengan ketuntasan belajar siswa hanya 65 %. Hasil
pembelajaran yang belum mencapai KKM menjadikan semangat dan kepuasan guru dalam pembelajaran
cenderung menurun. Untuk itu, diperlukan perubahan strategi dan teknik pembelajaran sehingga mampu
meningkatkan kualitas dan hasil pembelajaran sesuai KKM, bahkan diharapkan melampaui KKM. B.
Depkripsi Per Siklus 1. Siklus I Siklus pertama merupakan proses pembelajaran pertemuan pertama
dengan standar kompetensi globalisasi. Langkah pokok dalam siklus pertama adalah: (1) Guru membagi
siswa menjadi 8 kelompok (2) Guru memberi tugas kepada siswa untuk membaca buku sumber. (3) Guru
mengamati seluruh siswa yang sedang membaca. (4) Guru membagikan kartu yang telah bertuliskan
nomor absen. (5) Siswa membuat pertanyaan dalam selembar kartu (6) Guru mengumpulkan kartu
pertanyaan (7) Guru membagikan kartu pertanyaan sesuai nomor absen yang tertera pada kartu (8)
Siswa mempresentasikan dengan membaca pertanyaan dan menjawabnya (9) Siswa lain diberi
kesempatan untuk memberikan tanggapan (10) Hasil yang dicapai oleh siswa menjadi bahan refleksi
kegiatan pembelajaran berikutnya. Hasil pembelajaran penguasaan konsep tentang globalisasi siklus
pertama adalah sebagai berikut (Tabel 4.1). Tabel 4.1 Hasil Pembelajaran Siklus I No. Aspek Rata-rata
Keterangan 1. Nilai rata-rata penguasaan konsep 70,00 2. Ketuntasan belajar 69 % 27 siswa Sedangkan
dari segi motivasi siswa dalam belajar PKn terjadi peningkatan sebesar 1,73 % dari awal siklus sehingga
motivasi belajar pada siklus pertama adalah 65,13 %. 2. Siklus II Siklus kedua merupakan proses
pembelajaran pertemuan kedua dengan standar kompetensi usaha pembelaan negara. Langkah pokok
dalam siklus kedua adalah: (1) Guru membagi siswa menjadi 8 kelompok (2) Guru memberi tugas
kepada siswa untuk membaca buku sumber. (3) Guru mengamati seluruh siswa yang sedang membaca.
(4) Guru memperlihatkan gambar tentang bentuk-bentuk globalisasi. (5) Guru membagikan kartu yang
telah bertuliskan nomor absen. (6) Siswa membuat pertanyaan dalam selembar kartu (7) Guru
mengumpulkan kartu pertanyaan (8) Guru membagikan kartu pertanyaan sesuai nomor yang tertera pada
kartu (9) Siswa mempresentasikan dengan membaca pertanyaan dan menjawabnya (10) Siswa lain
diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan (11) Hasil yang dicapai oleh siswa menjadi bahan
refleksi kegiatan pembelajaran berikutnya. Hasil pembelajaran penguasaan konsep tentang siklus kedua
adalah sebagai berikut (Tabel 4.2). Tabel 4.2 Hasil Pembelajaran Siklus II No. Aspek Rata-rata
Keterangan 1. Nilai rata-rata penguasaan konsep 72,00 2. Ketuntasan belajar 74,35 % 29 siswa
Sedangkan dari segi motivasi siswa dalam belajar PKn terjadi peningkatan sebesar 4,10 % dari siklus
pertama sehingga motivasi belajar pada siklus kedua adalah 69,23 %. 3. Siklus III 1. Siklus ketiga
merupakan proses pembelajaran pertemuan ketiga dengan standar kompetensi globalisasi . Langkah
pokok dalam siklus ketiga adalah: (1) Guru membagi siswa menjadi 8 kelompok (2) Guru memberi tugas
kepada siswa untuk membaca buku sumber. (3) Guru mengamati seluruh siswa yang sedang membaca.
(4) Guru memperlihatkan gambar tentang bentuk-bentuk globalisasi. (5) Guru membagikan kartu yang

telah bertuliskan nomor absen. (6) Siswa membuat pertanyaan dalam selembar kartu (7) Guru
mengumpulkan kartu pertanyaan (8) Guru membagikan kartu pertanyaan sesuai nomor yang tertera pada
kartu (9) Siswa mempresentasikan dengan membaca pertanyaan dan menjawabnya (10) Siswa lain
diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan (11) Siswa yang berhasil mempresentasikan dan
memberi tanggapan betul diberi pujian dan yang tidak diberi hukuman menyanyi. (12) Hasil yang dicapai
oleh siswa menjadi bahan refleksi kegiatan pembelajaran berikutnya. 2. Hasil pembelajaran penguasaan
konsep tentang globalisasi . siklus ketiga adalah sebagai berikut (Tabel 4.3). Tabel 4.3 Hasil
Pembelajaran Siklus III No. Aspek Rata-rata Keterangan 1. Nilai rata-rata penguasaan konsep 75,00 2.
Ketuntasan belajar 87,17 % 34 siswa Sedangkan dari segi motivasi siswa dalam belajar PKn terjadi
peningkatan sebesar 5,20 % dari siklus kedua sehingga motivasi belajar pada siklus ketiga adalah 76,15
%. C. Pembahasan Antarsiklus Upaya memperbaiki pembelajaran PKn di kelas IX.4 SMP Negeri1 Klirong
dengan standar kompetensi globalisasi yang dilakukan dengan metode Everyone Is A Teacher Here
meningkatkan kualitas pembelajaran, baik dari segi proses pembelajaran, motivasi belajar, maupun
prestasi belajar PKn siswa kelas IX.4 SMP Negeri 1 Klirong. 1. Hasil Pembelajaran Prestasi belajar
penguasaan konsep standar kompetensi globalisasi yang dilakukan dengan metode Everyone Is A
Teacher Here menjadi lebih meningkat. Hal itu tampak dari nilai rata-rata prestasi belajar penguasaan
konsep tentang globalisasi yang pada kondisi awal belum mampu mencapai ketuntasan belajar, namun
pada akhir siklus ketiga mayoritas siswa dapat mencapai ketuntasan belajar. Peningkatan prestasi belajar
penguasaan konsep dan ketuntasan belajar siswa adalah sebagai berikut (Tabel 4.4). Tabel 4.4 Prestasi
Belajar Penguasaan Konsep No. Siklus Nilai rata-rata Ketuntasan Belajar 1. Prasiklus 69,00 65,00 % 2.
Siklus I 70,00 69,00 % 3. Siklus II 72,00 74,35 % 4. Siklus III 75,00 87,17 % Berdasarkan tabel di atas
dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan metode Everyone Is A Teacher Here mampu meningkatkan
prestasi belajar penguasaan konsep siswa tentang globalisasi. Untuk memperjelas peningkatan prestasi
belajar berdasarkan tabel di atas dapat dilihat pada grafik di bawah ini. Grafik 4.1. Nilai Rata-rata
Penguasaan Konsep a Grafik 4.2. Persentase Ketuntasan Belajar 2. Motivasi Belajar Moptivasi belajar
siswa selama proses pembelajaran dengan standar kompetensi globalisasi. dengan metode Everyone Is
A Teacher Here meningkat. Peningkatan motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran terungkap
melalui hasil angket yang diberikan kepada siswa setiap akhir pembelajaran. Peningkatan motivasi
belajar siswa adalah sebagai berikut (Tabel 4.5). Tabel 4.5 Peningkatan Motivasi Belajar Siswa No. Siklus
Persentase Keterangan 1. Prasiklus 63,33 % Siswa tampak kurang termotivasi. 2. Siklus I 65,13 % Siswa
termotivasi aktif membaca buku sumber, membuat soal dalam kartu. dan menanggapi presentasi
temannya menjawab soal 3. Siklus II 69,23 % Siswa termotivasi dengan aktif membaca buku sumber dan
membuat soal dalam kartu dan menanggapi presentasi temannya menjawab soal . 4. Siklus III 76,15 %
Siswa lebih termotivasi dengan aktif membaca buku sumber, membuat soal dalam kartu, dan
menanggapi presentasi temannya dalam menjawab soal . Grafik 4.3 Persentase Peningkatan Motivasi
Belajar Siswa BerdasarkaBerdasarkan tabel dan grafik di atas, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar
siswa dalam proses pembelajaran PKn meningkat. Pada awal siklus, siswa kurang termotivasi dan
cenderung diam, pada siklus pertama menunjukkan peningkatan motivasi belajar yang ditandai dengan
keaktifan fisik dan mental dengan membaca serius materi pokok tentang globalisasi dan aktif membaca
buku sumber dan membuat soal dalam kartu dan menanggapi presentasi temannya menjawab soal
dalam kartu , pada siklus kedua tampak jelas keaktifan secara fisik dan mental dalam membaca materi
pokok tentang globalisasi dan aktif membaca buku sumber, membuat soal dalam kartu dan menanggapi
presentasi temannya menjawab soal dalam kartu, pada siklus ketiga siswa lebih aktif dalam kegiatan
membaca materi pokok tentang globalisasi dan aktif membaca buku sumber, membuat soal dalam kartu
dan menanggapi presentasi temannya menjawab soal dalam kartu, siswa juga lebih memperhatikan
teman-temannya yang sedang mempresentasikan kartu soal dan tanggapannya juga relatif bagus. BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Pembelajaran PKn, standar kompetensi globalisasi dengan
menggunakan metode pembelajaran Everyone Is A Teacher Here mampu meningkatkan prestasi belajar
siswa kelas IX. 4 SMP Negeri 1 Klirong dalam menguasai konsep tentang globalisasi. Hal itu terlihat dari

peningkatan prestasi belajar siswa, yaitu pada tes awal rata-rata nilai adalah 69,00, pada akhir siklus I
70,00, pada akhir siklus II 72,00, dan pada akhir siklus III 75,00. Selain itu, mampu meningkatkan
persentase ketuntasan belajar siswa dari 65, 00 % pada tes awal menjadi 69,00 % pada akhir siklus I,
74,35 % pada akhir siklus II, dan 87,17 % pada akhir siklus III. Sedangkan dari segi peningkatan motivasi
belajar PKn, metode pembelajaran Everyone Is A Teacher Here mampu meningkatkan motivasi belajar
siswa. Buktinya, tingkat keaktifan dan partisipasi siswa dalam pembelajaran meningkat dari 63,33 % pada
kondisi awal menjadi 65,13 % pada siklus I, 69,23 pada siklus II, dan 76,15 pada siklus III. B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, diberikan saran-saran sebagai berikut. 1. Bagi guru PKn yang akan
mengadopsi penggunaan metode ini dalam pembelajaran perlu mempersiapkan seluruh sarana dan
prasarana pembelajaran agar berhasil secara optimal. 2. Bagi siswa perlu ditanamkan sikap gemar
membaca dan kepercayaan diri bahwa semua bisa mempelajari konsep dasar globalisasi kalau ada
motivasi sehingga metode belajar Everyone Is A Teacher Here mampu meningkatkan prestasi belajar
siswa DAFTAR PUSTAKA Arief S. Sadiman, dkk. 2003. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan,
dan Pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali. Azizudin, Peningkatan Partisipasi Belajar IPS melalui strategi
pembelajaran Everyone Is A Teacher Here siswa kelas VIII.B SMP Muhammadiyah 7 Surakarta tahun
pelajaran 2008/2009, Download , Rabu 26 September 2012 Hamalik, Oemar. 2000. Proses belajar
mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. Made Wena, 2011. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer,
Jakarta: Bumi Aksara Mel Siberman, 1996, Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif, Jakarta:
Pustaka Insan Madani Sardiman. 1990. Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: CV. Raja wali
Sukidin dkk, 2010. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta:Insan Cendekia Syaiful Bahri
Djamarah, 1994, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru, Surabaya : Usaha Nasional. Tim. 2002. Kamus
Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Depdikbud-Balai Pustaka. . Lampiran 1 RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nomor: 01 Nama Sekolah : SMP Negeri 1 Klirong Mata
Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Kelas/Semester : IX/2 Standar Kompetensi : 3.
Memahami dampak globalisasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kompetensi
Dasar : 3.1 Menjelaskan pengertian dan pentingnya globalisasi bagi Indonesia. Kecakapan Hidup :
Kecakapan pribadi (kecakapan pribadi sebagai makhluk sosial) dan kecakapan berpikir (menggali,
mengelola informasi, dan memecahkan masalah). Indikator : Menjelaskan makna globalisasi
Menyebutkan tanda-tanda globalisasi : Menunjukkan bentuk-bentuk globalisasi Menjelaskan faktor
yang membentuk globalisasi Menjelaskan pentingnya globalisasi bagi Indonesia Alokasi Waktu 2 x 40
menit (2 kali pertemuan) A. Tujuan Pembelajaran Setelah pembelajaran selesai, peserta didik diharapkan
dapat: Menjelaskan makna globalisasi Menyebutkan tanda-tanda globalisasi Menunjukkan bentukbentuk globalisasi Menjelaskan faktor yang membentuk globalisasi Menjelaskan pentingnya globalisasi
bagi Indonesia B. Materi Pembelajaran Makna globalisasi Tanda-tanda globalisasi Bentuk-bentuk
globalisasi Faktor yang membentuk globalisasi Pentingnya globalisasi bagi Indonesia C. Metode
Everyone is A Teacher Here D. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan Pertama No Kegitan Belajar
Waktu 1 Pendahuluan 10 menit a. Salam pembuka b. Apersepsi Kesiapan kelas dalam pembelajaran
(pengecekan presensi, kebersihan kelas, dan kelengkapan alat pelajaran). c. Motivasi Penjajakan
kesiapan belajar siswa dengan pertanyaan pendahiluan Informasi kompetensi yang akan dicapai 2
Kegiatan Inti 60 menit a. Penjelasan konsep secara umum tentang pengertian dan bentuk globalisasi
dengan memberi contoh dalam bentuk gambar. b. Siswa membaca buku sumber dan mengamati
masuknya produk-produk luar negeri serta berita-berita internasional melalui media cetak dan media
elektronik. c. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Tiap Kelompok beranggotakan 4 5 orang d.
Setiap siswa diberi satu kartu yang telah diberi nomor e. Tiap siswa menulis satu soal dari materi yang
dibaca sesuai petunjuk guru sehingga tiap siswa membuat soal yang berbeda f. Kartu soal dikumpulkan
g. Kartu diacak , kemudian siswa diberi kesempatan untuk mengambil kartu kemudian mempresentasikan
jawabannya h. Siswa yang lain menanggapinya. 3 Penutup 10 menit a. Peserta didik dengan dibimbing
dan difasilitasi guru membuat kesimpulan tentang materi yang dibahas. b. Peserta didik mencatat tugastugas kegiatan yang diberikan guru untuk persiapan pertemuan berikutnya. c. Tes akhir d. Salam penutup

Pertemuan Kedua No Kegitan Belajar Waktu 1 Pendahuluan 10 menit a. Salam pembuka b. Apersepsi
Kesiapan kelas dalam pembelajaran (pengecekan presensi, kebersihan kelas, dan kelengkapan alat
pelajaran). c. Motivasi Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan pertanyaan pendahiluan Informasi
kompetensi yang akan dicapai 2 Kegiatan Inti 60 menit a. Siswa membaca buku sumber tentang
pentingnya globalisasi bagi bangsa Indonesia b. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Tiap
Kelompok beranggotakan 4 5 orang c. Setiap siswa diberi satu kartu yang telah diberi nomor d. Tiap
kelompok menulis satu soal dari materi yang dibaca sehingga tiap siswa membuat soal yang berbeda e.
Kartu soal dikumpulkan f. Kartu diacak , kemudian siswa diberi kesempatan untuk mengambil kartu
kemudian mempresentasikan jawabannya g. Siswa yang lain menanggapinya h. Klarifikasi dari guru
tentang pentingnya globalisasi bagi bangsa Indonesia 3 Penutup 10 menit a. Peserta didik dengan
dibimbing dan difasilitasi guru membuat kesimpulan dalam kelompok masing-masing tentang materi yang
dibahas. b. Peserta didik mencatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru untuk persiapan pertemuan
berikutnya. c. Tes akhir d. Salam penutup E. Sumber Belajar 1. Subakdi. 2009. BSE Pendidikan
Kewarganegaraan 3. Jakarta: Depdiknas. 2. Lukman Surya S. 2009. BSE Pendidikan Kewarganegaraan
3 . Jakarta: Depdiknas. 3. Sri Murtono, dkk. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Jakarta: QuadraYudistira. 4. Sunardi H.S. dan Masudi Asy. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan 3 untuk Kelas IX
SMP/MTs. Surakarta: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. 5. Artikel dari media massa F. Penilaian 1.
Jenis : tes dan nontes 2. Bentuk : a. tes : tes tertulis b. nontes : observasi 3. Instrumen Penilian a. Soal
Uraian Indikator Pencapaian Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen Menjelaskan makna
globalisasi Tes tertulis Uraian 1. Apakah yang dimaksud globalisasi? Menunjukkan bentuk-bentuk
globalisasi Tes tertulis Uraian 2. Tunjukkan bentuk-bentuk globalisasi! Menjelaskan faktor yang
membentuk globalisasi Tes tertulis Uraian 3. Jelaskan faktor yang membentuk globalisasi! Menjelaskan
pentingnya globalisasi bagi Indonesia Tes tertulis Uraian 4. Jelaskan pentingnya globalisasi bagi
Indonesia! Menyebutkan tanda-tanda globalisasi Tes tertulis Uraian 5. Sebutkan tanda-tanda
globalisasi ! b. Lembar Observasi Penilaian Diskusi Kelompok No. Kelompok Kemampuan Kerjasama
Kemampuan Menyampaikan Pendapat Jumlah Rata-rata 1 2 3 4 1 2 3 4 1. I 2. II 3. III 4. IV Keterangan: 1
: Tidak baik 2 : Kurang baik 3 : Baik 4 : Sangat baik 4. Kunci Jawaban Soal uraian 1. Globalisasi adalah
keadaan dunia yang saling tergantung satu sama lain. 2. Bentuk-bentuk globalisasi meliputi globalisasi
ekonomi, politik, sosial budaya, SDM, serta ilmu pengetahuan dan teknologi. 3. Faktor yang membentuk
globalisasi adalah: a. Kemajuan teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi; b. Politik luar negeri
suatu bangsa c. Kerja sama antarnegara. 4. Pentingnya globalisasi bagi Indonesia adalah kemudahan
bangsa Indonesia untuk berhubungan dengan negara lain, menyerapkan kemajuan ilmu pegetahuan dan
teknologi, menyampaikan kemajuan bangsa kepada dunia internasional. 5. Tanda-tanda globalisasi
antara lain berkembangnya pasar global, adanya data-data yang melewati batas wilayah
Negara,berkembangnya organisasi internasional global. 5. Pedoman Penskoran No Bentuk Soal Skor
Tiap Nomor Jumlah Skor 1. Soal Uraian Soal nomor 1 2 Soal nomor 2 2 Soal nomor 3 2 Soal nomor 4 2
Soal nomor 5 2 Jumlah skor maksimal 10 Nilai akhir = (Jumlah skor x 10) 2. Lembar Observasi Nilai akhir
= Jumlah skor x 5 Mengetahui Kepala SMP Negeri 1 Klirong Kebumen, Juli 2011 Guru Mata Pelajaran
Suwarno NIP 195704221977031002 Sri Palupi, S.Pd. NIP 19711209199802 2 003 RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nomor: 02 Nama Sekolah : SMP Negeri 1 Klirong Mata
Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Kelas/Semester : IX/2 Standar Kompetensi : 3.
Memahami dampak globalisasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kompetensi
Dasar : 3.2 Mendeskripsikan politik luar negeri dalam hubungan internasional di era globalisasi.
Kecakapan Hidup : Kecakapan pribadi (kecakapan pribadi sebagai makhluk sosial) dan kecakapan
berpikir (menggali, mengelola informasi, dan memecahkan masalah). Indikator : Menjelaskan
pengertian politik luar negeri Menjelaskan faktor yang mempengaruhi politik luar negeri suatu negara
Menjelaskan pengertian politik luar negeri bebas aktif Menunjukkan peranan Indonesia dalam
percaturan internasional sesuai politik luar negeri bebas aktif Alokasi Waktu 4 x 40 menit (2 kali
pertemuan) A. Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan pembelajaran, siswa diharapkan dapat: 1.

Menjelaskan pengertian politik luar negeri 2. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi politik luar negeri
suatu negara 3. Menjelaskan arti politik luar negeri yang bebas dan aktif 4. Menunjukan dasar hukum
politik luar Indonesia yang bebas aktif 5. Membedakan ciri-ciri dan sifat politik luar negeri Republik
Indonesia 6. Menyebutkan tujuan politik luar negeri RI 7. Menjelaskan arti pentingnya hubungan
internasional 8. Menjelaskan arti hubungan diplomatik 9. Membedakan tugas duta besar dan konsul 10.
Menyebutkan peranan Indonesia dalam perdamaian dunia. A. Materi Pembelajaran 1. Pengertian politik
luar negeri 2. Faktor yang mempengaruhi politik luar negeri suatu negara 3. Arti politik luar negeri yang
bebas dan aktif 4. Dasar hukum politik luar Indonesia yang bebas aktif 5. Ciri-ciri dan sifat politik luar
negeri Republik Indonesia 6. Tujuan politik luar negeri RI 7. Arti pentingnya hubungan internasional 8. Arti
hubungan diplomatik 9. Perbedaan tugas duta besar dan konsul 10. Peranan Indonesia dalam
perdamaian dunia. B. Metode Everyone Is a Teacher Here C. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama No Kegitan Belajar Waktu 1 Pendahuluan 10 menit a. Salam pembuka b. Apersepsi
b. Kesiapan kelas dalam pembelajaran (pengecekan presensi, kebersihan kelas, dan kelengkapan alat
pelajaran). c. Motivasi Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan pertanyaan pendahiluan Informasi
kompetensi yang akan dicapai 2 Kegiatan Inti 60 menit a. Penjelasan konsep secara umum tentang
hakekat politik luar negeri bebas aktif b. Siswa membaca buku sumber untuk mencari pengertian, dasar
hukum, ciri-ciri dan sifat, tujuan, sarana pelaksanaan, dan sejarah politik luar negeri RI politik luar negeri
bebas aktif. c. Siswa dibagi menjadi 7 kelompok d. Setiap kelompok diberi tugas membuat soal yang
berbeda e. Setelah selesai soal dikumpulkan f. Masing-masing siswa melakukan presentasi dengan
mengambil soal dan menjawabnya g. Siswa yang lain mennggapinya h. Guru mengklarifikasikannya 3
Penutup 10 menit a. Peserta didik dengan dibimbing dan difasilitasi guru membuat kesimpulan dalam
kelompok masing-masing tentang materi yang dibahas. b. Peserta didik mencatat tugas-tugas kegiatan
yang diberikan guru untuk persiapan pertemuan berikutnya. c. Tes akhir d. Salam penutup Pertemuan
Kedua No Kegitan Belajar Waktu 1 Pendahuluan 10 menit a. Salam pembuka b. Apersepsi c. Kesiapan
kelas dalam pembelajaran (pengecekan presensi, kebersihan kelas, dan kelengkapan alat pelajaran). c.
Motivasi Penjajakan kesiapan belajar siswa dengan pertanyaan pendahiluan Informasi kompetensi
yang akan dicapai 2 Kegiatan Inti 60 menit a. Penjelasan konsep secara umum tentang hubungan
internasional, misi diplomatik, dan peranan Indonesia di era global b. Kajian pustaka dengan menelaah
tentang hubungan diplomatik, tugas duta besar dan konsul, peranan Indonesia di era globalisasi. c. Siswa
dibagi menjadi 7 kelompok d. Menggunakan metode Everyone Is a teacher Here , setiap siswa diberi
suatu karttu pertanyaan dalam satu lembar kerta yang telah diberi nomor. e. Masing-masing siswa
mempresentasekan soal dan jawabannya. f. Guru mengklarifikasi jawaban siswa 3 Penutup 10 menit a.
Peserta didik dengan dibimbing dan difasilitasi guru membuat kesimpulan dalam kelompok masingmasing tentang materi yang dibahas. b. Peserta didik mencatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru
untuk persiapan pertemuan berikutnya. c. Tes akhir d. Salam penutup D. Sumber Belajar d. Subakdi.
2009. BSE Pendidikan Kewarganegaraan 3. Jakarta: Depdiknas. e. Lukman Surya S. 2009. BSE
Pendidikan Kewarganegaraan 3. Jakarta: Depdiknas. f. Sri Murtono, dkk. 2007. Pendidikan
Kewarganegaraan 3. Jakarta: Quadra-Yudistira. g. Sunardi H.S. dan Masudi Asy. 2007. Pendidikan
Kewarganegaraan 3 untuk Kelas IX SMP/MTs. Surakarta: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. h. Artikel
dari media massa E. Penilaian 1. Jenis : tes dan nontes 2. Bentuk : a. tes tertulis : uraian b. nontes :
observasi 3. Instrumen Penilian a. Soal Uraian Indikator Pencapaian Teknik Penilaian Bentuk Instrumen
Instrumen Menjelaskan pengertian politik luar negeri Tes tertulis Uraian 1. Apakah yang dimaksud politik
luar negeri? Menjelaskan faktor yang mempengaruhi politik luar negeri suatu negara Tes tertulis Uraian
2. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi politik luar negeri suatu negara! 3. Mengapa suatu negara
mengembangkan politik luar negeri? Menjelaskan pengertian politik luar negeri bebas aktif Tes tertulis
Uraian 4. Apakah yang dimaksud politik luar negeri yang bebas dan aktif? 5. Sebutkan dasar hukum
politik luar Indonesia yang bebas aktif! 6. Sebutkan ciri-ciri politik luar negeri Republik Indonesia! 7.
Jelaskan tujuan politik luar negeri RI! Menunjukkan peranan Indonesia dalam percaturan internasional
sesuai politik luar negeri bebas aktif Tes tertulis Uraian 8.Jelaskan peranan Indonesia dalam percaturan

internasional sesuai politik luar negeri bebas aktif! 9.Jelaskan arti pentingnya hubungan internasional! 10.
Jelaskan perbedaan tugas duta besar dan konsul! Lembar Observasi Penilaian Diskusi Kelompok No.
Kelompok Kemampuan Kerjasama Kemampuan Menyampaikan Pendapat Jumlah Rata-rata 1 2 3 4 1 2 3
4 1. I 2. II 3. III 4. IV Keterangan: 1 : Tidak baik 2 : Kurang baik 3 : Baik 4 : Sangat baik 4. Kunci Jawaban
a. Soal uraian 1. Politik luar negeri adalah kebijakan yang dibuat oleh suatu negara dalam rangka
membangun hubungan dengan engara lain. 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi politik luar negeri suatu
negara adalah kondisi geografis, penduduk, kemajuan ipteks, kemajuan ekonomi, ideologi, dan hukum
dasar suatu negara. 3. Suatu negara mengembangkan politik luar negeri karena untuk memenuhi
kepentingan nasionalnya dan untuk mewujudkan tatanan dunia yang damai. 4. Politik luar negeri yang
bebas dan aktif politk luar negeri dengan tidak memihak dan selalu aktif menjaga ketertiban dan
perdamaian dunia. 5. Dasar hukum politik luar Indonesia yang bebas aktif adalah Pancasila dan UUD
1945. 6. Ciri-ciri politik luar negeri Republik Indonesia adalah tidak memmihak salah satu negara yang
bertrikai, tidak mencampuri kedaulatan negara lain, sealu aktif menjaga ketertiban dunia. 7. Tujuan politik
luar negeri RI adalah mendukung terwujudnya tujuan nasional dan mewujudkan dunia yang damai. 8.
Peranan Indonesia dalam percaturan internasional sesuai politik luar negeri bebas aktif adalah membantu
egara yang membutuhkan, menjadi pasukan perdamaian, menjadi mediator pihak yang bertikai. 9. Arti
pentingnya hubungan internasional adalah tercapainya kepentingan nasional dan terciptanya dunia yang
tertib dan damai. 10. Perbedaan tugas duta besar dan konsul adalah duta besar mewakili suatu negara
dalam segala urusan, sedangkan konsul mewakili suatu negara dalam urusan khusus. 5. Pedoman
Penskoran No Bentuk Soal Skor Tiap Nomor Jumlah Skor 1. Soal Uraian Setiap soal skornya 2 Jumlah
skor maksimal 20 Nilai akhir = Jumlah skor perolehan : 2 2. Lembar Observasi Nilai akhir = Jumlah skor x
5