Anda di halaman 1dari 19

TUGAS KONSEP DASAR KEPERAWATAN

TEORI KEPERAWATAN

NAMA

:RIDHA AINUN ZORAYA HASIM

STAMBUK

:14220120154

KELAS

:C

PRODI

:KEPERAWATAN

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
Makassar

2013

A.Teori Keperawatan Florence Nightingale

1)

Pandangan Teoritis
Filosofi Florence Nightingale sangat dipengaruhi oleh pandangan tentang interaksi pasien dan
lingkungannya yaitu lingkungan fisik, lingkungan psikologis dan lingkungan sosial.
Konsep Nightingale menempatkan lingkungan sebagai fokus asuhan keperawatan dan
perhatian di mana perawat tidak perlu memahami seluruh proses penyakit merupakan upaya
awal untuk memisahkan antara profesi keperawatan dan kedokteran.
Nightingale tidak memandang perawat secara sempit yang hanya sibuk dengan masalah
pemberian obat dan pengobatan, tetapi lebih berorientasi pada pemberian udara, lampu,
kenyamanan lingkungan, kebersihan, ketenangan dan nutrisi yang adekuat
Model dan konsep ini memberikan inspirasi dalam perkembangan praktik keperawatan,
sehingga akhirnya dikembangkan secara luas, paradigma perawat dalam tindakan
keperawatan hanya memberikan kebersihan lingkungan kurang benar, akan tetapi lingkungan
dapat mempengaruhi proses perawatan pada pasien, sehingga perlu diperhatikan.
Teori Nightingale memandang Pasien dalam kontek lingkungan keseluruhan : Lingkungan
fisik, Psikologis, dan Sosial.
Perawat adalah orang yang membantu proses penyembuhan pasien, dimana perawta lebih
dituntut harus bisa membuat lingkungan fisik, psikologis, dan sosial pasien selalu nyaman
dengan lingkungan yang bersih.
Sebagai contoh : berdasarkan teori ada beberapa hal yang pelu di lakukan perawat pada saat
memberikan nutrisi kepada pasien adalah :
Jelaskan pentingnya nutrisi yang baik

2)

Posisikan pasien merasa nyaman saat makan

3)

Buat lingkungan sekitar nyaman

Fenomena Keperawatan
Florence Nigtingale yang mengamati fenomena bahwa pasien yang dirawat dengan keadaan
lingkungan yang bersih ternyata lebih cepat sembuh.
Karena masalah munculnya dari dunia empirik, maka proses berpikir tersebut diarahkan pada
pengamatan objek dalam dunia empirik.
Dalam menghadapi masalah perawat memunculkan reaksi yang berbeda- b e d a
sesuai dengan cara berpikirn ya.
Ilmu dimulai dengan fakta dan kemudian akan diakhiri dengan penemuan fakta pula. Fakta
akan menghasilkan suatu teori yang menjelaskan tentang gejala yang terdapat dalam dunia
nyata dan memberikan prediksi terhadap permasalahan tersebut.
Teori keperawatan merupakan abstraksi intelektual yang merupakan gabungan antara
pendekatan rasional dengan pengalaman empirik perawat dalam praktik keperawatan.
Dalam hal ini teori merupakan suatu penjelasan yang bersifat rasional yang sesuai
dengan objek yang dijelaskan.
Kaji dan analisis fenomena
Analisis masalah mencakup langlah-langkah berikut :
Langkah pertama dalam analisa suatu fenomena adalah mengidentifikasi faktorfaktor yang kemunkinan menjadi pencetus terjadinya suatu fenomena tersebut.

Rumusan i n i m e n g a n d u n g p e r t a n y a a n m e n g e n a i o b j e k e m p i r i s d a n f a k t o r f a k t o r y a n g terkait di dalamnya. Rumusan masalah didapat melalui pengamatan


terhadap objek empiris yang menjadi fokus utamanya
Solusi
1. Mempelajari dan menentukan masalah prioritasnya
2. Menyusun alternatif penyelesaian
3. Menentukan tindakan yang mempunyai kemungkinan paling besar akan berhasil dengan
akibat yang paling menguntungkan
4. Bertindak (modifikasi lingkungan) ciptakan lingkungan yang tenang, aman dan nyaman
5. Menilai / evaluasi
B.Teori Keperawatan Jean Watson
Filosofi Jean Watson, yang pada akhirnya tarkenal dengan sebutan J.W, berupaya untuk
mendefinisikan hasil dari aktifitas keperawatan yang berhubungan dengan aspek humanistik
dari kehidupan. Watson, (1979). Tindakan Keperawatan yang mengacu langsung pada
pemahaman hubungan antara sehat, sakit dan perilaku manusia. Keperawatan memperhatikan
peningkatan dan mengembalikan kesehatan, serta pencegahan terjadinya penyakit.
Model Watson dibentuk melingkupi Proses Asuhan Keperawatan, Pemberian bantuan kepada
Klien dalam mencapai atau mempertahankan kesehatan dan atau mencapai kematian yang
damai. Intervensi keperawatan berkaitan dengan proses perawatan manusia.
Proses perawatan manusia membutuhkan Perawat yang mampu memahami perilaku dan
respon manusia terhadap masalah kesehatan yang aktual atau potensial, kebutuhan manusia,
dan bagaimana manusia merespon terhadap orang lain, dan kekurangan serta kelebihan klien
dan keluarganya, sekaligus pemahaman pada dirinya sendiri. Selain itu, perawat juga
memberikan kenyamanan dan perhatian, serta empati pada klien dan keluarganya.
Asuhan perawatan tergambar pada seluruh faktor-faktor yang digunakan oleh perawat dalam
pemberian pelayanan keperawatan pada klien dan keluarganya.
J.W dalam memahami konsep keperawatan, terkenal dengan teori pengetahuan manusia dan
merawat manusia. Tolak ukur pandangan JW ini didasari pada unsur teori kemanusiaan. Teori
JW ini memahami bahwa manusia memiliki Empat cabang kebutuhan yang saling
berhubungan, diantaranya :
1.

Kebutuhan Dasar Biofisikal (Kebutuhan untuk hidup) yang meliputi kebutuhan


Makan dan Cairan, Kebutuhan Eliminasi, dan Kebutuhan Ventilasi
2.
Kebutuhan Dasar Psikofisikal (Kebutuhan Funsional) yang meliputi Kebutuhan
Aktifitas dan Istirahat, serta Kebutuhan Sexualitas.
3.
Kebutuhan dasar Psikososial (Kebutuhan untuk Integrasi) yang meliputi Kebutuhan
untuk Berprestasi dan Berorganisasi
4.
Kebutuhan dasar Intrapersonal dan Interpersonal (Kebutuhan untuk Pengembangan)
yaitu Kebutuhan Aktualisasi Diri.
C.Teori Keperawatan Patricia Benner
Teori From Novice To Expert yang dikembangkan oleh Patricia Benner diadaptasi
dari Model Dreyfus yang dikemukakan oleh Hubert Dreyfus dan Stuart Dreyfus. Teori
From Novice to Expert menjelaskan 5 tingkat/tahap akuisisi peran dan perkembangan profesi
meliputi: (1) Novice, (2) Advance Beginner, (3) competent, (4) proficient, dan (5) expert.
1. Novice

Seseorang tanpa latar belakang pengalaman pada situasinya.


Perintah yang jelas dan atribut yang obyektif harus diberikan untuk memandu penampilannya.
Di sini sulit untuk melihat situasi yang relevan dan irrelevan.
Secara umum level ini diaplikasikan untuk mahasiswa keperawatan, tetapi Benner bisa
mengklasifikasikan perawat pada level yang lebih tinggi ke novice jika ditempatkan pada
area atau situasi yang tidak familiar dengannya.
2. Advance Beginner
Ketika seseorang menunjukkan penampilan mengatasi masalah yang dapat diterima pada
situasi nyata.
Advance beginner mempunyai pengalaman yang cukup untuk memegang suatu situasi.
Kecuali atribut dan ciri-ciri, aspek tidak dapat dilihat secara lengkap karena membutuhkan
pengalaman yang didasarkan pada pengakuan dalam konteks situasi.
Fungsi perawat pada situasi ini dipandu dengan aturan dan orientasi pada penyelesaian tugas.
Mereka akan kesulitan memegang pasien tertentu pada situasi yang memerlukan perspektif
lebih luas.
Situasi klinis ditunjukkan oleh perawat pada level advance beginner sebagai ujian terhadap
kemampuannya dan permintaan terhadap situasi pada pasien yang membutuhkan dan
responnya.
Advance beginner mempunyai responsibilitas yang lebih besar untuk melakukan manajemen
asuhan pada pasien, sebelumnya mereka mempunyai lebih banyak pengalaman. Benner
menempatkan perawat yang baru lulus pada tahap ini.
3. Competent
Menyelesaikan pembelajaran dari situasi praktik aktual dengan mengikuti kegiatan yang lain,
advance beginner akan menjadi competent.
Tahap competent dari model Dreyfus ditandai dengan kemampuan mempertimbangkan dan
membuat perencanaan yang diperlkan untuk suatu situasi dan sudah dapat dilepaskan.
Konsisten, kemampuan memprediksi, dan manajemen waktu adalah penampilan pada
tahap competent.
Perawat competent dapat menunjukkan reponsibilitas yang lebih pada respon pasien, lebih
realistik dan dapat menampilkan kemampuan kritis pada dirinya.
Tingkat competent adalah tingkatan yang penting dalam pembelajaran klinis, karena pengajar
harus mengembangkan pola terhadap elemen atau situasi yang memerlukan perhatian yang
dapat diabaikan.
4. Proficient
Perawat pada tahap ini menunjukkan kemampuan baru untuk melihat perubahan yang relevan
pada situasi, meliputi pengakuan dan mengimplementasikan respon keterampilan dari situasi
yang dikembangkan.
Mereka akan mendemonstrasikan peningkatan percaya diri pada pengetahuan dan
keterampilannya.
Pada tingkatan ini mereka banyak terlibat dengan keluarga dan pasien.
5. Expert
Pada tingkatan ini perawat expert mempunyai pegangan intuitiv dari situasi yang terjadi
sehingga mampu mengidentifikasi area dari masalah tanpa kehilangan pertimbangan waktu
untuk membuat diagnosa alternatif dan penyelesaian.
Perubahan kualitatif pada pada expert adalah mengetahui pasien yang berarti mengetahui
tipe pola respon dan mengetahui pasien sebagai manusia.
Aspek kunci pada perawat expert adalah:

Menunjukkan pegangan klins dan sumber praktis

Mewujudkan proses know-how

Melihat gambaran yang luas

Melihat yang tidak diharapkan

D.Teori Keperawatan Imogene M.King


Konsep Utama
1)
2)

Fokus teory Imogene M. King adalah Human Being dengan prinsip Goal Attainment
(Pencapaian tujuan ) yang berfokus pada system interpersonal.
Konsep teory Imogene M.King terdiri :

Interaksi, yaitu suatu proses dari persepsi dan komunikasi antara individu dengan individu,
individu dengan kelompok, individu dengan lingkungan yang dimanifestasikan sebagai
perilaku verbal dan non verbal dalam mencapai tujuan.
Persepsi, diartikan sebagai gambaran seseorang tentang realita, yang berhubungan dengan
pengalaman masa lalu, konsep diri, sosial ekonomi, genetika dan latar belakang pendidikan.
Komunikasi, yaitu suatu proses penyampaian informasi dari seseorang kepada orang lain
secara langsung maupun tidak langsung.
Transaksi, interaksi yang mempunyai maksud tertentu dalam pencapaian tujuan.
Peran, merupakan serangkaian perilaku yang diharapkan dari posisi pekerjaannya dalam
sistem sosial.
Stress, suatu keadaan dinamis yang terjadi akibat interaksi manusia dengan lingkungannya.
Pertumbuhan dan perkembangan, tumbuh kembang mencakup sel, molekul dan tingkat
aktivitas perilaku yang kondusif untuk membantu individu mencapai kematangan.
Waktu, adalah perputaran antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lain sebagai
pengalaman yang unik dari setiap manusia.
Ruang, yaitu area dimana terjadi interaksi antara perawat dengan pasien
Jarak, batas wilayah yang memiliki kebijakan masing-masing
3)

King mengidentifikasi sistem yang dinamis dalam tiga sistem interaksi yang dikenal
dengan Dynamic Interacting Systems, meliputi: Personal systems (individuals), interpersonal
systems (groups) dan social systems (keluarga, sekolah, industri, organisasi sosial, sistem
pelayanan kesehatan, dll)

a. Sistem personal
Adalah individu atau pasien yang dilihat sebagai sistem terbuka, mampu berinteraksi,
mengubah energi, dan informasi dengan lingkungannya. Sistem personal dapat dipahami
dengan memperhatikan konsep berinteraksi yaitu: persepsi, diri, tumbang, waktu, ruang, dan
jarak
b. Sistem interpersonal
Adalah dua atau lebih individu atau grup yang berinteraksi. Interaksi ini dapat dipahami
dengan melihat lebih jauh konsep tentang peran, interaksi, komunikasi, transaksi, stress,
koping.

c.

Sistem sosial
Merupakan sistem dinamis yang akan menjaga keselamatan lingkungan. Ada beberapa hal
yang dapat mempengaruhi perilaku masyarakat, interaksi, persepsi, dan kesehatan.
Asumsi King

1. Asumsi Eksplisit meliputi :


1) Focus sentral dari keperawatan adalah interaksi dari manusia dan lingkungannya, dengan
tujuan untuk kesehatan manusia
2) Individu adalah mahluk sosial, mengirim, rasional, reaksi, penerimaan, control, berorientasi
pada kegiatan waktu.
3) Proses interaksi dipengaruhi oleh persepsi, tujuan, kebutuhan, dan nilai pasien serta perawat.
4) Manusia sebagai pasien mempunyai hak untuk mendapatkan informasi, berpartisipasi dalam
membuat keputusan yng mempengaruhi kehidupannya.
5) Tanggung jawab dari anggota tim kesehatan adalah memberikan informasi kepada individu
tentang semua aspek kesehatan untuk membantu mereka mengambil keputusan.
6) Tujuan pemberi dan penerima pelayanan kesehatan mungkin tidak sama.
2. Asumsi Implicit meliputi :
1) Pasien ingin berpartisipasi secara aktif dalam proses keperawatan.
2) Pasien sadar, aktif, dan secara kognitif mampu berpartisipasi dalam pembuatan atau
pengambilan keputusan.
3) Individu mempunyai hak untuk mengetahui tentang dirinya sendiri.
4) Individu mempunyai hak untuk menerima atau menolak pelayanan kesehatan.
Pandangan King terhadap keperawatan
1. Konsep Manusia
King memandang manusia sebagai suatu system terbuka yang berinteraksi dengan
lingkungan
2. Konsep Lingkungan
Lingkungan adalah system social yang ada dalam masyarakat yang saling berinteraksi dengan
system lainnya secara terbuka
3. Konsep Sehat
King mendefinisikan sehat sebagai pengalaman hidup manusia yang dinamis, yang secara
berkelanjutan melakukan penyesuaian terhadap stressor internal dan eksternal melewati
rentang sehat sakit, dengan menggunakan sumber- sumber yang dimiliki oleh seseorang atau
individu untuk mencapai kehidupan sehari- sehari yamg maksimal.
4. Konsep Keperawatan
King menyampaikan pola intervensi keperawatannya adalah proses interaksi pasien dan
perawat meliputi komunikasi dan persepsi yang menimbulkan aksi, reaksi, dan jika ada
gangguan, menetapkan tujuan dengan maksud tercapainya suatu persetujuan dan membuat
transaksi.
E.Teori Keperawatan Dorothea e.Orem
Keperawatan mandiri (self care) menurut Orem's adalah :

"Suatu pelaksanaan kegiatan yang diprakarsai dan dilakukan oleh individu sendiri
untuk memenuhi kebutuhan guna mempertahankan kehidupan, kesehatan dan
kesejahteraannya sesuai dengan keadaan, baik sehat maupun sakit " (Orem's, 1980).
Pada dasarnya diyakini bahwa semua manusia itu mempunyai kebutuhan-kebutuhan self care
dan mereka mempunyai hak untuk mendapatkan kebtuhan itu sendiri, kecuali bila tidak
mampu.
Teori Sistem Keperawatan Orem
Teori ini mengacu kepada bagaimana individu memenuhi kebutuhan dan menolong
keperawatannya sendiri, maka timbullah teori dari Orem tentang Self Care Deficit of Nursing.
Dari teori ini oleh Orem dijabarkan ke dalam tiga teori yaitu :
1. Self Care
Teori self care ini berisi upaya tuntutan pelayanan diri yang The nepeutic sesuai dengan
kebutuhan
Perawatan diri sendiri adalah suatu langkah awal yang dilakukan oleh seorang perawat yang
berlangsung secara continue sesuai dengan keadaan dan keberadaannya , keadaan kesehatan
dan kesempurnaan.
Perawatan diri sendiri merupakan aktifitas yang praktis dari seseorang dalam memelihara
kesehatannya serta mempertahankan kehidupannya. Terjadi hubungan antar pembeli self care
dengan penerima self care dalam hubungan terapi. Orem mengemukakan tiga kategori /
persyaratan self care yaitu : persyaratan universal, persyaratan pengembangan dan
persyaratan kesehatan.
Penekanan teori self care secara umum :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Pemeliharaan intake udara


Pemeliharaan intake air
Pemeliharaan intake makanan
Mempertahankankan hubungan perawatan proses eliminasi dan eksresi
Pemeliharaan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat
Pemeliharaan keseimbangan antara solitude dan interaksi sosial
Pencegahan resiko-resiko untuk hidup, fungsi usia dan kesehatan manusia
Peningkatan fungsi tubuh dan pengimbangan manusia dalam kelompok sosial sesuai
dengan potensinya.
2. Self Care Deficit
Teori ini merupakan inti dari teori perawatan general Orem, yang menggambarkan kapan
keperawatan di perlukan, oleh karena perencanaan keperawatan pada saat perawatan yang
dibutuhkan.
Bila dewasa (pada kasus ketergantungan, orang tua, pengasuh) tidak mampu atau
keterbatasan dalam melakukan self care yang efektif
Teori self care deficit diterapkan bila :

a.
b.
c.

Anak belum dewasa


Kebutuhan melebihi kemampuan perawatan
Kemampuan sebanding dengan kebutuhan tetapi diprediksi untuk masa yang akan
datang, kemungkinan terjadi penurunan kemampuan dan peningkatan kebutuhan.
3. Nursing system
Teori yang membahas bagaimana kebutuhan "Self Care" pasien dapat dipenuhi oleh perawat,
pasien atau keduanya.
Nursing system ditentukan / direncanakan berdasarkan kebutuhan "Self Care" dan
kemampuan pasien untuk menjalani aktifitas "Self Care".
Orem mengidentifikasikan klasifikasi Nursing System :

a.

The Wholly compensatory system


Bantuan secara keseluruhan, dibutuhkan untuk klien yang tidak mampu mengontrol dan
memantau lingkungannya dan berespon terhadap rangsangan.
b.
The Partly compensantory system
Bantuan sebagian, dibutuhkan bagi klien yang mengalami keterbatasan gerak karena sakit
atau kecelakaan.
c.
The supportive - Educative system
Dukungan pendidikan dibutuhkan oleh klien yang memerlukannya untuk dipelajari, agar
mampu melakukan perawatan mandiri.
d.
Metode bantuan :
Perawat membantu klien dengan menggunakan system dan melalui lima metode bantuan
yang meliputi :
o
o
o
o

Acting atau melakukan sesuatu untuk klien


Mengajarkan klien
Mengarahkan klien
Mensupport klien
Menyediakan lingkungan untuk klien agar dapat tumbuh dan berkembang.

Keyakinan dan nilai - nilai


Kenyakianan Orem's tentang empat konsep utama keperawatan adalah :
1.

Klien : individu atau kelompok yang tidak mampu secara terus menerus
memperthankan self care untuk hidup dan sehat, pemulihan dari sakit atau trauma atu
koping dan efeknya.
2.
Sehat : kemampuan individu atau kelompoki memenuhi tuntutatn self care yang
berperan untuk mempertahankan dan meningkatkan integritas structural fungsi dan
perkembangan.
3.
Lingkungan : tatanan dimana klien tidak dapat memenuhi kebutuhan keperluan self
care dan perawat termasuk didalamnya tetapi tidak spesifik.
4.
Keperawatan : pelayanan yang dengan sengaja dipilih atau kegiatan yang dilakukan
untuk membantu individu, keluarga dan kelompok masyarakat dalam mempertahankan
self care yang mencakup integritas struktural, fungsi dan perkembangan.

Tiga kategori self care


Model Orem's menyebutkan ada beberapa kebutuhan self care yang disebutkan sebagai
keperluan self care (self care requisite), yaitu :
1.

Universal self care requisite ; keperluan self care universal dan ada pada setiap
manusia dan berkaitan dengan fungsi kemanusiaan dan proses kehidupan, biasanya
mengacu pada kebutuhan dasar manusia. Universal requisite yang dimaksudkan adalah :

a.
b.
c.
d.
e.

Pemeliaharaan kecukupan intake udara


Pemeliharaan kecukupan intake cairan
Pemeliaharaan kecukupan makanan
Pemeliaharaan keseimabnagn antara aktifitas dan istirahat
Mencegah ancaman kehidupan manusia, fungsi kemanusiaan dan
kesejahteraan manusia
f.
Persediaan asuhan yang berkaitan dengan proses- proses eliminasi.
g.
Meningkatkan fungsi human fungtioning dan perkembangan ke dalam
kelompok sosial sesuai dengan potensi seseorang, keterbatasan seseorang dan keinginan
seseorang untuk menjadi normal.
2.
Developmental self care requisite : terjadi berhubungn dengan tingkat perkembangn
individu dan lingkungan dimana tempat mereka tinggal yang berkaitan dengan perubahan
hidup seseorang atau tingkat siklus kehidupan.
3.
Health deviation self care requisite : timbul karena kesehatan yang tidak sehat dan
merupakan kebutuhan- kebutuhan yang menjadi nyata karena sakit atau ketidakmampuan
yang menginginkan perubahan dalam perilaku self care.
Tujuan
Tujuan keperawatan pada model Orem"s secara umum adalah :
1.

Menurunkan tuntutan self care pada tingkat dimana klien dapat memenuhinya, ini
berarti menghilangkan self care deficit.
2.
Memungkinkan klien meningkatkan kemampuannya untuk memenuhi tuntutan self
care.
3.
Memungkinkan orang yang berarti (bermakna) bagi klien untuk memberikan asuhan
dependen jika self care tidak memungkinkan, oleh karenanya self care deficit apapun
dihilangkan.
Jika ketiganya ditas tidak tercapai perawat secara langsung dapat memenuhi kebutuhankebutuhan self care klien.
Tujuan keperawatan pada model Orem's yang diterapkan kedalam praktek keperawatan
keluarga / komunitas adalah :
1.
2.
3.

Menolong klien dalam hal ini keluarga untuk keperawatan mandiri secara terapeutik
Menolong klien bergerak kearah tidakan-tidakan asuhan mandiri
Membantu anggota keluarga untuk merawat anggota keluarganya yang mengalami
gangguan secara kompeten.

Dengan demikian maka fokus asuhan keperawatan pada model orem's yang diterapkan pada
praktek keperawtan keluaga/komunitas adalah :

1.
2.
3.

Aspek interpersonal : hubungan didalam kelurga


Aspek sosial : hubungan keluarga dengan masyarakat disekitarnya.
Aspek prosedural : melatih ketrampilan dasar keluarga sehingga mampu mengantisipasi
perubahan yang terjadi
4. Aspek tehnis : mengajarkan kepada keluarga tentang tehnik dasar yang dilakukan di
rumah, misalnya melakukan tindakan kompres secara benar
.

F.Teori Keperawatan Orlando


Konsep Utama Dalam Teori Proses Keperawatan
Dalam teorinya Orlando mengemukanan tentang beberapa konsep utama, diantaranya adalah
konsep disiplin proses keperawatan (nursing process discipline) yang juga dikenal dengan
sebutan proses disiplin atau proses keperawatan. Disiplin proses keperawatan meliputi
komunikasi perawat kepada pasiennya yang sifatnya segera, mengidentifikasi permasalahan
pasien yang disampaikan kepada perawat, menanyakan untuk validasi atau perbaikan.
Teori keperawatan Orlando menekankan ada hubungan timbal balik antara pasien dan perawat,
apa yang mereka katakan dan kerjakan akan saling mempengaruhi.
Orlando juga menggambarkan mengenai disiplin nursing proses sebagai interaksi total (totally
interactive) yang dilakukan tahap demi tahap, apa yang terjadi antara perawat dan pasien
dalam hubungan tertentu, perilaku pasien, reaksi perawat terhadap perilaku tersebut dan
tindakan yang harus dilakukan.
Orlando menggambarkan model teorinya dengan lima konsep utama yaitu fungsi perawat
profesional, mengenal perilaku pasien, respon internal atau kesegeraan, disiplin proses
keperawatan serta kemajuan.
1. Tanggung jawab perawat

Tanggung jawab perawat yaitu membantu apapun yang pasien butuhkan untuk memenuhi
kebutuhannya, misalnya kenyamanan fisik dan rasa aman ketika dalam medapatkan
pengobatan..

Perawat harus mengetahui kebutuhan pasien untuk membantu memenuhinya.

Perawat harus mengetahui benar peran profesionalnya, aktivitas perawat profesional


yaitu tindakan yang dilakukan perawat secara bebas dan bertanggung jawab.
2. Mengenal perilaku pasien
Mengenal perilaku pasien yaitu dengan mengobservasi apa yang dikatakan pasien maupun
perilaku nonverbal yang ditunjukan pasien.
3. Reaksi segera
Reaksi segera adalah respon segera atau respon internal dari perawat dan persepsi individu
pasien , berfikir dan merasakan.
4. Disiplin proses keperawatan
George (1995) mengartikan disiplin proses keperawatan sebagai interaksi total (totally
interactive) yang dilakukan tahap demi tahap, apa yang terjadi antara perawat dan pasien
dalam hubungan tertentu, perilaku pasien, reaksi perawat terhadap perilaku tersebut dan
tindakan yang harus dilakukan, mengidentifikasi kebutuhan pasien untuk membantunya serta
untuk melakukan tidakan yang tepat.
5. Kemajuan / peningkatan
Peningkatan berari tumbuh lebih, pasien menjadi lebih berguna dan produktif.

Disiplin Proses Keperawatan

1.

Perilaku Pasien
Perilaku pasien dapat verbal dan non verbal. Perilaku verbal yang menunjukan perlunya
pertolongan seperti keluhan, permintaan, pertanyaan, kebutuhan dan lain sebagainya.
Sedangkan perilaku nonverbal misalnya heart rate, edema, aktivitas motorik: senyum,
berjalan, menghindar kontak mata dan lain sebagainya.

2.

Reaksi Perawat
Reaksi ini tertidiri dari 3 bagian yaitu :
Pertama perawat merasakan melalui indranya
Kedua yaitu perawat berfikir secara otomatis
Ketiga adanya hasil pemikiran sebagai suatu yang dirasakan.
Contoh perawat melihat pasien merintih, perawat berfikir bahwa pasien mengalami nyeri
kemudian memberikan perhatian
3.

Tindakan Perawat
Perawat dapat bertindak dengan dua cara yaitu :
Tindakan otomatis, yaitu dilakukan bila kebutuhan pasien yang mendesak, misalnya tindakan
pemberian obat atas intruksi medis.
Tindakan terencana adalah tindakan yang memenuhi fungsi profesional perawat, dengan
kriteria sbb :
Tindakan merupakan hasil dari indetifikasi kebutuhan pasien
Perawat menjelaskan maksud tindakan kepada pasien untuk memenuhi
kebituhannya.
Perawat memvalidasi efektifitas tindakan segera setelah dilakukan
Perawat membebaskan stimulasi yang tidak berhubungan dengan kebutuhan
pasien ketika melakukan tindakan.
Tindakan otomatis tidak akan memenuhi kriteria tersebut. Beberapa contoh tindakan otomatis
tindakan rutinitas, melaksanakan instruksi dokter, tindakan perlindungan kesehatan secara
umum. Semua itu tidak membutuhkan validasi reaksi perawat.
4.

Fungsi profesional
Tindakan yang tidak profesional dapat menghambat perawat dalam menyelesaikan fungsi
profesionalnya, dan dapat menyebabkan tidak adekuatnya perawatan pasien.
G.Teori Keperawatan Virginia Henderson
A. DEFINISI
Keperawatan menurut Henderson adalah suatu fungsi yang unik dari Keperawatan untuk
menolong klien yang sakit atau sehat dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan
meningkatkan kemampuan, kekuatan, pengetahuan dan kemandirian pasien secara rasional,
sehingga pasien sembuh atau meninggal dengan tenang.
Definisi ini merupakan awal terpisahnya ilmu keperawatan dan medik dasar.
Dari referensi tersebut asumsi dari individu yaitu :
1. Individu perlu mempertahankan keseimbangan fisiologis dan emosional
2. Individu memerlukan bantuan untuk memperoleh kesehatan dan kemandirian atau
meninggal dengan damai
3. Individu membutuhkan kekuatan yang diperlukan, keinginan atau pengetahuan untuk
mencapai atau mempertahankan kesehatan

Henderson berpendapat peranan perawat membantu individu sehat sakit dengan suatu cara
penambah atau pelengkap (supplementary atau emplementary).
Perawat sebagai partner penolong pasien dan kalau perlu sebagai pengganti pasien.
Focus perawat adalah menolong pasien dan keluarga untuk memperoleh kebebasan dalam
makan, bernafas normal.
Tempat memenuhi kebutuhan dasar: bergerak dengan mempertahankan, eliminasi sampah
tubuh, minum adequate merubah dengan yang cocok. Tidur dan istirahat, posisi yang
diinginkan, mempertahankan temperature tubuh dalam rentang normal dengan mengatur
menjaga tubuh, pakaian dan mendidik lingkungan.
1.Holisme
Model perawat yang dijelaskan oleh Virginia handerson adalah model konsep aktifitas seharihari dengan mengambarkan gambaran fungsi utama perawat yaitu menolong orang yang
sakit/sehat dalam usaha menjaga kesehatan atau menghadapi kematian dengan tenang.
Teori Henderson berfokus pada individu berdasarkan pandangan, yaitu jasmani(body) dan
rohani (mind) yang tidak dapat dipisahkan.
Menurut Henderson manusia adalah unik dan tidak ada dua manusia yang sama.
Kebutuhan kebutuhan individu tercermin dalam 14 komponen asuhan Keperawatan dasar
(basic nursing care):
1) bernafas dengan normal,
2) nutrisi,
3) eliminasi,
4) gerak dan keseimbangan tubuh,
5) istirahat tidur,
6) berpakain,
7) mempertahankan sirkulasi,
8) personal hygiene,
9) rasa aman dan nyaman,
10) berkomunikasi,
11) kebutuhan spiritual,
12) kebutuhan rekreasi,
13) kebutuhan bekerja,
14) kebutuhan bermain dan rekreasi dan kebutuhan belajar.
Pemahaman konsep teori Keperawatan Henderson didasari kepada keyakinan dan nilai yang
dimilikinya, diantaranya:
a)Manusia akan mengalami perkembangan mulai dari pertumbuhan dan perkembangan dalam
rentang kehidupan.
b)Dalam melaksanakn ADL individu akan mengalami ketergantungan sejak lahir hingga
menjadi dewasa yang di pengaruhi oleh pola asuh,lingkungan dan kesehatan.
c)Dalam melaksanakan ADL individu di kelompokkan menjadi : terhambat dalam melakukan
aktifitas,belum dapat melakukan aktifitas dan tidak dapat melakukan aktifitas.
2.Caring

Caring sebagai suatu proses yang berorientasi pada tujuan membantu orang lain bertumbuh
dan mengaktualisasikan diri.
Tujuan asumsi mendasari konsep caring
a)Caring hanya hanya efektif bila diperlihatkan dan dipraktikan secara interpersonal.
b)Caring terdiri dari karatif yang berasal dari kepuasan dalam membantu memenuhi kebutuha
manusia atau klien.
c)Caring yang efektif dapat meningkatkan kesehatan individu dan keluarga.
d)Caring merupakan respon yang diterima oleh seseorang yang tidak hanya saat itu juga
namun juga mempengruhi akan seperti apakah seseorang tersebut nantinya.
e)Lingkungan yang penuh caring sangat potensial untuk mendukung perkembangan
seseorang dan mempengaruhi seseorang dalam memilih tindakan yang terbaik untuk dirinya
sendiri.
f)Caring merupakan inti dari Keperawatan.
g)Caring memadukan antara pengetahuan biofisik dengan pengetahuan mengenai prilaku
manusia yang berguna dalam peningkatan derajat kesehatan dalam membantu klien yang
sakit.
3.Humanism.
Orang humanis yang meyakini kebaikan nilai-nilai manusia sebagai suatu komitmen dalam
bekerja untuk kemanusiaan.
Contoh prilaku yang manusiawi adalah empaty,simpaty,terharu dan menghargai kehidupan.
Dalam Keperawatan humanism merupakan suatu sikap dan pendekatan yang memperlakukan
pasien sebagai manusia yang mempunyai kebutuhan bio, psiko, sosio, cultural.
Perawat yang mengunakan pendekatan humanism dalam prakteknya memperhitungkan
semua yang di ketahuinya tentang pasien yang meliputi pikiran,perasaan,nilai-nilai,
pengalamn,kesukaan,prilaku dan bahasa tubuh.
H.Teori Keperawatan Leininger
Konsep Awal
Teori Leininger berasal dari disiplin ilmu antropologi, tapi konsep teori ini relevan untuk
keperawatan.
Leininger mendefinisikan Transkultural Nursing sebagai area yang luas dalam keperawatan
yang mana berfokus pada komparatif studi dan analisis perbedaan kultur dan subkultur
dengan menghargai prilaku caring, nursing care dan nilai sehat-sakit, kepercayaan dan pola
tingkah laku dengan tujuan perkembangan ilmu danhumanistic body of knowledge untuk
kultur yang spesifik dan kultur yang universal dalam keperawatan.
Tujuan dari transkultural dalam keperawatan adalah kesadaran dan apresiasi terhadap
perbedaan kultur.
Culture care adalah teori yang holistic karena meletakkan didalamnya ukuran dari totalitas
kehidupan manusia dan berada selamanya, termasuk sosial struktur, pandangan dunia, nilai
cultural, konteks lingkungan, ekspresi bahasa dan etnik serta sistem professional.
Paradigma Keperawatan Teori Keperawatan Leininger
a.

Manusia / pasien

Manusia adalah individu atau kelompok yang memiliki nilai-nilai dan norma-norma yang
diyakini yang berguna untuk menetapkan pilihan dan melakukan tindakan
Manusia memiliki kecenderungan untuk mempertahankan budayanya pada setiap saat
dimanapun dia berada.
b.
Kesehatan
Kesehatan adalah keseluruhan aktifitas yang dimiliki pasien dalam mengisi kehidupannnya
c.
Lingkungan
Lingkungan dipandang sebagai suatu totalitas kehidupan dimana pasien dengan budayanya
saling berinteraksi, baik lingkungan fisik, sosial dan simbolik.
d.
Keperawatan
Keperawatan dipandang sebagai suatu ilmu dan kiat yang diberikan kepada pasien dengan
berfokus pada prilaku, fungsi dan proses untuk meningkatkan dan mempertahankan
kesehatan atau pemulihan dari sakit.
Konsep Utama Teori Transkultural
1.

2.
3.

4.

5.

6.

7.
8.
9.

Culture Care
Nilai-nilai, keyakinan, norma, pandangan hidup yang dipelajari dan diturunkan serta
diasumsikan yang dapat membantu mempertahankan kesejahteraan dan kesehatan serta
meningkatkan kondisi dan cara hidupnya.
World View
Cara pandang individu atau kelompok dalam memandang kehidupannya sehingga
menimbulkan keyakinan dan nilai.
Culture and Social Structure Dimention
Pengaruh dari factor-faktor budaya tertentu (sub budaya) yang mencakup religius,
kekeluargaan, politik dan legal, ekonomi, pendidikan, teknologi dan nilai budaya yang saling
berhubungan dan berfungsi untuk mempengaruhi perilaku dalam konteks lingkungan yang
berbeda
Generic Care System
Budaya tradisional yang diwariskan untuk membantu, mendukung, memperoleh kondisi
kesehatan, memperbaiki atau meningkatkan kualitas hidup untuk menghadapi kecacatan dan
kematiannya.
Profesional system
Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh pemberi pelayanan kesehatan yang memiliki
pengetahuan dari proses pembelajaran di institusi pendidikan formal serta melakukan
pelayanan kesehatan secara professional.
Culture Care Preservation
Upaya untuk mempertahankan dan memfasilitasi tindakan professional untuk mengambil
keputusan dalam memelihara dan menjaga nilai-nilai pada individu atau kelompok sehingga
dapat mempertahankan kesejahteraan.
Culture Care Acomodation
Teknik negosiasi dalam memfasilitasi kelompok orang dengan budaya tertentu untuk
beradaptasi/berunding terhadap tindakan dan pengambilan kesehatan.
Cultural Care Repattering.
Menyusun kembali dalam memfasilitasi tindakan dan pengambilan keputusan professional
yang dapat membawa perubahan cara hidup seseorang.
Culture Congruent / Nursing Care
Suatu kesadaran untuk menyesuaikan nilai-nilai budaya / keyakinan dan cara hidup individu/
golongan atau institusi dalam upaya memberikan asukan keperawatan yang bermanfaat.
Transkultural Care Dengan Proses Keperawatan

Penerapan teori Leineger (Sunrise Model) pada proses keperawatan dapat dijelaskan sebagai
berikut :
Proses
Sunrise Model
Keperawatan
Pengkajian dan
Pengkajian terhadap Level satu, dua dan tiga yang meliputi :
Diagnosis
Level satu : World view and Social system level
Level dua : Individual, Families, Groups communities and
Institution in diverse health system
Level tiga : Folk system, professional system and nursing
Perencanaan dan
Implementasi

Level empat : Nursing care Decition and Action


Culture Care Preservation/maintanance
Culture Care Accomodation/negotiations
Culture Care Repatterning/restructuring

Evaluasi

Analisis Teori Transcultural Nursing


1.

Kemampuan teori menghubungkan konsep dalam melihat penomena


Teori Transcultural Nursing yang digambarkan dalam Sunrise Model menunjukan bahwa
level satu dan dua dari teori memilki banyak kesamaan dengan beberapa teori keperawatan
lainnya sedangkan pada level ketiga dan keempat memiliki perbedaan spesifik dan bersifat
unik jika dibandingkan dengan teori lainnya.
2. Tingkat Generalisasi Teori
Teori dan model yang dikemukan oleh Leininger relatif tidak sederhana, namun demikian
teori ini dapat didemontrasikan dan diaplikasikan sehingga dapat diberikan justifikasi dan
pembenaran bagaimana konsep-konsep yang dikemukakan saling berhubungan.
3.

4.
5.

6.

7.

Tingkat Kelogisan Teori


Kelogisan teori Leininger adalah pada fokus dari pandangganya dengan melihat bahwa latar
belakang budaya pasien (individu, keluarga, kelompok, masyarakat) yang berbeda sebagai
bagian penting dalam rangka pemberian asuhan keperawatan.
Testabilitas teori
Teori Cultural care diversity and Universality dikembangkan berdasarkan atas riset kualitatif
dan kuantitatif.
Kemanfaatan Teori bagi Peningkatan Body Of Knowledge
Beberapa penelitian tentang konsep perawatan dengan memperhatikan budaya telah
memberikan arti akan pentingnya pengetahuan dan pemahaman tentang perbedaan dan
persamaan budaya dalam praktek keperawatan.
Kemanfaatan Teori pada Pengembangan Praktek Keperawatan
Teori ini sangat relevan dan dapat diterapkan secara nyata dalam praktek keperawatan, karena
teori ini mengemukakan adanya pengaruh perbedaan budaya terhadap perilaku hidup sehat.
Dan dalam aplikasinya teori ini sangat relevan dengan penerapan praktek keperawatan
komunitas.
Konsistensi Teori
Leininger menyampaikan pentingnya pemahaman budaya dalam rangka hubungan perawat
pasien yang juga sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Imoge King yang menekankan
pentingnya persamaan persepsi perawat pasien untuk pencapaian tujuan.

I.Teori Keperawatan Betty Neuman

1.
1)
2)
3)
2.

3.
1)
2)
3)
4.

5.
6.
7.

Konsep Utama
Konsep utama yang terdapat pada model Neuman, meliputi: stresor, garis pertahanan dan
perlawanan, tingkatan pencegahan, lima variabel sistem pasien, struktur dasar, intervensi dan
rekonstitusi (Lihat juga Skemanya)
Stressor
Stressor adalah kekuatan lingkungan yang menghasilkan ketegangan dan berpotensial untuk
menyebabkan sistem tidak stabil. Neuman mengklasifikasi stressor sebagai berikut :
Stressor intrapersonal : terjadi dalam diri individu/keluarga dan berhubungan dengan
lingkungan internal (misalnya : respons autoimmune)
Stressor interpersonal : terjadi pada satu individu/keluarga atau lebih yang memiliki
pengaruh pada system, (misalnya : ekspektasi peran)
Stressor ekstrapersonal : terjadi diluar lingkup sistem atau individu/keluarga dari pada
stressor interpersonal, (misalnya : sosial politik).
Garis pertahanan dan perlawanan
Garis pertahanan normal merupakan lingkaran utuh yang mencerminkan suatu keadaan stabil
untuk individu. Garis pertahanan normal jika garis pertahanan fleksibelnya tidak dapat
melindungi secara adekuat.
Garis pertahanan fleksibel berperan memberikan respon awal atau perlindungan pada sistem
dari stressor.
Sedangkan garis perlawanan merupakan serangkaian lingkaran putus-putus yang mengelilingi
struktur dasar. Artinya garis resisten ini melindungi struktur dasar dan akan teraktivasi jika
ada invasi dari stressor lingkungan melalui garis normal pertahanan (normal line of defense).
Tingkatan pencegahan
Pencegahan primer : terjadi sebelum sistem bereaksi terhadap stressor, meliputi : promosi
kesehatan dan mempertahankan kesehatan. Strateginya mencakup : immunisasi, pendidikan
kesehatan, olah raga dan perubahan gaya hidup.
Pencegahan sekunder, meliputi berbagai tindakan yang dimulai setelah ada gejala dari
stressor.
Pencegahan tersier difokuskan pada perbaikan kembali ke arah stabilitas sistem pasien
secara optimal. Pencegahan tersier cenderung untuk kembali pada pencegahan primer.
Sistem pasien
Model Sistem Neuman merupakan suatu pendekatan sistem yang terbuka dan dinamis. Pasien
sebagai sistem bisa individu, keluarga, kelompok, komunitas atau sosial issue. Pasien sebagai
suatu sistem memberikan arti bahwa adanya keterkaitan antar aspek yang terdapat dalam
sistem tersebut.
Struktur dasar
Struktur dasar berisi seluruh variable untuk mempertahankan hidup dasar yang biasa terdapat
pada manusia sesuai karakteristik individu yang unik, seperti genetik.
Intervensi
Merupakan tindakan-tindakan yang membantu untuk memperoleh, meningkatkan dan
memelihara sistem keseimbangan, terdiri dari pencegahan primer, sekunder dan tertier.
Rekonstitusi
Neuman (1995) mendefinisikan rekonstitusi sebagai peningkatan energi yang terjadi
berkaitan dengan tingkat reaksi terhadap stressor.
J.Teori Keperawatan Ramona t.Mercer

Mercer menggunakan konsep-konsep utama dalam mengembangkan model konseptualnya.


Konsep-konsep tersebut adalah :
Pencapaian peran ibu (maternal role attainment) adalah suatu proses pengembangan dan
interaksional dimana setiap saat ketika ibu menyentuh bayinya akan menciptakan
kemampuan mengasuh dan merawat termasuk membentuk peran dan menunjukkan kepuasan
dan kesenangan menikmati perannya tersebut. Maternal identity menunjukkan internalisasi
diri dari ibu.
Persepsi terhadap kelahiran bayi adalah persepsi setiap wanita dalam menunjukkan persepsi
pengalamannya selama melahirkan bayinya.
Self esteem digambarkan sebagai persepsi individu dalam menggambarkan dirinya sendiri
Konsep diri adalah seluruh persepsi individu terhadap kepuasan diri, penerimaan diri, harga
diri dan kesesuaian antara diri dan ideal dirinya.
Fleksibilitas dikemukaan untuk menunjukkan bahwa peran tidaklah kaku. Fleksibilitas
perilaku pengasuhan anak meningkat seiring dengan meningkatnya perkembangan. Ibu yang
lebih tua berpotensi untuk mengalami kekakuan pada bayinya dan untuk menyesuaikan pada
setiap situasi. Childrearing attitude adalah perilaku ibu atau kepercayaan mengenai
pengasuhan anak.
Status kesehatan didefinisikan sebagai persepsi orang tua terhadap prioritas kesehatannya,
pandangan erhadap kesehatan, kesehatan saat ini, resistensi atau kemungkinan untuk sakit,
hal yang dikhawatirkan dalam kesehatan, orientasi sakit dan memutuskan peran sakit.
Kecemasan digambarkan sebagai persepsi individu tentang situasi yang penuh stress seperti
adanya bahaya atau ancaman. Depresi ditunjukkan dengan adanya beberapa gejala tekanan
yang ditunjukkan dari perilaku ibu.
Role strain-role conflict (konflik peran) didefinisikan sebagai konflik dan kesulitan yang
dirasakan oleh wanita dalam penyesuaiannya terhadap tugas peran ibu.
gratification-satisfaction digambarkan sebagai kepuasan, kenikmatan, umpan balik dan
kebanggaan yang diekspresikan oleh wanita dalam berinteraksi dengan bayinya dan dalam
memenuhi tugas rutinnya sebagai seorang ibu.
Attachment adalah komponen dari peran orang tua dan identitas yang digambarkan sebagai
proses dalam mempertahankan komitmen sikap dan emosi yang telah terbentuk.
Infant temperament dikaitkan dengan apakah bayi sulit mengirimkan untuk membaca isyarat,
arahan pada perasaan ketidakmampuan dan keputusasaan dari ibu.
Status kesehatan bayi (infant health status) adalah kesakitan yang disebabkan oleh
permisahan ibu dan bayi, mempengaruhi proses kasih sayang (attachment).
Karaktersitik bayi (infant characterize) meliputi temperamen bayi, penampilan dab status
kesehatan.
Isyarat-isayarat bayi (infant cues) adalah perilaku bayi yang menunjukkan respon terhadap
ibunya.
Keluarga (family) didefinisikan sebagai sistem yang dinamis yang terdiri atas subsistemindividu (ibu, ayah, janin/bayi) dan dyad (ibu-ayah, ibu-janin/bayi, ayah-janin/bayi) yang
bersama dalam satu sistem. Fungsi keluarga (family functioning) adalah pandangan individu
terhadap aktivitas dan hubungan antara kelurga dan sub sistem serta unit sosial yang tinggal

dalam rumah
Ayah atau pasangan intim (father or intimate partnert) berkontribusi pada proses pencapaian
peran ibu yang pada pelaksanaannya tidak bisa digantikan oleh orang lain. Interaksi ayah
membantu mengurangi tekanan dan memfasilitasi pencapaian peran ibu.
Stress terbentuk dari persepsi positif atau negatif tentang hidup dan lingkungan.
Dukungan sosial (social support) adalah sejumlah bantuan yang diterima, puas dengan
bantuan tersebut dan orang-orang disekitarnya selalu siap untuk membantu. Terdapat empat
area dukungan sosial yang mencakup dukungan emosional, informasi, fisik dan penilaian.
Hubungan ibu-ayah (mother-father relationship) adalah persepsi tentang hubungan pasangan
yang mencakup nilai, tujuaan antara kedun dan perjanjian. Kasih sayang ibu terhadap bayinya
berkembang seiring dengan lapangan emosional dari hubungan orangtuanya

D. Paradigma Keperawatan Bedasarkan Model Konseptual Ramona T. Mercer


Keperawatan Mercer (2004) mengemukakan bahwa keperawatan adalah profesi yang dinamis
dengan tiga fokus utama yaitu promosi kesehatan, mencegah kesakitan dan menyediakan
layanan keperawatan bagi yang memerlukan untuk mendapatkan kesehatan yang optimal
serta penelitian untuk memperkaya dasar pengetahuan bagi pelayanan keperawatan.
Pengkajian selanjutnya pada klien dan lingkungan, perawat mengidentifikasi tujuan klien,
menyediakan layanan pada klien yang meliputi dukungan, pendidikan dan pelayanan
keperawatan pada klien yang tidak mampu merawat dirinya sendiri.
Manusia
Mercer tidak mendefinisikan secara spesifik mengenai konsep manusia namun mengarah
pada diri dan inti diri. Mercer memandang diri sebagai bagian dari peran yang dimainkan.
Wanita sebagai individu dapat berperan menjadi orang tua jika telah melalui mother-infant
dyad. Inti dari manusia tersusun dari konteks budaya dan dapat mendefinisikan dan
membentuk situasi. Konsep kepercayaan diri dan harga diri sebagai manusia terpisah dari
interaksi dengan bayinya dan ayah dari bayinya atau orangg lain yang berarti yang saling
mempengaruhi.
Kesehatan
Mercer mendefinisikan status kesehatan dari orang tua sebagai persepsi kesehatan yang
mereka lalu, kesehatan saat ini, harapan tentang kesehatan, resiko terhadap penyakit,
kekhawatirkan dan perhatian tentang kesehatan, orientasi pada penyakit dan
penyembuhannya, status kesehatan bayi baru lahir dengan tingkat kehadiran penyakit dan
status kesehatan bayi oleh orang tua pada kesehatan secara menyeluruh. Kesehatan dipandang
sebagai keinginan yang ditunjukkan untuk bayi. Mercer mengemukakan bahwa stress suatu
proses yang memerlukan perhatian penting selama perawat persalinan dan proses kelahiran.
Lingkungan
Definisi lingkungan yang dikemukakan oleh Mercer diadaptasi dari definisi Bronfenbrenners
tentang ekologi lingkungan dan berdasarkan teori awalnya. Mercer menjelaskan tentang
perkembangan tidak dapat menjadi bagian dari lingkungan, terdapat akomodasi mutual antara
perkembangan individu dan perubahan sifat dengan segera. Stress dan dukungan sosial dalam
lingkungan dipengaruhi untuk mencapai peran maternal dan paternal serta perkembangan
anak.