Anda di halaman 1dari 8

HALO..INI ADA ARTIKEL MENGENAI COLON...

PENYAKIT2 YG BISA
DISEMBUHKAN JUGA
COLON HIDROTERAPI
Dr. Albert G.O Sumampouw
PENDAHULUAN
Colon hidroterapi dalam bentuk aslinya disebut enema sudah lama dilakukan untuk
menjaga tubuh tetap sehat dan mengobati penyakit.
Hypocrates sebagai bapak kedokteran ( abad 4 & 5 SM ) tercatat menggunakan enema
untuk mengobati demam dan gangguan akut lainnya.
Pada abad ke 17 dikenal jaman enema dan menjadi budaya dan mode bagi orang-orang
Paris dimana mereka melakukan tiga sampai empat kali enema perhari karena mereka
yakin dapat membersihkan bagian dalam tubuh yang sangat penting untuk kesehatan.
Penggunaan enema mencapai puncaknya masa kejayaan Raja Louis XIV ( 1638
1715 ) . William Lieberman melaporkan bahwa Raja Louis XIV melakukan lebih dari
2000 enema selama masa pemerintahannya bahkan kadang-kadang menerima pejabat
pemerintahan atau tamu pada saat melakukan enema.
Terapi ini kemudian diperkenalkan di Amerika Serikat oleh Dr Kellogg yang
dilaporkan pada journal of American Medicine 1917 dimana lebih dari 40.000 kasus
gangguan pencernaan telah dapat diatasi dengan colon hidroterapi diikuti dengan
pengaturan pola makan dan olah raga.
James A Wiltsie,.MD yang berpendapat bahwa pengetahuan kita mengenai fisiologi,
patologi dan pengelolaan dari usus besar dapat berefek pada organ lain dan sistem dari
tubuh kita , sehingga bila kita memperhatikan usus besar kita dengan baik maka secara
tidak langsung menjadi sumber kesehatan bagi tubuh kita.
Ron kennedy,. MD merekomendasikan colon hidroterapi untuk mencegah masalah
usus besar. Dalam suratnya tahun 1992 untuk Colifornia Health and Human Sevich
Community dia mengatakan ;
" saya sudah mempelajari pelaksanaan colon hidroterapi lebih dari dua tahun, dan saya
menyimpulkan bahwa itu merupakan prosedur yang sangat berguna sebagai salah satu
metode pencegahan terhadap problem usus.
Pada dekade terakhir ini penggunaan colon hidroterapi untuk menjaga kesehatan dan
terapi penyakit semakin berkembang baik mengenai teori maupun dalam bidang
prakteknya sehingga prosedur colon hidroterapi saat ini sudah diakui dan disetujui
penggunaannya oleh FDA.
PENTINGNYA USUS BESAR YANG BERSIH
Seperti kita ketahui usus besar ini merupakan bagian akhir dari saluran pencernaan

yang mempunyai fungsi sebagai berikut:


1. Tempat mengumpulkan sisa makanan yang kemudian akan dibuang melalui anus.
2. Tempat mengabsorbsi air dan beberapa mineral.
3. Tempat pertumbuhan bakteri, dimana bakteri dalam usus besar ini dapat membentuk
beberapa jenis vitamin yaitu vitamin B dan K yang kemudian diabsorbsi oleh tubuh.
Melihat fungsinya maka kerja usus besar yang baik ini merupakan hal yang sangat
penting untuk kesehatan tubuh kita.
Ketidak seimbangan fungsi usus ini dapat mengakibatkan penumpukan racun ( toksin )
yang melalui sistem peredaran darah dan limfatik akan tersebar ke seluruh tubuh kita
dan menimbulkan penyakit.
Gangguan fungsi pada usus besar ini secara garis besar dapat disebabkan beberapa hal
yaitu :
1. Pola makan
Menu makan yang didalamnya kurang mengandung serat disertai kurang minum
mengakibatkan faces ( kotoran ) yang akan dikeluarkan menjadi keras sehingga akan
tertahan lama di usus besar ( Normalnya dalam satu hari kita buang air besar satu
sampai dua kali ) mengakibatkan faces ( Kotoran ) menjadi asam sehingga mengiritasi
mucosa usus besar yang lama kelamaan mucosa tersebut akan berubah ( mutasi ) ke
arah keganasan.
2. Keseimbangan bakteri baik didalam usus
Didalam sistem pencernaan yang baik terdapat kira-kira 60 macam varietas dari
bakteri atau mikroflora yang berguna untuk membentuk beberapa zat makanan yang
penting serta membantu menjaga keseimbangan PH dan bakteri yang tidak baik
didalam usus. Bila keseimbangan bakteri ini terganggu maka akan terjadi gangguan
pada saluran pencernaan dan penyakit autointoksikasi ( selanjutnya akan diterangkan
pada bab penyakit autointoksikasi ).
3. Peristaltik Usus yang baik
Diperkirakan usus 50 kali berkontraksi permenitnya. Kontraksi ini memungkinkan
makanan bergerak pada saluran pencernaan dan membantu mengoptimalkan absorbsi
makanan serta membuang sisa makanan.
4. Keteraturan buang air besar
Keteraturan buang air besar sangat berguna untuk membuang racun ( Toksin ) yang
dihasilkan dari pembusukan dan fermentasi.
Menurut Joseph Vargas,. Phd direktur dari Wholistic Health Center di Houston Texas
keteraturan buang air besar untuk mencapai pembuangan racun ( Toksin ) dari tubuh
dapat terjadi bila dalam sehari kita dapat buang air besar dua sampai tiga kali sehari

secara teratur.
Kini kita paham betapa pentingnya kebersihan usus besar ( Colon ) ini buat kesehatan,
yang mana bila kebersihan usus ini tidak dijaga atau diperhatikan akan menimbulkan
keluhan - keluhan kesehatan serta penyakit degeneratif pada tubuh kita.
PENYAKIT AUTOINTOKSIKASI
Penyakit autointoksikasi adalah :
Penyakit yang disebabkan karena keracunan dari dalam tubuh sendiri.
Kita ketahui usus besar merupakan bagian dari saluran pencernaan yang berperan
sebagai tempat mengumpulkan sisa makanan, mengabsorbsi beberapa zat makanan
yang masih dibutuhkan didalam tubuh seperti mineral dan air serta tempat
pertumbuhan bakteri.
Bila fungsi ini terganggu seperti yang telah dibahas dalam bab sebelumnya maka racun
( Toksin ) yang berasal dari sisa-sisa makanan akan terbentuk dan kemudian oleh
sistem peredaran darah akan dilepas ke seluruh tubuh mengakibatkan setiap sel
didalam tubuh kita keracunan sehingga kemampuan sel untuk meregenerasi hilang
yang kemudian akan menimbulkan penyakit.
Sebenarnya yang menjadi penyebab terjadinya penyakit autointoksikasi ini adalah
Proses pembusukan yang terjadi didalam usus besar .
Proses pembusukan ini terjadi karena ketidak seimbangan bakteri yang terdapat
didalam usus besar.
Ada 2 macam penggolongan bakteri didalam saluran pencernaan :
1. Bakteri pembusuk
Bakteri pembusuk ini dimasukkan ke dalam golongan bakteri Coliform, salah satu
yang termasuk didalamnya adalah Escherichia coli.
Bakteri coliform ini menghasilkan zat ethionine yang pada penelitian menyebabkan
kanker. Bakteri-bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun
seperti Indole, skatole yang dapat menimbulkan penyakit bila berlebih didalam tubuh.
2. Bakteri baik
Untuk mengimbangi bakteri pembusuk ini didalam saluran pencernaan juga terdapat
bakteri baik. Bakteri baik ini dimasukkan kedalam golongan Loctobakteri.
Yang termasuk didalamnya adalah Lactobacillus, Bifidobacterium, Streptococcus.
Menurut Dr John Harvey Kellog komposisi ideal dari bakteri didalam saluran
pencernaan adalah 85% lactobacteria ( bakteri baik ) dan 15% coliform bakteri

( Bakteri pembusuk ).
Bila komposisi ini terjadi perubahan maka akan terjadi gangguan pencernaan serta
penyakit autointoksikasi.
Berikut data gejala penyakit akibat Autointoksikasi yang dikemukakan oleh Dr
Bernard Jensen :
- Asma, Gangguan paru-paru Lain
- Bisulan, Borokan, Eksim, Gatal-gatal pada kulit
- Gangguan Endokrin
- Gangguan Irama Jantung
- Gangguan Pencernaan ( Mis : Kembung. Mual-mual, Konstipasi, Diare ) dan
gangguan Penyerapan
- Macam-macam Tumor/ kanker Hati,Usus Besar, Pancreas
- Macam-macam Sakit Kepala
- Cepat Tersingguna, Pemarah, Letih Lesu, Gairah Menurun, Depresi
- Gangguan kandung Kemih, Gangguan ginjal, Batu ginjal
- Keriputan, Flek-flek pada kulit, Jerawatan
- Dan lain-lain
OBAT-OBAT PENCAHAR
( LAKSANSIA )& ENEMA
Banyak orang menganggap obat-obat pencahar sebagai obat yang tidak berbahaya dan
boleh digunakan setiap waktu. Tetapi sebetulnya penggunaan laksansia yang kerap kali
dapat berbahaya karena dapat mengakibatkan :
A. Pertama-tama absorbsi yang layak dari bahan-bahan gizi dalam usus kecil
terganggu.
B. Sintesis vitamin-vitamin oleh bakteri didalam usus besar ( vitamin K & B ) juga
dicegah.
C. Disamping kerugian-kerugian gizi ini, juga mineral-mineral ( Kalium & Natrium )
yang penting bagi tubuh tidak diabsorbsi kembali dalam usus besar sehingga dapat
menyebabkan antara lain kelemahan otot-oto
Penggolongan obat pencahar dilakukan atas dasar mekanisme kerja dan sifat
kimianya yaitu :

A. Laksansia yang tergolong perangsang dinding usus


Laksansia dalam golongan ini merangsang secara langsung saluran usus sehingga
mempertinggi peristaltiknya dan mengakibatkan pengeluaran isis usus dengan cepat.
B. Laksansia yang tergolong memperbesar isi usus
- Menahan air dalam usus
Cara kerja obat golongan ini ialah air dari luar usus ditarik kedalam usus ( Proses
osmosa } , dimana air yang banyak ini merupakan suatu rangsangan mekanik pada
dinding usus sehingga usus mempertinggi kegiatan peristaltiknya dan mengakibatkan
pengeluaran isi usus yang telah menjadi cair dengan cepatnya
- Karena mengembang
Kasiatnya juga berdasarkan retensi air , sedangkan zat-zatnya sendiri tidak diserap.
C. Laksansia yang tergolong Pelicin
Golongan ini mempermudah defekasi karena memperlunak tinja dan melicinkan
jalannya caranya dengan memasukan zat cair misalnya glycerin, air sabun atau minyak
zaitun ke dalam rektum sehingga terjadi peregangan dinding rektum dan defekasi pun
terjadi . Enema termasuk didalam golongan ini.
Kalau mau dilihat cara kerja dari obat-obat pencahar golongan merangsang dinding
usus dan yang golongan memperbesar isi usus maka kita dapat lihat bahayanya bila
digunakan setiap waktu atau untuk proses detoksifikasi.
Zat pencahar yang dapat digunakan sealamiah mungkin dengan mengunakan golongan
pelicin ( Enema termasuk didalamnya ).
Hanya kekurangannya pada golongan ini untuk dapat membersihkan usus besar
sampai ke sekum tidak dapat tercapai karena dengan golongan ini hanya dapat terjadi
sampai dengan Kolon desenden sehingga penggunaan enema kurang efektif untuk
melakukan detoksifikasi ( menghilangkan racun dari tubuh ).
COLON HIDROTERAPI
Colon hidroterapi adalah pengembangan yang lebih lengkap dari enema dan
merupakan cara yang aman untuk mengeluarkan sisa-sisa makanan dan racun dari usus
besar tanpa menggunakan obat-obatan,tetapi hanya dengan air yang telah difilter
sehingga bebas dari bahan kimia beracun dan disterilisasi dengan ultra violet.
Dibandingkan dengan enema dalam prosesnya menggunakan colon hidroterapi
mempunyai beberapa kelebihan :

1. Proses pembilasan usus besar dapat dikontrol sehingga hasilnya dapat lebih optimal.
2. Memperlama keinginan alami pasien untuk membuang air besar sehingga hasilnya
lebih bersih dalam membuang sisa-sisa makanan dan racun yang menempel pada
dinding usus besar.
3. Pengisian airnya dapat sampai caecum.
4. Selama proses tidak menimbulkan bau yang menusuk.
5. Mempunyai resiko lebih kecil .
Sistemnya adalah memasukan alat berbentuk spekulum atau rectal tube kecil ke dalam
rectum antara 1 3 inchi. Suhu air disesuaikan dengan suhu tubuh dan tekanan dapat
diatur. Air dialirkan melalui rectum ke dalam usus besar dengan tujuan membersihkan
colon dengan cara menghancurkan dan melarutkan feses untuk memudahkan
pengeluarannya , usus besar dengan bantuan manipulasi pemijatan dari abdomen
selama proses untuk meningkatkan pengeluaran feses secara maksimum.
Efek terapeutik dari colon hidroterapi adalah meningkatkan tonus otot dari usus besar
sehingga meningkatkan peristaltik dan absorbsi dari zat-zat makanan serta air di
caecum dan colon ascendens.
Efek pembersihan dari colon hidroterapi mengurangi stagnasi dan pembentukan
bakteri patologis dalam colon akibat proses fermentasi dan membantu membuat
keseimbangan flora di dalam usus sehingga mengoptimalkan kesehatan. Proses
pengisian dan pengosongan air diulang 4 kali selama sekitar 1 jam terapi.
INDIKASI DAN ALASAN
Ada tiga alasan penting mengapa dokter menganjurkan colon hidroterapi :
1. Konstipasi atau sembelit ( susah buang air besar ), pengamatan kami setelah
dilakukan terapi 6 kali disertai pengaturan pola makan keluhan tersebut hilang.
2. Persiapan diagnosa usus besar ( Barium enema, Sigmoidoskopy, Colonoscopy ).
3. Persiapan pre dan post operasi
Adakalanya dokter juga menganjurkan colon hidroterapi untuk penderita :
1. Diare
2. Latihan buang air besar pada penderita stroke
3. Arthritis
4. Penyakit Autointoksikasi ( Penyakit akibatToksin yang diserap melalui kerusakan
sel mukosa usus besar }
5. Dll

KONTRAINDIKASI
Berikut ini adalah daftar kontraindikasi yang diketahui :
1. Uncontolled Hypertension
2. Congestive Heart Failure
3. Aneurysm
4. Severe Anemia
5. Gastrointestinal hemorrhage
6. Gastrointestinal perforation
7. Severe hemorrhoids
8. Renal Insufficiency
9. Cirrhosis
10. Carcinoma of the colon
11. Fissures dan Fistulas
12. Abdominal Hernia
13. Recent colon surgery ( Less than 3 months )
14. Pregnancy
RESIKO DAN KEAMANAN
Colon hidroterapi akan aman dan sangat kecil kemungkinan timbulnya resiko jika
diperaktekkan dengan cara yang benar sesuai prosedur oleh terapis ( operator ) yang
sudah terlatih dan mengunakan peralatan yang sudah diregistrasi oleh FDA.
INTERAKSI DENGAN OBAT LAIN
Colon hidroterapi diketahui tidak bereaksi dengan obat-obatan lain. Dikarenakan
prosedur tersebut hanya menggunakan air yang difilter dan disterilisasi dengan ultra
violet.
PRODUK ALAT COLON HIDROTERAPI
Peralatan Colon hidroterapi modern seharusnya diproduksi memenuhi peraturan ketat
dari FDA yang memerlukan ketelitian dan dapat dipertanggungjawabkan.

Peralatan yang diregistrasi FDA memiliki keunggulan dalam pengaturan temperatur,


ketentuan tekanan dan memiliki sistem filter air serta menggunakan ultra violet untuk
mematikan bakteri yang mungkin terdapat pada air. Alat ini di rancang dengan katubkatub yang sesuai untuk mencegah aliran balik.
Untuk menjamin keamanan pasien peralatan ini menggunakan disposible spekulum.
Keamanan dan efektifitas peralatan colon hidroterapi telah diperkuat dengan
perundang-undangan Medical Device Amendements 1976 yang kemudian direvisi dan
dikembangkan pada Federal Food, Drugs and Cosmetic Act . Undang-undang ini
kemudian diamandemen oleh Safe Medical Device Act 1990 dan Medical Device
Amendments 1992. Undang-undang ini mengatur
ketentuan pembuatan dan penjualan dari alat Colon hidroterapi.