Anda di halaman 1dari 6

BAB VII.

PASAR MONOPOLI
Pasar monopoli tidak hanya menutup peluang perusahaan lain untuk ikut bersaing
dan menikmati keuntungan, tetapi juga menghilangkan kesejahteraan konsumen,
sebaagi akibat pengaturan harga yang tinggi yang ditetapkan oleh perusahaan
tunggal.
Kehadiran perusahaan monopolis hanya dapat ditolelir sebatas pada perusahaan
negara/Badan Usaha Milik Negara atau Daerah (BUMN/BUMD) yang khusus
menyediakan kebutuhan publik seperti penyediaan listrik, air bersih, dan gas.
Prasyarat mutlak yang harus BUMN/BUMD tersebut adalah mereka harus efisien
dan terhindar dari praktek-praktek KKN, sehingga kebutuhan masyarakat dapat
dipenuhi dengan harga yang terjangkau
A.

Faktor-faktor Penyebab Terbentuknya Monopoli

1.

Hambatan Teknis
Ketidakmampuan bersaing secara teknis menyebabkan perusahaan lain sulit bersaing
dengan perusahaan yang sudah ada (existing firm). Keunggulan secara teknis ini
disebabkan oleh beberapa hal.

Perusahaan memiliki kemampuan dan atau pengetahuan khusus (special knowidge)


yang memungkinkan berproduksi sangat efisien.

Tingginya tingkat efisiensi memungkinkan perusahaan monopolis mempunyai kurva


biaya (MC dan AC) yang menurun. Makin besar skala produksi, biaya marjinal makin
menurun, sehingga biaya produksi per unit (AC) makin rendah (decreasing MC and
AC).

Perusahaan memiliki kemampuan kontrol sumber faktor produksi, baik berupa


sumber daya alam, sumber daya manusia maupun lokasi produksi.

2.

Hambatan Legalitas (Legal Barriers to Entry)

Undang-undang dan Hak Khusus


Tidak semua perusahaan mempunyai daya monopoli karena kemampuan teknis.
Dalam kehidupan sehari-hari kita menemukan perusahaan-perusahaan yang tidak
efisien tetapi memiliki daya monopoli. Hal itu dimungkinkan karena secara hukum
mereka diberi hak monopoli (legal monopoly). Di Indonesia, contohnya ialah BUMN.

Hak Paten (Patent Right) atau Hak Cipta


Tidak semua monopoli berdasarkan hukum (undang-undang) mengakibatkan
inefisiensi. Hak paten atau hak cipta adalah monopoli berdasarkan hukum karena

pengetahuan-kemampuan khusus (special knowledge) yang menciptakan daya


monopoli secara teknik. Contohnya ialah orang yang menemukan sesuatu, maka ia
memiliki hak monopoli atas penemuannya itu.

B.

Permintaan dan Penerimaan Perusahaan Monopoli

1.

Permintaan
Dalam pasar monopoli permintaan terhadap output perusahaan (firms demand)

merupakan permintaan industri. Karena itu perusahaan mempunyai kemampuan untuk


mempengaruhi harga pasar dengan mengatur jumlah output. Posisi perusahaan monopolis
adalah penentu harga (price setter).
2.

Penerimaan Total dan Penerimaan Marjinal


Penerimaan marjinal perusahaan monopoli lebih kecil dari harga jual (MR < P).

Kurva dibawah ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan output yang dijual (Q1 ke Q2)
perusahaan harus menurunkan harga jual (P1 ke P2).
Kurva MR dalam Perusahaan Monopoli

Penurunan harga jual menyebabkan penerimaan total (TR) berkurang sebanyak luas
daerah segi empat A. Penambahan jumlah output menambah TR seluas daerah segi empat B.
Dengan demikian MR = -A + B yang nilainya lebih kecil dan harga. Penjelasan yang sama
dapat diterapkan bila perusahaan bergerak ke P3, P4 dan seterusnya. Karena itu kurva MR
berada di bawah kurva harga (permintaan) seperti pada gambar b.

Dalam pasar persaingan sempurna kurva TR berbentuk garis lurus dimulai dan titik
(0,0). Dalam pasar monopoli besarnya TR sangat tergantung pada besarnya elastisitas harga.
a. Jika elastisitas harga Iebih besar dan satu (elastis), untuk menambah output 1%, harga
diturunkan Iebih kecil dan 1%. Akibatnya TR naik yang berarti MR positif.
b. Jika elastisitas harga sama dengan satu, untuk menambah output 1%, harga harus
diturunkan 1% juga. TR tidak bertambah, yang artinya MR = 0. Pada saat itu nilai TR
maksimum.
c. Jika elastisitas harga Iebih kecil dan satu (inelastis), untuk menaikkan output 1%,
harga harus diturunkan Iebih dan 1%. Akibatnya TR turun, yang artinya MR < 0
(negatif).

Kurva TR dan MR dalam Perusahaan Monopoli

C.

Biaya Sosial Monopoli


Ada beberapa hal negatif yang ditimbulkan oleh adanya monopoli, antara lain:

1.

Hilang atau Berkurangnya Kesejahteraan Konsumen (dead weigth loss)


Kurva dibawah ini menunjukkan dalam pasar monopoli keseimbangan perusahaan

tercapai pada titik A.

Dead Weight Loss pada Perusahaan Monopoli

Perusahaan hanya memproduksi sejumlah Qm dengan harga Pm. Padahal jika


perusahaan bergerak dalam pasar persaingan sempurna, keseimbangan perusahaan tercapai di
titik B (D = MR = AR = P = MC). Jumlah output adalab Qk yang lebih banyak dan Qm.
Sedangkan harga jual adalah Pk yang Iebih murah dan Pm.
Sikap yang diambil perusahaan menyebabkan konsumen kehilangan kesejahteraan
sebesar luas segi tiga ACB. Sebab bila perusahaan bergerak dalam pasar persaingan
sempurna, surplus konsumen besarnya seluas segi tiga PkEB. Tetapi karena monopoli,
surplus konsumen tinggal sebesar luas segi tiga PmEA. Surplus konsumen sebesar luas segi
empat PkPmAC dieksploitasi menjadi tambahan laba perusahaan.
Keputusan perusahaan juga menyebabkan perusahaan kehilangan surplus produsen
sebesar luas segi tiga FCB, sehingga total kesejahteraan yang hilang (total dead weight loss)
adalah sebesar luas segi tiga FAB yang sama dengan luas segi tiga CAB + FCB. Naniun
kehilangan surplus produsen lebih kecil daripada tambahan laba. Tambahan laba bersih yang
dinikmati perusahaan monopolis adalah sebesar luas segiempat PkPmAC dikurangi luas
segitiga FCB.
2.

Memburuknya Kondisi Makro Ekonomi Nasional


Jika di setiap industri muncul gejala monopoli, maka secara makro jumlah output

(riel output) akan lebih sedikit daripada kemampuan sebenarnya (potential output).
Keseimbangan makro terjadi di bawah keseimbangan ekonomi (under full-employment
equilibrium) karena tidak seluruh faktor produksi terpakai sesuai dengan kapasitas produksi.
Akan tetapi pengangguran tenaga kerja (unemployment) maupun faktor-faktor produksi yang
lain. Kemudian daya beli menurun, menciutkan pasar, yang memaksa perusahaan

memproduksi lebih sedikit lagi. Begitu seterusnya sehingga perekonomian secara makro
dapat mengalami keadaaan stagflasi (stagnasi dan inflasi), dimana pertumbuhan ekonomi
mandek, pengangguran tinggi, tingkat inflasi juga tinggi.
3.

Memburuknya Perekonomian Internasional


Tuntutan perdagangan bebas diakui dapat meningkatkan efisiensi. Tetapi optimisme

terhadap perdagangan bebas harus ditinjau ulang, karena fakta menunjukkan bahwa
perusahaan-perusahaan yang besar telah menjadi perusahaan monopoli alamiah. Karena
sahamnya dimiliki pihak swasta, tujuan perusahaan ini adalah maksimalisasi laba. Karenanya
jika dibiarkan bersaing bebas, akan menggilas perusahaan-perusahaan yang ada di NSB.

SOAL LATIHAN
1. Jelaskan asumsi-asumsi dari pasar monopoli !
2. Apa yang dimaksud dengan hambatan legal dalam pasar monopoli ? berikan
contohnya !
3. Apa yang dimaksud dengan hambatan teknis dalam pasar monopoli ? berikan
contohnya !
4. Dapatkah Anda menjelaskan dampak negatif monopoli berupa hilangnya
kesejahteraan konsumen (deadweight loss) ?
5. Upaya apa yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk menghapus praktek monopoli
dan persaingan usaha tidak sehat ?