Anda di halaman 1dari 13

STOKIOMETRI

Stokiometri : cabang kimia yang berhubungan dengan hubungan kuantitatif yang ada antara
reaktan dan produk dalam reaksi kimia.
Stokiometri bergantung pada kenyataan bahwa unsur unsur berperilaku dengan cara yang dapat
diprediksi dan materi yang tidak dapat diciptakan atau dihancurkan.
Dalam Stokiometri ada beberapa hal yang kita pelajari yaitu :
1. Massa Atom dan Massa Atom Rata rata
2. Massa Molar suatu unsur dan bilangan avogadro
3. Massa Molekul
4. Spektrometer Massa
5. Persen Komposisi Senyawa
6. Penentuan Rumus Empiris Melalui Percobaan
7. Reaksi Kimia dan Persamaan Kimia
8. Jumlah Reaktan dan Produk
9. Pereaksi Pembatas dan Hasil Reaksi
1.1 Massa Atom
Massa suatu atom terkait erat dengan jumlah elektron, proton dan neutron yang dimiliki
atom tersebut.
Berdasarkan SI, satu atom dari isotop karbon (disebut karbon 12 ) mempunyai enam

proton dan enam neutron memiliki massa tepat 12 satuan massa atom (sma). Dipakai
sebagai standar, sehingga satu satuan massa atom didefinisikan sebagai suatu massa yang
besarnya tepat sama dengan seperduabelas massa dari satu atom karbon -12

Massa satu atom karbon -12 = 12


sma
1 sma = massa satu atom karbon
12

Contohnya : Kerapatan atom hydrogen rata-rata = 8,400 % dari kerapatan atom karbon12 standar. Jika kita menerima massa satu atom karbon -12 adalah tepat 12 sma, maka
massa atom ( yaitu massa atom dalam satuan massa atom) hydrogen tentunya adalah
0,08400 x 12,00 sma, atau 1, 008 sma
Massa atom rata rata

Nomor atom
6
C
Massa atom
12,01
Massa atom karbon pada sebuah tabel bukanlah 12,0 melainkan 12,1, hal ini terjadi
karena sebagian besar unsure yang ada di alam (termasuk karbon ) memiliki lebih dari suatu
isotop. Berarti ketika mengukur massa atom suatu unsure yang diperoleh adalah massa rata
rata dari berbagai jenis isotop yang ada di alam.
Contoh : kelimpahan alami dari karbon-12 dan karbon-13 masing- masing adalah 98,90 persen
dan 1,10 persen. Massa atom telah ditetapkan sebesar 13,00335 sma, jadi massa atom rata-rata
dapat dihitung sebagai berikut :
massa atom rata rata dari karbon alam
= ( 0,9890) (12,00000 sma ) + ( 0,0110 ) ( 13,0035 sma )
= 12,0 sma
Perhitungan massa karbon yang lebih akurat memberikan hasil 12,01 sma.
Ingat perhitungan yang melibatkan persen harus diubah menjadi pecahan atau desimal
Contoh lainnya :

Tembaga memunyai dua isotop stabilnya 63CU ( 69,09 persen) dan 65CU (30,91 persen),
29

29

Mempunyai massa atom masing masing 62,93 sma dan 64,9278 sma. Hitung massa atom rata
rata dari tembaga. Persentase dalam tanda kurung menunjukan kelimpahan relatif.
Penjelasan dan penyelesaian :
69,09 persen menjadi 69,09/100 = 0,6909 dan 30,91 persen menjadi 30,91/100=0,3091.
Hitung massa atom rata rata :
(0,6909) (62,93 sma) + (0,3091) (64,9278 sma ) = 63,55 sma
1.2 Massa Molar Unsur dan Bilangan Avogadro
Pada sistem SI, mol adalah banyaknya suatu zat yang mengandung entitas dasar ( atom,
molekul, partikel ) sebanyak jumlah atom yang terdapat dalam tepat 12 g ( atau 0,012 kg )
isotop karbon 12. jumlah atom sebenarnya di dalam 12 g karbon-12 ditentukan melalui
percobaan. Jumlah ini disebut bilangan Avogadro ( 6,022 x 10).
Satu mol atom karbon-12 memunyai massa tepat 12 g dan mengandung 6,022 x 1023 atom.
Massa dari karbon -12 ini adalah massa molar (M) didefinisikan sbg massa ( dalam gram
atau kilogram ) dari 1 mol entitas zat. Seperti massa atom natrium (Na) adalah 22,99 sma
maka massa molarnya 22,99 gram., massa atom fosfor 30,97 sma, maka massa molarnya
30,97 dan seterusnya.
Dengan menggunakan massa atom dan massa molar, dapat menghitung massa (dalam gram)
dari satu atom karbon-12. 1 mol atom karbon-12 beratnya tepat 12 gram, maka
persamaannya :
12,00 g karbon 12 = 1 mol atom karbon -12
Faktor Satuannya :
12,00 g karbon-12

=1

1 mol atom karbon -12


Karena ada 6,022 x 1023 atom dalam satu mol atom karbon-12 maka :

1 mol atom karbon 12

=1

6,022 x 10 atom karbon 12


Dari persamaan diatas dapat menghitung massa (dalam gram) satu atom karbon-12
sebagai berikut :
1 atom karbon-12 x 1 mol atom karbon-12
6,022 x 1023 1 atom karbon-12

x 12,00g karbon-12
1 mol atom karbon-12

= 1 , 993 x 1023 g karbon-12


Dari perhitungan di atas dapat menentukan hubungan antar satun mssa atom dan gram.
Karena massa tiap atom karbon-12 adalah tepat 12 sma, jumlah dalam gram yang setara dengan
1 sma adalah :
Gram =
1,993 x 1023 g
x
Sma
1 atom karbon-12
= 1, 661 x 1024 g/sma

1 atom karbon-12
12 sma

Jadi
1 sma = 1,661 x 1024
Dan
1 g = 6,022 x 1023 sma
Contoh bilangan Avogadro digunakan untuk mengubah satuan massa atom menjadi massa dalam
gram dan sebaliknya.
1 mol X
= 1
1 mol X
=1
Massa molar dari X
6,022 x 1023 atom X
Contoh : Ada berapa gram Seng (Zn) dalam 0,356 mol Zn?
Penjelasan dan Penyelesaian
Untuk mengubah mol menjadi gram, kita memerlukan faktor satuan
Massa molar dari Zn = 1
1 mol Zn
Karena massa molar Zn dalam 65,39 g, maka massa Zn dalam 0,356 mol adalah
0,356 mol Zn x 65,39 g Zn = 23,3 g Zn
1 mol Zn
Jadi terdapat 23,3 g Zn harus lebih kecil daripada massa Molar Zn.
Contoh :

1. Belerang (S) adalah unsure non logam. Berapakah jumlah atom yang ada di dalam 16,3 g S ?
Penjelasan dan Penyelesaian
1). Menentukan jumlah mol S dalam 16,3 g S
2). Hitung jumlah atom S dari jumlah mol S yang telah diketahui.
16,3 g S x
1 mol S
32,07 g S

6,022 x 1023 atom S = 3,06 x 1023 atom S


1 mol S

2. Berapakah massa (dalam gram) satu atom Perak (Ag) ?


Penjelasan dan penjelasan
Ada 6,022 x 1023 atom Ag dalam 1 mol Ag dan massa molar dari perak adalah 107,9 g. Dengan
menggabungkan kedua faktor satuan, kita hitung massa satu atom Ag sebagai berikut :
1 atom Ag x

1 mol Ag
6,022 x 1023 atom Ag

107,9 g
1 mol Ag

= 1,792 x 10-22 g

1.3 Massa Molekul


Massa molekul (disebut berat molekul) adalah jumlah dari massa massa atom (dalam sma)
dalam suatu molekul.
Contohnya : massa molekul H2O adalah :
2 ( massa atom H ) + massa atom O atau 2 (1,088 sma ) + 16,00 sma = 18,02 sma
Contoh soal :
1). Hitung massa molekul dari senyawa senyawa berikut ini : a. belerang dioksida (SO 2), dan b.
Kafein ( C8H10N4O2).
Penjelasan dan penyelesaian
Untuk menghitung massa molekul, langkah awalnya menghitung jumlah dari tiap jenis atom
dalam molekul dan mencari massa atomnya pada tabel periodic
a. Ada satu atom S dan dua atom O dalam belerang dioksid, jadi :
Massa molekul dari SO2 = 32,07 sma + 2(16,00 sma)
= 64,07 sma
b. Ada delapan atom C, sepuluh atom H, empat atom N dan dua atom O dalam kafein, jadi
massa molekul dari C8H10N4O2 adalah :
8(12,01 sma ) + 10 (1,008 sma) + 4 ( 14,01) + 2(16,00 sma ) = 194,20 sma

Dari massa molekul dapat menentukan massa molar dari suatu molekul atau senyawa. Massa
molar suatu senyawa (dalam gram) = massa molekulnya (dalam sma). Misalnya massa molekul
air 18,02 sma, maka mossa molarnya adalah 18,02 g ( ini sudah mengandung 0,622 x 1023)
Contoh :16,04 g
1. Metana (CH4) adalah komponen utama dari gas alam. Berapa mol CH 4 yang ada dalam
6,07 g CH4 ?
Penjelasan dan penyelesaian
a. Menghitung massa molar
Massa molar CH4 = 12,01 g + 4 (1,0008 g )
= 16,04 g
Dari faktor satuan ( 1 mol CH4/16,04 g CH4 ) hitung jumlah mol CH4 sbb :
6,07 g CH4 x 1 mol CH4 = 0,378 mol CH4
16,04 g
2. Berapa banyak atom hydrogen yang terdapat didalam 25,6 g urea [(NH2)2CO] yang
digunakan sebagai pupuk, makanan hewan, dan dalam pembuatan polimer?massa molar
urea adalah 60,06 g
Penjelasan dan penyelesaian
a. Menghitung jumlah molekul yang ada dalam 25,6 g urea , ada 4 atom hydrogen tiap
molekul urea. Gabungkan kedua tahap untuk menghitung jumlah atom hydrogen
seluruhnya :
25,6 g [(NH2)2CO] x 1 mol (NH2)2CO x 6,022 x 1023 (NH2)2CO
60,06 g (NH2)2CO
1 mol (NH2)2CO
x 4 atom H
= 1,03 x 1024 atom H
1 molekul (NH2)2CO
1.4 Spektrometer Massa
Spektrometer Massa adalah metode paling langsung dan akurat untuk menentukan massa
atom dan massa molekul.
Contoh:
Dengan metode ini dapat ditentukan bahwa neon mempunyai isotop stabil yang ketiga
dengan massa atom 20,9940 sma dan kelimpahan alami 0,257 persen.
1.5 Persen Komposisi Senyawa
adalah : persentase massa dari tiap unsur yang terkandung dalam suatu senyawa. Ini
diperoleh dengan membagi massa tiap unsur dalam 1 mol senyawa dengan massa molar
senyawa tersebut dikalikan 100% yang ditulis sebagai berikut :
Persen komposisi suatu unsur = n x massa molar unsur X 100%
massa molar senyawa
dimana n adalah jumlah mol unsur dalam 1 mol senyawa. Sebagai contoh, dalam 1 mol
hydrogen peroksidasi (H2O2), terdapat 2 mol atom H dan 2 mol atom O. Massa molar dari

H2O2,H dan O berturut turut adalah 34,02 g, 1,008 g, dan 16,00 g. Jadi persen komposisi
H2O2 dapat dihitung sebagai berikut ;
%H = 2 x 1,008 g x 100% = 5,926%
34,02 g
%0 = 2 x 16,00 x 100 % = 94,06
34,02
Jumlah kedua persentase tersebut adalah 5,926 persen + 94,06 persen = 99,99 persen.
Contoh Soal :
1. Asam fosfat (H3PO4) adalah cairan tidak berwarna menyerupai sirup yang digunakan
untuk membuat sabun cuci, pupuk dan pasta gigi. Senyawa ini juga memberikan rasa
tajam pada minuman berkarbonat. Hitung persen komposisi massa dari H,P dan O
dalam senyawa ini.
Penjelasan dan Penyelesaian
Persen massa dari tiap unsure peroleh dari total massa atom atom unsure tersebut dalam
1 mol senyawa dibagi massa molar senyawa tersebut , diklikan 100 persen. Massa molar
dari H3PO4 adalah :
%H = 3(1,008 g ) x 100% = 3,086 %
97,99 g
%P= 30,97 g x 100% = 31,61 %
97,99 g
%O= 4(16,00 g) x 100% = 65,31%
97,99 g
Jumlah persentasenya adalah (3,086% + 65,31%) = 100,01%
2. Asam askorbat (vitamin c ) menyembuhkan sariawan dan mencegah flu. Persen
komposisi massa dari senyawa ini adalah 40,92 persen karbon ( C ), 4,58 persen
hydrogen (H), dan 54,50 persen oksigen ( O ). Tentukan rumusnya :
Penjelasan dan penyelesaian
Massa awal senyawa sebesar 100 g, sehingga satu persen setara dengan satu gram,
sehingga satu persen setara dengan satu gram. Karena itu dalam sampel ini terdapat 40,29
g C 4,58 g H, dan 54,50 g O. Misalkan nC, nH, nO kemudian , kita menghitung jumlah
mol dari tiap unsure dalam senyawa ini :
nC = 40,92 g C x 1 mol C = 3,407 mol C
12,01 g C
nH = 4,58 g H x 1 mol H = 4,54 mol H
1,008 g H
nO = 54,50 g O x 1 mol O = 3,406 mol H
16,00 g O

Kita tidak langsung menulis hasilnya seperti : C3,407H 4,54 O 3,406 tetapi kita bulatkan angkaangkanya dibagi dengan subskri terkecil : (3,406) :
C : 3,407 = 1 H 4,54 = 1,33 O = 3,406 = 1
3,406
3,406
3,406
Hasilnya CH1,33O, subskrit H menjadi bilangan bulat :
1,33 x 1 = 1,33
1,33 x 2 = 2,66
1,33 x 3 = 3,99 = 4
Jadi rumus emiris asam askorbat adalah C3H4O3
3. Kalkopirit ( Cu FeS2 ) adalah biji tembaga yg utama. Hitunglah berapa kilogram Cu yang
ada dalam 3,71 x 103 kg kalkopirit.
Penjelasan Dan Penyelesaian
Massa molar Cu dan CuFeS2 adalah 63,55 g dan 183,5 g, jadi komposisi persen massa
dari Cu adalah
%Cu = 63,55 g x 100% = 34,63 %
183,5 g
Untuk menghitung massa Cu dalam 3,71 x 10 3 kg sampel CuFeS2 harus mengubah persen
menjadi angk decimal yaitu : 34,63% menjadi 0,3463 ) sehingga :
Massa Cu dalam CuFeS2 = 0,3463 x 3,71 x 103 kg = 1,28 x 103 kg.
Hitungan ini dapat disederhanakan :
Mass Cu dalam CuFeS2 = 3,71 x 103 kg CuFeS2 x

63,55 g Cu
183,5 g CuFeS2

= 1,28 x 103 kg Cu
1.6

Penentuan Rumus Empiris melalui Percobaan


Penentuan rumus empiris melalui percobaan dapat dilakukan jika kita mengetahui persen
komposisi dari senyawa tersebut.
Contoh soal:
Pembakaran 11,5g etanol menghasilkan CO2 dan 13,5g H2O. Berapa massa karbon dan
hydrogen dari 11,5g sampel awal etanol.
Penjelasan dan Penyelesaian:
Massa C = 22,0 g CO2 x 1 mol CO2
44,01 g CO2

x 1 mol C
1 mol CO2

x 12,01 g C
1 mol C

= 6,00 g C
Massa H = 13,5 g H2O x 1 mol H2O x 2 mol H
18,02 g H2O

1 mol H2O

= 1,51 g H

x 1,008 g H
1 mol H

Jadi dalam 11,5 g etanol terdapat 6 g karbon dan 1,51 g hydrogen. Sisanya tentulah
oksigen yang massanya adalah:
Massa O = massa sampel ( massa C + massa H )
= 11,5 g ( 6,00 g + 1,51 g )
= 4,0 g
Jumlah mol dari tiap - tiap unsur dalam 11,5 g etanol adalah:
Mol C = 6,00 g C x 1 mol C

= 0,500 mol C

12,01 g C
Mol H = 1,51 g H x 1 mol H

= 1,50 mol H

1,008 g H
Mol O = 4,0 g O x 1 mol O

= 0,25 mol O

16,00 g O
Jadi rumus etanol adalah C0,50 H1,5 O 0,25 dibulatkan menjadi C2H6O.

Penentuan Rumus Molekul


Rumus molekul adalah menghitung rumus sebenarnya dari senyawa dengan mengetahui
rumus empirisnya dan juga massa molar aproksimasi dari senyawa tersebut.
Contoh:
Suatu sampel senyawa yang terdiri dari nitrogen (N) dan oksigen (O) mengandung 1,52 g
N dan 4,47 g O.Massa molar dari senyawa ini dietahui antara 90 g dan 95 g . Tentukan
rumus moleul dan massa molar dari senyawa ini.
Penjelasan dan Penyelesaian:

nN = 1,52 g N

x 1 mol N

= 0,108 mol N

14,01 g N

nQ = 3,47 g O

x 1 mol O

= 0,217 mol O

16,00 g O
Jadi rumus senyawanya adalah N0,108 O 0,217
Massa molar empirisnya = 14,01 g + 2 ( 16,00 g) = 46,02 g
1.7

Reaksi kimia dan Persamaan Kimia


Reaksi kimia(chemical reaction) yaitu suatu proses dimana zat (atau senyawa) diubah
menjadi satu atau lebih senyawa baru. Sedangkan persamaan kimia (chemical equation)

menggunaan lambing kimia untu menunjuan apa yang terjadi saat reaksi kima
berlangsung
Contoh menulis persamaan kimia:
H2 terbakar diudara membentuk H2O
Persamaannya:
H2 + O2

H2O

Menyetarakan persamaan kimia


1. Identifikasikan semua reaktan dan produk kemudian tulis rumus molekul yang
benar masing-masing pada sisi kiri dan kanan dari persamaan
2. Setarakan persamaan tersebut dengan mencoba beberapa koefisien yang berbeda
jumlah atom dari tiap unsur sama pada kedua sisi persamaan.
3. Setarakan unsur-unsur yang muncul pada dua atau lebih rumus pada sisi
persamaan yang sama
4. Periksa persamaan yang telah disetarakan tersebut untuk memastikan bahwa
jumlah total dari tiap jenis pada kedua sisi persamaan adalah sama.
Penjelasan dan Penyelesaian:
Persamaan yang tidak setara adalah: NH3 + 02
NO + H20
1. Setarakan H: 2NH3 + O2
NO + 3H2O
2. Setarakan N: 2NH3 + O2
2NO + 3H2O
3. Terdapat 2 atom pada sisi kanan dan kiri. Perbedaan jumlah atom O dihilangkan
dengan menuliskan 5/2 didepan O2 : 2NH3 + 5/2 O2
2NO + 3H2O
4. Kalian seluruh persamaan dengan 2 untuk mengubah 5/2 menjadi 5:
4NH3 + 5O2

4NO + 6H2O

5. Perhitungannya adalah:
Reaktan
Produk

1.8

N(4)

N(4)

H(12)

H(12)

Jumlah Reaktan dan Produk


Untuk menghitung jumlah produk yang terbentuk dalam reaksi kimia digunakan satuan
mol. Pendekatan ini disebut metode mol (mole method), yang berarti bahwa koefisien
stoikiometri dalam persamaan kimia dapat diartikan sebagai jumlah mol dari setiap zat.
Metode mol terdiri dari beberapa tahap:
1. Tulis rumus yang benar untuk semua reaktan dan produk, dan setarakan persamaan
kimianya.

10

2. Konversi kuantitas dari sebagian atau semua zat yang diketahui (biasanya reaktan)
mejadi mol
3. Gunakan koefisien koefisien dalam persamaan yang sudah setara untuk menghitung
jumlah mol dari kuantitas yang dicari atau yang tidak diketahui (biasanya kuantitas
produk)
4. Dengan menggunakan jumlah mol yang telah dihitung serta massa molarnya,
konversi kuantitas zat yang tidak diketahui menjadi satuan yang diperluan (biasanya
gram)
5. Periksalah bahwa jawabannya masuk akal dalam wujud fisiknya.
Contoh soal:
Berapa mol H2 akan terbentuk dari reaksi sempurna antara 6,23 mol Li dengan air ?
2Li(s) + 2H2O(l)

2LiOH(aq) + H2(g)

Penjelasan dan Penyelesaian:


1. Persamaan yang setara telah diberian pada soal.
2. Konversi tidak diperlukan karena jumlah material awal Li diberikan dalam mol.
3. Karena 2 mol Li meghasilkan 1 mol H 2, menghitung mol H2 yang terbentuk sebagai
berikut:
Mol H2 yang terbentuk = 6,23 mol Li x 1 mol H2
2 mol Li
= 3,12 mol H2
4. Tidak diperlukan
5. 6,25 mol Li menghasilkan 3,12 mol H2. Karena 2 mol Li menghasilkan 1 mol H2,
maka 3,12 mol adalah hasil yang masuk akal.
1.9

Pereaksi Pembatas dan Hasil Reaksi


Pereaksi Pembatas (limiting reagent) adalah reaktan yang pertama kali habis digunakan
pada reaksi kimia.
Contoh soal:
2NH3(g) + CO2(g)

2NO + 3H2O

Pada satu proses 637,2 g NH berekasi dengan 1142 g CO2


3

Reaktan manakah yang merupakan reaksi pembatas?

Penjelasan dan Penyelesaian:


Massa molar NH3 dan CO2 berturut-turut adalah 17,03g dan 44,01g jadi :
Mol NH2 = 637,2 g NH3 x 1 mol NH3
17,03 g NH3
11

= 37,42 mol

NH3

Mol CO2 = 1142 g CO2 x 1 mol CO2


44,01 g CO2
= 25,95 mol CO2
Dari persamaan yang setara didapatkan, dimulai dengan 37,42 mol NH3:
37,42 mol NH3 x 1 mol (NH2) 2 CO = 18,71 mol (NH2 )2 CO
2 mol NH3
Dan dari 25,95 mol CO2
25,95 mol CO2 x 1 mol (NH2) CO = 25,95 mol (NH2 )2 CO
1 mol CO2
Karena itu NH3 adalah pereaksi pembatas karena menghasilkan jumlah (NH2) 2 CO
yang lebih sedikit
Hasil Reaksi
Hasil teoritis (theoretical yield) adalah jumlah produk yang akan terbentuk jika seluruh
pereaksi pembatas terpakai pada reaksi. Sedangan hasil sebenarnya (actual yield) adalah
jumlah produk yang sebenarnya yang dihasilkan dari suatu reaksi. Untuk menetuan
efisiensi dari suatu reaksi digunakan persen hasil (percent yield) yaitu:
% hasil

hasil sebenarnya

100%

hasil teoritis
Contoh soal:
TiCL4(g) + 2Mg(l)

Ti(s) + 2MgCl2([)

Dalam suatu operasi industri 3,54 x 107 g TiCL4 direaksikan dengan 1,13 x 107 g Mg.
Hitunglah hasil teoritis dari Ti dalam gram.
Penjelasan dan Penyelesaian:
Mol TiCL4 = 3,45 x 107 g TiCL4 x 1 mol TiCL4 = 1,87 x 105 mol TiCL4
189,7 g TiCL4
Mol Mg = 1,13 x 107 g Mg x 1 mol Mg = 4,65 x 105 mol Mg
24,31 g Mg
Ti yang dihasilkan dari kedua reaktan adalah:
1,87 x 105 mol TiCL4 x 1 mol Ti = 1,87 x 105 mol Ti
1 mol TiCL4
5
4,65 x 10 g Mg x 1 mol Ti = 2,33 x 105 mol Ti
2 mol Mg

12

Jadi TiCL4 adalah pereaksi pembatas arena menghasilkan Ti dalam jumlah yang lebih
kecil. Massa teoritis dan Ti yang terbentu adalah:
1,87 x 105 mol Ti x 47,88 g Ti
1 mol Ti

= 8,95 x 106 g Ti

Untuk mencari persen hasilnya sebagai berikut:


% hasil

hasil sebenarnya

100%

hasil teoritis
=

7,91 x 105 g
8,95 x 106 g

88,4 %

100%

13