Anda di halaman 1dari 2

Nama : Abi Jaman Kurnia

NPM : 1306404954
Kelas : FILHUM B (Reguler)
PANCASILA
Seperti yang kita pahami bahwa Pancasila yang berada dalam Pembukaan UUD 1945
merupakan dasar ideologi Negara Republik Indonesia1. Pancasila sebagai suatu sistem filsafat
merupakan lima sila peradaban yang saling memberikan keseimbangan dalam suatu kesatuan
yang utuh dan harmonis. Lima sila peradaban bangsa Indonesia itu saling berhubungan
sangat erat sehingga tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Sementara hakikat hukum itu
sendiri dalam filsafat Pancasila merupakan keharmonisan.2

Seperti filsafat timur yang

lainnya Pancasila menitik beratkan kepada keseimbangan untuk menjalankan kehidupan


sehingga muncul suatu pendapat yang menyatakan bahwa hukum bertujuan untuk mencapai
suatu keserasian dengan menegaskan bahwa Pancasila adalah sendi Keserasian Hukum3.
Pancasila juga mengakui adanya hukum Kodrat yang telah memberikan hak
kemerdekaan kepada semua bangsa, sehingga setiap bangsa berhak atas kemerdekaannya
sendiri4. Maka hubungan dari silasila Pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh dalam
suatu kesatuan yang bulat, dan sebagai satu kesatuan yang bersifat organis dan yang bersifat
harmonis5. Pengkajian Pancasila secara filosofis tidak dapat terlepas dari aspek ilmiah. 6 Maka
dari itu dalam pembahasannya harus diperhatikan syarat-syarat sifat ilmiah yang harus
dipenuhi di dalam filsafat Pancasila yang mana salah satu syarat didalam pembahasannya
adalah obyeknya harus jelas.7 Karena pembahasan tentang Pancasila ruang lingkupnya luas,
oleh karena itu dapat meliputi seluruh aspek kehidupan manusia.8
Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa mengadung pula Nilai-Nilai Dasar yang
dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia, bahkan oleh bangsa beradab, antara lain Nilai-Nilai
Dasar tersebut adalah : 1) Nilai Ketuhanan, 2) Nilai Kemanusiaan, 3) Nilai Persatuan, 4)
Nilai Kenyataan, dan 5) Nilai Keadilan Sosial.

Sunarjo Wreksosuhardjo, Ilmu Pancasila Yuridis Kenegaraan dan Ilmu Filsafat


Pancasila, (Yogyakarta: Andi, 2001),Hlm.11.
2
Darji Darmodiharjo dan Shidarta, Pokok-pokok Filsafat Hukum (Apa dan
Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia), (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1995), hlm.
78.
3
Purnadi Purbacaraka dan Soerjono Soekanto, Renungan tentang Fisafat Hukum,
(Jakarta: Rajawali, 1987), hlm.81.
4
Sunarjo Wreksosuhardjo, Op.cit, hlm 18.
5
Noor M Bakry, Orientasi Filsafat Pancasila, (Yogyakarta: Liberty, 2001), hlm. 24
6
Dardji Darmodiharjo, Pancasila Suatu Orientasi Singkat, (Jakarta: PN Balai
Pustaka, 1979), hlm. 46
7
Kaelan, Pendidikan Pancasila, (Yogyakarta: Paradikma, 2004), hlm. 27
8
Ibid.

Nilai-Nilai Dasar yang terkandung didalam Pancasila inilah yang akan menjadi norma
ideal yang melandasi ideology yang dapat dituangkan dalam pergaulan hidup yang mana
prosesnya dapat dilakukan melalui suatu proses reformasi socio moral yang berdasarkan pada
Nilai Dasar. Maka Nilai dan Ideologi yang terkandung didalam Pancasila merupakan suatu
filsafat yang menjadi tonggak nilai direalisir menjadi suatu kenyataan tunggal dalam tanggap
karsa berdasarkan citra dalam mewujudkan bhinneka dalam gatra berlandaskan pada filsafat
Pancasila9.
Pancasila pada awalnya terdapat di dalam kehidupan bangsa Indonesia sebelum
merdeka yang berdasarkan pendapat Prof. Notonegoro tercerminkan di dalam adat,
kebudayaan dan agama. Satu hari setelah proklamasi berlangsung yaitu pada tanggal 18
Agustus 1945 Pancasila dituangkan ke dalam Pembukaan UUD 1945, dengan demikian sejak
saat itu Pancasila memperoleh bentuk dan dasar hukumnya yang resmi sebagai dasar filsafat
Negara Republik Indonesia (Pancasila dalam arti formil)10.
Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 melaksanakan fungsinya sebagai dasar
filsafat. Dasar filsafat itu mempunyai fungsi teoritis dan fungsi praktis. Fungsi teoritisnya
adalah sebagai pedoman untuk menemukan kebenaran yang sedalam-dalamnya (yang
mendasar) dan fungsi praktisnya ialah sebagai pedoman untuk bertindak/melangkah 11. Akan
tetapi pada perkembangan zamannya, nilai-nilai yang terdapat di dalam pancasila telah
terpengaruh oleh sistem perekonomian liberal yang mengacu kepada liberalisasi di bidang
perdagangan yang dilakukan dengan transplantasi hukum barat.

Ngadnan Alqomari, Tugas Filsafat Pancasila,


http://dokumen.tips/documents/tugas-filsafat-pancasila.html hlm. 5, diakses pada 9 Mei
2016
10
Ibid, hlm. 4-5.
11
Ibid, hlm 6.

Anda mungkin juga menyukai